Bongkahan besi mentah tidak termagnet: ia pecah menjadi ranah, yakni daerah berskala mikron yang masing-masing termagnet penuh tetapi menunjuk ke arah berbeda, sehingga medan di luarnya (beserta ongkos energinya) nyaris meniadakan diri. Medan terapan menggerakkan dinding ranahnya — ranah yang menguntungkan tumbuh — lalu memutar seluruh ranahnya sampai sejajar. Dindingnya tersangkut pada cacat, sehingga prosesnya taktermampatbalikkan: sapulah naik dan turun dan menjejak sebuah gelung, yakni daur histeresisnya. Matikanlah arusnya dan medan teringat bertahan; meniadakannya memerlukan medan koersif kebalikannya . Luas yang dilingkupi gelungnya adalah energi yang terlesap tiap daur dan tiap satuan volumenya. Bahan lunak (baja silikon, ferit: gelung tipis, kecil) membuat teras trafo dan motor; bahan keras (alniko, NdFeB: gelung gemuk, raksasa) membuat magnet tetap — dan ingatan magnetik: magnet lemari es dan cakram keras adalah gelung histeresis yang menolak lupa.
Contoh
Contoh 22.9 (Elektromagnet berteras besi)
Lilitkanlah lilitan berarus mengelilingi cincin besi () dengan celah udara kecil . Hukum Ampère untuk mengelilingi gelungnya: , dan kesinambungan fluksnya membuat sama, sehingga
Dengan dan , suku celahnya lima puluh kali suku besinya: nyaris seluruh upaya kumparannya dihabiskan untuk mendorong medan menyeberangi satu sentimeter udara. Itulah rangkaian magnetnya dalam satu baris — besi adalah penghantar fluks yang nyaris sempurna, udara adalah hambatannya — dan karena itulah motor, relai dan pengangkat rongsokan menjaga celah udaranya setipis mungkin (Soal 22.1).