Mathematics · Buku 4 · Bachelor Year 2

Matematika Universitas — Tahun 2

Matematika Universitas — Tahun 2 · Bachelor Year 2

1Himpunan dan Struktur

Bab pembuka ini mempertajam landasan yang diletakkan pada jilid Tahun ke-1 menjadi perkakas kerja sehari-hari: kalkulus himpunan dan kuosien, perbandingan himpunan tak hingga (keterbilangan, Cantor–Bernstein), serta teori struktur grup dan ring — teorema Lagrange, grup simetri beserta tanda permutasinya, ideal, dan teorema sisa Cina. Semua yang ada di sini dipakai tiada henti pada sisa buku: tanda permutasi membangun determinan (Bab 2), ring kuosien menggerakkan aritmetika, dan keterbilangan menjadi alas bagi topologi maupun peluang.

1.1 Himpunan, pemetaan, kuosien

Kita memakai dengan bebas bahasa himpunan, pemetaan, serta relasi ekuivalensi dan relasi urutan yang disiapkan pada jilid Tahun ke-1. Dua peningkatan layak dinyatakan secara utuh.

Proposisi 1.1 (Peta dan prapeta suatu keluarga)

Misalkan f ⁣:EFf \colon E \to F dan misalkan (Ai)iI(A_i)_{i \in I}, (Bj)jJ(B_j)_{j \in J} keluarga himpunan bagian dari EE dan dari FF berturut-turut. Maka

f1(jBj)=jf1(Bj),f1(jBj)=jf1(Bj),f1(FB)=Ef1(B),f^{-1}\Bigl(\bigcup_j B_j\Bigr) = \bigcup_j f^{-1}(B_j), \qquad f^{-1}\Bigl(\bigcap_j B_j\Bigr) = \bigcap_j f^{-1}(B_j), \qquad f^{-1}(F \setminus B) = E \setminus f^{-1}(B),
f(iAi)=if(Ai),f(iAi)if(Ai)(kesamaan bila f injektif).f\Bigl(\bigcup_i A_i\Bigr) = \bigcup_i f(A_i), \qquad f\Bigl(\bigcap_i A_i\Bigr) \subseteq \bigcap_i f(A_i) \quad (\text{kesamaan bila } f \text{ injektif}).

Bukti. Setiap kesamaan hanyalah penguraian definisi; misalnya xf1(Bj)    f(x)Bjx \in f^{-1}(\bigcap B_j) \iff f(x) \in B_j untuk setiap jj     xf1(Bj)\iff x \in f^{-1}(B_j) untuk setiap jj. Kesamaan untuk peta dan gagalnya kesamaan pada kasus irisan (beserta perbaikan lewat keinjektifan) telah dibuktikan pada jilid Tahun ke-1 untuk dua himpunan; alasannya sama persis untuk keluarga sembarang.

Contoh 1.2 (Ketika pengaitan peta benar-benar tegas)

Ambil f ⁣:RRf \colon \R \to \R, f(x)=x2f(x) = x^2, dengan A1=[1,0]A_1 = \intcc{-1}{0} dan A2=[0,1]A_2 = \intcc{0}{1}. Maka

f(A1A2)=f({0})={0},f(A1)f(A2)=[0,1][0,1]=[0,1]:f(A_1 \cap A_2) = f(\{0\}) = \{0\}, \qquad f(A_1) \cap f(A_2) = \intcc{0}{1} \cap \intcc{0}{1} = \intcc{0}{1} :

pengaitan pada Proposisi 1.1 setegas yang mungkin — kedua prapeta ±x\pm x dari satu nilai yang sama berada di AiA_i yang berbeda. Keinjektifan justru melarang pemecahan semacam ini, dan itulah sebabnya prapeta (yang tak pernah menyatukan titik) memenuhi keempat kesamaan itu tanpa syarat, sedangkan peta kehilangan kesamaan untuk irisan. Pedoman praktis untuk seluruh buku: dorong prapeta melewati operasi himpunan sesuka hati; perlakukan peta dengan hati-hati.

Definisi 1.3 (Himpunan kuosien)

Misalkan R\mathcal{R} relasi ekuivalensi pada EE. Himpunan kuosien E/RE/\mathcal{R} adalah himpunan semua kelas ekuivalensi; surjeksi π ⁣:EE/R\pi \colon E \to E/\mathcal{R}, xcl(x)x \mapsto \mathrm{cl}(x), disebut proyeksi kanonik.

Sifat universal (pemfaktoran): jika f ⁣:EFf \colon E \to F selaras dengan R\mathcal{R} (yaitu xRy    f(x)=f(y)x \mathbin{\mathcal{R}} y \implies f(x) = f(y)), maka terdapat tepat satu pemetaan f ⁣:E/RF\overline f \colon E/\mathcal{R} \to F dengan f=fπf = \overline f \circ \pi.

Bukti sifat universal. Ketunggalan: syarat f=fπf = \overline f \circ \pi berbunyi

f(cl(x))=f(x)(xE),\overline f\bigl(\mathrm{cl}(x)\bigr) = f(x) \qquad (x \in E),

dan karena π\pi surjektif, setiap unsur E/RE/\mathcal{R} berbentuk cl(x)\mathrm{cl}(x): seluruh nilai f\overline f sudah terpaksa. Keberadaan: ambil ungkapan di atas sebagai definisi f\overline f; ungkapan itu tak bermakna ganda justru karena keselarasan — jika cl(x)=cl(y)\mathrm{cl}(x) = \mathrm{cl}(y), maka xRyx \mathbin{\mathcal{R}} y, sehingga f(x)=f(y)f(x) = f(y) dan kedua calon nilai berimpit — dan ungkapan itu memfaktorkan ff menurut konstruksinya. Perhatikan pembagian tugas: kesurjektifan π\pi memberi ketunggalan, keselarasan memberi keberadaan.

Contoh 1.4

Z/nZ\Z/n\Z adalah kuosien Z\Z oleh kekongruenan modulo nn; pemeriksaan “terdefinisi dengan baik” pada jilid Tahun ke-1 tak lain adalah penerapan sifat universal. Kuosien mengubah “konstruksi yang selaras pada wakil kelas” menjadi pemetaan sejati — kita memakainya terus-menerus di bawah ini.

1.2 Keterbilangan dan kardinalitas

Definisi 1.5 (Ekuipotensi, keterbilangan)

Dua himpunan disebut ekuipoten apabila ada bijeksi yang menghubungkannya. Suatu himpunan disebut terbilang apabila ekuipoten dengan N\N (sebagian penulis memasukkan himpunan hingga; kita memakai ungkapan paling banyak terbilang untuk “hingga atau terbilang”).

Proposisi 1.6 (Sifat kestabilan)

  1. Setiap himpunan bagian tak hingga dari N\N adalah terbilang; suatu himpunan paling banyak terbilang bila dan hanya bila ia terinjeksi ke N\N, bila dan hanya bila ia kosong atau merupakan peta surjektif dari N\N.
  2. N×N\N \times \N terbilang; hasil kali dua himpunan yang paling banyak terbilang juga paling banyak terbilang.
  3. Gabungan yang paling banyak terbilang atas himpunan yang paling banyak terbilang tetap paling banyak terbilang.
  4. Z\Z dan Q\Q terbilang.

Bukti. (1) Susun ANA \subseteq \N yang tak hingga lewat minimum berulang: a0=minAa_0 = \min A, ak+1=min(A{a0,,ak})a_{k+1} = \min\,(A \setminus \{a_0, \dots, a_k\}) (tak kosong karena AA tak hingga); pemetaan kakk \mapsto a_k naik tegas, injektif, dan surjektif ke AA (setiap aAa \in A hanya melampaui berhingga banyak unsur AA, jadi pasti tercapai). Jika EE terinjeksi ke N\N lewat φ\varphi, maka EE ekuipoten dengan φ(E)N\varphi(E) \subseteq \N: hingga atau terbilang. Jika s ⁣:NEs \colon \N \to E surjektif, maka xmins1({x})x \mapsto \min s^{-1}(\{x\}) menginjeksikan EE ke N\N.

(2) Pemetaan (p,q)2p(2q+1)1(p, q) \mapsto 2^p(2q + 1) - 1 adalah bijeksi N2N\N^2 \to \N (setiap bilangan bulat positif punya pemisahan ganjil–genap tunggal 2pm2^p m dengan mm ganjil, menurut ketunggalan pemfaktoran). Untuk hasil kali: susun kedua injeksi.

(3) Diberikan himpunan EnE_n beserta surjeksi sn ⁣:NEns_n \colon \N \to E_n (tak masalah bila ada EnE_n yang hingga: ulangi saja nilainya), pemetaan (n,k)sn(k)(n, k) \mapsto s_n(k) adalah surjeksi dari N2\N^2 yang terbilang ke En\bigcup E_n.

(4) Z=N(N)\Z = \N \cup (-\N^*): gabungan terbilang. Q\Q adalah peta surjektif dari Z×N\Z \times \N^* (pemetaan pecahan), jadi paling banyak terbilang, sekaligus tak hingga.

Contoh 1.7 (Fungsi pemasangan, dihitung)

Bijeksi (p,q)2p(2q+1)1(p, q) \mapsto 2^p(2q + 1) - 1 dalam bukti di atas pantas dilihat sedang bekerja. Nilai-nilai pertamanya:

q=0q=1q=2q=3q=4p=002468p=11591317p=2311192735p=3723395571\begin{array}{c|ccccc} & q = 0 & q = 1 & q = 2 & q = 3 & q = 4\\ \hline p = 0 & 0 & 2 & 4 & 6 & 8\\ p = 1 & 1 & 5 & 9 & 13 & 17\\ p = 2 & 3 & 11 & 19 & 27 & 35\\ p = 3 & 7 & 23 & 39 & 55 & 71 \end{array}

Baris pp menghimpun bilangan nn yang n+1n + 1-nya habis dibagi tepat oleh 2p2^p: setiap bilangan cacah muncul tepat sekali. Pembacaan baliknya segamblang penyandiannya: untuk n=43n = 43, faktorkan n+1=44=2211=22(25+1)n + 1 = 44 = 2^2\cdot 11 = 2^2(2\cdot5 + 1), sehingga (p,q)=(2,5)(p, q) = (2, 5). Pelajaran penutupnya: bukti keterbilangan sering kali berupa algoritme yang menyamar — di sini, “keluarkan semua faktor dua”.

Contoh 1.8 (Bilangan aljabar adalah terbilang)

Suatu bilangan kompleks disebut aljabar apabila ia menolkan suatu polinomial tak nol berkoefisien rasional. Himpunan Q\overline\Q semua bilangan aljabar adalah terbilang: polinomial berderajat d\leq d atas Q\Q terinjeksi ke Qd+1\Q^{d+1}, yaitu hasil kali hingga atas himpunan terbilang (Proposisi 1.6 (2)); gabungan atas dd menyusun semua polinomial rasional tak nol sebagai P0,P1,P2,P_0, P_1, P_2, \dots; setiap PkP_k punya berhingga banyak akar; dan

Q=kN {akar-akar Pk}\overline\Q = \bigcup_{k \in \N}\ \{\text{akar-akar } P_k\}

adalah gabungan terbilang atas himpunan hingga (Proposisi 1.6 (3)), tak hingga karena memuat Q\Q. Digabungkan dengan ketakterbilangan R\R (Teorema 1.9 di bawah), ini membuktikan — tanpa menunjukkan satu pun contohnya — bahwa bilangan transenden memang ada dan justru merupakan mayoritas yang tak terbilang: itulah hujah pencacahan Cantor tahun 1874, keberadaan semata-mata lewat kardinalitas.

Teorema 1.9 (Cantor; ketakterbilangan R\R)

  1. Untuk setiap himpunan EE, tidak ada surjeksi EP(E)E \to \mathcal{P}(E).
  2. R\R tidak terbilang.

Bukti. (1) telah dibuktikan pada jilid Tahun ke-1 (lewat himpunan diagonal D={x:xf(x)}D = \{x : x \notin f(x)\}).

(2) Andaikan (xn)nN(x_n)_{n \in \N} mendaftar seluruh R\R. Bangun ruas bersarang I0I1I_0 \supseteq I_1 \supseteq \dots dengan In=3n\abs{I_n} = 3^{-n} dan xnInx_n \notin I_n: bagi ruas yang sedang dipegang menjadi tiga pertigaan tertutup; paling sedikit satu pertigaan menghindari xnx_n (sebuah titik menyinggung paling banyak dua dari ketiganya). Teorema ruas bersarang (ujung-ujung yang berdampingan) memberi nIn\ell \in \bigcap_n I_n; tetapi =xN\ell = x_N untuk suatu NN, padahal xNINx_N \notin I_N: kontradiksi.

Teorema 1.10 (Cantor–Bernstein)

Jika EE terinjeksi ke FF dan FF terinjeksi ke EE, maka EE dan FF ekuipoten.

Bukti. Misalkan f ⁣:EFf \colon E \to F dan g ⁣:FEg \colon F \to E dua injeksi. Untuk setiap titik (di EE maupun di FF), telusuri rantai leluhurnya, yakni barisan prapeta berurutan xg1(x)f1(g1(x))x \mapsto g^{-1}(x) \mapsto f^{-1}(g^{-1}(x)) \mapsto \dots — setiap langkah terdefinisi selama titik yang sedang dipegang terletak di peta injeksi yang bersangkutan, dan langkah itu tunggal berkat keinjektifan. Ada tiga nasib yang saling lepas: rantai berhenti di suatu titik Eg(F)E \setminus g(F) (berpangkal di EE), berhenti di suatu titik Ff(E)F \setminus f(E) (berpangkal di FF), atau tak pernah berhenti. Ini memilah E=EEEFEE = E_E \cup E_F \cup E_\infty dan F=FEFFFF = F_E \cup F_F \cup F_\infty menurut pangkalnya.

Sekarang amati: ff memetakan EEE_E pada FEF_E — rantai f(x)f(x) adalah rantai xx yang didahului satu langkah, jadi pangkalnya sama; dan setiap yFEy \in F_E punya rantai dengan sekurang-kurangnya satu langkah (pangkalnya di EE), sehingga y=f(x)y = f(x) dengan xEEx \in E_E. Alasan yang sama memberi bijeksi f ⁣:EFf \colon E_\infty \to F_\infty dan g ⁣:FFEFg \colon F_F \to E_F. Setelah direkatkan,

h(x)={f(x)jika xEEE,g1(x)jika xEF,h(x) = \begin{cases} f(x) & \text{jika } x \in E_E \cup E_\infty,\\ g^{-1}(x) & \text{jika } x \in E_F, \end{cases}

merupakan bijeksi dari EE pada F=FEFFFF = F_E \cup F_\infty \cup F_F: ia bijektif sepotong demi sepotong, dan ketiga potongan sasarannya saling lepas.

