Matematika Universitas — Tahun 1 · Bachelor Year 1
8Polinomial
Polinomial adalah fungsi kesayangan para aljabarwan — kecuali bahwa di sini ia tidak diperlakukan sebagai fungsi, melainkan sebagai ungkapan formal dalam sebuah variabel tak tentu , yang dijumlahkan dan dikalikan menurut aturan sebuah ring komutatif. Teorinya berjalan sangat sejajar dengan Bab 6: ada pembagian Euclid, FPB beserta hubungan Bézout, unsur tak tereduksikan, dan ketunggalan pemfaktoran. Di sepanjang bab ini, menyatakan , atau .
8.1 Ring
Definisi 8.1 (Polinomial, derajat)
Sebuah polinomial berkoefisien di adalah jumlah formal
dengan yang bernilai nol mulai dari suatu indeks. Dengan penjumlahan yang wajar dan hasil kali
himpunan menjadi ring komutatif. Derajat dari adalah terbesar dengan ; lalu disebut koefisien utamanya ( disebut monik bila ), dan menurut kesepakatan . Setiap polinomial mendefinisikan fungsi pada lewat substitusi.
Proposisi 8.2 (Kaidah derajat; daerah integral)
Untuk :
Akibatnya adalah daerah integral, dan unitnya berupa konstanta yang tak nol.
Bukti. Kaidah jumlahnya jelas (koefisien di atas maksimumnya lenyap). Untuk hasil kalinya, misalkan dan koefisien utamanya: maka koefisien pada adalah (karena sebuah lapangan, sehingga daerah integral), dan semua koefisien yang lebih tinggi lenyap. Jika maka , sehingga : jadi daerah integral. Jika maka memaksa : jadi unsur yang terbalikkan adalah konstanta yang terbalikkan, yakni seluruh . ∎
Teorema 8.3 (Pembagian Euclid)
Misalkan dengan . Ada tepat satu pasangan polinomial dengan
Bukti. Keberadaannya, dengan induksi kuat pada . Jika , ambil . Jika tidak, tulis , dengan ; maka polinomial berderajat (karena suku utamanya saling hapus), sehingga menurut induksi dengan , dan .
Ketunggalannya: jika , maka dengan ; dan menurut kaidah derajatnya ini memaksa , lalu . ∎
Contoh 8.4
Bagilah dengan :
(Hitung: kurangkan , lalu , lalu ; sisanya berderajat .)
Metode 8.5 (Skema Horner)
Untuk menghitung nilai di , atau untuk membagi dengan , hindarilah menghitung pangkatnya: bacalah koefisiennya dari kiri ke kanan, lalu iterasikan kalikan dengan , tambahkan koefisien berikutnya:
Maka , dan yang sebelumnya adalah koefisien hasil baginya: (jabarkan lalu bandingkan). Contoh: di : nilai -nya adalah , jadi dan — satu baris alih-alih pembagian panjang, dan kali perkalian alih-alih kali pada perhitungan yang naif. Mengiterasikan skema itu pada titik yang sama mengekstrak kegandaannya (bandingkan Contoh 8.12).
Catatan 8.6 (Aritmetika )
Dengan pembagian Euclid di tangan, seluruh aritmetika Bab 6 berpindah ke , dengan bukti yang sama dan derajat memainkan peran nilai mutlak: FPB (yang dinormalkan menjadi monik), algoritma Euclid yang diperluas, kesamaan Bézout, lema Gauss, polinomial tak tereduksikan, dan ketunggalan pemfaktoran. Kita memakai hasil pindahan itu dengan bebas, dan Latihan 8.6 melatih salah satunya.
8.2 Akar
Teorema 8.7 (Teorema faktor)
Misalkan dan . Sisa bila dibagi adalah konstanta . Khususnya
Lebih umum, akar yang berbeda dari memberikan pemfaktoran .
Bukti. Bagilah: dengan , jadi sebuah konstanta ; lalu mensubstitusikan (substitusi menghormati jumlah dan hasil kali) memberikan . Kesetaraannya pun menyusul. Untuk beberapa akar, berinduksilah pada : kasus adalah kesetaraan yang baru dibuktikan. Andaikan pernyataannya berlaku untuk akar lalu misalkan akar yang berbeda. Tulis ; lalu untuk masing-masing , dengan mensubstitusikan :
dan karena tak mempunyai pembagi nol, : jadi titik berbeda merupakan akar . Lalu hipotesis induksinya memfaktorkan , dan mensubstitusikannya kembali memberikan klaimnya. ∎
Akibat 8.8 (Polinomial berderajat mempunyai paling banyak akar)
Polinomial tak nol berderajat mempunyai paling banyak akar berbeda di . Akibatnya, polinomial (berderajat ) yang lenyap di titik berbeda adalah polinomial nol, dan dua polinomial berderajat yang bersesuaian di titik adalah sama.
