Matematika Universitas — Tahun 3 · Bachelor Year 3
11Ukuran Hasil Kali, Fubini, Penggantian Variabel
Teori Lebesgue satu dimensi menjadi kalkulus berdimensi banyak lewat dua teorema. Tonelli–Fubini mengatakan bahwa integral atas hasil kali adalah integral berulang — sehingga pengirisannya sah, dalam urutan mana pun, di bawah hipotesis yang sungguh dapat diperiksa. Sedangkan rumus penggantian variabel mengangkut integral sepanjang difeomorfisma , dengan determinan Jacobi sebagai kurs tukar volumenya; dan kita membuktikannya secara lengkap, mulai dari kasus linearnya, tempat ia menerangkan determinan itu apa. Terapannya lalu beruntun: rumus kue berlapis, konvolusi, koordinat kutub, volume bola- — dan, pada soal akhir pekannya, rumus Stirling beserta analisis galat yang jujur.
11.1 Aljabar- hasil kali dan ukuran hasil kali
Definisi 11.1
Untuk ruang terukur dan , aljabar- hasil kali pada dibangkitkan oleh persegi panjang (dengan dan ) — yakni sebuah sistem-. Untuk dan , penampangnya adalah ; sedangkan untuk sebuah fungsi pada hasil kalinya, .
Proposisi 11.2
(a) Jika , maka setiap penampang (dan setangkup dengan itu); dan jika terukur terhadap , maka setiap terukur terhadap . (b) .
Bukti. (a) Himpunan baiknya: merupakan aljabar- (sebab penampangnya komutatif dengan komplemen dan gabungan terbilang) yang memuat persegi panjangnya. Untuk : . (b) () Untuk persegi panjang himpunan Borel: cukup bahwa kotak terbukaterbuka bersifat Borel di (sebab kotaknya terbuka) dan bahwa persegi panjang Borel umumnya berupa limit — lewat himpunan baik lagi: merupakan aljabar- yang memuat himpunan terbukanya; lalu iriskan keduanya. () Setiap himpunan terbuka berupa gabungan terbilang kotak terbuka rasional : yang termuat di aljabar- hasil kalinya. ∎
Teorema 11.3 (Ukuran hasil kali)
Misalkan dan bersifat berhingga-. Untuk setiap , fungsi bersifat terukur, dan
mendefinisikan satu-satunya ukuran pada dengan . Ukuran itu berhingga- dan setangkup: sebab ukuran yang sama diperoleh dengan mengintegralkan penampang- terhadap .
Bukti. Keterukuran . Mula-mula misalkan berhingga. Kelas berisi yang pemetaannya terukur memuat persegi panjangnya (sebab ) dan merupakan sistem-: sebab untuk di , (menurut keberhinggaannya); sedangkan untuk , (menurut kekontinuan dari bawah), dan limit monoton fungsi terukur tetap terukur. Persegi panjangnya membentuk sistem-: sehingga Dynkin (Teorema 9.4) memberikan . Jika berhingga-, tulislah dengan dan : maka dengan yang berhingga.
Ukurannya. Keaditifan- dari menyusul dari Akibat 10.7 (sebab penampang himpunan yang saling lepas tetap saling lepas). Dan pada persegi panjangnya ia memberikan . Ketunggalannya: dua calonnya bersesuaian pada sistem- berisi persegi panjang; sedangkan keberhinggaan--nya menyediakan persegi panjang yang berukuran berhingga: Teorema 9.7. Kesetangkupannya: sebab konstruksi urutan lainnya juga merupakan ukuran yang bersesuaian pada persegi panjangnya — yang tunggal, jadi sama. ∎
Definisi 11.4
Ukuran Lebesgue pada adalah (dengan faktor; sedangkan keasosiatifan konstruksinya diperiksa pada kotak lalu dirambatkan lewat ketunggalannya). Ia satu-satunya ukuran Borel yang memberi setiap kotak volumenya ; ia invarian terhadap translasi (sebab translasinya bersesuaian pada kotak), berhingga-, dan lengkap setelah pelengkapan Carathéodory — lalu kita menulis untuk ukuran yang telah dilengkapkan itu dan mengintegralkan seturut itu.
11.2 Tonelli dan Fubini
Teorema 11.5 (Tonelli)
Misalkan berhingga- dan terukur. Maka bersifat terukur dan
Bukti. Lewat mesin bakunya. Untuk ini adalah Teorema 11.3 (beserta bentuk setangkupnya). Lewat kelinearannya ia berlaku bagi yang sederhana. Sedangkan untuk yang umum: ambillah yang sederhana (Teorema 10.4); maka untuk setiap (lewat kekonvergenan monoton di ), sehingga anggota kirinya konvergen lewat kekonvergenan monoton di , sedangkan lewat kekonvergenan monoton pada hasil kalinya. ∎
Teorema 11.6 (Fubini)
Misalkan berhingga- dan . Maka untuk -hampir setiap penampang terintegralkan terhadap , lalu fungsi yang terdefinisi hampir di mana-mana bersifat terintegralkan, dan kedua integral berulangnya sama-sama bernilai .
