Matematika Universitas — Tahun 1 · Bachelor Year 1
12Topologi Garis Real
Limit terus-menerus merujuk pada kosakata geometri yang sama: titik yang “dekat dengan” sebuah himpunan, himpunan “tanpa kebocoran perbatasan”, selang yang di dalamnya barisan tak dapat kabur. Bab ini memakukan kosakata itu — himpunan terbuka dan tertutup, interior dan penutup, kepadatan — pada garis real, lalu membuktikan kekompakan ruas dalam bentuk barisannya. Gagasan yang sama, pada ruang vektor bernorma, adalah bahan tahun kedua; sedangkan pada ia terjangkau dan langsung berguna bagi Bab 13.
12.1 Himpunan terbuka, himpunan tertutup
Definisi 12.1 (Persekitaran, himpunan terbuka)
Sebuah himpunan disebut persekitaran bila ia memuat selang untuk suatu . Sebuah himpunan disebut terbuka bila ia merupakan persekitaran bagi setiap titiknya:
Contoh 12.2
Selang terbuka bersifat terbuka: karena untuk , ambillah . Setengah garis terbuka; adapun dan terbuka (yang terakhir secara hampa). Sedangkan tidak terbuka: karena tak ada selang di sekitar yang tinggal di dalamnya.
Proposisi 12.3 (Kestabilan himpunan terbuka)
Sebarang gabungan himpunan terbuka bersifat terbuka; dan irisan hingga himpunan terbuka bersifat terbuka. Adapun irisan tak hingga boleh gagal: , yang tak terbuka.
Bukti. Gabungannya: jika , maka untuk suatu , dan selang yang dipasok duduk di dalam gabungannya. Adapun irisan yang hingga: jika , ambillah atas jari-jari yang dipasok masing-masing . Untuk contoh penyangkalnya: sebarang selang di sekitar memuat suatu (menurut Archimedes), sehingga meninggalkan irisannya. ∎
Contoh 12.4 (Mengesahkan keterbukaan dengan jari-jari yang eksplisit)
Apakah terbuka? Ya, dan sertifikatnya dapat dituliskan: , yaitu gabungan dua setengah garis yang terbuka, sehingga terbuka menurut Proposisi 12.3. Sebagai alternatifnya, berargumenlah titik demi titik: untuk dengan , ambillah : maka setiap memenuhi , sehingga ; simetris dengan itu di sebelah kirinya. Kedua gayanya penting — yang struktural (yaitu membangun dari himpunan terbuka yang dikenal lewat gabungan dan irisan hingga) lebih baik penskalaannya, sedangkan yang bergaya berjalan ketika tak ada struktur yang kasatmata; dan Bab 13 akan menambahkan yang ketiga, yang paling ampuh: bahwa merupakan prapeta dari yang terbuka di bawah yang kontinu.
Definisi 12.5 (Himpunan tertutup)
Sebuah himpunan disebut tertutup bila komplemennya terbuka. Menurut de Morgan dan Proposisi 12.3: sebarang irisan himpunan tertutup bersifat tertutup, dan gabungan hingga himpunan tertutup bersifat tertutup.
Teorema 12.6 (Pencirian himpunan tertutup lewat barisan)
Himpunan tertutup jika dan hanya jika: untuk setiap barisan berisi titik yang konvergen ke suatu , limitnya termasuk . (Jadi “tertutup” “stabil terhadap limit”.)
Bukti. () Misalkan tertutup, , , lalu andaikan . Komplemennya terbuka: sehingga suatu menghindari . Padahal kekonvergenannya menaruh pada selang itu untuk yang besar: yang bertentangan dengan .
() Andaikan tak tertutup: maka komplemennya tak terbuka, sehingga suatu tak mempunyai selang di dalam komplemennya; lalu dengan mengambil , pilihlah dengan . Maka , : jadi sifat barisannya gagal. ∎
Contoh 12.7 (Uji barisannya, dari kedua arah)
Tertutup: . Misalkan dengan . Jendela hanya memuat titik yang berhingga banyak (yaitu bilangan bulat yang berhingga banyak, dan yang berhingga banyak), lalu di luar suatu peringkat semua terletak di dalamnya: sehingga barisannya mengambil nilai yang berhingga banyak, dan karena konvergen, ia akhirnya konstan (seperti pada Latihan 12.3): jadi . Tertutup — meskipun memuat pasangan titik yang berjarak , sedekat-dekatnya.
Tak tertutup: . Barisan menuju , padahal (karena ia jumlah dua suku yang positif): jadi uji barisannya gagal, sehingga tak tertutup. Menariknya, setiap memang termasuk : memang . Inti gagasan penutupnya: bahwa untuk membuktikan ketertutupan, kendalikanlah semua barisan yang konvergen sekaligus (biasanya lewat kehinggaan lokal atau lewat argumen rumus tertutup); sedangkan untuk membantahnya, satu barisan pelarian yang terpilih baik sudah cukup — ketaksetangkupan itulah yang membuat arah negatifnya menjadi yang mudah, dan contoh penyangkal bab ini semuanya berbentuk satu baris seperti ini.
Contoh 12.8
Ruas , setengah garis , himpunan hingga, dan (karena barisan bilangan bulat yang konvergen akhirnya konstan) bersifat tertutup. Sedangkan tak terbuka (karena gagal di ) dan tak tertutup (karena himpunannya): jadi kebanyakan himpunan terbukan keduanya. Adapun dan sekaligus terbuka dan tertutup — dan hanya keduanyalah himpunan bagian yang demikian (Latihan 12.9).
Contoh 12.9 (Himpunan terbuka yang dirakit dari kepingan tak hingga banyak)
Di sini : yaitu gabungan tak hingga atas selang terbuka, sehingga terbuka menurut Proposisi 12.3 — jadi tertutup tanpa memerlukan argumen barisan apa pun. Perhatikan pembagian kerja pada aturan kestabilannya: bahwa gabungan himpunan terbuka boleh sebarang (karena setiap titiknya hanya memerlukan sertifikatnya sendiri, yang dipasok satu himpunan yang memuatnya), sedangkan irisannya harus tetap hingga (sebab sertifikatnya harus diiriskan, dan jari-jari yang tak hingga banyak dapat menyusut menjadi nol). Latihan 12.10 akan menunjukkan bahwa contoh ini merupakan bentuk umumnya: bahwa setiap himpunan bagian yang terbuka merupakan gabungan lepas yang terbilang atas selang terbuka.
12.2 Interior, penutup, kepadatan
Definisi 12.10 (Interior, penutup, perbatasan)
Misalkan .
- Sebuah titik disebut interior bagi bila merupakan persekitaran ; dan interiornya adalah himpunan titik interiornya.
