Kerangka acuan adalah sebuah benda tegar — tanah, sebuah gerbong kereta, Bumi seutuhnya — yang menjadi acuan pencatatan kedudukan, beserta sebuah jam untuk menandai waktunya. Sebuah benda dikatakan diam di dalam sebuah kerangka apabila kedudukannya di dalam kerangka itu tidak berubah terhadap waktu; jika tidak, benda itu bergerak di dalam kerangka tersebut.
Contoh
Contoh 5.3 (Pejalan di dalam kereta)
Sebuah kereta melaju terhadap tanah, sementara seorang penumpang berjalan ke depan dengan terhadap keretanya.
- Di dalam kerangka kereta: penumpang itu bergerak menyusuri lorongnya; kursinya diam; pepohonan di luar melesat mundur dengan .
- Di dalam kerangka tanah: kursinya bergerak , penumpangnya , dan pepohonannya diam.
Pemandangan yang sama, dua kerangka, dua pemerian yang sama sekali berbeda — dan tidak ada percobaan yang dikerjakan di dalam kereta itu yang dapat menyatakan salah satunya “yang sungguhan”.
Contoh 5.9 (Pendakian dengan istirahat)
Seorang pendaki menempuh dalam perjalanan, lalu beristirahat , lalu menempuh dalam terakhir. Kelajuan rata-rata sepanjang perjalanan itu:
Rata-ratanya memperhitungkan seluruh waktu yang berlalu, termasuk istirahatnya — dan umumnya ia bukan rata-rata dari kelajuan tiap penggalnya.
Contoh 5.14 (Jalur berjalan)
Jalur berjalan di bandara bergerak . Seorang pelancong berjalan di atasnya dengan terhadap sabuknya, searah gerak sabuk: lajunya terhadap tanah . Berjalan berlawanan arah dengan langkah yang sama: , masih (pelan-pelan) maju melawan sabuknya. Berdiri diam di atas sabuknya: terhadap tanah, terhadap sabuknya — diam sekaligus bergerak, di dalam dua kerangka yang berbeda.