Sebuah sel memberi isyarat kepada sel lain dengan sebuah molekul yang disekresikan, yaitu sebuah kurir atau ligan, yang mengikat sebuah reseptor pada atau di dalam sasarannya. Menurut jangkauannya: pensinyalan endokrin, yang di dalamnya sebuah hormon dilepaskan ke dalam darahnya oleh sebuah kelenjar lalu mencapai tiap sel tubuhnya, dan hanya bekerja pada sel yang memiliki reseptornya, selama beberapa menit sampai beberapa jam (insulin, kortisol, adrenalin, tiroksin); pensinyalan parakrin, yang di dalamnya kurirnya berdifusi ke sel tetangganya dalam jarak satu milimeter lalu dimusnahkan di jalan (faktor pertumbuhan, histamin, prostaglandin, morfogen pada Bab 10); autokrin, yaitu selnya memberi isyarat kepada dirinya sendiri; dan sinaptik, yang di dalamnya sebuah neuron melepaskan sebuah neurotransmiter melintasi celah ke atas satu sel sasaran, dalam satu milidetik (Bab 20). Menurut kimianya: kurir yang larut air — turunan asam amino seperti adrenalin, peptida dan protein seperti insulin — tidak dapat menyeberangi membrannya dan bekerja pada reseptor permukaannya; kurir yang larut lipid — steroid (kortisol, estradiol, testosteron), tiroksin, asam retinoat, nitrogen monoksida — menyeberanginya lalu bekerja pada reseptor di dalamnya. Sistem endokrin dan sistem sarafnya adalah dua cara sebuah tubuh berisi sel menyelaraskan dirinya: yang satu menyiarkan perlahan kepada semua orang, yang lain mengabel dengan cepat kepada seseorang.
Contoh
Contoh 19.8 (Kecepatan, jangkauan, dan ongkos kedua sistemnya)
Adrenalin di dalam darahnya mencapai tiap sel dalam kira-kira semenit (yaitu waktu peredarannya) dan bekerja selama beberapa menit; sebuah impuls saraf mencapai sasarannya dalam hitungan milidetik dan bekerja selama beberapa milidetik. Sebuah hormon nyaris tidak berongkos apa pun tiap sel yang dicapainya — satu nanomol yang tersebar ke seluruh tubuhnya — tetapi tidak dapat mengalamati satu sel; sebuah saraf mengalamati satu sel secara tepat tetapi harus membangun dan merawat sebuah kabel menujunya. Tubuhnya memakai keduanya: saraf simpatis pada Bab 18 bekerja pada jantung dan arteriolnya dalam sedetik, dan medula adrenalnya, yang dirinya sendiri merupakan sebuah ganglion simpatis yang terubah, menyokongnya dengan mencurahkan molekul yang sama ke dalam darahnya bagi seluruh tubuhnya. Dan pada sinapsisnya kedua rancangannya berjumpa, karena sebuah neurotransmiter adalah sebuah kurir yang bekerja pada sebuah reseptor lewat mekanisme yang sama — sebuah kanal yang membuka, sebuah protein G yang menyakelar — hanya saja melintasi dua puluh nanometer alih-alih satu meter.