Physics · Buku 3 · Bachelor Year 1

Fisika Universitas — Tahun 1

Fisika Universitas — Tahun 1 · Bachelor Year 1

4Alat Optik dan Mata

Dari deretan bangku paling belakang sebuah gedung konser, sepasang teropong binokuler menarik wajah sang penyanyi sampai sejangkauan lengan; mikroskop mengubah setetes air kolam menjadi kebun binatang; telepon setebal jari memotret Bima Sakti. Setiap alat itu berupa beberapa lensa tipis yang disusun untuk satu tujuan: menyajikan kepada mata, atau kepada sensor, bayangan yang lebih besar, lebih terang atau lebih tajam daripada yang dapat dibentuk mata sendirian. Maka bab ini dimulai dari matanya sendiri — apa yang dapat dan tak dapat dilakukannya — lalu membangun kaca pembesar, mikroskop, teleskop dan kamera dari hubungan konjugasi bab sebelumnya.

Teleskop bias 40 inci Observatorium Yerkes (1897), sampai kini teleskop lensa terbesar yang pernah dibuat: lensa objektif sepanjang satu meter dan tabung sepanjang sembilan belas meter. Di atas ukuran ini sebuah lensa melendut oleh beratnya sendiri, dan astronomi pun beralih ke cermin.
Teleskop bias 40 inci Observatorium Yerkes (1897), sampai kini teleskop lensa terbesar yang pernah dibuat: lensa objektif sepanjang satu meter dan tabung sepanjang sembilan belas meter. Di atas ukuran ini sebuah lensa melendut oleh beratnya sendiri, dan astronomi pun beralih ke cermin.
Sebuah teleskop bias kecil pada senja hari: lensa objektif berjarak fokus panjang dan lensa okuler berjarak fokus pendek — teleskop afokal bab ini, dibidikkan ke Bulan yang menjadi soal akhir pekannya.
Sebuah teleskop bias kecil pada senja hari: lensa objektif berjarak fokus panjang dan lensa okuler berjarak fokus pendek — teleskop afokal bab ini, dibidikkan ke Bulan yang menjadi soal akhir pekannya.

4.1 Mata

Definisi 4.1 (Mata tereduksi)

Mata tereduksi memodelkan kornea dan lensa matanya sebagai satu lensa tipis konvergen berjarak fokus berubah-ubah, dan retinanya sebagai layar pada jarak tetap d17mmd \approx 17\,\mathrm{mm} di belakangnya. Otot mengubah kelengkungan lensanya agar bayangan benda yang dipandang tetap jatuh di retina: itulah akomodasi. Iris di depan lensanya adalah bukaan berubah-ubah bergaris tengah 22\, sampai 8mm8\,\mathrm{mm}, yaitu pupil.

Definisi 4.2 (Titik jauh, titik dekat)

Titik jauh (punctum remotum) adalah titik benda yang terlihat tajam tanpa berakomodasi; titik dekat (punctum proximum) adalah titik terdekat yang terlihat tajam dengan akomodasi maksimum. Bagi mata normal (emetrop), titik jauhnya di tak hingga dan titik dekatnya pada dm25cmd_m \approx 25\,\mathrm{cm}, yaitu jarak penglihatan jelas yang disepakati. Selisih vergensi yang diperlukan untuk keduanya adalah amplitudo akomodasi: sekitar 4δ4\,\delta bagi orang dewasa muda, dan menyusut seiring usia.

Contoh 4.3 (Vergensi mata)

Benda jauh: bayangan pada d=17mmd = 17\,\mathrm{mm} berarti f=17mmf' = 17\,\mathrm{mm}, V=1/0.017=59δV = 1/0.017 = 59\,\delta. Benda pada 25cm25\,\mathrm{cm}: V=1/0.017+1/0.25=59+4=63δV = 1/0.017 + 1/0.25 = 59 + 4 = 63\,\delta. Empat dioptri akomodasi dari enam puluh: lensa matanya hanya menambahkan beberapa persen pada kerja korneanya, tetapi beberapa persen itulah segalanya bagi membaca.

Proposisi 4.4 (Cacat mata dan koreksinya)

Mata miopi terlalu konvergen: titik jauhnya berada pada jarak berhingga DrD_r; lensa divergen berjarak fokus f=Drf' = -D_r (dipakai dekat mata) membayangkan tak hingga pada titik jauhnya dan memulihkan penglihatan jauh. Mata hipermetropi kurang konvergen: titik jauhnya maya (di belakang mata) dan titik dekatnya terlalu jauh; lensa konvergen mengoreksinya. Presbiopi adalah hilangnya akomodasi seiring usia: titik dekatnya mundur dan membaca menuntut lensa konvergen, apa pun titik jauhnya.

Bukti. Lensa yang dekat dengan mata dan mata itu sendiri membentuk sistem yang bendanya harus berupa apa yang dapat dilihat matanya: lensanya harus mengubah benda di tak hingga menjadi bayangan maya di titik jauhnya, OA=Dr\overline{OA'} = -D_r untuk OA=\overline{OA} = -\infty, sehingga f=OA=Drf' = \overline{OA'} = -D_r. Kasus lainnya adalah alasan yang sama dengan titik-titik yang bersangkutan.

Mata tereduksi: lensa tipis berjarak fokus berubah-ubah dan retina 17\, mm di belakangnya. Ketika rileks, ia memfokuskan benda jauh; ketika berakomodasi, ia memendekkan f' untuk membawa bayangan benda dekat ke retinanya. Bayangannya terbalik — otaklah yang membalikkannya kembali.
Mata tereduksi: lensa tipis berjarak fokus berubah-ubah dan retina 17mm17\,\mathrm{mm} di belakangnya. Ketika rileks, ia memfokuskan benda jauh; ketika berakomodasi, ia memendekkan ff' untuk membawa bayangan benda dekat ke retinanya. Bayangannya terbalik — otaklah yang membalikkannya kembali.

