Definisi 2.5Matematika Universitas — Tahun 2 · Bab 2 — Aljabar Linear
Untuk subruang F⊆E, anihilator adalah
F∘={φ∈E∗:φ∣F=0},
yaitu subruang E∗.
Contoh
Contoh 2.7(Sebuah anihilator, dua arah)
Misalkan F=Vect((1,2,1),(1,0,−1))⊆R3. Sebuah bentuk φ=ae1∗+be2∗+ce3∗ menganihilasi F bila dan hanya bila
a+2b+c=0dana−c=0,
yakni c=a dan b=−a, jadi F∘=R(e1∗−e2∗+e3∗), berdimensi 3−2=1 sebagaimana dituntut Teorema 2.6. Dibaca terbalik: F={(x,y,z):x−y+z=0} — bidangnya dipulihkan sebagai kernel satu-satunya bentuk yang merentang F∘. Beranjak dari keluarga perentang ke persamaan adalah menghitung anihilator; beranjak dari persamaan ke parametrisasi adalah menghitung pra-anihilator. (Periksa: kedua vektor perentangnya memenuhi x−y+z=0.)
Contoh 2.11(Rank dibaca dari kedua sisi)
Misalkan
A=101213011112.
Rank kolom: baris ketiga adalah jumlah dua baris pertama, jadi rkA≤2; kolom 1 dan 2 bebas, sehingga rkA=2. Kernel transposnya: menyelesaikan ATy=0 memberi y∈R(1,1,−1), jadi kerAT berdimensi 1=3−2: persis (imA)∘ di bawah penyamaan (R3)∗ dengan vektor baris, sebagaimana ditegaskan Proposisi 2.10 — satu-satunya kaitan “baris3 = baris1 + baris2” adalahanihilator ruang kolomnya. Rank baris (2 baris yang bebas) dan rank kolom berimpit bukan karena kebetulan, melainkan karena keduanya sama dengan rkA=rkAT.
Contoh 2.24(Pasangan trace membelah ruang matriks)
Pada M2(R) dengan pasangan ⟨A,B⟩=tr(AB) dari Latihan 2.9: uraikan M=(1243) menjadi bagian setangkup dan bagian antisetangkup,
M=S+A,S=21(M+MT)=(1333),A=21(M−MT)=(0−110).
Maka tr(SA)=tr(−3−313)=0: kedua bagiannya “ortogonal” terhadap pasangan trace — sebuah perwujudan fakta umum (yang dibuktikan pada soal akhir pekan bab ini) bahwa matriks antisetangkup persis membentuk anihilator matriks setangkup. Dualitas melihat penguraian Mn=Sn⊕An sebelum hasil kali dalam apa pun dipilih.