Bukti. Jika akar yang berbeda, maka Teorema 8.7 memberikan , sehingga . Kedua akibatnya menyusul lewat kontradiksi dan lewat selisih. ∎
Contoh 8.9 (Kiat polinomial bantu)
Misalkan polinomial berderajat dengan
yang ada dan tunggal menurut interpolasi Lagrange di bawah. Berapa ? Hilangkan penyebutnya: polinomial berderajat dan lenyap di titik , jadi menurut Teorema 8.7
untuk suatu konstanta . Hitung nilainya di tempat diketahui secara mandiri: di , , sedangkan hasil kalinya sama dengan ; sehingga . Sekarang hitung nilainya di :
jadi : yang sama dengan untuk ganjil, dan untuk genap — jadi polinomial penginterpolasinya tidak melanjutkan pola . Kiat yang perlu diingat: sandikan datanya sebagai akar sebuah polinomial bantu, kenali konstanta yang belum diketahui pada sebuah titik di luar datanya, lalu panenlah hasilnya.
Definisi 8.10 (Turunan, kegandaan)
Turunan formal adalah ; dan ia memenuhi kaidah yang biasa , (diperiksa pada monomialnya lalu diperluas secara linear). Sebuah akar dari mempunyai kegandaan bila tetapi ; akarnya disebut sederhana bila , dan ganda bila .
Proposisi 8.11 (Kegandaan lewat turunannya)
Di sini merupakan akar berkegandaan jika dan hanya jika
Khususnya, merupakan akar ganda jika dan hanya jika .
Bukti. Tulis dengan sisa pembagiannya oleh , . Menurunkannya kali lalu menghitung nilainya di : suku pertamanya menyumbang (karena setiap turunannya menyisakan faktor ), sehingga .
Selanjutnya polinomial berderajat ditentukan oleh : dengan menulis (yang mungkin: jabarkan pangkat ), kita peroleh . Jadi: semua untuk semua . ∎
Contoh 8.12 (Menghitung sebuah kegandaan)
Berapa kegandaan akar pada ? Hitunglah nilai turunan berturutannya di :
(dengan , , ). Tiga nilai yang lenyap lalu satu yang tak nol: jadi kegandaannya tepat . Dengan membaginya, — yang kita periksa dengan menjabarkan lalu mengalikannya dengan . Inti gagasannya: kegandaan terbaca dari perhitungan nilai, tanpa perlu pemfaktoran — dan justru begitulah kita mendeteksinya ketika pemfaktorannya di luar jangkauan.
Contoh 8.13 (Mendeteksi akar ganda lewat FPB)
Ketika tak ada akar yang diketahui, Proposisi 8.11 tetap memberikan pendeteksi akar ganda yang global: merupakan akar ganda jika dan hanya jika ia akar persekutuan dan , sehingga mempunyai akar ganda (di ) jika dan hanya jika — yang dapat dihitung dengan algoritma Euclid tanpa menyelesaikan apa pun. Contohnya: , . Dengan menguji akar dari di dalam : tetapi , jadi
jadi akar bersifat ganda; dan dengan membaginya dua kali, . FPB itu bahkan melaporkan seluruh himpunan akar gandanya, masing-masing dengan kegandaan yang berkurang satu — fakta yang dimanfaatkan setiap sistem aljabar komputer untuk “memfaktorkan bebas kuadrat” sebelum berburu akar, dan ia kembaran polinomial bagi argumen tanpa akar ganda pada Latihan 8.9.
Teorema 8.14 (Teorema dasar aljabar)
Setiap polinomial tak konstan pada mempunyai akar di .
Bukti. Diterima tanpa bukti pada tingkat ini. ∎
Catatan 8.15
Terlepas dari namanya, teorema itu adalah pernyataan analisis: setiap bukti yang dikenal memakai kelengkapan dalam bentuk tertentu, dan tak satu pun murni aljabar — bukti yang jujur diberikan pada jilid Tahun ke-3, begitu pengintegralan kompleks atau argumen kekompakan tersedia. Yang sungguh-sungguh dibuktikan bab ini adalah penyusutannya: bila satu akar diberikan untuk setiap polinomial tak konstan, maka pemfaktoran penuh atas dan di bawah menyusul lewat aljabar murni.
Akibat 8.16 (Pemfaktoran atas dan atas )
Setiap yang tak nol terfaktorkan sebagai
dengan koefisien utamanya, akar kompleksnya yang berbeda, dan : jadi bila dicacah beserta kegandaannya, polinomial berderajat mempunyai tepat akar kompleks.
Setiap yang tak nol terfaktorkan atas sebagai
dengan faktor kuadratnya berbeda-beda dan (jadi tanpa akar real).
Bukti. (1) Induksi pada derajatnya, dengan memisahkan satu akar setiap kali lewat Teorema 8.7; dan cacah derajatnya cocok pada setiap langkah.
