Mathematics · Buku 3 · Bachelor Year 1

Matematika Universitas — Tahun 1

Matematika Universitas — Tahun 1 · Bachelor Year 1

12Topologi Garis Real

Limit terus-menerus merujuk pada kosakata geometri yang sama: titik yang “dekat dengan” sebuah himpunan, himpunan “tanpa kebocoran perbatasan”, selang yang di dalamnya barisan tak dapat kabur. Bab ini memakukan kosakata itu — himpunan terbuka dan tertutup, interior dan penutup, kepadatan — pada garis real, lalu membuktikan kekompakan ruas dalam bentuk barisannya. Gagasan yang sama, pada ruang vektor bernorma, adalah bahan tahun kedua; sedangkan pada R\R ia terjangkau dan langsung berguna bagi Bab 13.

12.1 Himpunan terbuka, himpunan tertutup

Definisi 12.1 (Persekitaran, himpunan terbuka)

Sebuah himpunan VRV \subseteq \R disebut persekitaran xRx \in \R bila ia memuat selang (xr,x+r)\intoo{x - r}{x + r} untuk suatu r>0r > 0. Sebuah himpunan URU \subseteq \R disebut terbuka bila ia merupakan persekitaran bagi setiap titiknya:

xU, r>0,(xr,x+r)U.\forall x \in U,\ \exists r > 0, \quad \intoo{x - r}{x + r} \subseteq U .

Contoh 12.2

Selang terbuka bersifat terbuka: karena untuk x(a,b)x \in \intoo{a}{b}, ambillah r=min(xa,bx)>0r = \min(x - a,\, b - x) > 0. Setengah garis (a,+)\intoo{a}{+\infty} terbuka; adapun R\R dan \emptyset terbuka (yang terakhir secara hampa). Sedangkan [0,1]\intcc{0}{1} tidak terbuka: karena tak ada selang di sekitar 00 yang tinggal di dalamnya.

Proposisi 12.3 (Kestabilan himpunan terbuka)

Sebarang gabungan himpunan terbuka bersifat terbuka; dan irisan hingga himpunan terbuka bersifat terbuka. Adapun irisan tak hingga boleh gagal: n1(1n,1n)={0}\bigcap_{n \geq 1} \intoo{-\frac 1n}{\frac 1n} = \{0\}, yang tak terbuka.

Bukti. Gabungannya: jika xiUix \in \bigcup_i U_i, maka xUi0x \in U_{i_0} untuk suatu i0i_0, dan selang yang dipasok Ui0U_{i_0} duduk di dalam gabungannya. Adapun irisan yang hingga: jika xU1Ukx \in U_1 \cap \dots \cap U_k, ambillah r=min(r1,,rk)>0r = \min(r_1, \dots, r_k) > 0 atas jari-jari yang dipasok masing-masing UjU_j. Untuk contoh penyangkalnya: sebarang selang di sekitar 00 memuat suatu 1n\frac{1}{n} (menurut Archimedes), sehingga meninggalkan irisannya.

Contoh 12.4 (Mengesahkan keterbukaan dengan jari-jari yang eksplisit)

Apakah U={xR:x2>2}U = \{x \in \R : x^2 > 2\} terbuka? Ya, dan sertifikatnya dapat dituliskan: U=(,2)(2,+)U = \intoo{-\infty}{-\sqrt2} \cup \intoo{\sqrt2}{+\infty}, yaitu gabungan dua setengah garis yang terbuka, sehingga terbuka menurut Proposisi 12.3. Sebagai alternatifnya, berargumenlah titik demi titik: untuk xUx \in U dengan x>2x > \sqrt 2, ambillah r=x2>0r = x - \sqrt2 > 0: maka setiap y(xr,x+r)y \in \intoo{x - r}{x + r} memenuhi y>2y > \sqrt 2, sehingga y2>2y^2 > 2; simetris dengan itu di sebelah kirinya. Kedua gayanya penting — yang struktural (yaitu membangun dari himpunan terbuka yang dikenal lewat gabungan dan irisan hingga) lebih baik penskalaannya, sedangkan yang bergaya ε\varepsilon berjalan ketika tak ada struktur yang kasatmata; dan Bab 13 akan menambahkan yang ketiga, yang paling ampuh: bahwa UU merupakan prapeta dari (2,+)\intoo{2}{+\infty} yang terbuka di bawah xx2x \mapsto x^2 yang kontinu.

Definisi 12.5 (Himpunan tertutup)

Sebuah himpunan FRF \subseteq \R disebut tertutup bila komplemennya RF\R \setminus F terbuka. Menurut de Morgan dan Proposisi 12.3: sebarang irisan himpunan tertutup bersifat tertutup, dan gabungan hingga himpunan tertutup bersifat tertutup.

Teorema 12.6 (Pencirian himpunan tertutup lewat barisan)

Himpunan FF tertutup jika dan hanya jika: untuk setiap barisan (un)(u_n) berisi titik FF yang konvergen ke suatu R\ell \in \R, limitnya \ell termasuk FF. (Jadi “tertutup== “stabil terhadap limit”.)

Bukti. (\Rightarrow) Misalkan FF tertutup, unFu_n \in F, unu_n \to \ell, lalu andaikan F\ell \notin F. Komplemennya terbuka: sehingga suatu (r,+r)\intoo{\ell - r}{\ell + r} menghindari FF. Padahal kekonvergenannya menaruh unu_n pada selang itu untuk nn yang besar: yang bertentangan dengan unFu_n \in F.

(\Leftarrow) Andaikan FF tak tertutup: maka komplemennya tak terbuka, sehingga suatu xFx \notin F tak mempunyai selang (xr,x+r)\intoo{x - r}{x + r} di dalam komplemennya; lalu dengan mengambil r=1n+1r = \frac{1}{n+1}, pilihlah unFu_n \in F dengan unx<1n+1\abs{u_n - x} < \frac{1}{n+1}. Maka unFu_n \in F, unxFu_n \to x \notin F: jadi sifat barisannya gagal.

Contoh 12.7 (Uji barisannya, dari kedua arah)

Tertutup: F=Z{n+1n:n2}F = \Z \cup \bigl\{n + \frac1n : n \geq 2\bigr\}. Misalkan ukFu_k \in F dengan uku_k \to \ell. Jendela [1,+1]\intcc{\ell - 1}{\ell + 1} hanya memuat titik FF yang berhingga banyak (yaitu bilangan bulat yang berhingga banyak, dan n+1nn + \frac1n yang berhingga banyak), lalu di luar suatu peringkat semua uku_k terletak di dalamnya: sehingga barisannya mengambil nilai yang berhingga banyak, dan karena konvergen, ia akhirnya konstan (seperti pada Latihan 12.3): jadi F\ell \in F. Tertutup — meskipun FF memuat pasangan titik yang berjarak 1n\frac1n, sedekat-dekatnya.

Tak tertutup: G={1m+1n:m,nN}G = \bigl\{\frac1m + \frac1n : m, n \in \N^*\bigr\}. Barisan 1n+1nG\frac1n + \frac1n \in G menuju 00, padahal 0G0 \notin G (karena ia jumlah dua suku yang positif): jadi uji barisannya gagal, sehingga GG tak tertutup. Menariknya, setiap 1m\frac1m memang termasuk GG\overline G \cap G: memang 1m=1m+1+1m(m+1)G\frac1m = \frac{1}{m+1} + \frac{1}{m(m+1)} \in G. Inti gagasan penutupnya: bahwa untuk membuktikan ketertutupan, kendalikanlah semua barisan yang konvergen sekaligus (biasanya lewat kehinggaan lokal atau lewat argumen rumus tertutup); sedangkan untuk membantahnya, satu barisan pelarian yang terpilih baik sudah cukup — ketaksetangkupan itulah yang membuat arah negatifnya menjadi yang mudah, dan contoh penyangkal bab ini semuanya berbentuk satu baris seperti ini.

Contoh 12.8

Ruas [a,b]\intcc{a}{b}, setengah garis [a,+)\intco{a}{+\infty}, himpunan hingga, dan Z\Z (karena barisan bilangan bulat yang konvergen akhirnya konstan) bersifat tertutup. Sedangkan (0,1]\intoc{0}{1} tak terbuka (karena gagal di 11) dan tak tertutup (karena 1n0\frac 1n \to 0 \notin himpunannya): jadi kebanyakan himpunan terbukan keduanya. Adapun R\R dan \emptyset sekaligus terbuka dan tertutup — dan hanya keduanyalah himpunan bagian R\R yang demikian (Latihan 12.9).

Contoh 12.9 (Himpunan terbuka yang dirakit dari kepingan tak hingga banyak)

Di sini RZ=nZ(n,n+1)\R \setminus \Z = \bigcup_{n \in \Z} \intoo{n}{n+1}: yaitu gabungan tak hingga atas selang terbuka, sehingga terbuka menurut Proposisi 12.3 — jadi Z\Z tertutup tanpa memerlukan argumen barisan apa pun. Perhatikan pembagian kerja pada aturan kestabilannya: bahwa gabungan himpunan terbuka boleh sebarang (karena setiap titiknya hanya memerlukan sertifikatnya sendiri, yang dipasok satu himpunan yang memuatnya), sedangkan irisannya harus tetap hingga (sebab sertifikatnya harus diiriskan, dan jari-jari yang tak hingga banyak dapat menyusut menjadi nol). Latihan 12.10 akan menunjukkan bahwa contoh ini merupakan bentuk umumnya: bahwa setiap himpunan bagian R\R yang terbuka merupakan gabungan lepas yang terbilang atas selang terbuka.

12.2 Interior, penutup, kepadatan

Definisi 12.10 (Interior, penutup, perbatasan)

Misalkan ARA \subseteq \R.

  • Sebuah titik xx disebut interior bagi AA bila AA merupakan persekitaran xx; dan interiornya A˚\mathring{A} adalah himpunan titik interiornya.
  • Sebuah titik xx disebut lekat pada AA bila setiap persekitaran xx berpotongan dengan AA; dan penutupnya A\overline{A} adalah himpunan titik lekatnya.
  • Adapun perbatasannya adalah A=AA˚\partial A = \overline A \setminus \mathring A.

Maka A˚AA\mathring A \subseteq A \subseteq \overline A.

Proposisi 12.11 (Sifat utamanya)

  1. A˚\mathring A merupakan himpunan terbuka terbesar yang termuat AA; dan AA terbuka jika dan hanya jika A=A˚A = \mathring A.
  2. A\overline A merupakan himpunan tertutup terkecil yang memuat AA; dan AA tertutup jika dan hanya jika A=AA = \overline A.
  3. (Pencirian kelekatan lewat barisan) Di sini xAx \in \overline A jika dan hanya jika xx merupakan limit sebuah barisan berisi titik AA.
  4. Pengomplemenan menukar kedua gagasannya: RA=(RA) ⁣\R \setminus \overline A = \bigl(\R \setminus A\bigr)^{\!\circ}.

Bukti. (4) Di sini xAx \notin \overline A     \iff suatu persekitaran xx menghindari AA     \iff suatu selang di sekitar xx terletak di RA\R \setminus A     \iff xx bersifat interior bagi RA\R \setminus A.