Contoh 1.11

(0,1)\intoo{0}{1} dan [0,1]\intcc{0}{1} ekuipoten: identitas menginjeksikan satu arah, xx+13x \mapsto \frac{x + 1}{3} arah sebaliknya; teorema tadi memproduksi bijeksinya (yang mau tak mau tak kontinu). Demikian pula R\R, (0,1)\intoo{0}{1} (lewat bijeksi bertipe tanh\tanh) dan P(N)\mathcal{P}(\N) (uraian biner, Latihan 1.3) semuanya ekuipoten: itulah “kardinalitas kontinum”.

Contoh 1.12 (Ruas dan persegi)

[0,1]\intcc{0}{1} dan [0,1]2\intcc{0}{1}^2 ekuipoten — dimensi tidak tertangkap oleh kardinalitas. Satu injeksinya sepele: x(x,0)x \mapsto (x, 0). Untuk arah sebaliknya, kirim (x,y)(x, y) ke bilangan real yang angka desimalnya menyelang-nyeling angka xx dan angka yy,

(0.x1x2x3, 0.y1y2y3)    0.x1y1x2y2x3y3,(0.x_1x_2x_3\dots,\ 0.y_1y_2y_3\dots) \;\longmapsto\; 0.x_1y_1x_2y_2x_3y_3\dots,

dengan memilih untuk tiap koordinat uraian yang tidak berakhir dengan 99 berulang: dengan kesepakatan itu angka pada petanya menentukan angka xx dan yy, jadi pemetaannya injektif (ia tidak harus surjektif — peta tidak pernah memuat, misalnya, bilangan yang angka-angka pada posisi ganjilnya akhirnya selalu 99 — dan itu tidak menjadi soal). Cantor–Bernstein (Teorema 1.10) lalu merakit bijeksi sejati. Kekontinuan, tentu saja, mustahil: tidak ada bijeksi kontinu di antara keduanya — bab-bab metrik menjelaskan sebabnya (keterhubungan membedakan garis dari bidang, Bab 4).

1.3 Grup

Definisi 1.13 (Subgrup yang dibangun; orde)

Misalkan GG grup dan AGA \subseteq G. Subgrup yang dibangun oleh AA, ditulis A\langle A \rangle, adalah subgrup terkecil yang memuat AA — secara konkret, semua hasil kali hingga atas unsur AA dan inversnya. Suatu grup disebut siklik apabila dibangun oleh satu unsur: a={ak:kZ}\langle a\rangle = \{a^k : k \in \Z\}. Adapun orde unsur aGa \in G adalah ord(a)=a\operatorname{ord}(a) = \abs{\langle a \rangle} (boleh jadi tak hingga); bila hingga, ia adalah n1n \geq 1 terkecil dengan an=ea^n = e, dan ak=e    ord(a)ka^k = e \iff \operatorname{ord}(a) \mid k.

Bukti pencirian orde. Jika ada am=ea^m = e dengan m1m \geq 1, ambil n1n \geq 1 terkecil dengan an=ea^n = e. Unsur e,a,,an1e, a, \dots, a^{n-1} berbeda sepasang demi sepasang (ai=aja^{i} = a^{j} dengan 0i<j<n0 \leq i < j < n memberi aji=ea^{j-i} = e, yang melawan keminimalan), dan setiap aka^k menyusut ke salah satunya lewat pembagian Euklides k=nq+rk = nq + r: jadi a\langle a\rangle tepat punya nn unsur, dan ak=ar=e    r=0    nka^k = a^r = e \iff r = 0 \iff n \mid k. Jika tidak ada pangkat yang trivial, semua aka^k (kZk \in \Z) berbeda (dengan alasan pembagian yang sama) dan ordenya tak hingga.

Teorema 1.14 (Lagrange)

Misalkan GG grup hingga dan HH subgrupnya. Maka H\abs H membagi G\abs G. Khususnya orde setiap unsur membagi G\abs G, dan aG=ea^{\abs G} = e untuk setiap aGa \in G.

Bukti. Relasi xy    x1yHx \sim y \iff x^{-1}y \in H adalah relasi ekuivalensi (refleksif: eHe \in H; simetris: lewat invers; transitif: lewat hasil kali). Kelas xx adalah koset kiri xH={xh:hH}xH = \{xh : h \in H\}, dan hxhh \mapsto xh merupakan bijeksi HxHH \to xH (dengan invers yx1yy \mapsto x^{-1}y): jadi semua kelas punya H\abs H unsur. Kelas-kelas itu memilah GG (teorema pemilahan umum pada jilid Tahun ke-1), sehingga G=H×(banyaknya koset)\abs G = \abs H \times (\text{banyaknya koset}). Untuk sebuah unsur: terapkan hasil ini pada H=aH = \langle a\rangle; maka aG=(aorda)G/orda=ea^{\abs G} = (a^{\operatorname{ord} a})^{\abs G / \operatorname{ord} a} = e.

Contoh 1.15 (Koset dalam kerja: A3A_3 di dalam S3\mathfrak{S}_3)

Ambil G=S3G = \mathfrak{S}_3 (berorde 66) dan H=A3={id, (123), (132)}H = A_3 = \{\mathrm{id},\ (1\,2\,3),\ (1\,3\,2)\}. Koset kirinya adalah

H={id, (123), (132)},(12)H={(12), (23), (13)}:H = \{\mathrm{id},\ (1\,2\,3),\ (1\,3\,2)\}, \qquad (1\,2)H = \{(1\,2),\ (2\,3),\ (1\,3)\} :

dua kelas beranggotakan tiga unsur yang memilah GG, persis seperti dituntut oleh pencacahan G=H×(banyaknya koset)\abs G = \abs H \times (\text{banyaknya koset}) — dan tampak jelas bahwa itulah pemilahan atas permutasi genap dan permutasi ganjil. Perhatikan (13)H=(12)H(1\,3)H = (1\,2)H walaupun (13)(12)(1\,3) \neq (1\,2): koset adalah kelas, bukan sesuatu yang dinamai menurut wakilnya, dan x1yHx^{-1}y \in H satu-satunya perbandingan yang sah. Gambaran dua kelas ini berlaku umum untuk tanda permutasi: AnA_n bersama satu-satunya koset pendampingnya membelah Sn\mathfrak{S}_n tepat menjadi dua, dan begitulah soal akhir pekan bab ini mencacah posisi teka-teki yang terjangkau.

Contoh 1.16

Dua panen langsung. Grup berorde prima pasti siklik: jika G=p\abs G = p prima dan aea \neq e, maka ord(a)\operatorname{ord}(a) membagi pp dan tidak sama dengan 11, jadi ia sama dengan pp: a=G\langle a\rangle = G. Kisi subgrup Z/12Z\Z/12\Z: menurut Proposisi 1.17 di bawah, ada tepat satu subgrup untuk tiap pembagi 1212 — berorde 1,2,3,4,6,121, 2, 3, 4, 6, 12, yang berturut-turut dibangun oleh 0\overline 0, 6\overline 6, 4\overline 4, 3\overline 3, 2\overline 2, 1\overline 1. Peringatan penutup: konvers teorema Lagrange tidak berlaku umum — A4A_4 berorde 1212 tetapi tidak punya subgrup berorde 66, sebagaimana kita buktikan pada soal akhir pekan bab ini (Soal 1.1, pertanyaan 14). Lagrange membatasi orde yang mungkin; ia tidak menjanjikan orde itu ada.

Kisi subgrup ℤ/12ℤ: satu subgrup untuk tiap pembagi 12 (), dengan sebuah rusuk bila yang satu memuat yang lain dengan indeks prima. Pemuatan berjalan berlawanan dengan keterbagian pembangunnya: 4 ⊂eq 2 karena 4 adalah kelipatan 2.
Kisi subgrup Z/12Z\Z/12\Z: satu subgrup untuk tiap pembagi 1212 (Proposisi 1.17), dengan sebuah rusuk bila yang satu memuat yang lain dengan indeks prima. Pemuatan berjalan berlawanan dengan keterbagian pembangunnya: 42\langle\overline 4\rangle \subseteq \langle\overline2\rangle karena 44 adalah kelipatan 22.

Proposisi 1.17 (Grup siklik)

Misalkan G=aG = \langle a \rangle siklik berorde nn.

  1. GG isomorfik dengan (Z/nZ,+)(\Z/n\Z, +), lewat kak\overline k \mapsto a^k.
  2. Setiap subgrup GG adalah siklik; untuk tiap pembagi dnd \mid n ada tepat satu subgrup berorde dd, yakni an/d\langle a^{n/d}\rangle.
  3. aka^k membangun GG bila dan hanya bila gcd(k,n)=1\gcd(k, n) = 1: jadi GG punya φ(n)\varphi(n) pembangun (fungsi Euler).

Bukti. (1) Pemetaan kakk \mapsto a^k dari Z\Z pada GG selaras dengan kekongruenan modulo nn (ak=ak    nkka^{k} = a^{k'} \iff n \mid k - k', menurut pencirian orde); sifat universal (Definisi 1.3) menghasilkan morfisma bijektif yang terdefinisi dengan baik dari Z/nZ\Z/n\Z.

(2) Misalkan HGH \leq G tak trivial dan mm bilangan 1\geq 1 terkecil dengan amHa^m \in H. Pembagian Euklides menunjukkan H=amH = \langle a^m\rangle (untuk akHa^k \in H: dari k=mq+rk = mq + r terpaksa arHa^r \in H, jadi r=0r = 0), dan mnm \mid n (bagilah nn oleh mm: anmodmHa^{n \bmod m} \in H). Akibatnya H=n/m\abs H = n/m; dengan mengambil m=n/dm = n/d setiap pembagi dd terwujud. Ketunggalan: menurut uraian di atas, sembarang subgrup berorde dd berbentuk am\langle a^m \rangle dengan n/m=dn/m = d — sehingga m=n/dm = n/d terpaksa dan subgrupnya tertentu.

(3) Kita klaim ord(ak)=ngcd(k,n)\operatorname{ord}(a^k) = \frac{n}{\gcd(k, n)}. Tulis d=gcd(k,n)d = \gcd(k, n). Untuk sembarang m1m \geq 1, pencirian orde pada Definisi 1.13 memberi rantai kesetaraan berikut

(ak)m=e    nkm    ndkdm    ndm,(a^k)^m = e \iff n \mid km \iff \frac{n}{d} \,\Big|\, \frac{k}{d}\,m \iff \frac{n}{d} \,\Big|\, m ,

langkah terakhir memakai lema Gauss, karena nd\frac nd dan kd\frac kd saling prima. Bilangan mm terkecil yang demikian adalah nd\frac nd: ord(ak)=ngcd(k,n)\operatorname{ord}(a^k) = \frac n{\gcd(k,n)}, yang sama dengan nn bila dan hanya bila gcd(k,n)=1\gcd(k, n) = 1. Ada φ(n)\varphi(n) kelas kk modulo nn yang seperti itu.

1.4 Grup simetri

Definisi 1.18

Sn\mathfrak{S}_n adalah grup permutasi atas [ ⁣[1,n] ⁣]\intint{1}{n} (berorde n!n!). Sebuah siklus (a1a2ak)(a_1\,a_2\,\cdots\,a_k) memetakan a1a2aka1a_1 \mapsto a_2 \mapsto \dots \mapsto a_k \mapsto a_1 dan membiarkan yang lain tetap; kk disebut panjangnya, dan siklus berpanjang 22 disebut transposisi. Dua siklus disebut saling lepas apabila penyangganya (titik yang tidak tetap) saling lepas.

Teorema 1.19 (Penguraian siklus)

Setiap permutasi σid\sigma \neq \mathrm{id} adalah hasil kali siklus yang saling lepas, tunggal kecuali urutan faktornya. Siklus yang saling lepas komutatif, dan ord(σ)\operatorname{ord}(\sigma) adalah KPK panjang-panjangnya.

Bukti. Tinjau relasi “orbit” pada penyangga σ\sigma: xyx \sim y bila y=σk(x)y = \sigma^k(x) untuk suatu kZk \in \Z — sebuah relasi ekuivalensi. Setiap kelasnya berbentuk {x,σ(x),,σk1(x)}\{x, \sigma(x), \dots, \sigma^{k-1}(x)\} (hingga, jadi iterasinya pasti berputar kembali — pengulangan pertama mesti kembali ke xx berkat keinjektifan) mengusung siklus (x σ(x)  σk1(x))(x\ \sigma(x)\ \cdots\ \sigma^{k-1}(x)), dan σ\sigma adalah hasil kali siklus-siklus itu: pada tiap orbit hanya siklus yang bersangkutan yang bekerja. Ketunggalan: sembarang pemfaktoran atas siklus saling lepas melahirkan orbit yang persis sama (siklus lewat xx mestilah (x σ(x) )(x\ \sigma(x)\ \cdots)). Siklus saling lepas komutatif karena menggerakkan titik yang berbeda; pernyataan tentang orde menyusul karena σm=id\sigma^m = \mathrm{id} bila dan hanya bila pangkat ke-mm tiap siklus demikian (karena saling lepas), bila dan hanya bila tiap panjang membagi mm.

Contoh 1.20 (Tipe siklus sebagai pencacahan)

Ada berapa permutasi di S9\mathfrak{S}_9 bertipe siklus (4,3,2)(4, 3, 2) — satu siklus panjang 44, satu siklus panjang 33, dan satu transposisi? Pilih penyangganya sekaligus urutan siklisnya:

9!432=36288024=15120:\frac{9!}{4\cdot 3\cdot 2} = \frac{362\,880}{24} = 15\,120 :

jajarkan kesembilan lambang itu dalam satu baris (9!9! cara), kurung empat yang pertama, tiga berikutnya, dan dua terakhir menjadi siklus, lalu bagi dengan banyaknya perputaran di dalam tiap kurung (44, 33 dan 22 buah) yang memberi permutasi yang sama. (Panjang siklusnya di sini berbeda-beda, jadi tidak perlu pembagian lagi; panjang yang sama akan menuntut pembagian oleh permutasi antar kurung yang sepanjang itu pula.) Setiap permutasi semacam itu berorde lcm(4,3,2)=12\operatorname{lcm}(4,3,2) = 12 dan bertanda (1)3(1)2(1)1=+1(-1)^3(-1)^2(-1)^1 = +1 (Teorema 1.19 dan teorema tanda permutasi di bawah). Satu partisi 99, satu kelas konjugasi, satu pencacahan — kombinatorika Sn\mathfrak{S}_n tak lain adalah aritmetika partisi.

Teorema 1.21 (Tanda permutasi)

Hanya ada satu morfisma grup ε ⁣:Sn{±1}\varepsilon \colon \mathfrak{S}_n \to \{\pm 1\} (untuk n2n \geq 2) yang bernilai 1-1 pada transposisi: itulah tanda permutasi. Lebih lanjut ε(σ)=(1)I(σ)\varepsilon(\sigma) = (-1)^{I(\sigma)} dengan I(σ)I(\sigma) menyatakan banyaknya inversi (pasangan i<ji < j dengan σ(i)>σ(j)\sigma(i) > \sigma(j)), siklus berpanjang kk bertanda (1)k1(-1)^{k-1}, dan grup alternating An=kerεA_n = \ker\varepsilon berorde n!2\frac{n!}{2}.

