Instrumen generasi kedua membaca jutaan sampai miliaran fragmen sekaligus. Pada pengurutan lewat sintesis, fragmennya, yang ujungnya telah diligasi dengan adaptor, diikatkan pada sel alir kaca lalu diperbanyak di tempat menjadi gugusan molekul yang identik; gugusan itu lalu dipanjangkan satu basa tiap daur dengan nukleotida berpendar yang terblokir secara berbalik, dicitra, dibuka bloknya, lalu dipanjangkan lagi, sehingga tiap daur menambahkan satu basa pada bacaan setiap gugusan. Bacaannya sepanjang , biasanya dari kedua ujung sebuah fragmen (ujung berpasangan), dengan laju galat kira-kira tiap basa, dan sekali jalan menghasilkan sampai basa. Instrumen bacaan panjang generasi ketiga membaca molekul tunggal tanpa perbanyakan: dengan mengamati satu polimerase menyisipkan nukleotida berpendar secara waktu nyata, atau dengan menyusupkan DNA-nya melalui nanopori protein lalu merekam arus ionnya, yang dimodulasi tiap urutan basa dengan caranya sendiri. Bacaan sepanjang dan lebih melintasi urutan berulang yang tak terjangkau bacaan pendek, dengan laju galat mentah yang lebih tinggi tetapi dikurangi oleh konsensus.
Contoh
Contoh 4.4 (Berapa yang memadai)
Pada bagian yang tak terurutkan adalah — bagi genom , dua puluh juta basa di dalam beberapa puluh ribu celah. Pada bagian itu , seluruhnya . Genom manusia lazimnya diurutkan pada bukan karena celah cakupannya () melainkan karena tiap basa harus dibaca beberapa kali pada masing-masing dari kedua kromosomnya agar varian heterozigot dapat dipanggil dengan yakin melawan laju galat tiap bacaan. Genom bakteri diurutkan pada – karena alasan yang sama dan karena biayanya murah. Rumusnya juga memperlihatkan apa yang tak dapat diperbaiki cakupan: urutan berulang yang lebih panjang daripada sebuah bacaan adalah tempat graf pertindihannya bercabang, dan sebanyak apa pun bacaan pendek tak dapat menguraikannya. Untuk itulah bacaan panjang ada.