(1) Himpunan A˚\mathring A terbuka: karena jika xA˚x \in \mathring A, maka suatu (xr,x+r)A\intoo{x-r}{x+r} \subseteq A; lalu setiap titik yy pada selang itu mempunyai selang yang lebih kecil di sekitarnya yang berada di dalamnya, sehingga di dalam AA: jadi seluruh selangnya termasuk A˚\mathring A. Adapun sebarang himpunan terbuka UAU \subseteq A terdiri atas titik interior AA, sehingga UA˚U \subseteq \mathring A: jadi terbesar. Lalu pencirian keterbukaannya menyusul.

(2) Secara terperinci. Menurut (4), RA\R \setminus \overline A merupakan interior RA\R \setminus A, yaitu himpunan terbuka menurut (1): sehingga A\overline A tertutup, dan ia memuat AA. Keminimalannya: misalkan FAF \supseteq A tertutup. Maka RF\R \setminus F terbuka dan termuat RA\R \setminus A, sehingga menurut kemaksimalan pada (1),

RF(RA) ⁣=RA,\R \setminus F \subseteq \bigl(\R \setminus A\bigr)^{\!\circ} = \R \setminus \overline A ,

lalu mengambil komplemennya lagi: AF\overline A \subseteq F. Jadi A\overline A merupakan pemuat tertutup yang terkecil. Pencirian sifatnya: jika A=AA = \overline A maka AA tertutup (sebagaimana baru ditunjukkan); sedangkan jika AA tertutup, ia sendiri merupakan pemuat tertutup bagi AA, sehingga keminimalannya memaksa AA\overline A \subseteq A, jadi sama.

(3) Jika unAu_n \in A, unxu_n \to x: maka setiap persekitaran xx memuat suatu unAu_n \in A, sehingga xAx \in \overline A. Sebaliknya, jika xAx \in \overline A: maka setiap selang (x1n+1,x+1n+1)\intoo{x - \frac{1}{n+1}}{x + \frac{1}{n+1}} berpotongan dengan AA pada suatu unu_n, dan unxu_n \to x.

Contoh 12.12

Di sini (0,1)=[0,1]\overline{\intoo{0}{1}} = \intcc{0}{1}; [0,1]˚=(0,1)\mathring{\intcc{0}{1}} = \intoo{0}{1}; (0,1)={0,1}\partial\intoo{0}{1} = \{0, 1\}. Untuk A={1n:nN}A = \{\frac 1n : n \in \N^*\}: A=A{0}\overline A = A \cup \{0\}, A˚=\mathring A = \emptyset, A=A{0}\partial A = A \cup \{0\}. Untuk Q\Q: menurut kepadatannya (Teorema 10.14) setiap bilangan real lekat pada Q\Q, sehingga Q=R\overline{\Q} = \R sedangkan Q˚=\mathring{\Q} = \emptyset (karena setiap selang memuat bilangan irasional): jadi perbatasan Q\Q adalah seluruh R\R.

Contoh 12.13 (Anatomi yang lengkap)

Misalkan A=(0,1](Q(2,3)){4}A = \intoc{0}{1} \,\cup\, \bigl(\Q \cap \intoo{2}{3}\bigr) \,\cup\, \{4\}. Kita menghitung ketiga himpunan pada Definisi 12.10, kepingan demi kepingan.

Interiornya. Sebuah titik (0,1)\intoo{0}{1} mempunyai seluruh selang di dalam AA: jadi interior. Adapun titik 11: setiap selang di sekitarnya bocor ke kanan 11, yang di situ AA tak punya apa-apa sampai 22: jadi bukan interior. Tak ada titik Q(2,3)\Q \cap \intoo{2}{3} yang interior (karena setiap selang memuat bilangan irasional, Teorema 10.14); demikian pula 44 yang terasing. Jadi A˚=(0,1)\mathring A = \intoo{0}{1}.

Penutupnya. Limit titik AA adalah: seluruh [0,1]\intcc{0}{1} (karena 0=lim1n0 = \lim \frac1n dengan 1nA\frac 1n \in A); seluruh [2,3]\intcc{2}{3} (karena setiap bilangan real di sana merupakan limit bilangan rasional pada selangnya, menurut kepadatan lagi); dan 44. Tak ada yang lain: karena titik di luar [0,1][2,3]{4}\intcc{0}{1} \cup \intcc{2}{3} \cup \{4\} berjarak positif ke himpunan tertutup itu. Jadi A=[0,1][2,3]{4}\overline A = \intcc{0}{1} \cup \intcc{2}{3} \cup \{4\}.

Perbatasannya. Di sini A=AA˚={0,1}[2,3]{4}\partial A = \overline A \setminus \mathring A = \{0, 1\} \cup \intcc{2}{3} \cup \{4\}.

Inti gagasan penutupnya: bahwa ketiga operasinya bekerja secara lokal — karena setiap kepingan AA menyumbang menurut sifatnya sendiri (sebuah selang yang padu mempertahankan bagian dalamnya, kepingan yang padat tetapi berpori berubah seluruhnya menjadi perbatasan, sedangkan titik yang terasing murni perbatasan), dan gambaran dua baris atas AA meramalkan setiap jawabannya sebelum satu bukti pun dituliskan.

Catatan 12.14 (Jebakan yang lazim dalam penalaran himpunan titik)

(i) “Tak terbuka” tak berarti “tertutup: karena kebanyakan himpunan terbukan keduanya ((0,1]\intoc{0}{1}), sedangkan dua himpunan justru keduanya (\emptyset, R\R) — jadi terbuka dan tertutup bukanlah lawan melainkan dual lewat pengomplemenan. (ii) Interior dan penutup tak berkomutasi: karena untuk A=QA = \Q,

A˚==sedangkan(A) ⁣=R˚=R:\overline{\mathring A} = \overline\emptyset = \emptyset \qquad\text{sedangkan}\qquad \bigl(\,\overline A\,\bigr)^{\!\circ} = \mathring \R = \R :

kedua operator berulangnya berbeda sejauh yang mungkin bagi himpunan. (iii) Gabungan tak hingga himpunan tertutup boleh gagal menjadi tertutup: karena n1[1n,1]=(0,1]\bigcup_{n\geq1} \intcc{\frac1n}{1} = \intoc{0}{1} — yaitu cermin contoh penyangkal irisan pada Proposisi 12.3. (iv) Padat tak berarti besar: karena Q\Q padat, terbilang, dengan interior yang kosong, dan komplemennya padat pula; jadi kepadatan mengatakan “sedekat-dekatnya dengan segalanya”, bukan “hampir segalanya” — adapun himpunan Cantor pada soal akhir pekan (Soal 12.1) menegaskan yang sebaliknya, yaitu himpunan yang kecil secara topologi namun besar secara takterbilang.

Contoh 12.15 (Sebuah penutup yang dihitung persis)

Misalkan G={1m+1n:m,nN}G = \bigl\{\frac1m + \frac1n : m, n \in \N^*\bigr\} (dari Contoh 12.7). Klaimnya:

G=G{1m:mN}{0}.\overline G = G \,\cup\, \Bigl\{\frac1m : m \in \N^*\Bigr\} \,\cup\, \{0\} .

(\supseteq) Karena 1m=limn(1m+1n)\frac1m = \lim_n \bigl(\frac1m + \frac1n\bigr) dan 0=limn2n0 = \lim_n \frac2n: jadi lekat menurut pencirian lewat barisan. (\subseteq) Misalkan x=limk(1mk+1nk)x = \lim_k \bigl( \frac{1}{m_k} + \frac{1}{n_k}\bigr); lalu urutkan setiap pasangannya sehingga mknkm_k \leq n_k. Jika (mk)(m_k) tak terbatas, maka suatu subbarisan mempunyai mkm_k \to \infty, sehingga nkn_k \to \infty pula dan x=0x = 0. Kalau tidak, (mk)(m_k) mengambil nilai yang berhingga banyak, salah satunya, katakanlah mm, tak hingga sering; lalu sepanjang subbarisan itu 1nkx1m\frac{1}{n_k} \to x - \frac1m: jika (nk)(n_k) terbatas maka ia mengambil suatu nilai nn tak hingga sering dan x=1m+1nGx = \frac1m + \frac1n \in G; kalau tidak, x=1mx = \frac1m. Jadi setiap kasusnya mendarat di himpunan yang diumumkan. Inti gagasan penutupnya: bahwa menghitung penutup adalah analisis kasus bergaya kekompakan atas indeksnya — indeks yang terbatas berarti nilai yang berhingga banyak (menurut sarang merpati), sedangkan indeks yang tak terbatas berarti sebuah limit kabur — dan jawabannya memperlihatkan struktur dua lapis yang khas bagi titik limit: yaitu himpunannya, limit generasi pertamanya, dan limitnya 00.

Definisi 12.16 (Kepadatan, bentuk topologinya)

Himpunan AA disebut padat di R\R bila A=R\overline A = \R — setara dengan itu, bila setiap selang terbuka yang tak kosong berpotongan dengan AA; dan setara pula (menurut Proposisi 12.11 (3)), bila setiap bilangan real merupakan limit unsur AA. Contohnya: Q\Q, RQ\R \setminus \Q, bilangan diadik (Latihan 10.8), dan subgrup yang padat (Latihan 10.9).

Contoh 12.17 (Kepadatan bersifat relatif)

Padat” sebagaimana didefinisikan di sini berarti padat di R\R; padahal sebuah himpunan boleh saja padat hanya pada sebagian garisnya. Bilangan diadik pada [0,1]\intcc{0}{1}, yakni D[0,1]D \cap \intcc{0}{1} (Latihan 10.8), berpotongan dengan setiap selang terbuka yang termuat [0,1]\intcc{0}{1} tetapi tentu saja melewatkan (2,3)\intoo{2}{3} seluruhnya: jadi mereka padat di [0,1]\intcc{0}{1}, yang berarti D[0,1]=[0,1]\overline{D \cap \intcc{0}{1}} = \intcc{0}{1}. Adapun frasa umum “AA padat di BB” menyingkat BAB \subseteq \overline A — jadi namailah selalu himpunan lingkungannya, karena titik ujung pada soal akhir pekan bersifat padat di himpunan Cantor sekaligus tak padat di mana pun di R\R: yaitu himpunan yang sama, dengan dua pemerian yang jujur namun terdengar berlawanan.

Contoh 12.18 (Menangani kepadatan)

Tiga gerakan cepat yang terus-menerus berulang. Memperbesar: jika AA padat dan ABA \subseteq B, maka BB padat (karena setiap selang sudah berpotongan dengan AA). Mengangkut: jika AA padat, maka λA+μ\lambda A + \mu pun padat untuk λ0\lambda \neq 0 — karena selang II berpotongan dengan λA+μ\lambda A + \mu jika dan hanya jika selang Iμλ\frac{I - \mu}{\lambda} berpotongan dengan AA; jadi kelipatan ganjil 10910^{-9}, misalnya, bersifat padat. Mengiriskan gagal: karena dua himpunan yang padat dapat saling melewatkan seluruhnya (Q\Q dan RQ\R \setminus \Q): jadi kepadatan bertahan pada gabungan dan pemetaan afin, tetapi tak pernah pada irisan.

12.3 Kekompakan ruas

Teorema 12.19 (Ruas bersifat kompak secara barisan)

Misalkan aba \leq b. Setiap barisan berisi titik [a,b]\intcc{a}{b} mempunyai subbarisan yang konvergen ke sebuah titik pada [a,b]\intcc{a}{b}.

