书籍暂未推出简体中文版——当前显示 Bahasa Indonesia 版。
Ilmu Kebumian dan Antariksa Sekolah Dasar dan Menengah Pertama · 1–9 年级
5Batu, Kerakal, dan Pasir
Tom sedang berlibur di tepi sungai. Di gosong berkerikil, tempat airnya dangkal, ia memungut sebutir kerakal. Kerakal itu licin dan bulat, hampir seperti telur, dan pas di genggamannya. Minggu lalu, ketika berjalan bersama orang tuanya di jalan setapak gunung jauh di hulu lembah yang sama, ia melihat batu-batu berwarna sama tergeletak di bawah lereng berbatu — tetapi batu-batu itu tajam, bersudut dan bertepi.
Bagaimana sebuah batu tajam dari gunung bisa menjadi kerakal yang licin dan bulat di bawah sana, di lembah? Untuk mengetahuinya, mari kita mulai dari batuannya sendiri.
Yang sudah kamu ketahui
Dalam bentang alam ada gunung, bukit, lembah, dan dataran, serta sungai yang mengalir dari daratan tinggi turun ke laut (Bab 2). Lapisan tanah paling atas, tempat tumbuhan tumbuh, adalah tanah: buku biologi menceritakan bagaimana makhluk hidup membentuknya.
5.1 Batuan: tanah keras di bawah kaki kita
Galilah lubang yang dalam di sebuah kebun. Mula-mula kamu menemukan tanah yang gelap dan lunak, berisi akar. Di bawahnya, tanah menjadi lebih terang warnanya dan lebih berbatu. Dan jika kamu bisa menggali cukup dalam, kamu selalu akan sampai pada sesuatu yang keras yang tidak bisa dipotong sekop: batuan.
Definisi 5.1 (Batuan dan batuan dasar)
Yang disebut batuan adalah bahan alami yang keras, penyusun Bumi yang padat. Yang disebut batuan dasar adalah batuan padat yang terletak di bawah tanah di semua tempat di daratan, dan di bawah pasir dan lumpur dasar laut.
Di kebanyakan tempat, batuan dasar tersembunyi di bawah tanah, rumput, dan pepohonan. Kita melihatnya di tempat yang tidak ada tanah yang menutupinya: di sisi gunung yang curam, di tebing di tepi laut, dan di sepanjang jalan yang dibangun dengan memotong bukit.
5.2 Dari batuan menjadi kerakal
Batuan itu keras, tetapi tidak bertahan selamanya. Pada musim dingin, air masuk ke retakan batuan, membeku dan memuai, lalu mendorong retakan itu menjadi lebih lebar. Akar tumbuhan juga tumbuh masuk ke dalam retakan. Sedikit demi sedikit, potongan-potongan batuan patah dan jatuh: dari situlah datangnya batu-batu tajam di bawah lereng gunung.
Ketika sebuah batu tajam jatuh ke sungai kecil di pegunungan, air menggulingkannya di sepanjang dasar sungai, membenturkannya ke batu-batu lain, dan menyeretnya di atas pasir. Sudut-sudutnya yang pertama-tama aus. Makin jauh batu itu terbawa, makin bulat dan makin licin jadinya. Ketika sampai di lembah bagian bawah, batu itu sudah menjadi kerakal.
Definisi 5.2 (Kerakal dan kerikil)
Yang disebut kerakal adalah potongan kecil batuan yang sudah dibulatkan dan dihaluskan oleh air yang menggulingkannya, di sungai atau di pantai. Yang disebut kerikil adalah kumpulan batu kecil dan kerakal yang terletak bersama-sama, dengan butiran yang lebih besar daripada butiran pasir.
Catatan 5.3 (Membaca bentuk batu)
Bentuk sebuah batu menceritakan kisahnya. Batu yang tajam belum menempuh perjalanan jauh dari batuan asalnya. Kerakal yang bulat dan licin sudah lama digulingkan air, di sungai atau oleh ombak laut.