Definisi 4.5 (Ukuran sudut dan daya urai)

Ukuran sudut sebuah benda setinggi hh pada jarak DD adalah θh/D\theta \approx h/D (sudut kecil). Mata membedakan dua titik hanya jika pisah sudutnya melampaui daya urai sudutnya, yaitu sekitar ϵ3×104rad\epsilon \approx 3 \times 10^{-4}\,\mathrm{rad} (satu menit busur): jarak antarsel kerucutnya dan difraksi pada pupilnya sama-sama menetapkan batas ini.

Catatan 4.6 (Untuk apa sebuah alat optik)

Dibawa ke titik dekat, rincian sebesar 1mm1\,\mathrm{mm} membentang 1/250=4×103rad1/250 = 4 \times 10^{-3}\,\mathrm{rad}: tiga belas kali batas daya urainya; rincian 0.05mm0.05\,\mathrm{mm} membentang 2×104rad2 \times 10^{-4}\,\mathrm{rad} dan tak terlihat. Alat yang memandang benda dekat (kaca pembesar, mikroskop) memperbesar ukuran sudutnya melampaui apa yang dapat dicapai dengan mendekatkan bendanya; alat untuk benda jauh (teleskop) memperbesar ukuran sudut benda yang tak dapat didekati; sedangkan kamera menggantikan retina dengan sensor yang dapat mengumpulkan cahaya selama beberapa sekon lalu diperbesar sesudahnya.

4.2 Kaca pembesar

Definisi 4.7 (Perbesaran sudut)

Untuk alat yang dipakai mata, perbesaran sudutnya adalah G=θ/θG = \theta'/\theta, dengan θ\theta' ukuran sudut bayangan yang dilihat lewat alatnya dan θ\theta ukuran sudut bendanya yang dilihat mata telanjang — pada titik dekat dm=25cmd_m = 25\,\mathrm{cm} untuk benda dekat, dan di tempatnya untuk benda jauh.

Proposisi 4.8 (Kaca pembesar)

Lensa konvergen berjarak fokus f<dmf' < d_m dengan bendanya di bidang fokus bendanya memberi bayangan di tak hingga, yang terlihat tanpa akomodasi, dengan

G=dmf=dmV.G = \frac{d_m}{f'} = d_m V .

Bukti. Benda ABAB setinggi hh di bidang fokusnya: sinar dari BB keluar sejajar, dengan sudut sinar yang melalui OO, θ=h/f\theta' = h/f'. Mata telanjang sebaik-baiknya: θ=h/dm\theta = h/d_m. Nisbahnya dm/fd_m/f'.

Contoh 4.9 (Kaca pembesar tukang jam)

f=25mmf' = 25\,\mathrm{mm}: G=250/25=10G = 250/25 = 10, dijual sebagai “10×10\times”. Rincian 0.05mm0.05\,\mathrm{mm} lalu membentang 2×103rad2 \times 10^{-3}\,\mathrm{rad}, terurai dengan nyaman. Mendorong GG lebih tinggi berarti ff' beberapa milimeter, yaitu lensa mungil yang ditempelkan ke mata — batas lensa tunggal, dan alasan keberadaan mikroskop.

4.3 Mikroskop

Definisi 4.10 (Mikroskop majemuk)

Mikroskop adalah lensa objektif L1L_1 berjarak fokus pendek f1f_1' yang membentuk bayangan antara yang nyata dan diperbesar dari benda yang dekat, tepat di bidang fokus benda sebuah lensa okuler L2L_2 (berjarak fokus f2f_2'), yang berlaku sebagai kaca pembesar. Jarak Δ=F1F2\Delta = \overline{F_1'F_2} antara fokus bayangan objektifnya dan fokus benda okulernya disebut selang optik, yang dibakukan 160mm160\,\mathrm{mm} pada alat klasik.

Proposisi 4.11 (Perbesaran sebuah mikroskop)

Dengan bayangan akhirnya di tak hingga,

γ1=Δf1,G2=dmf2,G=γ1G2=Δdmf1f2.\gamma_1 = -\frac{\Delta}{f_1'}, \qquad G_2 = \frac{d_m}{f_2'}, \qquad G = \abs{\gamma_1}\,G_2 = \frac{\Delta\,d_m}{f_1' f_2'} .

Bukti. Bayangan antaranya A1B1A_1B_1 terletak di bidang fokus benda okulernya, yaitu pada F1A1=Δ\overline{F_1'A_1} = \Delta; hubungan Newton memberi γ1=F1A1/f1=Δ/f1\gamma_1 = -\overline{F_1'A_1}/f_1' = -\Delta/f_1'. Okulernya lalu memperlihatkan A1B1A_1B_1 (setinggi γ1h\abs{\gamma_1} h) di tak hingga dengan sudut θ=γ1h/f2\theta' = \abs{\gamma_1} h/f_2', terhadap θ=h/dm\theta = h/d_m bagi mata telanjang.

Mikroskop: objektifnya membentuk bayangan antara yang nyata, diperbesar dan terbalik A_1B_1 di bidang fokus benda okulernya; okulernya mengirimkannya ke tak hingga, tempat mata yang rileks memandangnya dengan sudut yang besar.
Mikroskop: objektifnya membentuk bayangan antara yang nyata, diperbesar dan terbalik A1B1A_1B_1 di bidang fokus benda okulernya; okulernya mengirimkannya ke tak hingga, tempat mata yang rileks memandangnya dengan sudut yang besar.

Contoh 4.12 (Mikroskop mahasiswa)

Objektif f1=4.0mmf_1' = 4.0\,\mathrm{mm}, okuler f2=25mmf_2' = 25\,\mathrm{mm}, Δ=160mm\Delta = 160\,\mathrm{mm}: γ1=40\gamma_1 = -40, G2=10G_2 = 10, G=400G = 400. Bendanya duduk pada F1A=f12/Δ=16/160=0.10mm\overline{F_1A} = -f_1'^2/\Delta = -16/160 = -0.10\,\mathrm{mm} dari F1F_1: 4.1mm4.1\,\mathrm{mm} dari objektifnya. Memfokuskan berarti menggeser seluruh tabungnya sepersekian milimeter.

