Oogenesis adalah cerminan spermatogenesis dalam hampir tiap seginya. Oogonium berlipat ganda hanya pada janinnya: saat lahir, seorang anak perempuan mengusung persediaan sekitar sejuta oosit primer, masing-masing terhenti pada profase I meiosisnya dan terbungkus satu lapis sel — sebuah folikel primordial — dan tidak pernah ada yang baru dibuat. Sejak akil balig, tiap bulan sekelompok folikelnya tumbuh: oositnya membesar, sel granulosa di sekelilingnya berlipat ganda menjadi beberapa lapis, sebuah teka luar terbentuk, sebuah rongga berisi cairan terbuka (folikel Graaf, bergaris tengah dua sentimeter), dan biasanya satu folikel saja yang mencapai ovulasi: oositnya, yang baru sekarang menyelesaikan meiosis I lalu terhenti lagi pada metafase II, dikeluarkan bersama lingkaran sel granulosanya ke dalam saluran telurnya. Folikel yang telah kosong menjadi korpus luteum, sebuah kelenjar progesteron sementara. Meiosis menghasilkan satu sel telur dan tiga badan kutub yang sangat kecil — seluruh sitoplasmanya jatuh ke satu sel — dan meiosis II baru diselesaikan kalau sebuah sperma masuk. Dari sejuta oositnya, sekitar diovulasikan seumur hidup; sisanya merosot (atresia), dan ketika persediaannya habis, sekitar umur lima puluh, daurnya berhenti: itulah menopause.