Sebuah barisan berisi bilangan real konvergen ke bila
Kita menulis atau . Barisan yang tidak konvergen (ke bilangan real mana pun) disebut divergen. Adapun kedivergenan ke : (serupa itu untuk ).
Contoh
Contoh 11.2 (Sebuah bukti –, yang ditulis lengkap sekali)
Klaimnya: . Pertama-tama kucilkan galatnya:
Lalu dominasikan ia dengan sesuatu yang sederhana: untuk , , sehingga galatnya . Diberikan , sifat Archimedes memasok ; lalu untuk galatnya . Selesai. Inti gagasan penutupnya: bahwa sebuah bukti – mempunyai tepat tiga gerakan — menghitung galatnya, membatasinya dengan ungkapan elementer yang menurun, lalu memecahkan ambangnya — dan setelah teorema pada bab ini (operasi, apitan) orang hampir tak pernah menulis bukti semacam itu lagi: karena teoremanya mengemas ketiga gerakan itu sekali untuk selamanya.
Contoh 11.3 (Kedivergenan ke tak hingga, yang bersertifikat)
Klaimnya: . Faktorkan suku dominannya: untuk . Diberikan , ambillah : maka untuk , . Dua kebiasaan terpampang di sini: pemfaktoran suku dominan mengubah sebuah persaingan ( melawan ) menjadi satu skala dikalikan faktor yang menuju ; sedangkan ambangnya boleh saja raksasa (karena , dan barisannya bahkan negatif sebelum ) — jadi kedivergenan ke adalah pernyataan tentang ekornya, yang acuh tak acuh terhadap sebanyak apa pun kelakuan buruk yang berhingga.
Contoh 11.6 (Operasi ditambah satu muslihat aljabar)
Hitunglah . Kedua bagiannya secara terpisah menuju : sehingga teorema operasinya tak mengatakan apa pun tentang selisihnya (yaitu sebuah bentuk tak tentu). Kalikanlah dengan sekawannya:
Sekarang semuanya konvergen: , karena (dengan sekawan lagi, lalu apitan dengan ); lalu teorema operasinya memberikan limit . Inti gagasan penutupnya: bahwa teorema operasi bukanlah kalkulator bagi semua limit — karena bentuk tak tentu (, , , ) harus lebih dulu diubah lewat aljabar (sekawan, pemfaktoran suku dominan) sampai setiap bagiannya konvergen; adapun mesin sistematis bagi kasus yang membandel adalah ekspansi asimtotik pada Bab 16.