- Sebuah titik disebut lekat pada bila setiap persekitaran berpotongan dengan ; dan penutupnya adalah himpunan titik lekatnya.
- Adapun perbatasannya adalah .
Maka .
Proposisi 12.11 (Sifat utamanya)
- merupakan himpunan terbuka terbesar yang termuat ; dan terbuka jika dan hanya jika .
- merupakan himpunan tertutup terkecil yang memuat ; dan tertutup jika dan hanya jika .
- (Pencirian kelekatan lewat barisan) Di sini jika dan hanya jika merupakan limit sebuah barisan berisi titik .
- Pengomplemenan menukar kedua gagasannya: .
Bukti. (4) Di sini suatu persekitaran menghindari suatu selang di sekitar terletak di bersifat interior bagi .
(1) Himpunan terbuka: karena jika , maka suatu ; lalu setiap titik pada selang itu mempunyai selang yang lebih kecil di sekitarnya yang berada di dalamnya, sehingga di dalam : jadi seluruh selangnya termasuk . Adapun sebarang himpunan terbuka terdiri atas titik interior , sehingga : jadi terbesar. Lalu pencirian keterbukaannya menyusul.
(2) Secara terperinci. Menurut (4), merupakan interior , yaitu himpunan terbuka menurut (1): sehingga tertutup, dan ia memuat . Keminimalannya: misalkan tertutup. Maka terbuka dan termuat , sehingga menurut kemaksimalan pada (1),
lalu mengambil komplemennya lagi: . Jadi merupakan pemuat tertutup yang terkecil. Pencirian sifatnya: jika maka tertutup (sebagaimana baru ditunjukkan); sedangkan jika tertutup, ia sendiri merupakan pemuat tertutup bagi , sehingga keminimalannya memaksa , jadi sama.
(3) Jika , : maka setiap persekitaran memuat suatu , sehingga . Sebaliknya, jika : maka setiap selang berpotongan dengan pada suatu , dan . ∎
Contoh 12.12
Di sini ; ; . Untuk : , , . Untuk : menurut kepadatannya (Teorema 10.14) setiap bilangan real lekat pada , sehingga sedangkan (karena setiap selang memuat bilangan irasional): jadi perbatasan adalah seluruh .
Contoh 12.13 (Anatomi yang lengkap)
Misalkan . Kita menghitung ketiga himpunan pada Definisi 12.10, kepingan demi kepingan.
Interiornya. Sebuah titik mempunyai seluruh selang di dalam : jadi interior. Adapun titik : setiap selang di sekitarnya bocor ke kanan , yang di situ tak punya apa-apa sampai : jadi bukan interior. Tak ada titik yang interior (karena setiap selang memuat bilangan irasional, Teorema 10.14); demikian pula yang terasing. Jadi .
Penutupnya. Limit titik adalah: seluruh (karena dengan ); seluruh (karena setiap bilangan real di sana merupakan limit bilangan rasional pada selangnya, menurut kepadatan lagi); dan . Tak ada yang lain: karena titik di luar berjarak positif ke himpunan tertutup itu. Jadi .
Perbatasannya. Di sini .
Inti gagasan penutupnya: bahwa ketiga operasinya bekerja secara lokal — karena setiap kepingan menyumbang menurut sifatnya sendiri (sebuah selang yang padu mempertahankan bagian dalamnya, kepingan yang padat tetapi berpori berubah seluruhnya menjadi perbatasan, sedangkan titik yang terasing murni perbatasan), dan gambaran dua baris atas meramalkan setiap jawabannya sebelum satu bukti pun dituliskan.
Catatan 12.14 (Jebakan yang lazim dalam penalaran himpunan titik)
(i) “Tak terbuka” tak berarti “tertutup”: karena kebanyakan himpunan terbukan keduanya (), sedangkan dua himpunan justru keduanya (, ) — jadi terbuka dan tertutup bukanlah lawan melainkan dual lewat pengomplemenan. (ii) Interior dan penutup tak berkomutasi: karena untuk ,
kedua operator berulangnya berbeda sejauh yang mungkin bagi himpunan. (iii) Gabungan tak hingga himpunan tertutup boleh gagal menjadi tertutup: karena — yaitu cermin contoh penyangkal irisan pada Proposisi 12.3. (iv) Padat tak berarti besar: karena padat, terbilang, dengan interior yang kosong, dan komplemennya padat pula; jadi kepadatan mengatakan “sedekat-dekatnya dengan segalanya”, bukan “hampir segalanya” — adapun himpunan Cantor pada soal akhir pekan (Soal 12.1) menegaskan yang sebaliknya, yaitu himpunan yang kecil secara topologi namun besar secara takterbilang.
Contoh 12.15 (Sebuah penutup yang dihitung persis)
Misalkan (dari Contoh 12.7). Klaimnya:
() Karena dan : jadi lekat menurut pencirian lewat barisan. () Misalkan ; lalu urutkan setiap pasangannya sehingga . Jika tak terbatas, maka suatu subbarisan mempunyai , sehingga pula dan . Kalau tidak, mengambil nilai yang berhingga banyak, salah satunya, katakanlah , tak hingga sering; lalu sepanjang subbarisan itu : jika terbatas maka ia mengambil suatu nilai tak hingga sering dan ; kalau tidak, . Jadi setiap kasusnya mendarat di himpunan yang diumumkan. Inti gagasan penutupnya: bahwa menghitung penutup adalah analisis kasus bergaya kekompakan atas indeksnya — indeks yang terbatas berarti nilai yang berhingga banyak (menurut sarang merpati), sedangkan indeks yang tak terbatas berarti sebuah limit kabur — dan jawabannya memperlihatkan struktur dua lapis yang khas bagi titik limit: yaitu himpunannya, limit generasi pertamanya, dan limitnya .
Definisi 12.16 (Kepadatan, bentuk topologinya)
Himpunan disebut padat di bila — setara dengan itu, bila setiap selang terbuka yang tak kosong berpotongan dengan ; dan setara pula (menurut Proposisi 12.11 (3)), bila setiap bilangan real merupakan limit unsur . Contohnya: , , bilangan diadik (Latihan 10.8), dan subgrup yang padat (Latihan 10.9).
Contoh 12.17 (Kepadatan bersifat relatif)
“Padat” sebagaimana didefinisikan di sini berarti padat di ; padahal sebuah himpunan boleh saja padat hanya pada sebagian garisnya. Bilangan diadik pada , yakni (Latihan 10.8), berpotongan dengan setiap selang terbuka yang termuat tetapi tentu saja melewatkan seluruhnya: jadi mereka padat di , yang berarti . Adapun frasa umum “ padat di ” menyingkat — jadi namailah selalu himpunan lingkungannya, karena titik ujung pada soal akhir pekan bersifat padat di himpunan Cantor sekaligus tak padat di mana pun di : yaitu himpunan yang sama, dengan dua pemerian yang jujur namun terdengar berlawanan.