Bukti. Tonelli yang diterapkan pada menunjukkan bahwa berintegral berhingga, jadi berhingga hampir di mana-mana: sehingga untuk hampir setiap . Pecahlah (pada kasus realnya; sedangkan kasus kompleksnya menurut komponennya): maka Tonelli menghitung setiap integral berulang sebagai , dan selisih yang terdefinisi hampir di mana-mana itu berintegral selisihnya. Setangkup dengan itu untuk urutan yang lain. ∎
Metode 11.7
Untuk menukar dua integral (atau sebuah integral dengan sebuah jumlah, atau dua jumlah): jika integrannya tak negatif, tukarlah sebebasnya (lewat Tonelli). Selain itu, terapkanlah dahulu Tonelli pada dalam urutan mana pun yang lebih mudah ditaksir; dan jika hasilnya berhingga, maka Fubini mengesahkan penukarannya. Jangan pernah melewati pemeriksaan itu: sebab integran Latihan 11.4 mempunyai dua integral berulang bernilai berbeda.
Proposisi 11.8 (Kue berlapis)
Untuk yang terukur pada yang berhingga-:
Bukti. Terapkan Tonelli pada di (yang terukur: sebab ia , yakni gabungan bertipe Borel atas yang terukur): maka mengintegralkan terhadap lebih dahulu memberikan ; sedangkan terhadap lebih dahulu, . Untuk : substitusikan pada , yakni terapkan rumus pertamanya pada lalu gantilah variabelnya pada integral satu dimensinya (sebab ). ∎
Teorema 11.9 (Konvolusi pada )
Untuk , integral
konvergen mutlak untuk hampir setiap , mendefinisikan dengan , dan bersifat komutatif serta asosiatif.
Bukti. Pemetaan terukur (sebab kontinu; lalu komposisikan dan kalikan). Lewat Tonelli:
(lewat keinvarianan translasi pada integral dalamnya). Jadi integral rangkapnya berhingga; lalu Fubini memberikan kekonvergenan mutlak hampir di mana-mana beserta batas normanya . Kekomutatifannya: substitusikan (lewat keinvarianan translasi dan pencerminan — sebab keinvarianan pencerminannya berlaku pada kotak, jadi di mana-mana lewat ketunggalannya). Keasosiatifannya: lewat Tonelli–Fubini pada integral rangkap tiga. ∎
11.3 Penggantian variabel
Teorema 11.10 (Penggantian variabel linear)
Untuk dan : ; sehingga untuk atau yang terintegralkan.
Bukti. Ukuran merupakan ukuran Borel (sebab homeomorfisma mengawetkan himpunan Borel, Soal 9.1), invarian terhadap translasi (sebab ), dan berhingga pada kotak satuannya: sehingga lewat pencirian ukuran Lebesgue (Latihan 9.6, yang buktinya berlaku kata demi kata di dengan kubus diadik), dengan . Pemetaan bersifat multiplikatif (sebab , lewat pengomposisian), sehingga cukup dihitung pada pembangkit : yakni matriks elementernya. Untuk yang diagonal : ia memetakan kubus satuannya ke kotak bervolume : jadi . Untuk transposisi koordinatnya: ia mempermutasikan kubusnya: jadi . Untuk transveksi : peta kubus satuannya adalah prisma yang tergeser; lalu lewat Tonelli ukurannya adalah , sebab setiap penampang--nya berupa selang berpanjang : jadi . Setiap matriks terbalikkan merupakan hasil kali matriks semacam itu (lewat eliminasi Gauss), dan baik maupun bersifat multiplikatif: sehingga . Lalu rumus integralnya menyusul lewat mesin bakunya (indikator, sederhana, kekonvergenan monoton). ∎
Teorema 11.11 (Penggantian variabel)
Misalkan terbuka dan sebuah difeomorfisma . Untuk setiap yang terukur (atau ):
Bukti. Tulis . Jantung buktinya adalah ketaksamaan
lalu Langkah 4 di bawah meningkatkan — yang diterapkan pada maupun — menjadi kesamaan teoremanya. Perhatikan bahwa sendiri merupakan difeomorfisma dengan Jacobi (lewat aturan rantai pada ).