Catatan 4.13 (Batas daya urai)

Perbesaran tanpa batas tak akan berguna: cahaya adalah gelombang, dan objektif yang menerima sinar dalam setengah sudut uu (di dalam medium berindeks nn) tak dapat memisahkan dua titik yang lebih dekat daripada kira-kira λ/(2nsinu)\lambda/(2n\sin u) — pembahasan gelombang volume Tahun ke-2 menurunkannya. Dengan nsinu1.4n\sin u \approx 1.4 (imersi minyak) dan λ=0.5µm\lambda = 0.5\,\text{µ}\mathrm{m}, batasnya di dekat 0.2µm0.2\,\text{µ}\mathrm{m}. Agar rincian itu terlihat mata (ϵ=3×104rad\epsilon = 3 \times 10^{-4}\,\mathrm{rad} pada 25cm25\,\mathrm{cm}, yaitu 75µm75\,\text{µ}\mathrm{m}), perbesaran sekitar 400400 sudah cukup; di atas 10001000 bayangannya hanya lebih besar, bukan lebih kaya: perbesaran hampa.

4.4 Teleskop astronomi

Proposisi 4.14 (Teleskop bias)

Lensa objektif L1L_1 dan lensa okuler L2L_2 dengan F1=F2F_1' = F_2 membentuk sistem afokal: sebuah bintang (di tak hingga) terlihat di tak hingga, mata yang rileks memandangnya, dan

G=f1f2.G = -\frac{f_1'}{f_2'} .

Bayangan tepi objektifnya lewat okulernya disebut pupil keluar: cakram terang bergaris tengah D/GD/\abs G yang terletak O2P=f2(f1+f2)/f1\overline{O_2P'} = f_2'(f_1' + f_2')/f_1' di belakang okulernya, tempat pupil mata harus diletakkan agar menerima seluruh cahayanya.

Bukti. GG telah diturunkan dalam Proposisi 3.18. Objektifnya, dilihat dari L2L_2, adalah benda pada O2O1=(f1+f2)\overline{O_2O_1} = -(f_1' + f_2'); Descartes memberi 1/O2P=1/f21/(f1+f2)=f1/[f2(f1+f2)]1/\overline{O_2P'} = 1/f_2' - 1/(f_1' + f_2') = f_1'/[f_2'(f_1' + f_2')], dan perbesarannya O2P/O2O1=f2/f1=1/G\overline{O_2P'}/ \overline{O_2O_1} = -f_2'/f_1' = 1/G menskalakan garis tengah DD menjadi D/GD/\abs G. Setiap sinar yang masuk ke objektifnya keluar lewat pupil keluarnya, karena setiap titik objektifnya dibayangkan di sana.

Teleskop astronomi: berkas sejajar dari sebuah bintang difokuskan objektifnya di bidang fokus bersamanya lalu dikirim kembali ke tak hingga oleh okulernya, dengan sudut G kali lebih besar. Seluruh cahaya yang dikumpulkan objektif bergaris tengah D melewati pupil keluarnya, yang bergaris tengah D/ G.
Teleskop astronomi: berkas sejajar dari sebuah bintang difokuskan objektifnya di bidang fokus bersamanya lalu dikirim kembali ke tak hingga oleh okulernya, dengan sudut G\abs G kali lebih besar. Seluruh cahaya yang dikumpulkan objektif bergaris tengah DD melewati pupil keluarnya, yang bergaris tengah D/GD/\abs G.

Proposisi 4.15 (Apa yang diperoleh sebuah teleskop)

Dibandingkan dengan mata telanjang (pupil dpd_p):

  • ukuran sudut: dikalikan G\abs G;
  • cahaya yang terkumpul dari sumber titik: dikalikan (D/dp)2(D/d_p)^2, asalkan pupil keluarnya tidak lebih besar daripada pupil matanya, yaitu GD/dp\abs G \geq D/d_p;
  • daya urai sudut: difraksi pada objektifnya membatasinya pada θmin1.22λ/D\theta_{\min} \approx 1.22\,\lambda/D (kriteria Rayleigh), jauh di bawah ϵ\epsilon milik mata; perbesaran yang membuat batas ini terlihat adalah Gr=ϵ/θminG_r = \epsilon/\theta_{\min}, dan perbesaran yang lebih besar hanya memperbesar kekaburannya.

Bukti. Diterima tanpa bukti pada tingkat ini.

Contoh 4.16 (Teleskop bias 150 milimeter seorang amatir)

D=150mmD = 150\,\mathrm{mm}, f1=1200mmf_1' = 1200\,\mathrm{mm}, okuler 25mm25\,\mathrm{mm}: G=48G = -48; pupil keluarnya 3.1mm3.1\,\mathrm{mm}; penguatan cahayanya (150/7)2460(150/7)^2 \approx 460 terhadap pupil yang teradaptasi gelap sebesar 7mm7\,\mathrm{mm}; daya urainya 1.22×550nm/0.15m=4.5×106rad=0.91.22 \times 550\,\mathrm{nm}/0.15\,\mathrm{m} = 4.5 \times 10^{-6}\,\mathrm{rad} = 0.9'', sehingga kawah selebar 1.7km1.7\,\mathrm{km} di Bulan; Gr=3×104/4.5×10667G_r = 3\times10^{-4}/4.5\times 10^{-6} \approx 67okuler 6mm6\,\mathrm{mm} (G=200G = 200) tak memperlihatkan rincian lebih banyak, hanya cakram yang lebih besar dan lebih pudar. Soal akhir pekan merancang alat ini.

Catatan 4.17 (Teleskop pantul, teropong binokuler, teropong Galileo)

Cermin cekung berjarak fokus f1f_1' menggantikan lensa objektif dalam teleskop pantul (tanpa dispersi warna, dan cermin dapat dibuat selebar beberapa meter serta ditopang dari belakang): segala hal di atas tetap berlaku dengan f1f_1' sebagai jarak fokus cerminnya. Bayangannya terbalik — tak berbahaya bagi bintang; untuk pemakaian di bumi, teropong binokuler menyisipkan sepasang prisma pemantul sempurna untuk menegakkannya, dan teropong Galileo memakai okuler divergen (f2<0f_2' < 0, G>0G > 0), lebih pendek tetapi bermedan pandang sempit.

