Biologi · Glosarium

Apa itu Neuron, akson, saraf?

Definisi 20.1 Biologi Universitas — Tahun 2 · Bab 20 — Neuron, Potensial Aksi, dan Sinapsis

Sebuah neuron adalah sel yang mengkhusus untuk memberi isyarat: sebuah badan sel (soma) beserta nukleusnya, dendrit yang bercabang dan menerima isyarat, serta sebatang akson tunggal — sebuah kabel setebal satu mikrometer sampai dua puluh mikrometer dan sepanjang sampai satu meter — yang membawa keluarannya ke terminal pada sel lain. Otak manusia memiliki sekitar 101110^{11} neuron dan masing-masingnya membuat kira-kira seribu sinapsis. Neuron kalah banyak terhadap glia: astrosit yang memberinya makan dan menyangganya, mikroglia yang mengawasinya, dan sel yang membungkus aksonnya dengan mielin — berlusin-lusin lilitan membrannya sendiri, yang nyaris bebas sitoplasma, yang membentuk sebuah seludang penyekat yang terputus tiap kira-kira satu milimeter pada nodus Ranvier. Sebuah saraf adalah seberkas ribuan akson, sensorik maupun motorik, yang berjalan bersama di dalam jaringan ikat. Neuron tidak membelah pada orang dewasa (dengan sedikit kekecualian), dan sebuah akson yang dipotong dari badannya mati; sebuah neuron adalah sel yang harus bertahan seumur hidup.

Kiri: sebuah neuron piramid yang diisi zat warna — badan selnya, dendritnya yang berduri dan menerima, serta aksonnya yang tipis dan meninggalkan pangkalnya. Kanan: akson pada penampang lintang di bawah mikroskop elektron, masing-masing terbungkus pilin gelap seludang mielinnya. Kiri: sebuah neuron piramid yang diisi zat warna — badan selnya, dendritnya yang berduri dan menerima, serta aksonnya yang tipis dan meninggalkan pangkalnya. Kanan: akson pada penampang lintang di bawah mikroskop elektron, masing-masing terbungkus pilin gelap seludang mielinnya.
Kiri: sebuah neuron piramid yang diisi zat warna — badan selnya, dendritnya yang berduri dan menerima, serta aksonnya yang tipis dan meninggalkan pangkalnya. Kanan: akson pada penampang lintang di bawah mikroskop elektron, masing-masing terbungkus pilin gelap seludang mielinnya.
Baca dalam konteks →