Mathematics · Buku 5 · Bachelor Year 3

Matematika Universitas — Tahun 3

Matematika Universitas — Tahun 3 · Bachelor Year 3

15Operator Kompak dan Teorema Spektral

Pendiagonalan adalah permata mahkota aljabar linear berdimensi berhingga: sebab matriks setangkup mempunyai basis ortonormal berisi vektor eigen. Dalam dimensi tak berhingga hal ini gagal bagi operator swa-adjoin terbatas pada umumnya — sebab perkalian dengan xx pada L2([0,1])L^2(\intcc01) sama sekali tak bernilai eigen (Latihan 15.6) — tetapi ia bertahan, dalam bentuk yang sempurna, bagi operator yang hampir berdimensi berhingga: yakni yang kompak. Teorema spektral bagi operator swa-adjoin kompak merupakan teorema yang paling banyak dipakai dalam analisis fungsional terapan: ia mendiagonalkan persamaan integral, menggerakkan alternatif Fredholm, dan (pada soal akhir pekannya) menyelesaikan dawai yang bergetar, sambil menghasilkan basis sinus analisis Fourier dari teori operator belaka — dengan ζ(2)=π26\zeta(2) = \frac{\pi^2}6 milik Euler yang jatuh dari sebuah rumus trace sebagai hadiah perpisahan. Sepanjang bab ini, HH adalah ruang Hilbert atas C\C (atau R\R; pernyataannya menyesuaikan), dan operatornya terbatas.

15.1 Operator kompak

Definisi 15.1

Sebuah TL(E,F)T \in \mathcal L(E, F) (dengan E,FE, F Banach) disebut kompak jika peta T(B)T(B) atas bola satuannya bersifat kompak relatif di FF — setara dengan itu, setiap barisan terbatas (xn)(x_n) mempunyai subbarisan yang (Txnk)(Tx_{n_k})-nya konvergen. Operator rank berhingga bersifat kompak (sebab himpunan terbatas dalam dimensi berhingga); sedangkan identitas ruang berdimensi tak berhingga tak pernah demikian (menurut teorema Riesz, Tahun ke-2).

Proposisi 15.2

Operator kompaknya K(E,F)\mathcal K(E, F) membentuk subruang tertutup L(E,F)\mathcal L(E, F), sekaligus ideal dua sisi: yakni SS kompak \Rightarrow ASAS dan SBSB kompak untuk A,BA, B yang terbatas. Lebih lanjut, pada ruang Hilbert, setiap operator kompak merupakan limit norma operator rank berhingga.

Bukti. Subruangnya: jelas dari pencirian barisannya. Idealnya: sebab pemetaan terbatas mengirim barisan konvergen ke barisan konvergen dan yang terbatas ke yang terbatas. Ketertutupannya: misalkan TnTT_n \to T dengan TnT_n kompak, dan (xk)(x_k) terbatas oleh 11; maka pemetikan diagonal membuat (Tnxkj)j(T_nx_{k_j})_j konvergen untuk setiap nn; lalu (Txkj)(Tx_{k_j}) bersifat Cauchy, sebab

TxkjTxkl2TTn+TnxkjTnxkl,\norm{Tx_{k_j} - Tx_{k_l}} \leq 2\vertiii{T - T_n} + \norm{T_nx_{k_j} - T_nx_{k_l}} ,

dengan memilih nn lebih dahulu lalu indeksnya. Untuk penghampiran pada ruang Hilbertnya: misalkan TT kompak dan K=T(B)K = \overline{T(B)} kompak; lalu diberikan ε\varepsilon, selimuti KK oleh berhingga banyak bola B(yi,ε)B(y_i, \varepsilon) dan misalkan PP proyeksi ortogonal ke V=Vect(y1,,ym)V = \operatorname{Vect}(y_1, \dots, y_m) (yang tertutup sebab berdimensi berhingga). Maka PTPT mempunyai rank berhingga, dan untuk x1\norm x \leq 1: dengan memilih yiy_i yang Txyi<ε\norm{Tx - y_i} < \varepsilon,

TxPTxTxyi+P(yiTx)2ε\norm{Tx - PTx} \leq \norm{Tx - y_i} + \norm{P(y_i - Tx)} \leq 2\varepsilon

(sebab yi=Pyiy_i = Py_i dan P1\vertiii P \leq 1): sehingga TPT2ε\vertiii{T - PT} \leq 2\varepsilon.

Contoh 15.3

(a) Operator diagonal pada 2\ell^2: T(xn)=(λnxn)T(x_n) = (\lambda_nx_n) bersifat kompak jika dan hanya jika λn0\lambda_n \to 0 (Latihan 15.2). (b) Operator kernel pada C([0,1])\mathcal C(\intcc01): kompak menurut Ascoli (Latihan 7.7). (c) Operator Hilbert–Schmidt: untuk kL2([0,1]2)k \in L^2(\intcc01^2),

(Tkf)(x)=01k(x,y)f(y) ⁣dy(T_kf)(x) = \int_0^1k(x, y)\,f(y)\,\dd y

mendefinisikan operator kompak pada L2([0,1])L^2(\intcc01) dengan TkkL2\vertiii{T_k} \leq \norm k_{L^2} (Latihan 15.4: sebab memancung uraian basis kk menampilkan TkT_k sebagai limit operator rank berhingga).

15.2 Operator swa-adjoin

Definisi 15.4

Sebuah TL(H)T \in \mathcal L(H) disebut swa-adjoin jika T=TT = T^* (Latihan 13.8), yakni Tx,y=x,Ty\langle Tx, y\rangle = \langle x, Ty\rangle untuk setiap x,yx, y. Maka x,TxR\langle x, Tx\rangle \in \R untuk setiap xx (sebab ia sama dengan konjugatnya).

Proposisi 15.5

Untuk TT yang swa-adjoin:

T=supx1 x,Tx.\vertiii T = \sup_{\norm x \leq 1}\ \abs{\langle x, Tx\rangle} .

Nilai eigen TT bersifat real, dan vektor eigen bagi nilai eigen yang berbeda saling ortogonal.

Bukti. Misalkan MM supremumnya; maka MTM \leq \vertiii T menurut Cauchy–Schwarz. Sebaliknya, identitas bertipe polarisasi

x+y,T(x+y)xy,T(xy)=4Rey,Tx\langle x{+}y, T(x{+}y)\rangle - \langle x{-}y, T(x{-}y)\rangle = 4\operatorname{Re}\langle y, Tx\rangle

(uraikanlah; sebab suku silangnya y,Tx+x,Ty=2Rey,Tx\langle y, Tx\rangle + \langle x, Ty\rangle = 2\operatorname{Re}\langle y, Tx\rangle menurut keswa-adjoinannya) memberikan, bersama hukum jajaran genjangnya,

4Rey,TxM(x+y2+xy2)=2M(x2+y2).4\operatorname{Re}\langle y, Tx\rangle \leq M\bigl(\norm{x{+}y}^2 + \norm{x{-}y}^2\bigr) = 2M\bigl(\norm x^2 + \norm y^2\bigr).

Lalu untuk x=1\norm x = 1 dengan Tx0Tx \neq 0, ambillah y=Tx/Txy = Tx/\norm{Tx}: sehingga 4Tx4M4\norm{Tx} \leq 4M. Jadi TM\vertiii T \leq M. Untuk nilai eigennya: Tx=λxTx = \lambda x dengan x0x \ne 0 memberikan λx2=x,TxR\lambda\norm x^2 = \langle x, Tx\rangle \in \R. Untuk keortogonalannya: λx,y=Tx,y=x,Ty=μx,y\lambda\langle x, y\rangle = \langle Tx, y\rangle = \langle x, Ty\rangle = \mu\langle x, y\rangle dengan λμ\lambda \neq \mu yang real.

15.3 Teorema spektralnya

Lema 15.6 (Keberadaan sebuah nilai eigen ekstrem)

Misalkan T0T \neq 0 kompak dan swa-adjoin. Maka T\vertiii T atau T-\vertiii T merupakan nilai eigen TT.

Bukti. Menurut Proposisi 15.5, pilihlah vektor satuan xnx_n dengan xn,Txnμ\langle x_n, Tx_n\rangle \to \mu, dengan μ=T>0\abs\mu = \vertiii T > 0 (lalu beralihlah ke subbarisan untuk menetapkan tandanya). Maka

Txnμxn2=Txn22μxn,Txn+μ2T22μxn,Txn+μ22μ22μμ=0.\norm{Tx_n - \mu x_n}^2 = \norm{Tx_n}^2 - 2\mu\langle x_n, Tx_n\rangle + \mu^2 \leq \vertiii T^2 - 2\mu\langle x_n, Tx_n\rangle + \mu^2 \longrightarrow 2\mu^2 - 2\mu\cdot\mu = 0 .

Lewat kekompakannya, sebuah subbarisan TxnkyTx_{n_k} \to y; lalu μxnk=Txnk(Txnkμxnk)y\mu x_{n_k} = Tx_{n_k} - (Tx_{n_k} - \mu x_{n_k}) \to y, sehingga xnkx=y/μx_{n_k} \to x = y/\mu, yakni sebuah vektor satuan, dan kekontinuannya memberikan Tx=μxTx = \mu x.

Teorema 15.7 (Teorema spektral bagi operator swa-adjoin kompak)

Misalkan TT operator swa-adjoin kompak pada ruang Hilbert HH.

  1. HH memiliki sistem ortonormal (en)nN(e_n)_{n \in N} (NN berhingga atau terbilang) berisi vektor eigen TT, dengan nilai eigen (λn)(\lambda_n) yang real dan tak nol, sedemikian sehingga

    Tx=nNλnen,xen(xH),Tx = \sum_{n\in N}\lambda_n\,\langle e_n, x\rangle\, e_n \qquad (x \in H),

    dan H=kerTVect(en:nN)H = \ker T \,\oplus^\perp\, \overline{\operatorname{Vect}}(e_n : n \in N).

  2. Jika NN tak berhingga, maka λn0\lambda_n \to 0; lalu untuk setiap δ>0\delta > 0 hanya berhingga banyak nn yang mempunyai λnδ\abs{\lambda_n} \geq \delta, dan setiap ruang eigen ker(Tλ)\ker(T - \lambda) dengan λ0\lambda \neq 0 berdimensi berhingga.
  3. Melengkapkan (en)(e_n) dengan sebuah basis ortonormal kerT\ker T melahirkan, bila HH terpisahkan, sebuah basis ortonormal HH yang terbuat dari vektor eigen: sehingga TT terdiagonalkan.

Bukti. (2) lebih dahulu. Seandainya tak berhingga banyak vektor eigen ortonormal xkx_k mempunyai λ(k)δ\abs{\lambda_{(k)}} \geq \delta: maka TxkTxl2=λ(k)2+λ(l)22δ2\norm{Tx_k - Tx_l}^2 = \lambda_{(k)}^2 + \lambda_{(l)}^2 \geq 2\delta^2 (menurut keortogonalannya dan Pythagoras): sehingga tak ada subbarisan (Txk)(Tx_k) yang konvergen, yang bertentangan dengan kekompakan TT pada (xk)(x_k) yang terbatas. Ini membatasi, untuk setiap δ\delta, kelipatan total nilai eigen di luar (δ,δ)\intoo{-\delta}\delta oleh sebuah bilangan berhingga; sehingga keterbilangannya dan λn0\lambda_n \to 0 menyusul.

(1) Misalkan H0H_0 rentang tertutup atas semua vektor eigen bernilai eigen tak nol, yang ditata (menurut (2) dan Gram–Schmidt di dalam setiap ruang eigen berdimensi berhingga, dengan keortogonalan antarruang eigennya dari Proposisi 15.5) menjadi sistem ortonormal (en)(e_n) bernilai eigen λn0\lambda_n \neq 0. Lalu TT memetakan H0H_0 ke H0H_0, dan juga H0H_0^\perp ke H0H_0^\perp: sebab untuk yH0y \perp H_0 dan ee sebuah vektor eigen, e,Ty=Te,y=λe,y=0\langle e, Ty\rangle = \langle Te, y\rangle = \lambda\langle e, y\rangle = 0. Sedangkan pembatasan T=TH0T' = T\restriction_{H_0^\perp} bersifat swa-adjoin kompak pada ruang Hilbert H0H_0^\perp; dan jika T0T' \neq 0, maka Lema 15.6 menghasilkan sebuah vektor eigen TT bernilai eigen tak nol di dalam H0H_0^\perp — yang mustahil, sebab vektor semacam itu tinggal di H0H_0. Jadi T=0T' = 0: sehingga H0kerTH_0^\perp \subseteq \ker T. Sebaliknya kerT\ker T \perp setiap ene_n (sebab en,z=1λnTen,z=1λnen,Tz=0\langle e_n, z\rangle = \frac1{\lambda_n}\langle Te_n, z\rangle = \frac1{\lambda_n}\langle e_n, Tz\rangle = 0): jadi kerTH0\ker T \subseteq H_0^\perp, sehingga kerT=H0\ker T = H_0^\perp beserta penguraian ortogonalnya. Untuk uraiannya: bagi x=z+ncnenx = z + \sum_nc_ne_n (dengan zkerTz \in \ker T dan cn=en,xc_n = \langle e_n, x\rangle; Teorema 13.7(1) pada H0H_0), kekontinuan TT memberikan Tx=ncnλnenTx = \sum_nc_n\lambda_ne_n.

