Definisi 9.1Matematika Universitas — Tahun 2 · Bab 9 — Pengintegralan
Misalkan fkontinu sepotong-sepotong pada [a,b) (b∈R atau +∞). Integralnya disebut konvergen apabila limx→b−∫axf ada; limitnya lalu ditulis ∫abf. (Serupa itu pada (a,b], dan pada (a,b) dengan memecahnya di sebuah titik dalam — pilihan titiknya tak berpengaruh, menurut Chasles.) Integralnya disebut konvergen mutlak apabila ∫ab∣f∣ konvergen; dan kekonvergenan mutlak mengakibatkan kekonvergenan, lewat kriteria Cauchy:
∫xyf≤∫xy∣f∣
beserta kelengkapan R (sebab antiturunannya punya sifat Cauchy). Secara rinci: misalkan F(x)=∫axf dan G(x)=∫ax∣f∣. Jika ∫b∣f∣ konvergen, maka G punya limit di b−, jadi untuk setiap ε>0 ada c<b dengan G(y)−G(x)≤ε setiap kali c≤x≤y<b; lalu ungkapan di atas memindahkan sifat Cauchy itu ke F. Untuk sembarang barisan xn→b−, nilai F(xn) lalu membentuk barisan Cauchy berisi bilangan real, yang konvergen berkat kelengkapan, dan menyelang-nyelingkan dua barisan semacam itu menunjukkan limitnya sama untuk semuanya: jadi F punya limit di b−.
Contoh
Contoh 9.3(Dua pemanasan, dikerjakan sampai tuntas)
(a)∫01lntdt: integrannya meledak di 0+, tetapi ∣lnt∣=o(t−1/2) di sana (sebab logaritma kalah oleh pangkat), dan ∫0t−1/2konvergen: jadi konvergenmutlak. Nilainya, lewat pengintegralan parsial pada [ε,1]:
∫ε1lntdt=[tlnt−t]ε1=−1−εlnε+εε→0+−1.
(b)∫0∞1+t2lntdt: masalahnya ada di kedua ujungnya, jadi pecahlah di 1. Di dekat 0: ∣lnt∣ terintegralkan seperti pada (a); di dekat ∞: 1+t2lnt=o(t−3/2), jadi konvergenmutlak. Penyulihan t=u1 memetakan (0,1) pada (1,∞) dan
jadi kedua paruhnya saling coret, dan integralnya bernilai 0. Pelajaran penutupnya: kesetangkupan terhadap t↦t1 berharga satu halaman perhitungan — dan siasat yang sama sudah menggerakkan Latihan 9.3.
Contoh 9.4(Satu nilai, tiga integral)
Telaahlah I=∫0∞t21−costdt. Di 0: 1−cost∼2t2, jadi integrannya diperluas secara kontinu oleh nilai 21 — sama sekali tak ada kesingularan. Di ∞: 0≤t21−cost≤t22, jadi konvergenmutlak (Teorema 9.2). Nilainya: integralkan secara parsial pada [ε,M] dengan u=1−cost dan v′=t−2:
∫εMt21−costdt=[−t1−cost]εM+∫εMtsintdt.
Kurungnya nol di kedua ujungnya (sebab ε1−cosε∼2ε, dan pembilangnya terbatas di M), sedangkan integralnya menuju nilai Dirichlet 2π (Latihan 9.10): jadi I=2π. Pelajaran penutupnya: dengan 1−cost=2sin22t dan u=2t,
I=∫0∞(2u)22sin2u2du=∫0∞(usinu)2du:
ketiga klasiknya, yakni ∫0∞tsintdt, ∫0∞(tsint)2dt (Latihan 9.11) dan I, semuanya bernilai 2π, yang diedarkan lewat pengintegralan parsial dan penyulihan — dan hanya yang pertama yang semi-konvergen: sebab pengintegralan parsialnya menukar kekonvergenan mutlaknya dengan integran yang lebih sederhana.
Contoh 9.5(Sebuah integral semi-konvergen)
∫1∞tsintdtkonvergen: integralkan secara parsial,
∫1xtsintdt=[t−cost]1x−∫1xt2costdt,
dengan kurungnya berlimit dan integral terakhirnya konvergenmutlak (sebab ∣cost∣/t2≤t−2). Namun tidak mutlak: sebab dari ∣sint∣≥sin2t,
dengan integral terakhirnya konvergen lewat pengintegralan parsial yang sama seperti di atas (dengan sin2t di kurungnya): jadi potongan divergen dikurangi potongan konvergen bersifat divergen. Karenanya ∫1∞tsintdtkonvergen tanpa konvergenmutlak — yakni padanan integral bagi deret berselang-seling, dengan pengintegralan parsial berperan sebagai uji berselang-selingnya.