(2) Misalkan berkoefisien real. Jika akar kompleks berkegandaan , maka juga demikian: mengonjugatkan memberikan (karena koefisiennya menjadi konjugatnya sendiri), dan hal yang sama berlaku bagi turunannya (Proposisi 8.11). Kelompokkan akar yang tak real dalam pasangan konjugat: masing-masing pasangan menyumbang
yaitu kuadrat real berdiskriminan negatif. Adapun akar realnya menyumbang faktor linearnya. ∎
Contoh 8.17
sudah difaktorkan atas pada Latihan 3.5 dengan memasangkan keempat akar kompleksnya : . Tak satu pun kuadratnya terbelah atas (karena diskriminannya ). Catatan: polinomial real yang tak tereduksikan berderajat atau — dan itu persis yang dikatakan teorema pemfaktorannya. Pemasangan konjugat yang sama dijalankan pada , yang akarnya dan : masing-masing pasangan menyumbang , sehingga
yaitu kesamaan yang tak terlihat oleh usaha pemfaktoran yang naif atas — itulah harga yang dibayar karena bersikeras memakai koefisien real (di sini bahkan irasional), dan ia masukan baku untuk mengintegralkan pada Bab 15.
Catatan 8.18 (Jebakan yang lazim dengan polinomial)
- Polinomial berbanding fungsi. Atas kedua gagasannya berimpit (karena fungsi yang sama berkoefisien sama, menurut Akibat 8.8 dan ketakhinggaan ), tetapi secara gagasan polinomial adalah daftar koefisiennya: atas lapangan beranggota dua pada Bab 7, lenyap di kedua titiknya, namun ia bukan polinomial nol.
- Derajat di bawah penjumlahan. Nilai dapat turun di bawah ketika suku utamanya saling hapus; jadi menulis “” hanya aman untuk derajat yang berbeda.
- Akar yang dicacah dengan benar. Ungkapan “ akar” pada Akibat 8.16 berarti beserta kegandaannya, di : karena tak mempunyai akar real, dan mempunyai satu akar berbeda tetapi dua akar dengan kegandaan. Pernyataan yang mencampur ketiga cacahan itu adalah sumber bukti palsu yang paling lazim.
- Ketaktereduksian bergantung pada lapangannya. Di sini tak tereduksikan atas , tetapi terbelah atas ; sedangkan tak tereduksikan atas , tetapi terbelah atas . Kata “tak tereduksikan” yang telanjang tak bermakna sampai lapangan koefisiennya disebut.
8.3 Koefisien dan akar
Teorema 8.19 (Rumus Vieta)
Misalkan monik dengan akar (beserta kegandaannya). Maka
dengan fungsi simetris ke- dari akarnya sama dengan .
Bukti. Menurut Akibat 8.16, (yang monik, dengan semua akarnya terdaftar). Menjabarkan hasil kalinya secara distributif menghasilkan satu suku untuk setiap cara memilih, pada masing-masing faktornya, entah atau suku akarnya : memilih akarnya pada faktor yang berindeks dan pada faktor lainnya menyumbang . Dengan mengelompokkan menurut pangkat :
lalu menyamakannya dengan (karena koefisiennya tunggal, Definisi 8.1) memberikan , yakni , dengan menyatakan fungsi simetris ke- yang ditampilkan di atas. Ketiga kasus yang ditampilkan itu adalah , dan . ∎
Contoh 8.20
Untuk persamaan kuadrat : jumlah akarnya , hasil kalinya — yang sudah berulang kali dipakai (Latihan 3.8). Untuk kubik monik dengan akar :
yang memungkinkan kita menghitung besaran simetris seperti tanpa menyelesaikannya.
Contoh 8.21 (Mentransformasikan akarnya tanpa mencarinya)
Misalkan akar . Persamaan kuadrat monik mana yang berakar ? Menurut Vieta, dan , sehingga
jawabannya adalah — yang diperoleh tanpa menghitung . (Periksa: dan memang .) Strategi yang sama menangani kebalikannya (yaitu transformasi bertipe ), pergeseran, dan sebarang data yang simetris: jadi Vieta mengubah pertanyaan tentang akar yang belum diketahui menjadi aljabar atas koefisien yang sudah diketahui. Ia akan terus melayani ketika akarnya berupa nilai eigen (Bab 22).
Contoh 8.22 (Persamaan palindromik)
Selesaikan . Koefisiennya terbaca sama dari kedua arah, jadi bukan akarnya dan membaginya dengan tidak menghilangkan penyelesaian:
Tulis : maka , dan persamaannya runtuh menjadi
Uraikan setiap nilainya lewat : untuk , memberikan akar ganda ; sedangkan untuk , memberikan . Jadi empat akar beserta kegandaannya untuk sebuah kuartik, sesuai tuntutan Akibat 8.16 — yang diperoleh dengan menyelesaikan dua persamaan kuadrat. Kiat itu mencakup setiap polinomial palindromik: akarnya datang berpasangan kebalikan (ganti dengan lalu hilangkan penyebutnya), dan justru merupakan besaran yang konstan pada pasangan semacam itu, sehingga derajatnya terparuh.