Langkah 1: untuk kubus, dengan faktor kesesatannya. Tetapkan sebuah kubus tertutup berpusat dan bersisi (yakni bola norma-sup). Klaimnya: untuk setiap , jika dapat diturunkan pada dengan pada (dalam norma operator untuk norma-sup), maka
sebab untuk , ketaksamaan nilai rata-rata yang diterapkan pada memberikan , dan menarik cacat itu menjadi pembesaran kubusnya sebesar . Menurut Teorema 11.10,
Langkah 2: untuk kubus kompak, lewat pembagian. Misalkan sebuah kubus kompak dan . Pada , kontinu seragam dan terbatas (menurut kekompakannya); lalu bagilah menjadi subkubus yang cukup kecil sehingga osilasi pada masing-masingnya . Langkah 1 pada setiap subkubusnya (berpusat ):
dengan langkah terakhirnya sebab secara seragam pada (menurut kekontinuan ) — yakni pembandingan jumlah Riemann. Lalu biarkan : sehingga berlaku bagi kubus kompak.
Langkah 3: untuk setiap Borel . Fungsi himpunan , pada himpunan bagian Borel dari , merupakan ukuran (sebab bijeksi ke yang mengawetkan himpunan Borel dan kelepasan terbilang), dan demikian pula . Setiap himpunan bagian terbuka berupa gabungan terbilang kubus kompak diadik yang hampir saling lepas (lewat penguraian diadik bakunya: ambillah kubus diadik maksimal yang termuat di himpunan terbukanya), dan kedua ukurannya aditif melintasinya (sebab batas kubusnya bersifat nol-, dan peta--nya bersifat nol menurut Langkah 2 yang diterapkan pada selimut kubus tipis atas sisinya): sehingga beralih dari kubus ke himpunan terbuka. Untuk Borel yang umum: habiskan oleh kompak dengan , lalu tetapkan ; maka pada , terbatas oleh suatu . Lewat keteraturan luar (dengan bukti seperti pada Teorema 9.13, memakai kotak), pilihlah himpunan terbuka dengan dan . Maka
Lalu biarkan : kekontinuan dari bawah pada kirinya, dan kekonvergenan monoton pada kanannya. Dengan demikian tegak.
Langkah 4: kesamaannya dan rumus integralnya. Mula-mula perluaslah dari himpunan ke integral: untuk setiap yang terukur pada ,
Sungguh, untuk ini adalah dengan ; lalu kelinearannya memperluasnya ke yang sederhana, dan kekonvergenan monotonnya ke setiap (yakni mesin bakunya). Kini terapkan dua kali: mula-mula pada , lalu — untuk difeomorfisma — pada fungsi :
sebab (lewat aturan rantai pada ). Jadi semua ketaksamaannya menjadi kesamaan: sehingga rumusnya berlaku bagi , dan bagi fungsi lewat penguraiannya. ∎
Contoh 11.12 (Koordinat kutub; fungsi Gauss lagi)
Pemetaan merupakan difeomorfisma dari ke dikurangi sebuah setengah garis (yakni himpunan nol), dengan :
Untuk , Tonelli dan rumus ini memberikan
yakni bukti klasik dua baris bagi , yang kini sepenuhnya dibenarkan (bandingkan dengan bukti parameternya pada Soal 10.1).
Teorema 11.13 (Volume bola satuan)
Misalkan di . Maka
Bukti. Hitunglah dua kali. Lewat Tonelli ia terfaktorkan: . Sedangkan lewat rumus kue berlapis (Proposisi 11.8) dengan , yang himpunan arasnya berupa bola: untuk , yang berukuran (sebab pendilatan oleh menskalakan dengan : Teorema 11.10), sehingga
Lalu samakan keduanya. (Nilainya: , , dan seterusnya.) Perhatikan bahwa saat — dan soal akhir pekannya mengukur secepat apa, lewat Stirling. ∎
11.4 Latihan
Latihan 11.1 ★
Misalkan ukuran cacah pada (yang tak berhingga-) dan ukuran Lebesgue, lalu misalkan diagonal di . Tunjukkan bahwa terukur, lalu hitunglah kedua integral berulang terhadap dan : keduanya berbeda. Hipotesis mana pada Teorema 11.5 yang gagal?
Solusi
Solusi Latihan 11.1.
Himpunan tertutup di , jadi bersifat Borel, dan adalah aljabar- hasil kalinya (Proposisi 11.2(b)). Dengan berulang menurut satu arah:
sedangkan menurut arah yang lain:
Hipotesis yang gagal adalah keberhinggaan- ukuran cacah pada yang tak terbilang: sebab tak ada keluarga terbilang berisi himpunan berukuran- berhingga yang menyelimutinya.