Bukti. Keberadaan. Untuk σSn\sigma \in \mathfrak{S}_n tetapkan

ε(σ)=1i<jnσ(j)σ(i)ji.\varepsilon(\sigma) = \prod_{1 \leq i < j \leq n} \frac{\sigma(j) - \sigma(i)}{j - i} .

Nilai mutlak faktor-faktornya berkali menjadi 11 (pasangan tak terurut {σ(i),σ(j)}\{\sigma(i), \sigma(j)\} menjelajahi semua pasangan), sehingga ε(σ)=(1)I(σ){±1}\varepsilon(\sigma) = (-1)^{I(\sigma)} \in \{\pm1\}. Morfisma: untuk σ,τ\sigma, \tau,

ε(στ)=i<jσ(τ(j))σ(τ(i))ji=i<jσ(τ(j))σ(τ(i))τ(j)τ(i)i<jτ(j)τ(i)ji=ε(σ)ε(τ),\varepsilon(\sigma\tau) = \prod_{i<j} \frac{\sigma(\tau(j)) - \sigma(\tau(i))}{j - i} = \prod_{i<j} \frac{\sigma(\tau(j)) - \sigma(\tau(i))}{\tau(j) - \tau(i)} \cdot \prod_{i<j} \frac{\tau(j) - \tau(i)}{j - i} = \varepsilon(\sigma)\,\varepsilon(\tau),

karena hasil kali di tengah sama dengan ε(σ)\varepsilon(\sigma) setelah diindeks ulang menurut pasangan {τ(i),τ(j)}\{\tau(i), \tau(j)\} (tiap pasangan tak terurut muncul sekali, dan pembilang serta penyebut berganti tanda bersama-sama). Transposisi τ=(ab)\tau = (a\,b) dengan a<ba < b punya inversi sebanyak bilangan ganjil; dicacah dengan saksama: pasangan terbalik (i,j)(i, j), i<ji < j, dengan τ(i)>τ(j)\tau(i) > \tau(j) adalah

(a,j) untuk a<j<b,(i,b) untuk a<i<b,(a,b) sendiri,(a, j) \ \text{untuk } a < j < b, \qquad (i, b) \ \text{untuk } a < i < b, \qquad (a, b) \ \text{sendiri},

yakni sebanyak (ba1)+(ba1)+1=2(ba)1(b - a - 1) + (b - a - 1) + 1 = 2(b - a) - 1, sebuah bilangan ganjil. (Cara lain: periksa langsung (12)(1\,2), yang punya satu inversi, lalu konjugasikan — unsur yang sekonjugasi bertanda sama karena ε\varepsilon adalah morfisma ke grup abelian.) Jadi ε((ab))=(1)2(ba)1=1\varepsilon((a\,b)) = (-1)^{2(b-a)-1} = -1.

Ketunggalan. Transposisi membangun Sn\mathfrak{S}_n (sebab untuk sebarang siklus berlaku (a1ak)=(a1ak)(a1ak1)(a1a2)(a_1\cdots a_k) = (a_1\,a_k)(a_1\,a_{k-1})\cdots(a_1\,a_2), lalu Teorema 1.19 merampungkannya); morfisma ke {±1}\{\pm1\} ditentukan oleh nilainya pada pembangun.

Akibat. Kesamaan siklus di atas menuliskan siklus berpanjang kk sebagai k1k - 1 transposisi: tandanya (1)k1(-1)^{k-1}. Tentang AnA_n: morfisma ε\varepsilon surjektif (transposisi ada untuk n2n \geq 2), dan kedua “koset” AnA_n dan (12)An(1\,2)A_n ekuipoten serta memilah Sn\mathfrak{S}_n (dengan hujah Lagrange): jadi An=n!2\abs{A_n} = \frac{n!}{2}.

Contoh 1.22

σ=(123456365412)=(135)(26)\sigma = \begin{pmatrix} 1&2&3&4&5&6\\ 3&6&5&4&1&2 \end{pmatrix} = (1\,3\,5)(2\,6): berorde lcm(3,2)=6\operatorname{lcm}(3,2) = 6, bertanda (1)2(1)1=1(-1)^{2}\cdot(-1)^{1} = -1. Tanda permutasi adalah pemeriksaan paritas tercepat atas suatu pengocokan — sekaligus mesin penggerak determinan pada Bab 2.

Contoh 1.23 (Tiga jalan menuju satu tanda)

Misalkan σS5\sigma \in \mathfrak{S}_5 mengirim 1,2,3,4,51, 2, 3, 4, 5 ke 3,5,4,1,23, 5, 4, 1, 2. Lewat siklus: 13411 \mapsto 3 \mapsto 4 \mapsto 1 dan 2522 \mapsto 5 \mapsto 2, jadi σ=(134)(25)\sigma = (1\,3\,4)(2\,5) dan ε(σ)=(1)2(1)1=1\varepsilon(\sigma) = (-1)^{2}(-1)^{1} = -1. Lewat inversi: pada deretan nilai 3,5,4,1,23, 5, 4, 1, 2 pasangan yang terbalik adalah (3,1)(3,1), (3,2)(3,2), (5,4)(5,4), (5,1)(5,1), (5,2)(5,2), (4,1)(4,1), (4,2)(4,2): tujuh buah, dan (1)7=1(-1)^7 = -1. Lewat transposisi: σ=(14)(13)(25)\sigma = (1\,4)(1\,3)(2\,5), tiga faktor, (1)3=1(-1)^3 = -1. Tiga perhitungan, satu paritas: ketunggalan pada Teorema 1.21 menjamin tidak ada tata cara pembukuan yang dapat membuat ketiganya berselisih — dan justru itulah yang membuat ε\varepsilon berguna sebagai invarian (lihat soal akhir pekan).

Catatan 1.24 (Ke mana tanda permutasi melangkah setelah ini)

Tanda permutasi adalah benih tiga panen berikutnya: ia membangun determinan beserta aturan hasil kalinya pada Bab 2; ia menggerakkan invarian paritas untuk teka-teki kombinatorial (soal akhir pekan bab ini menyelesaikan teka-teki lima belas dengannya); dan grup alternating AnA_n yang didefinisikannya menjadi tokoh utama pada jilid Tahun ke-3, tempat kesederhanaannya untuk n5n \geq 5 menjelaskan mengapa persamaan berderajat 55 tidak terpecahkan dengan akar.

1.5 Ring, ideal, kuosien

Definisi 1.25 (Ideal)

Misalkan AA ring komutatif. Sebuah ideal IAI \subseteq A adalah subgrup aditif dengan sifat axIa x \in I untuk setiap aAa \in A, xIx \in I. Kernel morfisma ring adalah ideal; I=AI = A bila dan hanya bila 1I1 \in I, bila dan hanya bila II memuat sebuah unit. Ideal yang dibangun oleh xx adalah xA={xa}xA = \{xa\} (sebuah ideal utama).

Teorema 1.26 (Ideal pada Z\Z dan pada K[X]K[X])

Setiap ideal Z\Z berbentuk nZn\Z untuk suatu nNn \in \N yang tunggal; setiap ideal K[X]K[X] (KK sebuah lapangan) berbentuk PK[X]P\,K[X] untuk suatu PP monik (atau nol) yang tunggal. Akibatnya FPB ada pada kedua ring itu beserta relasi Bézout: xZ+yZ=gcd(x,y)Zx\Z + y\Z = \gcd(x,y)\Z, demikian pula untuk polinomial.

Bukti. Untuk Z\Z ini tak lain teorema subgrup pada jilid Tahun ke-1 (sebuah ideal khususnya adalah subgrup, dan nZn\Z memang ideal). Untuk K[X]K[X]: misalkan I{0}I \neq \{0\} sebuah ideal dan PIP \in I tak nol berderajat minimal, dinormalkan menjadi monik. Untuk FIF \in I, pembagian Euklides F=PQ+RF = PQ + R memberi R=FPQIR = F - PQ \in I dengan degR<degP\deg R < \deg P: keminimalan memaksa R=0R = 0, jadi I=PK[X]I = P\,K[X]. Ketunggalan: dua pembangun monik saling membagi. Pernyataan Bézout tak lain kesamaan ideal xZ+yZx\Z + y\Z (atau padanan polinomialnya) dengan ideal utama yang dibangun FPB — persis definisi FPB yang dipakai pada Tahun ke-1, kini dikenali sebagai pernyataan tentang ideal.

Contoh 1.27 (FPB polinomial, dua jalan)

Hitung gcd(X31, X21)\gcd(X^3 - 1,\ X^2 - 1) di Q[X]\Q[X]. Lewat Euklides:

X31=X(X21)+(X1),X21=(X+1)(X1)+0,X^3 - 1 = X\,(X^2 - 1) + (X - 1), \qquad X^2 - 1 = (X + 1)(X - 1) + 0 ,

jadi FPB-nya X1X - 1, dan penyulihan balik memberi relasi Bézout

X1=1(X31)X(X21).X - 1 = 1\cdot(X^3 - 1) - X\cdot(X^2 - 1).

Lewat ideal: ideal (X31)Q[X]+(X21)Q[X](X^3 - 1)\Q[X] + (X^2 - 1)\Q[X] bersifat utama (Teorema 1.26); ia memuat X1X - 1 (lihat ungkapan di atas) dan termuat di (X1)Q[X](X - 1)\Q[X] (kedua pembangunnya nol di 11, jadi keduanya kelipatan X1X - 1): maka pembangun moniknya adalah X1X - 1. Pelajaran penutupnya: sudut pandang ideal mengenali FPB tanpa membagi — akar yang sama-sama dimiliki keduanya menempatkan idealnya, dan Euklides sekadar mengesahkannya.

Definisi 1.28 (Ring kuosien Z/nZ\Z/n\Z, ditinjau ulang)

Untuk sebuah ideal II pada AA, relasi xy    xyIx \sim y \iff x - y \in I adalah relasi ekuivalensi yang selaras dengan ++ dan ×\times; himpunan kuosien A/IA/I mewarisi struktur ring — itulah ring kuosien — sehingga π ⁣:AA/I\pi \colon A \to A/I menjadi morfisma dengan kernel II. Untuk A=ZA = \Z, I=nZI = n\Z ini tak lain Z/nZ\Z/n\Z pada jilid Tahun ke-1, kini lengkap dengan sifat universalnya: setiap morfisma yang menolkan II terfaktorkan lewat A/IA/I.

Teorema 1.29 (Teorema sisa Cina, bentuk ring)

Jika gcd(m,n)=1\gcd(m, n) = 1, maka pemetaan

Z/mnZZ/mZ×Z/nZ,x(xmodm,  xmodn)\Z/mn\Z \longrightarrow \Z/m\Z \times \Z/n\Z, \qquad \overline{x} \longmapsto (x \bmod m,\; x \bmod n)

adalah isomorfisma ring. Akibatnya φ(mn)=φ(m)φ(n)\varphi(mn) = \varphi(m)\varphi(n) untuk m,nm, n saling prima, dan

φ(n)=npn(11p)(p prima).\varphi(n) = n \prod_{p \mid n} \Bigl(1 - \frac 1p\Bigr) \quad (p \text{ prima}).

Bukti. Pemetaan itu morfisma ring yang terdefinisi dengan baik (keselarasannya langsung terlihat). Keinjektifan: x0x \equiv 0 modulo mm dan modulo nn dengan gcd(m,n)=1\gcd(m,n) = 1 memaksa mnxmn \mid x (Gauss). Kesurjektifan: kedua ruas punya mnmn unsur, jadi keinjektifan sudah cukup (kardinalitas hingga yang sama) — atau secara gamblang: dari relasi Bézout um+vn=1um + vn = 1, kelas

x=bum+avnx = b\,um + a\,vn

terpetakan ke (amodm, bmodn)(a \bmod m,\ b \bmod n), sebab vn=1um1(modm)vn = 1 - um \equiv 1 \pmod m membuat xa(modm)x \equiv a \pmod m, dan setangkup untuk modulo nn — itulah resep yang dipakai secara numerik pada Contoh 1.30. Unit berpadanan dengan pasangan unit (unit sebuah ring hasil kali adalah pasangan unit), sehingga φ(mn)=φ(m)φ(n)\varphi(mn) = \varphi(m)\varphi(n). Untuk pangkat prima, φ(pk)=pkpk1\varphi(p^k) = p^k - p^{k-1} (yang bukan unit modulo pkp^k adalah kelipatan pp); kemultiplikatifan lalu merakit rumus hasil kalinya.

Contoh 1.30 (Membalik isomorfisma Cina)

Ambil m=8m = 8, n=9n = 9. Invers isomorfisma itu dibuat gamblang lewat dua idempoten: cari u1(mod8)u \equiv 1 \pmod 8, u0(mod9)u \equiv 0 \pmod 9 serta v0(mod8)v \equiv 0 \pmod 8, v1(mod9)v \equiv 1 \pmod 9. Dari u=9k1(mod8)u = 9k \equiv 1 \pmod 8: k1k \equiv 1, jadi u=9u = 9; dari v=8k1(mod9)v = 8k \equiv 1 \pmod 9: k1-k \equiv 1, k8k \equiv 8, jadi v=64v = 64. Maka kelas x=9a+64bx = 9a + 64b modulo 7272 adalah satu-satunya penyelesaian xa(mod8)x \equiv a \pmod 8, xb(mod9)x \equiv b \pmod 9: untuk a=3a = 3, b=5b = 5 diperoleh 27+320=34759(mod72)27 + 320 = 347 \equiv 59 \pmod{72} — persis nilai antara yang ditemukan lewat penyulihan pada Latihan 1.8. Pelajaran penutupnya: uu dan vv memenuhi u+v1u + v \equiv 1, uv0uv \equiv 0, u2uu^2 \equiv u, v2vv^2 \equiv v modulo 7272; keduanya adalah peta (1,0)(1, 0) dan (0,1)(0, 1), dan setiap penguraian Cina pada dasarnya adalah penguraian 11 menjadi idempoten yang saling ortogonal.

Teorema 1.31 (Euler; Fermat ditinjau ulang)

Unit-unit Z/nZ\Z/n\Z membentuk grup berorde φ(n)\varphi(n); karenanya untuk gcd(a,n)=1\gcd(a, n) = 1 berlaku

aφ(n)1(modn)(teorema Euler),a^{\varphi(n)} \equiv 1 \pmod n \qquad (\text{teorema Euler}),

dan teorema kecil Fermat adalah kasus n=pn = p prima, yang kini berjarak satu baris dari teorema Lagrange.

Bukti. Kelas yang punya invers persis kelas bilangan bulat yang saling prima dengan nn (jilid Tahun ke-1): ada φ(n)\varphi(n) buah, dan semuanya membentuk grup terhadap perkalian. Menurut Lagrange (Teorema 1.14): setiap unsur dipangkatkan orde grupnya menghasilkan unsur identitas.

