Matematika · Glosarium

Apa itu subgrup normal?

Definisi 1.1 Matematika Universitas — Tahun 3 · Bab 1 — Teori Grup

Sebuah subgrup NN dari GG disebut normal (ditulis NGN \trianglelefteq G) apabila gNg1=NgNg^{-1} = N untuk setiap gGg \in G — ekuivalen dengan: koset kiri dan koset kanan berimpit, gN=NggN = Ng untuk setiap gg.

Contoh

Contoh 1.9

Lima aksi ini menggerakkan seluruh teori grup berhingga:

  1. GG pada dirinya sendiri melalui translasi kiri gx=gxg \cdot x = gx: bebas dan transitif.
  2. GG pada dirinya sendiri melalui konjugasi gx=gxg1g \cdot x = gxg^{-1}: orbitnya adalah kelas konjugasi, stabilisatornya sentralisator ZG(x)={g:gx=xg}Z_G(x) = \{g : gx = xg\}, titik tetapnya pusat Z(G)Z(G).
  3. GG pada ruang koset G/HG/H melalui gxH=gxHg \cdot xH = gxH: transitif, dan stabilisator koset HH adalah HH sendiri. Setiap aksi transitif berbentuk demikian (Latihan 1.8).
  4. GG pada himpunan subgrupnya melalui konjugasi: stabilisator HH adalah normalisator NG(H)={g:gHg1=H}N_G(H) = \{g : gHg^{-1} = H\}, yakni subgrup terbesar dari GG yang di dalamnya HH normal.
  5. SnS_n pada [ ⁣[1,n] ⁣]\intint{1}{n}: induk dari segala contoh.

Contoh 1.22

Misalkan G=pq\abs G = pq dengan p<qp < q bilangan prima dan pq1p \nmid q - 1. Maka nqpn_q \mid p dan nq1modqn_q \equiv 1 \bmod q memaksa nq=1n_q = 1 (karena p<qp < q); npqn_p \mid q dan np1modpn_p \equiv 1 \bmod p memaksa np=1n_p = 1 (karena q≢1modpq \not\equiv 1 \bmod p). Misalkan P,QP, Q dua subgrup Sylow normal itu: PQ={e}P \cap Q = \{e\} (ordenya relatif prima), sehingga PQ=pq\abs{PQ} = pq (Latihan 1.4) dan GP×QZ/pZ×Z/qZZ/pqZG \cong P \times Q \cong \Z/p\Z \times \Z/q\Z \cong \Z/pq\Z menurut Proposisi 1.24 di bawah. Setiap grup berorde 1515, 3333, 3535, … bersifat siklik. Kasus yang dikecualikan, pq1p \mid q - 1, menghasilkan tepat satu grup lagi yang tak abelian — lihat soal akhir pekan (Soal 1.1).

Contoh 1.23 (Sensus Sylow yang lengkap: S4S_4)

Mari kita jalankan metode ini pada G=S4G = S_4, G=24=233\abs G = 24 = 2^3\cdot3. Sylow 33: n38n_3 \mid 8, n31mod3n_3 \equiv 1 \bmod 3, sehingga n3{1,4}n_3 \in \{1, 4\}; karena (123)\langle(123)\rangle dan (124)\langle(124)\rangle berbeda, n3=4n_3 = 4 — keempat subgrup (abc)\langle(abc)\rangle, satu untuk setiap himpunan bagian beranggota 33 {a,b,c}\{a, b, c\}, mencakup ke-88 siklus tiga. Menurut Sylow II subgrup-subgrup itu saling konjugat, dan morfisma konjugasi S4SSyl3S4S_4 \to S_{\mathrm{Syl}_3} \cong S_4 di sini merupakan isomorfisma (kernelnya termuat di N=NG((123))N = N_G(\langle(123)\rangle) yang berorde 24/4=624/4 = 6, dan subgrup normal dari S4S_4 di dalam grup serupa-S3S_3 ini, yaitu NN, haruslah trivial: ia akan terdiri atas permutasi genap yang menetapkan keempat subgrup Sylow, dan hanya ee yang berbuat demikian). Sylow 22: n23n_2 \mid 3, n21mod2n_2 \equiv 1 \bmod 2: n2{1,3}n_2 \in \{1, 3\}. Subgrup D=(1234),(13)D = \langle(1234), (13)\rangle berorde 88 (sebuah dihedral D4D_4: simetri persegi dengan titik sudut 1,2,3,41, 2, 3, 4), tidak normal ((12)(1234)(12)=(2134)(12)(1234)(12) = (2134) membangun subgrup siklus-44 yang lain), sehingga n2=3n_2 = 3: ketiga salinan D4D_4 bersesuaian dengan tiga cara memasangkan 44 titik menjadi sebuah “persegi”. Perhatikan pelajaran dari sensus ini: S4=24\abs{S_4} = 24 menyisakan ruang bagi kedua Sylow untuk gagal normal, dan keduanya memang gagal — bandingkan dengan orde 1212, yang pencacahannya memaksa salah satunya normal (Bagian IV dari Soal 1.1).

Baca dalam konteks →