Daur sel — G1, S (replikasi), G2, M (mitosis) — digerakkan sebuah famili kinase protein, yaitu kinase bergantung-siklin (CDK), yang subunit katalitiknya hadir sepanjang daurnya tetapi hanya aktif ketika terikat pada sebuah siklin, yakni subunit pengatur yang kepekatannya naik lalu turun menurut urutan yang tetap: siklin D bersama Cdk4/6 pada G1 sebagai tanggapan atas faktor pertumbuhan, siklin E bersama Cdk2 pada peralihan G1/S, siklin A bersama Cdk2 sepanjang S, dan siklin B bersama Cdk1 saat masuk mitosis. Tiap siklin–CDK memfosforilasi protein fasenya — titik asal replikasi, lamin, kondensin, enzim perakitan gelendong — dan masing-masing dimatikan oleh pemusnahan siklinnya: ligase ubikuitin (SCF pada G1/S, kompleks pemacu anafase, APC/C, pada mitosis) menandai siklinnya bagi proteasom. Keaktifan Cdk1 selanjutnya digerbangi sebuah fosforilasi penghambat yang dipasang kinase Wee1 lalu dibuang fosfatase Cdc25, dan digerbangi protein penghambat kecil (p21, p27, p16) yang mengikat kompleksnya. Daurnya dengan demikian merupakan runtunan gelombang kinase yang teratur, dan tiap gelombangnya berakhir pada proteolisis apa yang menghasilkannya.
Contoh
Contoh 10.3 (Mengapa telur katak adalah sebuah jam)
Sebutir telur katak yang telah dibuahi membelah dua belas kali dalam enam jam tanpa pertumbuhan, tanpa transkripsi, dan tanpa titik periksa, pada selang : itulah osilator teoremanya yang berjalan telanjang, dan sebuah ekstrak sitoplasmanya di dalam tabung reaksi terus berdaur, dengan siklinnya naik dan turun, tanpa apa pun yang dibelah. Menambahkan siklin B yang tak dapat diuraikan mengunci ekstraknya di dalam mitosis, karena tak pernah dapat turun di bawah ; menghalangi sintesis siklinnya menguncinya di dalam interfase. Di dalam sel somatik, mesin yang sama terbungkus kendali bagian berikutnya, yang menahannya pada ambangnya sampai syaratnya terpenuhi, sehingga periodenya menjadi sehari alih-alih setengah jam dan dapat panjang tanpa batas.