Secara lebih umum, himpunan bagian R\R yang bersifat demikian (yaitu setiap barisannya mempunyai subbarisan yang konvergen di dalam himpunannya) tepat merupakan himpunan yang tertutup dan terbatas.

Bukti. Barisan di [a,b]\intcc{a}{b} bersifat terbatas, sehingga Bolzano–Weierstrass (Teorema 11.16) mengekstrak subbarisan yang konvergen; dan limitnya tinggal di [a,b]\intcc{a}{b} karena ruas bersifat tertutup (Teorema 12.6).

Kasus umumnya. (Tertutup dan terbatas \Rightarrow kompak): misalkan FF tertutup dan terbatas, dan (un)(u_n) barisan di FF. Keterbatasan FF membatasi barisannya, sehingga Bolzano–Weierstrass mengekstrak uφ(n)u_{\varphi(n)} \to \ell; dan F\ell \in F karena FF tertutup dan subbarisannya merupakan barisan yang konvergen berisi titik FF (Teorema 12.6): jadi kedua hipotesisnya terpakai masing-masing satu, keterbatasan untuk keberadaan limitnya, dan ketertutupan untuk keanggotaannya. (Kompak \Rightarrow tertutup dan terbatas): jika FF tak terbatas, pilihlah unFu_n \in F dengan unn\abs{u_n} \geq n; maka setiap subbarisannya tak terbatas, sehingga divergen (Proposisi 11.4): jadi sama sekali tak ada subbarisan yang konvergen. Jika FF tak tertutup, ambillah unFu_n \in F dengan unFu_n \to \ell \notin F (Teorema 12.6): maka setiap subbarisannya konvergen ke F\ell \notin F, sehingga tak ada subbarisan yang konvergen di dalam FF.

Contoh 12.20 (Himpunan kompak yang bersarang)

Sebuah latihan pertama bagi teoremanya. Misalkan K0K1K2K_0 \supseteq K_1 \supseteq K_2 \supseteq \dots himpunan bagian R\R yang kompak (yaitu tertutup dan terbatas) dan tak kosong. Maka nKn\bigcap_n K_n \neq \emptyset. Memang, pilihlah xnKnx_n \in K_n untuk setiap nn: barisannya hidup di dalam K0K_0 yang kompak, sehingga suatu subbarisan xφ(n)x_{\varphi(n)} konvergen ke suatu xx (Teorema 12.19). Untuk setiap mm yang tetap, suku xφ(n)x_{\varphi(n)} dengan φ(n)m\varphi(n) \geq m semuanya terletak di himpunan tertutup KmK_m, sehingga limitnya xx terletak di KmK_m (Teorema 12.6); dan karena mm tadi sebarang, xnKnx \in \bigcap_n K_n. Ada pendamping yang berguna: jika sebuah himpunan terbuka UU memuat nKn\bigcap_n K_n, maka UKnU \supseteq K_n untuk suatu nn — terapkanlah argumen yang sama pada titik xnKnUx_n \in K_n \setminus U; karena limitnya xx akan terletak di KnU\bigcap K_n \subseteq U, padahal UU yang terbuka memaksa xφ(n)Ux_{\varphi(n)} \in U akhirnya, yang bertentangan. Kedua pernyataannya gagal tanpa kekompakan: karena n(0,1n)=\bigcap_n \intoo{0}{\frac 1n} = \emptyset dan n[n,+)=\bigcap_n \intco{n}{+\infty} = \emptyset. Inti gagasan penutupnya: bahwa kekompakan mengubah rantai tak hingga atas penegasan ketakkosongan menjadi satu titik limit — jadi ia perkakas yang bertahan pada peralihan ke irisan tak hingga, dan soal akhir pekan (Soal 12.1) akan bersandar padanya dua kali.

Empat tahap pertama konstruksi sepertiga tengahnya: setiap ruas C_n kehilangan sepertiga tengahnya yang terbuka, sehingga menyisakan 2n+1 ruas C_n+1, yang panjang totalnya (2/3)n+1. Adapun himpunan Cantor C = _n C_n — yaitu pokok bahasan soal akhir pekan  — merupakan sisa kompak yang tak kosong yang dijamin oleh argumen kompak bersarang di atas: dengan panjang nol, namun titik yang bertahan takterbilang banyaknya.
Empat tahap pertama konstruksi sepertiga tengahnya: setiap ruas CnC_n kehilangan sepertiga tengahnya yang terbuka, sehingga menyisakan 2n+12^{n+1} ruas Cn+1C_{n+1}, yang panjang totalnya (23)n+1(\frac23)^{n+1}. Adapun himpunan Cantor C=nCnC = \bigcap_n C_n — yaitu pokok bahasan soal akhir pekan Soal 12.1 — merupakan sisa kompak yang tak kosong yang dijamin oleh argumen kompak bersarang di atas: dengan panjang nol, namun titik yang bertahan takterbilang banyaknya.

Catatan 12.21

Inilah mesin di balik teorema nilai ekstrem (Bab 13) dan teorema Heine tentang kekontinuan seragam. Adapun nama “kompak” akan memperoleh definisi umumnya (lewat selimut) pada tahun kedua; sedangkan pada R\R, kekompakan barisan sudah semua yang kita perlukan, dan “kompak == tertutup ++ terbatas” adalah pernyataan yang perlu diingat.

Contoh 12.22 (Perbatasan di bawah gabungan)

Selalu berlaku (AB)AB\partial(A \cup B) \subseteq \partial A \cup \partial B: karena sebuah titik (AB)\partial(A \cup B) mempunyai setiap persekitaran yang berpotongan dengan ABA \cup B (sehingga dengan AA atau BB, tak hingga sering salah satu darinya) dan berpotongan dengan komplemen ABA \cup B, yang terletak di kedua komplemennya — lalu pemeriksaan singkat menaruh titiknya di A\partial A atau B\partial B. Inklusinya dapat tegas secara mencolok: karena dengan A=QA = \Q dan B=RQB = \R\setminus\Q,

(AB)=R=,AB=RR=R:\partial(A \cup B) = \partial \R = \emptyset , \qquad \partial A \cup \partial B = \R \cup \R = \R :

dua himpunan yang compang-camping dapat merekat menjadi satu yang mulus, dengan perbatasannya saling memusnahkan. Inti gagasan penutupnya: bahwa interior dan penutup berperilaku monoton di bawah gabungan dan irisan, tetapi perbatasan tidak — jadi perlakukanlah \partial sebagai besaran turunan (AA˚\overline A \setminus \mathring A), dan jangan pernah sebagai operator dengan aljabarnya sendiri.

Catatan 12.23 (Cakrawala di dalam jilid ini)

Kosakata yang dibangun di sini dipakai dua kali lagi dalam buku ini. Pada Bab 13, setiap teoremanya merupakan pernyataan topologi yang menyamar: teorema nilai antara mengatakan bahwa pemetaan yang kontinu mengawetkan sifat selang, sedangkan teorema nilai ekstrem mengatakan bahwa ia mengawetkan kekompakan — dan buktinya memanggil Teorema 12.6 dan 12.19 dengan namanya. Pada Bab 25, definisi yang sama dibaca ulang di R2\R^2 dengan cakram menggantikan selang: sehingga himpunan terbuka, penutup dan kekompakan terbawa kata demi kata, dan teorema nilai ekstrem dua variabel kembali menumpang pada Bolzano–Weierstrass (dengan mengekstrak pada setiap koordinatnya). Adapun satu gagasan yang tak tersamaratakan tanpa nyeri adalah selangnya sendiri — di bidang, keterhubungan menggantikan kecembungan, yaitu kisah yang dimulai dengan “hanya \emptyset dan R\R yang terbuka sekaligus tertutup” pada Latihan 12.9.

12.4 Latihan

Latihan 12.1

Untuk setiap himpunan, katakanlah apakah ia terbuka, tertutup, keduanya, atau bukan keduanya (beserta pembenarannya): (0,1)(2,3)\intoo{0}{1} \cup \intoo{2}{3};   [0,1)\;\intco{0}{1};   {0}[1,2]\;\{0\} \cup \intcc{1}{2};   RZ\;\R \setminus \Z;   Q(0,1)\;\Q \cap \intoo{0}{1}.

Solusi

Solusi Latihan 12.1.

(0,1)(2,3)\intoo{0}{1} \cup \intoo{2}{3}: terbuka (karena gabungan himpunan terbuka), dan tak tertutup (karena 1n0\frac 1n \to 0 di luarnya).

[0,1)\intco{0}{1}: bukan keduanya. Tak terbuka (karena tak ada selang di sekitar 00 di dalamnya); dan tak tertutup (karena 11n11 - \frac1n \to 1 \notin himpunannya).

{0}[1,2]\{0\} \cup \intcc{1}{2}: tertutup (karena gabungan hingga himpunan tertutup), dan tak terbuka (karena gagal di 00).

RZ\R \setminus \Z: terbuka (karena Z\Z tertutup), dan tak tertutup: sebab barisan (1n)\bigl(\frac 1n\bigr) terletak di dalamnya, tetapi limitnya 00 termasuk Z\Z, yakni kabur dari himpunannya.

Q(0,1)\Q \cap \intoo{0}{1}: bukan keduanya. Tak terbuka: karena setiap selang di sekitar bilangan rasional memuat bilangan irasional. Dan tak tertutup: karena ia memuat barisan yang menuju 22\frac{\sqrt 2}{2} yang irasional (menurut kepadatannya).

Latihan 12.2

Tentukan A˚\mathring A, A\overline A dan A\partial A untuk: A=(0,1]{2}A = \intoc{0}{1} \cup \{2\};   A=RQ\;A = \R \setminus \Q;   A={(1)nnn+1:nN}\;A = \bigl\{\frac{(-1)^n n}{n+1} : n \in \N\bigr\}.

Solusi

Solusi Latihan 12.2.

A=(0,1]{2}A = \intoc{0}{1} \cup \{2\}: di sini A˚=(0,1)\mathring A = \intoo{0}{1}, A=[0,1]{2}\overline A = \intcc{0}{1} \cup \{2\}, A={0,1,2}\partial A = \{0, 1, 2\}.

A=RQA = \R \setminus \Q: di sini A˚=\mathring A = \emptyset (karena setiap selang memuat bilangan rasional), A=R\overline A = \R (menurut kepadatan bilangan irasional), A=R\partial A = \R.

A={(1)nnn+1}A = \bigl\{\frac{(-1)^n n}{n+1}\bigr\}: suku genapnya menuju 11, sedangkan suku ganjilnya ke 1-1, dan keduanya tak termasuk AA. Jadi A˚=\mathring A = \emptyset (karena titiknya terasing), A=A{1,1}\overline A = A \cup \{-1, 1\}, A=A\partial A = \overline A.

Latihan 12.3

Buktikan bahwa himpunan hingga bersifat tertutup, mula-mula lewat komplemennya, lalu lewat pencirian barisannya.

Solusi

Solusi Latihan 12.3.

Lewat komplemennya. Misalkan F={a1<a2<<ak}F = \{a_1 < a_2 < \dots < a_k\}: maka komplemennya adalah gabungan selang terbuka (,a1)\intoo{-\infty}{a_1}, (ai,ai+1)\intoo{a_i}{a_{i+1}}, (ak,+)\intoo{a_k}{+\infty} — yang terbuka menurut Proposisi 12.3.