4.5 Kamera

Definisi 4.18 (Kamera; bilangan-f)

Kamera adalah lensa konvergen berjarak fokus ff' yang membentuk bayangan nyata pada sensor, pada OAf\overline{OA'} \approx f' untuk objek jauh; memfokuskannya berarti menggeser lensanya. Diafragma bergaris tengah DD membatasi berkasnya; bilangan-fnya adalah N=f/DN = f'/D (ditulis f/Nf/N). Sudut pandangnya adalah 2arctan(/2f)2\arctan(\ell/2f') untuk sensor selebar \ell.

Proposisi 4.19 (Pajanan dan kedalaman medan)

Iradiansi pada sensornya menskala sebagai 1/N21/N^2, sehingga waktu pajanan untuk kecerahan bayangan tertentu menskala sebagai N2N^2. Titik yang berjarak lain daripada jarak yang difokuskan membentuk cakram kabur; dengan menuntut cakram itu tetap di bawah garis tengah yang ditoleransi cc, lensa yang difokuskan pada jarak hiperfokal

H=f2NcH = \frac{f'^2}{N c}

membuat segala sesuatu dari H/2H/2 sampai tak hingga tampak cukup tajam.

Bukti. Iradiansi == daya/luas D2/f2=1/N2\propto D^2/f'^2 = 1/N^2 (bayangan objek tertentu berukuran tetap yang ditetapkan ff', sedangkan daya yang terkumpul tumbuh sebagai D2D^2). Fokuskan pada jarak pp dengan bayangannya di qfq \approx f'; titik di tak hingga memfokus di ff', yaitu qfq - f' sebelum sensornya; kerucut sinarnya, yang beralas DD di lensanya, bergaris tengah D(qf)/qD(q - f')/q pada sensornya (segitiga sebangun). Dengan 1/q=1/f1/p1/q = 1/f' - 1/p secara paraksial, qff2/pq - f' \approx f'^2/p untuk pfp \gg f', sehingga kekaburannya Df/p=f2/(Np)Df'/p = f'^2/(Np); ia sama dengan cc ketika p=Hp = H. Geometri yang sama pada sisi dekatnya memberi batas H/2H/2.

Kedalaman medan: lensanya difokuskan pada titik berjarak p (bayangannya di sensor); titik di tak hingga memfokus di F', sebelum sensornya, dan meninggalkan cakram kabur bergaris tengah c = Df'/p — lebih kecil untuk bukaan kecil (N besar), karena itu ada tukar-tambah antara ketajaman dan waktu pajanan.
Kedalaman medan: lensanya difokuskan pada titik berjarak pp (bayangannya di sensor); titik di tak hingga memfokus di FF', sebelum sensornya, dan meninggalkan cakram kabur bergaris tengah c=Df/pc = Df'/p — lebih kecil untuk bukaan kecil (NN besar), karena itu ada tukar-tambah antara ketajaman dan waktu pajanan.

Contoh 4.20 (Bingkai penuh dan telepon)

Lensa 50mm50\,\mathrm{mm} pada sensor selebar 36mm36\,\mathrm{mm}: sudut pandangnya 2arctan(18/50)=402\arctan(18/50) = 40^\circ; pada f/8f/8 dengan c=0.03mmc = 0.03\,\mathrm{mm}, H=2500/(8×0.03)=10mH = 2500/(8 \times 0.03) = 10\,\mathrm{m}: difokuskan pada 10m10\,\mathrm{m}, segala sesuatu di luar 5m5\,\mathrm{m} menjadi tajam. Lensa telepon, f=4.3mmf' = 4.3\,\mathrm{mm} pada f/1.8f/1.8 dengan sensor 6mm6\,\mathrm{mm} dan c=5µmc = 5\,\text{µ}\mathrm{m}: sudut pandang yang sama (selebar 7070{}^{\circ}), H=18.5/(1.8×0.005)=2.1mH = 18.5/(1.8 \times 0.005) = 2.1\,\mathrm{m} — hampir segala sesuatu terfokus sekaligus, itulah sebabnya telepon memalsukan kaburnya latar belakang dengan perangkat lunak.

Lensa uji dan bingkai uji milik optometris: lensa konvergen atau divergen dengan vergensi yang tepat di depan mata memindahkan titik jauhnya kembali ke tak hingga.
Lensa uji dan bingkai uji milik optometris: lensa konvergen atau divergen dengan vergensi yang tepat di depan mata memindahkan titik jauhnya kembali ke tak hingga.

4.6 Latihan

Latihan 4.1

Dengan retina 17mm17\,\mathrm{mm} di belakang lensanya, hitunglah vergensi mata normal yang memandang tak hingga, lalu yang memandang 25cm25\,\mathrm{cm}; simpulkan amplitudo akomodasinya. Berapa jarak fokus keduanya?

Solusi

Solusi Latihan 4.1.

Tak hingga: f=17mmf' = 17\,\mathrm{mm}, V=1/0.017=58.8δV = 1/0.017 = 58.8\,\delta. 25cm25\,\mathrm{cm}: V=58.8+1/0.25=62.8δV = 58.8 + 1/0.25 = 62.8\,\delta, f=15.9mmf' = 15.9\,\mathrm{mm}. Amplitudonya 4.0δ4.0\,\delta.

Latihan 4.2

Mata miopi mempunyai titik jauh pada 40cm40\,\mathrm{cm}. Lensa apa yang mengoreksinya (jarak fokus, vergensi)? Mata hipermetropi tak dapat berakomodasi pada apa pun yang lebih dekat daripada 1.0m1.0\,\mathrm{m}: lensa apa yang memungkinkannya membaca pada 25cm25\,\mathrm{cm}?

Solusi

Solusi Latihan 4.2.

Miopi: tak hingga harus dibayangkan di titik jauhnya, f=40cmf' = -40\,\mathrm{cm}, V=2.5δV = -2.5\,\delta. Hipermetropi: benda pada 25cm25\,\mathrm{cm} harus dibayangkan (secara maya) pada 1.0m1.0\,\mathrm{m}: V=1/OA1/OA=1+4=+3.0δV = 1/\overline{OA'} - 1/\overline{OA} = -1 + 4 = +3.0\,\delta.