Contoh 12.18 (Menangani kepadatan)
Tiga gerakan cepat yang terus-menerus berulang. Memperbesar: jika padat dan , maka padat (karena setiap selang sudah berpotongan dengan ). Mengangkut: jika padat, maka pun padat untuk — karena selang berpotongan dengan jika dan hanya jika selang berpotongan dengan ; jadi kelipatan ganjil , misalnya, bersifat padat. Mengiriskan gagal: karena dua himpunan yang padat dapat saling melewatkan seluruhnya ( dan ): jadi kepadatan bertahan pada gabungan dan pemetaan afin, tetapi tak pernah pada irisan.
12.3 Kekompakan ruas
Teorema 12.19 (Ruas bersifat kompak secara barisan)
Misalkan . Setiap barisan berisi titik mempunyai subbarisan yang konvergen ke sebuah titik pada .
Secara lebih umum, himpunan bagian yang bersifat demikian (yaitu setiap barisannya mempunyai subbarisan yang konvergen di dalam himpunannya) tepat merupakan himpunan yang tertutup dan terbatas.
Bukti. Barisan di bersifat terbatas, sehingga Bolzano–Weierstrass (Teorema 11.16) mengekstrak subbarisan yang konvergen; dan limitnya tinggal di karena ruas bersifat tertutup (Teorema 12.6).
Kasus umumnya. (Tertutup dan terbatas kompak): misalkan tertutup dan terbatas, dan barisan di . Keterbatasan membatasi barisannya, sehingga Bolzano–Weierstrass mengekstrak ; dan karena tertutup dan subbarisannya merupakan barisan yang konvergen berisi titik (Teorema 12.6): jadi kedua hipotesisnya terpakai masing-masing satu, keterbatasan untuk keberadaan limitnya, dan ketertutupan untuk keanggotaannya. (Kompak tertutup dan terbatas): jika tak terbatas, pilihlah dengan ; maka setiap subbarisannya tak terbatas, sehingga divergen (Proposisi 11.4): jadi sama sekali tak ada subbarisan yang konvergen. Jika tak tertutup, ambillah dengan (Teorema 12.6): maka setiap subbarisannya konvergen ke , sehingga tak ada subbarisan yang konvergen di dalam . ∎
Contoh 12.20 (Himpunan kompak yang bersarang)
Sebuah latihan pertama bagi teoremanya. Misalkan himpunan bagian yang kompak (yaitu tertutup dan terbatas) dan tak kosong. Maka . Memang, pilihlah untuk setiap : barisannya hidup di dalam yang kompak, sehingga suatu subbarisan konvergen ke suatu (Teorema 12.19). Untuk setiap yang tetap, suku dengan semuanya terletak di himpunan tertutup , sehingga limitnya terletak di (Teorema 12.6); dan karena tadi sebarang, . Ada pendamping yang berguna: jika sebuah himpunan terbuka memuat , maka untuk suatu — terapkanlah argumen yang sama pada titik ; karena limitnya akan terletak di , padahal yang terbuka memaksa akhirnya, yang bertentangan. Kedua pernyataannya gagal tanpa kekompakan: karena dan . Inti gagasan penutupnya: bahwa kekompakan mengubah rantai tak hingga atas penegasan ketakkosongan menjadi satu titik limit — jadi ia perkakas yang bertahan pada peralihan ke irisan tak hingga, dan soal akhir pekan (Soal 12.1) akan bersandar padanya dua kali.
Catatan 12.21
Inilah mesin di balik teorema nilai ekstrem (Bab 13) dan teorema Heine tentang kekontinuan seragam. Adapun nama “kompak” akan memperoleh definisi umumnya (lewat selimut) pada tahun kedua; sedangkan pada , kekompakan barisan sudah semua yang kita perlukan, dan “kompak tertutup terbatas” adalah pernyataan yang perlu diingat.
Contoh 12.22 (Perbatasan di bawah gabungan)
Selalu berlaku : karena sebuah titik mempunyai setiap persekitaran yang berpotongan dengan (sehingga dengan atau , tak hingga sering salah satu darinya) dan berpotongan dengan komplemen , yang terletak di kedua komplemennya — lalu pemeriksaan singkat menaruh titiknya di atau . Inklusinya dapat tegas secara mencolok: karena dengan dan ,
dua himpunan yang compang-camping dapat merekat menjadi satu yang mulus, dengan perbatasannya saling memusnahkan. Inti gagasan penutupnya: bahwa interior dan penutup berperilaku monoton di bawah gabungan dan irisan, tetapi perbatasan tidak — jadi perlakukanlah sebagai besaran turunan (), dan jangan pernah sebagai operator dengan aljabarnya sendiri.
Catatan 12.23 (Cakrawala di dalam jilid ini)
Kosakata yang dibangun di sini dipakai dua kali lagi dalam buku ini. Pada Bab 13, setiap teoremanya merupakan pernyataan topologi yang menyamar: teorema nilai antara mengatakan bahwa pemetaan yang kontinu mengawetkan sifat selang, sedangkan teorema nilai ekstrem mengatakan bahwa ia mengawetkan kekompakan — dan buktinya memanggil Teorema 12.6 dan 12.19 dengan namanya. Pada Bab 25, definisi yang sama dibaca ulang di dengan cakram menggantikan selang: sehingga himpunan terbuka, penutup dan kekompakan terbawa kata demi kata, dan teorema nilai ekstrem dua variabel kembali menumpang pada Bolzano–Weierstrass (dengan mengekstrak pada setiap koordinatnya). Adapun satu gagasan yang tak tersamaratakan tanpa nyeri adalah selangnya sendiri — di bidang, keterhubungan menggantikan kecembungan, yaitu kisah yang dimulai dengan “hanya dan yang terbuka sekaligus tertutup” pada Latihan 12.9.
12.4 Latihan
Latihan 12.1 ★
Untuk setiap himpunan, katakanlah apakah ia terbuka, tertutup, keduanya, atau bukan keduanya (beserta pembenarannya): ; ; ; ; .
Solusi
Solusi Latihan 12.1.
: terbuka (karena gabungan himpunan terbuka), dan tak tertutup (karena di luarnya).
: bukan keduanya. Tak terbuka (karena tak ada selang di sekitar di dalamnya); dan tak tertutup (karena himpunannya).
: tertutup (karena gabungan hingga himpunan tertutup), dan tak terbuka (karena gagal di ).
