Matematika Universitas — Tahun 3 · Bachelor Year 3
8Ruang Banach dan Teorema Fundamentalnya
Analisis fungsional mempelajari ruang bernorma yang berdimensi tak berhingga lewat operator dan fungsional yang hidup di atasnya. Penemuan pendirinya adalah bahwa kelengkapan, lewat teorema Baire, memaksa keseragaman yang kuat: keluarga operator yang terbatas titik demi titik ternyata terbatas normanya (Banach–Steinhaus), bijeksi kontinu berinvers kontinu (pemetaan terbuka), dan grafik mendeteksi kekontinuan (grafik tertutup). Pilar yang lain, Hahn–Banach, tak memerlukan kelengkapan sama sekali — hanya lema Zorn — dan menjamin bahwa ruang dualnya cukup kaya untuk melihat setiap vektor. Bab ini membuktikan keempat teorema itu dan mengujinya pada ruang barisan klasik , pada perhitungan dual yang konkret, dan pada terapan yang sungguh mengejutkan: bahwa ada fungsi kontinu berperiode yang deret Fouriernya divergen di sebuah titik — sehingga menjawab secara negatif pertanyaan yang ditinggalkan terbuka pada Tahun ke-2.
Sepanjang bab ini, adalah ruang bernorma atas atau ; dan ruang Banach berarti ruang bernorma yang lengkap.
8.1 Operator terbatas; ruang barisan
Definisi 8.1
Lambang menyatakan ruang berisi pemetaan linear yang terbatas (= kontinu, Tahun ke-2) dengan norma operator ; norma ini submultiplikatif: . Adapun dual miliknya adalah .
Proposisi 8.2
Jika ruang Banach, maka pun demikian; khususnya selalu merupakan ruang Banach.
Bukti. Misalkan Cauchy terhadap . Untuk setiap berlaku : sehingga Cauchy di , jadi konvergen; sebutlah limitnya . Pemetaan bersifat linear (sebagai limit identitas linear); lalu mengambil limit pada (untuk ) memberikan : jadi dalam norma operator, dan . ∎
Definisi 8.3
Ruang barisan klasiknya (atas , diindeks oleh ):
dan dengan . Bahwa merupakan norma menyusul dari ketaksamaan Minkowski, yang dibuktikan pada kasus diskretnya persis seperti di Bab 12 (atau dengan menjumlahkan ketaksamaan berdimensi berhingga pada Tahun ke-2). Semuanya ruang Banach, dan merupakan subruang tertutup (Latihan 8.3).
Proposisi 8.4 (Deret Neumann)
Misalkan ruang Banach dan dengan . Maka terbalikkan di , dengan (yang konvergen dalam norma operator). Akibatnya himpunan operator terbalikkan bersifat terbuka, dan pembalikannya kontinu di sana.
Bukti. Deretnya konvergen mutlak (sebab , yang geometri) di dalam yang Banach (Proposisi 8.2; Latihan 7.1(b)). Secara teleskopik, , dan serupa pada sisi yang lain. Untuk keterbukaannya: jika terbalikkan dan , maka dengan : jadi terbalikkan. Kekontinuan pembalikannya: ungkapan deretnya memberikan secara lokal. ∎
Contoh 8.5 (Sebuah persamaan Volterra yang diselesaikan lewat Neumann)
Pada , tinjaulah persamaan integral
Di sini , sehingga untuk deret Neumann langsung berlaku: . Dengan menghitungnya, , sehingga
seperti dibenarkan oleh penurunannya. Lebih baik lagi: (sebab kernel beriterasinya menyusut secara faktorial), sehingga konvergen untuk setiap — jadi operator terbalikkan untuk setiap , walaupun akhirnya : sebab yang menentukan adalah peluruhan spektral pangkatnya, bukan norma pertamanya. Operator Volterra membawa peluruhan faktorial itu sejak lahir (Latihan 7.4(a) memanfaatkan persis hal ini), dan itulah sebabnya masalah nilai awal tak pernah mengalami gejala resonansi seperti masalah nilai batas (Bab 15).
8.2 Hahn–Banach
Teorema 8.6 (Hahn–Banach, bentuk analitik)
Misalkan sebuah ruang vektor real, bersifat sublinear ( dan untuk ), sebuah subruang, dan linear dengan pada . Maka dapat diperluas menjadi yang linear dengan pada .
Bukti. Perluasan satu langkah. Misalkan ; kita perluas ke dengan memilih secara tepat: kita memerlukan, untuk setiap dan ,
yang setelah dibagi (lewat kesublinearannya) menyusut menjadi
Bilangan semacam itu ada jika dan hanya jika setiap anggota kirinya setiap anggota kanannya: dan memang , yakni .
