Matematika Universitas — Tahun 3 · Bachelor Year 3
19Persamaan Diferensial Biasa
Tahun ke-2 menyelesaikan persamaan diferensial linear dan menyatakan teorema Cauchy–Lipschitz; sedangkan bab ini membuktikannya — dua kali: keberadaan dan ketunggalannya lewat titik tetap Banach, serta struktur globalnya lewat teori solusi maksimal dan teorema pelolosan dari kompak. Lalu teori linearnya dibangun kembali di atas landasan yang jujur (resolven, Wronskian, eksponensial matriks, Duhamel), dan paruh kedua bab ini membuka teori kualitatifnya — yakni aliran, kesetimbangan, fungsi Lyapunov, dan kestabilan lewat pelinearan: bagaimana memahami solusi yang tak akan pernah kita hitung. Sedangkan bandulnya, pada soal akhir pekan, adalah studi kasus yang abadi. Sepanjang bab ini, terbuka dan kontinu; dan sebuah solusi adalah pemetaan (dengan sebuah selang) yang grafiknya di dan memenuhi persamaannya.
19.1 Cauchy–Lipschitz
Definisi 19.1
Fungsi disebut Lipschitz lokal terhadap jika setiap titik berpersekitaran dan berkonstanta dengan untuk . Jika bersifat (atau sekadar ada dan kontinu), maka ia Lipschitz lokal terhadap : sebab pada sebuah persekitaran cembung kompak, lewat ketaksamaan nilai rata-rata dengan .
Teorema 19.2 (Cauchy–Lipschitz, lokal)
Misalkan kontinu dan Lipschitz lokal terhadap , dan . Maka ada sedemikian sehingga soal Cauchy
mempunyai tepat satu solusi pada .
Bukti. Pilihlah dengan , yang padanya dan bersifat Lipschitz- terhadap . Sebuah fungsi merupakan solusi jika dan hanya jika ia memenuhi persamaan integral
(lewat teorema fundamental kalkulus, dalam kedua arahnya). Lalu misalkan , , dan
yakni sebuah himpunan bagian tertutup ruang Banach : jadi lengkap (Definisi 7.1). Definisikan : maka untuk , — sehingga memetakan ke dirinya — dan untuk :
yakni sebuah kontraksi. Lalu titik tetap Banach (Teorema 7.4) memberikan satu-satunya titik tetap di : yakni keberadaannya, beserta ketunggalannya di antara solusi yang tinggal di — tetapi setiap solusi pada tinggal di sana (sebab selama grafiknya tetap di , lewat argumen kekontinuannya): sehingga ketunggalannya pada . ∎
Lema 19.3 (Grönwall)
Misalkan kontinu, , dan andaikan
dengan dan . Maka pada .
Bukti. Untuk : misalkan , sehingga , , dan : jadi . Sedangkan untuk , terapkan hal yang sama pada . ∎
Akibat 19.4 (Ketunggalan dan kebergantungan kontinu)
Di bawah hipotesis Teorema 19.2, dua solusi yang bersesuaian di satu titik bersesuaian pada selang pendefinisian bersamanya. Secara kuantitatif, jika dua solusi yang grafiknya berada di daerah yang -nya bersifat Lipschitz- terhadap , maka
Bukti. Untuk taksirannya: memenuhi (kurangkanlah persamaan integralnya); lalu Grönwall. Untuk ketunggalan globalnya: himpunan kesesuaiannya bersifat tertutup di selang bersamanya, tak kosong, dan terbuka — sebab di sekitar sembarang titik kesesuaiannya, selimutilah sepotong kompak grafik bersamanya oleh berhingga banyak kotak Lipschitz lalu terapkan taksirannya dengan pada masing-masingnya: sehingga secara lokal . Dan himpunan bagian sebuah selang yang tak kosong, terbuka, dan tertutup adalah selangnya sendiri. ∎
19.2 Solusi maksimal
Teorema 19.5 (Solusi maksimal; pelolosan dari kompak)
Andaikan kontinu dan Lipschitz lokal terhadap .
- Setiap soal Cauchy mempunyai satu-satunya solusi maksimal : sehingga setiap solusi lain yang melalui merupakan pembatasannya. Dan selangnya terbuka.
- (Pelolosan) Untuk setiap kompak ada sedemikian sehingga untuk setiap (dan setangkup dengan itu di ): yakni grafik sebuah solusi maksimal akhirnya meninggalkan setiap himpunan bagian kompak . Khususnya, untuk dan : saat (yakni peledakan).
Bukti. (1) Misalkan himpunan semua solusi yang melalui ; maka menurut Akibat 19.4 dua di antaranya bersesuaian pada irisan selangnya, sehingga keduanya merekat: pada , definisikan untuk sembarang yang terdefinisi di : yakni sebuah solusi yang terdefinisi baik, jelas maksimal dan tunggal. Sedangkan terbuka: sebab sebuah solusi yang terdefinisi di ujungnya dapat diperpanjang lewat Teorema 19.2 di ujung itu.
(2) Andaikan klaimnya gagal di : maka ada dengan ; dan perhatikan bahwa ini memaksa atau, jika , maka tak ada yang perlu dibuktikan (sebab terbatas terhadap waktunya). Jadi misalkan . Lewat kekompakannya: konstanta seragam berhasil bagi setiap data Cauchy pada sebuah persekitaran — secara konkret, selimutilah oleh berhingga banyak kotak seperti pada bukti teorema lokalnya lalu misalkan minimum waktu keberadaan yang bersesuaian: sehingga setiap data Cauchy di meluncurkan sebuah solusi yang hidup setidaknya melampaui waktu awalnya. Lalu menerapkan ini di dengan memperluas melewati (sebab perluasannya bersesuaian dengan menurut ketunggalannya, lalu memperpanjangnya): yang bertentangan dengan kemaksimalannya. Jadi grafiknya meninggalkan secara pasti sebelum . Sedangkan untuk : jika , maka sebuah barisan menjaga di kompak : yang terkecualikan. ∎
Akibat 19.6 (Keberadaan global di bawah pertumbuhan linear)
Jika (dengan selang terbuka) dan dengan yang kontinu, maka setiap solusi maksimalnya terdefinisi pada seluruh .
Bukti. Pada sebuah kompak : , sehingga menurut Grönwall (dengan terbatas oleh di sana) : jadi terbatas. Lalu jika , grafiknya tinggal di sebuah kompak di dekat : yang bertentangan dengan pelolosannya (Teorema 19.5). ∎
19.3 Sistem linear
Sepanjang bagian ini dan bersifat kontinu; sedangkan sistemnya adalah — yakni pertumbuhan linear: sehingga semua solusi maksimalnya hidup pada seluruh (Akibat 19.6).
