Biologi · Glosarium

Apa itu Jala saraf, ganglion, dan otak?

Definisi 17.9 Biologi Universitas — Tahun 3 · Bab 17 — Tatanan Sistem Saraf

Knidaria (ubur-ubur, hidra) punya sebuah jala saraf: neuron yang tersebar di seluruh dinding tubuhnya, tersambung ke tiap arah, dengan pemadatan berbentuk cincin di sekeliling tepi loncengnya yang menyelaraskan renangnya — tanpa pusat, dan hantaran ke kedua arah sepanjang tiap selnya. Hewan bilateria memusatkan neuronnya ke dalam ganglion — yakni gugusan dengan sebuah neuropil bersama — yang disusun sepanjang sebuah tali perut pada artropoda dan anelida, dengan sebuah ganglion kepala yang membesar di tempat organ indranya berada: itulah sefalisasi. Moluska beragam dari ganglion sederhana seekor kerang sampai gurita, yang setengah miliar neuronnya terbanyak di antara hewan tak bertulang belakang mana pun dan dua pertiganya terletak di dalam lengannya, dengan tali tiap lengan mengendalikan jangkauan dan genggamannya sendiri. Vertebrata membangun sebuah tabung punggung yang berongga, yang membesar di depan menjadi otak bagian sebelumnya, dilindungi tulang dan sebuah penghadang, serta bermielin. Molekul pengisyarat, saluran, penghantar, dan banyak gen perkembangan yang sama (sandi Hox otak belakang, faktor pemola mata) menjalankan semuanya: bagiannya purba dan bersama, susunannya beraneka.

Dua cara menata neuron. Kiri: seekor ubur-ubur, yang jala sarafnya dan cincin tepinya menyelaraskan renangnya tanpa otak. Kanan: seekor gurita, dengan setengah miliar neuron, kebanyakan di dalam lengannya, dan otak terbesar di antara hewan tak bertulang belakang mana pun. Dua cara menata neuron. Kiri: seekor ubur-ubur, yang jala sarafnya dan cincin tepinya menyelaraskan renangnya tanpa otak. Kanan: seekor gurita, dengan setengah miliar neuron, kebanyakan di dalam lengannya, dan otak terbesar di antara hewan tak bertulang belakang mana pun.
Dua cara menata neuron. Kiri: seekor ubur-ubur, yang jala sarafnya dan cincin tepinya menyelaraskan renangnya tanpa otak. Kanan: seekor gurita, dengan setengah miliar neuron, kebanyakan di dalam lengannya, dan otak terbesar di antara hewan tak bertulang belakang mana pun.

Contoh

Contoh 17.10 (Mencacah neuron)

Seekor nematoda punya 302302 neuron, yang tiap satunya dinamai dan tiap sinapsisnya dipetakan; seekor lalat buah 1.4×1051.4\times 10^{5}; seekor lebah madu 10610^{6}; seekor mencit 7×1077\times 10^{7}; seekor gurita 5×1085\times 10^{8}; seorang manusia 8.6×10108.6\times 10^{10}; seekor gajah 2.6×10112.6\times 10^{11}, kebanyakan di dalam otak kecilnya. Massa otak berskala dengan massa tubuh di seluruh mamalia kira-kira sebagai MotakMtubuh0.75M_{\text{otak}} \propto M_{\text{tubuh}}^{0.75}, sehingga otak seekor mencit merupakan bagian tubuhnya yang lebih besar daripada otak seekor gajah; spesies yang di atas garisnya bagi ukurannya — lumba-lumba, primata, manusia dengan faktor tujuh — disebut terensefalisasi. Yang paling baik menjejaki kognisinya bukanlah massa otaknya melainkan cacah neuron di dalam korteks otak besarnya: sekitar 1.6×10101.6\times 10^{10} pada manusia, 5.6×1095.6\times 10^{9} pada gajah dengan otaknya yang tiga kali lebih besar, 2×1092\times 10^{9} pada simpanse. Otak manusia tidak istimewa pada sel atau denahnya; ia punya neuron korteks lebih banyak daripada mana pun, yang berkemas lebih padat, dan cacahnya, bukan bobotnya, yang tampaknya berarti.

Baca dalam konteks →