(3) Ruang kerT\ker T, sebagai subruang tertutup ruang yang terpisahkan, bersifat terpisahkan: sehingga ia mempunyai basis ortonormal (Proposisi 13.8); dan gabungannya merupakan basis ortonormal HH menurut penguraian pada (1).

Teorema 15.8 (Alternatif Fredholm)

Misalkan TT swa-adjoin kompak dan λR{0}\lambda \in \R\setminus \{0\}.

  1. Jika λ\lambda bukan nilai eigen, maka TλIT - \lambda I bersifat bijektif dengan balikan terbatas: sehingga untuk setiap ff, persamaan Txλx=fTx - \lambda x = f mempunyai tepat satu solusi, yang bergantung kontinu pada ff.
  2. Jika λ\lambda merupakan nilai eigen, maka Txλx=fTx - \lambda x = f terselesaikan jika dan hanya jika fker(TλI)f \perp \ker(T - \lambda I), dan solusinya tunggal sampai kernel (berdimensi berhingga) itu.

Bukti. Uraikan x=z+cnenx = z + \sum c_ne_n dan f=w+dnenf = w + \sum d_ne_n sepanjang Teorema 15.7 (dengan z,wkerTz, w \in \ker T). Maka persamaannya berbunyi

λz=w,(λnλ)cn=dn (nN).-\lambda z = w, \qquad (\lambda_n - \lambda)\,c_n = d_n\ (n \in N).

(1) Bila λ{λn}{0}\lambda \notin \{\lambda_n\}\cup\{0\}: menurut (2) teorema spektralnya, infnλnλ=δ>0\inf_n\abs{\lambda_n - \lambda} = \delta > 0 (sebab nilai eigennya menumpuk hanya di 0λ0 \neq \lambda). Lalu selesaikan: z=w/λz = -w/\lambda dan cn=dn/(λnλ)c_n = d_n/(\lambda_n - \lambda), dengan cn2δ2dn2\sum\abs{c_n}^2 \leq \delta^{-2}\sum\abs{d_n}^2: yakni satu-satunya solusi dengan xCf\norm x \leq C\norm f. (2) Bila λ=λn\lambda = \lambda_{n} untuk nn pada sebuah himpunan berhingga FF: keterselesaian (λnλ)cn=dn(\lambda_n - \lambda)c_n = d_n untuk nFn \in F menuntut dn=0d_n = 0, yakni fenf \perp e_n (bila nFn \in F), yakni fker(TλI)f \perp \ker(T - \lambda I); sedangkan cnc_n dengan nFn \in F lalu bebas.

Contoh 15.9

Pada L2([0,1])L^2(\intcc01), misalkan Tf(x)=01min(x,y)f(y) ⁣dyTf(x) = \int_0^1\min(x, y)f(y)\dd y: yakni operator Hilbert–Schmidt berkernel setangkup real: jadi kompak dan swa-adjoin. Untuk menyelesaikan Tf=λfTf = \lambda f: hubungan (Tf)(x)=0xyf(y) ⁣dy+xx1f(y) ⁣dy\bigl(Tf\bigr)(x) = \int_0^xyf(y)\dd y + x\int_x^1f(y)\dd y menunjukkan bahwa u=Tfu = Tf memenuhi u=fu'' = -f (lewat dua penurunan, yang sah untuk ff yang kontinu, dan TfTf bersifat kontinu untuk fL2f \in L^2: lewat kekonvergenan terdominasi), dengan u(0)=0u(0) = 0 dan u(1)=0u'(1) = 0. Jadi fungsi eigennya menyelesaikan λu=u\lambda u'' = -u, u(0)=0u(0) = 0, u(1)=0u'(1) = 0:

un(x)=sin((n+12)πx),λn=1(n+12)2π2(n0),u_n(x) = \sin\Bigl(\bigl(n + \tfrac12\bigr)\pi x\Bigr), \qquad \lambda_n = \frac{1}{\bigl(n + \frac12\bigr)^2\pi^2} \quad (n \geq 0),

dan teorema spektralnya menyatakan — tanpa teori Fourier apa pun — bahwa sinus ini membentuk basis ortonormal L2([0,1])L^2(\intcc01) setelah dinormalkan (sebab kernel TT adalah 00: karena Tf=0Tf = 0 memaksa, lewat kedua penurunannya, f=0f = 0 hampir di mana-mana). Sedangkan soal akhir pekannya menjalankan lingkaran gagasan yang sama untuk dawai yang bergetar lalu memetik ζ(2)\zeta(2) dari tracenya.

Metode 15.10

Diberikan sebuah persamaan integral atau diferensial: (1) tuangkanlah kembali sebagai (IλK)u=f(I - \lambda K)u = f atau Ku=λuKu = \lambda u dengan KK sebuah operator integral; (2) periksalah KK kompak (lewat kernel Hilbert–Schmidt atau Ascoli) dan, bila mungkin, swa-adjoin (lewat kernel real yang setangkup); (3) diagonalkanlah dengan teorema spektralnya atau panggillah alternatif Fredholm untuk keterselesaiannya; (4) lalu bacalah keberadaan, ketunggalan, kestabilan, dan rumus deret bagi solusinya pada basis eigennya. Operator diferensial bersifat tak terbatas, tetapi balikannya (yakni operator Green) bersifat kompak: jadi balikkanlah selalu lebih dahulu.

15.4 Latihan

Latihan 15.1

(a) Tunjukkan bahwa operator terbatas yang jangkauannya berdimensi berhingga bersifat kompak. (b) Tunjukkan bahwa identitas sebuah ruang bernorma bersifat kompak jika dan hanya jika dimensinya berhingga (menurut Riesz, Tahun ke-2). Lalu turunkan bahwa operator kompak pada ruang berdimensi tak berhingga tak pernah terbalikkan dengan balikan yang terbatas.

Solusi

Solusi Latihan 15.1.

(a) Himpunan T(B)T(B) merupakan himpunan bagian terbatas dari imT\operatorname{im}T yang berdimensi berhingga: jadi kompak relatif menurut Heine–Borel (Akibat 6.17, yang dipindahkan lewat homeomorfisma linear dengan Rn\R^n). (b) Bahwa II kompak berarti bola satuan tertutupnya kompak, yang menurut teorema Riesz (Tahun ke-2) terjadi tepat dalam dimensi berhingga. Jika sebuah TT yang kompak berbalikan terbatas T1T^{-1}, maka I=T1TI = T^{-1}T akan kompak (Proposisi 15.2): yang mustahil dalam dimensi tak berhingga.

Latihan 15.2

Misalkan T(x1,x2,)=(λ1x1,λ2x2,)T(x_1, x_2, \dots) = (\lambda_1x_1, \lambda_2x_2, \dots) pada 2\ell^2, dengan (λn)(\lambda_n) yang terbatas. (a) Tunjukkan T=supλn\vertiii T = \sup\abs{\lambda_n}. (b) Tunjukkan bahwa TT kompak jika dan hanya jika λn0\lambda_n \to 0. (Untuk \Leftarrow, pancunglah; sedangkan untuk \Rightarrow, ujilah pada (en)(e_n).) (c) Kapankah TT bersifat swa-adjoin? Lalu periksalah teorema spektralnya lewat pengamatan pada kasus itu.

Solusi

Solusi Latihan 15.2.

(a) Tx2=λn2xn2supλn2x2\norm{Tx}^2 = \sum\abs{\lambda_n}^2\abs{x_n}^2 \leq \sup\abs{\lambda_n}^2\norm x^2, dengan kesamaan hampiran pada ene_n yang mewujudkan supremumnya. (b) (\Leftarrow) Pancungannya TNT_N (yang menyimpan nNn \leq N dan nol selebihnya) mempunyai rank berhingga dengan TTN=supn>Nλn0\vertiii{T - T_N} = \sup_{n>N}\abs{\lambda_n} \to 0: jadi kompak menurut Proposisi 15.2. (\Rightarrow) Jika λnkδ>0\abs{\lambda_{n_k}} \geq \delta > 0 sepanjang sebuah subbarisan: maka TenkTenl2=λnk2+λnl22δ2\norm{Te_{n_k} - Te_{n_l}}^2 = \abs{\lambda_{n_k}}^2 + \abs{\lambda_{n_l}}^2 \geq 2\delta^2: sehingga tak ada subbarisan (Tenk)(Te_{n_k}) yang konvergen. (c) T=T^* = diagonal dengan (λˉn)(\bar\lambda_n): jadi swa-adjoin jika dan hanya jika semua λnR\lambda_n \in \R. Lalu basis bakunya (en)(e_n) merupakan basis ortonormal berisi vektor eigen, bernilai eigen λn0\lambda_n \to 0: yakni teorema spektralnya kata demi kata.

Latihan 15.3 ★★

Berikan rincian sifat idealnya (Proposisi 15.2): bahwa jika SS kompak dan A,BA, B terbatas, maka ASBASB kompak. Lalu turunkan bahwa jika ST=TS=IST = TS = I untuk suatu SS yang terbatas, dan dimH=\dim H = \infty, maka TT tak kompak — lalu damaikanlah dengan Latihan 15.1(b).

Solusi

Solusi Latihan 15.3.

Misalkan (xn)(x_n) terbatas. Maka (Bxn)(Bx_n) terbatas (sebab B<\vertiii B < \infty); lalu kekompakan SS memetik SBxnkySBx_{n_k} \to y; dan kekontinuan AA memberikan ASBxnkAyASBx_{n_k} \to Ay: sehingga ASBASB kompak. Jika ST=TS=IST = TS = I dengan TT kompak dan dimH=\dim H = \infty: maka I=STI = ST akan kompak, yang bertentangan dengan Latihan 15.1(b) — yakni pernyataan yang sama dilihat dari sisi lainnya.

Latihan 15.4 ★★

(Hilbert–Schmidt) Misalkan kL2([0,1]2)k \in L^2(\intcc01^2) dan (en)(e_n) sebuah basis Hilbert L2([0,1])L^2(\intcc01). (a) Tunjukkan bahwa TkkL2\vertiii{T_k} \leq \norm k_{L^2} (lewat Cauchy–Schwarz pada variabel-yy, lalu Tonelli). (b) Uraikan k(x,y)=m,ncmnem(x)en(y)k(x,y) = \sum_{m,n}c_{mn}e_m(x)\overline{e_n(y)} di L2L^2 pada bujur sangkarnya (benarkanlah bahwa hasil kalinya membentuk basis Hilbert di sana), lalu tunjukkan bahwa memancung jumlahnya memberikan operator rank berhingga yang konvergen ke TkT_k dalam norma operator: sehingga TkT_k kompak.

Solusi

Solusi Latihan 15.4.

(a) Lewat Cauchy–Schwarz pada yy: Tkf(x)2(k(x,y)2 ⁣dy)f22\abs{T_kf(x)}^2 \leq \bigl(\int\abs{k(x,y)}^2\dd y\bigr)\norm f_2^2; lalu integralkan terhadap xx (lewat Tonelli): Tkf2kL2()f2\norm{T_kf}_2 \leq \norm k_{L^2(\square)} \norm f_2.