Lewat barisan. Misalkan unFu_n \in F, unu_n \to \ell. Dengan ε=min{aiaj:ij}/2>0\varepsilon = \min\{\abs{a_i - a_j} : i \neq j\}/2 > 0 (atau sebarang ε\varepsilon bila FF singleton): di luar suatu peringkat, semua sukunya berada dalam jarak ε\varepsilon dari \ell, sehingga berjarak 2ε2\varepsilon satu sama lain, yang memaksanya menjadi satu aia_i tunggal mulai peringkat itu; lalu =aiF\ell = a_i \in F.

Latihan 12.4

Buktikan bahwa untuk sebarang A,BRA, B \subseteq \R: AB=AB\overline{A \cup B} = \overline A \cup \overline B. Tunjukkan lewat contoh bahwa AB\overline{A \cap B} dapat berbeda dari AB\overline A \cap \overline B.

Solusi

Solusi Latihan 12.4.

\subseteq: karena AB\overline A \cup \overline B tertutup (yaitu gabungan hingga) dan memuat ABA \cup B, sehingga ia memuat pemuat tertutup yang terkecil AB\overline{A \cup B}. \supseteq: karena AABA \subseteq A \cup B memberikan AAB\overline A \subseteq \overline{A \cup B} (sebab penutup bersifat monoton: titik lekat AA lekat pada himpunan yang lebih besar), dan demikian pula untuk BB.

Contoh penyangkal bagi irisannya: A=(0,1)A = \intoo{0}{1}, B=(1,2)B = \intoo{1}{2}: di sini AB==\overline{A \cap B} = \overline\emptyset = \emptyset tetapi AB={1}\overline A \cap \overline B = \{1\}.

Latihan 12.5 ★★

Misalkan unu_n \to \ell di R\R. Buktikan bahwa himpunan {un:nN}{}\{u_n : n \in \N\} \cup \{\ell\} bersifat tertutup (sehingga kompak bila kita menambahkan bahwa ia terbatas — dan memang demikian).

Solusi

Solusi Latihan 12.5.

Pakailah pencirian lewat barisan (Teorema 12.6). Misalkan S={un}{}S = \{u_n\} \cup \{\ell\} dan (vk)(v_k) barisan di SS dengan vkmv_k \to m; lalu tunjukkan mSm \in S. Ada dua kasus. Jika suatu nilai vSv \in S diambil (vk)(v_k) tak hingga sering, maka subbarisan yang konstan memberikan m=vSm = v \in S. Kalau tidak, setiap nilainya diambil berhingga sering; khususnya, untuk setiap nn, suku unu_n muncul berhingga sering, dan \ell pun demikian. Maka untuk setiap NN, indeks kk dengan vk{u0,,uN,}v_k \in \{u_0, \dots, u_N, \ell\} berhingga banyaknya: sehingga vkv_k yang tersisa merupakan suku unu_n dengan n>Nn > N. Diberikan ε>0\varepsilon > 0, pilihlah NN dengan unε\abs{u_n - \ell} \leq \varepsilon untuk n>Nn > N: maka semua vkv_k kecuali yang berhingga banyak memenuhi vkε\abs{v_k - \ell} \leq \varepsilon. Jadi vkv_k \to \ell, sehingga m=Sm = \ell \in S.

Latihan 12.6 ★★

Misalkan UU terbuka dan AA sebarang. Buktikan bahwa U+A={u+a}U + A = \{u + a\} bersifat terbuka. Simpulkan bahwa jumlah sebuah himpunan terbuka dengan sebarang himpunan bersifat terbuka, lalu bandingkan: tunjukkanlah dua himpunan tertutup yang jumlahnya tak tertutup. (Cobalah Z\Z dan 2Z\sqrt 2\,\Z, dengan Latihan 10.9.)

Solusi

Solusi Latihan 12.6.

Di sini U+A=aA(U+a)U + A = \bigcup_{a \in A} (U + a), dan setiap translasinya U+aU + a terbuka (karena sertifikat selangnya ikut ditranslasikan). Adapun gabungan himpunan terbuka bersifat terbuka (Proposisi 12.3).

Himpunan tertutupnya: Z\Z dan 2Z\sqrt 2\,\Z tertutup (sebagai αZ\alpha\Z: karena barisan yang konvergen akhirnya konstan, bandingkan Contoh 12.8). Adapun jumlahnya Z+2Z\Z + \sqrt 2\,\Z bersifat padat di R\R (Latihan 10.9) tetapi bukan R\R (karena ia terbilang, atau sederhananya: 22Z+2Z\frac{\sqrt 2}{2} \notin \Z + \sqrt2\Z, sebab kalau tidak 2\sqrt 2 akan rasional — karena menulis 22=m+n2\frac{\sqrt2}{2} = m + n\sqrt 2 memaksa (2n1)2=2m(2n - 1)\sqrt 2 = -2m, sehingga 2Q\sqrt 2 \in \Q kecuali bila n=12n = \frac12, yang mustahil). Adapun himpunan bagian sejati yang padat tak tertutup: karena penutupnya adalah R\R \neq dirinya sendiri.

Latihan 12.7 ★★

Sebuah titik xAx \in A disebut terasing di AA bila suatu persekitaran xx berpotongan dengan AA hanya pada xx. Buktikan bahwa setiap titik Z\Z terasing di Z\Z, bahwa A={1n}A = \{\frac1n\} mempunyai semua titiknya terasing namun AA\overline A \neq A, dan bahwa himpunan yang semua titiknya terasing mempunyai interior yang kosong.

Solusi

Solusi Latihan 12.7.

Z\Z: persekitaran (n12,n+12)\intoo{n - \frac12}{n + \frac12} bagi nn berpotongan dengan Z\Z hanya pada nn.

A={1n:nN}A = \{\frac1n : n \in \N^*\}: di sekitar 1n\frac 1n, selang berjari-jari 1n1n+1=1n(n+1)\frac{1}{n} - \frac{1}{n+1} = \frac{1}{n(n+1)} (yang diparuhkan, misalnya) mengasingkannya dari tetangganya — jadi semua titiknya terasing. Namun 0AA0 \in \overline A \setminus A: sehingga titik yang terasing tak mencegah orang luar yang lekat.

Jika semua titik AA terasing: maka tak ada titik AA yang interior, karena sebuah titik interior mempunyai seluruh selang berisi tetangga AA di sekitarnya (dan selang bersifat tak hingga), yang bertentangan dengan keterasingannya. Jadi A˚=\mathring A = \emptyset.

Latihan 12.8 ★★

Buktikan bahwa penutup sebuah himpunan yang terbatas bersifat terbatas, dan bahwa supA=supA\sup \overline A = \sup A untuk AA yang tak kosong dan terbatas di atas. Simpulkan bahwa supAA\sup A \in \overline A: jadi supremumnya selalu lekat.

Solusi

Solusi Latihan 12.8.

Jika A[M,M]A \subseteq \intcc{-M}{M}, maka himpunan tertutup [M,M]\intcc{-M}{M} memuat AA, sehingga ia memuat A\overline A (yaitu pemuat tertutup yang terkecil): jadi A\overline A terbatas.

Misalkan s=supAs = \sup A (yang hingga). Karena AAA \subseteq \overline A, maka supAs\sup \overline A \geq s. Sebaliknya, A(,s]\overline A \subseteq \intoc{-\infty}{s}: sebab setengah garisnya tertutup dan memuat AA; sehingga setiap unsur A\overline A bernilai s\leq s, yang memberikan supAs\sup\overline A \leq s. Jadi sama.

Adapun sAs \in \overline A: menurut pencirian lewat ε\varepsilon (Proposisi 10.4), setiap selang (sε,s+ε)\intoo{s - \varepsilon}{s + \varepsilon} memuat sebuah unsur AA: jadi ss bersifat lekat.

Latihan 12.9 ★★★

Buktikan bahwa satu-satunya himpunan bagian R\R yang sekaligus terbuka dan tertutup adalah \emptyset dan R\R. Petunjuk: andaikan AA terbuka, tertutup, dengan AA \neq \emptyset dan RA\R \setminus A \neq \emptyset; pilihlah aAa \in A, bAb \notin A, katakanlah a<ba < b, lalu tinjaulah s=sup(A[a,b])s = \sup\,(A \cap \intcc{a}{b}); putuskanlah apakah ss dapat termasuk AA atau komplemennya.

Solusi

Solusi Latihan 12.9.

Andaikan AA terbuka dan tertutup, dengan aAa \in A dan bRAb \in \R \setminus A; tanpa mengurangi keumumannya a<ba < b. Himpunan B=A[a,b]B = A \cap \intcc{a}{b} tak kosong (karena aa), dan terbatas: misalkan s=supBs = \sup B. Menurut Latihan 12.8, sBA=As \in \overline B \subseteq \overline A = A (karena AA tertutup). Perhatikan sbs \leq b, dan karena bAb \notin A: maka s<bs < b. Sekarang AA terbuka: sehingga suatu selang (sr,s+r)\intoo{s - r}{s + r} terletak di AA, dan kita boleh mengambil r<bsr < b - s. Maka s+r2s + \frac{r}{2} termasuk A[a,b]=BA \cap \intcc{a}{b} = B dan melampaui ss — yang bertentangan dengan s=supBs = \sup B. Jadi tak ada pasangan (a,b)(a, b) yang demikian: sehingga salah satu dari AA dan RA\R \setminus A bersifat kosong.

Latihan 12.10 ★★★

(Struktur himpunan terbuka) Misalkan URU \subseteq \R terbuka dan tak kosong. Untuk xUx \in U, misalkan IxI_x gabungan semua selang terbuka yang memuat xx dan termuat UU. Buktikan bahwa IxI_x merupakan selang terbuka, bahwa dua himpunan IxI_x, IyI_y sama atau saling lepas, dan bahwa UU merupakan gabungan atas selang terbuka yang saling lepas dan terbilang banyaknya (pilihlah satu bilangan rasional pada masing-masingnya).

Solusi

Solusi Latihan 12.10.

Himpunan IxI_x merupakan gabungan selang terbuka yang semuanya memuat xx: sehingga ia terbuka, dan ia sebuah selang, karena cembung — sebab jika u<z<vu < z < v dengan u,vIxu, v \in I_x, maka uu dan vv terletak pada subselang terbuka JuxJ_u \ni x, JvxJ_v \ni x dari UU, dan JuJvJ_u \cup J_v merupakan selang (karena keduanya memuat xx) di dalam UU yang memuat zz; sehingga zIxz \in I_x (Proposisi 10.19).

Jika IxIyI_x \cap I_y \neq \emptyset: maka IxIyI_x \cup I_y merupakan selang terbuka (yang cembung, karena dua selang yang bertindihan) yang termuat UU dan memuat xx maupun yy, sehingga IxIyIxI_x \cup I_y \subseteq I_x dan Iy\subseteq I_y menurut kemaksimalan masing-masingnya: jadi Ix=IyI_x = I_y.

Jadi UU merupakan gabungan lepas atas himpunan IxI_x yang berbeda-beda (karena setiap xUx \in U terletak di IxI_x-nya sendiri). Keterbilangannya: setiap selang terbuka II yang tak kosong pada keluarganya memuat sebuah bilangan rasional qIq_I (Teorema 10.14), dan selang lepas yang berbeda memperoleh bilangan rasional yang berbeda: sehingga keluarganya terinjeksi ke Q\Q, yang terbilang (karena ia terindeks oleh pasangan bilangan bulat). Jadi selangnya paling banyak terbilang.