Latihan 4.3

Kaca pembesar mempunyai f=4.0cmf' = 4.0\,\mathrm{cm}. Berikan perbesaran sudutnya, di mana perangkonya harus dipegang, dan ukuran sudut rincian 2mm2\,\mathrm{mm} lewat kaca itu, dibandingkan dengan mata telanjang pada 25cm25\,\mathrm{cm}.

Solusi

Solusi Latihan 4.3.

G=25/4.0=6.3G = 25/4.0 = 6.3; perangkonya di bidang fokus, 4.0cm4.0\,\mathrm{cm} dari lensanya. Rincian 2mm2\,\mathrm{mm}: θ=2/40=0.05rad\theta' = 2/40 = 0.05\,\mathrm{rad}, terhadap 2/250=0.008rad2/250 = 0.008\,\mathrm{rad} pada 25cm25\,\mathrm{cm}.

Latihan 4.4

Teleskop bias mempunyai f1=900mmf_1' = 900\,\mathrm{mm}. Hitunglah GG dengan okuler 25mm25\,\mathrm{mm} dan dengan okuler 9mm9\,\mathrm{mm}, panjang tabungnya pada tiap kasus, dan ukuran semu Bulan (0.520.52^\circ).

Solusi

Solusi Latihan 4.4.

G=900/25=36G = 900/25 = 36 dan 900/9=100900/9 = 100; panjang tabungnya f1+f2=925mmf_1' + f_2' = 925\,\mathrm{mm} dan 909mm909\,\mathrm{mm}; Bulan: 36×0.52=1936 \times 0.52^\circ = 19^\circ dan 5252^\circ.

Latihan 4.5 ★★

Mikroskop: f1=4.0mmf_1' = 4.0\,\mathrm{mm}, f2=20mmf_2' = 20\,\mathrm{mm}, Δ=160mm\Delta = 160\,\mathrm{mm}. Hitunglah γ1\gamma_1, G2G_2, GG, dan jarak benda–objektifnya. Sejauh apa tabungnya harus bergeser untuk membawa bendanya 10µm10\,\text{µ}\mathrm{m} lebih dalam ke dalam fokus?

Solusi

Solusi Latihan 4.5.

γ1=160/4=40\gamma_1 = -160/4 = -40; G2=250/20=12.5G_2 = 250/20 = 12.5; G=500G = 500. F1A=f12/Δ=16/160=0.10mm\overline{F_1A} = -f_1'^2/\Delta = -16/160 = -0.10\,\mathrm{mm}: bendanya 4.1mm4.1\,\mathrm{mm} dari objektifnya. Bendanya harus tetap berada pada jarak itu dari objektifnya, sehingga seluruh tabungnya bergeser 10µm10\,\text{µ}\mathrm{m} — itulah tombol fokus halusnya.

Latihan 4.6 ★★

Dua lampu depan berjarak 1.5m1.5\,\mathrm{m}. Dari jarak berapa mata telanjang (ϵ=3×104rad\epsilon = 3 \times 10^{-4}\,\mathrm{rad}) dapat membedakan keduanya? Sebuah teleskop dengan D=100mmD = 100\,\mathrm{mm}: hitunglah batas difraksinya (λ=550nm\lambda = 550\,\mathrm{nm}), jarak yang masih memisahkan kedua lampu itu, dan perbesaran GrG_r yang di atasnya ia tak memperlihatkan apa pun yang baru.

Solusi

Solusi Latihan 4.6.

Mata telanjang: 1.5/3×104=5km1.5/3\times10^{-4} = 5\,\mathrm{km}. Teleskop: θmin=1.22×5.5×107/0.100=6.7×106rad\theta_{\min} = 1.22 \times 5.5\times10^{-7}/0.100 = 6.7 \times 10^{-6}\,\mathrm{rad}; kedua lampu terpisah sampai 1.5/6.7×106220km1.5/6.7\times10^{-6} \approx 220\,\mathrm{km} (secara asas — udara dan kelengkungan bumi ikut campur lebih dahulu). Gr=3×104/6.7×106=45G_r = 3\times10^{-4}/ 6.7\times10^{-6} = 45.

Latihan 4.7 ★★

Lensa 50mm50\,\mathrm{mm} pada f/2f/2: berapa garis tengah bukaannya? Sebuah pemandangan terpajan dengan benar pada f/2f/2 selama 1/5001/500 s\mathrm{s}; berapa waktu pajanan pada f/8f/8? Apa yang dibeli bukaan yang lebih kecil?

Solusi

Solusi Latihan 4.7.

D=50/2=25mmD = 50/2 = 25\,\mathrm{mm}. Pajanan N2\propto N^2: (8/2)2=16(8/2)^2 = 16 kali lebih lama, 16/5001/3016/500 \approx 1/30 s\mathrm{s}. Ia membeli kedalaman medan (dan lebih sedikit aberasi) dengan harga kabur gerak atau sebuah tripod.

Latihan 4.8 ★★

Hitunglah jarak hiperfokal lensa 35mm35\,\mathrm{mm} pada f/11f/11 dengan c=0.03mmc = 0.03\,\mathrm{mm}, dan rentang jarak yang tajam ketika ia difokuskan pada HH. Pemotret jalanan menyetelnya lebih dulu: mengapa?

Solusi

Solusi Latihan 4.8.

H=352/(11×0.03)=3.7mH = 35^2/(11 \times 0.03) = 3.7\,\mathrm{m}; tajam dari H/2=1.9mH/2 = 1.9\,\mathrm{m} sampai tak hingga. Disetel lebih dulu pada HH, kameranya tak perlu difokuskan: gambarnya dapat diambil pada saat kejadiannya berlangsung.

Latihan 4.9 ★★

Teropong binokuler “8×308\times30” mempunyai G=8G = 8 dan D=30mmD = 30\,\mathrm{mm}. Hitunglah pupil keluarnya; apakah seluruh cahayanya terpakai oleh pupil malam 7mm7\,\mathrm{mm}? Bagaimana untuk “7×507\times50”? Pasangan mana yang lebih baik pada senja hari, dan mengapa “20×3020\times30” merupakan pilihan yang buruk?