(b) Keluarga emn(x,y)=em(x)en(y)e_{mn}(x,y) = e_m(x)\overline{e_n(y)} bersifat ortonormal di L2([0,1]2)L^2(\intcc01^2) (sebab Tonelli memisahkan integral rangkapnya). Untuk ketotalannya: jika hh \perp semua emne_{mn}, maka untuk setiap mm, fungsi yh(x,y)em(x) ⁣dxy \mapsto \int h(x,y)\overline{e_m(x)}\dd x (yang berada di L2L^2 menurut Cauchy–Schwarz dan Tonelli) ortogonal terhadap setiap en\overline{e_n} — dan konjugatnya (en)(\overline{e_n}) membentuk basis Hilbert setiap kali (en)(e_n) demikian (sebab pengonjugatan merupakan bijeksi isometrik L2L^2 yang mengawetkan keortogonalan dan ketotalan) — sehingga ia 00 hampir di mana-mana; lalu untuk hampir setiap yy, h(,y)h(\cdot, y) \perp setiap eme_m: jadi h(,y)=0h(\cdot, y) = 0 hampir di mana-mana, sehingga h=0h = 0 (lewat Tonelli). Jadi (emn)(e_{mn}) merupakan basis Hilbert; lalu uraikan k=cmnemnk = \sum c_{mn}e_{mn}. Pancungannya kNk_N (dengan indeks N\leq N) memberikan TkNT_{k_N} yang mempunyai rank berhingga (dengan jangkauan di Vect(e1,,eN)\operatorname{Vect}(e_1, \dots, e_N)), dan menurut (a),

TkTkNkkNL20:\vertiii{T_k - T_{k_N}} \leq \norm{k - k_N}_{L^2} \to 0 :

sehingga TkT_k merupakan limit norma operator rank berhingga: jadi kompak (Proposisi 15.2).

Latihan 15.5 ★★

Misalkan TT swa-adjoin dengan x,Tx0\langle x, Tx\rangle \geq 0 untuk setiap xx (yakni operator positif). (a) Tunjukkan bahwa nilai eigennya 0\geq 0 dan bahwa T=supx1x,Tx\vertiii T = \sup_{\norm x\leq1}\langle x, Tx\rangle. (b) Buktikan ketaksamaan Cauchy–Schwarz yang diperumum x,Ty2x,Txy,Ty\abs{\langle x, Ty\rangle}^2 \leq \langle x, Tx\rangle\langle y, Ty\rangle.

Solusi

Solusi Latihan 15.5.

(a) λx2=x,Tx0\lambda\norm x^2 = \langle x, Tx\rangle \geq 0 pada sebuah vektor eigen. Sedangkan rumusnya adalah Proposisi 15.5 dengan semua nilainya x,Tx0\langle x, Tx\rangle \geq 0: sehingga nilai mutlaknya berlebihan. (b) Pemetaan (x,y)x,Ty(x, y) \mapsto \langle x, Ty\rangle merupakan bentuk seskuilinear Hermite positif (yang mungkin merosot); dan bukti Cauchy–Schwarz yang lazim (yakni menguraikan x+teiθy,T(x+teiθy)0\langle x + t\eu^{\iu\theta}y, T(x + t\eu^{\iu\theta}y)\rangle \geq 0 lalu mengambil diskriminannya) tak pernah memakai kedefinitannya.

Latihan 15.6 ★★

Pada L2([0,1])L^2(\intcc01), misalkan (Mf)(x)=xf(x)(Mf)(x) = x\,f(x). (a) Tunjukkan bahwa MM terbatas, swa-adjoin, dengan M=1\vertiii M = 1, tetapi sama sekali tak bernilai eigen. (b) Tunjukkan bahwa MM tak kompak (tampilkan sebuah barisan terbatas yang petanya tak bersubbarisan konvergen, misalnya indikator ternormalkan selang yang menyusut di dekat 11 — atau panggillah teorema spektralnya). (c) Di manakah bukti Lema 15.6 patah bagi MM?

Solusi

Solusi Latihan 15.6.

(a) Mf2f2\norm{Mf}_2 \leq \norm f_2, dan pada fn=n1[11/n,1]f_n = \sqrt n\, \mathbf 1_{\intcc{1 - 1/n}1} (yakni vektor satuan), Mfn211n\norm{Mf_n}_2 \geq 1 - \frac1n: sehingga M=1\vertiii M = 1; dan ia swa-adjoin sebab pengalinya real. Untuk nilai eigennya: xf(x)=λf(x)xf(x) = \lambda f(x) hampir di mana-mana memaksa f=0f = 0 hampir di mana-mana di luar himpunan nol {x=λ}\{x = \lambda\}: jadi f=0f = 0 di L2L^2. (b) Dengan fnf_n yang sama: Mfnfn21n0\norm{Mf_n - f_n}_2 \leq \frac1n \to 0, sedangkan fn0f_n \rightharpoonup 0 (sebab untuk gL2g \in L^2 yang tetap, g,fng1[11/n,1]20\abs{\langle g, f_n\rangle} \leq \norm{g\,\mathbf 1_{\intcc{1-1/n}1}}_2 \to 0 lewat kekonvergenan terdominasi). Jika MfnkhMf_{n_k} \to h dalam norma, maka fnkhf_{n_k} \to h, yang memaksa h=0h = 0 (lewat limit lemahnya) padahal h=1\norm h = 1: jadi tak ada subbarisan yang konvergen. (c) Pada Lema 15.6, tepatnya pemetikan “TxnkyTx_{n_k} \to y” yang memakai kekompakannya; sedangkan untuk MM barisan pemberi maksimumnya memusat di dekat x=1x = 1 dan petanya konvergen lemah ke 00, tak pernah dalam norma: sehingga vektor eigen di puncak jangkauan numeriknya sekadar gagal ada.

Latihan 15.7 ★★

(Volterra) Pada L2([0,1])L^2(\intcc01), misalkan Vf(x)=0xf(y) ⁣dyVf(x) = \int_0^xf(y)\dd y. (a) Tunjukkan bahwa VV kompak (yakni Hilbert–Schmidt berkernel 1y<x\mathbf 1_{y < x}) tetapi tak swa-adjoin; lalu hitunglah VV^*. (b) Tunjukkan bahwa VV tak bernilai eigen tak nol. (Dari Vf=λfVf = \lambda f: ff mempunyai wakil yang kontinu, lalu bersifat C1\mathcal C^1, dan menyelesaikan λf=f\lambda f' = f dengan f(0)=0f(0) = 0.) (c) Simpulkan bahwa kekompakan saja sama sekali tak melahirkan vektor eigen: sehingga keswa-adjoinan pada Teorema 15.7 bersifat mendasar.

Solusi

Solusi Latihan 15.7.

(a) V=TkV = T_k dengan k(x,y)=1y<xL2([0,1]2)k(x, y) = \mathbf 1_{y < x} \in L^2(\intcc01^2): jadi kompak (Latihan 15.4). Adjoinnya adalah operator kernel berkernel k(y,x)=1y>x\overline{k(y, x)} = \mathbf 1_{y > x}: yakni Vf(x)=x1fV^*f(x) = \int_x^1f; sehingga VVV \neq V^* (ujilah pada f=1f = \mathbf 1). (b) Jika Vf=λfVf = \lambda f dengan λ0\lambda \ne 0: maka VfVf kontinu pada [0,1]\intcc01 (lewat kekonvergenan terdominasi pada 0xf\int_0^x f), sehingga f=1λVff = \frac1\lambda Vf mempunyai wakil yang kontinu; lalu VfVf bersifat C1\mathcal C^1 (menurut teorema fundamental kalkulus untuk integran kontinu), sehingga ff bersifat C1\mathcal C^1, dan λf=f\lambda f' = f dengan f(0)=1λVf(0)=0f(0) = \frac1\lambda Vf(0) = 0: jadi f=Cex/λf = C\eu^{x/\lambda} dengan C=f(0)=0C = f(0) = 0. (c) Jadi VV kompak tanpa nilai eigen sama sekali kecuali mungkin 00 (sebab Vf=0Vf = 0 memaksa f=0f = 0 hampir di mana-mana lewat menurunkan integralnya — jadi bahkan 00 pun tidak): sehingga mesin spektralnya sungguh menuntut keswa-adjoinan, bukan sekadar kekompakan.

Latihan 15.8 ★★★

(Courant–Fischer) Misalkan TT kompak, swa-adjoin, dan positif, bernilai eigen μ1μ2>0\mu_1 \geq \mu_2 \geq \dots > 0 (yang berulang menurut kelipatannya, dengan vektor eigen e1,e2,e_1, e_2, \dots). Tunjukkan bahwa:

μk=maxVHdimV=k minxVx=1 x,Tx=minWHcodimW=k1 maxxWx=1 x,Tx.\mu_{k} = \max_{\substack{V \subseteq H \\ \dim V = k}}\ \min_{\substack{x \in V\\ \norm x = 1}}\ \langle x, Tx\rangle = \min_{\substack{W \subseteq H\\ \operatorname{codim}W = k-1}}\ \max_{\substack{x\in W\\ \norm x = 1}}\ \langle x, Tx\rangle .

(Ujilah V=Vect(e1,,ek)V = \operatorname{Vect}(e_1,\dots,e_k); sedangkan untuk batas atasnya iriskan sembarang VV dengan ruang bertipe Vect(ek,ek+1,)\operatorname{Vect}(e_k, e_{k+1}, \dots): sebab pencacahan dimensinya memaksa irisan yang tak nol.) Lalu turunkan bahwa nilai eigennya bergantung monoton pada TT (yakni TSμk(T)μk(S)T \leq S \Rightarrow \mu_k(T) \leq \mu_k(S)).

Solusi

Solusi Latihan 15.8.

Tulis x=iciei+zx = \sum_ic_ie_i + z dengan zkerTz \in \ker T, sehingga x,Tx=iμici2\langle x, Tx\rangle = \sum_i\mu_i\abs{c_i}^2. Batas bawahnya: pada bola satuan Vk=Vect(e1,,ek)V_k = \operatorname{Vect}(e_1, \dots, e_k), x,Tx=ikμici2μk\langle x, Tx\rangle = \sum_{i\leq k}\mu_i\abs{c_i}^2 \geq \mu_k: sehingga maksimum atas VV dari minimumnya bernilai μk\geq \mu_k. Batas atasnya: misalkan dimV=k\dim V = k dan Wk=Vect(ek,ek+1,)+kerTW_k = \overline{\operatorname{Vect}}(e_k, e_{k+1}, \dots) + \ker T, yang berkodimensi k1k - 1 (sebab komplemen ortogonalnya adalah Vk1V_{k-1}); maka VWk{0}V \cap W_k \neq \{0\} (sebab pemetaan linear VH/WkVk1V \to H/W_k \cong V_{k-1} yang ranknya k1\leq k - 1 berkernel tak trivial), dan sebuah satuan xVWkx \in V\cap W_k mempunyai x,Tx=ikμici2μk\langle x, Tx\rangle = \sum_{i \geq k}\mu_i\abs{c_i}^2 \leq \mu_k: sehingga minimum atas VV bernilai μk\leq \mu_k. Digabungkan: yakni rumus pertamanya; sedangkan yang kedua dibuktikan secara setangkup (ujilah W=WkW = W_k; dan untuk WW sembarang yang berkodimensi k1k-1, WVk0W \cap V_k \neq 0 memberikan sebuah vektor satuan dengan x,Txμk\langle x, Tx\rangle \geq \mu_k). Untuk kemonotonannya: x,Txx,Sx\langle x, Tx\rangle \leq \langle x, Sx\rangle secara titik demi titik berpindah lewat maxmin\max\min-nya.

Latihan 15.9 ★★

Dengan memakai Teorema 15.8 untuk Tf(x)=01min(x,y)f(y) ⁣dyTf(x) = \int_0^1\min(x,y)f(y)\dd y (Contoh 15.9): untuk λR\lambda \in \R yang mana persamaan integral

f(x)λ01min(x,y)f(y) ⁣dy=g(x)f(x) - \lambda\int_0^1\min(x,y)\,f(y)\,\dd y = g(x)

mempunyai tepat satu solusi fL2f \in L^2 untuk setiap gL2g \in L^2? Apa yang terjadi pada nilai kecualiannya?

Solusi

Solusi Latihan 15.9.

Tulis ulang fλTf=gf - \lambda Tf = g. Untuk λ=0\lambda = 0: f=gf = g, yang selalu terselesaikan secara tunggal. Untuk λ0\lambda \neq 0: ini adalah (T1λ)f=gλ(T - \frac1\lambda)f = -\frac g\lambda, sehingga menurut alternatif Fredholm (Teorema 15.8) dengan nilai eigen λn=((n+12)π)2\lambda_n = \bigl((n + \frac12)\pi\bigr)^{-2} milik TT (Contoh 15.9): keterselesaian tunggal untuk setiap gg jika dan hanya jika 1λλn\frac1\lambda \neq \lambda_n untuk setiap nn, yakni

λ(n+12)2π2(n=0,1,2,).\lambda \neq \Bigl(n + \tfrac12\Bigr)^2\pi^2 \qquad (n = 0, 1, 2, \dots).

Pada λ=(n+12)2π2\lambda = (n+\frac12)^2\pi^2 yang kecualian: solusinya ada jika dan hanya jika gsin((n+12)πx)g \perp \sin\bigl((n{+}\frac12)\pi x\bigr), dan lalu tunggal sampai penambahan kelipatan sinus itu.