Latihan 12.11 ★★

Sebuah titik xRx \in \R disebut titik akumulasi AA bila setiap persekitaran xx berpotongan dengan A{x}A \setminus \{x\}; dan himpunannya adalah himpunan turunan AA'. Buktikan bahwa A=AA\overline A = A \cup A', dan bahwa AA tertutup jika dan hanya jika AAA' \subseteq A. Tentukan AA' untuk A={1n:nN}A = \{\frac 1n : n \in \N^*\}, untuk A=ZA = \Z, dan untuk A=QA = \Q.

Solusi

Solusi Latihan 12.11.

Klaimnya A=AA\overline A = A \cup A'. (\supseteq) Selalu AAA \subseteq \overline A; dan jika xAx \in A', maka setiap persekitaran xx berpotongan dengan A{x}AA \setminus \{x\} \subseteq A, sehingga xx bersifat lekat. (\subseteq) Misalkan xAx \in \overline A. Jika xAx \in A, selesai. Jika xAx \notin A, maka setiap persekitaran xx berpotongan dengan A=A{x}A = A \setminus \{x\}: jadi xAx \in A'.

Akibatnya AA tertutup     \iff A=A=AAA = \overline A = A \cup A'     \iff AAA' \subseteq A.

A={1n}A = \{\frac 1n\}: di sini 00 merupakan titik akumulasi (karena 1n0\frac 1n \to 0, dengan suku 0\neq 0); sedangkan setiap 1n\frac 1n terasing (Latihan 12.7), sehingga tak termasuk AA'; dan sebuah titik xA{0}x \notin A \cup \{0\} mempunyai seluruh selang yang menghindari AA (yaitu di antara kedua tetangga xx pada A{0}A \cup \{0\}, atau di luar 11). Jadi A={0}A' = \{0\}.

Z=\Z' = \emptyset: karena setiap bilangan bulat terasing, dan setiap yang bukan bilangan bulat mempunyai persekitaran di dalam RZ\R \setminus \Z.

Q=R\Q' = \R: karena setiap selang di sekitar sebarang bilangan real memuat tak hingga banyak bilangan rasional (Teorema 10.14), khususnya satu yang berbeda dari pusatnya.

Latihan 12.12 ★★★

Untuk ARA \subseteq \R yang tak kosong, definisikan dA(x)=inf{xa:aA}d_A(x) = \inf\{\abs{x - a} : a \in A\}. Buktikan:

  1. dA(x)dA(y)xy\abs{d_A(x) - d_A(y)} \leq \abs{x - y} untuk setiap x,yx, y (jadi dAd_A bersifat Lipschitz-11);
  2. dA(x)=0d_A(x) = 0 jika dan hanya jika xAx \in \overline A; khususnya, jika FF tertutup dan xFx \notin F, maka dF(x)>0d_F(x) > 0;
  3. untuk setiap ε>0\varepsilon > 0, himpunan Vε={x:dF(x)<ε}V_\varepsilon = \{x : d_F(x) < \varepsilon\} bersifat terbuka, memuat FF, dan ε>0Vε=F\bigcap_{\varepsilon > 0} V_\varepsilon = F untuk FF yang tertutup: jadi setiap himpunan tertutup merupakan irisan terbilang atas himpunan terbuka.
Solusi

Solusi Latihan 12.12.

  1. Untuk setiap aAa \in A: xaxy+ya\abs{x - a} \leq \abs{x - y} + \abs{y - a}, sehingga dA(x)xy+yad_A(x) \leq \abs{x - y} + \abs{y - a}; lalu mengambil infimum atas aa: dA(x)xy+dA(y)d_A(x) \leq \abs{x - y} + d_A(y). Menukar xx dan yy memberikan ketaksamaan yang lain: dA(x)dA(y)xy\abs{d_A(x) - d_A(y)} \leq \abs{x - y}.
  2. dA(x)=0d_A(x) = 0     \iff untuk setiap ε>0\varepsilon > 0 ada aAa \in A dengan xa<ε\abs{x - a} < \varepsilon     \iff setiap selang di sekitar xx berpotongan dengan AA     \iff xAx \in \overline A. Jika FF tertutup dan xF=Fx \notin F = \overline F, maka dF(x)0d_F(x) \neq 0, yakni dF(x)>0d_F(x) > 0.
  3. Jika dF(x)<εd_F(x) < \varepsilon, tetapkan r=εdF(x)>0r = \varepsilon - d_F(x) > 0: maka untuk yx<r\abs{y - x} < r, bagian (1) memberikan dF(y)dF(x)+xy<εd_F(y) \leq d_F(x) + \abs{x - y} < \varepsilon: jadi selang (xr,x+r)\intoo{x - r}{x + r} terletak di VεV_\varepsilon, sehingga ia terbuka; dan ia memuat FF karena dF=0d_F = 0 di sana. Akhirnya xε>0Vεx \in \bigcap_{\varepsilon>0} V_\varepsilon     \iff dF(x)<εd_F(x) < \varepsilon untuk setiap ε\varepsilon     \iff dF(x)=0d_F(x) = 0     \iff xF=Fx \in \overline F = F. Dan karena ε>0Vε=n1V1/n\bigcap_{\varepsilon > 0} V_\varepsilon = \bigcap_{n \geq 1} V_{1/n}, setiap himpunan tertutup merupakan irisan terbilang atas himpunan terbuka.

12.5 Soal: Himpunan Cantor, kecil dan raksasa sekaligus

Soal 12.1

Soal akhir pekan — himpunan Cantor sepertiga tengah: panjang nol, takterbilang, sempurna, dan C+C=[0,2]C + C = \intcc{0}{2}

Buanglah dari [0,1]\intcc{0}{1} sepertiga tengahnya yang terbuka, lalu sepertiga tengah setiap ruas yang tersisa, dan ulangilah selamanya: yang bertahan adalah himpunan Cantor CC, yaitu pabrik contoh penyangkal yang mendasar dalam analisis. Soal ini membangunnya, membacanya lewat mesin basis 33 pada Soal 10.1, lalu menegakkan potret paradoksalnya: panjang totalnya nol, namun takterbilang; interiornya kosong, namun tanpa titik yang terasing; terputus seluruhnya, namun C+CC + C mengisi seluruh ruas [0,2]\intcc{0}{2}. Secara resmi: C0=[0,1]C_0 = \intcc{0}{1}, dan Cn+1C_{n+1} diperoleh dari CnC_n dengan menghapus sepertiga tengah yang terbuka dari setiap ruas CnC_n; akhirnya C=n0CnC = \bigcap_{n \geq 0} C_n. Di sepanjang soal ini, sandi terner bagi x[0,1]x \in \intcc{0}{1} adalah sebarang untaian angka (dk)k1(d_k)_{k\geq1} dengan dk{0,1,2}d_k \in \{0, 1, 2\} yang nilainya supnk=1ndk3k\sup_n \sum_{k=1}^n d_k 3^{-k} sama dengan xx — adapun sandi yang tak sejati (yang akhirnya 22) diperbolehkan; dan menurut Soal 10.1 (pertanyaan 9–11), setiap x[0,1]x \in \intcc{0}{1} mempunyai satu atau dua sandi, dan dua tepat ketika x=m/3N(0,1)x = m/3^N \in \intoo{0}{1}.

Bagian I — Konstruksinya.

  1. Perikan C1C_1 dan C2C_2 secara eksplisit sebagai gabungan ruas, lalu buktikan lewat induksi: bahwa CnC_n merupakan gabungan lepas atas 2n2^n ruas tertutup, yang masing-masingnya berpanjang 3n3^{-n}.
  2. Tunjukkan bahwa CC tertutup, terbatas — sehingga kompak (Teorema 12.19) — tak kosong, dan bahwa setiap titik ujung setiap ruas setiap CnC_n termasuk CC.
  3. Panjang total CnC_n adalah (23)n\bigl(\frac23\bigr)^n. Simpulkan bahwa untuk setiap ε>0\varepsilon > 0, himpunan CC dapat diselimuti oleh ruas yang berhingga banyak dengan panjang total ε\leq \varepsilon: jadi himpunan Cantor berpanjang nol.
  4. Tunjukkan bahwa selang yang termuat CC berpanjang 3n\leq 3^{-n} untuk setiap nn, sehingga ia singleton atau kosong: jadi C˚=\mathring C = \emptyset. Karena tertutup dengan interior yang kosong, CC bersifat tak padat di mana pun.

Bagian II — Sandi ternernya.

  1. Buktikan rekursi keserupaan dirinya

    Cn+1=13Cn(23+13Cn),sehinggaC=13C(23+13C),C_{n+1} = \tfrac13 C_n \,\cup\, \bigl(\tfrac23 + \tfrac13 C_n\bigr), \qquad\text{sehingga}\qquad C = \tfrac13 C \,\cup\, \bigl(\tfrac23 + \tfrac13 C\bigr),

    dengan kedua kepingannya saling lepas: jadi CC adalah dua salinan dirinya sendiri pada skala 13\frac13.

  2. Buktikan lewat induksi pada nn: bahwa xCnx \in C_n jika dan hanya jika xx mempunyai sandi terner yang nn angka pertamanya terletak di {0,2}\{0, 2\}. Lalu simpulkan, dengan memakai kenyataan bahwa xx mempunyai paling banyak dua sandi: bahwa xCx \in C jika dan hanya jika xx mempunyai sandi tanpa angka yang sama dengan 11 (yaitu sandi bebas-11).
  3. Sandi dalam kerja: berikanlah sandi bebas-11 bagi 00, 11, 13\frac13, 23\frac23; tunjukkan 14=(0.02)3\frac14 = (0.\overline{02})_3 dan 34=(0.20)3\frac34 = (0.\overline{20})_3, sehingga keduanya termasuk CC; lalu periksalah bahwa 14\frac14 bukan titik ujung CnC_n mana pun (karena titik ujung berbentuk m/3nm/3^n).
  4. Tunjukkan bahwa setiap xCx \in C mempunyai tepat satu sandi bebas-11 (ketika xx mempunyai dua sandi, buktikan bahwa tepat satu dari pasangannya memuat angka 11). Simpulkan: bahwa pemetaan nilainya merupakan bijeksi dari untaian {0,2}\{0,2\} pada CC.
  5. (Diagonal) Misalkan kxkk \mapsto x_k sebarang pemetaan NC\N^* \to C. Bangunlah untaian {0,2}\{0, 2\} yang berbeda pada indeks kk dari sandi xkx_k, lalu simpulkan bahwa CC takterbilang — sedangkan sebaliknya, pertanyaan 3 mengatakan bahwa ia terabaikan secara metrik.

Bagian III — Potret topologinya.