: terbuka (karena tertutup), dan tak tertutup: sebab barisan terletak di dalamnya, tetapi limitnya termasuk , yakni kabur dari himpunannya.
: bukan keduanya. Tak terbuka: karena setiap selang di sekitar bilangan rasional memuat bilangan irasional. Dan tak tertutup: karena ia memuat barisan yang menuju yang irasional (menurut kepadatannya).
Latihan 12.2 ★
Tentukan , dan untuk: ; ; .
Latihan 12.3 ★
Buktikan bahwa himpunan hingga bersifat tertutup, mula-mula lewat komplemennya, lalu lewat pencirian barisannya.
Solusi
Solusi Latihan 12.3.
Lewat komplemennya. Misalkan : maka komplemennya adalah gabungan selang terbuka , , — yang terbuka menurut Proposisi 12.3.
Lewat barisan. Misalkan , . Dengan (atau sebarang bila singleton): di luar suatu peringkat, semua sukunya berada dalam jarak dari , sehingga berjarak satu sama lain, yang memaksanya menjadi satu tunggal mulai peringkat itu; lalu .
Latihan 12.4 ★
Buktikan bahwa untuk sebarang : . Tunjukkan lewat contoh bahwa dapat berbeda dari .
Solusi
Solusi Latihan 12.4.
: karena tertutup (yaitu gabungan hingga) dan memuat , sehingga ia memuat pemuat tertutup yang terkecil . : karena memberikan (sebab penutup bersifat monoton: titik lekat lekat pada himpunan yang lebih besar), dan demikian pula untuk .
Contoh penyangkal bagi irisannya: , : di sini tetapi .
Latihan 12.5 ★★
Misalkan di . Buktikan bahwa himpunan bersifat tertutup (sehingga kompak bila kita menambahkan bahwa ia terbatas — dan memang demikian).
Solusi
Solusi Latihan 12.5.
Pakailah pencirian lewat barisan (Teorema 12.6). Misalkan dan barisan di dengan ; lalu tunjukkan . Ada dua kasus. Jika suatu nilai diambil tak hingga sering, maka subbarisan yang konstan memberikan . Kalau tidak, setiap nilainya diambil berhingga sering; khususnya, untuk setiap , suku muncul berhingga sering, dan pun demikian. Maka untuk setiap , indeks dengan berhingga banyaknya: sehingga yang tersisa merupakan suku dengan . Diberikan , pilihlah dengan untuk : maka semua kecuali yang berhingga banyak memenuhi . Jadi , sehingga .
Latihan 12.6 ★★
Misalkan terbuka dan sebarang. Buktikan bahwa bersifat terbuka. Simpulkan bahwa jumlah sebuah himpunan terbuka dengan sebarang himpunan bersifat terbuka, lalu bandingkan: tunjukkanlah dua himpunan tertutup yang jumlahnya tak tertutup. (Cobalah dan , dengan Latihan 10.9.)
Solusi
Solusi Latihan 12.6.
Di sini , dan setiap translasinya terbuka (karena sertifikat selangnya ikut ditranslasikan). Adapun gabungan himpunan terbuka bersifat terbuka (Proposisi 12.3).
Himpunan tertutupnya: dan tertutup (sebagai : karena barisan yang konvergen akhirnya konstan, bandingkan Contoh 12.8). Adapun jumlahnya bersifat padat di (Latihan 10.9) tetapi bukan (karena ia terbilang, atau sederhananya: , sebab kalau tidak akan rasional — karena menulis memaksa , sehingga kecuali bila , yang mustahil). Adapun himpunan bagian sejati yang padat tak tertutup: karena penutupnya adalah dirinya sendiri.
Latihan 12.7 ★★
Sebuah titik disebut terasing di bila suatu persekitaran berpotongan dengan hanya pada . Buktikan bahwa setiap titik terasing di , bahwa mempunyai semua titiknya terasing namun , dan bahwa himpunan yang semua titiknya terasing mempunyai interior yang kosong.
Solusi
Solusi Latihan 12.7.
: persekitaran bagi berpotongan dengan hanya pada .
: di sekitar , selang berjari-jari (yang diparuhkan, misalnya) mengasingkannya dari tetangganya — jadi semua titiknya terasing. Namun : sehingga titik yang terasing tak mencegah orang luar yang lekat.
Jika semua titik terasing: maka tak ada titik yang interior, karena sebuah titik interior mempunyai seluruh selang berisi tetangga di sekitarnya (dan selang bersifat tak hingga), yang bertentangan dengan keterasingannya. Jadi .
Latihan 12.8 ★★
Buktikan bahwa penutup sebuah himpunan yang terbatas bersifat terbatas, dan bahwa untuk yang tak kosong dan terbatas di atas. Simpulkan bahwa : jadi supremumnya selalu lekat.
Solusi
Solusi Latihan 12.8.
Jika , maka himpunan tertutup memuat , sehingga ia memuat (yaitu pemuat tertutup yang terkecil): jadi terbatas.
Misalkan (yang hingga). Karena , maka . Sebaliknya, : sebab setengah garisnya tertutup dan memuat ; sehingga setiap unsur bernilai , yang memberikan . Jadi sama.
Adapun : menurut pencirian lewat (Proposisi 10.4), setiap selang memuat sebuah unsur : jadi bersifat lekat.
Latihan 12.9 ★★★
Buktikan bahwa satu-satunya himpunan bagian yang sekaligus terbuka dan tertutup adalah dan . Petunjuk: andaikan terbuka, tertutup, dengan dan ; pilihlah , , katakanlah , lalu tinjaulah ; putuskanlah apakah dapat termasuk atau komplemennya.
Solusi
Solusi Latihan 12.9.
Andaikan terbuka dan tertutup, dengan dan ; tanpa mengurangi keumumannya . Himpunan tak kosong (karena ), dan terbatas: misalkan . Menurut Latihan 12.8, (karena tertutup). Perhatikan , dan karena : maka . Sekarang terbuka: sehingga suatu selang terletak di , dan kita boleh mengambil . Maka termasuk dan melampaui — yang bertentangan dengan . Jadi tak ada pasangan yang demikian: sehingga salah satu dari dan bersifat kosong.
Latihan 12.10 ★★★
(Struktur himpunan terbuka) Misalkan terbuka dan tak kosong. Untuk , misalkan gabungan semua selang terbuka yang memuat dan termuat . Buktikan bahwa merupakan selang terbuka, bahwa dua himpunan , sama atau saling lepas, dan bahwa merupakan gabungan atas selang terbuka yang saling lepas dan terbilang banyaknya (pilihlah satu bilangan rasional pada masing-masingnya).
Solusi
Solusi Latihan 12.10.
