Ring komutatif disebut daerah integral bila ia tidak mempunyai pembagi nol: yakni atau . Ia disebut lapangan bila setiap unsurnya yang tak nol terbalikkan. Setiap lapangan merupakan daerah integral ( dan memberikan ).
Contoh
Contoh 7.19 (Idempoten: gejala baru dalam ring baru)
Di , persamaan , yakni , hanya mempunyai penyelesaian dan . Di , dengan menguji semua kelasnya: , , dan — jadi ada empat idempoten. Kedua yang eksotis itu datang dari pembagi nol: tanpa satu pun faktornya nol. Perhitungan semacam itu mengalibrasi gerak hati kita: fakta yang sudah dikenal tentang persamaan bertahan di daerah integral dan lapangan, tetapi ring yang umum dapat dan memang berperilaku lain — lihat pula ring Boole pada Latihan 7.10, yang di sana setiap unsurnya idempoten.
Contoh 7.26 (Berapa banyak akar kuadrat dari ?)
Selesaikan di dan di . Dengan menguji kedelapan kelas modulo : , , , — jadi ada empat penyelesaian , padahal polinomial berderajat . Sebaliknya, di lapangan , berarti , dan lapangan tak mempunyai pembagi nol: sehingga , dengan dua penyelesaian saja. Kegagalan modulo itu dapat dilacak: tanpa satu pun faktornya lenyap. Moralnya: kaidah yang sudah dikenal “persamaan berderajat mempunyai paling banyak akar” adalah teorema tentang daerah integral (Akibat 8.8 membuktikannya atas lapangan); dan di dalam ring yang mempunyai pembagi nol ia gugur diam-diam — justru itulah sebabnya bukti pemasangan pada teorema Wilson (Latihan 6.11) menuntut prima.