Teorema 19.7 (Struktur)
Solusi sistem homogen membentuk ruang vektor berdimensi , yakni ; dan untuk setiap , penilaian merupakan isomorfisma . Sedangkan resolven , yang didefinisikan lewat: adalah solusi yang bernilai di , memenuhi
dan soal tak homogennya diselesaikan rumus Duhamel:
Akhirnya Wronskian menuruti rumus Liouville , sehingga .
Bukti. Kelinearan persamaannya membuat solusinya menjadi ruang vektor; sedangkan penilaiannya linear, injektif (menurut ketunggalannya: sebab sebuah solusi yang lenyap di bernilai ) dan surjektif (menurut keberadaannya): jadi berdimensi . Sifat resolvennya menyatakan ulang ketunggalannya (sebab kedua ruas setiap identitasnya menyelesaikan soal Cauchy yang sama); sedangkan keterbalikannya dari . Untuk Duhamel: turunkanlah rumusnya — (dan pendiferensialan di bawah integralnya sah: sebab integrannya terhadap dengan turunan yang kontinu terhadap ; atau periksalah lewat persamaan integralnya). Untuk Liouville: dan (dari persamaan integralnya), sehingga (lewat uraian di ): jadi ; lalu integralkan persamaan diferensial linear skalarnya. ∎
Teorema 19.8 (Eksponensial matriks)
Untuk , deret konvergen (secara mutlak, dalam sembarang norma submultiplikatif), setiap kali , dan merupakan resolven sistem berkoefisien konstannya: ; dan ia bersifat dengan . Lebih lanjut: jika untuk setiap nilai eigen milik , maka untuk .
Bukti. Untuk kekonvergenannya: , yang terjumlahkan (Latihan 7.1(b) pada aljabar Banach ). Untuk yang komutatif: hasil kali Cauchy kedua deret yang konvergen mutlak itu tersusun ulang, lewat teorema binomialnya (yang sahih bila ), menjadi . Untuk keterturunannya, secara langsung: sebab . Karena itu menyelesaikan soal Cauchy yang mendefinisikan . Untuk batas spektralnya: lewat bentuk Jordan (Teorema 3.18), dengan diagonal yang membawa nilai eigennya, nilpoten, dan . Maka dengan untuk suatu (dan ) sedangkan polinomial terhadap (menurut kenilpotenannya): sehingga hasil kalinya (sebab polinomialnya dikalahkan ). ∎
Contoh 19.9 (Bidangnya, yang digolongkan)
Untuk dengan yang terbalikkan, potret fasenya di dekat ditentukan oleh dan , lewat nilai eigennya :
- : nilai eigen real bertanda berlawanan — yakni sebuah pelana; dua lintasan masuk, dua keluar, dan sisanya melintas. Selalu tak stabil.
- dan : nilai eigen real bertanda sama (yakni ) — yakni sebuah simpul, yang stabil jika dan hanya jika ; dan lintasannya menyinggung arah eigen yang lambat.
- , , dan : nilai eigen sekawan kompleks — yakni sebuah spiral (atau fokus), yang stabil jika dan hanya jika ; sedangkan solusinya berupa rotasi berperiode .
- dan : nilai eigen murni imajiner — yakni sebuah pusat: dengan orbit tertutup (elips), yakni kestabilan tanpa kestabilan asimtotik, tepat perbatasan yang tak dapat diputuskan Teorema 19.12 bagi sistem taklinear (sebab kesetimbangan bawah bandulnya, Soal 19.1, duduk di sini).
Sedangkan parabola batasnya membawa simpul yang merosot (yakni blok Jordan: dengan lintasan berarah singgung tunggal). Jadi segalanya terbaca dari dua bilangan — itulah mengapa refleks pertama sebelum menggambar sebuah potret fase bidang adalah menghitung dan ; misalnya (yakni osilator teredam): dan : sehingga spiral stabil untuk , dan simpul stabil untuk — yakni redaman kurang lawan redaman lebih, dalam satu pandangan.
19.4 Aliran, kesetimbangan, kestabilan
Kini tinjaulah persamaan otonom , dengan yang Lipschitz lokal pada yang terbuka. Tulislah untuk solusi maksimal dengan (yakni aliran itu); sedangkan keotonomannya memberikan sifat grupnya di tempat ia terdefinisi (sebab kedua ruasnya menyelesaikan soal yang sama pada waktu ).
Definisi 19.10
Sebuah kesetimbangan adalah titik dengan (sehingga ). Ia disebut stabil jika untuk setiap ada sedemikian sehingga mengakibatkan solusinya ada untuk setiap dengan ; dan stabil asimtotik jika lebih lanjut untuk setiap di dekat .
Teorema 19.11 (Fungsi Lyapunov)
Misalkan sebuah kesetimbangan dan sebuah fungsi pada sebuah persekitaran dengan:
Maka bersifat stabil. Dan jika lebih lanjut di luar , maka stabil asimtotik.
Bukti. Sepanjang sebuah solusi, : sehingga menurun. Diberikan (yang cukup kecil sehingga ), misalkan (lewat kekompakan dan kepositifannya) lalu pilihlah dengan pada (lewat kekontinuannya). Maka sebuah solusi yang bermula di mempunyai untuk setiap waktu berikutnya, sehingga ia tak pernah dapat mencapai bola (yang padanya): jadi ia tinggal di bolanya — dan lalu ada untuk setiap : sebab solusinya tetap di yang kompak, sehingga Teorema 19.5(2) (yakni pelolosan dari kompak) memaksa . Jadi kestabilannya.
Untuk kasus asimtotiknya: misalkan bermula di ; maka menurun ke suatu . Seandainya : maka lintasannya tinggal di , yakni himpunan kompak yang mengecualikan sebuah persekitaran (sebab kontinu dengan ). Lalu pada , fungsi bersifat kontinu dan negatif sejati, sehingga (lewat kekompakannya); maka : yang mustahil, sebab . Jadi , dan (sebab titik yang berjarak dari di dalam bolanya mempunyai ). ∎
Teorema 19.12 (Kestabilan lewat pelinearan)
Misalkan bersifat , , dan . Jika setiap nilai eigen mempunyai , maka bersifat stabil asimtotik.