  1. Rakitlah catatan sejauh ini: bahwa CC kompak, takterbilang, berpanjang nol, dan tak padat di mana pun. Pemuatan tunggal CCnC \subseteq C_n yang mana yang membawa masing-masing sifatnya?
  2. (CC bersifat sempurna) Misalkan xCx \in C dengan sandi bebas-11 (dk)(d_k). Membalikkan angkanya dnd_n (020 \leftrightarrow 2) menghasilkan xnCx_n \in C dengan xnx=23n\abs{x_n - x} = 2 \cdot 3^{-n}. Simpulkan bahwa CC tak mempunyai titik terasing: bahwa setiap titik CC merupakan limit titik lain pada CC.
  3. Tunjukkan bahwa titik ujung pada pertanyaan 2 membentuk himpunan bagian CC yang terbilang dan padat (pengallah sandinya setelah nn angka lalu lanjutkan dengan 00; adapun keterbilangannya seperti pada Latihan 12.10). Simpulkan: bahwa titik yang khas pada CC — seperti 14\frac14bukan titik ujung: jadi titik ujung merupakan kerangka terbilang di dalam tubuh yang takterbilang.
  4. (Terputus seluruhnya) Misalkan x<yx < y di CC. Pilihlah nn dengan 3n<yx3^{-n} < y - x lalu hasilkan sebuah titik z(x,y)z \in \intoo{x}{y} dengan zCz \notin C. Simpulkan bahwa satu-satunya selang tak kosong yang termuat CC adalah singleton.

Bagian IV — Aritmetika CC.

  1. Tunjukkan 1C=C1 - C = C (apa yang dilakukan x1xx \mapsto 1 - x terhadap sandi bebas-11? ingatlah 1=(0.2)31 = (0.\overline{2})_3).
  2. (Penjumlahan sandi) Tunjukkan bahwa jika xx, xx' bersandi (ak)(a_k), (bk)(b_k), maka x+x=limn(tn+tn)x + x' = \lim_n\,(t_n + t'_n) dengan tn,tnt_n, t'_n jumlah parsialnya. Simpulkan: bahwa setiap y[0,1]y \in \intcc{0}{1} merupakan titik tengah dua titik CC — karena diberikan sandi (ek)(e_k) bagi yy, pilihlah angka ak,bk{0,2}a_k, b_k \in \{0, 2\} dengan ak+bk2=ek\frac{a_k + b_k}{2} = e_k.
  3. Simpulkan C+C=[0,2]C + C = \intcc{0}{2} dan, dengan pertanyaan 14, CC=[1,1]C - C = \intcc{-1}{1}. Contoh konkretnya: tulislah 11 sebagai jumlah dua bukan titik ujung yang ditemukan pada pertanyaan 7.
  4. Renungkanlah: sebuah himpunan berpanjang nol yang himpunan selisihnya mengisi [1,1]\intcc{-1}{1}. Mengapa tak ada pertentangan antara “CC terabaikan secara metrik” dan “C+CC + C berpanjang penuh”? (Satu kalimat; pikirkanlah apa yang dikendalikan panjang dan apa yang tidak.)

Bagian V — Anggotanya, yang rasional dan yang irasional.

  1. Gabungkan pertanyaan 8 dengan kriteria keperiodikan pada Soal 10.1: bahwa titik CC bersifat rasional jika dan hanya jika sandi bebas-11-nya periodik pada akhirnya. Jalankanlah pembagian panjang basis 33 untuk memeriksa 113=(0.002)3C\frac1{13} = (0.\overline{002})_3 \in C.
  2. Hasilkan sebuah anggota CC yang irasional secara eksplisit: yaitu nilai sandi dengan dk=2d_k = 2 pada posisi segitiga k=j(j+1)2k = \frac{j(j+1)}{2} dan dk=0d_k = 0 di tempat lain. Benarkanlah keirasionalannya lewat argumen jarak yang tumbuh pada Soal 10.1 (pertanyaan 20).
  3. (Pada seluruh ruasnya) Tinjaulah hh yang memetakan titik CC bersandi bebas-11 (dk)(d_k) ke nilai untaian biner (dk2)\bigl(\frac{d_k}2\bigr), yakni h(x)=supnk=1ndk22kh(x) = \sup_n \sum_{k=1}^n \frac{d_k}{2}\,2^{-k}. Tunjukkan bahwa hh memetakan CC pada [0,1]\intcc{0}{1}. Jadi CC yang terabaikan itu surjektif pada sebuah ruas yang berpanjang penuh — yaitu bukti kedua bahwa CC takterbilang.
  4. (Panjang yang serupa diri) Andaikan suatu gagasan panjang LL terdefinisi bagi CC dan salinan susutannya, yang menghormati penskalaan (L(λA)=λL(A)L(\lambda A) = \lambda L(A)), kekekalan terhadap translasi, dan keaditifan atas penguraian lepas pada pertanyaan 5. Tunjukkan bahwa lalu L(C)=23L(C)L(C) = \frac23\,L(C), yang memaksa L(C)=0L(C) = 0: jadi keserupaan diri saja sudah menghukum CC menjadi berpanjang nol.

Bagian VI — Sepupunya yang gemuk, dan moralnya.

  1. (Himpunan Cantor yang gemuk) Ulangilah konstruksinya, tetapi pada tahap nn (n=0,1,2,n = 0, 1, 2, \dots) buanglah dari masing-masing 2n2^n ruas yang ada sebuah selang terbuka di tengahnya yang berpanjang 4(n+1)4^{-(n+1)} saja. Tunjukkan bahwa panjang ruasnya lnl_n menuruti ln+1=ln4(n+1)2l_{n+1} = \frac{l_n - 4^{-(n+1)}}{2}, ln=2n+124n>0l_n = \frac{2^n + 1}{2\cdot 4^n} > 0, bahwa hasilnya K=KnK = \bigcap K_n kompak dengan interior yang kosong, dan bahwa panjang total yang terbuang adalah n02n4(n+1)=12\sum_{n\geq0} 2^n 4^{-(n+1)} = \frac12. Dengan menerima keaditifan panjang bagi gabungan hingga atas selang (yang intuitif, dan dibahas pada Tahun ke-3), lalu memakai kedua pernyataan Contoh 12.20, tunjukkan bahwa sebarang keluarga hingga selang terbuka yang menyelimuti KK berpanjang total 12\geq \frac12: jadi KK tak padat di mana pun tetapi tak terabaikan. Jadi kekecilan mempunyai beberapa makna yang tak setara.
  2. (Jarak) Tunjukkan bahwa untuk FRF \subseteq \R yang tertutup dan tak kosong serta xRx \in \R, infimum d(x,F)d(x, F) bersifat tercapai (lewat barisan peminimum ditambah Bolzano–Weierstrass). Lalu hitunglah

    maxy[0,1]d(y,C)=16,\max_{y \in \intcc{0}{1}} d(y, C) = \frac16 ,

    yang tercapai persis di pusatnya y=12y = \frac12 (karena titik pada celah yang tercipta pada tahap nn berada dalam jarak 3n2\frac{3^{-n}}{2} dari titik ujung celahnya, yang terletak di CC).

  3. (Setiap titik menjadi limit subbarisan) Dengan memakai pertanyaan 12 dan 2, hasilkan satu barisan tunggal di CC yang himpunan limit subbarisannya adalah seluruh CC. (Bandingkanlah: bagi barisan yang konvergen himpunan itu satu titik — sedangkan CC mewujudkan ujung yang berlawanan di antara yang kompak.)
  4. Sintesis, satu kalimat untuk masing-masing: (i) teorema bab ini yang mana yang benar-benar dipakai konstruksinya (kestabilan himpunan tertutup, kekompakan, dan pencirian lewat barisan)? (ii) daftarkanlah keempat pasangan paradoksal pada potretnya (panjang nol/takterbilang, tertutup/interior kosong, sempurna/terputus seluruhnya, terabaikan/C+CC+C penuh); (iii) di manakah CC muncul kembali nanti (yaitu tangga setan yang dibangun di atas hh pada teori kekontinuan, dan teori ukuran pada jilid Tahun ke-3, yang di situ CC memisahkan “terbilang” dari “terabaikan”)?
Solusi

Solusi Soal 12.1.

1. Di sini C1=[0,13][23,1]C_1 = \intcc{0}{\frac13} \cup \intcc{\frac23}{1} dan

C2=[0,19][29,13][23,79][89,1].C_2 = \intcc{0}{\tfrac19} \cup \intcc{\tfrac29}{\tfrac13} \cup \intcc{\tfrac23}{\tfrac79} \cup \intcc{\tfrac89}{1} .

Lewat induksi: jika CnC_n merupakan gabungan lepas atas 2n2^n ruas tertutup yang berpanjang 3n3^{-n}, maka menghapus sepertiga tengahnya yang terbuka dari masing-masingnya menyisakan dua ruas tertutup berpanjang 3n13^{-n-1} per induknya: sehingga 2n+12^{n+1} ruas, yang saling lepas (karena anak dari induk yang berbeda terpisah sebab induknya sudah terpisah; sedangkan anak dari satu induk terpisah oleh celah yang dibuang).

2. Setiap CnC_n merupakan gabungan hingga atas ruas, sehingga tertutup; lalu C=CnC = \bigcap C_n merupakan irisan himpunan tertutup: jadi tertutup (Definisi 12.5); dan terbatas (karena [0,1]\subseteq \intcc{0}{1}): sehingga kompak menurut Teorema 12.19. Tak kosong: karena 00 terletak di ruas paling kiri setiap CnC_n. Misalkan aa titik ujung sebuah ruas SS pada CnC_n. Untuk mnm \leq n, aCnCma \in C_n \subseteq C_m. Adapun untuk tahap berikutnya: penghapusan sepertiga tengahnya tak pernah membuang titik ujung, dan aa kembali menjadi titik ujung salah satu dari kedua anak SS (yaitu anak yang menyentuh aa); sehingga lewat induksi aCma \in C_m untuk setiap mnm \geq n: jadi aCa \in C.

3. Panjang total CnC_n: 2n3n=(23)n02^n \cdot 3^{-n} = (\frac23)^n \to 0. Diberikan ε>0\varepsilon > 0, pilihlah nn dengan (23)nε(\frac23)^n \leq \varepsilon: maka CCnC \subseteq C_n, yaitu gabungan atas ruas yang berhingga banyak dengan panjang total ε\leq \varepsilon.

4. Misalkan ICI \subseteq C sebuah selang dengan dua titik yang berbeda. Untuk setiap nn: ICnI \subseteq C_n, dan II, karena cembung, harus terletak di dalam satu ruas CnC_n (karena berpotongan dengan dua ruas akan memaksa II memuat sebuah titik celah di antara keduanya, yang berada di luar CnC_n). Sehingga panjang II bernilai 3n\leq 3^{-n} untuk setiap nn: yang bertentangan. Jadi satu-satunya selang di dalam CC adalah yang kosong atau singleton; khususnya tak ada (xr,x+r)\intoo{x-r}{x+r} yang muat di dalam CC: jadi C˚=\mathring C = \emptyset. Dan karena CC tertutup, C=C\overline C = C berinterior kosong: sehingga CC tak padat di mana pun.