Teorema 8.23 (Interpolasi Lagrange)
Misalkan titik yang berbeda di dan . Ada tepat satu berderajat dengan untuk setiap , yakni
Bukti. Masing-masing berderajat dan memenuhi , untuk (karena setiap faktornya lenyap di yang bersesuaian). Jadi yang ditampilkan itu berderajat dan menginterpolasi. Ketunggalannya: dua polinomial penginterpolasi berderajat bersesuaian di titik , sehingga keduanya sama (Akibat 8.8). ∎
Catatan 8.24 (Selingan: polinomial juga vektor)
Sebuah pergantian sudut pandang yang akan diresmikan Bab 18: polinomial berderajat membentuk sebuah ruang yang di dalamnya penjumlahan dan penskalaannya berperilaku persis seperti koordinat — jadi sebuah polinomial adalah daftar koefisiennya. Tiga pernyataan bab ini sesungguhnya aljabar linear. Interpolasi Lagrange (Teorema 8.23) mengatakan bahwa data nilai menentukan secara tunggal: jadi penghitungan nilai di titik adalah bijeksi linear, dan adalah basis yang disesuaikan padanya. Ekspansi pada bukti Proposisi 8.11 mengatakan bahwa pangkat membentuk sistem koordinat yang lain, dengan sebagai koordinatnya. Dan Akibat 8.8 — bahwa akar yang lebih banyak daripada derajatnya memaksa polinomial nol — adalah mesin bagi semua ketunggalan: ia akan menjadi “pemetaan linear yang injektif pada ruang berdimensi ” pada Bab 19. Ketika bab itu tiba, ruang akan menjadi contoh kesayangannya; jadi layak tiba di sana dengan sudah fasih memakainya.
Catatan 8.25 (Di mana bab ini dipakai)
Pemfaktoran atas dan (Akibat 8.16) adalah mesin bagi pecahan parsial pada Bab 9, sehingga juga bagi sekelas besar integral pada Bab 15. Ekspansi sebuah polinomial dalam pangkat , yang ditemui pada bukti Proposisi 8.11, adalah bayangan aljabar bagi rumus Taylor pada Bab 16. Polinomial karakteristik sudah muncul untuk persamaan diferensial (Bab 5) dan kembali untuk matriks pada Bab 22; adapun interpolasi Lagrange adalah teorema keberadaan-dan-ketunggalan pertama pada analisis numerik, dan polinomial Chebyshev pada Latihan 8.10 — yang keoptimalannya ditegakkan soal akhir pekan di bawah — memberi tahu disiplin itu di mana harus menginterpolasi. Akhirnya seluruh aritmetika , yang disalin dari Bab 6, menyuapi telaah ideal dan ring hasil bagi pada jilid Tahun ke-2.
8.4 Latihan
Latihan 8.1 ★
Jalankan pembagian Euclidnya: oleh ; lalu oleh .
Solusi
Solusi Latihan 8.1.
. Langkahnya: kurangkan , lalu , lalu ; sisanya berderajat . Periksa di : .
. Periksa di : .
Latihan 8.2 ★
Untuk yang mana membagi ? Petunjuk: akar adalah dan dengan ; lalu bahaslah modulo .
Solusi
Solusi Latihan 8.2.
dengan , . Ia membagi jika dan hanya jika dan merupakan akar ; dan karena berkoefisien real, , sehingga syaratnya cukup . Sekarang bergantung pada modulo :
- : ;
- : ;
- : .
Jadi tepat ketika .
Latihan 8.3 ★
Tentukan real agar membagi , lalu faktorkan atas untuk nilai itu.
Solusi
Solusi Latihan 8.3.
Menurut Proposisi 8.11, jika dan hanya jika :
Dengan menyelesaikannya: dan , jadi , : sehingga , dan itulah pemfaktoran realnya.
Latihan 8.4 ★
Faktorkan atas dan atas : ; ; .
Solusi
Solusi Latihan 8.4.
atas (dengan ), dan atas .
atas (jabarkan saja, atau perhatikan ); sedangkan atas , masing-masing kuadratnya terbelah: dengan akar dan , yakni .
atas , dan atas :
dengan mengelompokkan pasangan konjugat dan .
Latihan 8.5 ★★
Misalkan .
- Carilah akar rasionalnya (akar rasional dalam bentuk paling sederhana pada polinomial monik berkoefisien bulat adalah bilangan bulat yang membagi suku konstantanya — buktikanlah), lalu faktorkan .
- Tanpa menyelesaikannya, hitung jumlah kuadrat dan jumlah kebalikan akarnya lewat Vieta, lalu periksa pada pemfaktorannya.
Solusi
Solusi Latihan 8.5.
- Misalkan (dalam bentuk paling sederhana) akar polinomial monik berkoefisien bulat : menghilangkan penyebutnya pada memberikan , jadi ; lalu kesalingprimaannya memaksa : sehingga akarnya bilangan bulat , dan (isolasikan ). Di sini calonnya membagi : dengan menguji, , , . Jadi .