Latihan 11.2 ★
Benarkan penukarannya lalu turunkan kembali integral Dirichlet: untuk ,
hitunglah integral dalamnya dalam bentuk tertutup, lalu biarkan (dengan mendominasi integral--nya) untuk memperoleh .
Solusi
Solusi Latihan 11.2.
Pada : (lewat Tonelli untuk nilai mutlaknya): sehingga Fubini berlaku, dan karena , maka
(dengan integral dalamnya: , yang dihitung langsung). Saat , suku koreksinya terbatas oleh ; sedangkan suku utamanya adalah . Karena itu — yakni integral Dirichlet lewat Fubini.
Latihan 11.3 ★★
(a) Buktikan bahwa untuk yang terukur dan yang berhingga: : sehingga keterintegralannya adalah keterjumlahan ukuran ekornya. (b) Turunkan bahwa (dengan berhingga) jika dan hanya jika .
Solusi
Solusi Latihan 11.3.
(a) Lewat kue berlapis (Proposisi 11.8): , dan bersifat tak naik. Pada : ; lalu jumlahkan integralnya atas selang satuannya:
(b) Terapkan (a) pada : maka keberhinggaan integralnya dan deretnya saling setara (sebab tambahan bersifat berhingga).
Latihan 11.4 ★★
Untuk pada , tunjukkan bahwa
(perhatikan ), lalu periksalah langsung bahwa : jadi hipotesis keterintegralan Fubini bukanlah hiasan.
Solusi
Solusi Latihan 11.4.
Karena untuk :
lalu menurut kesetangkupan gasal , urutan lainnya memberikan . Untuk nilai mutlaknya: bila ,
Tak ada pertentangan dengan Fubini: sebab hipotesisnya gagal, dan kedua integral berulangnya sekadar dua bilangan yang berbeda.
Latihan 11.5 ★★
(a) Hitunglah secara eksplisit (yakni sebuah fungsi tenda), lalu bentuk umum . (b) Tunjukkan bahwa . (c) Tunjukkan bahwa jika dan terbatas serta kontinu, maka kontinu. (Pakai kekonvergenan terdominasi lewat kekontinuan translasi pada yang terbatas itu.)
Solusi
Solusi Latihan 11.5.
(a) : yakni bila , bila , dan bila : yaitu tendanya. Mengonvolusikannya lagi memberikan gundukan yang kuadratik sepenggal-sepenggal pada (yakni B-spline kuadratik): sehingga setiap konvolusinya menambah satu derajat kemulusan — yakni asas pemulusan di balik pemulus Bab 12.
(b) Jika , maka ada bola di sekitar yang saling lepas dengan himpunan jumlahnya; lalu untuk , , sehingga integrannya lenyap secara identik: jadi di dekat .
(c) Untuk : ; maka integrannya konvergen titik demi titik (menurut kekontinuan ) dan terdominasi oleh : sehingga kekonvergenan terdominasinya memberikan .
Latihan 11.6 ★★
(a) Tunjukkan bahwa simpleks bervolume (lewat induksi dan Fubini). (b) Pulihkan dan dari Teorema 11.13, lalu tunjukkan bahwa .
Solusi
Solusi Latihan 11.6.
(a) Lewat Fubini dan induksi, dengan mengiris sepanjang koordinat terakhirnya:
dengan memakai aturan pendilatan (Teorema 11.10); lalu dengan : volumenya .
(b) ; dan . Sedangkan elipsoidnya adalah dengan : sehingga Teorema 11.10 memberikan volume .
Latihan 11.7 ★★
Untuk yang mana integral berikut berhingga? Benarkan dengan koordinat kutub:
Perumumkanlah ke (dengan ambang dan ).
Solusi
Solusi Latihan 11.7.
Di , lewat koordinat kutub (Contoh 11.12):
yang berhingga jika dan hanya jika (yakni ), berturut-turut (yakni ). Di , hindarilah koordinat bola dengan memakai kue berlapisnya: , dan jika dan hanya jika , yakni ; sedangkan integral luarnya konvergen jika dan hanya jika (lewat perhitungan yang sama pada daerah komplemennya).
Latihan 11.8 ★★★
(Beta–Gamma) Untuk , misalkan . Mulailah dari sebagai integral rangkap, lalu substitusikan (yakni sebuah difeomorfisma dari kuadran terbuka ke ; hitunglah Jacobinya ) lalu simpulkan
Turunkan beserta nilai integral Wallis .
Solusi
Solusi Latihan 11.8.
Lewat Tonelli (sebab integrannya positif) dan penggantian variabel , yakni sebuah difeomorfisma dari ke kuadran terbuka dengan
Lalu substitusi pada memberikan . Untuk Wallis: — misalnya dengan memakai .