Latihan 15.10 ★★★

Misalkan SS pergeseran pada 2\ell^2 (Latihan 8.1). (a) Tunjukkan bahwa SS tak bernilai eigen, sedangkan setiap λ\lambda dengan λ<1\abs\lambda < 1 merupakan nilai eigen SS^* (carilah vektor eigennya secara eksplisit, yakni barisan geometri). (b) Baik SS maupun SS^* tak kompak: periksalah lewat pengujian bergaya Latihan 15.2 pada (en)(e_n). (c) Berkomentarlah: bahwa bagi operator yang tak swa-adjoin dan tak kompak, lanskap nilai eigennya dapat berupa apa saja dari kosong sampai sebuah cakram penuh — sedangkan gagasan yang bertahan adalah spektrumnya, yang dipelajari pada kuliah berikutnya.

Solusi

Solusi Latihan 15.10.

(a) Sx=λxSx = \lambda x: dengan membandingkan koordinatnya, 0=λx10 = \lambda x_1 dan xn=λxn+1x_n = \lambda x_{n+1}; lalu jika λ0\lambda \ne 0 maka x1=0x_1 = 0 dan secara induktif x=0x = 0; sedangkan jika λ=0\lambda = 0, Sx=0Sx = 0 memaksa x=0x = 0 (sebab SS isometrik). Jadi tak ada nilai eigen. Sedangkan Sx=λxS^*x = \lambda x berbunyi xn+1=λxnx_{n+1} = \lambda x_n: sehingga x=x1(1,λ,λ2,)x = x_1(1, \lambda, \lambda^2, \dots), yang berada di 2\ell^2 tepat bila λ<1\abs\lambda < 1: yakni satu cakram terbuka penuh berisi nilai eigen. (b) SenSem=en+1em+1=2\norm{Se_n - Se_m} = \norm{e_{n+1} - e_{m+1}} = \sqrt2: sehingga peta (en)(e_n) yang terbatas tak bersubbarisan Cauchy; dan demikian pula Sen+1=enS^*e_{n+1} = e_n. Jadi keduanya tak kompak. (c) Bagi operator swa-adjoin kompak, nilai eigennya menangkap segalanya (Teorema 15.7); sedangkan dengan membuang salah satu hipotesisnya, nilai eigennya dapat lenyap sama sekali (SS, Volterra) atau memenuhi sebuah cakram (SS^*): sehingga objek yang tegar adalah spektrum {λ:TλI tak terbalikkan}\{\lambda : T - \lambda I \text{ tak terbalikkan}\}, yang teorinya termasuk kuliah berikutnya.

Latihan 15.11 ★★

(Akar kuadrat) Misalkan TT kompak, swa-adjoin, dan positif (yakni x,Tx0\langle x, Tx\rangle \geq 0) pada ruang Hilbert HH, dengan penguraian spektral Tx=nμnen,xenTx = \sum_n\mu_n\langle e_n, x\rangle e_n (dengan μn>0\mu_n > 0). (a) Definisikan Sx=nμnen,xenSx = \sum_n\sqrt{\mu_n}\,\langle e_n, x\rangle e_n; lalu tunjukkan bahwa SS kompak, swa-adjoin, positif, dengan S2=TS^2 = T. (b) Buktikan ketunggalannya: bahwa sembarang RR yang kompak, positif, dan swa-adjoin dengan R2=TR^2 = T mengawetkan ruang eigen TT (sebab RT=R3=TRRT = R^3 = TR: sehingga RR komutatif dengan TT, jadi R(ker(Tμ))ker(Tμ)R(\ker(T - \mu)) \subseteq \ker(T - \mu)), dan pada ker(Tμ)\ker(T - \mu), RR merupakan operator positif yang berkuadrat μid\mu\,\mathrm{id} pada ruang berdimensi berhingga: diagonalkanlah ia di sana lalu simpulkan R=μidR = \sqrt\mu\,\mathrm{id} pada setiap ruang eigennya, sehingga R=SR = S. (c) Hitunglah G\sqrt G untuk operator dawai GG pada Soal 15.1: kernel mana yang bernilai eigen 1nπ\frac1{n\pi} pada basis sinusnya? (Nyatakanlah G\sqrt G sebagai limit-L2L^2 kernelnya; tanpa perlu bentuk tertutup.)

Solusi

Solusi Latihan 15.11.

(a) SS merupakan operator diagonal berkoefisien μn0\sqrt{\mu_n} \to 0: jadi kompak (Latihan 15.2(b), yang dipindahkan ke basis (en)(e_n) yang dilengkapkan oleh kerT\ker T, tempat S=0S = 0), swa-adjoin (sebab diagonalnya real), positif (sebab x,Sx=μnen,x2\langle x, Sx\rangle = \sum\sqrt{\mu_n}\abs{\langle e_n, x\rangle}^2), dengan S2=TS^2 = T suku demi suku.

(b) Operator RR komutatif dengan T=R2T = R^2; lalu untuk sebuah vektor eigen xx milik TT bernilai eigen μ\mu: T(Rx)=RTx=μRxT(Rx) = RTx = \mu Rx, sehingga ruang eigen berdimensi berhingga Eμ=ker(Tμ)E_\mu = \ker(T - \mu) bersifat stabil-RR. Pada EμE_\mu, RR bersifat setangkup positif dengan R2=μidR^2 = \mu\,\mathrm{id}: sehingga nilai eigennya ρ\rho memenuhi ρ2=μ\rho^2 = \mu dengan ρ0\rho \geq 0: jadi semuanya sama dengan μ\sqrt\mu, dan operator terdiagonalkan yang bernilai eigen tunggal bersifat skalar: sehingga R=μidR = \sqrt\mu\,\mathrm{id} pada EμE_\mu. Sedangkan pada kerT\ker T: Rx2=x,R2x=x,Tx=0\norm {Rx}^2 = \langle x, R^2x\rangle = \langle x, Tx\rangle = 0. Jadi RR bersesuaian dengan SS pada kerT\ker T dan pada setiap ruang eigennya, yang rentang tertutupnya adalah HH (menurut teorema spektralnya): sehingga R=SR = S.

(c) Operator G\sqrt G bekerja sebagai 1nπ\frac1{n\pi} pada en=2sin(nπx)e_n = \sqrt2\sin(n\pi x): yakni operator kernel dengan

k(x,y)=n12sin(nπx)sin(nπy)nπ,k(x, y) = \sum_{n\geq1}\frac{2\sin(n\pi x)\sin(n\pi y)}{n\pi},

dengan deretnya konvergen di L2([0,1]2)L^2(\intcc01^2) (sebab koefisiennya 1nπ2\frac1{n\pi} \in \ell^2; dan kernel jumlah parsialnya memberikan hampiran rank berhingga). Jadi tak diperlukan bentuk tertutup dasar: sebab sisi spektralnya adalah operatornya.

Latihan 15.12 ★★★

(Penguraian nilai singular) Misalkan TL(H)T \in \mathcal L(H) kompak, yang tak harus swa-adjoin. (a) Tunjukkan bahwa TTT^*T kompak, swa-adjoin, dan positif; lalu misalkan (en)(e_n) keluarga ortonormal berisi vektor eigen dengan TTen=sn2enT^*Te_n = s_n^2e_n dan sn>0s_n > 0 (yakni nilai singularnya), yang dilengkapkan oleh ker(TT)=kerT\ker(T^*T) = \ker T (buktikanlah kesamaan ini). (b) Tetapkan fn=Tensnf_n = \frac{Te_n}{s_n}; lalu tunjukkan bahwa (fn)(f_n) ortonormal, dan tegakkanlah penguraian nilai singularnya:

Tx=nsnen,xfn(xH),Tx = \sum_n s_n\,\langle e_n, x\rangle\,f_n \qquad (x \in H),

dengan kekonvergenan di HH. (c) Turunkan: bahwa T=maxnsn\vertiii T = \max_ns_n; bahwa TT merupakan limit norma operator rank berhingga (yang membuktikan kembali konvers Proposisi 15.2 bagi ruang Hilbert); dan untuk operator Volterra VV pada Latihan 15.7, yang tak bernilai eigen, terangkanlah mengapa penguraian nilai singularnya tetap ada dan apa saja bahannya (kenalilah VVV^*V sebagai operator kernel bertipe dawai — sedangkan menghitung nilai eigennya secara eksplisit adalah wilayah Latihan 15.9).

Solusi

Solusi Latihan 15.12.

(a) TTT^*T bersifat kompak (sebab hasil kali operator terbatas dengan operator kompak, Latihan 15.3), swa-adjoin (sebab (TT)=TT(T^*T)^* = T^*T), dan positif (sebab x,TTx=Tx2\langle x, T^*Tx\rangle = \norm{Tx}^2). Untuk kernelnya: TTx=0Tx2=x,TTx=0Tx=0T^*Tx = 0 \Rightarrow \norm{Tx}^2 = \langle x, T^*Tx\rangle = 0 \Rightarrow Tx = 0, dan sebaliknya: sehingga kerTT=kerT\ker T^*T = \ker T. Lalu teorema spektralnya menyediakan (en)(e_n) yang ortonormal dengan TTen=sn2enT^*Te_n = s_n^2e_n dan sn>0s_n > 0, yang merentang (kerT)(\ker T)^\perp.

(b) fm,fn=Tem,Tensmsn=em,TTensmsn=sn2smsnδmn=δmn\langle f_m, f_n\rangle = \frac{\langle Te_m, Te_n\rangle}{s_ms_n} = \frac{\langle e_m, T^*Te_n\rangle}{s_ms_n} = \frac{s_n^2}{s_ms_n}\delta_{mn} = \delta_{mn}. Lalu uraikan x=x0+nen,xenx = x_0 + \sum_n\langle e_n, x\rangle e_n dengan x0kerTx_0 \in \ker T (lewat Parseval pada rentang tertutupnya ditambah kernelnya); lalu dengan menerapkan TT yang kontinu:

Tx=nen,xTen=nsnen,xfn,Tx = \sum_n\langle e_n, x\rangle\,Te_n = \sum_ns_n\langle e_n, x\rangle\,f_n,

dengan deretnya konvergen sebab jumlah parsialnya Cauchy (karena N<nMsnen,xfn2=sn2en,x2\norm{\sum_{N<n\leq M}s_n\langle e_n, x\rangle f_n}^2 = \sum s_n^2\abs{\langle e_n, x\rangle}^2, yang terdominasi oleh supn>Nsn2x2\sup_{n>N}s_n^2\cdot\norm x^2, dan sn0s_n \to 0).

(c) Tx2=nsn2en,x2(maxsn)2x2\norm{Tx}^2 = \sum_ns_n^2\abs{\langle e_n, x\rangle}^2 \leq (\max s_n)^2\norm x^2, yang tercapai pada ene_n pemberi maksimumnya: sehingga T=maxsn\vertiii T = \max s_n. Lalu memancung penguraiannya pada rank NN menyisakan operator bernorma supn>Nsn0\sup_{n>N}s_n \to 0: yakni hampiran rank berhingga. Sedangkan operator Volterra sama sekali tak bernilai eigen (Latihan 15.7), tetapi VVV^*V demikian: sebab VVf(x)=x10tf(s) ⁣ds ⁣dtV^*Vf(x) = \int_x^1\int_0^tf(s)\,\dd s\,\dd t merupakan operator kernel setangkup positif (berkernel 1max(x,y)1 - \max(x,y), yakni kernel Green bertipe dawai), yang pasangan eigennya — yang dihitung lewat soal nilai batas u=λ1u-u'' = \lambda^{-1}u dengan u(0)=u(1)=0u'(0) = u(1) = 0, yakni keluarga Latihan 15.9 — memberikan nilai singular sn=((n+12)π)1s_n = \bigl((n + \frac12)\pi\bigr)^{-1}. Jadi penguraian nilai singularnya hidup pada dua keluarga ortonormal justru karena VV memutar geometri eigennya menjauh: sehingga tanpa vektor eigen, namun berstruktur diagonal sempurna antara dua basis yang berbeda.

15.5 Soal: dawai yang bergetar dan ζ(2)\zeta(2)

Soal 15.1

Soal akhir pekan — operator Green, basis sinus, dan sebuah rumus trace

Kita menyelesaikan soal nilai eigen dawai yang bergetar dengan ujung tetap — yakni u=νu-u'' = \nu u, u(0)=u(1)=0u(0) = u(1) = 0 — lewat teori operator, memperoleh basis ortonormal sinusnya tanpa perhitungan Fourier apa pun, lalu menilaikan ζ(2)\zeta(2) dengan membandingkan dua ungkapan bagi trace operator Greennya. Definisikan, pada L2([0,1])L^2(\intcc01),

(Gf)(x)=01g(x,y)f(y) ⁣dy,g(x,y)=min(x,y)(1max(x,y)).(Gf)(x) = \int_0^1 g(x,y)\,f(y)\,\dd y, \qquad g(x, y) = \min(x,y)\,\bigl(1 - \max(x,y)\bigr).