Contoh 1.32 (Grup unit tanpa pembangun)

Grup (Z/15Z)(\Z/15\Z)^* punya φ(15)=φ(3)φ(5)=8\varphi(15) = \varphi(3)\varphi(5) = 8 unsur. Apakah ia siklik? Hitung ordenya lewat isomorfisma Cina (Z/15Z)(Z/3Z)×(Z/5Z)(\Z/15\Z)^* \simeq (\Z/3\Z)^* \times (\Z/5\Z)^* (unit modulo 1515 adalah pasangan unit): kedua faktornya berorde 22 dan 44, jadi orde setiap unsur membagi lcm(2,4)=4<8\operatorname{lcm}(2, 4) = 4 < 8 — tidak ada unsur yang membangun. Secara konkret:

24=161,42=161,741,112=1211,1421(mod15):2^4 = 16 \equiv 1, \qquad 4^2 = 16 \equiv 1, \qquad 7^4 \equiv 1, \qquad 11^2 = 121 \equiv 1, \qquad 14^2 \equiv 1 \pmod{15} :

ordenya 4,2,4,2,24, 2, 4, 2, 2 dan tidak pernah 88. Bandingkan dengan Latihan 1.10: (Z/pZ)(\Z/p\Z)^* memang siklik untuk pp prima, sebab di sana grup unitnya berada di dalam sebuah lapangan. Teorema Euler tetap berlaku dengan pangkat φ(15)=8\varphi(15) = 8, tetapi pangkat semesta yang sebenarnya di sini adalah 44 — Euler memberi batas atas, tidak selalu batas yang tajam.

Definisi 1.33 (Aljabar)

Sebuah aljabar-KK adalah ruang vektor KK bernama AA yang dilengkapi struktur ring dengan perkalian yang bilinear atas KK. Contohnya: K[X]K[X], Mn(K)\mathcal{M}_n(K), L(E)\mathcal{L}(E), ruang fungsi F(X,K)\mathcal{F}(X, K), dan C\C sebagai aljabar-R\R. Morfisma aljabar adalah morfisma ring yang linear; evaluasi PP(u)P \mapsto P(u) dari K[X]K[X] ke L(E)\mathcal{L}(E) (atau ke Mn(K)\mathcal{M}_n(K)) adalah contoh pusatnya, yang menggerakkan Bab 3.

Contoh 1.34 (Morfisma evaluasi dan kernelnya)

Ambil A=(0100)A = \begin{pmatrix}0 & 1\\ 0 & 0\end{pmatrix} dan evaluasi εA ⁣:R[X]M2(R)\varepsilon_A \colon \R[X] \to \mathcal{M}_2(\R), PP(A)P \mapsto P(A). Karena A2=0A^2 = 0,

P(A)=P(0)I+P(0)A=(P(0)P(0)0P(0)),P(A) = P(0)\,I + P'(0)\,A = \begin{pmatrix} P(0) & P'(0)\\ 0 & P(0)\end{pmatrix},

(hanya suku tetap dan suku linear PP yang bertahan). Karenanya kerεA={P:P(0)=P(0)=0}=X2R[X]\ker\varepsilon_A = \{P : P(0) = P'(0) = 0\} = X^2\,\R[X]: sebuah ideal utama, persis seperti diramalkan Teorema 1.26, dibangun oleh X2X^2 yang monik dan berderajat terkecil di dalam kernel — itulah polinomial minimal AA, bintang Bab 3. Petanya adalah aljabar komutatif berdimensi dua {aI+bA}\{aI + bA\}: morfisma evaluasi menciutkan R[X]\R[X] yang berdimensi tak hingga menjadi aljabar kecil yang terhitungkan.

Catatan 1.35 (Pandangan ke depan: tiga melodi yang perlu disimak)

Tiga gagasan struktural dari bab ini berulang sepanjang jilid ini, setiap kali dengan orkestrasi yang makin tebal. Pemfaktoran lewat kuosien (Definisi 1.3): ia membangun Z/nZ\Z/n\Z di sini, mendefinisikan pemetaan pada himpunan penyelesaian sistem linear di Bab 2, dan diam-diam menopang setiap hujah “terdefinisi dengan baik pada kelas”. Invarian: tanda permutasi adalah morfisma ke {±1}\{\pm1\} yang tak terelakkan oleh langkah sah mana pun — logika yang sama memberi aturan hasil kali determinan (Bab 2), keawetan trace terhadap keserupaan, dan besaran kekal pada Bab 16. Mencacah dengan bersandar pada struktur: Lagrange mencacah lewat koset, dimensi mencacah lewat basis (Bab 2), multiplisitas mencacah lewat derajat polinomial (Bab 3); setiap kali sebuah batas tampak ajaib, pasti ada pemilahan atau penjenjangan yang sedang mencacah.

Catatan 1.36 (Jebakan yang sering muncul)

Empat klasik. (i) Pemetaan pada suatu kuosien wajib diperiksa keterdefinisiannya: “x\overline x \mapsto (rumus dalam xx)” sah hanya bila rumusnya tetap pada tiap kelas — itulah keselarasan pada Definisi 1.3, bukan sekadar formalitas. (ii) ord(ab)=lcm(orda,ordb)\operatorname{ord}(ab) = \operatorname{lcm}(\operatorname{ord}a, \operatorname{ord}b) salah secara umum, bahkan untuk unsur yang komutatif (aa dan a1a^{-1}); Latihan 1.4 memberi pernyataan yang benar dengan syarat saling prima dan komutatif, sedangkan siklus saling lepas memberi versi permutasinya. (iii) Keterbilangan bertahan terhadap gabungan terbilang dan hasil kali hingga, tetapi tidak terhadap hasil kali terbilang: {0,1}N\{0,1\}^{\N} tidak terbilang (Latihan 1.3) walaupun tiap faktornya hanya punya dua unsur. (iv) Cantor–Bernstein hanya menuntut injeksi dua arah, tetapi bijeksi yang dibangunnya lazimnya tidak kontinu dan tidak gamblang — jangan berharap ada rumusnya (Contoh 1.11).

Catatan 1.37 (Di mana bab ini dipakai)

Hampir di mana-mana. Tanda permutasi membangun determinan (Bab 2); morfisma evaluasi PP(u)P \mapsto P(u) dan ideal utama pada K[X]K[X] melahirkan polinomial minimal serta penguraian kernel pada Bab 3; keterbilangan adalah panggung tempat Bab 21 bermain (peluang pada ruang terbilang) sekaligus alasan mengapa topologi terus-menerus menghasilkan himpunan padat yang terbilang (Bab 4). Konstruksi kuosien A/IA/I dipakai kembali pada jilid Tahun ke-3 untuk membangun lapangan K[X]/(P)K[X]/(P) dan, dari situ, teori Galois: sifat universal yang dibuktikan di sini dipakai di sana kata demi kata.

1.6 Latihan

Latihan 1.1

Manakah di antara himpunan berikut yang terbilang? Himpunan semua himpunan bagian hingga dari N\N; himpunan semua himpunan bagian N\N; RQ\R \setminus \Q; himpunan polinomial berkoefisien rasional; himpunan barisan atas 00 dan 11 yang akhirnya nol.

Solusi

Solusi Latihan 1.1.

Himpunan bagian hingga dari N\N: terbilang — himpunan semua himpunan bagian [ ⁣[0,n] ⁣]\intint{0}{n} adalah hingga, dan himpunan bagian yang hingga membentuk gabungan terbilang atas nn dari himpunan-himpunan itu (Proposisi 1.6 (3)); tak hingga karena ia memuat semua himpunan tunggal.

Semua himpunan bagian N\N: tidak terbilang, menurut teorema Cantor (Teorema 1.9 (1) dengan E=NE = \N).

RQ\R \setminus \Q: tidak terbilang — sebab jika tidak, R=Q(RQ)\R = \Q \cup (\R\setminus\Q) akan menjadi gabungan dua himpunan terbilang, yang bertentangan dengan Teorema 1.9 (2).

Polinomial atas Q\Q: terbilang — polinomial berderajat n\leq n terinjeksi ke Qn+1\Q^{n+1} (hasil kali hingga atas himpunan terbilang), lalu ambil gabungan atas nn.

Barisan biner yang akhirnya nol: terbilang — barisan itu berpadanan bijektif dengan himpunan bagian hingga N\N (lewat penyangganya).

Latihan 1.2

Di S7\mathfrak{S}_7, misalkan σ=(1426)(35)\sigma = (1\,4\,2\,6)(3\,5) dan τ=(237)\tau = (2\,3\,7). Hitung στ\sigma\tau dan τσ\tau\sigma dalam bentuk siklus saling lepas, orde dan tanda keempat permutasi tadi, serta σ2026\sigma^{2026}.

Solusi

Solusi Latihan 1.2.

Hitung unsur demi unsur, dengan faktor kanan dikerjakan lebih dulu. στ\sigma\tau mengirim 1σ(1)=41 \mapsto \sigma(1) = 4,   2σ(3)=5\;2 \mapsto \sigma(3) = 5,   3σ(7)=7\;3 \mapsto \sigma(7) = 7,   4σ(4)=2\;4 \mapsto \sigma(4) = 2,   5σ(5)=3\;5 \mapsto \sigma(5) = 3,   6σ(6)=1\;6 \mapsto \sigma(6) = 1,   7σ(2)=6\;7 \mapsto \sigma(2) = 6:

στ=(1425376),\sigma\tau = (1\,4\,2\,5\,3\,7\,6),

sebuah siklus berpanjang 77. Serupa itu τσ\tau\sigma mengirim 1τ(4)=41 \mapsto \tau(4) = 4,   2τ(6)=6\;2 \mapsto \tau(6) = 6,   3τ(5)=5\;3 \mapsto \tau(5) = 5,   4τ(2)=3\;4 \mapsto \tau(2) = 3,   5τ(3)=7\;5 \mapsto \tau(3) = 7,   6τ(1)=1\;6 \mapsto \tau(1) = 1,   7τ(7)=2\;7 \mapsto \tau(7) = 2:

τσ=(1435726),\tau\sigma = (1\,4\,3\,5\,7\,2\,6),

juga siklus berpanjang 77 (sesuai dugaan: στ\sigma\tau dan τσ\tau\sigma sekonjugasi, jadi tipe siklusnya sama).

Orde dan tanda: σ\sigma bertipe siklus (4,2)(4,2), jadi berorde lcm(4,2)=4\operatorname{lcm}(4,2) = 4 dan bertanda (1)3(1)1=+1(-1)^3(-1)^1 = +1; τ\tau adalah siklus berpanjang 33, jadi berorde 33 dan bertanda +1+1; kedua hasil kali tadi siklus berpanjang 77, jadi berorde 77 dan bertanda (1)6=+1(-1)^6 = +1.

σ2026\sigma^{2026}: karena 2026=4×506+22026 = 4 \times 506 + 2, maka σ2026=σ2=(12)(46)\sigma^{2026} = \sigma^2 = (1\,2)(4\,6) (kuadratkan siklus berpanjang 44; transposisinya lenyap ketika dikuadratkan).

Latihan 1.3

Bangun injeksi yang gamblang untuk menunjukkan bahwa P(N)\mathcal{P}(\N), [0,1]\intcc{0}{1} dan himpunan barisan biner {0,1}N\{0,1\}^{\N} ekuipoten sepasang demi sepasang (uraian biner dua arah; Cantor–Bernstein menyerap kerepotan penyajian ganda).

Solusi

Solusi Latihan 1.3.

{0,1}NP(N)\{0,1\}^{\N} \to \mathcal{P}(\N): sebuah barisan dipetakan ke penyangganya — sebuah bijeksi (fungsi indikator), tanpa perlu teorema.

{0,1}N[0,1]\{0,1\}^{\N} \to \intcc{0}{1}: pemetaan basis 33, yakni (an)2an3n1(a_n) \mapsto \sum 2a_n 3^{-n-1}, bersifat injektif (dua barisan yang berbeda mulai berselisih pada peringkat NN; ekornya tak sanggup menutup jurang sebesar 23N12\cdot 3^{-N-1}, sebab n>N23n1=3N1<23N1\sum_{n > N} 2\cdot 3^{-n-1} = 3^{-N-1} < 2\cdot3^{-N-1}).

[0,1]{0,1}N\intcc{0}{1} \to \{0,1\}^{\N}: uraian biner, dengan memilih (misalnya) uraian yang tidak berakhir dengan 11 berulang: injektif.

Menurut Cantor–Bernstein (Teorema 1.10) yang diterapkan pada dua injeksi terakhir, [0,1]\intcc{0}{1} dan {0,1}N\{0,1\}^{\N} ekuipoten, jadi ketiga himpunan itu ekuipoten.

Latihan 1.4

Misalkan GG sebuah grup dan a,bGa, b \in G dua unsur komutatif yang ordenya hingga dan saling prima, yakni mm dan nn. Buktikan bahwa ord(ab)=mn\operatorname{ord}(ab) = mn. Tunjukkan lewat sebuah contoh di S3\mathfrak{S}_3 bahwa kekomutatifan itu penting.

Solusi

Solusi Latihan 1.4.

Misalkan c=ab=bac = ab = ba dan d=ord(c)d = \operatorname{ord}(c). Pertama, cmn=amnbmn=ec^{mn} = a^{mn} b^{mn} = e (kekomutatifan memungkinkan pemisahan pangkat), jadi dmnd \mid mn. Sebaliknya cd=ec^d = e memberi ad=bda^d = b^{-d}; unsur ini berada di ab\langle a\rangle \cap \langle b\rangle, yaitu subgrup yang ordenya membagi mm sekaligus nn (Lagrange pada masing-masing grup siklik), sehingga subgrup itu trivial: ad=bd=ea^d = b^d = e, jadi mdm \mid d dan ndn \mid d, dan karena saling prima mndmn \mid d. Maka d=mnd = mn.

Di S3\mathfrak{S}_3: ambil a=(12)a = (1\,2) (berorde 22) dan b=(123)b = (1\,2\,3) (berorde 33), yang ordenya saling prima tetapi tidak komutatif: ab=(23)ab = (2\,3) berorde 262 \neq 6 — memang S3\mathfrak{S}_3 tidak punya unsur berorde 66. Kekomutatifan memang penting.

Latihan 1.5 ★★

Misalkan GG grup hingga berorde genap. Buktikan bahwa GG memuat sebuah unsur berorde 22. (Pasangkan tiap unsur dengan inversnya; cacah yang berpasangan dengan dirinya sendiri.)

Solusi

Solusi Latihan 1.5.

