Bentuk berkelas disebut eksak pada bila ada (yakni sebuah potensial) dengan , yakni dan . Sedangkan bentuk disebut tertutup bila pada .
Contoh
Contoh 20.7 (Membangun ulang sebuah potensial)
Misalkan pada . Ia tertutup: sebab kedua turunan silangnya sama dengan . Untuk mencari potensialnya, integralkan dalam dengan yang tetap:
lalu sesuaikan dengan mencocokkan : sebab memberi . Jadi , dan untuk sembarang busur sepotong-sepotong dari ke ,
yang tak bergantung pada lintasannya — jadi resep dua langkahnya (yakni integralkan dalam , lalu koreksi dalam ) merupakan konvers praktis Teorema 20.6 pada daerah tempat bentuk tertutupnya bersifat eksak.
Contoh 20.8 (Tertutup tak mengakibatkan eksak)
Pada , bentuk sudutnya
bersifat tertutup (lewat perhitungan langsung: sebab maupun sama dengan ), tetapi integralnya sepanjang lingkaran satuannya adalah (yakni perhitungan yang sama seperti pada Contoh 20.3, dibagi ): jadi tak eksak pada . Secara lokal, untuk sebuah penentuan bagi sudut kutubnya; jadi kegagalannya bersifat global — sebab sudutnya tak dapat didefinisikan secara kontinu mengelilingi tusukannya. Adapun pada daerah tanpa lubang patologinya lenyap: sebab pada himpunan terbuka yang berbentuk bintang, setiap bentuk yang tertutup bersifat eksak (yakni lema Poincaré, Latihan 20.8).