Bukti. Geserlah ke lalu tulislah dengan (menurut keterturunan -nya). Pilihlah dengan (untuk ; Teorema 19.8) dan dengan untuk . Lalu Duhamel dengan :
yang sahih selama . Maka memenuhi
sehingga Grönwall memberikan , yakni . Lalu jika , batas a priorinya menjaga untuk setiap (lewat argumen kekontinuan atau pengangkatan: sebab himpunan waktu yang padanya bersifat terbuka sekaligus tertutup di mengingat taksiran sejatinya), sehingga solusinya global, dan ia konvergen ke secara eksponensial: yakni kestabilan asimtotiknya. ∎
Metode 19.13
Menghadapi sebuah persamaan diferensial: (1) untuk keberadaan dan ketunggalannya — periksalah kelipschitzan lokalnya (biasanya ); (2) untuk keglobalannya — lewat pertumbuhan linear, keterbatasan, atau sebuah kompak invarian lewat fungsi Lyapunov atau integral pertama; dan jika gagal, curigailah peledakan lalu ujilah pada karikatur skalarnya ; (3) untuk sistem linearnya — lewat resolven, Duhamel, dan untuk koefisien konstannya lewat struktur eigen ; (4) untuk pertanyaan kualitatifnya — lewat kesetimbangan, pelinearan, lalu perburuan fungsi Lyapunov (yakni energinya, bila sistemnya mekanis) atau sebuah integral pertama yang himpunan arasnya menjebak lintasannya. Sedangkan soal akhir pekannya menjalankan seluruh metode itu pada bandulnya.
19.5 Latihan
Latihan 19.1 ★
Selesaikan secara eksplisit lalu tentukan selang maksimalnya: (a) , ; (b) , ; (c) , . Lalu damaikan setiap jawabannya dengan Teorema 19.5(2) dan Akibat 19.6.
Solusi
Solusi Latihan 19.1.
(a) Dengan memisahkan variabelnya: pada : yakni peledakan di , dengan — tepat Teorema 19.5(2). (b) pada : yakni peledakan di kedua ujungnya. (c) , yang global: sebab solusinya tinggal di , yakni himpunan terbatas, sehingga grafiknya tak dapat lolos dari setiap kompak dalam waktu berhingga — jadi . Perhatikan bahwa (a) dan (b) tak bertentangan dengan Akibat 19.6: sebab dan bertumbuh superlinear.
Latihan 19.2 ★
Misalkan menyelesaikan dengan yang Lipschitz- secara global terhadap pada . (a) Buktikan , lalu tunjukkan lewat contoh (yang linear!) bahwa faktor tercapai. (b) Turunkan bahwa pemetaan aliran bersifat kontinu, bahkan Lipschitz pada himpunan terbatas.
Solusi
Solusi Latihan 19.2.
(a) Inilah taksiran Akibat 19.4 dengan . Untuk ketajamannya: bagi (yang Lipschitz- secara global), dua solusinya berselisih tepat . (b) Taksirannya berbunyi: pemetaan aliran pada waktu bersifat Lipschitz- terhadap syarat awalnya — yakni kekontinuannya, secara seragam untuk pada kompak; sedangkan pada himpunan terbatas bagi yang tak Lipschitz secara global, jalankanlah hal yang sama pada sebuah tabung kompak di sekitar lintasannya dengan konstanta lokalnya.
Latihan 19.3 ★★
Tunjukkan bahwa masing-masing berikut ini bersolusi maksimal yang semuanya global pada , sambil mengutip teorema yang tepat: (a) ; (b) ; (c) dengan yang kontinu (ubahlah menjadi sistem orde pertama); (d) dengan yang kontinu dan terbatas — lalu berikan batas Grönwall bagi .
Solusi
Solusi Latihan 19.3.
(a) Berlaku : jadi terbatas, yakni pertumbuhan linear dengan dan : sehingga Akibat 19.6 pada . (b) Berlaku : jadi kembali sublinear (bahkan terbatas pada kompak waktunya): jadi global. (c) Dengan : : yakni linear dengan koefisien yang kontinu: jadi global (yakni latar Teorema 19.7). (d) Global; dan lewat Grönwall seperti pada Akibat 19.6: dengan .
Latihan 19.4 ★★
(a) Hitunglah untuk , , dan . (b) Selesaikan osilator yang digerakkan lewat Duhamel (dalam bentuk sistemnya), untuk dan : sehingga resonansinya muncul sebagai suku sekular .
Solusi
Solusi Latihan 19.4.
(a) Berlaku untuk yang pertama: sehingga . Untuk blok Jordannya: dan komutatif: sehingga . Untuk yang ketiga: : sehingga .
(b) Sistemnya ; lalu Duhamel dengan resolven rotasinya memberikan solusi khususnya: untuk , (periksalah langsung); sedangkan untuk integral menghasilkan pertumbuhan sekular : yakni resonansinya — sebab penggeraknya memompakan energi pada frekuensi alaminya dan amplitudonya tumbuh secara linear.
Latihan 19.5 ★★
Untuk persamaan skalar : (a) Tunjukkan bahwa Wronskian dua solusinya memenuhi (menurut Abel), lalu turunkan bahwa dua solusi yang -nya di suatu tempat membentuk sebuah basis. (b) Diberikan satu solusi yang tak lenyap, carilah solusi umumnya lewat penurunan orde: tetapkan lalu periksalah. Lalu terapkan pada di dengan .
Solusi
Solusi Latihan 19.5.
(a) Berlaku : sehingga , yang tak pernah nol atau identik nol. Lalu jika , vektor bebas di , dan karena ruang solusinya berdimensi (Teorema 19.7 bagi sistemnya), maka merupakan basis.
(b) Dengan : , , dan
(sebab suku silangnya meniadakan diri secara persis; uraikanlah dengan saksama). Untuk , yakni (dengan ) dan : , sehingga : jadi solusi umumnya .
Latihan 19.6 ★★
(Logistik) Untuk : tentukan semua kesetimbangannya dan kestabilannya (lewat Teorema 19.12 dan secara langsung); lalu tunjukkan bahwa setiap solusi dengan bersifat naik dan global, dengan limit dan di ; lalu selesaikan secara eksplisit untuk membenarkannya. Lalu tunjukkan secara lebih umum bahwa solusi otonom skalarnya bersifat monoton, lalu simpulkan: tak ada solusi periodik tak konstan dalam dimensi .
Solusi
Solusi Latihan 19.6.
Kesetimbangannya ; dan : sehingga (jadi tak stabil — sebab solusi di dekatnya menjauh, seperti ditunjukkan bentuk eksplisitnya), sedangkan : jadi stabil asimtotik (Teorema 19.12 dalam dimensi ). Untuk : di sana, sehingga selama solusinya tinggal di ia naik; dan ia tak pernah dapat mencapai atau (menurut ketunggalannya: sebab keduanya lintasan), sehingga ia tinggal, terbatas — jadi global — dan naik ke sebuah limit . Seandainya , maka di dekat limitnya, yang memaksa melewati : jadi dan ; sedangkan setangkup dengan itu di . Dan secara eksplisit membenarkan segalanya. Secara umum: jika sebuah solusi otonom skalar mempunyai , maka merupakan kesetimbangan dan ketunggalannya membuat konstan; sedangkan selain itu menjaga tanda yang tetap (sebab ia tak pernah lenyap, dan kontinu): jadi monoton sejati — sehingga solusi periodik yang tak konstan bersifat mustahil.
