Peradangan adalah tanggapan jaringan berpembuluh terhadap cedera atau infeksi, yang ditata sitokin — yakni protein pengisyarat kecil milik sel imun, di sini terutama TNF, interleukin-1, dan interleukin-6 dari makrofag yang aktif — dan oleh kemokin, yakni sitokin yang mengarahkan perpindahan. Tahapnya menjelaskan tanda Celsus. Histamin dari sel mast, nitrat oksida, dan prostaglandin melebarkan arteriol: itulah kemerahan dan panas. Endotelium venula mengerut lalu membocorkan plasma, yang proteinnya — komplemen, antibodi, faktor pembekuan — membanjiri jaringannya: itulah pembengkakan. Bradikinin dan prostaglandin E menajamkan ujung saraf: itulah nyeri. Lalu leukositnya tiba lewat ekstravasasi: TNF dan interleukin-1 membuat endoteliumnya memajang selektin, yang padanya neutrofil yang lewat tersangkut lalu berguling; kemokin (interleukin-8) pada permukaan endotelium mengaktifkan integrin neutrofilnya, yang mengikat erat molekul pelekat endotelium lalu menghentikan selnya; dan neutrofilnya memeras di antara sel endotelium lalu mengikuti landaian kemokin ke dalam jaringannya — seluruh urutan itu dalam beberapa menit, pada sampai sejuta sel sejam ke dalam sebuah tempat yang terinfeksi.
Contoh
Contoh 15.7 (Sepsis)
Peradangan yang terbatas pada sebuah serpihan adalah obat; reaksi yang sama di seluruh tubuh adalah bencana. Ketika bakteri atau lipopolisakarikanya mencapai darah dalam jumlah besar, makrofag di mana-mana melepaskan TNF dan interleukin-1 sekaligus: tiap pembuluh melebar lalu bocor, tekanan darah runtuh, pembekuan diaktifkan di dalam sepuluh ribu kapiler lalu memakan habis faktor pembekuannya, dan organnya, yang kekurangan aliran, gagal — itulah renjatan septik, yang membunuh seperempat sampai separuh orang yang ditimpanya, sekitar sebelas juta orang setahun. Beberapa mikrogram lipopolisakarida yang disuntikkan ke seorang sukarelawan menghasilkan demam, menggigil, dan penurunan tekanan darah dalam dua jam; seekor mencit yang tidak punya TLR4 mengabaikan dosis seratus kali mematikan. Penyakitnya adalah tanggapan inangnya, dan antibiotik yang membunuh bakterinya dapat memperburuknya selama beberapa jam dengan melepaskan lebih banyak endotoksin.