5.3 Pasir dan lumpur
Batu dan kerakal yang saling berbenturan juga melepaskan serpihan-serpihan yang sangat kecil. Dalam waktu yang sangat lama, serpihan-serpihan kecil ini menjadi pasir. Lihatlah pasir dengan kaca pembesar: setiap butirnya adalah potongan kecil batuan, atau cangkang, yang sering juga bulat.
Definisi 5.4 (Pasir dan lumpur)
Yang disebut pasir adalah butiran lepas pecahan batuan yang lebih kecil daripada 2 milimeter: kita masih bisa melihat setiap butirnya. Yang disebut lumpur adalah butiran yang begitu kecil sehingga kita tidak bisa melihatnya satu per satu; dalam keadaan basah, lumpur lunak dan lengket.
Para ahli geologi memilah pecahan batuan menurut ukurannya, dari yang terbesar sampai yang terkecil: bongkah, kerakal dan kerikil, pasir, dan lumpur.
Metode 5.5 (Memilah pecahan batuan menurut ukuran)
Untuk menamai sepotong pecahan batuan, perhatikan ukurannya:
- jika kamu tidak bisa melihat butirannya, bahkan dari dekat, itulah lumpur;
- jika kamu bisa melihat setiap butir, tetapi setiap butir lebih kecil daripada 2 milimeter (setebal sekeping uang logam), itulah pasir;
- jika potongannya lebih besar daripada itu, tetapi kamu bisa menggenggam satu di tanganmu, itulah kerikil dan kerakal;
- jika sepotong terlalu berat untuk diangkat, itulah bongkah.
Contoh 5.6 (Di mana kita menemukan setiap ukuran?)
Air yang deras bisa membawa batu-batu besar; air yang lambat menjatuhkannya dan hanya membawa butiran kecil. Jadi bongkah dan batu tajam terletak di sungai-sungai kecil pegunungan yang curam; kerakal dan kerikil terletak di tepi sungai di lembah; pasir berkumpul di pantai dan di kelokan sungai yang tenang; dan lumpur mengendap di tempat airnya hampir diam, di kolam, di danau, dan di muara sungai.
5.4 Batuan keras dan batuan lunak
Tidak semua batuan sama kerasnya. Sebagian, seperti granit, begitu keras sehingga bisa menggores kaca dan bertahan ribuan tahun di dalam dinding. Sebagian lain hancur di tangan, seperti kapur, yang meninggalkan bekas putih di papan. Sebagian batuan tersusun dari butiran yang bisa kita lihat; sebagian lain halus dan tampak sama saja dari satu sisi ke sisi yang lain.
Contoh 5.7 (Tiga batuan dibandingkan)
Granit berbintik-bintik dengan butiran merah muda, putih, dan hitam, dan sangat keras. Batu pasir tersusun dari butiran pasir yang saling melekat; jika digosok dengan jari, kadang-kadang beberapa butirnya lepas. Kapur berwarna putih, lunak, dan seperti bubuk. Di tahun berikutnya kamu akan mempelajari bagaimana masing-masing batuan itu terbentuk.
Metode 5.8 (Mengamati batu dari dekat)
Untuk menggambarkan sebuah batu, lihatlah dan rabalah batu itu, tanpa memecahkannya:
- warnanya, atau warna-warnanya;
- bentuknya: tajam dan bersudut, atau bulat dan licin;
- butirannya: dapatkah kamu melihatnya? apakah semuanya sama, atau terdiri atas beberapa warna?
- rasanya saat diraba: keras, atau cukup lunak untuk meninggalkan bekas di kertas?
Tuliskan apa yang kamu lihat dalam sebuah tabel, satu baris untuk setiap batu.
Contoh 5.9 (Tabel tiga batu)
Mia menggambarkan tiga batu dari sebuah kotak di sekolah.
| Batu | Warna | Bentuk | Butiran |
|---|---|---|---|
| A | merah muda, putih, dan hitam | bulat | besar, tiga warna |
| B | kuning kecokelatan | tajam | kecil, semuanya serupa |
| C | putih | tajam | tidak terlihat |
Batu C juga meninggalkan bekas putih di kertas. Menurut contoh di atas, batu A mirip granit, batu B mirip batu pasir, dan batu C mirip kapur. Batu A bulat: air sudah lama menggulingkannya.