Latihan 19.7 ★★
(Integral pertama) Misalkan bersifat lalu tinjaulah sistem Hamilton bidang , . (a) Tunjukkan bahwa konstan sepanjang solusinya. (b) Untuk : tunjukkan bahwa semua solusinya global dan terbatas, dan bahwa titik asalnya stabil (lewat Lyapunov: yakni ) walaupun pelinearannya () tak stabil asimtotik: sehingga pelinearannya dapat tak menyimpulkan.
Solusi
Solusi Latihan 19.7.
(a) . (b) Himpunan aras bersifat kompak (sebab koersif), sehingga solusinya terjebak di kompak: jadi global dan terbatas (Teorema 19.5). Untuk kestabilan : bersifat definit positif (sebab hanya di titik asalnya) dengan : sehingga Teorema 19.11. Sedangkan pelinearannya , mempunyai matriks nilpoten yang tak terdiagonalkan bernilai eigen : sehingga Teorema 19.12 bungkam (sebab hipotesisnya gagal), dan sungguh sistem terlinearkannya tak stabil (sebab menghanyut) sedangkan yang taklinear stabil: jadi pelinearan pada kesetimbangan yang tak hiperbolik tak membuktikan apa pun.
Latihan 19.8 ★★★
(Bandul teredam) dengan ; dan sistemnya: , . (a) Tunjukkan bahwa memenuhi : sehingga titik asalnya stabil. (b) Sedangkan lenyap pada seluruh sumbu : sehingga kriteria sejati Lyapunov gagal. Buktikanlah kestabilan asimtotiknya tetap, lewat pelinearan (Teorema 19.12): hitunglah nilai eigen matriks terlinearkannya di lalu periksalah untuk setiap . (c) Apa yang terjadi pada kesetimbangan ? Hitunglah pelinearannya lalu simpulkan (sebab satu nilai eigennya positif: yakni ketakstabilan — Anda boleh memakai pernyataan ketakstabilannya secara tak formal atau menghasilkan sebuah solusi yang lolos secara eksplisit dari sistem linearnya).
Solusi
Solusi Latihan 19.8.
(a) Berlaku , dan bersifat definit positif pada di sekitar titik asalnya: jadi stabil (Teorema 19.11). (b) Matriks terlinearkannya di adalah , dengan polinomial karakteristik : yang berakar — keduanya real negatif jika , dan kompleks berbagian real jika . Jadi dalam segala kasusnya : sehingga Teorema 19.12 memberikan kestabilan asimtotiknya (walaupun -nya merosot). (c) Di : , dengan pelinearannya , dan karakteristiknya : yang berakar bertanda berlawanan (sebab ). Lalu sepanjang vektor eigen tak stabilnya, sistem linearnya mempunyai solusi yang lolos secara eksplisit dengan : sehingga bandul terbalik itu tak stabil untuk setiap redamannya.
Latihan 19.9 ★★
(Perbatasan ketunggalannya) Untuk , tunjukkan bahwa soal dengan mempunyai tak berhingga banyak solusi (sesuaikan Soal 7.1, Bagian III). Lalu tunjukkan sebaliknya bahwa untuk (yakni ) solusi yang melalui bersifat tunggal, lalu kenali dengan tepat hipotesis mana pada Teorema 19.2 yang membedakan kedua kasusnya.
Solusi
Solusi Latihan 19.9.
Untuk : selain , setiap
bersifat dan menyelesaikan persamaannya (sebab eksponennya membuat turunannya lenyap di ): jadi sebuah kontinum solusi yang melalui . Sedangkan untuk : bersifat Lipschitz- secara global (sebab ), sehingga Teorema 19.2 berlaku dan satu-satunya solusi yang melalui adalah . Jadi perbatasannya tepat syarat Lipschitz lokal di : sebab berhasil bagi selisih yang tak terbatas di sana untuk .
Latihan 19.10 ★★★
(Batas a priori menjebak solusinya) Misalkan Lipschitz lokal dengan setiap kali . (a) Tunjukkan bahwa bola tertutup bersifat invarian secara positif: yakni solusi yang bermula di dalamnya tinggal di dalamnya untuk . (Jika , tinjaulah waktu terakhir dengan lalu pelajarilah pada .) (b) Turunkan keberadaan maju yang global bagi data di bolanya. Lalu tanganilah sistem gradiennya dengan dan saat : tunjukkan bahwa menurun sepanjang solusinya, bahwa setiap solusinya tinggal di himpunan subaras (yang terbatas) , lalu simpulkan keberadaan maju yang global.
Solusi
Solusi Latihan 19.10.
(a) Andaikan untuk suatu dengan , lalu misalkan : maka dan pada . Lalu pada selang itu mempunyai (sebab hipotesisnya berlaku: karena ), sehingga : jadi bertentangan. Sehingga bolanya invarian secara positif. (b) Sebuah solusi yang terjebak di bola kompaknya tak dapat mempunyai (Teorema 19.5(2)): jadi global maju. Untuk sistem gradiennya: : sehingga menurun, jadi solusinya tinggal di , yang terbatas (menurut kekoersifannya: sebab di luar sebuah bola yang besar, ) dan tertutup: jadi kompak. Sehingga pelolosannya mustahil: jadi setiap solusi sistem gradien yang koersif bersifat global maju, yang meluncur menurun selamanya.
Latihan 19.11 ★★
(Peledakan lewat pembandingan) Tinjaulah dengan . (a) Tunjukkan bahwa solusi maksimalnya ada pada suatu dengan : bandingkanlah dengan , (buktikanlah lema pembandingan yang Anda perlukan: bahwa jika dan dengan , maka di tempat keduanya hidup), lalu turunkan . (b) Batasilah dari bawah: pada , ; lalu bandingkan dengan supersolusinya dengan , yang diselesaikan , lalu simpulkan . (c) Rakitlah lalu rumuskan moralnya: bahwa pertumbuhan superlinear ruas kanannya adalah yang membunuh keberadaan globalnya (dengan Latihan 19.3 sebagai tandingannya), dengan perbatasannya berupa kekonvergenan .
Solusi
Solusi Latihan 19.11.
