adalah grup permutasi atas (berorde ). Sebuah siklus memetakan dan membiarkan yang lain tetap; disebut panjangnya, dan siklus berpanjang disebut transposisi. Dua siklus disebut saling lepas apabila penyangganya (titik yang tidak tetap) saling lepas.
Contoh
Contoh 1.20 (Tipe siklus sebagai pencacahan)
Ada berapa permutasi di bertipe siklus — satu siklus panjang , satu siklus panjang , dan satu transposisi? Pilih penyangganya sekaligus urutan siklisnya:
jajarkan kesembilan lambang itu dalam satu baris ( cara), kurung empat yang pertama, tiga berikutnya, dan dua terakhir menjadi siklus, lalu bagi dengan banyaknya perputaran di dalam tiap kurung (, dan buah) yang memberi permutasi yang sama. (Panjang siklusnya di sini berbeda-beda, jadi tidak perlu pembagian lagi; panjang yang sama akan menuntut pembagian oleh permutasi antar kurung yang sepanjang itu pula.) Setiap permutasi semacam itu berorde dan bertanda (Teorema 1.19 dan teorema tanda permutasi di bawah). Satu partisi , satu kelas konjugasi, satu pencacahan — kombinatorika tak lain adalah aritmetika partisi.
Contoh 1.23 (Tiga jalan menuju satu tanda)
Misalkan mengirim ke . Lewat siklus: dan , jadi dan . Lewat inversi: pada deretan nilai pasangan yang terbalik adalah , , , , , , : tujuh buah, dan . Lewat transposisi: , tiga faktor, . Tiga perhitungan, satu paritas: ketunggalan pada Teorema 1.21 menjamin tidak ada tata cara pembukuan yang dapat membuat ketiganya berselisih — dan justru itulah yang membuat berguna sebagai invarian (lihat soal akhir pekan).