Solusi

Solusi Latihan 4.9.

8×308\times30: pupil keluarnya 30/8=3.8mm<7mm30/8 = 3.8\,\mathrm{mm} < 7\,\mathrm{mm}, seluruh cahayanya masuk ke mata. 7×507\times50: 7.1mm7.1\,\mathrm{mm}, cocok dengan pupil malamnya, dan (50/30)2=2.8(50/30)^2 = 2.8 kali lebih banyak cahaya yang terkumpul: itulah pasangan untuk senja hari. 20×3020\times30: pupil keluarnya 1.5mm1.5\,\mathrm{mm}, bayangannya pudar, medannya sempit dan getar tangan diperbesar dua puluh kali.

Latihan 4.10 ★★★

Titik jauh seorang miopi berada 25cm25\,\mathrm{cm} dari matanya. Hitunglah vergensi lensa kontak yang mengoreksinya, lalu vergensi lensa kacamata yang dipakai 15mm15\,\mathrm{mm} di depan matanya. Koreksi mana yang lebih kuat, dan mengapa keduanya berbeda?

Solusi

Solusi Latihan 4.10.

Lensa kontak: f=25cmf' = -25\,\mathrm{cm}, V=4.0δV = -4.0\,\delta. Kacamata: titik jauhnya 251.5=23.5cm25 - 1.5 = 23.5\,\mathrm{cm} dari lensanya, sehingga f=23.5cmf' = -23.5\,\mathrm{cm}, V=4.3δV = -4.3\,\delta — lebih kuat. Lensanya harus membentuk bayangan di titik jauh matanya, yang jaraknya dari lensa bergantung pada di mana lensanya duduk.

Latihan 4.11 ★★★

Teropong Galileo: f1=30cmf_1' = 30\,\mathrm{cm}, f2=10cmf_2' = -10\,\mathrm{cm}. Carilah pisah lensanya agar sistemnya afokal, GG, dan arah bayangannya. Tentukan letak pupil keluarnya lalu jelaskan mengapa medan pandangnya sempit.

Solusi

Solusi Latihan 4.11.

Afokal: F1=F2F_1' = F_2, pisahnya f1+f2=20cmf_1' + f_2' = 20\,\mathrm{cm} (lebih pendek daripada 40cm40\,\mathrm{cm} milik teropong Kepler dengan GG yang sama). G=30/(10)=+3G = -30/(-10) = +3: tegak. Pupil keluarnya O2P=f2(f1+f2)/f1=10×20/30=6.7cm\overline{O_2P'} = f_2'(f_1' + f_2')/f_1' = -10 \times 20/30 = -6.7\,\mathrm{cm}: maya, di dalam tabungnya, tempat matanya tak bisa berada; mata di belakang okulernya hanya menangkap berkas yang kebetulan sampai kepadanya — medan yang sempit, keluhan klasik tentang teropong opera.

Latihan 4.12 ★★★

Sebuah teleskop 200mm200\,\mathrm{mm} dan pupil 7mm7\,\mathrm{mm}. Dengan faktor berapa cahaya dari sebuah bintang bertambah? Astronom menilai kecerahan dengan magnitudo, m2m1=2.5log10(F1/F2)m_2 - m_1 = 2.5\log_{10}(F_1/F_2); mata mencapai magnitudo 66: magnitudo pembatas berapa yang diberikan teleskop itu? Berapa kali lebih jauh sebuah lampu tertentu dapat terlihat?

Solusi

Solusi Latihan 4.12.

(200/7)2=820(200/7)^2 = 820; Δm=2.5log10820=7.3\Delta m = 2.5\log_{10}820 = 7.3: magnitudo pembatasnya 13.313.3. Fluksnya 1/r2\propto 1/r^2, sehingga lampunya terlihat 820=29\sqrt{820} = 29 kali lebih jauh.

Sisi dekat Bulan (LRO, NASA): sasaran teleskop pada soal akhir pekan, selebar 3476\, km pada jarak 384\,000\, km.
Sisi dekat Bulan (LRO, NASA): sasaran teleskop pada soal akhir pekan, selebar 3476km3476\,\mathrm{km} pada jarak 384000km384\,000\,\mathrm{km}.

4.7 Soal: Merancang teleskop untuk Bulan

Soal 4.1

Soal akhir pekan — teleskop bias 150 milimeter di halaman rumput: pilih okulernya, tempatkan matanya, hitung cahayanya, lalu cari tahu sekecil apa kawah yang dapat diperlihatkannya

Lensa objektifnya adalah lensa konvergen L1L_1 berjarak fokus f1=1200mmf_1' = 1200\,\mathrm{mm} dan bergaris tengah D=150mmD = 150\,\mathrm{mm}; tersedia okuler L2L_2 berjarak fokus 25mm25\,\mathrm{mm} dan 6mm6\,\mathrm{mm}. Bulan berjarak 3.84×105km3.84 \times 10^{5}\,\mathrm{km} dan membentang 0.520.52^\circ; pupil malam matanya 7mm7\,\mathrm{mm}, daya urainya ϵ=3.0×104rad\epsilon = 3.0 \times 10^{-4}\,\mathrm{rad}; λ=550nm\lambda = 550\,\mathrm{nm}.

Bagian I — Susunan afokal.

  1. Di mana okulernya harus ditempatkan agar sebuah bintang terlihat tanpa akomodasi? Berikan jarak objektif–okuler untuk tiap okulernya.
  2. Periksalah dengan hubungan Descartes, yang diterapkan pada tiap lensa berturut-turut, bahwa titik di tak hingga pada sumbunya dibayangkan di tak hingga.
  3. Tunjukkan bahwa berkas dari bintang bersudut α\alpha terhadap sumbunya keluar sebagai berkas sejajar bersudut α=(f1/f2)α\alpha' = -(f_1'/f_2')\alpha.
  4. Hitunglah GG untuk tiap okulernya dan garis tengah semu Bulan lewat masing-masingnya.
  5. Bayangannya terbalik. Mengapa hal itu dapat diterima di sini, dan apa yang akan ditambahkan sebuah teropong pengamat di bumi?
  6. Di mana bayangan antara Bulan yang nyata itu berada, dan berapa garis tengahnya? (Ia dapat difoto di sana.)

