Sebuah bakteri kebal terhadap antibiotik lewat salah satu dari lima cara. Ia memusnahkan obatnya: -laktamase menghidrolisis cincin -laktamnya, dan varian berspektrum luas serta karbapenemasenya kini memusnahkan obat yang terbaru. Ia mengubah sasarannya: sebuah mutasi pada protein ribosom atau girase yang diikat obatnya, atau, pada MRSA (Staphylococcus aureus yang kebal metisilin), sebuah gen yang diperolehnya bagi enzim penaut silang yang tak diikat -laktam; kekebalan terhadap vankomisin mengganti D-Ala ujungnya dengan D-laktat, yang tak dikenali obatnya. Ia memompa obatnya keluar dengan pompa penyembur, yang kerap luas kekhasannya. Ia menghentikan masuknya obat, dengan kehilangan sebuah porin. Atau ia memutari langkah yang terhalang dengan enzim alternatif. Mutasi sasarannya timbul secara kebetulan di dalam tubuh pasiennya pada laju sampai tiap pembelahan lalu terpilih selama pengobatannya; enzim dan pompanya sebagian besar diperoleh pada plasmid dari cadangan besar bakteri tanah dan usus, yang di dalamnya keduanya berevolusi sepanjang zaman melawan antibiotik yang dibuat fungi dan bakteri lain. Persister — yakni sel tidur yang bertahan dari sebuah obat tanpa kebal secara genetik — menjelaskan kekambuhan sesudah pengobatan yang semestinya berhasil.
Contoh
Contoh 12.13 (Jendela seleksi mutan)
Sebuah galur ber-MIC ; mutan kebal langkah pertamanya, yang hadir pada satu dari , ber-MIC . Sebuah dosis yang menahan obatnya pada membunuh tipe liarnya lalu membiarkan mutannya tumbuh tanpa persaingan: rentang kepekatan antara MIC tipe liarnya dan MIC mutannya disebut jendela seleksi mutan, dan sebuah pengobatan yang duduk di dalamnya membiakkan kekebalan. Sebuah dosis di atas membunuh keduanya; dosis yang terlalu rendah, atau kursus yang dihentikan ketika pasiennya merasa membaik dan kadar obatnya sedang turun melewati jendelanya, itulah cara sebuah populasi yang kebal dibuat. Logika yang sama menetapkan regimen pengobatan tuberkulosis: enam bulan, empat obat, pada dosis di atas MIC tiap mutan langkah tunggalnya.