- Vieta: , , . Jumlah kuadratnya: , sesuai harapan. Jumlah kebalikannya: , sesuai harapan.
Latihan 8.6 ★★
Hitung dengan algoritma Euclid, lalu tuliskan ia sebagai kombinasi kedua polinomialnya.
Solusi
Solusi Latihan 8.6.
Langkah pembagian pertama pada algoritma Euclid:
jadi pembagian oleh bersifat eksak (dengan hasil bagi dan sisa ), sehingga algoritmanya langsung berhenti:
(yang memang sudah monik). Hubungan Bézoutnya pun sepele: . Pemeriksaan kesejalanannya lewat pemfaktoran: , yang memang merupakan hasil kali faktor tak tereduksikan persekutuan .
Latihan 8.7 ★★
Misalkan dengan untuk setiap . Buktikan bahwa merupakan jumlah dua kuadrat polinomial real: . Petunjuk: pada pemfaktoran realnya, akar real berkegandaan genap; lalu tulis faktor kuadratnya sebagai dan pakai pada hasil kali -nya.
Solusi
Solusi Latihan 8.7.
Karena pada , maka akar realnya berkegandaan genap (karena pada akar yang berkegandaan ganjil, berganti tanda). Dengan memakai Akibat 8.16 beserta pemasangannya, tulis
dengan (dari perilakunya di ). Misalkan
sehingga dengan berkoefisien yang terkonjugatkan. Pilah dengan : maka
Latihan 8.8 ★★
Carilah polinomial berderajat dengan , , , mula-mula dengan rumus Lagrange, lalu dengan menyelesaikan sistem linear atas koefisiennya. Periksa bahwa kedua jawabannya cocok.
Solusi
Solusi Latihan 8.8.
Lagrange (Teorema 8.23) dengan simpul :
Dengan menjabarkannya: .
Sistemnya: dengan ; ; . Dengan mengurangkan dua kali persamaan kedua dari yang ketiga: , jadi , . Polinomialnya sama: . (Periksa .)
Latihan 8.9 ★★
Buktikan bahwa mempunyai tepat satu akar real, dan bahwa untuk setiap polinomial tak mempunyai akar ganda (bandingkan dan ).
Solusi
Solusi Latihan 8.9.
: di sini , jadi fungsi polinomialnya naik (secara tegas kecuali di ), dengan limit : sehingga ia lenyap tepat sekali pada (yaitu di ).
Misalkan . Maka . Akar ganda akan memenuhi (Proposisi 8.11), sehingga , jadi ; padahal . Jadi tak ada akar ganda.
Latihan 8.10 ★★★
(Polinomial Chebyshev) Definisikan , dan .
- Buktikan dengan induksi bahwa untuk setiap .
- Simpulkan akar beserta koefisien utamanya.
- Buktikan bahwa , yang tercapai pada titik .
Solusi
Solusi Latihan 8.10.
Induksi (kedua kasus basisnya berlaku). Dengan memakai :
jika dan hanya jika : jadi bilangan
adalah titik berbeda pada (karena sudutnya terletak di yang di sana injektif), yang semuanya akar ; dan karena (dari rekursinya, dengan koefisien utama untuk , lewat induksi), maka itulah semua akarnya, masing-masing sederhana.
- Untuk : , dengan kesamaan jika dan hanya jika , yakni pada titik , , yang di sana . (Ekuiosilasi inilah yang menjadikan sebagai polinomial monik berderajat dengan norma supremum terkecil pada — yang dibuktikan pada soal akhir pekan bab ini.)
Latihan 8.11 ★★★
Misalkan tak konstan dengan akar berbeda (dengan kegandaan ). Buktikan kesamaan antara fungsi rasional
lalu simpulkan teorema Gauss–Lucas: bahwa setiap akar terletak di selubung cembung akar (hitung nilai kesamaan itu pada sebuah akar dari yang bukan akar , ambil konjugatnya, lalu bacalah hasilnya sebagai menjadi rata-rata berbobot ).
Solusi
Solusi Latihan 8.11.
Tulis . Aturan hasil kali (yang diperluas ke beberapa faktor) memberikan
lalu dengan membaginya dengan : (sebagai fungsi rasional, yakni di luar akarnya).
Misalkan sebuah akar . Jika salah satu , maka ia terletak di selubung konveksnya secara sepele. Jika tidak, dengan menghitung nilainya di :
Dengan mengonjugatkannya: dengan . Jadi
yaitu kombinasi cembung (dengan bobot positif yang berjumlah setelah dinormalkan) atas akar . Jadi setiap akar terletak di selubung cembung akar .
Latihan 8.12 ★★
(Saringan akar satuan) Misalkan dan . Dengan menghitung nilai di , dan , buktikan bahwa
lalu periksa rumusnya untuk dan . Petunjuk: sama dengan bila dan bila tidak; dan .
