Pada sebuah sinapsis terminal sebuah neuron berjumpa dengan sebuah sasaran — sebuah neuron lain, sebuah serabut otot, sebuah sel kelenjar. Pada sinapsis listrik sambungan renggang menyatukan kedua selnya dan arusnya lewat secara langsung — cepat, dua arah, tanpa penguatan, dipakai di tempat kecepatan dan keserentakan berarti (refleks lolos, jantungnya). Pada sinapsis kimia selnya dipisahkan sebuah celah dan isyaratnya adalah sebuah molekul. Sebuah potensial aksi yang tiba di terminalnya membuka kanal kalsium bergerbang tegangan; kalsiumnya masuk lalu, dalam sepersekian milidetik, membuat vesikel berisi neurotransmiter melebur dengan membrannya lalu mengosongkan diri ke dalam celahnya; penghantarnya berdifusi menyeberang dalam hitungan mikrodetik lalu mengikat reseptor pada membran pascasinapsisnya — entah kanal ion yang ia buka (ionotropik, cepat) atau reseptor berpasangan protein G (metabotropik, lebih lambat, Bab 19); arus yang dihasilkannya menggeser potensial pascasinapsisnya beberapa milivolt, naik (sebuah potensial pascasinapsis perangsang, dari kanal yang melewatkan natrium) atau turun (sebuah potensial penghambat, dari kanal yang melewatkan klorida atau kalium); dan penghantarnya disingkirkan dalam hitungan milidetik oleh sebuah enzim atau sebuah pengangkut. Tundaannya setengah milidetik; harganya membeli penghantaran satu arah, penguatan, penghambatan, dan keterubahan — segala yang diperlukan sebuah sistem saraf di luar penghantaran belaka.
Contoh
Contoh 20.10 (Penghantar dan obat)
Asetilkolin pada sambungan saraf-otot dan di dalam sistem otonomnya; glutamat, yaitu penghantar perangsang utama otaknya, dan GABA, yaitu penghantar penghambat utamanya; monoamina noradrenalin, dopamin, dan serotonin, yang menyelia seluruh untaian dari beberapa ribu sel saja; serta berlusin-lusin peptida. Hampir tiap obat yang bekerja pada pikirannya bekerja pada sebuah sinapsis: benzodiazepina menguatkan kanal GABA-nya, antidepresan menghalangi pengangkut serotoninnya, kokaina menghalangi pengangkut dopaminnya, opiat meniru sebuah peptida, nikotina meniru asetilkolin pada satu reseptor dan atropin menghalanginya pada reseptor lain, toksin botulinum memotong protein yang meleburkan vesikelnya. Sinapsisnya adalah tempat kimia pada Bab 19 dan kelistrikan pada bab ini berjumpa, dan tempat sebuah sistem saraf belajar: sinapsis yang dipakai menguat, dan penguatan itu (jilid Tahun 3) adalah ingatan.