Zorn. Urutkan semua perluasan yang didominasi (berupa pasangan: subruang dan fungsional) menurut perluasannya; sebuah rantai mempunyai gabungannya sebagai batas atas; dan unsur maksimalnya haruslah terdefinisi pada seluruh , sebab kalau tidak perluasan satu langkahnya akan bertentangan dengan kemaksimalannya. ∎
Akibat 8.7
Misalkan sebuah ruang bernorma (dengan atau ).
- Setiap (dengan sebuah subruang) dapat diperluas menjadi dengan .
- Untuk setiap ada dengan dan . Khususnya memisahkan titik , dan .
- Untuk subruang tertutup dan , ada yang lenyap pada dengan dan .
Bukti. (1) Kasus realnya: terapkan Teorema 8.6 dengan (yang sublinear); maka perluasannya memenuhi , sehingga , sedangkan berasal dari pembatasannya. Kasus kompleksnya: misalkan , yaitu fungsional real dengan ; catat bahwa (periksa pada bagian real dan imajinernya: ). Perluaslah secara linear-real dengan batas yang sama, lalu tetapkan : ia linear atas (periksa langsung pada perkalian dengan ) dan memperluas ; normanya: untuk yang diberikan tulis , maka .
(2) Pada definisikan : yang bernorma pada ; lalu perluas lewat (1). Untuk rumus dualitasnya: jelas, sedangkan lewat ini.
(3) Pada definisikan ; maka untuk berlaku : sehingga pada subruangnya; lalu perluas lewat (1). ∎
Catatan 8.8
Menurut (2), pemetaan kanonik dengan merupakan isometri (Latihan 8.10): jadi setiap ruang bernorma duduk di dalam bidualnya. Ruang yang -nya surjektif disebut refleksif; dan soal akhir pekan menunjukkan bahwa (untuk ) refleksif sedangkan tidak.
8.3 Trilogi Baire
Teorema 8.9 (Banach–Steinhaus, keterbatasan seragam)
Misalkan sebuah ruang Banach, bernorma, dan sebuah keluarga dengan untuk setiap . Maka .
Bukti. Himpunan bersifat tertutup (sebagai irisan prapeta bola tertutup) dan menyelimuti . Lalu Baire (Teorema 7.6) memberikan dan sebuah bola . Untuk : , sehingga untuk setiap . ∎
Akibat 8.10
Jika Banach dan konvergen titik demi titik (yakni untuk setiap ), maka , , dan .
Bukti. Barisan konvergen bersifat terbatas: itulah keterbatasan titik demi titiknya; lalu Banach–Steinhaus membatasi normanya oleh suatu ; sehingga (sebab linear sebagai limit titik demi titik), dan batas yang lebih tajamnya lewat mengambil pada . ∎
Teorema 8.11 (Deret Fourier yang divergen)
Ada fungsi kontinu berperiode , sebut , yang deret Fouriernya divergen di : . Bahkan semacam itu membentuk himpunan bagian padat di .
Bukti. Bekerjalah di , sebuah ruang Banach, dengan fungsional (yaitu kernel Dirichlet, Tahun ke-2). Setiap kontinu dengan
( jelas; sedangkan : ambillah yang kontinu dengan yang menghampiri — sebab tandanya berlompatan berhingga banyak; dan menghaluskan setiap lompatannya pada selang berpanjang mengubah integralnya sebesar .) Konstanta Lebesgue menuju tak hingga:
(dengan memakai pada , lalu menyubstitusikan ). Dengan memotongnya atas lengkungan:
Seandainya setiap yang kontinu mempunyai , maka Banach–Steinhaus akan memaksa : kontradiksi. Jadi ada — bahkan himpunan yang padat dan tak kurus (yakni komplemen , yaitu gabungan terbilang himpunan tertutup yang, karena tak berinterior menurut uraian di atas yang diterapkan pada bola mana pun, bersifat kurus) — yang mempunyai . ∎
Teorema 8.12 (Pemetaan terbuka)
Misalkan ruang Banach dan bersifat surjektif. Maka terbuka: untuk suatu . Akibatnya operator terbatas yang bijektif antara ruang Banach berinvers terbatas.
Bukti. Tulis . Kesurjektifannya memberikan ; lalu Baire (Teorema 7.6) memberikan interior kepada : yakni ada . Pusatkan ulang di : untuk , baik maupun merupakan limit peta , dengan , sehingga dengan : jadi , yakni .
