Peubah disebut punya momen orde 2 bila punya nilai harapan (dan lalu juga, berkat dominasi: sebab ). Adapun ragam dan simpangan baku peubahnya lalu
(yakni bentuk keduanya — rumus König–Huygens — lewat menguraikan kuadratnya lalu memakai kelinearannya:
dengan suku tengahnya memakai bahwa sebuah konstanta). Adapun untuk yang bermomen kedua, kovariansi keduanya adalah
Contoh
Contoh 22.16 (Tak berkorelasi tetapi terlem bersama)
Lemparkan dua dadu setimbang, dengan dan saling bebas, lalu tetapkan dan . Menurut kebilinearan kovariansinya,
jadi jumlah dan selisihnya tak berkorelasi. Saling bebas? Tentu tidak: sebab memaksa , sedangkan tanpa syarat. Jadi korelasi hanya menguji bagian linear sebuah kebergantungan; sebab di sini kebergantungannya diusung kendala bahwa dan berparitas sama, yang tak terlihat oleh kovariansinya. (Adapun bagi pasangan ini, kovariansi nolnya menuntut : jadi distribusi yang identik, bukan kebebasan, yang mengerjakannya.)
Contoh 22.17 (Ketika Markov eksak)
Ketaksamaan Markov menjadi kesamaan persis ketika tak ada yang terbuang pada batas : yakni peubahnya hanya boleh mengambil nilai dan . Secara konkret, bila dan , maka dan
Adapun pembacaan realistisnya: pada sebuah populasi yang kekayaan rata-ratanya dan kekayaannya entah entah , proporsi jutawannya persis — yakni batas Markov, yang tercapai persis lewat ketaksamaan maksimalnya. Jadi setiap kali menyebar atas nilai antaranya batasnya menjadi tegas, kerap secara liar; tetapi seperti ditunjukkan kasus ekstremnya, tak ada ketaksamaan yang lebih baik yang dapat disarikan dari rerataannya sendirian.
Contoh 22.18 (Chebyshev bersifat tajam — tanpa hipotesis lebih lanjut)
Tetapkan dan , lalu biarkanlah mengambil nilai masing-masing berpeluang dan berpeluang . Maka , , dan
yakni kesamaan pada Chebyshev. Jadi ketaksamaannya tak dapat diperbaiki dengan memakai ragamnya saja — sebab peluruhan -nya adalah harga persis informasi momen keduanya. Adapun peluruhan yang lebih cepat menuntut hipotesis yang lebih kuat: sebab keterbatasan peubahnya membeli pemusatan eksponensial, sebagaimana dipratinjau Latihan 22.7 dan dikembangkan secara sistematis oleh soal akhir pekan bab ini.