Himpunan disebut padat di bila — setara dengan itu, bila setiap selang terbuka yang tak kosong berpotongan dengan ; dan setara pula (menurut Proposisi 12.11 (3)), bila setiap bilangan real merupakan limit unsur . Contohnya: , , bilangan diadik (Latihan 10.8), dan subgrup yang padat (Latihan 10.9).
Contoh
Contoh 12.17 (Kepadatan bersifat relatif)
“Padat” sebagaimana didefinisikan di sini berarti padat di ; padahal sebuah himpunan boleh saja padat hanya pada sebagian garisnya. Bilangan diadik pada , yakni (Latihan 10.8), berpotongan dengan setiap selang terbuka yang termuat tetapi tentu saja melewatkan seluruhnya: jadi mereka padat di , yang berarti . Adapun frasa umum “ padat di ” menyingkat — jadi namailah selalu himpunan lingkungannya, karena titik ujung pada soal akhir pekan bersifat padat di himpunan Cantor sekaligus tak padat di mana pun di : yaitu himpunan yang sama, dengan dua pemerian yang jujur namun terdengar berlawanan.
Contoh 12.18 (Menangani kepadatan)
Tiga gerakan cepat yang terus-menerus berulang. Memperbesar: jika padat dan , maka padat (karena setiap selang sudah berpotongan dengan ). Mengangkut: jika padat, maka pun padat untuk — karena selang berpotongan dengan jika dan hanya jika selang berpotongan dengan ; jadi kelipatan ganjil , misalnya, bersifat padat. Mengiriskan gagal: karena dua himpunan yang padat dapat saling melewatkan seluruhnya ( dan ): jadi kepadatan bertahan pada gabungan dan pemetaan afin, tetapi tak pernah pada irisan.
Contoh 12.12
Di sini ; ; . Untuk : , , . Untuk : menurut kepadatannya (Teorema 10.14) setiap bilangan real lekat pada , sehingga sedangkan (karena setiap selang memuat bilangan irasional): jadi perbatasan adalah seluruh .