Di dalam labu yang segar (sebuah biakan gelombang) selnya mula-mula berhenti sejenak — yakni fase senjang, selagi ia mengimbas enzim yang dituntut medium barunya — lalu tumbuh secara eksponensial, lalu berhenti ketika sebuah hara terkuras atau sebuah limbah menumpuk: yakni fase stasioner, yang di dalamnya selnya mengerut, menebalkan selubungnya, memadatkan nukleoidnya di sekeliling protein pelindung, menyalakan gen cekaman lewat faktor sigma alternatif RpoS, lalu dapat bertahan berbulan-bulan; sesudahnya menyusul fase kematian yang di dalamnya sebagian besar selnya melisis dan segelintir hidup dari sisanya. Sebagian spesies menjawab kelaparannya dengan sebuah program perkembangan: Bacillus subtilis membelah secara tak setangkup lalu sel yang lebih besar menelan yang lebih kecil kemudian membangun sporanya di sekelilingnya, yakni sebuah runtunan delapan jam yang dikendalikan riam faktor sigma — yakni subunit yang mengarahkan RNA polimerase ke satu perangkat promotor — yang berselang-seling antara kedua kompartemennya, yakni contoh bakteri yang pertama bagi diferensiasi dan bagi pengisyaratan antarsel melewati sebuah dinding.
Biologi · Glosarium