Bagian I — Operator Greennya.

  1. Tunjukkan bahwa gg kontinu, setangkup, dengan 0g140 \leq g \leq \frac14, dan bahwa GG bersifat kompak dan swa-adjoin (Contoh 15.3(c)).
  2. Untuk ff yang kontinu, tunjukkan bahwa u=Gfu = Gf bersifat C2\mathcal C^2 dengan

    u=f,u(0)=u(1)=0-u'' = f, \qquad u(0) = u(1) = 0

    (tulislah u(x)=(1x)0xyf(y) ⁣dy+xx1(1y)f(y) ⁣dyu(x) = (1-x)\int_0^xyf(y)\dd y + x\int_x^1(1-y)f(y)\dd y lalu turunkan dua kali). Sebaliknya, jika uC2u \in \mathcal C^2 dengan u(0)=u(1)=0u(0) = u(1) = 0, maka G(u)=uG(-u'') = u: sehingga GG membalikkan operator dawainya.

  3. Tunjukkan kerG={0}\ker G = \{0\} (sebab jika Gf=0Gf = 0 dengan fL2f \in L^2: ujilah terhadap φ\varphi yang kontinu, pindahkan GG lewat kesetangkupan/Fubini ke φ\varphi, lalu pakailah lema fundamental Akibat 12.11 — atau regularkanlah), dan bahwa GG merupakan operator positif: yakni f,Gf0\langle f, Gf\rangle \geq 0. (Untuk ff yang kontinu: f,Gf=01(u)2\langle f, Gf\rangle = \int_0^1 (u')^2 dengan u=Gfu = Gf, lewat pengintegralan parsial; lalu simpulkan lewat kepadatannya.)

Bagian II — Pendiagonalannya: basis sinusnya.

  1. Tunjukkan bahwa fungsi eigen GG bernilai eigen λ0\lambda \ne 0 merupakan, sampai skalarnya, solusi λu=u-\lambda u'' = u, u(0)=u(1)=0u(0) = u(1) = 0 (sebab sebuah fungsi eigen mempunyai wakil yang kontinu — karena GfGf kontinu untuk fL2f \in L^2, mengapa? — sehingga ia C2\mathcal C^2 lewat pengangkatan pertanyaan 2).
  2. Selesaikan soal nilai batasnya: bahwa nilai eigen GG adalah λn=1n2π2\lambda_n = \frac1{n^2\pi^2} (dengan n1n \geq 1), dengan fungsi eigen ternormalkan en(x)=2sin(nπx)e_n(x) = \sqrt2\,\sin(n\pi x); lalu periksalah keortonormalannya lewat pengintegralan langsung sebagai uji kewarasan.
  3. Simpulkan dari Teorema 15.7 dan pertanyaan 3 bahwa (2sin(nπx))n1\bigl(\sqrt2\sin(n\pi x)\bigr)_{n\geq1} merupakan basis ortonormal L2([0,1])L^2(\intcc01) — tanpa Stone–Weierstrass dan tanpa deret Fourier. Lalu uraikan f(x)=x(1x)f(x) = x(1-x) pada basis ini dan tuliskan Parseval baginya.

Bagian III — Rumus tracenya dan ζ(2)\zeta(2).

  1. Buktikan kedua identitas

    en,Gen=λndann1λn=01g(x,x) ⁣dx.\langle e_n, Ge_n\rangle = \lambda_n \quad\text{dan}\quad \sum_{n\geq1}\lambda_n = \int_0^1 g(x,x)\,\dd x .

    Untuk yang kedua (yakni rumus tracenya): uraikan g(x,)g(x, \cdot), untuk xx yang tetap, pada basis (en)(e_n) — lalu tunjukkan bahwa koefisiennya adalah λnen(x)\lambda_ne_n(x), sehingga g(x,)=nλnen(x)eng(x, \cdot) = \sum_n\lambda_ne_n(x)\,e_n di L2L^2. Di sini sinusnya eksplisit: periksalah secara langsung bahwa nλnen(x)en(y)\sum_n\lambda_ne_n(x)e_n(y) konvergen secara seragam pada bujur sangkarnya (bandingkan dengan 2n2π2\sum \frac2{n^2\pi^2}), sehingga jumlahnya kontinu dan, karena beruraian-L2L^2 sama pada yy untuk setiap xx, sama dengan g(x,y)g(x,y) di mana-mana. Lalu tetapkan y=xy = x dan integralkan suku demi suku.

  2. Hitunglah 01g(x,x) ⁣dx=01x(1x) ⁣dx=16\int_0^1g(x,x)\dd x = \int_0^1x(1-x)\dd x = \frac16, lalu simpulkan

    n11n2π2=16,yakni ζ(2)=π26 :\sum_{n\geq1}\frac{1}{n^2\pi^2} = \frac16, \qquad\text{yakni}\qquad \boxed{\ \zeta(2) = \frac{\pi^2}{6}\ } :

    yakni jumlah Euler dari sebuah trace operator.

  3. Turunkanlah ζ(2)\zeta(2) dengan cara ketiga: terapkan Parseval pada basis sinusnya untuk fungsi konstan 1\mathbf 1, hitunglah n gasal1n2\sum_{n \text{ gasal}}\frac1{n^2}, lalu simpulkan. Lalu bandingkan mekanismenya: dalam arti apakah argumen trace pertanyaan 7–8 merupakan “Parseval yang diterapkan pada seluruh kernelnya sekaligus”?

Bagian IV — Dawainya bergetar.

  1. (Pemisahan variabel, yang disintesiskan) Untuk fL2f \in L^2, definisikan

    u(t,x)=n1  cncos(nπt)2sin(nπx),cn=en,f.u(t, x) = \sum_{n\geq1}\;c_n\, \cos(n\pi t)\,\sqrt2\sin(n\pi x), \qquad c_n = \langle e_n, f\rangle .

    Tunjukkan bahwa deretnya konvergen di L2([0,1])L^2(\intcc01) untuk setiap tt, bahwa tu(t,)t\mapsto u(t, \cdot) kontinu ke dalam L2L^2, dan bahwa untuk ff pada rentang berhingga banyak ene_n ia menyelesaikan persamaan gelombang t2u=x2u\partial_t^2u = \partial_x^2u dengan u(0)=fu(0) = f, tu(0)=0\partial_tu(0) = 0, dan ujung yang tetap. Nilai eigennya n2π2n^2\pi^2 adalah kuadrat frekuensinya: yakni harmonik dawainya — lalu terangkanlah tafsiran musik Teorema 15.7 dalam satu paragraf.

Bagian V — Buah hasil variasinya: metode pangkat, kestabilan Weyl, dan sebuah batas ketat bagi π\pi. Misalkan AA operator swa-adjoin kompak yang positif dengan nilai eigen μ1μ2>0\mu_1 \geq \mu_2 \geq \cdots > 0 dan vektor eigen ortonormal (un)(u_n); lalu R(x)=x,Axx2R(x) = \frac{\langle x, Ax\rangle}{\norm x^2}. Rumus min–maksnya adalah Latihan 15.8; dan di sini kita membelanjakannya.

  1. (Metode pangkat) Untuk x0x \neq 0 tulislah mp=nμnpun,x2m_p = \sum_n\mu_n^p\abs{\langle u_n, x\rangle}^2. Tunjukkan mpmp+2mp+12m_pm_{p+2} \geq m_{p+1}^2 (lewat Cauchy–Schwarz), lalu turunkan rantainya

    R(x)    Ax,Axx,Ax    R(Ax)    μ1,R(x) \;\leq\; \frac{\langle Ax, Ax\rangle}{\langle x, Ax\rangle} \;\leq\; R(Ax) \;\leq\; \mu_1,

    lalu buktikan bahwa jika u1,x0\langle u_1, x\rangle \neq 0, maka R(Akx)μ1R(A^kx) \to \mu_1: sehingga mengiterasikan operatornya pada sembarang vektor generik menghitung nilai eigen puncaknya — yakni metode pangkat analisis numerik, yang tersahihkan.

  2. (Kestabilan Weyl) Untuk A,BA, B yang swa-adjoin kompak dan positif, turunkan dari Latihan 15.8 bahwa

    μn(A)μn(B)    ABuntuk setiap n:\abs{\mu_n(A) - \mu_n(B)} \;\leq\; \vertiii{A - B} \qquad\text{untuk setiap } n :

    sehingga seluruh spektrumnya bersifat Lipschitz-11 dalam norma operatornya — jadi nilai eigen sistem setangkup yang besar dapat dihitung dari hampirannya dengan galat yang terjamin.

  3. Terapkan batas Rayleigh pada GG dengan fungsi uji u(x)=x(1x)u(x) = x(1-x): selesaikanlah w=u-w'' = u dengan w(0)=w(1)=0w(0) = w(1) = 0 untuk memperoleh Gu=w=x(1x)(1+xx2)12Gu = w = \frac{x(1-x)(1 + x - x^2)}{12}, lalu hitunglah

    u22=130,u,Gu=112(130+1140)=175040,R(u)=17168,\norm u_2^2 = \frac1{30}, \qquad \langle u, Gu\rangle = \frac1{12}\Bigl(\frac1{30} + \frac1{140}\Bigr) = \frac{17}{5040}, \qquad R(u) = \frac{17}{168},

    lalu simpulkan batas ketatnya 1π2=λ117168\frac1{\pi^2} = \lambda_1 \geq \frac{17}{168}, yakni π168/17<3.1437\pi \leq \sqrt{168/17} < 3.1437.

  4. Satu langkah rantai pertanyaan 11, pada fungsi uji yang sama: dengan memakai 01(xx2)4 ⁣dx=1630\int_0^1(x - x^2)^4\dd x = \frac1{630}, hitunglah

    Gu22=1144(130+2140+1630)=3190720,Gu,Guu,Gu=31306,\norm{Gu}_2^2 = \frac1{144}\Bigl(\frac1{30} + \frac2{140} + \frac1{630}\Bigr) = \frac{31}{90720}, \qquad \frac{\langle Gu, Gu\rangle}{\langle u, Gu\rangle} = \frac{31}{306},

    lalu simpulkan π306/31<3.1419\pi \leq \sqrt{306/31} < 3.1419: yakni dua integral, empat angka yang benar. (Setiap iterasi berikutnya kira-kira mengkuadratkan ketelitiannya: sebab jurang vektor eigennya λ1/λ2=4\lambda_1/\lambda_2 = 4 menggerakkan kekonvergenan geometrinya.)

Bagian VI — Jejak G2G^2, dan ζ(4)\zeta(4).

  1. Tunjukkan bahwa nλn2=[0,1]2g(x,y)2 ⁣dx ⁣dy\sum_n\lambda_n^2 = \iint_{\intcc01^2}g(x,y)^2\,\dd x\,\dd y (uraikan gg pada basis hasil kalinya (em(x)en(y))m,n(e_m(x)e_n(y))_{m,n} dari L2([0,1]2)L^2(\intcc01^2) — yakni sebuah basis Hilbert, bandingkan Latihan 15.5 — lalu terapkan Parseval pada bujur sangkarnya; sedangkan pertanyaan 7 mengenali koefisiennya).
  2. Hitunglah integral rangkapnya:

    g2=201(1x)2(0xy2 ⁣dy) ⁣dx=2301x3(1x)2 ⁣dx=190.\iint g^2 = 2\int_0^1(1-x)^2\Bigl(\int_0^x y^2\,\dd y\Bigr)\dd x = \frac23\int_0^1x^3(1-x)^2\,\dd x = \frac1{90} .
  3. Simpulkan ζ(4)=π490\zeta(4) = \dfrac{\pi^4}{90}; lalu terangkan, tanpa perhitungan, bagaimana trace pangkat yang lebih tinggi GkG^k menghasilkan ζ(2k)π2kQ\zeta(2k) \in \pi^{2k}\,\Q untuk setiap k1k \geq 1, dan mengapa nilai gasalnya ζ(3),ζ(5),\zeta(3), \zeta(5), \dots secara struktural berada di luar jangkauan mesin ini.
  4. (π\pi dari bawah) Dari λ12nλn2=190\lambda_1^2 \leq \sum_n\lambda_n^2 = \frac1{90} turunkan π901/4>3.080\pi \geq 90^{1/4} > 3.080, lalu rakitlah bersama pertanyaan 14 putusan dua sisinya

    3.080  <  π  <  3.1419,3.080 \;<\; \pi \;<\; 3.1419,

    yang diperoleh sepenuhnya dari aritmetika dawai yang bergetar. Sisi mana yang konvergen lebih cepat bila orang memakai trace yang lebih tinggi (trG2k)1/4k(\operatorname{tr}G^{2k})^{-1/4k}, dan mengapa?