Latihan 11.9 ★★
(Rumus pemindahan) Misalkan terukur dan yakni ukuran peta maju. Tunjukkan bahwa untuk setiap yang terukur pada :
(lewat mesin bakunya). Lalu bandingkan dengan Teorema 11.10: keterangan tambahan apa yang dibawa rumus penggantian variabelnya, yang tak dibawa rumus pemindahan abstraknya? (Sebab rumus pemindahannya tak pernah mengenali ; sedangkan teorema penggantian variabelnya menghitung secara eksplisit sebagai ukuran berkepadatan.)
Solusi
Solusi Latihan 11.9.
Untuk indikatornya: ; lalu kelinearannya memperluasnya ke yang sederhana, dan kekonvergenan monotonnya ke — yakni rumus pemindahannya. Ia murni formal: sebab ia menyatakan ulang integral terhadap tetapi tak mengatakan apa pun tentang itu apa. Sedangkan isi Teorema 11.10 dan Teorema 11.11 adalah pengenalannya
yakni sebuah perhitungan peta maju ukuran Lebesgue — dengan masukan analitisnya berupa geometri diferensial , bukan formalisme teori ukuran.
Latihan 11.10 ★★★
(Momen Gauss) Dengan koordinat kutub dan Fubini, hitunglah untuk bobot Gauss baku pada :
lalu periksa kekonsistenannya (sebab ), dan turunkan momen kedua ukuran .
Solusi
Solusi Latihan 11.10.
Lewat Tonelli fungsi Gaussnya terfaktorkan, sehingga dengan dan (lewat pengintegralan parsial):
(sebab menurut kesetangkupannya, menyumbang suku yang sama — yakni pemeriksaan kekonsistenannya). Untuk ukuran yang ternormalkan , momen keduanya adalah .
Latihan 11.11 ★★
(Grafik dan hipograf) Misalkan terukur. (a) Tunjukkan bahwa hipograf terukur di dengan
yakni “integralnya adalah luas di bawah grafiknya”, akhirnya menjadi sebuah teorema. (Pakai penampangnya; lalu Tonelli.) (b) Tunjukkan bahwa grafik merupakan himpunan nol di . (c) Turunkan bukti dua baris bahwa bola bersifat nol-Lebesgue di .
Solusi
Solusi Latihan 11.11.
(a) Berlaku untuk yang diiriskan dengan : yang terukur, sebab dan terukur pada hasil kalinya (lewat komposisi dengan proyeksinya). Sedangkan penampang- dari adalah , yang berukuran : sehingga Tonelli mengintegralkan penampangnya,
(b) Grafiknya adalah , yang terukur; sedangkan penampang--nya berupa himpunan tunggal, yang berukuran : sehingga Tonelli memberikan .
(c) Bola adalah gabungan dua grafik atas bola satuan (dengan memisahkan koordinat terakhirnya): yakni gabungan dua himpunan nol menurut (b), jadi nol.
Latihan 11.12 ★★
(Sebuah integral rangkap yang termasyhur) Dengan deret geometri dan Tonelli pada , buktikan bahwa
(Untuk identitas deret keduanya: pisahkan indeks genap dan gasalnya.) Dengan (Bab 15), dua integral yang tampak tak berbahaya bernilai dan ; lalu di manakah tepatnya hipotesis kepositifan Tonelli menjalankan tugasnya?
Solusi
Solusi Latihan 11.12.
Pada , dengan suku tak negatif: sehingga Tonelli mengizinkan pengintegralan suku demi suku,
Untuk kasus berganti tandanya, bukan deret positif; tetapi integral deret mutlaknya bernilai , sehingga Fubini (dengan keterintegralan yang kini tegak) berlaku: . Untuk identitas deretnya:
Dengan (Soal 15.1): kedua integralnya bernilai dan . Kepositifan Tonelli adalah segalanya pada perhitungan pertamanya — sebab tak ada pemeriksaan keterintegralan yang perlu sebelum menukarnya; sedangkan pada yang kedua, kepositifan deret mutlaknyalah yang menyahihkan keterintegralannya sehingga Fubini boleh berjalan pada deret bertandanya.
11.5 Soal: rumus Stirling
Soal 11.1
Soal akhir pekan — , lewat kekonvergenan terdominasi
Rumus Stirling menguasai setiap pencacahan asimtotik di buku ini — yakni volume bola, koefisien binomial, dan bentuk lokal teorema limit pusat. Kita membuktikannya dari integral (Contoh 10.16) dengan metode Laplace, dalam bentuk kekonvergenan terdominasinya yang paling bersih, lalu memungut buah hasilnya.