Himpunan merupakan gabungan selang terbuka yang semuanya memuat : sehingga ia terbuka, dan ia sebuah selang, karena cembung — sebab jika dengan , maka dan terletak pada subselang terbuka , dari , dan merupakan selang (karena keduanya memuat ) di dalam yang memuat ; sehingga (Proposisi 10.19).
Jika : maka merupakan selang terbuka (yang cembung, karena dua selang yang bertindihan) yang termuat dan memuat maupun , sehingga dan menurut kemaksimalan masing-masingnya: jadi .
Jadi merupakan gabungan lepas atas himpunan yang berbeda-beda (karena setiap terletak di -nya sendiri). Keterbilangannya: setiap selang terbuka yang tak kosong pada keluarganya memuat sebuah bilangan rasional (Teorema 10.14), dan selang lepas yang berbeda memperoleh bilangan rasional yang berbeda: sehingga keluarganya terinjeksi ke , yang terbilang (karena ia terindeks oleh pasangan bilangan bulat). Jadi selangnya paling banyak terbilang.
Latihan 12.11 ★★
Sebuah titik disebut titik akumulasi bila setiap persekitaran berpotongan dengan ; dan himpunannya adalah himpunan turunan . Buktikan bahwa , dan bahwa tertutup jika dan hanya jika . Tentukan untuk , untuk , dan untuk .
Solusi
Solusi Latihan 12.11.
Klaimnya . () Selalu ; dan jika , maka setiap persekitaran berpotongan dengan , sehingga bersifat lekat. () Misalkan . Jika , selesai. Jika , maka setiap persekitaran berpotongan dengan : jadi .
Akibatnya tertutup .
: di sini merupakan titik akumulasi (karena , dengan suku ); sedangkan setiap terasing (Latihan 12.7), sehingga tak termasuk ; dan sebuah titik mempunyai seluruh selang yang menghindari (yaitu di antara kedua tetangga pada , atau di luar ). Jadi .
: karena setiap bilangan bulat terasing, dan setiap yang bukan bilangan bulat mempunyai persekitaran di dalam .
: karena setiap selang di sekitar sebarang bilangan real memuat tak hingga banyak bilangan rasional (Teorema 10.14), khususnya satu yang berbeda dari pusatnya.
Latihan 12.12 ★★★
Untuk yang tak kosong, definisikan . Buktikan:
- untuk setiap (jadi bersifat Lipschitz-);
- jika dan hanya jika ; khususnya, jika tertutup dan , maka ;
- untuk setiap , himpunan bersifat terbuka, memuat , dan untuk yang tertutup: jadi setiap himpunan tertutup merupakan irisan terbilang atas himpunan terbuka.
Solusi
Solusi Latihan 12.12.
- Untuk setiap : , sehingga ; lalu mengambil infimum atas : . Menukar dan memberikan ketaksamaan yang lain: .
- untuk setiap ada dengan setiap selang di sekitar berpotongan dengan . Jika tertutup dan , maka , yakni .
- Jika , tetapkan : maka untuk , bagian (1) memberikan : jadi selang terletak di , sehingga ia terbuka; dan ia memuat karena di sana. Akhirnya untuk setiap . Dan karena , setiap himpunan tertutup merupakan irisan terbilang atas himpunan terbuka.
12.5 Soal: Himpunan Cantor, kecil dan raksasa sekaligus
Soal 12.1
Soal akhir pekan — himpunan Cantor sepertiga tengah: panjang nol, takterbilang, sempurna, dan
Buanglah dari sepertiga tengahnya yang terbuka, lalu sepertiga tengah setiap ruas yang tersisa, dan ulangilah selamanya: yang bertahan adalah himpunan Cantor , yaitu pabrik contoh penyangkal yang mendasar dalam analisis. Soal ini membangunnya, membacanya lewat mesin basis pada Soal 10.1, lalu menegakkan potret paradoksalnya: panjang totalnya nol, namun takterbilang; interiornya kosong, namun tanpa titik yang terasing; terputus seluruhnya, namun mengisi seluruh ruas . Secara resmi: , dan diperoleh dari dengan menghapus sepertiga tengah yang terbuka dari setiap ruas ; akhirnya . Di sepanjang soal ini, sandi terner bagi adalah sebarang untaian angka dengan yang nilainya sama dengan — adapun sandi yang tak sejati (yang akhirnya ) diperbolehkan; dan menurut Soal 10.1 (pertanyaan 9–11), setiap mempunyai satu atau dua sandi, dan dua tepat ketika .
Bagian I — Konstruksinya.
- Perikan dan secara eksplisit sebagai gabungan ruas, lalu buktikan lewat induksi: bahwa merupakan gabungan lepas atas ruas tertutup, yang masing-masingnya berpanjang .
- Tunjukkan bahwa tertutup, terbatas — sehingga kompak (Teorema 12.19) — tak kosong, dan bahwa setiap titik ujung setiap ruas setiap termasuk .
- Panjang total adalah . Simpulkan bahwa untuk setiap , himpunan dapat diselimuti oleh ruas yang berhingga banyak dengan panjang total : jadi himpunan Cantor berpanjang nol.
- Tunjukkan bahwa selang yang termuat berpanjang untuk setiap , sehingga ia singleton atau kosong: jadi . Karena tertutup dengan interior yang kosong, bersifat tak padat di mana pun.
Bagian II — Sandi ternernya.
Buktikan rekursi keserupaan dirinya
dengan kedua kepingannya saling lepas: jadi adalah dua salinan dirinya sendiri pada skala .
- Buktikan lewat induksi pada : bahwa jika dan hanya jika mempunyai sandi terner yang angka pertamanya terletak di . Lalu simpulkan, dengan memakai kenyataan bahwa mempunyai paling banyak dua sandi: bahwa jika dan hanya jika mempunyai sandi tanpa angka yang sama dengan (yaitu sandi bebas-).
- Sandi dalam kerja: berikanlah sandi bebas- bagi , , , ; tunjukkan dan , sehingga keduanya termasuk ; lalu periksalah bahwa bukan titik ujung mana pun (karena titik ujung berbentuk ).
- Tunjukkan bahwa setiap mempunyai tepat satu sandi bebas- (ketika mempunyai dua sandi, buktikan bahwa tepat satu dari pasangannya memuat angka ). Simpulkan: bahwa pemetaan nilainya merupakan bijeksi dari untaian pada .
- (Diagonal) Misalkan sebarang pemetaan . Bangunlah untaian yang berbeda pada indeks dari sandi , lalu simpulkan bahwa takterbilang — sedangkan sebaliknya, pertanyaan 3 mengatakan bahwa ia terabaikan secara metrik.
Bagian III — Potret topologinya.