Solusi
Solusi Latihan 8.12.
Jumlahkan nilai pada ketiga akar satuan pangkat tiga:
karena adalah jumlah geometri yang bernilai ketika dan bernilai bila tidak. Sekarang dan , sehingga dan
Pemeriksaannya: untuk : ; untuk : .
8.5 Soal: Polinomial Chebyshev dan polinomial paling datar
Soal 8.1
Di antara semua polinomial monik berderajat , mana yang paling dekat dengan nol pada ? Jawabannya — yaitu teorema Chebyshev, akta kelahiran teori hampiran — adalah , dengan polinomial Chebyshev pada Latihan 8.10, dan tak ada pesaing monik yang dapat mengalahkan simpangannya . Soal ini mengembangkan aljabar keluarga (hukum komposisi, koefisien eksplisit, keluarga jenis kedua , sebuah persamaan diferensial), membuktikan teorema keekstremannya beserta kasus kesamaannya, lalu mengumpulkan penerapannya: simpul interpolasi yang optimal, nilai eksak , dan sebuah kekongruenan . Di sepanjang soal ini, , , , dan kita memakai dengan bebas dari Latihan 8.10.
Bagian I — Keluarga .
- Hitung dari rekursinya. (Bandingkan dengan kesamaan pada Contoh 3.9.)
- Buktikan dengan induksi: dengan koefisien utama untuk , dan berparitas sama dengan (hanya pangkat genap saja atau pangkat ganjil saja yang muncul).
- Buktikan asas ketunggalannya: adalah satu-satunya polinomial yang memenuhi untuk setiap . (Dua polinomial yang bersesuaian pada bersesuaian di mana-mana: Akibat 8.8.)
Simpulkan hukum komposisi dan hukum hasil kalinya:
- Ingat kembali dari Latihan 8.10 akarnya dan titik ekuiosilasinya dengan . Tuliskan pemfaktoran lengkap atas , lalu berikan alasan bahwa berselang-seling: .
Buktikan bahwa untuk setiap (dengan induksi yang sama, memakai Proposisi 4.18), lalu simpulkan untuk bentuk tertutupnya
sehingga untuk : jadi di luar polinomialnya langsung melesat.
Bagian II — Koefisien, keluarga , dan sebuah persamaan diferensial.
Dari rumus de Moivre (Akibat 3.8), buktikan ungkapan eksplisitnya
lalu periksa ia untuk .
- Hitung , dan untuk setiap .
- Definisikan (jenis kedua) oleh , , . Buktikan bahwa untuk , dan bahwa untuk .
Buktikan bahwa untuk setiap (dengan induksi), lalu simpulkan batas bertipe Markov
Tunjukkan bahwa memenuhi persamaan diferensial
dengan menurunkan kesamaan terhadap ; lalu periksa langsung untuk .
Bagian III — Teorema keekstreman Chebyshev. Misalkan (yang monik menurut pertanyaan 2) dan tulis .
- Berikan alasan bahwa , yang tercapai dengan tanda berselang-seling pada titik .
- Andaikan ada monik berderajat dengan , lalu tulis . Tunjukkan , dan bahwa bertanda sama tegas dengan untuk masing-masing .
Simpulkan bahwa mempunyai sekurang-kurangnya akar real yang berbeda (satu pada setiap celah, menurut sifat nilai antara, yang di sini dipakai pada taraf sekolah menengah dan dibuktikan pada Bab 13), lalu simpulkan teorema Chebyshev: bahwa setiap monik berderajat memenuhi
- (Kasus kesamaan, langkah pertama) Andaikan sekarang persis, dengan monik berderajat , lalu misalkan . Tunjukkan bahwa untuk setiap , dan bahwa jika pada sebuah titik dalam (), maka juga. (Pada yang di dalam, baik maupun mencapai ekstremum bernilai mutlak ; dan fungsi yang dapat diturunkan berturunan nol pada ekstremum di dalam — yang dipakai pada taraf sekolah menengah, dan dibuktikan pada Bab 14.)
- (Kasus kesamaan, penutupnya) Cacahlah akar beserta kegandaannya untuk menunjukkan : jadi peminimumnya tunggal, yakni .
- Pindahkan ke ruas sebarang : tunjukkan bahwa norma supremum minimal sebuah polinomial monik berderajat pada adalah , yang tercapai oleh polinomial Chebyshev yang diskalakan ulang. (Substitusikan lalu lacak koefisien utamanya.)
Bagian IV — Penerapan.
- Kerjakan kasus dengan tangan: tentukan letak ekstremum pada , periksa ekuiosilasi berlipat empatnya dengan nilai , lalu simpulkan bahwa tak ada kubik monik yang lebih baik.
- (Simpul interpolasi yang optimal) Untuk simpul , galat interpolasinya dikendalikan oleh (sebagaimana akan dikuantifikasi Bab 16). Buktikan bahwa pilihan yang meminimumkan adalah himpunan akar , dengan : jadi simpul Chebyshev adalah tempat yang tepat untuk menginterpolasi.