Bagian II — Ke mana matanya diletakkan.

  1. Tunjukkan bahwa okulernya membentuk bayangan nyata tepi objektifnya pada O2P=f2(f1+f2)/f1\overline{O_2P'} = f_2'(f_1' + f_2')/f_1' di belakangnya, bergaris tengah D/GD/\abs G (pupil keluarnya).
  2. Hitunglah kedudukan dan garis tengah pupil keluarnya untuk tiap okulernya.
  3. Mengapa pupil matanya harus diletakkan pada pupil keluarnya? Apa yang terjadi pada medan pandangnya jika ia diletakkan lebih ke belakang?
  4. Agar cahaya sebuah bintang terpakai sepenuhnya, pupil keluarnya tak boleh melampaui pupil matanya: simpulkan perbesaran berguna minimum teleskop ini pada malam hari.

Bagian III — Daya urai.

  1. Hitunglah batas difraksinya θmin=1.22λ/D\theta_{\min} = 1.22\lambda/D dalam radian dan dalam detik busur.
  2. Kawah sekecil apa yang bersesuaian dengan sudut ini di Bulan? Dan bagi mata telanjang?
  3. Definisikan lalu hitunglah perbesaran pengurai Gr=ϵ/θminG_r = \epsilon/\theta_{\min}. Okuler mana yang paling dekat dengannya?
  4. Dengan okuler 6mm6\,\mathrm{mm} bayangannya tampak lebih kabur dan lebih pudar daripada dengan okuler 25mm25\,\mathrm{mm}. Jelaskan kedua pengaruh itu.
  5. Pergolakan atmosfer mengaburkan bayangan bintang sampai sekitar 11''. Untuk garis tengah objektif berapa batas Rayleigh berhenti berarti dari permukaan bumi, dan apa yang masih dibeli DD yang lebih besar?

Bagian IV — Cahaya.

  1. Dengan faktor berapa objektifnya mengumpulkan lebih banyak cahaya daripada pupil malam?
  2. Ubahlah ini menjadi magnitudo (Δm=2.5log10\Delta m = 2.5\log_{10} dari nisbahnya); jika mata mencapai magnitudo 66, magnitudo berapa yang dicapai teleskopnya?
  3. Bulan purnama menyampaikan iradiansi sekitar 2×103W/m22 \times 10^{-3}\,\mathrm{W}/\mathrm{m}^{2} di permukaan bumi. Berapa daya yang masuk ke objektifnya, dan bagaimana daya itu tersebar di retina dibandingkan dengan pengamatan mata telanjang (pakai alasan daya tiap satuan sudut ruang yang sama: bandingkan kecerahan permukaan lewat kedua okulernya)?
  4. Mengapa teleskop tidak membuat permukaan Bulan lebih cerah tiap satuan luas daripada bagi mata telanjang, padahal ia membuat bintang lebih cerah?

Bagian V — Medan pandang. Okulernya membawa, di bidang fokusnya, diafragma medan berbentuk lingkaran bergaris tengah 20mm20\,\mathrm{mm} (okuler 25mm25\,\mathrm{mm}) atau 5mm5\,\mathrm{mm} (okuler 6mm6\,\mathrm{mm}).

  1. Tunjukkan bahwa medan pandang sejatinya adalah 2arctan(ϕ/2f1)ϕ/f12\arctan(\phi/2f_1') \approx \phi/f_1' untuk diafragma bergaris tengah ϕ\phi.
  2. Hitunglah untuk kedua okulernya lalu katakan apakah seluruh Bulan muat dalam pandangannya.
  3. Hitunglah medan semunya (sudut yang membuat mata melihat diafragmanya lewat okulernya) untuk keduanya.
  4. Bumi berputar 1515'' tiap sekon waktu: berapa lama Bulan menyeberangi medan tiap okulernya tanpa penjejakan?
  5. Ringkaslah rancangannya: okuler mana untuk seluruh Bulan, mana untuk kawah, dan berapa ukuran kawah terkecil yang dapat disingkapkan alat itu — satu angkanya.
  6. Objektif yang sama diganti cermin cekung 150mm150\,\mathrm{mm} berjarak fokus yang sama. Hasil mana di atas yang berubah?
Solusi

Solusi Soal 4.1.

1. F2=F1F_2 = F_1': pisahnya f1+f2=1225mmf_1' + f_2' = 1225\,\mathrm{mm} (okuler 25mm25\,\mathrm{mm}) atau 1206mm1206\,\mathrm{mm} (okuler 6mm6\,\mathrm{mm}).

2. L1L_1: O1A1=f1\overline{O_1A_1} = f_1' (bayangan di F1F_1'). L2L_2: O2A1=f2\overline{O_2A_1} = -f_2', sehingga 1/O2A=1/f2+1/(f2)=01/\overline{O_2A'} = 1/f_2' + 1/(-f_2') = 0: bayangannya di tak hingga.

3. Berkasnya memfokus di bidang fokus bersamanya pada ketinggian h=f1αh = f_1'\alpha (sinar melalui O1O_1); dari sana sinar yang melalui O2O_2 menetapkan arah keluarnya, α=h/f2=(f1/f2)α\alpha' = -h/f_2' = -(f_1'/f_2')\alpha.

4. G=48G = -48 dan 200-200; Bulan: 2525^\circ dan 104104^\circ.

5. Atas dan bawah tak bermakna di langit; teropong pengamat menambahkan sepasang prisma penegak (atau relai lensa).

6. Di bidang fokus L1L_1, bergaris tengah f1θ=1200×9.1×103=11mmf_1'\theta = 1200 \times 9.1\times10^{-3} = 11\,\mathrm{mm}.

