Biologi · Glosarium

Apa itu Protein motor?

Definisi 9.5 Biologi Universitas — Tahun 3 · Bab 9 — Dinamika Sitoskeleton dan Gerak Sel

Sebuah protein motor mengubah energi bebas hidrolisis ATP menjadi gerak yang terarah sepanjang sebuah filamen: miosin sepanjang aktin (miosin II, yakni motor otot dan motor kontraktil, menuju ujung berduri; miosin V, pengusung vesikel berkepala dua yang melangkah 36nm36\,\mathrm{nm}), kinesin sepanjang mikrotubulus menuju ujung plusnya (kinesin-1 melangkah 8nm8\,\mathrm{nm}, yakni satu dimer tubulin, tiap ATP, tangan berganti tangan, pada kira-kira 800nm/s800\,\mathrm{nm}/\mathrm{s}), dan dinein menuju ujung minusnya (dinein sitoplasma, bersama adaptornya dinaktin, menghela muatan kembali ke pusat selnya; dinein aksonem membengkokkan silia). Sebuah motor disebut prosesif bila ia melangkah berkali-kali sebelum terlepas: kinesin-1 berjalan sekitar satu mikrometer, yakni seratus langkah, sendirian; satu kepala miosin II melakukan satu sapuan lalu melepaskan diri, sehingga otot menuntut ratusan kepala yang bekerja pada satu filamen. Motor membaca kepolaran lintasannya, sehingga geografi sebuah sel — ujung plus di tepinya, ujung minus di pusatnya — menjadi peta tentang ke mana tiap motor akan membawa muatannya.

Kinesin pada lintasannya dan jejak kakinya di dalam perangkap optis. Kedua kepalanya berganti-ganti, dan tiap langkahnya memajukan motornya sejauh satu dimer tubulin, yakni 8\, nm; pada ATP rendah langkahnya dipisahkan oleh masa menunggu nukleotida berikutnya dan tangganya terlihat langsung.
Kinesin pada lintasannya dan jejak kakinya di dalam perangkap optis. Kedua kepalanya berganti-ganti, dan tiap langkahnya memajukan motornya sejauh satu dimer tubulin, yakni 8nm8\,\mathrm{nm}; pada ATP rendah langkahnya dipisahkan oleh masa menunggu nukleotida berikutnya dan tangganya terlihat langsung.
Baca dalam konteks →