Bagian VII — Penggerakan dan resonansi. Tetapkan νR\nu \in \R lalu tinjaulah dawai yang digerakkan uνu=f-u'' - \nu u = f, u(0)=u(1)=0u(0) = u(1) = 0, dengan fL2f \in L^2 dan cn=en,fc_n = \langle e_n, f\rangle.

  1. Andaikan ν{n2π2:n1}\nu \notin \{n^2\pi^2 : n \geq 1\}. Tunjukkan bahwa

    u=n1cnn2π2νenu = \sum_{n\geq1}\frac{c_n}{n^2\pi^2 - \nu}\,e_n

    konvergen di L2L^2 dan secara seragam pada [0,1]\intcc01 (lewat Cauchy–Schwarz antara (cn)(c_n) dan ekor n4\sum n^{-4}, dengan en=2\norm{e_n}_\infty = \sqrt2), dan bahwa ia memenuhi u=Gf+νGuu = Gf + \nu Gu — yakni bentuk berkoordinat eksplisit alternatif Fredholm (Teorema 15.8), beserta ketunggalannya.

  2. Andaikan ν=m2π2\nu = m^2\pi^2. Tunjukkan bahwa u=Gf+νGuu = Gf + \nu Gu bersolusi jika dan hanya jika cm=0c_m = 0, dan tunggal sampai penambahan kelipatan eme_m. Bacaan fisikanya: yakni mendorong ayunan tepat pada frekuensinya sendiri.
  3. Untuk ν<π2\nu < \pi^2, tunjukkan bahwa operator solusinya Rν ⁣:fuR_\nu\colon f \mapsto u terbatas pada L2L^2 dengan norma 1π2ν\frac1{\pi^2 - \nu}, kompak, swa-adjoin, dan positif: sehingga seluruh analisis spektralnya berulang, tergeser sejauh ν\nu.
  4. (Sintesis) Susunlah kamus soal ini: nilai eigen \leftrightarrow kuadrat frekuensi (harmonik); trace \leftrightarrow ζ(2)\zeta(2); norma Hilbert–Schmidt \leftrightarrow ζ(4)\zeta(4); alternatif Fredholm \leftrightarrow resonansi; min–maks \leftrightarrow batas variasi (dengan π<3.1437\pi < 3.1437 dari satu polinomial). Yakni satu operator integral, lima bab analisis yang diuangkan.

Bagian VIII — Tiga gema terakhir.

  1. (ζ(6)\zeta(6), secara cuma-cuma) Identitas Parseval pertanyaan 6 memberikan n gasaln6=π6960\sum_{n\text{ gasal}}n^{-6} = \frac{\pi^6}{960}. Pisahkan ζ(6)\zeta(6) menurut nn yang gasal dan genap lalu simpulkan

    ζ(6)=π6945,\zeta(6) = \frac{\pi^6}{945},

    tanpa integral baru: sebab mesin pertanyaan 17 (yakni trace G3G^3) akan menghasilkan nilai yang sama dengan biaya sebuah kernel teriterasi — jadi Parseval pada satu fungsi yang terpilih baik adalah jalur yang lebih murah di sini.

  2. (Keadaan dasarnya positif) Misalkan AA operator swa-adjoin kompak positif pada L2([0,1])L^2(\intcc01) yang diberikan oleh kernel setangkup kontinu k>0k > 0 pada (0,1)2\intoo01^2, bernilai eigen terbesar μ1\mu_1. Tunjukkan bahwa: (a) sembarang pemberi maksimum hasil bagi Rayleighnya merupakan fungsi eigen-μ1\mu_1; (b) jika uu salah satunya, maka u,Auu,Au\langle\abs u, A\abs u\rangle \geq \langle u, Au\rangle, dengan ketaksamaan sejati jika uu bertanda dua-duanya pada himpunan berukuran positif — sehingga uu bertanda tetap hampir di mana-mana, dan u=μ11Auu = \mu_1^{-1}Au tak pernah lenyap pada (0,1)\intoo01; (c) μ1\mu_1 merupakan nilai eigen yang sederhana. Lalu periksalah setiap klaimnya pada GG: sebab e1=2sin(πx)>0e_1 = \sqrt2\sin(\pi x) > 0, dan setiap ene_n dengan n2n \geq 2, karena ortogonal terhadap e1e_1, haruslah berganti tanda (dan memang: sebab ia berakar n1n - 1 kali di interiornya).
  3. (Jarak ke spektrumnya, dan harga resonansinya) Untuk ν{n2π2}\nu \notin \{n^2\pi^2\}, tunjukkan bahwa operator solusi RνR_\nu pada pertanyaan 19 bersifat terbatas, swa-adjoin, kompak, dengan

    Rν=1minn1n2π2ν=1dist(ν,{n2π2}),\vertiii{R_\nu} = \frac1{\min_{n\geq1}\,\abs{n^2\pi^2 - \nu}} = \frac1{\operatorname{dist}\bigl(\nu, \{n^2\pi^2\}\bigr)},

    dengan normanya tercapai pada ragam yang terdekat. Lalu ukurlah ayunan pertanyaan 20: sebab menggerakkannya dengan f=e1f = e_1 pada ν=(1ε)π2\nu = (1 - \varepsilon)\pi^2 menghasilkan u=1επ2e1u = \frac{1}{\varepsilon\pi^2}\,e_1, yakni penguatan sebesar 1ε\frac1\varepsilon atas tanggapan statisnya Ge1=1π2e1Ge_1 = \frac1{\pi^2}e_1 — sehingga pada satu persen di bawah nada dasarnya (yakni ε=102\varepsilon = 10^{-2}), dawainya menjawab seratus kali lebih keras.

Solusi

Solusi Soal 15.1.

1. Kekontinuannya: sebab min\min dan max\max kontinu; kesetangkupannya: sebab menukar x,yx, y tak menukar min(x,y)\min(x,y) maupun 1max(x,y)1 - \max(x,y). Batasnya: 0g0 \leq g, dan batas bertipe g(x,y)max(1max)g(x,y) \leq \max\cdot(1-\max) memberikan g14g \leq \frac14 (sebab untuk u=maxu = \max: minu\min \leq u sehingga gu(1u)14g \leq u(1-u) \leq \frac14). Lalu gL2()g \in L^2(\square): jadi Hilbert–Schmidt, sehingga GG kompak (Latihan 15.4); dan kernelnya real setangkup: sehingga GG swa-adjoin.

2. Dengan memisahkannya di y=xy = x:

u(x)=(1x)0xyf(y) ⁣dy+xx1(1y)f(y) ⁣dy.u(x) = (1 - x)\int_0^x y\,f(y)\,\dd y + x\int_x^1(1 - y)\,f(y)\,\dd y .

Untuk ff yang kontinu, turunkanlah (lewat aturan hasil kali dan teorema fundamentalnya):

u(x)=0xyf+x1(1y)f(sebab suku batasnya saling meniadakan),u'(x) = -\int_0^xyf + \int_x^1(1-y)f \qquad\text{(sebab suku batasnya saling meniadakan)},

dan u(x)=xf(x)(1x)f(x)=f(x)u''(x) = -xf(x) - (1 - x)f(x) = -f(x); sedangkan jelaslah u(0)=u(1)=0u(0) = u(1) = 0. Sebaliknya jika uC2u \in \mathcal C^2 lenyap di kedua ujungnya, maka w=uG(u)w = u - G(-u'') memenuhi w=0w'' = 0 dengan w(0)=w(1)=0w(0) = w(1) = 0: sehingga ww afin dan lenyap dua kali, jadi w=0w = 0.

3. Misalkan Gf=0Gf = 0 dengan fL2f \in L^2. Untuk ψCc((0,1))\psi \in \mathcal C_c^\infty(\intoo01): ψ=G(ψ)\psi = G(-\psi'') menurut pertanyaan 2, sehingga

f,ψ=f,G(ψ)=Gf,ψ=0\langle f, \psi\rangle = \langle f, G(-\psi'')\rangle = \langle Gf, -\psi''\rangle = 0

(sebab GG swa-adjoin): sehingga menurut lema fundamentalnya (Akibat 12.11), f=0f = 0 hampir di mana-mana. Untuk kepositifannya: bagi ff yang kontinu, dengan u=Gfu = Gf,

f,Gf=01fu=01(u)u=[uu]01+01(u)2=01(u)20;\langle f, Gf\rangle = \int_0^1 fu = \int_0^1(-u'')u = \bigl[-u'u\bigr]_0^1 + \int_0^1(u')^2 = \int_0^1(u')^2 \geq 0 ;

sedangkan untuk fL2f \in L^2, hampirilah di L2L^2 oleh fnf_n yang kontinu: maka kedua ruasnya beralih ke limitnya (sebab GG terbatas).

4. Jika Gu=λuGu = \lambda u dengan λ0\lambda \neq 0: maka GuGu kontinu (sebab Gu(x)Gu(x)g(x,)g(x,)2u2\abs{Gu(x) - Gu(x')} \leq \norm{g(x,\cdot) - g(x',\cdot)}_2\norm u_2, dan kernelnya kontinu seragam), sehingga uu mempunyai wakil yang kontinu; lalu rumus pertanyaan 2 menunjukkan GuC2Gu \in \mathcal C^2, sehingga u=1λGuC2u = \frac1\lambda Gu \in \mathcal C^2 dengan λu=(Gu)=u-\lambda u'' = -(Gu)'' = u dan u(0)=u(1)=0u(0) = u(1) = 0.

5. Dari λu=u-\lambda u'' = u dengan u(0)=0u(0) = 0: u=Asin(x/λ)u = A\sin(x/\sqrt \lambda) (dengan λ\lambda yang positif: sebab menurut pertanyaan 3, λ=u,Gu/u2>0\lambda = \langle u, Gu\rangle/\norm u^2 > 0 pada vektor eigennya). Lalu u(1)=0u(1) = 0 memaksa 1λ=nπ\frac1{\sqrt\lambda} = n\pi: sehingga λn=1n2π2\lambda_n = \frac1{n^2\pi^2}, dengan fungsi eigen sin(nπx)\sin(n\pi x), yang ternormalkan en=2sin(nπx)e_n = \sqrt2\sin(n\pi x) (sebab 012sin2(nπx) ⁣dx=1\int_0^12\sin^2(n\pi x)\dd x = 1). Untuk pemeriksaan keortogonalannya: 2sin(mπx)sin(nπx)=cos((mn)πx)cos((m+n)πx)2\sin(m\pi x)\sin(n\pi x) = \cos((m-n)\pi x) - \cos((m+n)\pi x) berintegral 00 untuk mnm \neq n.

6. Karena kerG={0}\ker G = \{0\} (pertanyaan 3), maka Teorema 15.7(1) memberikan H=Vect(en)H = \overline{\operatorname{Vect}}(e_n): sehingga sinusnya merupakan basis Hilbert L2([0,1])L^2(\intcc01). Untuk f(x)=x(1x)f(x) = x(1 - x):

cn=201x(1x)sin(nπx) ⁣dx=2  2(1(1)n)n3π3={42n3π3n gasal,0n genap,c_n = \sqrt2\int_0^1x(1-x)\sin(n\pi x)\,\dd x = \sqrt2\;\frac{2\bigl(1 - (-1)^n\bigr)}{n^3\pi^3} = \begin{cases}\dfrac{4\sqrt2}{n^3\pi^3} & n \text{ gasal},\\ 0 & n \text{ genap},\end{cases}

(lewat dua kali pengintegralan parsial). Lalu Parseval: 01x2(1x)2 ⁣dx=130=n gasal32n6π6\int_0^1x^2(1-x)^2\dd x = \frac1{30} = \sum_{n \text{ gasal}}\frac{32}{n^6\pi^6}, yakni n gasaln6=π6960\sum_{n\text{ gasal}}n^{-6} = \frac{\pi^6}{960}.

