Fisika · Glosarium

Apa itu Fase?

Dikenal juga sebagai: membesar · menyusut

Definisi 51.2 Fisika Sekolah Dasar dan Menengah Pertama · Bab 51 — Fase Bulan

Fase Bulan adalah bentuknya yang tampak sepanjang bulan: bulan baru (sisi siangnya berpaling sepenuhnya — kita tidak melihat apa-apa), sabit, perempat pertama (separuh cakramnya tersinari), cembung (lebih daripada separuh), purnama (sisi siangnya berpaling sepenuhnya ke arah kita), lalu cembung, perempat terakhir dan sabit lagi, yang menutup daurnya dalam kira-kira 29.529.5 hari. Dari bulan baru sampai purnama bagian yang tersinari tumbuh malam demi malam: Bulan sedang membesar; dari purnama kembali ke bulan baru ia menyusut: sedang menyusut.

Seluruh rahasianya dalam satu gambar: delapan perhentian Bulan yang mengorbit, masing-masing separuh tersinari di sisi mataharinya. Yang berubah hanyalah irisan sisi siang yang mana yang menghadap Bumi.
Seluruh rahasianya dalam satu gambar: delapan perhentian Bulan yang mengorbit, masing-masing separuh tersinari di sisi mataharinya. Yang berubah hanyalah irisan sisi siang yang mana yang menghadap Bumi.

Contoh

Contoh 51.5 (Gerhana lawan fase)

Simpanlah kedua penggelapan Bulan itu di laci yang terpisah. Fase: daur bulanan yang lambat, sisi malam Bulan sendiri yang berpaling ke arah kita — tanpa melibatkan bayang-bayang kita. Gerhana bulan: sejam yang jarang ketika Bulan purnama menyeberangi umbra kita — bayang-bayang Bumi yang sungguh jatuh padanya, kemerahan tembaga dan cepat. Irama buku hariannya adalah sebuah pemandangan; gerhananya adalah sebuah kunjungan.

Contoh 51.6 (Di mana fasenya menepati jamnya)

Diagramnya memakukan tiap fase pada sebuah kedudukan — dan tiap kedudukan pada sebuah jadwal. Bulan purnama berdiri berseberangan dengan Matahari: ia pasti terbit ketika matahari terbenam, bertakhta sepanjang malam, lalu terbenam ketika matahari terbit. Bulan baru bepergian bersama Matahari: naik sepanjang siang, hilang di dalam silaunya — itulah sebabnya tidak seorang pun “melihat” bulan baru. Perempat pertama tertinggal seperempat putaran di belakang Matahari: ia terbit menjelang tengah hari lalu terbenam menjelang tengah malam — Bulan sehabis makan malam. Kejutan Bulan siang hari masa kecilmu kini menjadi sebuah jadwal: Bulan mana pun yang bukan bulan baru dan bukan purnama berbagi sebagian gilirannya dengan Matahari.

Contoh 51.7 (Ke mana sabitnya menunjuk?)

Sisi yang tersinari pada fase mana pun menghadap Matahari — sabitnya adalah busur panah yang dibidikkan pada pemanahnya. Sabit senja di barat: tanduknya menunjuk ke atas dan menjauhi nyala matahari terbenam di bawah kaki langit. Langit tidak pernah menggambarnya keliru; pelukis sering keliru. Sabit dengan tanduknya menghadap Matahari adalah permainan cari-kesalahan kesayangan ilmu falak.

Baca dalam konteks →