Biologi · Glosarium

Apa itu Sendi?

Dikenal juga sebagai: siku · lutut · bahu · pergelangan tangan · pergelangan kaki · tulang rawan · ligamen

Definisi 4.3 Biologi Sekolah Dasar dan Menengah Pertama · Bab 4 — Tubuhku

Suatu sendi adalah tempat tubuh dapat menekuk atau berputar. Siku menekukkan lengan, lutut menekukkan tungkai, bahu memutar seluruh lengan, pergelangan tangan dan pergelangan kaki menekukkan tangan dan kaki. Di antara dua sendi, tubuh tetap lurus.

Lengan hanya menekuk pada sendinya: bahu (biru) dan siku (merah). Di antara keduanya, ia tetap lurus.
Lengan hanya menekuk pada sendinya: bahu (biru) dan siku (merah). Di antara keduanya, ia tetap lurus.

Contoh

Contoh 4.4 (Cobalah: berjalan berlutut kaku)

Cobalah berjalan tanpa menekuk lututmu. Bisa — meski nyaris tidak — dengan langkah kecil kaku seperti bebek. Sekarang cobalah memungut pensil dari lantai tanpa menekuk lutut, pinggul atau punggung. Sendilah yang membuat gerakan tubuh menjadi mulus, cepat dan mudah.

Baca dalam konteks →
Definisi 9.1 Biologi Sekolah Menengah Atas · Bab 9 — Otot dan Sendi

Sebuah sendi adalah tempat dua tulang bertemu. Pada sendi yang dapat bergerak seperti lutut, pinggul, bahu atau siku, ujung tulangnya terlapisi selapis tulang rawan yang licin, setebal beberapa milimeter, dan terkurung dalam kantong tertutup, yaitu kapsul, yang selaputnya mengeluarkan cairan sinovial yang melumasi permukaannya. Pita jaringan yang liat, yaitu ligamen, membentang dari tulang ke tulang melintasi sendinya dan membatasi gerakannya pada gerakan yang dituju. Pada lutut, dua sabit tulang rawan, yaitu meniskus, duduk di antara tulangnya dan menyebarkan bebannya.

Lutut dalam irisan: femur di atas, tibia di bawah, patela (tempurung lutut) di depan pada tendon otot pahanya; tulang rawan pada ujung tulangnya, meniskus di antara keduanya, ligamen yang menahan tulangnya tetap bersatu.
Lutut dalam irisan: femur di atas, tibia di bawah, patela (tempurung lutut) di depan pada tendon otot pahanya; tulang rawan pada ujung tulangnya, meniskus di antara keduanya, ligamen yang menahan tulangnya tetap bersatu.

Contoh

Contoh 9.3 (Terkilir, robek, lepas sendi)

Puntirlah pergelangan kaki di tepi trotoar: ligamen di sisi luarnya terentang melampaui batasnya — itulah keseleo; sendinya membengkak karena kapsulnya berdarah dan cairannya menumpuk. Tariklah kuat-kuat otot paha belakang yang dingin: sebagian seratnya putus — itulah robekan otot. Jatuhlah dengan lengan terjulur: kepala humerusnya dapat meninggalkan mangkuknya — itulah lepas sendi, dengan ligamen dan kapsulnya terentang atau robek seiring lepasnya. Tidak satu pun berupa tulang patah; semuanya dapat memakan waktu lebih lama untuk sembuh daripada tulang patah.

Contoh 9.7 (Menjinjing sebuah tas)

Sebuah tas 5kg5\,\mathrm{kg} (beratnya 49N49\,\mathrm{N}) tergantung pada tangan, 35cm35\,\mathrm{cm} dari siku; tendon bisepnya melekat 5cm5\,\mathrm{cm} darinya. Bisepnya menarik dengan 49×35/5=343N49 \times 35/5 = 343\,\mathrm{N} — tujuh kali bebannya, yaitu berat 35kg35\,\mathrm{kg} — dan sendi sikunya tertekan menyatu dengan sekitar 300N300\,\mathrm{N}. Otot, tendon dan tulang rawan memang dibangun untuk gaya sebesar ini; yang merusaknya adalah gaya mendadak dalam arah yang salah, atau beban yang berulang melampaui apa yang dapat diperbaiki jaringannya.

Baca dalam konteks →