- Rakitlah catatan sejauh ini: bahwa kompak, takterbilang, berpanjang nol, dan tak padat di mana pun. Pemuatan tunggal yang mana yang membawa masing-masing sifatnya?
- ( bersifat sempurna) Misalkan dengan sandi bebas- . Membalikkan angkanya () menghasilkan dengan . Simpulkan bahwa tak mempunyai titik terasing: bahwa setiap titik merupakan limit titik lain pada .
- Tunjukkan bahwa titik ujung pada pertanyaan 2 membentuk himpunan bagian yang terbilang dan padat (pengallah sandinya setelah angka lalu lanjutkan dengan ; adapun keterbilangannya seperti pada Latihan 12.10). Simpulkan: bahwa titik yang khas pada — seperti — bukan titik ujung: jadi titik ujung merupakan kerangka terbilang di dalam tubuh yang takterbilang.
- (Terputus seluruhnya) Misalkan di . Pilihlah dengan lalu hasilkan sebuah titik dengan . Simpulkan bahwa satu-satunya selang tak kosong yang termuat adalah singleton.
Bagian IV — Aritmetika .
- Tunjukkan (apa yang dilakukan terhadap sandi bebas-? ingatlah ).
- (Penjumlahan sandi) Tunjukkan bahwa jika , bersandi , , maka dengan jumlah parsialnya. Simpulkan: bahwa setiap merupakan titik tengah dua titik — karena diberikan sandi bagi , pilihlah angka dengan .
- Simpulkan dan, dengan pertanyaan 14, . Contoh konkretnya: tulislah sebagai jumlah dua bukan titik ujung yang ditemukan pada pertanyaan 7.
- Renungkanlah: sebuah himpunan berpanjang nol yang himpunan selisihnya mengisi . Mengapa tak ada pertentangan antara “ terabaikan secara metrik” dan “ berpanjang penuh”? (Satu kalimat; pikirkanlah apa yang dikendalikan panjang dan apa yang tidak.)
Bagian V — Anggotanya, yang rasional dan yang irasional.
- Gabungkan pertanyaan 8 dengan kriteria keperiodikan pada Soal 10.1: bahwa titik bersifat rasional jika dan hanya jika sandi bebas--nya periodik pada akhirnya. Jalankanlah pembagian panjang basis untuk memeriksa .
- Hasilkan sebuah anggota yang irasional secara eksplisit: yaitu nilai sandi dengan pada posisi segitiga dan di tempat lain. Benarkanlah keirasionalannya lewat argumen jarak yang tumbuh pada Soal 10.1 (pertanyaan 20).
- (Pada seluruh ruasnya) Tinjaulah yang memetakan titik bersandi bebas- ke nilai untaian biner , yakni . Tunjukkan bahwa memetakan pada . Jadi yang terabaikan itu surjektif pada sebuah ruas yang berpanjang penuh — yaitu bukti kedua bahwa takterbilang.
- (Panjang yang serupa diri) Andaikan suatu gagasan panjang terdefinisi bagi dan salinan susutannya, yang menghormati penskalaan (), kekekalan terhadap translasi, dan keaditifan atas penguraian lepas pada pertanyaan 5. Tunjukkan bahwa lalu , yang memaksa : jadi keserupaan diri saja sudah menghukum menjadi berpanjang nol.
Bagian VI — Sepupunya yang gemuk, dan moralnya.
- (Himpunan Cantor yang gemuk) Ulangilah konstruksinya, tetapi pada tahap () buanglah dari masing-masing ruas yang ada sebuah selang terbuka di tengahnya yang berpanjang saja. Tunjukkan bahwa panjang ruasnya menuruti , , bahwa hasilnya kompak dengan interior yang kosong, dan bahwa panjang total yang terbuang adalah . Dengan menerima keaditifan panjang bagi gabungan hingga atas selang (yang intuitif, dan dibahas pada Tahun ke-3), lalu memakai kedua pernyataan Contoh 12.20, tunjukkan bahwa sebarang keluarga hingga selang terbuka yang menyelimuti berpanjang total : jadi tak padat di mana pun tetapi tak terabaikan. Jadi kekecilan mempunyai beberapa makna yang tak setara.
(Jarak) Tunjukkan bahwa untuk yang tertutup dan tak kosong serta , infimum bersifat tercapai (lewat barisan peminimum ditambah Bolzano–Weierstrass). Lalu hitunglah
yang tercapai persis di pusatnya (karena titik pada celah yang tercipta pada tahap berada dalam jarak dari titik ujung celahnya, yang terletak di ).
- (Setiap titik menjadi limit subbarisan) Dengan memakai pertanyaan 12 dan 2, hasilkan satu barisan tunggal di yang himpunan limit subbarisannya adalah seluruh . (Bandingkanlah: bagi barisan yang konvergen himpunan itu satu titik — sedangkan mewujudkan ujung yang berlawanan di antara yang kompak.)
- Sintesis, satu kalimat untuk masing-masing: (i) teorema bab ini yang mana yang benar-benar dipakai konstruksinya (kestabilan himpunan tertutup, kekompakan, dan pencirian lewat barisan)? (ii) daftarkanlah keempat pasangan paradoksal pada potretnya (panjang nol/takterbilang, tertutup/interior kosong, sempurna/terputus seluruhnya, terabaikan/ penuh); (iii) di manakah muncul kembali nanti (yaitu tangga setan yang dibangun di atas pada teori kekontinuan, dan teori ukuran pada jilid Tahun ke-3, yang di situ memisahkan “terbilang” dari “terabaikan”)?
Solusi
Solusi Soal 12.1.
1. Di sini dan
Lewat induksi: jika merupakan gabungan lepas atas ruas tertutup yang berpanjang , maka menghapus sepertiga tengahnya yang terbuka dari masing-masingnya menyisakan dua ruas tertutup berpanjang per induknya: sehingga ruas, yang saling lepas (karena anak dari induk yang berbeda terpisah sebab induknya sudah terpisah; sedangkan anak dari satu induk terpisah oleh celah yang dibuang).
2. Setiap merupakan gabungan hingga atas ruas, sehingga tertutup; lalu merupakan irisan himpunan tertutup: jadi tertutup (Definisi 12.5); dan terbatas (karena ): sehingga kompak menurut Teorema 12.19. Tak kosong: karena terletak di ruas paling kiri setiap . Misalkan titik ujung sebuah ruas pada . Untuk , . Adapun untuk tahap berikutnya: penghapusan sepertiga tengahnya tak pernah membuang titik ujung, dan kembali menjadi titik ujung salah satu dari kedua anak (yaitu anak yang menyentuh ); sehingga lewat induksi untuk setiap : jadi .