7. Berlaku en,Gen=λnen2=λn\langle e_n, Ge_n\rangle = \lambda_n\norm{e_n}^2 = \lambda_n. Untuk xx yang tetap, koefisien g(x,)g(x, \cdot): en,g(x,)=(Gen)(x)=λnen(x)\langle e_n, g(x,\cdot)\rangle = (Ge_n)(x) = \lambda_ne_n(x), sehingga g(x,)=nλnen(x)eng(x,\cdot) = \sum_n\lambda_ne_n(x)\,e_n di L2L^2. Sedangkan deret eksplisitnya nλnen(x)en(y)=n2sin(nπx)sin(nπy)n2π2\sum_n\lambda_ne_n(x)e_n(y) = \sum_n\frac{2\sin(n\pi x)\sin(n\pi y)}{n^2\pi^2} konvergen secara normal pada bujur sangkarnya (sebab sukunya2n2π2\abs{\text{sukunya}} \leq \frac2{n^2\pi^2}): sehingga jumlahnya kontinu, dan untuk setiap xx ia berkoefisien L2( ⁣dy)L^2(\dd y) sama dengan g(x,)g(x, \cdot): jadi kedua fungsi kontinunya bersesuaian untuk setiap (x,y)(x, y). Lalu dengan menetapkan y=xy = x dan mengintegralkannya (sebab kekonvergenan normalnya mengizinkan pengintegralan yang suku demi suku):

01g(x,x) ⁣dx=nλn01en(x)2 ⁣dx=nλn.\int_0^1g(x,x)\,\dd x = \sum_n\lambda_n\int_0^1e_n(x)^2\dd x = \sum_n\lambda_n .

8. Berlaku 01g(x,x) ⁣dx=01x(1x) ⁣dx=16\int_0^1g(x,x)\dd x = \int_0^1x(1 - x)\dd x = \frac16, sehingga n11n2π2=16\sum_{n\geq1}\frac1{n^2\pi^2} = \frac16:

ζ(2)=n11n2=π26.\zeta(2) = \sum_{n\geq1}\frac1{n^2} = \frac{\pi^2}6 .

9. Untuk f=1f = \mathbf 1: cn=201sin(nπx) ⁣dx=21(1)nnπc_n = \sqrt2\int_0^1\sin(n\pi x)\dd x = \sqrt2\,\frac{1 - (-1)^n}{n\pi}: sehingga cn=22nπc_n = \frac{2\sqrt2}{n\pi} untuk nn yang gasal, dan 00 untuk yang genap. Lalu Parseval: 1=n gasal8n2π21 = \sum_{n\text{ gasal}}\frac{8}{n^2\pi^2}, sehingga n gasaln2=π28\sum_{n\text{ gasal}}n^{-2} = \frac{\pi^2}8, dan ζ(2)=π281114=π26\zeta(2) = \frac{\pi^2}8\cdot\frac{1}{1 - \frac14} = \frac{\pi^2}6 (sebab suku genapnya adalah 14ζ(2)\frac14\zeta(2)). Perbandingannya: Parseval untuk satu ff menjumlahkan en,f2\abs{\langle e_n, f\rangle}^2; sedangkan rumus tracenya mengintegralkan diagonal kernelnya, yang setara dengan menjumlahkan Parseval atas seluruh keluarga ortonormalnya sekaligus — nen,Gen\sum_n\langle e_n, Ge_n\rangle — sehingga ia buta terhadap pilihan fungsi uji tertentu mana pun.

10. Berlaku cncos(nπt)cn\abs{c_n\cos(n\pi t)} \leq \abs{c_n} dengan cn2<\sum\abs{c_n}^2 < \infty: sehingga untuk setiap tt deretnya konvergen di L2L^2 (lewat uraian ortonormalnya, Teorema 13.7(3)); sedangkan batas ekornya u(t)uN(t)22n>Ncn2\norm{u(t) - u_N(t)}_2^2 \leq \sum_{n>N}\abs{c_n}^2 bersifat seragam terhadap tt, dan setiap jumlah parsialnya kontinu terhadap tt (sebab berupa berhingga banyak kosinus): jadi tu(t,)t \mapsto u(t,\cdot) kontinu ke dalam L2L^2. Untuk f=nNcnenf = \sum_{n\leq N}c_ne_n: setiap ragamnya cos(nπt)sin(nπx)\cos(n\pi t)\sin(n\pi x) memenuhi t2=n2π2=x2\partial_t^2 = -n^2\pi^2 = \partial_x^2 yang diterapkan padanya, lenyap di x=0,1x = 0, 1, bernilai sin(nπx)\sin(n\pi x) dan berturunan waktu 00 di t=0t = 0: sehingga jumlah berhingganya menyelesaikan segalanya. Secara musik: gerak dawainya merupakan tumpangan gelombang tegak ene_n, yang frekuensinya nπn\pi adalah nada dasar dan nada atasnya; sedangkan teorema spektralnya mengatakan bahwa setiap bentuk awal terurai secara tunggal menjadi nada murni ini, dengan koefisien cnc_n sebagai warna suaranya. Jadi mendengar dawai adalah menghitung uraian ortonormal.

11. Dengan an=un,x2a_n = \abs{\langle u_n, x\rangle}^2: mp+1=nμnp+1an=n(μnp/2an)(μnp/2+1an)mpmp+2m_{p+1} = \sum_n\mu_n^{p+1}a_n = \sum_n\bigl(\mu_n^{p/2} \sqrt{a_n}\bigr)\bigl(\mu_n^{p/2+1}\sqrt{a_n}\bigr) \leq \sqrt{m_p\,m_{p+2}} (lewat Cauchy–Schwarz di 2\ell^2). Karena itu nisbah mp+1/mpm_{p+1}/m_p bersifat tak turun terhadap pp; lalu karena R(x)=m1m0R(x) = \frac{m_1}{m_0}, Ax,Axx,Ax=m2m1\frac{\langle Ax, Ax\rangle} {\langle x, Ax\rangle} = \frac{m_2}{m_1} dan R(Ax)=m3m2R(Ax) = \frac{m_3}{m_2}, rantainya menyusul, dengan setiap sukunya μ1\leq \mu_1 sebab mp+1μ1mpm_{p+1} \leq \mu_1m_p suku demi suku. Untuk kekonvergenannya: jika a1>0a_1 > 0 (dengan menulis bobot total nilai eigen puncaknya sebagai a1a_1), maka

μ1R(Akx)=m2k+1m2k=μ1a1+μn<μ1(μn/μ1)2k+1ana1+μn<μ1(μn/μ1)2kanμ1,\mu_1 \geq R(A^kx) = \frac{m_{2k+1}}{m_{2k}} = \mu_1\,\frac{a_1 + \sum_{\mu_n<\mu_1}(\mu_n/\mu_1)^{2k+1} a_n}{a_1 + \sum_{\mu_n<\mu_1}(\mu_n/\mu_1)^{2k}a_n} \longrightarrow \mu_1,

lewat kekonvergenan terdominasi jumlahnya (sebab nisbahnya <1< 1): sehingga metode pangkatnya konvergen untuk setiap vektor awal yang tak ortogonal terhadap ruang eigen puncaknya.

12. Secara titik demi titik, x,(AB)xABx2\abs{\langle x, (A - B)x\rangle} \leq \vertiii{A - B}\,\norm x^2, sehingga RA(x)RB(x)+ABR_A(x) \leq R_B(x) + \vertiii{A - B} untuk setiap xx. Lalu memasukkan ini ke rumus maks–min Latihan 15.8: μn(A)μn(B)+AB\mu_n(A) \leq \mu_n(B) + \vertiii{A - B}, dan secara setangkup pada A,BA, B: sehingga μn(A)μn(B)AB\abs{\mu_n(A) - \mu_n(B)} \leq \vertiii{A - B} untuk setiap nn sekaligus.

13. Persamaan w=xx2-w'' = x - x^2 terintegralkan menjadi w=x36+x412+cxw = -\frac{x^3}6 + \frac{x^4}{12} + cx (dengan w(0)=0w(0) = 0), dan w(1)=0w(1) = 0 memberikan c=112c = \frac1{12}:

w=x42x3+x12=x(1x)(1+xx2)12=Gu.w = \frac{x^4 - 2x^3 + x}{12} = \frac{x(1-x)(1 + x - x^2)}{12} = Gu .

Lalu u22=01x2(1x)2=130\norm u_2^2 = \int_0^1x^2(1-x)^2 = \frac1{30}, dan dengan 01x3(1x)3=B(4,4)=1140\int_0^1x^3(1-x)^3 = B(4,4) = \frac1{140}:

u,Gu=112(130+1140)=175040,R(u)=17/50401/30=17168.\langle u, Gu\rangle = \frac1{12}\Bigl(\frac1{30} + \frac1{140}\Bigr) = \frac{17}{5040}, \qquad R(u) = \frac{17/5040}{1/30} = \frac{17}{168} .

Jadi 1π2=λ117168\frac1{\pi^2} = \lambda_1 \geq \frac{17}{168}, yakni π216817=9.8824\pi^2 \leq \frac{168}{17} = 9.8824: sehingga π3.14364<3.1437\pi \leq 3.14364 < 3.1437 (dengan nilai sejatinya π2=9.8696\pi^2 = 9.8696). Yakni sebuah polinomial, sebuah integral, sebuah angka.

14. Tulis u=xx2u = x - x^2, sehingga Gu=u(1+u)12Gu = \frac{u(1 + u)}{12} dan, dengan memakai u2=130\int u^2 = \frac1{30}, u3=1140\int u^3 = \frac1{140}, dan u4=B(5,5)=4!4!9!=1630\int u^4 = B(5,5) = \frac{4!\,4!}{9!} = \frac1{630}:

Gu22=1144u2(1+u)2=1144(130+2140+1630)=1144621260=3190720.\norm{Gu}_2^2 = \frac1{144}\int u^2(1+u)^2 = \frac1{144}\Bigl(\frac1{30} + \frac2{140} + \frac1{630}\Bigr) = \frac1{144}\cdot\frac{62}{1260} = \frac{31}{90720} .

Karena itu Gu,Guu,Gu=31/9072017/5040=31306\frac{\langle Gu, Gu\rangle}{\langle u, Gu\rangle} = \frac{31/90720}{17/5040} = \frac{31}{306}, dan menurut pertanyaan 11 ini tetap μ1=1π2\leq \mu_1 = \frac1{\pi^2}: sehingga π230631=9.87097\pi^2 \leq \frac{306}{31} = 9.87097, yakni π3.14181<3.1419\pi \leq 3.14181 < 3.1419 — yakni empat angka (dan iterasi berikutnya akan memberikan sekitar delapan, sebab galatnya mengerut sebesar (λ2/λ1)2=116(\lambda_2/\lambda_1)^2 = \frac1{16} setiap langkah).

15. Keluarga (emen)(x,y)=em(x)en(y)(e_m \otimes e_n)(x,y) = e_m(x)e_n(y) merupakan basis Hilbert L2([0,1]2)L^2(\intcc01^2) (dengan keortonormalannya lewat Tonelli; dan ketotalannya seperti pada Latihan 15.5). Menurut pertanyaan 7, untuk xx yang tetap: g(x,)=nλnen(x)eng(x, \cdot) = \sum_n\lambda_ne_n(x)e_n, sehingga koefisien gg pada emene_m\otimes e_n adalah

emen, g=01em(x)λnen(x) ⁣dx=λnδmn.\langle e_m\otimes e_n,\ g\rangle = \int_0^1 e_m(x)\,\lambda_n e_n(x)\,\dd x = \lambda_n\,\delta_{mn} .

Lalu Parseval pada bujur sangkarnya:

g2=m,nemen,g2=nλn2.\iint g^2 = \sum_{m,n}\abs{\langle e_m\otimes e_n, g\rangle}^2 = \sum_n\lambda_n^2 .

16. Menurut kesetangkupan gg,

g2=2y<xy2(1x)2=201(1x)2x33 ⁣dx=23B(4,3)=233!2!6!=23160=190.\iint g^2 = 2\iint_{y<x}y^2(1-x)^2 = 2\int_0^1(1-x)^2\,\frac{x^3}3\,\dd x = \frac23\,B(4, 3) = \frac23\cdot\frac{3!\,2!}{6!} = \frac23\cdot\frac1{60} = \frac1{90} .

17. Digabungkan: n1n4π4=190\sum_n\frac1{n^4\pi^4} = \frac1{90}, yakni ζ(4)=π490\zeta(4) = \frac{\pi^4}{90}. Secara umum, tr(Gk)=λnk=ζ(2k)π2k\operatorname{tr}(G^k) = \sum\lambda_n^k = \frac{\zeta(2k)}{\pi^{2k}} sama dengan sebuah integral teriterasi atas hasil kali kernel polinomial rasional gg pada kubus-kk: yakni sebuah bilangan rasional. Karena itu ζ(2k)π2kQ\zeta(2k) \in \pi^{2k}\Q untuk setiap kk. Mesinnya hanya mencapai argumen genap sebab nilai eigennya masuk lewat pangkatnya — yakni λnk\sum\lambda_n^k — dan λn=1n2π2\lambda_n = \frac1{n^2\pi^2}: sehingga tak ada gabungan trace yang menghasilkan n3\sum n^{-3}; sedangkan sifat aritmetika ζ(3)\zeta(3) (yang irasional menurut Apéry, dengan ketranssendenannya masih terbuka) terletak di luar pembukuan spektralnya.

