Keadaan sebuah partikel yang bergerak sepanjang dilukiskan sebuah fungsi gelombang kompleks sedemikian sehingga
adalah peluang menemukan partikelnya antara dan pada saat (yaitu kaidah Born); maka penormalannya , dan nilai harapnya , . Fungsi gelombang menuruti asas tumpang tindih: jika dan merupakan keadaan yang mungkin, begitu pula (yang dinormalkan), dan peluangnya lalu memuat suku interferensi . Sebuah faktor fase menyeluruh tak mengubah apa pun; sebuah fase nisbi antara dua komponen yang ditumpangkan mengubah interferensinya.