3. Panjang total : . Diberikan , pilihlah dengan : maka , yaitu gabungan atas ruas yang berhingga banyak dengan panjang total .
4. Misalkan sebuah selang dengan dua titik yang berbeda. Untuk setiap : , dan , karena cembung, harus terletak di dalam satu ruas (karena berpotongan dengan dua ruas akan memaksa memuat sebuah titik celah di antara keduanya, yang berada di luar ). Sehingga panjang bernilai untuk setiap : yang bertentangan. Jadi satu-satunya selang di dalam adalah yang kosong atau singleton; khususnya tak ada yang muat di dalam : jadi . Dan karena tertutup, berinterior kosong: sehingga tak padat di mana pun.
5. Tulislah dan , yaitu bijeksi afin yang naik dari pada dan . Klaimnya: . Untuk inilah pertanyaan 1. Lewat induksi: pemetaan afin yang naik mengirim sepertiga tengah sebuah ruas ke sepertiga tengah ruas petanya, sehingga menghapus sepertiga tengah berkomutasi dengan dan ; lalu menerapkan langkah penghapusannya pada menghasilkan . Lalu mengiriskan atas : untuk , untuk setiap ; demikian pula pada ; dan tak ada titik yang terletak di . Jadi , secara lepas.
6. Lewat induksi pada ; adapun kasus mengatakan bahwa setiap mempunyai sandi, dan itulah Soal 10.1 (pertanyaan 9 untuk ; sedangkan ). Andaikan kesetaraannya berlaku pada peringkat . Jika : maka menurut pertanyaan 5, dengan dan ; lalu jika sandi yang angka pertamanya bebas-, maka berjumlah parsial : yaitu sandi dengan angka pertamanya bebas-. Sebaliknya, jika mempunyai sandi dengan : maka untaian tergesernya bernilai suatu , yang angka pertamanya bebas-, dan perhitungan jumlah parsialnya yang dibaca mundur memberikan ; lalu lewat induksi , sehingga menurut pertanyaan 5. Akhirnya: sandi yang seluruhnya bebas- menaruh di setiap , sehingga di ; sebaliknya jika , maka untuk setiap salah satu dari paling banyak dua sandi (Soal 10.1, pertanyaan 11) mempunyai angka pertamanya bebas-; lalu satu sandi yang tetap pasti berlaku untuk yang sebesar-besarnya (menurut sarang merpati di antara kedua sandinya), dan sandi yang angka pertamanya bebas- untuk yang sebesar-besarnya bersifat bebas- sepenuhnya.
7. Di sini , , (yaitu kembaran tak sejati dari ), dan . Lewat jumlah geometrinya:
keduanya bebas-: jadi . (Adapun jumlah tak hingganya menyingkat supremum jumlah parsialnya, seperti pada Soal 10.1.) Titik ujung ruas berbentuk (lewat induksi: karena titik ujung anaknya adalah titik ujung induknya atau berbeda dari salah satunya sejauh kelipatan ). Jika maka , padahal : yang mustahil. Jadi tanpa pernah menjadi titik ujung.
8. Andaikan mempunyai dua sandi bebas- yang berbeda. Mempunyai dua sandi sama sekali berarti (menurut Soal 10.1, pertanyaan 11, basis ) bahwa dan kedua sandinya adalah: yang berakhir, dengan angka taknol terakhirnya lalu disusul , beserta kembarannya, dengan pada posisi lalu disusul . Jika maka yang pertama memuat ; sedangkan jika maka kembarannya membawa . Bagaimanapun paling banyak satu dari pasangannya bebas-: yang bertentangan. Jadi setiap mempunyai tepat satu sandi bebas- (dengan keberadaannya menurut pertanyaan 6), dan untaian yang berbeda bernilai berbeda. Adapun setiap untaian bernilai di (karena jumlah parsialnya ) dengan semua awalannya bebas-, sehingga nilainya berada di setiap , yakni di : jadi pemetaan nilainya merupakan bijeksi dari untaian pada .
9. Misalkan sandi bebas- bagi lalu tetapkan : yaitu untaian yang nilainya terletak di dan mempunyai sebagai sandi bebas- tunggalnya (pertanyaan 8). Untuk setiap sandi dan berbeda pada posisi , sehingga : jadi tak ada pemetaan yang surjektif. Yaitu himpunan takterbilang yang berpanjang nol: besar menurut kardinalitasnya, kecil menurut ukurannya — serentak.
10. Kekompakannya: yaitu ketertutupan irisan tak hingganya ditambah keterbatasannya (pertanyaan 2) — itulah satu sifat yang tak dibawa oleh satu pemuatan tunggal. Panjang nolnya: dari yang berpanjang total (pertanyaan 3). Ketakpadatannya di mana pun: karena memaksa selang di dalam berpanjang (pertanyaan 4). Sedangkan ketakterbilangannya sama sekali tak menumpang pada pemuatan: ia memerlukan seluruh struktur irisannya, yang tersandikan pada bijeksi pertanyaan 8.
11. Balikkan menjadi : maka untaian barunya tetap untaian , sehingga nilainya terletak di ; dan jumlah parsial di luar peringkat berselisih persis , sehingga . Jadi dan : sehingga setiap titik merupakan limit titik lain pada — jadi bersifat sempurna, tanpa titik yang terasing.
12. Menurut induksi pertanyaan 5, ruas tepat berupa dengan menjelajahi nilai untaian berpanjang atas . Diberikan bersandi , maka pemenggalannya (yaitu angka lalu ) merupakan titik ujung kiri, dan : jadi titik ujungnya padat di . Mereka membentuk himpunan bagian , yaitu himpunan yang terindeks oleh pasangan bilangan bulat, sehingga terbilang (seperti untuk pada Latihan 12.10). Dan karena takterbilang (pertanyaan 9), semua titik kecuali yang terbilang banyaknya bukan titik ujung — adapun (pertanyaan 7) adalah pucuk gunung es itu yang kasatmata.
13. Pilihlah dengan . Keduanya , dan keduanya tak dapat terletak pada ruas yang sama (karena panjangnya ): sehingga celah yang dibuang di antara ruasnya menyediakan dengan dan . Jadi sebarang dua titik terpisah oleh komplemennya: sehingga satu-satunya himpunan bagian yang cembung adalah singleton — jadi terputus seluruhnya.
14. Jika sandi bebas- bagi , maka untaian kembali menjadi untaian , dengan jumlah parsial
sehingga . Jadi , lalu menerapkan petanya dua kali memberikan : sehingga himpunan Cantor setangkup terhadap .
15. Jumlah parsialnya dan (karena barisan yang naik konvergen ke supremumnya, yakni nilainya), sehingga menurut Teorema 11.5. Diberikan dengan sandi , pilihlah menurut : maka , sehingga untaian , merupakan untaian dengan nilai , dan
jadi setiap merupakan titik tengah dua titik .
