Regenerasi menempuh tiga jalan. Hydra dan planaria bergantung pada sel punca dewasa yang pluripoten: neoblas seekor planaria, yakni seperlima selnya, adalah satu-satunya sel yang membelah yang dipunyainya, yang berpindah ke sebuah luka, lalu membangun kembali bagian mana pun yang hilang dengan dipandu isyarat kedudukan (sebuah landaian Wnt memberi tahu kepingnya ujung mana yang ekornya; halangilah ia dan sebuah keping ekor menumbuhkan sebuah kepala kedua). Salamander membangun kembali sebuah anggota badan dari sebuah blastema, yakni sebuah tudung sel yang membelah pada tunggulnya yang terbentuk kebanyakan lewat dediferensiasi: serat ototnya terpecah menjadi sel berinti tunggal, sel tulang rawan dan sel penyambungnya kembali ke sebuah keadaan pendahulu, dengan masing-masing mengingat jaringan asalnya dan kedudukannya sepanjang anggota badannya, lalu blastemanya menjalankan ulang acara anggota badan embrionya di bawah epidermis lukanya dan sarafnya, yang kehadirannya dituntut (buanglah sarafnya dari tunggulnya dan tidak ada yang tumbuh). Ikan zebra menumbuhkan kembali sirip dan jantungnya dengan cara yang sama, dengan sel otot jantungnya yang selamat membelah untuk menggantikan seperlima biliknya dalam sebulan. Mamalia sedikit sekali melakukan ini: hatinya menumbuhkan kembali massanya sesudah dua pertiganya dibuang, tetapi lewat sel yang tersisa membelah di tempat (pertumbuhan pengimbang), bukan lewat membangun kembali lobus yang hilang; sebuah ujung jari beregenerasi pada anak; ranggah rusanya tumbuh baru tiap tahun dari sebuah periosteum bersel punca. Mengapa tidak lebih adalah sebuah pertanyaan tentang pertukaran: tanggapan luka mamalia — pembekuan yang cepat, peradangan, parut fibroblas — menutup sebuah luka dengan cepat terhadap infeksi dan kehilangan darah, dan parutnya menutup jalan bagi blastemanya; dan sel yang dapat berdediferensiasi lalu membelah sesuka hati adalah sel yang dapat menjadi kanker, yakni sebuah risiko yang mungkin tidak terjangkau seekor hewan berdarah panas yang berumur panjang.