cn=0 untuk berhingga banyak, setidaknya satu, n<0: yakni sebuah kutub berorde m=−min{n:cn=0}; setara dengan itu f=g/(z−a)m dengan gholomorfik dan g(a)=0; setara pula dengan ∣f(z)∣→∞ saat z→a;
tak berhingga banyak cn=0 yang negatif: yakni kesingularan hakiki.
Sedangkan residu di sana adalah Res(f,a)=c−1. Dan fungsi yang holomorfik pada Ω dikurangi sebuah himpunan kutub disebut meromorfik pada Ω.
Contoh
Contoh 17.7(Empat tipe integral klasiknya)
(a) Rasional atas R: untuk ∫R1+x4dx, tutuplah dengan setengah lingkaran besar SR di setengah bidang atasnya: sebab integrannya O(R−4) di sana, sehingga ∫SR→0 (lewat ML), dan teorema residu dengan kutub eiπ/4,e3iπ/4 (yang sederhana, berresidu 4z31=4z4z=−4z di sebuah kutub) memberikan
∫R1+x4dx=2iπ(−4eiπ/4−4e3iπ/4)=2π.
(b) Tipe Fourier: untuk t≥0, ∫R1+x2eitxdx=2iπRes(1+z2eitz,i)=2iπ2ie−t=πe−t — sebab setengah lingkaran atasnya berhasil karena eitz=e−tImz≤1 di sana; lalu dengan mengambil bagian realnya: ∫R1+x2cos(tx)dx=πe−∣t∣, yang menuntaskan rumus yang diterima pada Latihan 10.10. (c) Trigonometri atas satu periode: substitusikan z=eit, cost=2z+z−1, dan dt=izdz: maka ∫02πa+costdt (dengan a>1) menjadi pencacahan residu di dalam lingkaran satuannya (Latihan 17.2). (d) Deret: pasangkan f dengan πcot(πz), yang kutubnya berupa bilangan bulat berresidu 1: sehingga soal akhir pekannya menjumlahkan ∑n−2 dan ∑n−4 dengan cara ini.