Dengan memakai , buktikan bahwa memenuhi , faktorkan polinomial ini sebagai , lalu simpulkan
Periksa kesejalanannya dengan dari Latihan 3.8.
- Taksirlah dengan bentuk tertutup pertanyaan 6 (dua angka bermakna sudah cukup), lalu tafsirkan: jadi sebuah polinomial yang terbatas oleh pada sudah dapat melampaui di . (Bahwa tumbuh paling cepat di antara polinomial semacam itu adalah sifat ekstremal lain keluarga itu, di luar soal ini.)
- Buktikan kekongruenannya: untuk setiap prima ganjil , semua koefisien habis dibagi . (Pakai pertanyaan 7 dan untuk , dari bukti Teorema 6.23.) Periksa pada dan .
Bagian V — Sintesis.
- Hitung secara eksplisit kuadrat monik dengan norma supremum minimal pada beserta simpangannya. (Yakni pertanyaan 17 dengan .)
- Di mana persisnya soal ini memakai: (i) kekakuan polinomial (Akibat 8.8); (ii) trigonometri Bab 3 dan Bab 4; (iii) aritmetika koefisien binomial dari Bab 6? Satu kalimat untuk masing-masing.
- Sintesis, dalam satu paragraf pendek: teoremanya mengatakan bahwa polinomial monik yang paling datar adalah yang berekuiosilasi, dan buktinya mengubah keoptimalan menjadi pencacahan akar. Berilah komentar atas mekanisme ini, atas peran substitusi sebagai jembatan antara aljabar dan trigonometri, lalu sebutkan kedua tempat yang di situ soal ini memerlukan fakta analisis (teorema nilai antara dan ekstremum di dalam) yang dibuktikan bab berikutnya.
Solusi
Solusi Soal 8.1.
1. ; ; ; . Kesamaan persis sama dengan dari Contoh 3.9.
2. Benar untuk . Jika , berderajat , dengan koefisien utama , , maka berderajat dengan koefisien utama , sedangkan berderajat lebih rendah: jadi berderajat dengan koefisien utama . Paritasnya: jika berparitas dan berparitas , maka dan sama-sama berparitas , sehingga demikian pula .
3. Jika untuk setiap , maka dan bersesuaian di setiap titik — yaitu himpunan tak hingga — sehingga mempunyai tak hingga banyak akar dan menjadi polinomial nol (Akibat 8.8).
4. Untuk : , dan . Kedua kesamaannya berlaku pada , sehingga berlaku sebagai kesamaan polinomial menurut argumen pertanyaan 3.
5. Di sini adalah akar sederhana yang berbeda dan koefisien utamanya :
Keberselang-selingannya: sudut berganti-ganti antara sudut yaitu dan sudut yaitu ; dan karena turun tegas pada , nilainya berselang-seling dalam urutan terbalik: . Di antara dua ekstremum yang berurutan duduk tepat satu akar, seperti disiratkan gambar .
6. Induksi dengan (Proposisi 4.18): . Untuk , tulis dengan ; maka dan , sehingga
Untuk suku pertamanya melampaui secara tegas dan tumbuh secara geometri: jadi .
7. De Moivre: , dan . Dengan mensubstitusikan lalu memanggil pertanyaan 3:
Untuk : , seperti pada pertanyaan 1.
8. ; ; dan , yang bernilai untuk ganjil dan untuk genap.
9. Induksi untuk : benar untuk dan (karena ); dan langkahnya adalah kesamaan jumlah-ke-hasil-kali . Sekarang turunkan terhadap : , jadi untuk :
dan polinomial serta , yang bersesuaian pada , adalah sama.
10. , lalu induksi memberikan . Jadi pada dan di sana; sedangkan di batasnya diperluas lewat limit (atau langsung: dari rekursinya, lewat induksi, dan paritasnya memberikan ). Jadi dan : sehingga batas tercapai pada titik ujungnya.
11. Turunkan (pertanyaan 9) terhadap :
Dengan dan : pada , sehingga di mana-mana: jadi untuk . Periksa untuk : .
12. Di sini monik (pertanyaan 2) dan pada , dengan pada titik (Latihan 8.10): jadi normanya tepat , yang tercapai dengan tanda berselang-seling.
13. Di sini dan sama-sama monik berderajat , sehingga suku utamanya saling hapus: jadi . Pada : , dan memaksa tanda sama dengan tanda , secara tegas.
14. Di sini berganti tanda antara dan untuk masing-masing : jadi menurut sifat nilai antara, mempunyai sebuah akar pada masing-masing dari selang terbuka yang saling lepas itu — yakni akar berbeda bagi polinomial tak nol berderajat , yang mustahil. Dan pun mustahil (karena normanya berbeda). Jadi kontradiksi: tak ada monik berderajat dengan , dan itulah teorema Chebyshev.
