Biologi · Glosarium

Apa itu Karang dan alga?

Definisi 14.11 Biologi Universitas — Tahun 3 · Bab 14 — Mikrobiom dan Simbiosis

Karang pembangun terumbu merumahkan alga dinoflagelata (Symbiodiniaceae, yakni zooksantela) di dalam sel lapisan ususnya, sejuta atau lebih tiap sentimeter persegi. Alganya berfotosintesis di dalam jaringan hewannya, dengan memakai CO2_{2}, amonia, dan fosfat buangan hewannya, lalu mengembalikan sampai 90%90\,\% karbon yang difiksasinya sebagai gliserol, gula, dan asam amino, yang memberi makan karangnya dan pengapuran yang membangun terumbunya; karangnya, pada gilirannya, mengendalikan pasokan nitrogen alganya sehingga mengendalikan pertumbuhannya. Kemitraan itu bekerja di dalam jendela suhu yang sempit: ketika airnya bertahan sekitar satu sampai dua derajat di atas maksimum musim panas selama beberapa minggu, fotosintesis alganya rusak, alganya melepaskan oksigen reaktif ke dalam sel inangnya, dan karangnya mengusirnya — itulah pemutihan, dengan rangka putih tembus lewat hewannya yang bening. Karang yang memutih kelaparan; ia pulih bila airnya mendingin dalam beberapa minggu dan mati bila tidak. Kekerapan pemutihan telah naik lima kali lipat sejak tahun 1980, dan itulah mekanisme yang dengannya pemanasan sedang melenyapkan terumbu.

Sebuah terumbu yang separuh memutih: koloni putihnya telah mengusir alganya sesudah berminggu-minggu air terlalu hangat; yang cokelat masih menyimpan alganya. Karang putih itu hidup dan kelaparan, dan punya beberapa minggu untuk dijajahi kembali.
Sebuah terumbu yang separuh memutih: koloni putihnya telah mengusir alganya sesudah berminggu-minggu air terlalu hangat; yang cokelat masih menyimpan alganya. Karang putih itu hidup dan kelaparan, dan punya beberapa minggu untuk dijajahi kembali.
Pertukaran karang–alga: alganya memfiksasi karbon dengan buangan hewannya dan cahaya yang lewat jaringannya lalu mengembalikan sebagian besarnya sebagai makanan; sebuah kenaikan suhu yang kecil dan bertahan memutus kemitraan.
Pertukaran karang–alga: alganya memfiksasi karbon dengan buangan hewannya dan cahaya yang lewat jaringannya lalu mengembalikan sebagian besarnya sebagai makanan; sebuah kenaikan suhu yang kecil dan bertahan memutus kemitraan.

Contoh

Contoh 14.12 (Simbiosis yang membuat habitat)

Sebuah lumut kerak adalah sebuah jamur yang merumahkan alga hijau atau sianobakteri, dengan jamurnya menyediakan rangka, penahan air, dan mineral yang terlarut dari batu, dan fotobionnya menyediakan gula (serta, bila sianobakteri, nitrogen); lumut kerak menutupi sekitar 8%8\,\% permukaan darat, menjajah batu telanjang, lalu memulai pengubahannya menjadi tanah. Cacing tabung Riftia dari lubang laut dalam tidak bermulut maupun berusus ketika dewasa; ia merumahkan bakteri pengoksidasi sulfida di dalam sebuah trofosom lalu menghantarkan sulfida dan oksigen kepadanya pada sebuah hemoglobin yang mengikat keduanya, sambil tumbuh lebih dari semeter setahun di dalam gelap dengan tenaga kimia. Rayap mencerna kayu dengan sebuah masyarakat usus berisi protista dan bakteri, dan hewan pemamah biak mencerna rumput dengan sebuah rumen sebesar bak mandi yang di dalamnya bakteri, arkea, dan jamur meragikan selulosa menjadi asam lemak dan metana; sapinya hidup dari asam lemak itu dan dari tubuh mikrobanya sendiri. Pada tiap hal, sebuah kemampuan metabolisme — fotosintesis, fiksasi nitrogen, oksidasi sulfida, pencernaan selulosa — yang tidak pernah dievolusikan garis keturunan inangnya telah diperoleh lewat kemitraan dalam satu langkah.

Baca dalam konteks →