Membuang penutupnya (dan di sinilah kelengkapan masuk): misalkan . Ambillah dengan (sebab diskalakan ); lalu secara induktif dengan . Deret konvergen mutlak di yang Banach, ke (bernorma ), dan menurut kekontinuannya: jadi . Keterbukaan pada himpunan terbuka sembarang menyusul lewat translasi dan penskalaan; sedangkan untuk akibatnya, keterbukaan berarti kontinu. ∎
Akibat 8.13 (Norma yang ekuivalen)
Jika sebuah ruang vektor lengkap terhadap dua norma yang sebanding (), maka kedua normanya ekuivalen.
Bukti. Identitas bersifat terbatas dan bijektif antara ruang Banach: sehingga inversnya terbatas. ∎
Teorema 8.14 (Grafik tertutup)
Misalkan Banach dan linear. Jika grafiknya tertutup di (yakni dan mengakibatkan ), maka terbatas.
Bukti. Ruang dengan bersifat Banach; dan , sebagai subruang tertutup, juga Banach. Proyeksi bersifat terbatas dan bijektif, sehingga inversnya terbatas (Teorema 8.12): jadi . ∎
Metode 8.15
Kapan harus meraih teorema yang mana. Hahn–Banach: untuk menghasilkan fungsional dengan perilaku yang ditentukan (menormakan sebuah vektor, melenyap pada subruang, memperluas dari subruang) — dan tak perlu kelengkapan. Banach–Steinhaus: untuk mengubah informasi titik demi titik menjadi batas seragam — biasanya untuk menunjukkan bahwa operasi limitnya kontinu, atau (lewat kontraposisi) untuk membuktikan divergensi bagi suatu unsur, seperti pada deret Fourier. Pemetaan terbuka / grafik tertutup: untuk memperoleh kekontinuan secara cuma-cuma dari kebijektifan aljabar atau dari sifat ketertutupan grafiknya — pemakaian khasnya: membandingkan dua norma lengkap, atau membuktikan kekontinuan otomatis. Ketiga teorema Baire itu menuntut kelengkapan pada sumbernya; dan tanpa itu ada contoh penyangkalnya (Latihan 8.7).
8.4 Ruang dual, secara konkret
Teorema 8.16
Secara isometrik: dan , lewat pemasangan .
Bukti. Kita buktikan ; sedangkan pengenalan keduanya adalah Latihan 8.5. Kepada kaitkan (dengan ): yang konvergen mutlak, dengan , sehingga . Sebaliknya misalkan ; tetapkan (dengan barisan satuannya). Untuk sembarang , ujilah (yang bernorma ; pada kasus kompleksnya pakailah faktor unimodular ): maka . Jadi dengan . Akhirnya : sebab keduanya bersesuaian pada , sehingga pada barisan berhingga, yang padat di (lewat pemenggalan: persis karena ); dan fungsional kontinu yang bersesuaian pada himpunan padat pastilah sama. Korespondensinya linear, bijektif, dan isometrik (sebab dari kedua ketaksamaannya). ∎
8.5 Latihan
Latihan 8.1 ★
Hitunglah norma operatornya: (a) pergeseran dan pada ; (b) operator perkalian pada , untuk ; (c) fungsional pada — tunjukkan dan bahwa normanya tidak tercapai.
Solusi
Solusi Latihan 8.1.
(a) Berlaku : jadi merupakan isometri dan . Untuk pergeseran mundurnya: , dengan kesamaan pada : sehingga .
(b) ; dan mengujinya pada memberikan untuk setiap : jadi .
(c) : sehingga . Untuk misalkan bernilai pada , pada , dan afin di antaranya: maka dan : jadi . Tidak tercapai: sebab dengan memaksa dan , yakni (menurut kekontinuannya dan ) pada dan pada : dan itu kontradiksi di .
Latihan 8.2 ★
Misalkan Banach, terbalikkan, dan memenuhi . Tunjukkan bahwa terbalikkan lalu taksirlah . Terapannya: jika sistem linear terselesaikan dengan terbalikkan, maka usikan yang cukup kecil tetap membuatnya terselesaikan secara tunggal, dengan batas kuantitatif pada perubahan penyelesaiannya.
Solusi
Solusi Latihan 8.2.
Tulis dengan : maka menurut Proposisi 8.4, terbalikkan dengan , sehingga
Untuk sistem linearnya: dan berbeda paling banyak sebesar batas itu dikalikan — jadi usikan kecil pada sistem yang terbalikkan tetap terselesaikan secara tunggal, dengan kebergantungan Lipschitz penyelesaiannya pada operatornya.
