Matematika · Glosarium

Apa itu Ruang peluang terbilang?

Dikenal juga sebagai: ruang sampel · ukuran peluang · kejadian · ruang peluang

Definisi 21.1 Matematika Universitas — Tahun 2 · Bab 21 — Peluang pada Ruang Terbilang

Misalkan Ω\Omega himpunan tak kosong yang berhingga atau terbilang (yakni ruang sampelnya). Sebuah ukuran peluang pada Ω\Omega adalah pemetaan P\P dari himpunan P(Ω)\mathcal{P}(\Omega) berisi semua himpunan bagian Ω\Omega (yakni kejadian) ke [0,1][0, 1] sedemikian sehingga:

  1. P(Ω)=1\P(\Omega) = 1;
  2. (keaditifan-σ\sigma) untuk setiap barisan (An)nN(A_n)_{n\in\N} berisi kejadian yang saling lepas berpasangan,

    P(nNAn)=n=0P(An).\P\Bigl(\,\bigcup_{n \in \N} A_n\Bigr) = \sum_{n=0}^{\infty} \P(A_n) .

Adapun pasangan (Ω,P)(\Omega, \P) disebut ruang peluang (yang terbilang).

Contoh

Contoh 21.5 (Model geometri: menunggu gambar pertama)

Lemparkan sekeping koin yang berpeluang gambar p(0,1)p \in \intoo{0}{1} berulang kali, lalu misalkan Ω=N{}\Omega = \N^* \cup \{\infty\} mencatat pangkat gambar pertamanya. Adapun bobot alaminya adalah

P({k})=(1p)k1p(kN),P({})=0,\P(\{k\}) = (1 - p)^{k-1}p \quad (k \in \N^*), \qquad \P(\{\infty\}) = 0 ,

yakni sebuah ukuran peluang karena k1(1p)k1p=p1(1p)=1\sum_{k\geq1}(1-p)^{k-1}p = \frac{p}{1 - (1-p)} = 1: jadi dengan peluang 11 permainannya berakhir — tetapi ruang sampelnya tetap harus memuat kemungkinan bahwa ia tidak berakhir. Dan keaditifan terbilangnyalah yang memungkinkan kita menegaskan P(permainannya berakhir)=kP({k})\P(\text{permainannya berakhir}) = \sum_k \P(\{k\}).

Contoh 21.8 (Batas gabungan: kasar tetapi tak terhancurkan)

Kesubaditifan dengan berhingga banyak kejadian — yakni batas gabungan — menukar ketepatan dengan keuniversalan. Untuk masalah ulang tahun dengan 2323 orang, membatasi peluang tabrakannya lewat jumlah atas pasangannya memberi

P(tabrakan)(232)1365=2533650.693,\P(\text{tabrakan}) \leq \binom{23}2\cdot\frac1{365} = \frac{253}{365} \approx 0.693 ,

terhadap nilai benarnya 0.5070.507: jadi meleset dengan selisih lebar, karena tabrakannya bertumpang tindih. Namun batasnya tak menuntut kebebasan, tak menuntut hukum bersama, dan tak menuntut apa pun selain peluang pasangannya — dan itulah sebabnya, pada soal akhir pekan dan di sepanjang Bab 22, batas gabungan menjadi perkakas pertama yang dihunus: sebab ketika ia kebetulan kecil, perkaranya selesai tanpa pemodelan lebih lanjut.

Contoh 21.9 (Sebuah enam datang, cepat atau lambat)

Lemparkan dadu setimbang selamanya lalu misalkan Bn=B_n = {}“sekurangnya satu enam di antara nn lemparan pertamanya”, yakni barisan kejadian yang naik dengan P(Bn)=1(5/6)n\P(B_n) = 1 - (5/6)^n. Maka kekontinuan monotonnya memberi

P(sebuah enam akhirnya muncul)=P(nBn)=limn(1(5/6)n)=1.\P(\text{sebuah enam akhirnya muncul}) = \P\Bigl(\bigcup_nB_n\Bigr) = \lim_n\bigl(1 - (5/6)^n\bigr) = 1 .

Yang penting bukanlah limitnya (yang jelas) melainkan langkah logisnya: sebab “akhirnya” merupakan kejadian tentang lemparan yang tak berhingga banyaknya, di luar jangkauan keaditifan berhingga, dan kekontinuan monoton — yakni keaditifan-σ\sigma — persislah aksioma yang memberinya sebuah peluang. Jadi setiap pernyataan hampir pasti pada sisa buku ini melewati pintu sempit yang sama.

Baca dalam konteks →