Bagian I — Rumusnya. Untuk , .
Substitusikan lalu tunjukkan bahwa
dengan .
- Tunjukkan limit titik demi titiknya: untuk setiap yang tetap, saat (uraikan sampai orde kedua).
Dominasinya. Misalkan , sehingga untuk . Buktikan kedua batas
(pelajarilah dan : hitunglah turunannya lalu periksa tandanya pada masing-masing selangnya). Lalu turunkan, untuk :
sehingga : yakni pendominasi terintegralkan yang tak bergantung pada .
Simpulkan dengan teorema kekonvergenan terdominasi dan integral Gauss (Contoh 11.12):
dan khususnya .
Bagian II — Buah hasilnya.
- (Wallis) Dari Latihan 11.8, rumus bertipe : turunkanlah dari Stirling, lalu periksalah terhadap rekursi .
(Volume bolanya runtuh) Tunjukkan bahwa
sehingga lebih cepat daripada barisan geometri mana pun; lalu carilah dimensi yang memaksimumkan (secara numerik: ).
(Pemusatan binomialnya — yakni cuplikan Bab 23) Dengan Stirling, tunjukkan taksiran lokalnya, untuk dengan yang tetap dan genap:
yakni profil Gauss diskretnya: de Moivre–Laplace dalam embrio.
- Di manakah tepatnya bukti Bagian I memakai: (i) kekonvergenan monoton atau terdominasi; (ii) integral Gaussnya; (iii) sifat keinvarianan ukuran Lebesgue? Satu kalimat masing-masing.
Bagian III — Suku galatnya: Stirling dengan palang. Tetapkan , sehingga Bagian I mengatakan .
- Tunjukkan bahwa .
Dengan , periksalah lalu uraikan:
lalu turunkan batas dua sisinya
Teleskopkanlah (dengan memakai ) lalu periksa identitas aljabar yang menyenangkan untuk , untuk memperoleh pengapitan klasiknya
- Dua akibatnya: (a) galat nisbi rumus Stirling bernilai segera setelah ; (b) taksirlah sampai empat angka berarti dengan tangan dari pengapitannya (dengan ), lalu takjublah sejenak pada ketelitian sebuah rumus asimtotik pada yang sangat berhingga.
Bagian IV — Jalur Wallis: Stirling tanpa fungsi Gauss. Secara historis konstanta datang dari Wallis, bukan dari Gauss; dan bagian ini membuktikan kembali Stirling secara bebas dari Bagian I–II, sehingga membuktikan kembali integral Gaussnya. Misalkan .
Tegakkanlah (lewat pengintegralan parsial), bentuk tertutupnya
beserta identitas .
Dari kemonotonan turunkan , lalu
yakni teorema Wallis, yang diperoleh tanpa Stirling.
- Tunjukkan, lewat peneleskopan Bagian III saja (tanpa perlu nilai konstantanya), bahwa konvergen ke suatu limit ; yang setara dengan dengan yang belum dikenali.
- Sisipkan keasimtotikan ini ke lalu kenali, dengan memakai pertanyaan 14, satu-satunya nilai yang mungkin: . Rakitlah logikanya: Bagian III–IV bersama memberikan bukti kedua yang lengkap bagi Stirling — dan karena itu, dengan menjalankan substitusi Bagian I secara mundur, sebuah penilaian bebas atas . Yakni dua tiang, yang masing-masingnya menopang yang lain.
Bagian V — Buah hasil terakhirnya.
(Profil lokal yang lengkap) Untuk bilangan bulat (dengan yang tetap), tunjukkan bahwa
secara seragam terhadap (ambillah logaritmanya lalu pakailah ). Inilah versi dua sisi pertanyaan 7 dan taksiran persis yang dikutip soal akhir pekan Bab 23.
- (Cuplikan Poisson) Tunjukkan dengan Stirling bahwa : sehingga modus hukum Poisson bermean besar membawa massa , persis seperti yang akan diramalkan teorema limit pusatnya.
- (Nisbah Gamma) Untuk , buktikan dengan memakai batas kemiringan kelog-cembungan pada Soal 10.1 (yakni pertanyaan 14 di sana), lalu perluas ke setiap real lewat persamaan fungsionalnya. (Inilah arti “ Stirling” di antara bilangan bulatnya.)
(Bola, sekali lagi) Dari : tabelkanlah secara persis, periksalah keunimodalannya lewat (yang naik selama dan turun sesudahnya), lalu buktikan identitas pembangkit yang mencolok
yakni semua volume bola satuan berdimensi genap yang terkemas dalam satu eksponensial.