18. Suku puncak sebuah jumlah bersuku positif bernilai paling banyak jumlahnya: λ12λn2=190\lambda_1^2 \leq \sum\lambda_n^2 = \frac1{90}, sehingga 1π2190\frac1{\pi^2} \leq \frac1{\sqrt{90}} dan π901/4=3.0801\pi \geq 90^{1/4} = 3.0801\ldots Bersama pertanyaan 14: 3.080<π<3.14193.080 < \pi < 3.1419, lewat aritmetika dawai belaka. Sedangkan trace yang lebih tinggi menajamkan batas bawahnya secara geometri: λ1(trG2k)1/2k=λ1(1+n2(λn/λ1)2k)1/2k\lambda_1 \leq (\operatorname{tr}G^{2k})^{1/2k} = \lambda_1\bigl(1 + \sum_{n\geq2}(\lambda_n/\lambda_1)^{2k} \bigr)^{1/2k}, dan faktor parasitnya mati secepat (14)2k12k\bigl(\tfrac14\bigr)^{2k}\cdot\frac1{2k} — yakni mekanisme jurang spektral yang sama seperti kekonvergenan metode pangkat (pertanyaan 11), yang dilihat dari sisi tracenya.

19. Berlaku n2π2νδ>0\abs{n^2\pi^2 - \nu} \geq \delta > 0 untuk setiap nn (sebab barisan n2π2n^2\pi^2 \to \infty menghindari ν\nu dengan sebuah selisih), dan n2π2νn2π22\abs{n^2\pi^2 - \nu} \geq \frac{n^2\pi^2}2 untuk nn yang besar. Untuk kekonvergenan L2L^2-nya: koefisiennya cnn2π2ν\frac{c_n}{n^2\pi^2 - \nu} terjumlahkan kuadrat (sebab terdominasi oleh cnδ\frac{\abs{c_n}}\delta). Untuk kekonvergenan seragamnya: norma sup ekornya terbatas oleh 2n>Ncnn2π2ν22π2(cn2)1/2(n>Nn4)1/20\sqrt2\sum_{n>N} \frac{\abs{c_n}}{\abs{n^2\pi^2 - \nu}} \leq \frac{2\sqrt2}{\pi^2}\bigl(\sum\abs{c_n}^2\bigr)^{1/2} \bigl(\sum_{n>N}n^{-4}\bigr)^{1/2} \to 0 (lewat Cauchy–Schwarz). Untuk pemeriksaannya: Gf+νGuGf + \nu Gu berkoefisien-ene_n

λncn+νλncnn2π2ν=cnn2π2(1+νn2π2ν)=cnn2π2ν:\lambda_nc_n + \frac{\nu\lambda_nc_n}{n^2\pi^2 - \nu} = \frac{c_n}{n^2\pi^2}\Bigl(1 + \frac{\nu}{n^2\pi^2 - \nu}\Bigr) = \frac{c_n}{n^2\pi^2 - \nu} :

yakni tepat koefisien uu, sehingga u=Gf+νGuu = Gf + \nu Gu; sedangkan ketunggalannya sebab selisih vv dua solusinya memenuhi v=νGvv = \nu Gv, yakni en,v(n2π2ν)=0\langle e_n, v\rangle(n^2\pi^2 - \nu) = 0 untuk setiap nn: jadi v=0v = 0.

20. Seperti pada pertanyaan 19, persamaan u=Gf+νGuu = Gf + \nu Gu setara dengan keluarga persamaan koefisiennya (n2π2ν)en,u=cn(n^2\pi^2 - \nu)\,\langle e_n, u\rangle = c_n dengan n1n \geq 1. Untuk n=mn = m ruas kirinya adalah 00: sehingga keterselesaiannya memaksa cm=0c_m = 0, dan lalu em,u\langle e_m, u\rangle bebas sedangkan semua koefisien lainnya tertentukan: jadi solusinya membentuk garis u0+Remu_0 + \R e_m. Untuk resonansinya: sebuah penggerak yang berkomponen pada ragam eigennya memompakan energi ke dalamnya tanpa batas — yakni ayunan yang didorong pada frekuensinya sendiri.

21. Dari rumus pertanyaan 19, Rνf22=cn2(n2π2ν)2f2(π2ν)2\norm{R_\nu f}_2^2 = \sum\frac{\abs{c_n}^2}{(n^2\pi^2 - \nu)^2} \leq \frac{\norm f^2}{(\pi^2 - \nu)^2} (sebab untuk ν<π2\nu < \pi^2 nilai eigen terdekatnya adalah π2\pi^2), dengan kesamaannya didekati pada f=e1f = e_1: sehingga norma operatornya 1π2ν\frac1{\pi^2 - \nu}. Untuk kekompakannya: RνR_\nu merupakan limit norma pancungan rank berhingganya (sebab koefisien ekornya 1n2π2ν0\frac1{n^2\pi^2 - \nu} \to 0); sedangkan keswa-adjoinan dan kepositifannya terbaca dari bentuk diagonalnya (sebab semua koefisiennya 1n2π2ν>0\frac1{n^2\pi^2 - \nu} > 0). Jadi RνR_\nu bernilai eigen 1n2π2ν\frac1{n^2\pi^2 - \nu}: sehingga analisis Bagian I–VI berulang kata demi kata.

22. Kamusnya: nilai eigen λn=1n2π2\lambda_n = \frac1{n^2\pi^2} \leftrightarrow kuadrat frekuensi n2π2n^2\pi^2 harmonik ke-nn; trace λn=16\sum \lambda_n = \frac16 \leftrightarrow ζ(2)=π26\zeta(2) = \frac{\pi^2}6; norma Hilbert–Schmidt g2=190\iint g^2 = \frac1{90} \leftrightarrow ζ(4)=π490\zeta(4) = \frac{\pi^4}{90}; alternatif Fredholm \leftrightarrow resonansi dawai yang digerakkan; min–maks \leftrightarrow taksiran variasi, sampai π<3.1437\pi < 3.1437 dari satu polinomial. Di balik setiap pasangannya, objek yang sama: yakni satu operator swa-adjoin kompak, yang didiagonalkan sekali lalu dieksploitasi lima cara.

23. Dengan memisahkannya menurut paritas lalu menyubstitusikan n=2mn = 2m pada bagian genapnya,

ζ(6)=n gasal1n6+m11(2m)6=π6960+ζ(6)64,\zeta(6) = \sum_{n\text{ gasal}}\frac1{n^6} + \sum_{m\geq1}\frac1{(2m)^6} = \frac{\pi^6}{960} + \frac{\zeta(6)}{64},

sehingga 6364ζ(6)=π6960\frac{63}{64}\zeta(6) = \frac{\pi^6}{960} dan ζ(6)=64π663960=π6945\zeta(6) = \frac{64\,\pi^6}{63\cdot960} = \frac{\pi^6}{945}. Sedangkan jalur tracenya akan menghitung trG3=λn3=ζ(6)/π6\operatorname{tr}G^3 = \sum\lambda_n^3 = \zeta(6)/\pi^6 sebagai gg2\iint g\,g_2 dengan kernel teriterasi g2(x,y)=01g(x,z)g(z,y) ⁣dzg_2(x,y) = \int_0^1g(x,z)g(z,y)\dd z — yakni tiga pengintegralan polinomial sepenggal-sepenggal; padahal Parseval pada x(1x)x(1-x) hanya memerlukan satu.

24. (a) Diagonalkanlah: v=nanunv = \sum_na_nu_n (ditambah sebuah komponen kernel yang mungkin, yang v,Av\langle v, Av\rangle-nya tak memperoleh apa pun sedangkan v2\norm v^2-nya tumbuh, sehingga pemberi maksimumnya tak memilikinya). Maka v,Av=μnan2μ1an2\langle v, Av\rangle = \sum\mu_na_n^2 \leq \mu_1\sum a_n^2, dengan kesamaannya jika dan hanya jika an=0a_n = 0 setiap kali μn<μ1\mu_n < \mu_1: sehingga pemberi maksimumnya terletak di ruang eigen-μ1\mu_1. (b) Untuk sembarang uu,

u,Auu,Au=k(x,y)(u(x)u(y)u(x)u(y)) ⁣dx ⁣dy    0,\langle\abs u, A\abs u\rangle - \langle u, Au\rangle = \iint k(x,y)\,\bigl(\abs{u(x)}\abs{u(y)} - u(x)u(y)\bigr)\dd x\,\dd y \;\geq\; 0,

sebab integrannya tak negatif di setiap titiknya. Jika P={u>0}P = \{u > 0\} dan N={u<0}N = \{u < 0\} keduanya berukuran positif, maka pada P×NP\times N integrannya sama dengan 2ku(x)u(y)>02k\abs{u(x)}\abs{u(y)} > 0 pada himpunan berukuran positif: sehingga ketaksamaannya sejati. Sedangkan sebuah fungsi eigen-μ1\mu_1 uu memaksimumkan hasil bagi Rayleighnya, dan u\abs u bernorma sama, sehingga kesejatiannya akan menampilkan R(u)>μ1R(\abs u) > \mu_1 — yang mustahil; jadi uu bertanda tetap hampir di mana-mana, katakanlah u0u \geq 0. Lalu u(x)=μ11(Au)(x)=μ11k(x,y)u(y) ⁣dy>0u(x) = \mu_1^{-1}(Au)(x) = \mu_1^{-1}\int k(x,y)u(y)\dd y > 0 untuk setiap x(0,1)x \in \intoo01 (sebab k(x,)>0k(x,\cdot) > 0 dan u0u \neq 0). (c) Jika ruang eigennya berdimensi 2\geq 2, ia akan memuat dua fungsi eigen yang ortogonal u,vu, v, yang masing-masing bertanda tetap dan tak lenyap di interiornya menurut (b); tetapi lalu u,v=uv>0\abs{\langle u, v\rangle} = \int\abs u\,\abs v > 0 — yang bertentangan. Pada dawainya: k=g>0k = g > 0 pada bujur sangkar terbukanya, μ1=λ1=1π2\mu_1 = \lambda_1 = \frac1{\pi^2} memang sederhana, dan e1=2sin(πx)e_1 = \sqrt2\sin(\pi x) positif pada (0,1)\intoo01; sedangkan setiap en=2sin(nπx)e_n = \sqrt2\sin(n\pi x) dengan n2n \geq 2, yang ortogonal terhadap e1e_1 yang positif, haruslah berintegral nol terhadapnya, sehingga berganti tanda — seperti dibenarkan n1n - 1 akar interiornya kn\frac kn.

25. Karena n2π2n^2\pi^2 \to \infty, minimumnya d=minnn2π2νd = \min_n\abs{n^2\pi^2 - \nu} tercapai, pada suatu ragam mm, dan d>0d > 0 sebab ν\nu menghindari spektrumnya. Lalu rumus diagonal pertanyaan 19 memberikan

Rνf22=ncn2(n2π2ν)21d2f22,\norm{R_\nu f}_2^2 = \sum_n\frac{\abs{c_n}^2}{(n^2\pi^2 - \nu)^2} \leq \frac1{d^2}\,\norm f_2^2,

dengan kesamaannya untuk f=emf = e_m: sehingga Rν=1d\vertiii{R_\nu} = \frac1d, yakni kebalikan jarak dari ν\nu ke spektrumnya — yaitu asas resolven umumnya, di sini dalam koordinat yang eksplisit. Keswa-adjoinannya terbaca dari koefisien diagonalnya yang real; sedangkan kekompakannya menyusul seperti pada pertanyaan 21 (sebab koefisiennya menuju 00, sehingga pancungan rank berhingganya konvergen dalam norma). Untuk harga resonansinya: bagi f=e1f = e_1 dan ν=(1ε)π2\nu = (1-\varepsilon)\pi^2, rumusnya memberikan u=c1π2νe1=1επ2e1u = \frac{c_1}{\pi^2 - \nu}e_1 = \frac1{\varepsilon\pi^2}e_1, terhadap tanggapan statisnya Ge1=1π2e1Ge_1 = \frac1{\pi^2}e_1: yakni penguatan sebesar 1ε\frac1\varepsilon. Pada ε=102\varepsilon = 10^{-2} tanggapannya 100100 kali tanggapan statisnya — dan ia divergen saat ε0\varepsilon \to 0, yang merupakan alternatif pertanyaan 20 yang dilihat dari sisi terbatasnya: sehingga makin dekat frekuensi penggeraknya ke frekuensi alaminya, makin tak terbatas balikannya.

Istilah yang didefinisikan dalam bab ini

Lihat semua 395 istilah di glosarium