Gagasan himpunan dan relasi keanggotaan kita terima sebagai gagasan primitif. Untuk himpunan di dalam himpunan semesta :
- inklusi: bila ; kesamaan bila dan ;
- gabungan , irisan , selisih , komplemen ;
- himpunan kosong , yang termuat dalam setiap himpunan;
- himpunan kuasa : himpunan semua himpunan bagian dari ;
- hasil kali : himpunan pasangan terurut dengan , .
Contoh
Contoh 1.17 (Membiasakan diri dengan himpunan kuasa)
Untuk :
empat unsur — dan perhatikan disiplin tipenya: tetapi ; pernyataan maupun keduanya salah sebagaimana tertulis (yang kedua menuntut menjadi himpunan bagian dari ). Diiterasikan dari ketiadaan: mempunyai satu unsur, mempunyai dua, berikutnya empat — himpunan yang anggotanya himpunan tetaplah himpunan biasa, dan Bab 2 akan membenarkan pola penggandaan itu: . Menjaga agar tingkatannya (, , ) tidak tertukar adalah separuh perjuangan dalam latihan seperti Latihan 1.11 dan 1.12.
Contoh 1.27 (Butir (2) sudah tajam)
Pada Proposisi 1.26 (2), kesimpulannya tidak dapat diperkuat: bijektif tidak memaksa surjektif atau injektif. Ambil , , dengan dan : maka bijektif, namun melewatkan unsur dan meleburkan kedua unsurnya. Moralnya adalah aturan pembukuan yang tepat: informasi komposisi mengalir ke pemetaan dalam untuk keinjektifan dan ke pemetaan luar untuk kesurjektifan, tidak pernah sebaliknya. (Latihan 1.9 membangun gejala yang sama dengan himpunan tak hingga, tempat gejala itu menjadi mesin di balik invers sepihak.)
Contoh 1.32
Pada , kekongruenan modulo ( bila membagi ) adalah relasi ekuivalensi; kelas-kelasnya adalah himpunan bilangan bulat yang bersisa tertentu bila dibagi . Contoh ini menjelma menjadi ring pada Bab 7.