(Keasimtotikan entropi) Untuk yang tetap dengan , turunkan dari Stirling
yakni laju pertumbuhan eksponensial koefisien binomialnya adalah entropi — lalu periksalah bahwa memulihkan pertanyaan 5, dan bahwa untuk (sehingga binomial yang tak berpusat bersifat eksponensial terabaikan di dalam ).
- (Luas permukaan) Luas bola satuan adalah (yang dibuktikan sebagai Latihan 21.6 pada bab bentuk diferensial; di sini, terimalah sebagai definisinya). Tabelkanlah , temukan yang terbesar (yakni dengan ), lalu tunjukkan bahwa secara adigeometri pula — sebab bola berdimensi tinggi, menurut setiap tolok ukur Euclid, bersifat lenyap kecil.
(Suku koreksi pertamanya) Turunkan dari pengapitan pertanyaan 11 bahwa , sehingga
Periksalah di : rumus telanjangnya memberikan (dengan galat nisbi ), sedangkan yang terkoreksi terhadap (dengan galat nisbi ) — jadi satu suku deretnya membeli dua setengah angka.
(Median ) Tunjukkan bahwa
yakni secara asimtotik, tepat separuh massa integran terletak di bawah modusnya . (Jalankan substitusi Bagian I pada integral yang terpancung; sebab pendominasi pertanyaan 3 sudah tersedia.)
(Entropi, secara tak asimtotik) Untuk buktikan batas yang berlaku bagi setiap :
dengan membandingkan jumlahnya terhadap untuk kemiringan . Periksalah bahwa pemilihan ini optimal, lalu damaikan dengan pertanyaan 21: sebab laju eksponensial pada pernyataan asimtotiknya tercapai oleh sebuah ketaksamaan satu baris tanpa keasimtotikan sama sekali.
Solusi
Solusi Soal 11.1.
1. Dengan (sehingga ; dan menjelajah saat menjelajah ):
sebab dan .
2. Untuk yang tetap dan : : sehingga .
3. Tetapkan pada : maka dan , yang pada dan pada : sehingga , yakni di sana. Tetapkan pada dengan : maka dan : sehingga untuk . Kini untuk : jika , maka ; sedangkan jika , maka (sebab ), sehingga . Karena itu , yang terintegralkan dan tak bergantung pada .
4. Lewat kekonvergenan terdominasi: (Contoh 11.12 ditambah penskalaan ). Lalu dengan pertanyaan 1:
5. Dari Latihan 11.8, . Lewat Stirling:
Maka , yang konsisten dengan rekursi (yang memaksa , dan bersama — yakni hubungan Wallis klasiknya — memberikan ; jadi kedua keasimtotikannya bersesuaian).
6. Berlaku , sehingga
secara adigeometri (sebab untuk , setiap faktornya dan menyusut). Secara numerik , , , , , dan : jadi maksimumnya di .
7. Dengan (yang bulat, genap, dan tetap): ambillah logaritma pada lalu terapkan Stirling pada ketiga faktorialnya. Dengan menulis dan dengan :
sedangkan kurungnya adalah : sehingga tampilannya menuju sampai , yakni
yakni profil Gauss lemparan koin, yang terukur — yaitu bentuk lokal de Moivre–Laplace, yang akan diglobalkan di Bab 23.
8. (i) Kekonvergenan terdominasinya mengubah limit titik demi titik dari pertanyaan 2 menjadi kekonvergenan integralnya, dengan memakai pendominasi pertanyaan 3. (ii) Integral Gaussnya menilaikan limit — sehingga konstanta Stirling adalah integral Gaussnya. (iii) Sedangkan substitusi merupakan penggantian variabel afin: yakni keinvarianan translasi dan aturan penskalaan ukuran Lebesgue (Teorema 11.10 dalam dimensi ).
9. Uraikan kedua sukunya:
sebab suku dan bergabung menjadi .
10. Untuk : , dan ; lalu deret gasal memberikan
Lalu kurangkan . Batas bawahnya: suku pertamanya saja, . Batas atasnya: turunkan semua penyebutnya menjadi lalu jumlahkan deret geometrinya: .
11. Dengan menjumlahkan batas atasnya dari sampai (memakai ): . Untuk batas bawahnya: , dan
yang benar untuk . Lalu dengan menjumlahkan minoran teleskopik ini: . Dan mengeksponensialkannya memberikan pengapitan klasik .
12. (a) Galat nisbinya untuk yang besar; jadi segera setelah , dan syarat sudah cukup (sebab sudah mengakibatkannya). (b) , sehingga ; sedangkan jendela terjaminnya berlebar di bawah secara nisbi — yakni rumus “asimtotik” yang, pada , menjadi alat presisi.