Pasangkan setiap xGx \in G dengan x1x^{-1}. Pasangan {x,x1}\{x, x^{-1}\} dengan xx1x \neq x^{-1} beranggotakan dua unsur dan memilah gabungannya; unsur yang tersisa persis yang memenuhi x=x1x = x^{-1}, yakni x2=ex^2 = e. Karena G\abs G genap dan pasangan berunsur dua itu meliputi sejumlah genap unsur, himpunan {x:x2=e}\{x : x^2 = e\} berkardinalitas genap; ia memuat ee, jadi ia memuat sedikitnya satu unsur lain xex \neq e — yakni sebuah unsur berorde 22.

Latihan 1.6 ★★

Buktikan bahwa AnA_n (n3n \geq 3) dibangun oleh siklus berpanjang 33. (Hasil kali dua transposisi adalah siklus berpanjang 33 atau hasil kali dua siklus berpanjang 33.)

Solusi

Solusi Latihan 1.6.

Setiap unsur AnA_n adalah hasil kali sejumlah genap transposisi (Teorema 1.21: uraikan atas transposisi; banyaknya genap karena tandanya +1+1). Cukuplah menuliskan setiap hasil kali dua transposisi memakai siklus berpanjang 33:

(ab)(ac)=(acb),(ab)(cd)=(acb)(acd)(dengan a,b,c,d berbeda),(a\,b)(a\,c) = (a\,c\,b), \qquad (a\,b)(c\,d) = (a\,c\,b)(a\,c\,d) \quad (\text{dengan } a,b,c,d \text{ berbeda}),

(periksa lewat penilaian), dan (ab)(ab)=id(a\,b)(a\,b) = \mathrm{id}. Jadi siklus berpanjang 33 membangun AnA_n.

Latihan 1.7 ★★

Tentukan semua morfisma grup: dari (Q,+)(\Q, +) ke (Z,+)(\Z, +); dari (Z/nZ,+)(\Z/n\Z, +) ke (Z/mZ,+)(\Z/m\Z, +) (cacah banyaknya: gcd(m,n)\gcd(m,n)); dan dari (Q,+)(\Q, +) ke (Q+,×)(\Q_+^*, \times).

Solusi

Solusi Latihan 1.7.

(Q,+)(Z,+)(\Q,+) \to (\Z,+): hanya morfisma nol. Untuk sembarang xx dan setiap n1n \geq 1, f(x)=nf(xn)f(x) = n f\bigl(\frac xn\bigr) habis dibagi nn di Z\Z; satu-satunya bilangan bulat yang habis dibagi setiap nn adalah 00, jadi f(x)=0f(x) = 0 untuk setiap xx.

(Z/nZ,+)(Z/mZ,+)(\Z/n\Z, +) \to (\Z/m\Z, +): sebuah morfisma ditentukan oleh c=f(1)c = f(\overline 1), yang wajib memenuhi nc0(modm)n c \equiv 0 \pmod m, yakni cc merupakan kelipatan mgcd(m,n)\frac{m}{\gcd(m,n)}; ada gcd(m,n)\gcd(m,n) kelas semacam itu, dan tiap pilihan memang mendefinisikan morfisma (faktorkan kkck \mapsto kc lewat Z/nZ\Z/n\Z dengan sifat universal).

(Q,+)(Q+,×)(\Q, +) \to (\Q_+^*, \times): hanya morfisma trivial. Jika f(x)=yf(x) = y, maka untuk setiap nn, y=f(nxn)=f(xn)ny = f(n \cdot \frac xn) = f(\frac xn)^n merupakan pangkat ke-nn di Q+\Q_+^*. Namun bilangan rasional y1y \neq 1 tak mungkin menjadi pangkat ke-nn untuk setiap nn: ada bilangan prima yang muncul di yy dengan pangkat vv tak nol, dan nvn \nmid v untuk n>vn > \abs v (pangkat pada suatu pangkat ke-nn selalu kelipatan nn, menurut ketunggalan pemfaktoran). Jadi f1f \equiv 1.

Latihan 1.8 ★★

Dengan teorema sisa Cina, hitung φ(360)\varphi(360), tentukan semua xx dengan x3(mod8)x \equiv 3 \pmod 8, x5(mod9)x \equiv 5 \pmod 9 dan x2(mod5)x \equiv 2 \pmod 5, lalu hitung dua angka terakhir 320263^{2026} (Euler modulo 100100; awas: kerjakan modulo 44 dan modulo 2525).

Solusi

Solusi Latihan 1.8.

360=23325360 = 2^3 \cdot 3^2 \cdot 5, jadi φ(360)=360(112)(113)(115)=360122345=96\varphi(360) = 360\bigl(1 - \tfrac12\bigr)\bigl(1 - \tfrac13\bigr)\bigl(1 - \tfrac15\bigr) = 360 \cdot \tfrac12 \cdot \tfrac23 \cdot \tfrac45 = 96.

Sistemnya: modulus 8,9,58, 9, 5 saling prima sepasang demi sepasang, dengan hasil kali 360360. Dari x3(mod8)x \equiv 3 \pmod 8 dan x5(mod9)x \equiv 5 \pmod 9: x=3+8kx = 3 + 8k dengan 3+8k5(mod9)3 + 8k \equiv 5 \pmod 9, yakni k2-k \equiv 2, k27(mod9)k \equiv -2 \equiv 7 \pmod 9, sehingga x3+56=59(mod72)x \equiv 3 + 56 = 59 \pmod{72}. Lalu 59+722(mod5)59 + 72\ell \equiv 2 \pmod 5: 4+224 + 2\ell \equiv 2, 2382\ell \equiv 3 \equiv 8, 4(mod5)\ell \equiv 4 \pmod 5, jadi x59+288=347(mod360)x \equiv 59 + 288 = 347 \pmod{360}.

Dua angka terakhir 320263^{2026}: modulo 44, 32026=9101313^{2026} = 9^{1013} \equiv 1. Modulo 2525: φ(25)=20\varphi(25) = 20 dan 2026=20101+62026 = 20\cdot101 + 6, jadi 3202636=7294(mod25)3^{2026} \equiv 3^6 = 729 \equiv 4 \pmod{25}. Selesaikan x1(mod4)x \equiv 1 \pmod 4, x4(mod25)x \equiv 4 \pmod{25}: dari x=4+25k1(mod4)x = 4 + 25k \equiv 1 \pmod 4 diperoleh k1(mod4)k \equiv 1 \pmod 4, jadi x29(mod100)x \equiv 29 \pmod{100}. Dua angka terakhirnya adalah 2929.

Latihan 1.9 ★★★

Buktikan bahwa daerah integral yang hingga adalah lapangan. Turunkan bahwa Z/nZ\Z/n\Z adalah lapangan bila dan hanya bila nn prima (sekali lagi).

Solusi

Solusi Latihan 1.9.

Misalkan AA daerah integral yang hingga dan aAa \in A, a0a \neq 0. Pemetaan xaxx \mapsto ax bersifat injektif (ax=ay    a(xy)=0    x=yax = ay \implies a(x - y) = 0 \implies x = y, sebab tidak ada pembagi nol); pemetaan injektif dari himpunan hingga ke dirinya sendiri pastilah surjektif (jilid Tahun ke-1, kesetaraan sarang merpati). Jadi 1=ab1 = ab untuk suatu bb: setiap unsur tak nol punya invers, sehingga AA adalah lapangan.

Z/nZ\Z/n\Z: jika nn prima, ia daerah integral (nab    nan \mid ab \implies n \mid a atau nbn \mid b, lewat lema Euklides), hingga, jadi lapangan; jika n=rsn = rs komposit, maka rs=0\overline r\,\overline s = \overline 0 memperlihatkan adanya pembagi nol.

Latihan 1.10 ★★★

(Sebuah klasik) Misalkan KK sebuah lapangan dan GG subgrup hingga dari (K,×)(K^*, \times). Buktikan bahwa GG siklik. Petunjuk: ambil mm orde terbesar di antara unsur GG; tunjukkan orde setiap unsur membagi mm (dengan Latihan 1.4 pada bagian saling prima yang sesuai), sehingga seluruh GG memenuhi xm=1x^m = 1; lalu cacah akar Xm1X^m - 1. Khususnya (Z/pZ)(\Z/p\Z)^* adalah siklik.

Solusi

Solusi Latihan 1.10.

Misalkan m=max{ord(x):xG}m = \max\{\operatorname{ord}(x) : x \in G\}, yang dicapai di aa.

Klaim: orde setiap xGx \in G membagi mm. Andaikan ada xx berorde qq dengan qmq \nmid m: maka ada pangkat prima pkp^k yang membagi qq tetapi tidak membagi mm. Tulis m=pjmm = p^j m' dengan pmp \nmid m' dan j<kj < k. Unsur apja^{p^j} berorde mm'; unsur xq/pkx^{q/p^k} berorde pkp^k; kedua orde itu saling prima dan kedua unsurnya komutatif (GKG \subseteq K^* abelian), jadi menurut Latihan 1.4 hasil kalinya berorde pkm>pjm=mp^k m' > p^j m' = m: bertentangan dengan kemaksimalan.

Jadi setiap xGx \in G memenuhi xm=1x^m = 1: polinomial Xm1X^m - 1 punya sedikitnya G\abs G akar di lapangan KK, sehingga Gm\abs G \leq m (polinomial tak nol berderajat mm punya paling banyak mm akar, jilid Tahun ke-1). Namun m=ord(a)Gm = \operatorname{ord}(a) \leq \abs G menurut Lagrange. Maka m=Gm = \abs G dan a\langle a \rangle, yang berkardinalitas m=Gm = \abs G, adalah seluruh GG: siklik.

Untuk K=Z/pZK = \Z/p\Z: (Z/pZ)(\Z/p\Z)^* adalah subgrup hingga dari KK^*, jadi siklik (berorde p1p - 1).

Latihan 1.11 ★★★

Buktikan bahwa grup (Q,+)(\Q, +) tidak siklik, dan yang lebih buruk lagi: ia bahkan tidak dibangun oleh berhingga unsur. Buktikan sebaliknya bahwa setiap subgrup (Q,+)(\Q, +) yang dibangun oleh berhingga unsur adalah siklik.

Solusi

Solusi Latihan 1.11.

Tidak siklik: subgrup pq\langle \frac pq\rangle terdiri atas kelipatan bulat pq\frac pq, yang semuanya berpenyebut pembagi qq (dalam bentuk paling sederhana); karena itu subgrup itu melewatkan 12q\frac{1}{2q}. Tidak ada pembangun tunggal yang mampu menjangkau penyebut Q\Q yang tak terbatas.

Tidak dibangun oleh berhingga unsur: subgrup yang dibangun oleh p1q1,,pkqk\frac{p_1}{q_1}, \dots, \frac{p_k}{q_k} terdiri atas bilangan rasional yang penyebutnya membagi Q=q1qkQ = q_1 \cdots q_k (kombinasi bulat berpenyebut pembagi QQ): subgrup itu melewatkan 12Q\frac{1}{2Q}.

Subgrup yang dibangun oleh berhingga unsur adalah siklik: dengan QQ seperti di atas, subgrup H=p1q1,,pkqkH = \langle \frac{p_1}{q_1}, \dots, \frac{p_k}{q_k}\rangle termuat di 1QZ\frac{1}{Q}\Z. Pemetaan xQxx \mapsto Qx adalah isomorfisma dari 1QZ\frac1Q\Z pada Z\Z yang membawa HH ke suatu subgrup Z\Z, yaitu nZn\Z untuk suatu nn (jilid Tahun ke-1): jadi H=nQZH = \frac{n}{Q}\Z siklik, dibangun oleh nQ\frac nQ.

Latihan 1.12 ★★

(Kriteria Dedekind) Buktikan bahwa setiap himpunan tak hingga memuat himpunan bagian yang terbilang, lalu turunkan bahwa suatu himpunan EE tak hingga bila dan hanya bila ia ekuipoten dengan salah satu himpunan bagian sejatinya. (Untuk arah langsungnya, geser sebuah himpunan bagian terbilang sejauh satu langkah; untuk arah sebaliknya, ingat kembali asas sarang merpati.)

Solusi

Solusi Latihan 1.12.

Sebuah himpunan bagian terbilang. Misalkan EE tak hingga. Bangun a0,a1,a2,a_0, a_1, a_2, \dots secara induktif: EE tak kosong, jadi pilih a0Ea_0 \in E; jika a0,,ana_0, \dots, a_n sudah terpilih, maka E{a0,,an}E \setminus \{a_0, \dots, a_n\} tak kosong (EE tidak hingga), jadi pilih an+1a_{n+1} di sana. Semua ana_n berbeda sepasang demi sepasang menurut konstruksinya, jadi A={an:nN}A = \{a_n : n \in \N\} himpunan bagian EE yang terbilang.

Tak hingga     \implies ekuipoten dengan himpunan bagian sejati. Tetapkan f ⁣:EE{a0}f \colon E \to E \setminus \{a_0\} oleh f(an)=an+1f(a_n) = a_{n+1} dan f(x)=xf(x) = x untuk xAx \notin A. Pemetaan itu injektif (kedua potongannya injektif dengan peta yang saling lepas) dan surjektif pada E{a0}E \setminus \{a_0\}: setiap an+1a_{n+1} tercapai, setiap xAx \notin A tercapai. Jadi EE ekuipoten dengan himpunan bagian sejati E{a0}E \setminus \{a_0\}.

Sebaliknya. Jika EE hingga dan g ⁣:EFg \colon E \to F adalah bijeksi pada FEF \subseteq E dengan FEF \neq E, maka gg merupakan injeksi EE ke dirinya sendiri yang tidak surjektif, dan itu bertentangan dengan asas sarang merpati (jilid Tahun ke-1: pemetaan injektif dari himpunan hingga ke dirinya sendiri pasti bijektif). Jadi himpunan yang ekuipoten dengan himpunan bagian sejatinya pastilah tak hingga.

1.7 Soal: Teka-Teki Lima Belas

Teka-teki lima belas adalah papan 4×44 \times 4 yang memuat lima belas ubin geser bernomor 11 sampai 1515 dan satu sel kosong; satu langkah menggeser salah satu ubin yang bertetangga dengan sel kosong ke sel itu. Sekitar tahun 1890 Sam Loyd memasyhurkan teka-teki ini dengan menawarkan $1000 kepada siapa pun yang sanggup menukar ubin 1414 dan 1515 sambil mengembalikan setiap ubin lain ke tempatnya. Tak seorang pun pernah menagihnya, dan soal akhir pekan ini membuktikan kedua paruh sebabnya: tanda permutasi pada Teorema 1.21 melarang penukaran Loyd, dan — ini paruh yang lebih sulit sekaligus konstruktif — segala hal yang diizinkan tanda permutasi memang benar-benar terselesaikan. Pernyataan lengkapnya adalah teorema Johnson–Story (1879).

Konfigurasi yang tersusun dan konfigurasi 14–15 milik Sam Loyd. Pertanyaan senilai $1000: dapatkah geseran yang sah mengubah papan kanan menjadi papan kiri? Konfigurasi yang tersusun dan konfigurasi 14–15 milik Sam Loyd. Pertanyaan senilai $1000: dapatkah geseran yang sah mengubah papan kanan menjadi papan kiri?
Konfigurasi yang tersusun dan konfigurasi 14141515 milik Sam Loyd. Pertanyaan senilai $1000: dapatkah geseran yang sah mengubah papan kanan menjadi papan kiri?

