Fisika · Glosarium

Apa itu Lintasan?

Dikenal juga sebagai: lintasan lurus · lintasan lingkaran

Definisi 40.1 Fisika Sekolah Dasar dan Menengah Pertama · Bab 40 — Menggambarkan Gerak: Lintasan dan Kelajuan

Yang disebut lintasan sebuah benda yang bergerak adalah garis yang digambar oleh perjalanannya — jalan yang ditorehkannya melalui ruang. Tiga bentuk sudah meliput hampir seluruh kehidupan sehari-hari: lurus (lift, apel yang jatuh), melingkar (kuda komidi putar, ujung jarum jam), dan melengkung dengan cara yang lebih bebas (busur bola yang dilempar, sambaran burung layang-layang).

Tiga lintasan sehari-hari: panjatan yang lurus, lingkaran yang tanpa akhir, busur lemparan.
Tiga lintasan sehari-hari: panjatan yang lurus, lingkaran yang tanpa akhir, busur lemparan.
Kamera yang dibiarkan terbuka pada malam hari menggambar lintasan: setiap lampu depan menorehkan tepat jalan yang ditempuh mobilnya.
Kamera yang dibiarkan terbuka pada malam hari menggambar lintasan: setiap lampu depan menorehkan tepat jalan yang ditempuh mobilnya.

Contoh

Contoh 40.2 (Lintasan milik siapa?)

Berhati-hatilah menyebut titik yang mana yang kamu ikuti. Hidung kuda komidi putar menggambar lingkaran; pusat seluruh komidi putarnya tidak menggambar apa-apa — ia tinggal diam. Poros roda yang menggelinding meluncur pada garis lurus sementara sebuah titik di pelegnya menorehkan lompatan yang anggun. Satu mesin, banyak lintasan: fisika mengikuti satu titik pada satu waktu.

Baca dalam konteks →
Definisi 5.2 Fisika Sekolah Menengah Atas · Bab 5 — Gerak Relatif

Lintasan sebuah benda di dalam kerangka acuan tertentu adalah kurva yang dibentuk oleh kedudukannya yang berturut-turut di dalam kerangka itu: garis lurus, lingkaran, sebuah busur… Lintasan baru bermakna setelah kerangkanya disebutkan.

Contoh

Contoh 5.3 (Pejalan di dalam kereta)

Sebuah kereta melaju 300km/h300\,\mathrm{km}/\mathrm{h} terhadap tanah, sementara seorang penumpang berjalan ke depan dengan 4km/h4\,\mathrm{km}/\mathrm{h} terhadap keretanya.

  • Di dalam kerangka kereta: penumpang itu bergerak 4km/h4\,\mathrm{km}/\mathrm{h} menyusuri lorongnya; kursinya diam; pepohonan di luar melesat mundur dengan 300km/h300\,\mathrm{km}/\mathrm{h}.
  • Di dalam kerangka tanah: kursinya bergerak 300km/h300\,\mathrm{km}/\mathrm{h}, penumpangnya 304km/h304\,\mathrm{km}/\mathrm{h}, dan pepohonannya diam.

Pemandangan yang sama, dua kerangka, dua pemerian yang sama sekali berbeda — dan tidak ada percobaan yang dikerjakan di dalam kereta itu yang dapat menyatakan salah satunya “yang sungguhan”.

Baca dalam konteks →