(a) Untuk lema pembandingannya: misalkan pada selang bersamanya; maka dan dengan yang terbatas pada selang waktu kompaknya (sebab Lipschitz lokal); lalu , sehingga di sepanjangnya. Dengan : meledak di , dan selama hidup; sehingga jika , maka akan berhingga di padahal mendominasi : jadi mustahil. Sehingga .
(b) Untuk pembandingan terbaliknya (lewat lema yang sama dengan peran yang ditukar): pada , memberikan , sedangkan memenuhi dengan : sehingga selama keduanya terdefinisi. Lalu karena berhingga pada , maka tak dapat meledak sebelum : jadi .
(c) Bersama-sama: (dan secara numerik ). Moralnya: bahwa untuk dengan yang superlinear terhadap , solusinya meledak dalam waktu berhingga setiap kali (sebab solusi pembandingnya mencapai tak hingga dalam waktu berhingga itu); sedangkan pertumbuhan linear, yang integralnya divergen, memaksa keberadaan globalnya (Latihan 19.3). Jadi ia integral Osgood yang sama seperti pada Soal 7.1, yang kini mengatur pelolosan ke tak hingga alih-alih pelolosan dari nol.
Latihan 19.12 ★★★
(Teorema pembandingan Sturm) Misalkan kontinu pada sebuah selang , dan misalkan menyelesaikan dan menyelesaikan . (a) Tegakkanlah identitas Wronskiannya: bahwa dengan , . (b) (Sturm) Tunjukkan bahwa di antara dua akar berurutan milik , entah lenyap di suatu tempat pada , entah dan di sana (andaikan pada dan pula; lalu integralkan (a) dari ke lalu periksalah tanda suku batasnya ). (c) Turunkan: bahwa solusi dengan lenyap setidaknya sekali pada setiap selang berpanjang (bandingkanlah dengan ); sedangkan solusi dengan lenyap paling banyak sekali pada . Lalu ujilah keduanya pada .
Solusi
Solusi Latihan 19.12.
(a) .
(b) Misalkan akar berurutan ; lalu normalkan pada (sehingga dan — yang tak nol menurut ketunggalannya, sebab akan memaksa ). Andaikan tak berakar di ; lalu normalkan di sana (sehingga menurut kekontinuannya). Lalu integralkan (a):
Padahal dan : sehingga . Jadi kesamaannya di sepanjangnya: sebab dengan pada selang terbukanya memaksa di sana; dan memaksa ; lalu pada (sebab turunannya lenyap), yakni pada : jadi .
(c) Ambillah dan , yang akar berurutannya berjarak , dan : maka menurut (b), setiap solusi dari lenyap di setiap selang terbuka berpanjang (sedangkan pada alternatif merosotnya , lenyap pula). Sedangkan jika : terapkan (b) dengan , , dan beserta solusi bebas akar dari . Seandainya berakar dua kali secara berurutan, (b) akan memaksa entah sebuah akar di antaranya entah kasus merosotnya — keduanya mustahil: jadi lenyap paling banyak sekali. Untuk ujinya: bagi , lenyap setiap , seperti yang diramalkan; sedangkan bagi , lenyap tepat sekali dan tak pernah — jadi paling banyak satu akar, seperti yang diramalkan.
19.6 Soal: bandulnya, yang terselesaikan sepenuhnya
Soal 19.1
Soal akhir pekan — osilasi, rotasi, separatriks, dan periodenya
Persamaan bandul — sebagai sistem: , pada — merupakan lalat buah dinamika: mudah ditulis, mustahil diselesaikan lewat rumus dasar, namun sepenuhnya terpahami lewat metode kualitatifnya. Misalkan (yakni energinya).
Bagian I — Struktur globalnya.
- Tunjukkan bahwa semua solusi maksimalnya bersifat global (yakni terdefinisi pada ): pakailah dan Teorema 19.5. Untuk kesetimbangannya: ; lalu golongkan pelinearannya (bertipe pusat bagi yang genap, dan pelana bagi yang gasal).
- Tunjukkan bahwa lintasannya termuat di himpunan aras , lalu sketsakan atau uraikan menurut nilai : (kesetimbangannya), (kurva tertutup di sekitar ), (separatriks yang melalui ), dan (grafik atas : yakni rotasinya).
- Buktikan bahwa kesetimbangan bawahnya bersifat stabil tetapi tak stabil asimtotik. (Pakailah Lyapunov dengan ; sedangkan ketakasimtotikannya: sebab kekekalan energinya menjebak orbitnya pada kurva aras yang jauh dari titik asalnya.)
Bagian II — Osilasi dan periodenya. Tetapkan lalu tulislah dengan (yakni amplitudonya).
- Tunjukkan bahwa solusi dengan dan berosilasi: yakni , dan orbitnya berupa kurva tertutup . Lalu benarkanlah bahwa solusinya periodik: sebab orbitnya kurva kompak tanpa kesetimbangan, yang dilalui dengan laju terbatas dari bawah — jadikanlah ini sebuah argumen (sebab solusinya kembali ke titik awalnya dalam waktu berhingga, lalu ketunggalannya memaksa keperiodikannya).
Tegakkanlah rumus periodenya
(pada seperempat orbitnya, dan pisahkanlah variabelnya; lalu benarkan kekonvergenan tak wajarnya di ).
(Osilasi kecil) Substitusikan lalu tunjukkan bahwa
(yakni sebuah integral eliptik lengkap). Lalu turunkan lewat kekonvergenan terdominasi bahwa saat : yakni limit harmoniknya, yang tak bergantung pada amplitudonya — yaitu keisokronan hampiran Galileo, beserta koreksi persisnya (uraikanlah integrannya lalu integralkan suku demi suku, dan benarkanlah lewat kekonvergenan normalnya).
- Tunjukkan bahwa saat (batasilah integrannya dari bawah di dekat saat , atau terapkan kekonvergenan monotonnya): sehingga saat mendekati separatriksnya, bandulnya melambat tanpa batas.
Bagian III — Separatriksnya.
Untuk , pada cabang atasnya: pisahkanlah variabelnya lalu integralkan untuk mencari solusi eksplisitnya
(dengan dan ). Lalu periksalah secara langsung bahwa ia menyelesaikan persamaan bandulnya, lalu hitunglah limitnya beserta limit saat .
- Simpulkan: bahwa orbit separatriksnya menghubungkan pelana (saat ) ke pelana (saat ) tetapi tak mencapai satu pun dalam waktu berhingga — yang konsisten dengan ketunggalannya (mengapa mencapai sebuah pelana dalam waktu berhingga akan bertentangan dengan Akibat 19.4?).
Bagian IV — Rotasi, dan gambaran lengkapnya.