Soal 1.1

Soal akhir pekan — teorema keterselesaian Johnson–Story

Nomori selnya 11 sampai 1616 menurut urutan baca (kiri ke kanan, atas ke bawah), sehingga sel kk terletak pada baris ii dan kolom jj dengan k=4(i1)+jk = 4(i - 1) + j. Sel 1616 (kanan bawah) adalah rumah sel kosong; sel kosong kita perlakukan sebagai ubin keenam belas, ditulis bb dan disamakan dengan bilangan 1616. Sebuah konfigurasi adalah bijeksi σ ⁣:[ ⁣[1,16] ⁣][ ⁣[1,16] ⁣]\sigma \colon \intint1{16} \to \intint1{16}, sel \mapsto isinya; konfigurasi yang tersusun adalah σ=id\sigma = \mathrm{id}. Di sepanjang soal ini, ε\varepsilon menyatakan tanda permutasi pada Teorema 1.21, dan dua sel disebut bertetangga apabila keduanya berbagi satu rusuk papan.

Bagian I — Konfigurasi, langkah, tanda.

  1. Berilah alasan bahwa konfigurasi persis sama dengan unsur S16\mathfrak{S}_{16}, sehingga banyaknya 16!=2092278988800016! = 20\,922\,789\,888\,000, dan bahwa banyaknya langkah sah dari sebuah konfigurasi adalah 22, 33 atau 44, bergantung pada apakah sel kosong berada di pojok, di tepi, atau di bagian dalam.
  2. Misalkan σ\sigma sebuah konfigurasi, p=σ1(16)p = \sigma^{-1}(16) sel tempat kekosongan berada, dan cc sel yang bertetangga dengan pp. Tunjukkan bahwa menggeser ubin di cc ke pp menghasilkan konfigurasi σ=στ\sigma' = \sigma \circ \tau dengan τ=(p c)\tau = (p\ c), lalu turunkan bahwa setiap langkah membalik tandanya: ε(σ)=ε(σ)\varepsilon(\sigma') = -\varepsilon(\sigma).
  3. Warnai papan bak papan catur: χ(k)=(1)i+j\chi(k) = (-1)^{i+j} untuk sel kk pada baris ii, kolom jj. Tunjukkan bahwa setiap langkah membalik χ(sel tempat kekosongan)\chi(\text{sel tempat kekosongan}), lalu turunkan bahwa rangkaian langkah yang mengembalikan kekosongan ke sel awalnya pasti berpanjang genap.
  4. Tunjukkan bahwa

    I(σ)=ε(σ)χ(σ1(16))I(\sigma) = \varepsilon(\sigma)\, \chi\bigl(\sigma^{-1}(16)\bigr)

    tidak berubah oleh langkah sah mana pun, lalu hitung I(id)I(\mathrm{id}).

Bagian II — Hadiah Loyd: invarian sedang bekerja.

  1. Konfigurasi Loyd σL\sigma_L sama dengan konfigurasi tersusun kecuali bahwa sel 1414 dan 1515 memuat ubin 1515 dan 1414. Hitung I(σL)I(\sigma_L) lalu simpulkan bahwa tidak ada rangkaian langkah yang menghubungkan σL\sigma_L dengan konfigurasi tersusun: $1000 milik Loyd tidak pernah terancam.
  2. Tunjukkan bahwa tepat separuh dari semua konfigurasi memenuhi I=+1I = +1: {σ:I(σ)=+1}=16!/2\abs{\{\sigma : I(\sigma) = +1\}} = 16!/2. (Untuk sel kosong yang tetap, pasangkan konfigurasi dengan menyusunnya bersama satu transposisi tetap atas dua sel yang lain.)
  3. Tunjukkan bahwa setiap langkah dapat dibatalkan oleh sebuah langkah sah, bahwa “σ\sigma' terjangkau dari σ\sigma lewat langkah sah” merupakan relasi ekuivalensi, dan bahwa kelas RR milik konfigurasi tersusun memenuhi R{I=+1}R \subseteq \{I = +1\}. Simpulkan bahwa kelasnya sedikitnya ada dua.
  4. Andaikan kekosongan berada di rumahnya: σ(16)=16\sigma(16) = 16. Tunjukkan bahwa I(σ)=ε(ρ)I(\sigma) = \varepsilon(\rho) dengan ρS15\rho \in \mathfrak{S}_{15} adalah pembatasan σ\sigma pada sel 1,,151, \dots, 15, dan bahwa sembarang konfigurasi dapat dibawa oleh langkah sah ke konfigurasi yang kekosongannya di rumah. Simpulkan: untuk membuktikan R={I=+1}R = \{I = +1\} cukuplah mewujudkan setiap permutasi genap atas kelima belas sel bukan-rumah lewat rangkaian langkah yang berawal dan berakhir dengan kekosongan di rumah.

Bagian III — Perjalanan kekosongan dan grup program. Sebuah program adalah rangkaian langkah sah yang hingga, dimulai dari konfigurasi yang kekosongannya di rumah, dan konfigurasi akhirnya pun berkekosongan di rumah. Efeknya adalah permutasi π\pi atas sel yang ditetapkan oleh: isi sel xx berakhir di sel π(x)\pi(x).

  1. Tunjukkan bahwa program yang dijalankan dari σ\sigma berakhir di σπ1\sigma \circ \pi^{-1}; bahwa menjalankan dua program berturut-turut menyusun efek keduanya; dan bahwa himpunan HH semua efek adalah subgrup S15\mathfrak{S}_{15} (permutasi atas sel 1,,151, \dots, 15) yang termuat di grup alternating A15A_{15}.
  2. (Perjalanan dasar) Dari kekosongan di rumah, geserlah kekosongan mengelilingi blok 2×22 \times 2 di kanan bawah: sel 161211151616 \to 12 \to 11 \to 15 \to 16. Tunjukkan efeknya adalah siklus berpanjang 33, yakni (11 12 15)(11\ 12\ 15), dan bahwa perjalanan sebaliknya memberi (11 15 12)(11\ 15\ 12). Keduanya berada di HH.
  3. (Perjalanan agung) Periksalah bahwa

    161514139512348761011121616 \to 15 \to 14 \to 13 \to 9 \to 5 \to 1 \to 2 \to 3 \to 4 \to 8 \to 7 \to 6 \to 10 \to 11 \to 12 \to 16

    adalah jalan tertutup yang melewati keenam belas sel (hanya lewat langkah bertetangga), dan bahwa efeknya adalah siklus berpanjang 1515

    ζ=(15 12 11 10 6 7 8 4 3 2 1 5 9 13 14).\zeta = (15\ 12\ 11\ 10\ 6\ 7\ 8\ 4\ 3\ 2\ 1\ 5\ 9\ 13\ 14) .

    Dengan menulis x0=15x_0 = 15, x1=12x_1 = 12, x2=11x_2 = 11, …, x14=14x_{14} = 14 menurut urutan siklusnya, periksalah bahwa perjalanan dasar yang dibalik pada pertanyaan 10 persis sama dengan (x0 x1 x2)(x_0\ x_1\ x_2).

  4. Buktikan rumus konjugasi pada sembarang Sn\mathfrak{S}_n: untuk sebuah permutasi gg dan sebuah siklus berpanjang 33,

    g(a b c)g1=(g(a) g(b) g(c)),g\,(a\ b\ c)\,g^{-1} = \bigl(g(a)\ g(b)\ g(c)\bigr),

    lalu perhatikan bahwa HH, karena ia grup, tertutup terhadap konjugasi oleh unsurnya sendiri.

  5. Turunkan bahwa HH memuat kelima belas siklus berurutan berpanjang 33 dari perjalanan agung:

    st=(xt xt+1 xt+2)(tZ/15Z, indeks modulo 15).s_t = (x_t\ x_{t+1}\ x_{t+2}) \qquad (t \in \Z/15\Z, \text{ indeks modulo } 15).

Bagian IV — Membangun grup alternating.

  1. (Lema A) Misalkan ss dan tt dua siklus berpanjang 33 yang penyangganya berbagi tepat dua titik, katakanlah penyangga {a,b,c}\{a, b, c\} dan {b,c,d}\{b, c, d\}. Tunjukkan bahwa, setelah ss atau tt diganti dengan inversnya bila perlu (yang tidak mengubah subgrup yang dibangun), hasil kali stst adalah transposisi ganda; tunjukkan bahwa A4A_4 tidak punya subgrup berorde 66 (subgrup berindeks 22 memuat setiap kuadrat; cacah siklus berpanjang 33 di antara kuadrat itu); lalu simpulkan bahwa s,t\langle s, t\rangle adalah seluruh grup alternating atas keempat huruf {a,b,c,d}\{a, b, c, d\}.
  2. (Lema B) Misalkan XX himpunan berisi k4k \geq 4 huruf, wXw \notin X, dan misalkan GG subgrup suatu Sn\mathfrak{S}_n yang memuat setiap permutasi genap atas XX dan satu siklus berpanjang 33, yaitu (u v w)(u\ v\ w), dengan u,vXu, v \in X. Tunjukkan bahwa untuk setiap a,bXa, b \in X yang berbeda ada permutasi genap gg atas XX dengan g(u)=ag(u) = a, g(v)=bg(v) = b, lalu turunkan (a b w)G(a\ b\ w) \in G.
  3. Turunkan bahwa grup GG pada Lema B memuat setiap permutasi genap atas X{w}X \cup \{w\} (pakai Latihan 1.6: siklus berpanjang 33 membangunnya). Lalu, dengan merangkai Lema A dan Lema B sepanjang siklus berpanjang 33 yang berurutan, yaitu s0,s1,,s12s_0, s_1, \dots, s_{12} pada pertanyaan 13, buktikan bahwa s0,,s12=A15\langle s_0, \dots, s_{12}\rangle = A_{15}.
  4. Simpulkan bahwa H=A15H = A_{15}: setiap penataan ulang yang genap atas kelima belas ubin dapat dicapai oleh sebuah program, dan HH punya 15!/2=65383718400015!/2 = 653\,837\,184\,000 unsur.
  5. (Teorema Johnson–Story, 1879) Rakitlah pertanyaan 6, 7, 8 dan 17: konfigurasi yang terjangkau dari konfigurasi tersusun persis sebanyak 16!/2=1046139494400016!/2 = 10\,461\,394\,944\,000 konfigurasi dengan I=+1I = +1; dan keterjangkauan hanya punya dua kelas, yakni kelas konfigurasi tersusun dan kelas σL\sigma_L milik Loyd. (Untuk butir kedua, tukarlah nama ubin 1414 dan 1515: tunjukkan σ(14 15)σ\sigma \mapsto (14\ 15) \circ \sigma memetakan rangkaian langkah ke rangkaian langkah dan menukar {I=+1}\{I = +1\} dengan {I=1}\{I = -1\}.)

Bagian V — Kriteria, ragam, dan pandangan dari atas.

  1. (Kriteria praktis) Bacalah kelima belas ubin itu menurut urutan baca selnya, lewati kekosongannya, dan misalkan NN banyaknya inversi pada deretan itu; misalkan rr nomor baris kekosongan dihitung dari bawah. Tunjukkan bahwa I(σ)=(1)N+r+1I(\sigma) = (-1)^{N + r + 1}, sehingga σ\sigma terselesaikan bila dan hanya bila N+rN + r ganjil.
  2. (Aksi grup) Sebuah aksi grup GG pada himpunan XX adalah pemetaan G×XXG \times X \to X, (g,x)gx(g, x) \mapsto g \cdot x, dengan ex=xe \cdot x = x dan g(hx)=(gh)xg \cdot (h \cdot x) = (gh) \cdot x; orbit xx adalah GxG \cdot x, dan aksinya disebut bebas apabila gx=xg \cdot x = x memaksa g=eg = e. Tunjukkan bahwa hσ=σh1h \cdot \sigma = \sigma \circ h^{-1} mendefinisikan aksi bebas HH pada himpunan konfigurasi yang kekosongannya di rumah, bahwa orbitnya persis kelas keterjangkauan bersama lewat program, lalu peroleh kembali dari pencacahan orbit bahwa konfigurasi itu terbelah menjadi tepat 15!/H=215!\,/\,\abs H = 2 kelas.
  3. (Halangan pada papan 3×33 \times 3) Tunjukkan bahwa papan 3×33 \times 3 tidak punya jalan tertutup yang menyinggahi setiap sel tepat sekali: siasat perjalanan agung pada Bagian III gagal untuk teka-teki delapan. (Warnai kesembilan selnya bak papan catur.)
  4. (Perbaikannya) Pada papan 3×33 \times 3 dengan sel 11 sampai 99 menurut urutan baca dan rumah di 99: hitunglah efek perjalanan keliling 9874123699 \to 8 \to 7 \to 4 \to 1 \to 2 \to 3 \to 6 \to 9 (sebuah siklus berpanjang 77, yaitu ζ\zeta', yang membiarkan pusat 55 tetap) dan efek perjalanan pojok 965899 \to 6 \to 5 \to 8 \to 9 (siklus berpanjang 33 yang melewati pusat). Dengan mengonjugasikan yang terakhir oleh pangkat-pangkat ζ\zeta' lalu merangkai Lema A dan Lema B, buktikan bahwa grup program teka-teki delapan adalah seluruh A8A_8, sehingga tepat 9!/2=1814409!/2 = 181\,440 dari 9!=3628809! = 362\,880 konfigurasinya terselesaikan.
  5. (Papan yang miskin) Kini ambil papan berupa satu siklus beranggotakan n4n \geq 4 sel yang mengusung n1n - 1 ubin. Tunjukkan bahwa urutan siklis ubinnya tidak berubah, bahwa tiap kelas keterjangkauan punya tepat n(n1)n(n - 1) konfigurasi (kelasnya adalah orbit grup siklik berorde lcm(n,n1)=n(n1)\operatorname{lcm}(n, n-1) = n(n-1)), dan bahwa kelasnya ada (n2)!(n - 2)! — untuk n5n \geq 5 jauh lebih banyak daripada 22: pada papan yang tipis invarian paritas nyaris tak menangkap apa pun, dan geometrilah yang berkuasa.
  6. Dua vonis menurut kriteria pertanyaan 19: papan yang seluruhnya terbalik (ubin 15,14,,115, 14, \dots, 1 pada sel 11 sampai 1515, kekosongan di rumah) dan papan yang kekosongannya di sel 11 lalu disusul ubin 15,14,,115, 14, \dots, 1 pada sel 22 sampai 1616. Manakah yang terselesaikan?
  7. (Rangkuman) Buktinya bertumpu pada dua pilar yang saling bebas: sebuah invarian (II, yang dibangun dari morfisma tanda permutasi) yang menunjukkan paling banyak separuh konfigurasi terjangkau, dan sebuah teorema pembangunan gamblang (H=A15H = A_{15}) yang menunjukkan sedikitnya separuh terjangkau. Dengan satu kalimat untuk masing-masing, sebutkan di mana berikut ini masuk: sifat morfisma ε\varepsilon; teorema Lagrange; pembangunan AnA_n oleh siklus berpanjang 33; dan konjugasi. Nyatakan asas umumnya dalam satu baris.
Solusi

Solusi Soal 1.1.