15. Sekarang saja, jadi . Andaikan pada sebuah yang di dalam (): maka , sehingga mencapai supremumnya pada titik dalam , yang mengakibatkan (karena ekstremum di dalam); dan karena — jadi juga, sehingga : yakni akar berkegandaan sekurang-kurangnya .
16. Cacahlah akar beserta kegandaannya. Misalkan banyaknya titik dalam dengan (masing-masing akar ganda, menurut pertanyaan 15) dan banyaknya titik ujung ( atau ) dengan (masing-masing sekurang-kurangnya akar sederhana). Sebuah celah yang kedua ujungnya sama-sama mempunyai memikul tanda yang berselang-seling secara tegas, sehingga ia memuat akar di dalamnya. Setiap titik dalam yang lenyap merusak paling banyak dua celah yang bersebelahan dengannya, dan setiap titik ujung yang lenyap paling banyak satu celah: jadi sekurang-kurangnya celah tetap menyumbang satu akar masing-masing, yang semuanya berbeda dari akar tadi. Totalnya: sekurang-kurangnya akar beserta kegandaannya, bagi polinomial berderajat : jadi dan . Peminimumnya pun tunggal.
17. Pemetaan afin adalah bijeksi . Jika monik berderajat , maka adalah polinomial dalam dengan koefisien utama , dan . Adapun polinomial monik bernorma supremum (pertanyaan 13–14), sehingga
dengan kesamaan tepat untuk (pertanyaan 16).
18. ; lalu lenyap di . Nilainya: , , , : yaitu empat ekstremum berselang-seling bernilai mutlak — jadi , dan menurut teorema Chebyshev tak ada kubik monik yang bernorma supremum lebih kecil pada .
19. Di sini monik berderajat , sehingga menurut teorema Chebyshev (untuk derajat ), dengan kesamaan jika dan hanya jika (pertanyaan 16), yakni jika dan hanya jika simpulnya adalah akar . Dengan simpul Chebyshev, faktor galatnya bernilai — yaitu yang sekecil mungkin.
20. Karena , maka : jadi . Dengan menguji : , dan menjabarkannya membenarkan
Karena , maka merupakan akar , yang akarnya ; dan karena ,
Kesejalanannya: , yaitu nilai yang ditemukan pada Latihan 3.8.
21. , jadi dan , sedangkan : sehingga . Jadi polinomial yang terkurung di pada selang itu sudah tumbuh melampaui hanya sepersepuluh di luar tepinya: keterbatasan pada sebuah ruas tak mengatakan apa-apa sejengkal di luarnya.
22. Pada rumus di pertanyaan 7, suku adalah ; sedangkan setiap suku lainnya memikul dengan (perhatikan karena ganjil), yang habis dibagi menurut langkah pertama bukti Teorema 6.23. Jadi setiap koefisien merupakan kelipatan . Pemeriksaannya: ; .
23. Menurut pertanyaan 17 dengan dan : simpangan minimalnya , yang tercapai oleh . Jadi kuadrat monik yang paling dekat dengan nol pada adalah , dengan norma supremum .
24. (i) Kekakuannya — bahwa polinomial dengan akar lebih banyak daripada derajatnya adalah nol — menggerakkan asas ketunggalannya (pertanyaan 3), pemindahan kesamaan trigonometri menjadi kesamaan polinomial (pertanyaan 4, 7, 9, 11), dan kedua argumen pencacahan akar pada bukti keekstremannya (pertanyaan 14, 16). (ii) Trigonometri Bab 3 (de Moivre dan jumlah-ke-hasil-kali) beserta fungsi hiperbolik pada Bab 4 memasok setiap kesamaan di balik keluarga itu; dan substitusi menjadi jembatannya. (iii) Adapun keterbagian dari Bab 6 mengubah rumus koefisiennya menjadi kekongruenan pertanyaan 22.
25. Teorema Chebyshev mengubah pengoptimuman atas sebuah keluarga berdimensi tak hingga (yaitu semua polinomial monik) menjadi kombinatorika yang hingga: karena pesaing yang lebih baik daripada akan berselisih darinya sebesar polinomial berderajat rendah yang terpaksa berganti tanda kali — yakni satu akar lebih banyak daripada yang diizinkan derajatnya. Jadi pola ekuiosilasinya bukan keanehan melainkan justru sertifikat keoptimalannya, dan kasus kesamaannya mempertajam pencacahan akar dengan kegandaannya. Adapun substitusi pantas mendapat kata terakhir: ia mengangkut dunia polinomial yang kaku dan diskret ke dunia periodik trigonometri, yang di sana akar dan ekstremum hanyalah kisi teratur . Kedua fakta analisis yang dipinjam — yaitu sifat nilai antara (pertanyaan 14; dibuktikan pada Bab 13) dan lenyapnya turunan pada ekstremum di dalam (pertanyaan 15; dibuktikan pada Bab 14) — justru perkakas yang akan dikembalikan bab berikutnya, sehingga lingkarannya tertutup.