5. Tulislah φ0(x)=x3\varphi_0(x) = \frac x3 dan φ2(x)=2+x3\varphi_2(x) = \frac{2 + x}{3}, yaitu bijeksi afin yang naik dari [0,1]\intcc{0}{1} pada [0,13]\intcc{0}{\frac13} dan [23,1]\intcc{\frac23}{1}. Klaimnya: Cn+1=φ0(Cn)φ2(Cn)C_{n+1} = \varphi_0(C_n) \cup \varphi_2(C_n). Untuk n=0n = 0 inilah pertanyaan 1. Lewat induksi: pemetaan afin yang naik mengirim sepertiga tengah sebuah ruas ke sepertiga tengah ruas petanya, sehingga menghapus sepertiga tengah berkomutasi dengan φ0\varphi_0 dan φ2\varphi_2; lalu menerapkan langkah penghapusannya pada Cn+1=φ0(Cn)φ2(Cn)C_{n+1} = \varphi_0(C_n) \cup \varphi_2(C_n) menghasilkan Cn+2=φ0(Cn+1)φ2(Cn+1)C_{n+2} = \varphi_0(C_{n+1}) \cup \varphi_2(C_{n+1}). Lalu mengiriskan atas nn: untuk x13x \leq \frac13, xC    xφ0(Cn)x \in C \iff x \in \varphi_0(C_n) untuk setiap nn     3xCn=C\iff 3x \in \bigcap C_n = C; demikian pula pada [23,1]\intcc{\frac23}{1}; dan tak ada titik (13,23)\intoo{\frac13}{\frac23} yang terletak di C1C_1. Jadi C=φ0(C)φ2(C)C = \varphi_0(C) \cup \varphi_2(C), secara lepas.

6. Lewat induksi pada nn; adapun kasus n=0n = 0 mengatakan bahwa setiap x[0,1]x \in \intcc{0}{1} mempunyai sandi, dan itulah Soal 10.1 (pertanyaan 9 untuk x<1x < 1; sedangkan 1=(0.2)31 = (0.\overline 2)_3). Andaikan kesetaraannya berlaku pada peringkat nn. Jika xCn+1x \in C_{n+1}: maka menurut pertanyaan 5, x=φi(z)x = \varphi_i(z) dengan zCnz \in C_n dan i{0,2}i \in \{0, 2\}; lalu jika (ek)(e_k) sandi zz yang nn angka pertamanya bebas-11, maka (i,e1,e2,)(i, e_1, e_2, \dots) berjumlah parsial i3+13kmek3kφi(z)=x\frac i3 + \frac13\sum_{k\leq m} e_k 3^{-k} \to \varphi_i(z) = x: yaitu sandi xx dengan n+1n + 1 angka pertamanya bebas-11. Sebaliknya, jika xx mempunyai sandi (dk)(d_k) dengan d1,,dn+1{0,2}d_1, \dots, d_{n+1} \in \{0, 2\}: maka untaian tergesernya (d2,d3,)(d_2, d_3, \dots) bernilai suatu z[0,1]z \in \intcc{0}{1}, yang nn angka pertamanya bebas-11, dan perhitungan jumlah parsialnya yang dibaca mundur memberikan x=φd1(z)x = \varphi_{d_1}(z); lalu lewat induksi zCnz \in C_n, sehingga xCn+1x \in C_{n+1} menurut pertanyaan 5. Akhirnya: sandi yang seluruhnya bebas-11 menaruh xx di setiap CnC_n, sehingga di CC; sebaliknya jika xCx \in C, maka untuk setiap nn salah satu dari paling banyak dua sandi xx (Soal 10.1, pertanyaan 11) mempunyai nn angka pertamanya bebas-11; lalu satu sandi yang tetap pasti berlaku untuk nn yang sebesar-besarnya (menurut sarang merpati di antara kedua sandinya), dan sandi yang nn angka pertamanya bebas-11 untuk nn yang sebesar-besarnya bersifat bebas-11 sepenuhnya.

7. Di sini 0=(0.0)30 = (0.\overline 0)_3, 1=(0.2)31 = (0.\overline 2)_3, 13=(0.02)3\frac13 = (0.0\overline{2})_3 (yaitu kembaran tak sejati dari (0.1)3(0.1)_3), dan 23=(0.20)3\frac23 = (0.2\overline{0})_3. Lewat jumlah geometrinya:

(0.02)3=j129j=2/911/9=14,(0.20)3=j1239j1=2/311/9=34,(0.\overline{02})_3 = \sum_{j\geq1} \frac{2}{9^{\,j}} = \frac{2/9}{1 - 1/9} = \frac14 , \qquad (0.\overline{20})_3 = \sum_{j\geq1} \frac{2}{3\cdot 9^{\,j-1}} = \frac{2/3}{1 - 1/9} = \frac34 ,

keduanya bebas-11: jadi 14,34C\frac14, \frac34 \in C. (Adapun jumlah tak hingganya menyingkat supremum jumlah parsialnya, seperti pada Soal 10.1.) Titik ujung ruas CnC_n berbentuk m/3nm/3^n (lewat induksi: karena titik ujung anaknya adalah titik ujung induknya atau berbeda dari salah satunya sejauh kelipatan 3n13^{-n-1}). Jika 14=m3n\frac14 = \frac{m}{3^n} maka 3n=4m3^n = 4m, padahal 43n4 \nmid 3^n: yang mustahil. Jadi 14C\frac14 \in C tanpa pernah menjadi titik ujung.

8. Andaikan xx mempunyai dua sandi bebas-11 yang berbeda. Mempunyai dua sandi sama sekali berarti (menurut Soal 10.1, pertanyaan 11, basis 33) bahwa x=m/3N(0,1)x = m/3^N \in \intoo{0}{1} dan kedua sandinya adalah: yang berakhir, dengan angka taknol terakhirnya dN{1,2}d_N \in \{1, 2\} lalu disusul 00, beserta kembarannya, dengan dN1d_N - 1 pada posisi NN lalu disusul 22. Jika dN=1d_N = 1 maka yang pertama memuat 11; sedangkan jika dN=2d_N = 2 maka kembarannya membawa dN1=1d_N - 1 = 1. Bagaimanapun paling banyak satu dari pasangannya bebas-11: yang bertentangan. Jadi setiap xCx \in C mempunyai tepat satu sandi bebas-11 (dengan keberadaannya menurut pertanyaan 6), dan untaian {0,2}\{0,2\} yang berbeda bernilai berbeda. Adapun setiap untaian {0,2}\{0,2\} bernilai di [0,1]\intcc{0}{1} (karena jumlah parsialnya 1\leq 1) dengan semua awalannya bebas-11, sehingga nilainya berada di setiap CnC_n, yakni di CC: jadi pemetaan nilainya merupakan bijeksi dari untaian {0,2}\{0,2\} pada CC.

9. Misalkan (d(k))(d^{(k)}) sandi bebas-11 bagi xkx_k lalu tetapkan ek=2dk(k){0,2}e_k = 2 - d^{(k)}_k \in \{0, 2\}: yaitu untaian {0,2}\{0,2\} yang nilainya yy terletak di CC dan mempunyai (ek)(e_k) sebagai sandi bebas-11 tunggalnya (pertanyaan 8). Untuk setiap kk sandi yy dan xkx_k berbeda pada posisi kk, sehingga yxky \neq x_k: jadi tak ada pemetaan NC\N^* \to C yang surjektif. Yaitu himpunan takterbilang yang berpanjang nol: besar menurut kardinalitasnya, kecil menurut ukurannya — serentak.

10. Kekompakannya: yaitu ketertutupan irisan tak hingganya ditambah keterbatasannya (pertanyaan 2) — itulah satu sifat yang tak dibawa oleh satu pemuatan tunggal. Panjang nolnya: dari CCnC \subseteq C_n yang berpanjang total (23)n(\frac23)^n (pertanyaan 3). Ketakpadatannya di mana pun: karena CCnC \subseteq C_n memaksa selang di dalam CC berpanjang 3n\leq 3^{-n} (pertanyaan 4). Sedangkan ketakterbilangannya sama sekali tak menumpang pada pemuatan: ia memerlukan seluruh struktur irisannya, yang tersandikan pada bijeksi pertanyaan 8.

11. Balikkan dnd_n menjadi 2dn2 - d_n: maka untaian barunya tetap untaian {0,2}\{0,2\}, sehingga nilainya xnx_n terletak di CC; dan jumlah parsial di luar peringkat nn berselisih persis 23n2\cdot3^{-n}, sehingga xnx=23n\abs{x_n - x} = 2\cdot3^{-n}. Jadi xnxx_n \neq x dan xnxx_n \to x: sehingga setiap titik CC merupakan limit titik lain pada CC — jadi CC bersifat sempurna, tanpa titik yang terasing.

12. Menurut induksi pertanyaan 5, ruas CnC_n tepat berupa [t,t+3n]\intcc{t}{t + 3^{-n}} dengan tt menjelajahi nilai untaian berpanjang nn atas {0,2}\{0,2\}. Diberikan xCx \in C bersandi (dk)(d_k), maka pemenggalannya tnt_n (yaitu angka d1dnd_1 \dots d_n lalu 00) merupakan titik ujung kiri, dan 0xtn3n0 \leq x - t_n \leq 3^{-n}: jadi titik ujungnya padat di CC. Mereka membentuk himpunan bagian {m/3n:m,n}\{m/3^n : m, n\}, yaitu himpunan yang terindeks oleh pasangan bilangan bulat, sehingga terbilang (seperti untuk Q\Q pada Latihan 12.10). Dan karena CC takterbilang (pertanyaan 9), semua titik CC kecuali yang terbilang banyaknya bukan titik ujung — adapun 14\frac14 (pertanyaan 7) adalah pucuk gunung es itu yang kasatmata.

13. Pilihlah nn dengan 3n<yx3^{-n} < y - x. Keduanya x,yCnx, y \in C_n, dan keduanya tak dapat terletak pada ruas yang sama (karena panjangnya 3n<yx3^{-n} < y - x): sehingga celah yang dibuang di antara ruasnya menyediakan zz dengan x<z<yx < z < y dan zCnCz \notin C_n \supseteq C. Jadi sebarang dua titik CC terpisah oleh komplemennya: sehingga satu-satunya himpunan bagian CC yang cembung adalah singleton — jadi CC terputus seluruhnya.

14. Jika (dk)(d_k) sandi bebas-11 bagi xx, maka untaian (2dk)(2 - d_k) kembali menjadi untaian {0,2}\{0,2\}, dengan jumlah parsial

k=1n(2dk)3k=(13n)k=1ndk3k1x:\sum_{k=1}^{n} (2 - d_k)3^{-k} = (1 - 3^{-n}) - \sum_{k=1}^n d_k 3^{-k} \longrightarrow 1 - x :

sehingga 1xC1 - x \in C. Jadi 1CC1 - C \subseteq C, lalu menerapkan petanya dua kali memberikan 1C=C1 - C = C: sehingga himpunan Cantor setangkup terhadap 12\frac12.

15. Jumlah parsialnya tnxt_n \to x dan tnxt'_n \to x' (karena barisan yang naik konvergen ke supremumnya, yakni nilainya), sehingga tn+tnx+xt_n + t'_n \to x + x' menurut Teorema 11.5. Diberikan y[0,1]y \in \intcc{0}{1} dengan sandi (ek)(e_k), pilihlah (ak,bk)=(0,0),(0,2),(2,2)(a_k, b_k) = (0,0), (0,2), (2,2) menurut ek=0,1,2e_k = 0, 1, 2: maka ak+bk=2eka_k + b_k = 2e_k, sehingga untaian (ak)(a_k), (bk)(b_k) merupakan untaian {0,2}\{0,2\} dengan nilai x,xCx, x' \in C, dan

x+x=limn(tn+tn)=limn2k=1nek3k=2y:x + x' = \lim_n\,(t_n + t'_n) = \lim_n 2\sum_{k=1}^n e_k 3^{-k} = 2y :

jadi setiap y[0,1]y \in \intcc{0}{1} merupakan titik tengah dua titik CC.

