Fisika · Glosarium

Apa itu Ranah dan histeresis?

Definisi 22.8 Fisika Universitas — Tahun 3 · Bab 22 — Elektromagnetisme dalam Materi

Bongkahan besi mentah tidak termagnet: ia pecah menjadi ranah, yakni daerah berskala mikron yang masing-masing termagnet penuh tetapi menunjuk ke arah berbeda, sehingga medan di luarnya (beserta ongkos energinya) nyaris meniadakan diri. Medan terapan H\vect H menggerakkan dinding ranahnya — ranah yang menguntungkan tumbuh — lalu memutar seluruh ranahnya sampai sejajar. Dindingnya tersangkut pada cacat, sehingga prosesnya taktermampatbalikkan: sapulah HH naik dan turun dan B(H)B(H) menjejak sebuah gelung, yakni daur histeresisnya. Matikanlah arusnya dan medan teringat BrB_{\text{r}} bertahan; meniadakannya memerlukan medan koersif kebalikannya HcH_{\text{c}}. Luas yang dilingkupi gelungnya adalah energi yang terlesap tiap daur dan tiap satuan volumenya. Bahan lunak (baja silikon, ferit: gelung tipis, HcH_{\text{c}} kecil) membuat teras trafo dan motor; bahan keras (alniko, Nd2_2Fe14_{14}B: gelung gemuk, HcH_{\text{c}} raksasa) membuat magnet tetap — dan ingatan magnetik: magnet lemari es dan cakram keras adalah gelung histeresis yang menolak lupa.

Ranah. Kiri: feromagnet perawan menyembunyikan magnetisasinya dalam daerah yang saling meniadakan. Kanan: medan terapannya menumbuhkan lalu memutarnya menjadi satu balok termagnet tunggal — lewat lompatan dinding taktermampatbalikkan yang memberi besi ingatannya.
Ranah. Kiri: feromagnet perawan menyembunyikan magnetisasinya dalam daerah yang saling meniadakan. Kanan: medan terapannya menumbuhkan lalu memutarnya menjadi satu balok termagnet tunggal — lewat lompatan dinding taktermampatbalikkan yang memberi besi ingatannya.
Daur histeresis. Dari keadaan perawan (putus-putus), medannya menggiring B sampai jenuh; mengembalikan H ke nol menyisakan keteringatan B_ r, dan hanya medan koersif -H_ c yang menghapusnya. Luas gelung = kalor tiap daur tiap satuan volumenya: gelung tipis untuk trafo, gelung gemuk untuk magnet tetap.
Daur histeresis. Dari keadaan perawan (putus-putus), medannya menggiring BB sampai jenuh; mengembalikan HH ke nol menyisakan keteringatan BrB_{\text{r}}, dan hanya medan koersif Hc-H_{\text{c}} yang menghapusnya. Luas gelung = kalor tiap daur tiap satuan volumenya: gelung tipis untuk trafo, gelung gemuk untuk magnet tetap.

Contoh

Contoh 22.9 (Elektromagnet berteras besi)

Lilitkanlah NN lilitan berarus II mengelilingi cincin besi (μr5000\mu_{\text{r}} \sim 5000) dengan celah udara kecil ee. Hukum Ampère untuk H\vect H mengelilingi gelungnya: Hbesi+Hcelahe=NIH_{\text{besi}}\ell + H_{\text{celah}}e = NI, dan kesinambungan fluksnya membuat BB sama, sehingga

B(μ0μr+eμ0)=NI.B\Big(\frac{\ell}{\mu_0\mu_{\text{r}}} + \frac{e}{\mu_0}\Big) = NI .

Dengan =1m\ell = 1\,\mathrm{m} dan e=1cme = 1\,\mathrm{cm}, suku celahnya lima puluh kali suku besinya: nyaris seluruh upaya kumparannya dihabiskan untuk mendorong medan menyeberangi satu sentimeter udara. Itulah rangkaian magnetnya dalam satu baris — besi adalah penghantar fluks yang nyaris sempurna, udara adalah hambatannya — dan karena itulah motor, relai dan pengangkat rongsokan menjaga celah udaranya setipis mungkin (Soal 22.1).

Baca dalam konteks →