Mikroskop adalah lensa objektif L1 berjarak fokus pendek f1′ yang membentuk bayangan antara yang nyata dan diperbesar dari benda yang dekat, tepat di bidang fokus benda sebuah lensa okuler L2 (berjarak fokus f2′), yang berlaku sebagai kaca pembesar. Jarak Δ=F1′F2 antara fokus bayangan objektifnya dan fokus benda okulernya disebut selang optik, yang dibakukan 160mm pada alat klasik.
Contoh
Contoh 4.12 (Mikroskop mahasiswa)
Objektif f1′=4.0mm, okuler f2′=25mm, Δ=160mm: γ1=−40, G2=10, G=400. Bendanya duduk pada F1A=−f1′2/Δ=−16/160=−0.10mm dari F1: 4.1mm dari objektifnya. Memfokuskan berarti menggeser seluruh tabungnya sepersekian milimeter.
Contoh 4.9 (Kaca pembesar tukang jam)
f′=25mm: G=250/25=10, dijual sebagai “10×”. Rincian 0.05mm lalu membentang 2×10−3rad, terurai dengan nyaman. Mendorong G lebih tinggi berarti f′ beberapa milimeter, yaitu lensa mungil yang ditempelkan ke mata — batas lensa tunggal, dan alasan keberadaan mikroskop.
Contoh 4.16 (Teleskop bias 150 milimeter seorang amatir)
D=150mm, f1′=1200mm, okuler 25mm: G=−48; pupil keluarnya 3.1mm; penguatan cahayanya (150/7)2≈460 terhadap pupil yang teradaptasi gelap sebesar 7mm; daya urainya 1.22×550nm/0.15m=4.5×10−6rad=0.9′′, sehingga kawah selebar 1.7km di Bulan; Gr=3×10−4/4.5×10−6≈67 — okuler 6mm (G=200) tak memperlihatkan rincian lebih banyak, hanya cakram yang lebih besar dan lebih pudar. Soal akhir pekan merancang alat ini.