1. Sebuah konfigurasi memberikan kepada masing-masing dari 1616 sel satu dari 1616 isi (ubin 111515 atau kekosongan b=16b = 16), masing-masing tepat sekali: itu persis sebuah bijeksi [ ⁣[1,16] ⁣][ ⁣[1,16] ⁣]\intint1{16} \to \intint1{16}, yakni unsur S16\mathfrak{S}_{16}; banyaknya 16!=2092278988800016! = 20\,922\,789\,888\,000. Satu langkah sah menggeser satu ubin yang bertetangga dengan kekosongan, jadi banyaknya langkah sama dengan banyaknya tetangga sel kekosongan: 22 untuk keempat sel pojok, 33 untuk kedelapan sel tepi, dan 44 untuk keempat sel dalam.

2. Setelah geseran, sel pp memuat isi lama cc dan sel cc memuat kekosongan; semua sel lain tak tersentuh: σ(p)=σ(c)\sigma'(p) = \sigma(c), σ(c)=σ(p)=16\sigma'(c) = \sigma(p) = 16, dan σ=σ\sigma' = \sigma pada sel lainnya. Itu persis σ=σ(p c)\sigma' = \sigma \circ (p\ c). Karena ε\varepsilon adalah morfisma dan ε((p c))=1\varepsilon\bigl((p\ c)\bigr) = -1, kita peroleh ε(σ)=ε(σ)\varepsilon(\sigma') = -\varepsilon(\sigma).

3. Sel bertetangga berselisih satu langkah tepat pada salah satu dari kedua koordinatnya, jadi paritas i+ji + j berubah: χ\chi bernilai berlawanan pada sel yang bertetangga. Satu langkah memindahkan kekosongan dari pp ke cc yang bertetangga, sehingga membalik χ(sel kekosongan)\chi(\text{sel kekosongan}). Sepanjang jalan tertutup yang ditempuh kekosongan, χ\chi terbalik sekali tiap langkah lalu kembali ke nilai awalnya: jadi banyaknya langkah genap.

4. Menurut pertanyaan 2 dan 3, satu langkah membalik kedua faktor I(σ)=ε(σ)χ(σ1(16))I(\sigma) = \varepsilon(\sigma)\chi(\sigma^{-1}(16)), sehingga hasil kalinya tak berubah. Untuk konfigurasi tersusun: ε(id)=+1\varepsilon(\mathrm{id}) = +1 dan kekosongan berada di sel 1616, baris 44, kolom 44, jadi χ(16)=(1)8=+1\chi(16) = (-1)^{8} = +1, sehingga I(id)=+1I(\mathrm{id}) = +1.

5. σL\sigma_L adalah transposisi (14 15)(14\ 15) atas sel: ε(σL)=1\varepsilon(\sigma_L) = -1; kekosongannya di rumah, jadi χ(16)=+1\chi(16) = +1 dan I(σL)=1+1=I(id)I(\sigma_L) = -1 \neq +1 = I(\mathrm{id}). Karena II terpelihara oleh setiap langkah, tidak ada rangkaian langkah yang menghubungkan σL\sigma_L dengan id\mathrm{id}. Hadiahnya aman secara struktural.

6. Tetapkan sebuah sel pp dan dua sel lain cdc \neq d yang berbeda dari pp, lalu ambil τ0=(c d)\tau_0 = (c\ d). Pada himpunan konfigurasi yang kekosongannya di pp, pemetaan σστ0\sigma \mapsto \sigma \circ \tau_0 adalah involusi (ia memelihara σ(p)=16\sigma(p) = 16 karena τ0\tau_0 membiarkan pp tetap) dan membalik ε\varepsilon, sehingga membalik II: pemetaan itu memasangkan konfigurasi ber-I=+1I = +1 secara bijektif dengan konfigurasi ber-I=1I = -1. Jadi tiap satu dari 1616 kedudukan kekosongan menyumbang 15!/215!/2 konfigurasi ber-I=+1I = +1, dan

{I=+1}=1615!2=16!2.\abs{\{I = +1\}} = 16 \cdot \frac{15!}{2} = \frac{16!}{2}.

7. Langkah yang menggeser ubin di cc ke pp dibatalkan dengan menggeser ubin yang sama (kini di pp) kembali ke cc: menyusun (p c)(p\ c) dua kali menghasilkan identitas. Karena itu: refleksif (dengan rangkaian kosong), simetris (balik rangkaiannya, batalkan tiap langkah), transitif (sambung rangkaiannya) — sebuah relasi ekuivalensi. Setiap σR\sigma \in R memenuhi I(σ)=I(id)=+1I(\sigma) = I(\mathrm{id}) = +1 menurut pertanyaan 4, jadi R{I=+1}R \subseteq \{I = +1\}; dan σLR\sigma_L \notin R memberi kelas kedua.

8. Jika σ(16)=16\sigma(16) = 16, maka σ\sigma mempermutasikan sel 1,,151, \dots, 15; sebut ρ\rho pembatasan itu. Menambahkan satu titik tetap tidak mengubah tipe siklus maupun tandanya (uraikan ρ\rho atas transposisi; hasil kali yang sama berlaku di S16\mathfrak{S}_{16}), jadi ε(σ)=ε(ρ)\varepsilon(\sigma) = \varepsilon(\rho), dan χ(16)=+1\chi(16) = +1 memberi I(σ)=ε(ρ)I(\sigma) = \varepsilon(\rho). Sembarang konfigurasi dapat dibawa ke konfigurasi yang kekosongannya di rumah: papannya terhubung, jadi jalankan kekosongan menyusuri lintasan sel bertetangga sampai sel 1616 (tiap langkahnya sah). Kini andaikan setiap ρS15\rho \in \mathfrak{S}_{15} yang genap terwujud oleh sebuah program. Diberikan σ\sigma dengan I(σ)=+1I(\sigma) = +1: jalankan kekosongan pulang ke rumah sehingga tercapai σ~\widetilde\sigma (yang setara dengan σ\sigma), dengan I(σ~)=+1I(\widetilde\sigma) = +1, yakni pembatasannya ρ\rho genap; program yang mewujudkan ρ\rho membawa σ~\widetilde\sigma ke σ~ρ1=id\widetilde\sigma \circ \rho^{-1} = \mathrm{id} (lihat pertanyaan 9). Menurut ketransitifan σR\sigma \in R, sehingga {I=+1}R\{I = +1\} \subseteq R dan keduanya sama.

9. Satu langkah: isi cc berakhir di pp dan kekosongan di cc, jadi efeknya π=(p c)\pi = (p\ c), dan memang σ=σ(p c)=σπ1\sigma' = \sigma \circ (p\ c) = \sigma \circ \pi^{-1}. Induksi: jika sebuah rangkaian berefek π1\pi_1 dan membawa σ\sigma ke σπ11\sigma \circ \pi_1^{-1}, maka menyusulinya dengan langkah berefek π2=(p c)\pi_2 = (p'\ c') menghasilkan (σπ11)π21=σ(π2π1)1(\sigma \circ \pi_1^{-1}) \circ \pi_2^{-1} = \sigma \circ (\pi_2\pi_1)^{-1}, dan isinya berpindah menurut π2π1\pi_2 \circ \pi_1 (mula-mula π1\pi_1, lalu π2\pi_2). Jadi efeknya tersusun, dan program yang dijalankan dari σ\sigma berakhir di σπ1\sigma \circ \pi^{-1}. Subgrup: program kosong berefek id\mathrm{id}; penyambungan memberi hasil kali; pembalikan program (pertanyaan 7) memberi invers. Efek sebuah program membiarkan sel 1616 tetap (kekosongan berawal dan berakhir di rumah), jadi HS15H \leq \mathfrak{S}_{15}. Kegenapan: program dengan kk langkah punya kk genap (pertanyaan 3), dan ε(σπ1)=(1)kε(σ)\varepsilon(\sigma \circ \pi^{-1}) = (-1)^k\varepsilon(\sigma) memaksa ε(π)=+1\varepsilon(\pi) = +1: jadi HA15H \subseteq A_{15}.

10. Runut keempat geseran dari kekosongan di 1616: langkah 161216 \to 12 mengirim isi 1212 ke 1616; langkah 121112 \to 11 mengirim isi 1111 ke 1212; langkah 111511 \to 15 mengirim isi 1515 ke 1111; langkah 151615 \to 16 mengirim isi yang terparkir di 1616 (semula di 1212) ke 1515. Hasil bersihnya: 111211 \mapsto 12, 121512 \mapsto 15, 151115 \mapsto 11, kekosongan di rumah, jadi efeknya (11 12 15)(11\ 12\ 15). Perjalanan sebaliknya membatalkannya, dengan efek (11 12 15)1=(11 15 12)(11\ 12\ 15)^{-1} = (11\ 15\ 12). Keduanya efek sebuah program, jadi keduanya di HH.

11. Ketetanggaan sel berurutan: di dalam tiap pasangan yang didaftar, selnya berselisih 11 pada baris yang sama (161516{-}15, 151415{-}14, 141314{-}13; 121{-}2, 232{-}3, 343{-}4; 878{-}7, 767{-}6; 101110{-}11, 111211{-}12) atau berselisih 44 di dalam satu kolom (13913{-}9, 959{-}5, 515{-}1; 484{-}8; 6106{-}10; 121612{-}16): jadi ia jalan tertutup lewat seluruh 1616 sel, sepanjang 1616. Efeknya: seperti pada pertanyaan 10, dengan menulis sel yang disinggahi c0=16,c1=15,,c15=12c_0 = 16, c_1 = 15, \dots, c_{15} = 12, isi cic_i berpindah ke ci1c_{i-1} untuk i=2,,15i = 2, \dots, 15, dan isi c1c_1, yang terparkir di 1616 setelah langkah pertama, terbawa ke c15c_{15} oleh langkah terakhir. Jadi efeknya memetakan 151215 \mapsto 12, lalu 141514 \mapsto 15, 131413 \mapsto 14, 9139 \mapsto 13, 595 \mapsto 9, 151 \mapsto 5, 212 \mapsto 1, 323 \mapsto 2, 434 \mapsto 3, 848 \mapsto 4, 787 \mapsto 8, 676 \mapsto 7, 10610 \mapsto 6, 111011 \mapsto 10, 121112 \mapsto 11: persis siklus berpanjang 1515 bernama ζ\zeta. Urutan siklusnya berawal x0=15x_0 = 15, x1=12x_1 = 12, x2=11x_2 = 11, dan (x0 x1 x2)=(15 12 11)(x_0\ x_1\ x_2) = (15\ 12\ 11) memetakan 1512111515 \mapsto 12 \mapsto 11 \mapsto 15 — dan itu persis (11 15 12)(11\ 15\ 12), yakni perjalanan dasar yang dibalik.

12. Misalkan γ=(a b c)\gamma = (a\ b\ c) dan x[ ⁣[1,n] ⁣]x \in \intint1n. Jika x=g(a)x = g(a): gγg1(x)=g(γ(a))=g(b)g\gamma g^{-1}(x) = g(\gamma(a)) = g(b); serupa itu g(b)g(c)g(b) \mapsto g(c) dan g(c)g(a)g(c) \mapsto g(a). Jika x{g(a),g(b),g(c)}x \notin \{g(a), g(b), g(c)\}, maka g1(x){a,b,c}g^{-1}(x) \notin \{a,b,c\} dibiarkan tetap oleh γ\gamma, sehingga xx pun tetap. Jadi gγg1=(g(a) g(b) g(c))g\gamma g^{-1} = (g(a)\ g(b)\ g(c)). Dan untuk g,hHg, h \in H, berlaku ghg1Hghg^{-1} \in H menurut aksioma subgrup.

13. Kita punya ζH\zeta \in H (pertanyaan 11) dan s0=(x0 x1 x2)Hs_0 = (x_0\ x_1\ x_2) \in H (pertanyaan 10–11). Karena ζ(xi)=xi+1\zeta(x_i) = x_{i+1} (indeks modulo 1515), pertanyaan 12 memberi

ζts0ζt=(ζt(x0) ζt(x1) ζt(x2))=(xt xt+1 xt+2)=stH(t=0,1,,14).\zeta^{t}\,s_0\,\zeta^{-t} = \bigl(\zeta^t(x_0)\ \zeta^t(x_1)\ \zeta^t(x_2)\bigr) = (x_t\ x_{t+1}\ x_{t+2}) = s_t \in H \qquad (t = 0, 1, \dots, 14).

14. Kecuali pembalikan, andaikan s=(a b c)s = (a\ b\ c) dan t=(b c d)t = (b\ c\ d) (siklus berpanjang 33 pada {a,b,c}\{a,b,c\} adalah (a b c)(a\ b\ c) atau inversnya; demikian pula pada {b,c,d}\{b,c,d\}; mengganti sebuah pembangun dengan inversnya tidak mengubah s,t\langle s, t\rangle). Maka, dengan tt dikerjakan lebih dulu,

st ⁣:ab,ba,cd,dc,yaknist=(a b)(c d),st \colon a \mapsto b,\quad b \mapsto a,\quad c \mapsto d,\quad d \mapsto c, \qquad\text{yakni}\quad st = (a\ b)(c\ d),

yakni sebuah transposisi ganda. Subgrup G=s,tG = \langle s, t\rangle terdiri atas permutasi genap atas keempat huruf, jadi GA4G \leq A_4 dan G12\abs G \mid 12; ia memuat unsur berorde 33 dan unsur berorde 22, jadi 6G6 \mid \abs G (Lagrange, Teorema 1.14, diterapkan pada kedua subgrup siklik itu). Seandainya A4A_4 punya subgrup KK berorde 66, subgrup itu berindeks 22, dan akibatnya g2Kg^2 \in K untuk setiap gA4g \in A_4: untuk gKg \in K hal ini jelas; untuk gKg \notin K satu-satunya koset adalah KK dan gKgK, jadi koset g2Kg^2K sama dengan KK atau gKgK, sedangkan g2K=gKg^2K = gK akan memaksa gKg \in K. Jadi setiap kuadrat terletak di KK. Namun setiap siklus berpanjang 33, sebut saja γ\gamma, adalah kuadrat, sebab γ=(γ2)2\gamma = (\gamma^2)^2, dan A4A_4 memuat delapan siklus berpanjang 33: 8>68 > 6, kontradiksi. Maka G=12\abs G = 12, yakni G=A4G = A_4.