Untuk : tunjukkan bahwa tak pernah lenyap, bersifat monoton sejati dan global dengan , dan bersifat periodik dengan periode
- Rakitlah potret fase yang lengkap (yakni gambar bab ini) beserta pembenaran penuh setiap gejalanya, lalu tulislah ringkasan sepuluh baris atas metodenya: yakni energi, himpunan aras, kekompakan, dan ketunggalan — bagaimana setiap teorema bab ini masuk. Lalu di manakah kita pernah memerlukan sebuah rumus bagi solusi umumnya?
Bagian V — Fungsi periodenya di bawah mikroskop.
Buktikan momen Wallisnya
lewat induksi (dengan mengintegralkannya secara parsial), lalu uraikan integran pertanyaan 6 lewat deret binomialnya, lalu benarkanlah pengintegralan suku demi sukunya untuk memperoleh deret lengkapnya
Ubahlah ke amplitudonya:
(substitusikanlah uraian lalu kumpulkan). Sehingga keisokronannya gagal pada orde , dan kegagalannya kini terukur sampai orde .
- Tunjukkan bahwa bersifat kontinu dan naik sejati pada , lalu simpulkan bersama pertanyaan 6–7 bahwa merupakan bijeksi dari ke : sehingga setiap periode superkritisnya diwujudkan tepat satu amplitudo.
- (Aritmetika pembuat jam) Sebuah bandul yang diatur pada amplitudo yang melenyap menjaga waktu yang ideal; lalu tunjukkan bahwa jika dijalankan pada amplitudo ia tertinggal sebesar pecahan dari waktu idealnya, lalu hitunglah pergeserannya untuk rad: yakni sekitar detik per hari. (Sedangkan pipi sikloid Huygens dan amplitudo tetap yang kecil pada rodagigi pelepasnya sama-sama merupakan jawaban atas bilangan ini.)
- Kembalilah ke periode rotasi pada pertanyaan 10: tunjukkan bahwa turun sejati pada , bahwa saat (lewat kekonvergenan monoton), dan bahwa saat (lewat kekonvergenan terdominasi): sehingga pusaran cepat secara asimtotik merupakan rotasi bebas berlaju sudut .
Bagian VI — Metodenya yang diekspor: Lotka–Volterra. Resep bandulnya — yakni integral pertama, kurva aras yang kompak, dan ketunggalan — menyelesaikan sebuah ekosistem. Tetapkan lalu tinjaulah, pada kuadran terbuka ,
(dengan mangsanya dan pemangsanya).
- Tunjukkan bahwa bersifat invarian — sebab sumbunya berupa gabungan orbit, yang dapat dihitung secara eksplisit, yang tak boleh diseberangi solusi mana pun (Akibat 19.4) — dan bahwa satu-satunya kesetimbangan di adalah .
Tunjukkan bahwa
merupakan integral pertama, bahwa dengan yang cembung sejati dan meledak di tak hingga pada dengan minimum di dan , lalu turunkan bahwa semua solusi maksimal di bersifat global.
- Tunjukkan bahwa untuk himpunan aras merupakan kurva tertutup di sekitar kesetimbangannya: yakni dua cabang kontinu atas sebuah selang kompak , yang direkatkan di ujungnya — yakni analogi oval bandulnya.
- Buktikan bahwa setiap orbit takkesetimbangan di bersifat periodik: tegakkanlah peredaran berlawanan arah jarum jam melalui keempat daerah yang teriris garis dan , lalu batasi waktu penyeberangan setiap busurnya oleh sebuah integral berkesingularan akar kuadrat yang konvergen (seperti pada pertanyaan 5), lalu tutuplah dengan ketunggalannya (seperti pada pertanyaan 4).
(Hukum rata-rata Volterra) Jika periode sebuah orbit semacam itu, tunjukkan bahwa
yakni rata-rata waktunya sama dengan nilai kesetimbangannya, berapa pun amplitudonya (integralkanlah atas satu periode).
- (Paradoks penangkapan ikan) Panenlah kedua spesiesnya dengan laju : maka sistemnya menjaga bentuknya dengan dan menggantikan dan . Lalu apa yang terjadi pada populasi rata-ratanya? Terangkanlah pengamatan d’Ancona (1914–1918): bahwa ketika penangkapan ikan Adriatik menurun selama perang, proporsi pemangsanya (yakni hiu) pada tangkapannya justru naik — dan mengapa penangkapan yang sedang menguntungkan mangsanya.
- Tulislah moral sepuluh barisnya: teorema mana pada bab ini yang menggerakkan setiap langkahnya, apa yang menggantikan energi bandulnya, dan mengapa kedua sistemnya tak memerlukan — atau tak memiliki — solusi bentuk tertutup yang dasar.
- (Modulasi lajunya) Pada rezim rotasinya , tunjukkan bahwa berosilasi antara (di ) dan (di ), bahwa rata-rata waktu atas satu periode tepat , dan bahwa nisbah modulasinya saat : sehingga rotasi cepat bersifat asimtotik seragam.
- (Kemonotonan periode rotasinya) Tunjukkan bahwa bersifat dan turun sejati pada (turunkanlah di bawah tanda integralnya, dengan dominasi pada setiap ), dengan saat dan saat . Lalu rakitlah gambaran bifurkasi lengkap bandulnya sepanjang sumbu energinya: yakni kesetimbangan di , librasi berperiode naik dari ke pada , separatriks di , dan rotasi berperiode turun dari ke selebihnya.
Solusi
Solusi Soal 19.1.
1. Berlaku : sehingga energinya merupakan integral pertama. Lalu pada sebuah solusi maksimal, : jadi terbatas; sehingga tumbuh paling banyak secara linear: jadi pada sembarang selang waktu berhingga lintasannya tinggal di sebuah kompak , sehingga Teorema 19.5(2) memaksa . Kesetimbangannya ; dengan pelinearan karena : sehingga nilai eigennya bagi yang genap (yakni bertipe pusat, yang tak menyimpulkan dengan sendirinya) dan bagi yang gasal (yakni pelana).
2. Karena konstan sepanjang solusinya, setiap lintasannya terkurung di sebuah himpunan aras . Untuk : hanya titik . Untuk : dengan menulis , himpunannya berupa gabungan saling lepas kurva tertutup atas , satu di sekitar setiap kesetimbangan stabilnya. Untuk : kurva yang menghubungkan pelana berurutan — yakni separatriksnya — beserta pelananya sendiri. Sedangkan untuk : dua grafik , yang terdefinisi untuk setiap dan tak pernah menyentuh .