13. Tulis , lalu integralkan suku keduanya secara parsial (dengan , , dan ):
Karena itu , yakni . Dari dan :
dengan mengubah faktorial rangkapnya lewat dan . Akhirnya menurut rekursinya: jadi konstan, sama dengan .
14. Berlaku (menurut kemonotonan titik demi titik ) dan , yang menjepit . Digabungkan dengan (pertanyaan 13): , sehingga dan .
15. Pertanyaan 9–10 tak pernah memakai nilai konstantanya: sebab dengan , selisih terletak di , sehingga turun sedangkan naik: yakni barisan berdampingan, yang konvergen ke suatu bersama. Karena itu dengan .
16. Dengan menyubstitusikan Stirling berkonstanta tak dikenal ke binomial pusatnya:
lalu pertanyaan 14 memaksa : sehingga . Jadi Bagian III–IV membuktikan kembali Stirling dari nol; dan memasukkannya ke identitas Bagian I menilaikan tanpa koordinat kutub: sehingga Wallis dan Gauss saling menopang.
17. Berlaku untuk (dan menurut kesetangkupannya untuk ). Dengan mengambil logaritmanya, bila :
dan , sedangkan galatnya berjumlah : sehingga secara seragam, .
18. Berlaku . Variabel Poisson bermean mempunyai simpangan baku , dan tepat merupakan tinggi puncak Gauss : yakni teorema limit pusat lokalnya, yang dicuplik di modusnya.
19. Untuk , lema kemiringan Soal 10.1 (yakni pertanyaan 14 di sana), yang diterapkan pada yang cembung di sekitar , memberikan : sehingga nisbahnya terhadap terjepit oleh . Sedangkan untuk (dengan dan ): , dan setiap dari faktornya bernilai : lalu kalikan taksirannya.
20. Rekursi (dari ) memberikan, dari dan :
Nisbah melampaui tepat untuk , sehingga setiap paritasnya naik lalu turun; dan secara numerik , , : jadi maksimum keseluruhannya di . Untuk fungsi pembangkitnya: , sehingga — yakni semua volume bola berdimensi genap yang tergulung dalam satu eksponensial, sekaligus taksiran peluruhan adigeometri seketika bagi .
21. Stirling pada pembilang dan penyebutnya, dengan :
sebab (dengan pangkat -nya saling meniadakan: ), dan -nya meniadakan pula. Di : dan prafaktornya adalah — yakni pertanyaan 5 lagi. Sedangkan kecekungan sejati (sebab turunan keduanya ) menaruh maksimumnya hanya di : sehingga untuk , meluruh eksponensial — yakni mesin kombinatorik di balik setiap pernyataan pemusatan tentang lemparan koin.
22. Dari dan pertanyaan 20:
yang secara numerik ; dan : sehingga maksimumnya adalah bola-. Lalu rekursi menunjukkan kenaikan yang digerakkan dan keruntuhan adigeometri yang sama seperti pada volumenya: sehingga lewat dimensi ketujuh, bola menyusut lenyap lebih cepat daripada barisan geometri mana pun.
23. Pertanyaan 11 mengatakan persis , dan
sehingga dan ; lalu mengalikannya dengan memberikan rumus yang terkoreksi. Di : , yang kurang (dengan galat nisbi ); sedangkan mengalikannya dengan memberikan , yang kurang (dengan galat nisbi ). Sedangkan pengapitannya sendiri memakukan antara dan — jadi batas atasnya meleset delapan satuan pada tujuh angka.
24. Substitusi Bagian I , yang diterapkan pada integral terpancungnya, memberikan
sebab rentang menjadi . Pendominasi pertanyaan 3 menyelimuti pula, sehingga kekonvergenan terdominasinya melahirkan
sedangkan pertanyaan 4 memberikan . Jadi nisbahnya menuju . Secara peluang: sebuah peubah acak Gamma berbentuk besar menaruh separuh massanya secara asimtotik pada masing-masing sisi modusnya — yakni kesetangkupan teorema limit pusatnya, yang terbaca dari satu substitusi.
25. Misalkan . Untuk berlaku , sehingga
dan dengan :
Keoptimalannya: dengan meminimumkan atas , persamaan mempunyai satu-satunya solusi , yang minimum sebab — yakni pilihan pemiringan eksponensial (Chernoff). Pendamaiannya: menurut pertanyaan 21 satu suku saja sudah berorde , sehingga
sehingga laju -nya persis, dan seluruh jumlahnya berbiaya paling banyak satu faktor atas suku terbesarnya. Lalu dibagi , inilah batas ekor koin adilnya — yakni pemusatan ukuran dalam satu baris.