16. Pertanyaan 15 memberikan , dan : jadi sama. Lalu, dengan memakai :
Contoh konkretnya: , yaitu jumlah dua anggota yang bukan titik ujung.
17. Panjang mengukur seberapa banyak garisnya yang ditempati himpunannya sendiri; ia tak mengatakan apa pun tentang himpunan jumlahnya, yang merupakan peta dari keluarga berparameter dua di bawah — karena kedua untaian angkanya dipilih secara saling bebas, dan kebebasan itulah yang persis mengisi . Tak ada teorema yang membatasi panjang himpunan jumlah oleh panjang penjumlahnya, dan adalah buktinya bahwa tak akan pernah ada.
18. Menurut Soal 10.1 (pertanyaan 18), rasional jika dan hanya jika ekspansi sejatinya periodik pada akhirnya. Adapun sandi bebas- bagi entah ekspansi sejati itu entah kembaran tak sejati dari yang berakhir; dan untaian yang berakhir beserta kembarannya (yang akhirnya terus) sama-sama periodik pada akhirnya, sehingga keperiodikan sandi bebas--nya setara dengan kerasionalan . Pembagian panjang dalam basis (dengan ): , , , lalu sisanya kembali ke : sehingga angkanya , jadi , yang bebas- dan periodik: yaitu anggota yang rasional. (Periksa: .)
19. Untaian dengan pada posisi segitiga dan di tempat lain merupakan untaian , sehingga nilainya termasuk (pertanyaan 8). Ia mempunyai tak hingga banyak dengan jarak di antara yang berurutan, sehingga ia tak periodik pada akhirnya (karena periode akhirnya akan memaksa berjarak : yaitu argumen jarak yang tumbuh pada Soal 10.1, pertanyaan 20); lalu menurut pertanyaan 18, . Dan menurut pertanyaan 9 ditambah keterbilangan , semua anggota kecuali yang terbilang banyaknya bersifat irasional: jadi itu lazim, bukan kekecualian.
20. Misalkan : ia mempunyai sandi biner dengan (Soal 10.1, pertanyaan 9, basis ; adapun memakai untaian yang seluruhnya ). Maka merupakan untaian , nilainya terletak di , dan adalah nilai , yakni : jadi memetakan pada . Seandainya merupakan peta dari sebuah pemetaan dari , maka menyusunnya dengan akan mendaftar seluruh , yang bertentangan dengan teorema diagonal pada Soal 10.1 (pertanyaan 22): jadi takterbilang, sekali lagi. Yaitu himpunan berpanjang nol yang surjektif pada sebuah ruas yang penuh.
21. Menurut pertanyaan 5, merupakan gabungan lepas atas dan , yang masing-masingnya translasi dari salinan terskala . Lalu keaditifan, penskalaan dan kekekalan terhadap translasi memberikan
sehingga : jadi . Keserupaan diri saja sudah menghukum menjadi berpanjang nol — dan pertanyaan 3 hanya melaksanakan hukumannya.
22. Sebuah ruas berpanjang kehilangan selang di tengahnya yang berpanjang , sehingga menyisakan dua ruas berpanjang ; lalu dari , induksi menegaskan : memang , dan selalu: jadi konstruksinya tak pernah kelaparan. Adapun tertutup dan terbatas, sehingga kompak; dan selang di dalam terletak pada satu ruas , yang berpanjang : jadi interiornya kosong. Panjang yang terbuang: , dan setiap berpanjang total . Sekarang misalkan selang terbuka yang berhingga banyak bergabungan . Menurut pernyataan pendamping pada Contoh 12.20, untuk suatu ; lalu dengan menerima keaditifan panjang atas gabungan hingga selang, panjang total selang penyelimutnya sekurang-kurangnya sebesar panjang , yang melampaui . Jadi tak padat di mana pun, namun tak ada selimut yang murah: sehingga kekecilan topologi (tak padat di mana pun) dan kekecilan metrik (berpanjang nol) sungguh gagasan yang berbeda, dan memisahkan keduanya.
23. Ketercapaiannya: misalkan lalu pilihlah dengan : maka terbatas, sehingga Bolzano–Weierstrass (Teorema 11.16) mengekstrak , dengan (karena tertutup, Teorema 12.6) dan . Sekarang maksimumnya: jika , maka ; kalau tidak, terletak pada celah yang dibuang pada suatu tahap , yaitu selang terbuka berpanjang yang kedua titik ujungnya termasuk (pertanyaan 2), sehingga , dengan kesamaannya menuntut dan pada pusat celah , yakni ; dan memang karena dan . Jadi , yang tercapai persis di .
24. Titik ujungnya membentuk himpunan bagian yang terbilang dan padat (pertanyaan 12): daftarkanlah mereka sebagai satu barisan tunggal , yaitu barisan di . Limit subbarisannya semuanya terletak di (karena tertutup). Sebaliknya, tetapkan : untuk setiap , ruas yang memuat (dengan ) mempunyai titik ujungnya dalam jarak dari , sehingga tak hingga banyak titik ujung yang berbeda terletak dalam jarak dari ; lalu pilihlah indeks dengan : yaitu subbarisan yang konvergen ke . Jadi himpunan limit subbarisan tepat sama dengan — yaitu satu barisan yang menggerombol pada titik yang takterbilang banyaknya, yakni ujung yang berlawanan dari barisan yang konvergen, yang himpunan gerombolannya singleton.
25. (i) Konstruksinya memakai: kestabilan himpunan tertutup di bawah irisan sebarang (yaitu keberadaan sebagai himpunan tertutup), teorema kekompakan Teorema 12.19 (pertanyaan 2, 22, 23), dan pencirian ketertutupan maupun kelekatan lewat barisan (yaitu argumen kompak bersarang pada Contoh 12.20 dan pertanyaan 23). (ii) Keempat pasangannya: panjang nol namun takterbilang (pertanyaan 3, 9); tertutup namun berinterior kosong (pertanyaan 4); sempurna — tanpa titik yang terasing — namun terputus seluruhnya (pertanyaan 11, 13); serta terabaikan namun dengan (pertanyaan 16). (iii) Adapun surjeksi pada pertanyaan 20, bila dibuat kontinu dan tidak turun, menjadi tangga setan pada teori fungsi yang kontinu; sedangkan pada teori ukuran jilid Tahun ke-3, menjadi saksi baku bahwa “terabaikan” tak berarti “terbilang”, dengan sepupunya yang gemuk (pertanyaan 22) memisahkan “tak padat di mana pun” dari “terabaikan”.