Biologi · Glosarium

Apa itu Sel sistem saraf?

Definisi 17.1 Biologi Universitas — Tahun 3 · Bab 17 — Tatanan Sistem Saraf

Neuron hadir dalam beberapa arsitektur yang berulang di seluruh otak: sel piramidal, yakni neuron proyeksi pemacu korteks, dengan sebuah dendrit apikal yang panjang dan sebuah akson yang dapat mengembara semeter; sel Purkinje otak kecil, yang pohon dendritnya yang pipih menerima dua ratus ribu sinapsis; neuron indra dengan satu juluran ke tepi dan satu ke sumsumnya; serta interneuron, yakni sel berakson pendek yang tinggal di dalam sebuah daerah, kebanyakan bersifat menghambat. Sekitar empat dari lima neuron korteks melepaskan glutamat lalu memacu; satu dari lima melepaskan GABA lalu menghambat. Glia, yang sebanyak neuronnya, mengerjakan selebihnya. Astrosit membungkus sinapsis dan pembuluh darah: mereka mengambil kalium yang dilepaskan neuron yang menyala dan glutamat yang ditumpahkan sinapsis, memasok laktat, mengatur aliran darah setempat, lalu memicu dan memelihara penghadang darah–otak. Oligodendrosit di dalam sistem saraf pusat dan sel Schwann di tepi membungkus akson dengan mielin, yakni berlusin-lusin lapis selaput yang mengisolasi aksonnya di antara simpul tempat salurannya duduk. Mikroglia adalah makrofag penghuni otaknya, yang memangkas sinapsis pada perkembangan dan membersihkan puing. Sel ependima melapisi bilik otaknya lalu membuat cairan serebrospinal.

Kiri: sebuah sel Purkinje otak kecil yang digambar Cajal (1899) dari sebuah irisan berpewarna Golgi — seluruh pohon dendrit satu sel, yakni hujah bagi neuron sebagai sebuah satuan (domain publik). Tengah: neuron piramidal korteks dalam sebuah pewarnaan Golgi. Kanan: sebuah astrosit (hijau) dengan kaki ujungnya pada sebuah kapiler (merah). Kiri: sebuah sel Purkinje otak kecil yang digambar Cajal (1899) dari sebuah irisan berpewarna Golgi — seluruh pohon dendrit satu sel, yakni hujah bagi neuron sebagai sebuah satuan (domain publik). Tengah: neuron piramidal korteks dalam sebuah pewarnaan Golgi. Kanan: sebuah astrosit (hijau) dengan kaki ujungnya pada sebuah kapiler (merah). Kiri: sebuah sel Purkinje otak kecil yang digambar Cajal (1899) dari sebuah irisan berpewarna Golgi — seluruh pohon dendrit satu sel, yakni hujah bagi neuron sebagai sebuah satuan (domain publik). Tengah: neuron piramidal korteks dalam sebuah pewarnaan Golgi. Kanan: sebuah astrosit (hijau) dengan kaki ujungnya pada sebuah kapiler (merah).
Kiri: sebuah sel Purkinje otak kecil yang digambar Cajal (1899) dari sebuah irisan berpewarna Golgi — seluruh pohon dendrit satu sel, yakni hujah bagi neuron sebagai sebuah satuan (domain publik). Tengah: neuron piramidal korteks dalam sebuah pewarnaan Golgi. Kanan: sebuah astrosit (hijau) dengan kaki ujungnya pada sebuah kapiler (merah).

Contoh

Contoh 17.3 (Angka bagi sebuah dendrit dan dua akson)

Sebuah dendrit dengan d=2µmd = 2\,\text{µ}\mathrm{m}, Rm=2×104Ωcm2R_{m} = 2 \times 10^{4}\,\Omega\,\mathrm{cm}^{2}, dan Ri=100ΩcmR_{i} = 100\,\Omega\,\mathrm{cm}: λ=2×104×2×104/400 cm=0.1cm=1mm\lambda = \sqrt{2\times 10^{4}\times 2\times 10^{-4}/400}\ \mathrm{cm} = 0.1\,\mathrm{cm} = 1\,\mathrm{mm} — sebuah potensial sinapsis di ujung sebuah dendrit sepanjang semilimeter mencapai badan selnya pada sepertiga ukurannya, dan itulah sebabnya geometri sebuah pohon dendrit menjadi bagian perhitungannya. τ=2×104×106F/cm2Ωcm2=20ms\tau = 2\times 10^{4}\times 10^{-6}\,\mathrm{F}/\mathrm{cm}^{2}\cdot\Omega\,\mathrm{cm}^{2} = 20\,\mathrm{ms}, yakni jendela yang di dalamnya masukannya harus tiba agar terjumlahkan. Sebuah akson raksasa cumi-cumi sebesar 500µm500\,\text{µ}\mathrm{m}, tak bermielin, menghantar pada sekitar 25m/s25\,\mathrm{m}/\mathrm{s}; untuk melakukan hal yang sama seekor vertebrata memakai sebuah akson bermielin sebesar 4µm4\,\text{µ}\mathrm{m}, yakni lima belas ribu kali lebih kecil penampangnya — alasan mengapa sebuah saraf vertebrata dapat mengusung sepuluh ribu serat cepat di dalam ruang satu akson cumi-cumi. Sebuah akson motorik 20µm20\,\text{µ}\mathrm{m} menghantar pada 120m/s120\,\mathrm{m}/\mathrm{s}; ketika sklerosis ganda melucuti mielinnya, lajunya turun sepuluh kali lipat dan hantarannya dapat gagal sama sekali pada bentangan yang telanjang.

Baca dalam konteks →