7. Benda O1O_1 pada O2O1=(f1+f2)\overline{O_2O_1} = -(f_1' + f_2'): 1/O2P=1/f21/(f1+f2)=f1/[f2(f1+f2)]1/\overline{O_2P'} = 1/f_2' - 1/(f_1' + f_2') = f_1'/[f_2'(f_1' + f_2')]; perbesarannya O2P/O2O1=f2/f1=1/G\overline{O_2P'}/\overline{O_2O_1} = -f_2'/f_1' = 1/G, garis tengahnya D/GD/\abs G.

8. 25mm25\,\mathrm{mm}: O2P=25×1225/1200=25.5mm\overline{O_2P'} = 25 \times 1225/1200 = 25.5\,\mathrm{mm}, garis tengahnya 150/48=3.1mm150/48 = 3.1\,\mathrm{mm}. 6mm6\,\mathrm{mm}: 6.0mm6.0\,\mathrm{mm} di belakang, garis tengahnya 0.75mm0.75\,\mathrm{mm}.

9. Setiap sinar yang masuk ke objektifnya melewati pupil keluarnya: mata yang diletakkan di sana menerima seluruh medannya. Lebih ke belakang ia hanya mencegat berkas pusatnya: medannya menyusut menjadi lubang kunci.

10. D/G7mmD/\abs G \leq 7\,\mathrm{mm}: G150/721\abs G \geq 150/7 \approx 21.

11. θmin=1.22×5.5×107/0.150=4.5×106rad=0.92\theta_{\min} = 1.22 \times 5.5\times10^{-7}/0.150 = 4.5 \times 10^{-6}\,\mathrm{rad} = 0.92''.

12. 4.5×106×3.84×105=1.7km4.5\times10^{-6} \times 3.84\times10^5 = 1.7\,\mathrm{km}; mata telanjang 3×104×3.84×105=115km3\times10^{-4} \times 3.84\times10^5 = 115\,\mathrm{km}.

13. Gr=3×104/4.5×106=67G_r = 3\times10^{-4}/4.5\times10^{-6} = 67; okuler 25mm25\,\mathrm{mm} (4848) yang paling dekat, sedikit di bawahnya; okuler 6mm6\,\mathrm{mm} (200200) tiga kali di atasnya.

14. Pada G=200G = 200 kekaburan difraksinya membentang 200×4.5×106=9×104rad>ϵ200 \times 4.5 \times10^{-6} = 9 \times 10^{-4}\,\mathrm{rad} > \epsilon: tampak berbulu. Cahaya Bulan tersebar pada luas (200/48)2=17(200/48)^2 = 17 kali lebih besar di retinanya: lebih pudar.

15. 1=4.85×106rad1'' = 4.85 \times 10^{-6}\,\mathrm{rad}: D=1.22λ/θ=140mmD = 1.22\lambda/\theta = 140\,\mathrm{mm}. Di atas itu, keburaman atmosfer yang membatasi daya urai dari permukaan bumi (kecuali dengan optika adaptif); DD yang lebih besar tetap mengumpulkan lebih banyak cahaya, sehingga mencapai objek yang lebih redup.

16. (150/7)2=460(150/7)^2 = 460.

17. Δm=2.5log10460=6.7\Delta m = 2.5\log_{10}460 = 6.7: magnitudo 12.712.7.

18. P=2×103×π(0.075)2=3.5×105WP = 2\times10^{-3} \times \pi(0.075)^2 = 3.5 \times 10^{-5}\,\mathrm{W}, 460460 kali milik mata telanjang. Bayangan retinanya G2\abs G^2 kali lebih luas: nisbah kecerahan permukaannya 460/G2=0.20460/G^2 = 0.20 (G=48G = 48), 0.0120.012 (G=200G = 200) — sama dengan (D/G)2/dp2(D/\abs G)^2/d_p^2, yaitu kuadrat nisbah pupil keluar terhadap pupil mata.

19. Untuk benda yang terurai, cahaya yang terkumpul tumbuh sebagai D2D^2 tetapi luas bayangannya sebagai G2(D/dp)2G^2 \geq (D/d_p)^2: kecerahan permukaannya paling banter menyamai nilai mata telanjang (pupil keluar == pupil mata). Bintang tak terurai: seluruh cahayanya mendarat di satu bintik difraksi, sehingga kecerahannya tumbuh sebagai (D/dp)2(D/d_p)^2.

20. Titik bersudut β\beta dibayangkan pada ketinggian f1βf_1'\beta di bidang fokusnya; diafragmanya meloloskan f1βϕ/2\abs{f_1'\beta} \leq \phi/2: medan penuhnya ϕ/f1\phi/f_1' (sudut kecil).

21. 20/1200=0.0167rad=0.9520/1200 = 0.0167\,\mathrm{rad} = 0.95^\circ: seluruh Bulan muat. 5/1200=0.245/1200 = 0.24^\circ: tidak muat.

22. Medan semunya ϕ/f2\phi/f_2': 20/25=0.8rad=4620/25 = 0.8\,\mathrm{rad} = 46^\circ; 5/6=485/6 = 48^\circ.

23. 0.95=34200.95^\circ = 3420'': 3420/15=230s3420/15 = 230\,\mathrm{s}, hampir empat menit; 0.24=8640.24^\circ = 864'': 58s58\,\mathrm{s}.

24. Okuler 25mm25\,\mathrm{mm} (G=48G = 48, dekat GrG_r, terang, seluruh Bulan) untuk cakramnya; okuler 6mm6\,\mathrm{mm} (G=200G = 200) untuk menengok kawah lebih dekat, lebih pudar dan lebih kabur. Angka alat itu: kawah sampai sekecil 1.7km1.7\,\mathrm{km}.

25. f1f_1' dan DD yang sama: GG, medan, pupil keluar, daya urai dan cahaya yang sama pula (dikurangi penghalang pusat, bila ada). Yang diperoleh: tak ada aberasi warna. Perubahan praktisnya: fokusnya terletak di depan cerminnya, sehingga cermin sekunder yang kecil harus melipat berkasnya ke luar menuju okulernya.

Istilah yang didefinisikan dalam bab ini

Lihat semua 393 istilah di glosarium