3. Fungsi lenyap di , positif pada sebuah persekitaran tertusuk (dengan ), dan : sehingga Teorema 19.11 memberikan kestabilannya. Namun tak asimtotik: sebab solusi yang melalui (dengan yang kecil) tetap pada kurva aras , yang jaraknya ke titik asalnya positif (sebab kurvanya memotong sumbu- hanya di ): sehingga .
4. Pada kurva aras : tak ada kesetimbangan (sebab memaksa dengan untuk ), sehingga lajunya berminimum positif pada yang kompak. Lalu ikutilah solusinya dari : pada setengah bidang bawahnya , sehingga turun dari ke dalam waktu berhingga (sebab integral seperempat atau setengah periodenya konvergen: lihat analisis pertanyaan 5), lalu mencapai ; lalu menurut kesetangkupan dan pada persamaannya, setengah atasnya dilalui kembali dalam waktu yang sama: sehingga solusinya kembali ke pada waktu . Lalu ketunggalannya (Akibat 19.4) merambatkannya: untuk setiap : jadi periodik.
5. Pada cabang yang : dan ; lalu mengintegralkan dari ke memberikan setengah periodenya, dan kesetangkupan memparuhkan integralnya lagi:
Untuk kekonvergenannya di : dengan : sehingga integrannya berperilaku seperti , yang terintegralkan.
6. Dengan dan : dan , sehingga
Lalu saat , : sebab untuk integrannya terdominasi oleh , yang kontinu pada : sehingga kekonvergenan terdominasinya memberikan . Lalu dengan menguraikan dengan (lewat kekonvergenan normalnya untuk ) dan :
sehingga keisokronannya berlaku hanya sampai orde pertamanya; dan periodenya tumbuh seiring amplitudonya.
7. Saat integrannya naik menuju , yang integralnya divergen: sehingga lewat kekonvergenan monoton, saat .
8. Pada cabang (dengan ): ; lalu dengan , , sehingga , yakni
Untuk pemeriksaannya lewat energinya: dengan , , sehingga dan : jadi lintasannya terletak pada separatriksnya, dan menurunkan di tempat menghasilkan kembali . Limitnya: dan saat .
9. Orbitnya menuju pelana ke depan dan ke belakang tetapi tak pernah tiba: sebab seandainya ia mencapai pada waktu berhingga , maka dua solusi maksimal yang berbeda — yakni solusi separatriksnya dan solusi konstan di pelananya — akan melalui titik yang sama , yang bertentangan dengan Akibat 19.4. Jadi pelananya hanya didekati secara asimtotik.
10. Untuk : : sehingga menjaga tandanya, dan : jadi monoton sejati dan global (pertanyaan 1), dengan . Lalu karena dan berperiode , maka kembali ke nilainya setiap kali maju sejauh ; dan waktu yang diperlukannya adalah
(lewat substitusi dan keperiodikannya): sehingga berperiode — jadi bandulnya berpusar dengan laju rotasi yang asimtotik tetap untuk energi yang besar.
11. Metodenya, berurutan: energinya (yakni ) menyusutkan aliran dua dimensinya menjadi kurva aras satu dimensi; lalu keterbatasan pada setiap arasnya ditambah pelolosan dari kompaknya memberikan keberadaan globalnya; lalu kekompakan aras tertutupnya memberikan batas lajunya sehingga keperiodikannya; lalu ketunggalannya mengubah kembalinya yang pertama menjadi keperiodikan yang persis, melarang kedatangan pada pelananya dalam waktu berhingga, dan memisahkan tipe orbitnya; lalu pelinearan dan Lyapunov menggolongkan kesetimbangannya; sedangkan integral periodenya dianalisis lewat teorema kekonvergenan Bab 10. Jadi tak pernah kita memiliki — atau memerlukan — solusi umum berbentuk tertutup: sebab teori kualitatifnya memetik setiap gejala geraknya dari persamaannya sendiri.
12. Integral parsial: , sehingga ; lalu dengan dan (sebab ), induksinya memberikan nilai yang ditampilkan itu. Untuk deret binomialnya: dengan dan jari-jari . Lalu untuk dan , deret konvergen normal terhadap (sebab ), sehingga pengintegralan suku demi sukunya pada rumus pertanyaan 6 bersifat sah:
Lalu dengan , , dan : , dengan sisanya seragam untuk (sebab ekornya terdominasi sebuah deret geometri).
13. Berlaku , sehingga
dan
sebab .
14. Pada bentuk eliptik pertanyaan 6, merupakan bijeksi kontinu yang naik sejati dari ke , dan untuk setiap integrannya naik sejati terhadap : sehingga naik sejati. Untuk kekontinuannya: pada integrannya terdominasi oleh yang kontinu, sehingga kekonvergenan terdominasinya berlaku sepanjang . Lalu dengan limitnya saat (pertanyaan 6) dan saat (pertanyaan 7), kemonotonan sejatinya dan teorema nilai antaranya membuat menjadi bijeksi dari ke .
15. Sebuah jam mencacah ayunan; dan jika diatur pada amplitudo yang melenyap, ia membukukan periode harmoniknya per ayunan (dalam satuan waktu bandulnya). Sedangkan jika dijalankan pada amplitudo , periode sebenarnya adalah : sehingga jamnya membukukan padahal sungguh berlalu, jadi ia tertinggal sebesar pecahan
Untuk rad (yakni sekitar derajat): , dan satu hari berdurasi s: sehingga jamnya kehilangan detik — yakni sekitar tiga setengah menit — per hari. Karena itu kedua obat historisnya: memaksakan amplitudo tetap yang mungil (lewat rodagigi pelepasnya), atau membengkokkan kendalanya sehingga periodenya sungguh bebas amplitudo (lewat pipi sikloid Huygens, 1657).
16. Pada integrannya, untuk setiap yang tetap, turun sejati terhadap : sehingga turun sejati. Lalu saat integrannya naik secara titik demi titik menuju , yang integralnya atas divergen (sebab lenyap berorde pertama di ): sehingga kekonvergenan monotonnya memberikan . Sedangkan saat :
lewat kekonvergenan terdominasi (sebab untuk integrannya paling banyak ). Jadi : sehingga satu putaran memakan waktu rotasi bebas berlaju , dengan potensialnya menyusut menjadi riak — yang cocok dengan laju rotasi pertanyaan 10.
17. Sumbunya membawa solusi eksplisit dan , beserta kesetimbangan : jadi keduanya gabungan orbit. Sedangkan medannya bersifat , jadi Lipschitz lokal; sehingga solusi yang bermula di yang menyentuh sebuah sumbu akan melalui sebuah titik salah satu orbit itu lalu, menurut Akibat 19.4, berimpit dengannya — yang mustahil, sebab yang satu hidup pada sumbunya sedangkan yang lain tidak. Jadi invarian dalam kedua arah waktunya. Untuk kesetimbangan di : memaksa dan memaksa : sehingga hanya satu titik .