16. Pertanyaan 15 memberikan [0,2]=2[0,1]C+C\intcc{0}{2} = 2\,\intcc{0}{1} \subseteq C + C, dan C+C[0,1]+[0,1]=[0,2]C + C \subseteq \intcc{0}{1} + \intcc{0}{1} = \intcc{0}{2}: jadi sama. Lalu, dengan memakai 1C=C1 - C = C:

CC=C+(C1)=(C+C)1=[1,1].C - C = C + (C - 1) = (C + C) - 1 = \intcc{-1}{1} .

Contoh konkretnya: 1=14+341 = \frac14 + \frac34, yaitu jumlah dua anggota CC yang bukan titik ujung.

17. Panjang mengukur seberapa banyak garisnya yang ditempati himpunannya sendiri; ia tak mengatakan apa pun tentang himpunan jumlahnya, yang merupakan peta dari keluarga berparameter dua C×CC \times C di bawah (x,x)x+x(x, x') \mapsto x + x' — karena kedua untaian angkanya dipilih secara saling bebas, dan kebebasan itulah yang persis mengisi [0,2]\intcc{0}{2}. Tak ada teorema yang membatasi panjang himpunan jumlah oleh panjang penjumlahnya, dan CC adalah buktinya bahwa tak akan pernah ada.

18. Menurut Soal 10.1 (pertanyaan 18), xx rasional jika dan hanya jika ekspansi sejatinya periodik pada akhirnya. Adapun sandi bebas-11 bagi xCx \in C entah ekspansi sejati itu entah kembaran tak sejati dari yang berakhir; dan untaian yang berakhir beserta kembarannya (yang akhirnya 22 terus) sama-sama periodik pada akhirnya, sehingga keperiodikan sandi bebas-11-nya setara dengan kerasionalan xx. Pembagian panjang 113\frac1{13} dalam basis 33 (dengan r0=1r_0 = 1): 3=130+33 = 13\cdot0 + 3, 9=130+99 = 13\cdot0 + 9, 27=132+127 = 13\cdot2 + 1, lalu sisanya kembali ke 11: sehingga angkanya 002\overline{002}, jadi 113=(0.002)3\frac1{13} = (0.\overline{002})_3, yang bebas-11 dan periodik: yaitu anggota CC yang rasional. (Periksa: 2/2711/27=226=113\frac{2/27}{1 - 1/27} = \frac{2}{26} = \frac1{13}.)

19. Untaian dengan dk=2d_k = 2 pada posisi segitiga k=j(j+1)2k = \frac{j(j+1)}{2} dan 00 di tempat lain merupakan untaian {0,2}\{0,2\}, sehingga nilainya xx^* termasuk CC (pertanyaan 8). Ia mempunyai tak hingga banyak 22 dengan jarak j+1j + 1 \to \infty di antara yang berurutan, sehingga ia tak periodik pada akhirnya (karena periode TT akhirnya akan memaksa 22 berjarak T\leq T: yaitu argumen jarak yang tumbuh pada Soal 10.1, pertanyaan 20); lalu menurut pertanyaan 18, xQx^* \notin \Q. Dan menurut pertanyaan 9 ditambah keterbilangan Q\Q, semua anggota CC kecuali yang terbilang banyaknya bersifat irasional: jadi xx^* itu lazim, bukan kekecualian.

20. Misalkan y[0,1]y \in \intcc{0}{1}: ia mempunyai sandi biner (ck)(c_k) dengan ck{0,1}c_k \in \{0, 1\} (Soal 10.1, pertanyaan 9, basis 22; adapun y=1y = 1 memakai untaian yang seluruhnya 11). Maka (2ck)(2c_k) merupakan untaian {0,2}\{0,2\}, nilainya xx terletak di CC, dan h(x)h(x) adalah nilai (ck)(c_k), yakni yy: jadi hh memetakan CC pada [0,1]\intcc{0}{1}. Seandainya CC merupakan peta dari sebuah pemetaan dari N\N^*, maka menyusunnya dengan hh akan mendaftar seluruh [0,1)\intco{0}{1}, yang bertentangan dengan teorema diagonal pada Soal 10.1 (pertanyaan 22): jadi CC takterbilang, sekali lagi. Yaitu himpunan berpanjang nol yang surjektif pada sebuah ruas yang penuh.

21. Menurut pertanyaan 5, CC merupakan gabungan lepas atas φ0(C)\varphi_0(C) dan φ2(C)\varphi_2(C), yang masing-masingnya translasi dari salinan terskala 13C\frac13 C. Lalu keaditifan, penskalaan dan kekekalan terhadap translasi memberikan

L(C)=L(φ0(C))+L(φ2(C))=13L(C)+13L(C)=23L(C),L(C) = L(\varphi_0(C)) + L(\varphi_2(C)) = \tfrac13 L(C) + \tfrac13 L(C) = \tfrac23\,L(C),

sehingga 13L(C)=0\frac13 L(C) = 0: jadi L(C)=0L(C) = 0. Keserupaan diri saja sudah menghukum CC menjadi berpanjang nol — dan pertanyaan 3 hanya melaksanakan hukumannya.

22. Sebuah ruas berpanjang lnl_n kehilangan selang di tengahnya yang berpanjang 4(n+1)4^{-(n+1)}, sehingga menyisakan dua ruas berpanjang ln+1=ln4(n+1)2l_{n+1} = \frac{l_n - 4^{-(n+1)}}{2}; lalu dari l0=1l_0 = 1, induksi menegaskan ln=2n+124nl_n = \frac{2^n + 1}{2\cdot4^n}: memang 12(2n+124n14n+1)=2(2n+1)124n+1=2n+1+124n+1\frac12\Bigl(\frac{2^n+1}{2\cdot4^n} - \frac{1}{4^{n+1}}\Bigr) = \frac{2(2^n + 1) - 1}{2\cdot4^{n+1}} = \frac{2^{n+1} + 1}{2\cdot4^{n+1}}, dan ln>0l_n > 0 selalu: jadi konstruksinya tak pernah kelaparan. Adapun K=KnK = \bigcap K_n tertutup dan terbatas, sehingga kompak; dan selang di dalam KK terletak pada satu ruas KnK_n, yang berpanjang ln0l_n \to 0: jadi interiornya kosong. Panjang yang terbuang: n02n4(n+1)=14n0(12)n=12\sum_{n\geq0} 2^n \cdot 4^{-(n+1)} = \frac14\sum_{n\geq0}\bigl(\frac12\bigr)^n = \frac12, dan setiap KnK_n berpanjang total 2nln=2n+12n+1>122^n l_n = \frac{2^n + 1}{2^{n+1}} > \frac12. Sekarang misalkan selang terbuka yang berhingga banyak bergabungan UKU \supseteq K. Menurut pernyataan pendamping pada Contoh 12.20, UKnU \supseteq K_n untuk suatu nn; lalu dengan menerima keaditifan panjang atas gabungan hingga selang, panjang total selang penyelimutnya sekurang-kurangnya sebesar panjang KnK_n, yang melampaui 12\frac12. Jadi KK tak padat di mana pun, namun tak ada selimut yang murah: sehingga kekecilan topologi (tak padat di mana pun) dan kekecilan metrik (berpanjang nol) sungguh gagasan yang berbeda, dan KK memisahkan keduanya.

23. Ketercapaiannya: misalkan d=d(x,F)d = d(x, F) lalu pilihlah akFa_k \in F dengan xakd+1k\abs{x - a_k} \leq d + \frac1k: maka aka_k terbatas, sehingga Bolzano–Weierstrass (Teorema 11.16) mengekstrak aφ(k)aa_{\varphi(k)} \to a, dengan aFa \in F (karena FF tertutup, Teorema 12.6) dan xa=limxaφ(k)=d\abs{x - a} = \lim \abs{x - a_{\varphi(k)}} = d. Sekarang maksimumnya: jika yCy \in C, maka d(y,C)=0d(y, C) = 0; kalau tidak, yy terletak pada celah yang dibuang pada suatu tahap n1n \geq 1, yaitu selang terbuka berpanjang 3n3^{-n} yang kedua titik ujungnya termasuk CC (pertanyaan 2), sehingga d(y,C)3n216d(y, C) \leq \frac{3^{-n}}{2} \leq \frac16, dengan kesamaannya menuntut n=1n = 1 dan yy pada pusat celah (13,23)\intoo{\frac13}{\frac23}, yakni y=12y = \frac12; dan memang d(12,C)=16d\bigl(\frac12, C\bigr) = \frac16 karena C(13,23)=C \cap \intoo{\frac13}{\frac23} = \emptyset dan 13,23C\frac13, \frac23 \in C. Jadi maxy[0,1]d(y,C)=16\max_{y\in\intcc{0}{1}} d(y, C) = \frac16, yang tercapai persis di 12\frac12.

24. Titik ujungnya membentuk himpunan bagian CC yang terbilang dan padat (pertanyaan 12): daftarkanlah mereka sebagai satu barisan tunggal (ej)j1(e_j)_{j\geq1}, yaitu barisan di CC. Limit subbarisannya semuanya terletak di CC (karena CC tertutup). Sebaliknya, tetapkan xCx \in C: untuk setiap nn, ruas CmC_m yang memuat xx (dengan mnm \geq n) mempunyai titik ujungnya dalam jarak 3m3n3^{-m} \leq 3^{-n} dari xx, sehingga tak hingga banyak titik ujung yang berbeda terletak dalam jarak 3n3^{-n} dari xx; lalu pilihlah indeks j1<j2<j_1 < j_2 < \dots dengan ejnx3n\abs{e_{j_n} - x} \leq 3^{-n}: yaitu subbarisan yang konvergen ke xx. Jadi himpunan limit subbarisan (ej)(e_j) tepat sama dengan CC — yaitu satu barisan yang menggerombol pada titik yang takterbilang banyaknya, yakni ujung yang berlawanan dari barisan yang konvergen, yang himpunan gerombolannya singleton.

25. (i) Konstruksinya memakai: kestabilan himpunan tertutup di bawah irisan sebarang (yaitu keberadaan CC sebagai himpunan tertutup), teorema kekompakan Teorema 12.19 (pertanyaan 2, 22, 23), dan pencirian ketertutupan maupun kelekatan lewat barisan (yaitu argumen kompak bersarang pada Contoh 12.20 dan pertanyaan 23). (ii) Keempat pasangannya: panjang nol namun takterbilang (pertanyaan 3, 9); tertutup namun berinterior kosong (pertanyaan 4); sempurna — tanpa titik yang terasing — namun terputus seluruhnya (pertanyaan 11, 13); serta terabaikan namun dengan C+C=[0,2]C + C = \intcc{0}{2} (pertanyaan 16). (iii) Adapun surjeksi hh pada pertanyaan 20, bila dibuat kontinu dan tidak turun, menjadi tangga setan pada teori fungsi yang kontinu; sedangkan pada teori ukuran jilid Tahun ke-3, CC menjadi saksi baku bahwa “terabaikan” tak berarti “terbilang”, dengan sepupunya yang gemuk (pertanyaan 22) memisahkan “tak padat di mana pun” dari “terabaikan”.

Istilah yang didefinisikan dalam bab ini

Lihat semua 395 istilah di glosarium