15. Perpanjang uau \mapsto a, vbv \mapsto b menjadi bijeksi g0g_0 atas XX (kirim k2k - 2 huruf sisanya secara bijektif ke mana pun pada komplemen {a,b}\{a, b\}). Jika g0g_0 ganjil, pilihlah dua huruf yang berbeda s1,t1X{u,v}s_1, t_1 \in X \setminus \{u, v\} (mungkin sebab k4k \geq 4) lalu ganti g0g_0 dengan g0(s1 t1)g_0 \circ (s_1\ t_1), yang genap dan tetap memetakan uau \mapsto a, vbv \mapsto b. Perpanjang dengan identitas di luar XX: diperoleh permutasi genap gGg \in G (ia permutasi genap atas XX). Lalu menurut pertanyaan 12:

g(u v w)g1=(g(u) g(v) g(w))=(a b w)G,g\,(u\ v\ w)\,g^{-1} = (g(u)\ g(v)\ g(w)) = (a\ b\ w) \in G,

dengan memakai g(w)=wg(w) = w.

16. Setiap siklus berpanjang 33 atas X{w}X \cup \{w\} terletak di GG: yang tertumpu di XX adalah permutasi genap atas XX; yang berpenyangga {a,b,w}\{a, b, w\} adalah (a b w)(a\ b\ w) atau (b a w)(b\ a\ w), dan keduanya diberikan pertanyaan 15. Menurut Latihan 1.6, siklus berpanjang 33 atas himpunan berhuruf (k+1)(k+1), yaitu X{w}X \cup \{w\}, membangun grup alternatingnya, jadi GG memuat setiap permutasi genap atas X{w}X \cup \{w\}. Perangkaian: misalkan G=s0,,s12G = \langle s_0, \dots, s_{12}\rangle. Lema A yang diterapkan pada s0=(x0 x1 x2)s_0 = (x_0\ x_1\ x_2) dan s1=(x1 x2 x3)s_1 = (x_1\ x_2\ x_3) (penyangganya berbagi {x1,x2}\{x_1, x_2\}) memberi seluruh permutasi genap atas X4={x0,x1,x2,x3}X_4 = \{x_0, x_1, x_2, x_3\}. Jika GG memuat setiap permutasi genap atas Xm={x0,,xm1}X_m = \{x_0, \dots, x_{m-1}\} (4m144 \leq m \leq 14), maka sm2=(xm2 xm1 xm)s_{m-2} = (x_{m-2}\ x_{m-1}\ x_m) punya u=xm2,v=xm1Xmu = x_{m-2}, v = x_{m-1} \in X_m serta huruf baru w=xmw = x_m: Lema B dan bagian pertama tadi memberi seluruh permutasi genap atas Xm+1X_{m+1}. Induksi sampai m=14m = 14 memberi GA15G \supseteq A_{15} (permutasi genap atas kelima belas sel), sedangkan GA15G \subseteq A_{15} karena tiap sts_t genap: jadi s0,,s12=A15\langle s_0, \dots, s_{12}\rangle = A_{15}.

17. Pertanyaan 13 dan 16 memberi A15=s0,,s12HA_{15} = \langle s_0, \dots, s_{12}\rangle \subseteq H; pertanyaan 9 memberi HA15H \subseteq A_{15}. Jadi H=A15H = A_{15}, berorde 15!/2=65383718400015!/2 = 653\,837\,184\,000: setiap penataan ulang yang genap atas kelima belas ubin adalah efek sebuah program.

18. Pertanyaan 8 menyusutkan R={I=+1}R = \{I = +1\} menjadi mewujudkan setiap ρS15\rho \in \mathfrak{S}_{15} yang genap oleh sebuah program, dan itu diselesaikan pertanyaan 17. Bersama pertanyaan 6, R=16!/2=10461394944000\abs R = 16!/2 = 10\,461\,394\,944\,000. Dua kelas: biarkan t0=(14 15)t_0 = (14\ 15) bekerja pada isi: φ(σ)=t0σ\varphi(\sigma) = t_0 \circ \sigma. Langkah sah dari σ\sigma juga langkah sah dari φ(σ)\varphi(\sigma) (sel kekosongannya tak berubah, sebab (t0σ)1(16)=σ1(t0(16))=σ1(16)(t_0\sigma)^{-1}(16) = \sigma^{-1}(t_0(16)) = \sigma^{-1}(16), dan sel yang digeser pun sama), lalu φ(στ)=φ(σ)τ\varphi(\sigma \circ \tau) = \varphi(\sigma) \circ \tau: jadi φ\varphi memetakan rangkaian langkah ke rangkaian langkah, secara bijektif (ia involusi). Ia membalik II, sebab ε(t0σ)=ε(σ)\varepsilon(t_0\sigma) = -\varepsilon(\sigma) dengan sel kekosongan yang sama. Maka φ\varphi memetakan kelas R={I=+1}R = \{I = +1\} milik id\mathrm{id} secara bijektif pada kelas φ(id)=σL\varphi(\mathrm{id}) = \sigma_L, yang karenanya seluruhnya {I=1}\{I = -1\}: jadi tepat ada dua kelas. Inilah teorema Johnson–Story.

19. Indekskan selnya menurut urutan baca dan misalkan k=4(i1)+jk = 4(i - 1) + j sel kekosongan. Cacah inversi σ\sigma (pasangan sel x<yx < y dengan σ(x)>σ(y)\sigma(x) > \sigma(y)): pasangan atas dua sel berubin menyumbang NN; pasangan yang melibatkan kekosongan: sel sesudah kekosongan semuanya memuat ubin <16< 16, masing-masing terbalik (ada 16k16 - k pasangan), sedangkan sel sebelumnya tak pernah terbalik. Jadi ε(σ)=(1)N+16k=(1)N+k\varepsilon(\sigma) = (-1)^{N + 16 - k} = (-1)^{N + k}. Karena k=4(i1)+jj(mod2)k = 4(i-1) + j \equiv j \pmod 2, kita peroleh

I(σ)=(1)N+j(1)i+j=(1)N+i=(1)N+r+1I(\sigma) = (-1)^{N + j}\,(-1)^{i + j} = (-1)^{N + i} = (-1)^{N + r + 1}

dengan memakai i=5ri = 5 - r. Menurut pertanyaan 18, σ\sigma terselesaikan bila dan hanya bila I(σ)=+1I(\sigma) = +1, bila dan hanya bila N+rN + r ganjil. Periksa: tersusun, N=0N = 0, r=1r = 1: ganjil, terselesaikan; Loyd, N=1N = 1, r=1r = 1: genap, tidak terselesaikan.

20. Aksi: eσ=σid=σe \cdot \sigma = \sigma \circ \mathrm{id} = \sigma dan g(hσ)=σh1g1=σ(gh)1=(gh)σg \cdot (h \cdot \sigma) = \sigma \circ h^{-1} \circ g^{-1} = \sigma \circ (gh)^{-1} = (gh) \cdot \sigma; dan σh1\sigma \circ h^{-1} tetap konfigurasi yang kekosongannya di rumah (hh membiarkan sel 1616 tetap). Bebas: dari σh1=σ\sigma \circ h^{-1} = \sigma diperoleh h1=idh^{-1} = \mathrm{id} (susun dengan σ1\sigma^{-1}). Orbit = kelas program: pertanyaan 9 mengatakan konfigurasi yang terjangkau dari σ\sigma lewat program persis semua σπ1\sigma \circ \pi^{-1}, πH\pi \in H, yakni orbit HσH \cdot \sigma. Pencacahan: sifat bebas membuat hhσh \mapsto h \cdot \sigma injektif, jadi setiap orbit punya H=15!/2\abs H = 15!/2 unsur; karenanya 15!15! konfigurasi berkekosongan di rumah terbelah menjadi 15!/(15!/2)=215!\,/\,(15!/2) = 2 orbit — bayangan kedua kelas Johnson–Story pada konfigurasi berkekosongan di rumah.

21. Papan 3×33 \times 3 bersifat bipartit terhadap pewarnaan papan catur: setiap langkah pada suatu jalan mengubah warnanya, jadi setiap jalan tertutup berpanjang genap. Jalan tertutup yang menyinggahi masing-masing dari 99 sel tepat sekali akan berpanjang 99, sebuah bilangan ganjil: mustahil. Karena itu konstruksi perjalanan agung pada Bagian III tidak tersedia untuk teka-teki delapan.

22. Perjalanan keliling 9874123699 \to 8 \to 7 \to 4 \to 1 \to 2 \to 3 \to 6 \to 9 (semua langkahnya bertetangga; berpanjang 88, genap): dengan pembukuan pertanyaan 11 memakai c1=8,c2=7,c3=4,c4=1,c5=2,c6=3,c7=6c_1 = 8, c_2 = 7, c_3 = 4, c_4 = 1, c_5 = 2, c_6 = 3, c_7 = 6, efeknya adalah

ζ=(8 6 3 2 1 4 7),\zeta' = (8\ 6\ 3\ 2\ 1\ 4\ 7),

yaitu siklus berpanjang 77 yang membiarkan pusat 55 tetap (isi 77 berpindah ke 88, isi 44 ke 77, isi 11 ke 44, isi 22 ke 11, isi 33 ke 22, isi 66 ke 33, dan isi 88 ke 66). Perjalanan pojok 965899 \to 6 \to 5 \to 8 \to 9 berefek (6 8 5)(6\ 8\ 5) (isi 55 berpindah ke 66, isi 88 ke 55, isi 66 — yang terparkir di 99 — ke 88). Ambil yt=ζt(8)y_t = \zeta'^{\,t}(8): y0=8,y1=6,y2=3,y3=2,y4=1,y5=4,y6=7y_0 = 8, y_1 = 6, y_2 = 3, y_3 = 2, y_4 = 1, y_5 = 4, y_6 = 7. Konjugasi (pertanyaan 12) memberi

ζt(6 8 5)ζt=(yt+1 yt 5)=:TtH3×3,\zeta'^{\,t}\,(6\ 8\ 5)\,\zeta'^{-t} = (y_{t+1}\ y_t\ 5) =: T_t \in H_{3\times3},

karena ζ\zeta' membiarkan 55 tetap. Penyangga T0=(y1 y0 5)T_0 = (y_1\ y_0\ 5) dan T1=(y2 y1 5)T_1 = (y_2\ y_1\ 5) berbagi tepat {y1,5}\{y_1, 5\}, jadi Lema A memberi seluruh permutasi genap atas {y0,y1,y2,5}\{y_0, y_1, y_2, 5\}. Lalu T2=(y3 y2 5)T_2 = (y_3\ y_2\ 5) menambahkan y3y_3 lewat Lema B (kedua hurufnya y2,5y_2, 5 berada di himpunan yang sedang dipegang, dengan k=4k = 4), dan T3,T4,T5T_3, T_4, T_5 menambahkan y4,y5,y6y_4, y_5, y_6 berturut-turut: jadi seluruh permutasi genap atas kedelapan sel bukan-rumah berada di grup program, yang juga hanya terdiri atas permutasi genap (hujah pertanyaan 9 tidak bergantung pada bentuk papan). Maka H3×3=A8H_{3\times3} = A_8, dan penalaran pertanyaan 6, 8, 18 — yang juga tak bergantung pada papan — menunjukkan konfigurasi yang terjangkau persis yang ber-I=+1I = +1: separuh dari 9!9!, yakni 181440181\,440.

23. Berilah nama sel 0,,n10, \dots, n-1 sepanjang siklus itu. Satu langkah menukar kekosongan dengan salah satu dari dua tetangganya. Bacalah ubin itu menurut urutan siklis mulai tepat sesudah kekosongan: diperoleh kata ww yang mendaftar n1n - 1 ubin. Menggeser kekosongan satu langkah maju mengganti (p,w)(p, w) dengan (p+1,ρw)(p + 1, \rho w), dengan pp menyatakan sel kekosongan dan ρ\rho memutar kata itu satu posisi; langkah mundurnya adalah inversnya. Jadi urutan siklis ubinnya (yakni katanya kecuali perputaran) bersifat invarian. Kelas terjangkau milik (p,w)(p, w) adalah orbit pemetaan g ⁣:(p,w)(p+1,ρw)g \colon (p, w) \mapsto (p+1, \rho w), yaitu unsur berorde lcm(n,n1)=n(n1)\operatorname{lcm}(n, n-1) = n(n-1) di hasil kali kedua grup siklik itu (translasi Z/nZ\Z/n\Z dan perputaran atas n1n-1 posisi kata), dengan KPK-nya sama dengan n(n1)n(n-1) karena gcd(n,n1)=1\gcd(n, n-1) = 1: jadi tiap kelas punya tepat n(n1)n(n-1) konfigurasi, semuanya berkalung sama. Banyaknya kelas: n!/(n(n1))=(n2)!n!\,/\,\bigl(n(n-1)\bigr) = (n-2)!. Untuk n5n \geq 5 berlaku (n2)!>2(n-2)! > 2: invarian paritas (paling banyak dua kelas) buta terhadap hampir seluruh halangannya; kekayaan papan 4×44 \times 4 — tempat paritas menjadi satu-satunya halangan — adalah fakta yang sungguh geometris, bukan fakta formal.

24. Kedua papan memuat ubin dalam urutan yang seluruhnya terbalik, jadi N=(152)=105N = \binom{15}{2} = 105 pada kedua kasus (setiap pasangan ubin terbalik). Kekosongan di rumah: r=1r = 1, sehingga N+r=106N + r = 106 genap: tidak terselesaikan. Kekosongan di sel 11: kekosongan berada di baris teratas, r=4r = 4, sehingga N+r=109N + r = 109 ganjil: terselesaikan. Dua papan yang hanya berbeda letak lubangnya jatuh di sisi tembok yang berlawanan.

25. Sifat morfisma: ia mengubah “satu langkah = satu transposisi” menjadi “satu langkah = satu pembalikan tanda” (pertanyaan 2 dan 4), sehingga II terhitungkan langkah demi langkah. Lagrange: ia memaksa 6s,t6 \mid \abs{\langle s, t\rangle} pada Lema A dan menakar koset pada penyingkiran subgrup berorde 66 (pertanyaan 14). Pembangunan oleh siklus berpanjang 33: ia mengubah “HH memuat cukup banyak siklus berpanjang 33” menjadi “HH memuat seluruh A15A_{15}” (pertanyaan 16). Konjugasi: ia memproduksi kelima belas siklus berurutan berpanjang 33 dari satu perjalanan 2×22 \times 2 yang diangkut perjalanan agung (pertanyaan 12–13), dan juga siklus berpanjang 33 bertulis (a b w)(a\ b\ w) pada Lema B. Asas umumnya: sebuah invarian membuktikan kemustahilan, sebuah konstruksi gamblang membuktikan kemungkinan, dan sebuah masalah tuntas terpecahkan tepat ketika kedua batas itu bertemu — di sini, pada seperdua.

Istilah yang didefinisikan dalam bab ini

Lihat semua 395 istilah di glosarium