18. Sepanjang sebuah solusi,
Sedangkan mempunyai , dengan yang lenyap hanya di , dan baik di maupun di : jadi cembung sejati dan meledak, berminimum ; dan demikian pula , berminimum . Sehingga dengan kesamaannya hanya di , dan setiap subaras bersifat kompak: sebab mengurung ke sebuah selang kompak menurut keledakannya, demikian pula , dan himpunannya tertutup di karena di batas . Lalu sebuah solusi maksimal tinggal pada himpunan arasnya yang kompak, sehingga ia tak dapat meninggalkan setiap kompak dalam waktu berhingga: jadi Teorema 19.5 membuatnya global.
19. Tetapkan lalu tetapkan . Lalu karena turun sejati dari ke pada dan naik sejati kembali ke pada , persamaan berakar tepat dua kali , dan . Lalu untuk : berakar tepat dua kali , yang kontinu terhadap (sebab balikan pembatasan yang monoton sejati dan kontinu pada kedua sisi ), dengan saat ; sedangkan di satu-satunya solusinya adalah . Jadi berupa gabungan grafik dan atas , yang direkatkan di : yakni sebuah kurva tertutup di sekitar — yaitu analogi oval bandulnya.
20. Misalkan dengan : maka satu-satunya kesetimbangan berada di luar , sehingga medannya tak pernah lenyap padanya. Untuk tandanya: dan : sehingga geraknya ke kanan di bawah garis , ke atas di kanan , ke kiri di atasnya, dan ke bawah di kirinya — yakni peredaran berlawanan arah jarum jam. Lalu ikutilah solusinya dari sebuah titik pada cabang bawah terbukanya, yang padanya: maka waktu untuk mencapai sudut kanannya adalah
Lalu di dekat , pilihlah ; sehingga untuk , (sebab naik dan positif setelah ), sedangkan hubungan arasnya dan ketaksamaan Taylor memberikan pada rentang- kompak : sehingga dengan , dan integrannya : jadi terintegralkan — yakni kekonvergenan pertanyaan 5, yang dialihkan. Sedangkan di tempat lain pada cabangnya integrannya kontinu. Jadi tercapai dalam waktu berhingga; lalu di sana , sehingga orbitnya memasuki daerah , , mendaki ke sudut atasnya lewat taksiran setangkupnya (dengan peran dan yang ditukar), dan seterusnya mengelilingi keempat busurnya: sehingga setelah waktu berhingga solusinya kembali ke titik awalnya. Lalu menurut Akibat 19.4 ia berperiode — yakni argumen pertanyaan 4, kata demi kata.
21. Pada sebuah orbit berperiode di , bersifat dan berperiode , sehingga
yang memberikan ; dan demikian pula memberikan . Jadi rata-rata waktunya adalah nilai kesetimbangannya, bagi setiap orbitnya tanpa memandang amplitudonya — yakni hukum kekekalan yang tak seorang pun memasukkannya dengan tangan.
22. Dengan pemanenannya sistemnya kembali berbentuk Lotka–Volterra, dengan parameter , , , dan (sebab kesetimbangan interiornya bertahan karena ). Lalu pertanyaan 21 yang diterapkan pada sistem barunya:
sehingga pemanenan yang tak pandang bulu menggeser keseimbangannya ke arah mangsanya. Sedangkan data d’Ancona membacanya secara terbalik: sebab perangnya memotong penangkapan ikannya, turun, sehingga rata-rata pemangsanya naik dan rata-rata mangsanya turun — yakni pecahan hiu yang lebih besar pada tangkapannya, tepat seperti yang dicatat pasar ikan Adriatik. Inilah asas Volterra, yakni mekanisme yang sama di balik paradoks pestisidanya: sebab memangkas kedua aras trofiknya menguntungkan aras yang dimakan.
23. Resepnya, pada kedua kalinya: (i) sebuah integral pertama — yakni bagi bandulnya dan di sini, yang ditemukan dengan memisahkan — meruntuhkan bidangnya menjadi kurva; (ii) keledakan dan kekompakan himpunan arasnya memberikan keberadaan global lewat Teorema 19.5; (iii) geometri arasnya — yakni oval, dari bentuk di sana dan kecembungan sejati dan di sini — terbaca dari integralnya, bukan dari alirannya; (iv) sebuah medan tak lenyap pada oval kompaknya ditambah kesingularan sudut yang terintegralkan memaksa waktu kembali yang berhingga; (v) ketunggalannya (Akibat 19.4) mengubah kembalinya menjadi keperiodikan dan melarang kedatangan pada kesetimbangannya dalam waktu berhingga; (vi) sedangkan buah hasilnya — yakni uraian periode dan hukum rata-rata — datang dari teorema kekonvergenan yang diterapkan pada integral yang dihasilkannya. Jadi baik maupun Lotka–Volterra tak memiliki solusi bentuk tertutup yang dasar (sebab integral eliptik pada yang satu, dan kurva aras transenden pada yang lain), dan tak pernah satu pun diperlukan: sebab persamaannya sendiri, yang diinterogasi secara kualitatif, menyerahkan seluruh geraknya.
24. Pada sebuah aras energi , : sehingga ekstremum -nya di , yang memberikan batas yang dinyatakan itu, dan tercapai di . Untuk rata-rata waktunya atas satu periode : maju sejauh tepat , sehingga
Sedangkan nisbah laju ekstremnya adalah : sehingga pada energi tinggi riak potensialnya terabaikan terhadap , dan bandulnya berputar hampir seragam — yakni papan cucinya yang mendatar.
25. Pada , integran terdominasi oleh sedangkan turunan--nya
oleh , keduanya terintegralkan pada yang kompak: sehingga pendiferensialan di bawah integralnya (Teorema 10.15) berlaku dan memberikan (sebab integrannya negatif sejati): jadi turun sejati dan . Untuk limitnya: saat , ; sedangkan saat : tulislah ; maka integrannya naik saat turun, sehingga lewat kekonvergenan monoton
dengan integral limitnya divergen di (sebab di sana , yakni yang tak terintegralkan): sehingga periodenya meledak saat mendekati separatriksnya, yang cocok dengan Bagian II dari sisi librasinya. Jadi sumbu energinya terbaca: istirahat di ; librasi, , pada ; separatriks yang tak berhingga lambat di ; lalu rotasi, , selebihnya. Yakni satu integral, seluruh hidup bandulnya.