5.5 Batu yang kita pakai untuk membangun
Selama ribuan tahun, manusia membangun dengan batuan di sekitar mereka. Di desa-desa tua di suatu daerah, dinding-dindingnya sering berwarna sama semua, karena dibangun dengan batu dari bukit yang paling dekat.
Definisi 5.10 (Batu bangunan)
Yang disebut batu bangunan adalah batuan yang dipotong atau dibentuk untuk membangun dinding, atap, anak tangga, jembatan, atau trotoar.
Setiap batuan cocok untuk sesuatu. Granit yang keras dijadikan dinding, anak tangga, dan batu tepi jalan yang bertahan berabad-abad. Sebagian batuan, seperti batu sabak, terbelah menjadi lembaran yang tipis dan datar: jika disusun saling menindih, lembaran itu menjadi atap yang menahan hujan. Batu pasir dan batu kapur cukup lunak untuk dipotong menjadi balok-balok yang rapi.


Sekarang kita juga membangun dengan bata, beton, dan kaca. Tetapi bata dibuat dari tanah liat yang dibakar, beton dibuat dari pasir, kerikil, dan semen, dan kaca dibuat dari pasir: semuanya juga berasal dari batuan Bumi.
5.6 Latihan
Latihan 5.1 ★
Apa itu batuan dasar? Di mana kita bisa melihatnya tanpa menggali?
Solusi
Solusi Latihan 5.1.
Batuan dasar adalah batuan padat yang terletak di bawah tanah di semua tempat. Kita melihatnya di tempat yang tidak ada tanah yang menutupinya: di sisi gunung yang curam, di tebing pantai, di sepanjang jalan yang memotong bukit.
Latihan 5.2 ★
Urutkan menurut ukurannya, dari yang terkecil sampai yang terbesar: kerakal, lumpur, bongkah, pasir.
Latihan 5.3 ★
Sebutir butiran berukuran 1 milimeter. Apakah butiran itu pasir atau kerikil? Butiran lain berukuran 3 milimeter: pasir atau kerikil?
Latihan 5.4 ★
Alami atau buatan manusia? Kerakal; bata; balok granit; selembar kaca; pasir di pantai.
Latihan 5.5 ★
Mengapa kerakal dari sungai tidak mempunyai sudut yang tajam?
Latihan 5.6 ★
Sebutkan dua batu bangunan dan katakan untuk apa masing-masing dipakai pada foto-foto di bab ini.
Solusi
Solusi Latihan 5.6.
Granit, untuk dinding; lempengan batu yang tipis dan datar (batuan seperti batu sabak), untuk atap.
Latihan 5.7 ★★
Tom menemukan dua batu dari batuan yang sama: yang satu tajam, yang lain bulat. Batu mana yang sudah menempuh perjalanan lebih jauh? Jelaskan.
Solusi
Solusi Latihan 5.7.
Yang bulat: makin lama sebuah batu digulingkan air, makin aus sudut-sudutnya. Yang tajam belum menempuh perjalanan jauh dari batuan asalnya.
Latihan 5.8 ★★
Pada gambar ukuran butiran, berapa sentimeter panjang kerakal yang terbesar? Berapa butir pasir berukuran 2 milimeter yang muat berjajar sepanjang 1 sentimeter?
Solusi
Solusi Latihan 5.8.
Kerakal yang terbesar panjangnya 3 sentimeter. Satu sentimeter sama dengan 10 milimeter, dan : lima butir berukuran 2 milimeter muat sepanjang 1 sentimeter.
Latihan 5.9 ★★
Di mana kamu akan menduga menemukan lumpur: di sungai kecil pegunungan yang deras atau di kolam yang tenang? Mengapa?
Solusi
Solusi Latihan 5.9.
Di kolam yang tenang. Air yang deras membuat butiran-butiran lumpur yang sangat kecil terus bergerak; butiran itu baru bisa mengendap di dasar di tempat airnya hampir diam.
Latihan 5.10 ★★
Bata, beton, dan kaca dibuat oleh manusia. Mengapa kita tetap bisa mengatakan bahwa semuanya berasal dari batuan Bumi?