Latihan 8.3 ★★
(a) Buktikan bahwa , dan merupakan ruang Banach, dan bahwa adalah penutup di dari ruang berisi barisan berhingga. (b) Tunjukkan dengan untuk , dan bahwa inklusinya sejati.
Solusi
Solusi Latihan 8.3.
(a) Untuk : misalkan Cauchy. Setiap koordinatnya Cauchy (sebab ): misalkan . Diberikan , untuk : untuk setiap ; biarkan , lalu : maka , dan . Untuk : Cauchy terhadap berarti Cauchy seragam, sehingga konvergen seragam ke sebuah barisan terbatas. Sedangkan tertutup di : sebab jika seragam dengan , maka memberikan : jadi ; dan subruang tertutup dari ruang Banach juga Banach. Untuk barisan berhingga: penutupnya memuat setiap (sebab pemenggalannya konvergen: ) dan termuat di yang tertutup.
(b) Lewat kehomogenannya andaikan : maka untuk setiap , sehingga dan ; sedangkan untuk , secara langsung. Kesejatiannya: dengan terletak di (lewat deret Riemann).
Latihan 8.4 ★★
Misalkan sebuah subruang tertutup dan . Dengan memakai Akibat 8.7, buktikan rumus dualitas
(perhatikan: sebuah maksimum). Simpulkan bahwa : jadi subruang tertutup tepat berupa irisan kernel fungsional.
Solusi
Solusi Latihan 8.4.
() Jika dan : maka untuk setiap berlaku ; lalu ambil infimumnya. (, dan tercapai) Akibat 8.7(3) menghasilkan dengan , , dan : sehingga supremumnya merupakan maksimum. Akibatnya: secara trivial, dan titik tersingkir dari irisannya oleh fungsional di atas (sebab , karena tertutup).
Latihan 8.5 ★★
Buktikan secara isometrik, mengikuti skema Teorema 8.16 (barisan berhingga padat di ). Di manakah argumennya runtuh untuk ?
Solusi
Solusi Latihan 8.5.
Untuk : , sehingga ; lalu mengujinya pada : : jadi kesamaan. Sebaliknya, diberikan , tetapkan : maka , sehingga ; lalu dan bersesuaian pada barisan berhingga, yang padat di (sebab ): jadi . Pemetaan bersifat linear, isometrik, dan surjektif. Untuk awal yang sama menghasilkan barisan , tetapi barisan berhingga tidak padat di (sebab barisan konstan berjarak dari semuanya), sehingga tidak ditentukan oleh — dan memang (Soal 8.1).
Latihan 8.6 ★★
Misalkan bernorma dengan Banach, dan bilinear serta kontinu pada setiap variabelnya secara terpisah. Tunjukkan bahwa kontinu (secara bersama): . (Terapkan Banach–Steinhaus pada keluarga .)
Solusi
Solusi Latihan 8.6.
Untuk setiap yang tetap, bersifat linear kontinu: sehingga . Jadi keluarga (yang setiap anggotanya kontinu, menurut kekontinuannya terhadap ) bersifat terbatas titik demi titik pada ruang Banach : sehingga Banach–Steinhaus (Teorema 8.9) melahirkan dengan untuk setiap ; lalu kehomogenannya terhadap menuntaskannya: .
Latihan 8.7 ★★
(a) Pada , bandingkan dan : identitas bersifat terbatas dan bijektif tetapi inversnya tak terbatas. Hipotesis mana pada Akibat 8.13 yang gagal? (b) Tampilkan pemetaan linear tak kontinu dari sebuah subruang padat ke (misalnya pada barisan berhingga), lalu jelaskan mengapa hal itu tak bertentangan dengan teorema grafik tertutup.
Solusi
Solusi Latihan 8.7.
(a) Berlaku : sehingga identitasnya terbatas dan bijektif. Inversnya tak terbatas: sebab mempunyai tetapi . Tak ada kontradiksi dengan Akibat 8.13: sebab tidak lengkap (Latihan 7.1); dan akibat itu menuntut kelengkapan pada kedua sisinya.
(b) Pada ruang berisi barisan berhingga (yang padat di ), bersifat linear dan tak terbatas (sebab dengan ). Teorema grafik tertutup tak berlaku: sebab tidak lengkap — dan tak punya perluasan kontinu ke , sehingga menggambarkan bahwa kepadatan tanpa kekontinuan seragam tidaklah berdaya (Teorema 7.2).
Latihan 8.8 ★★★
(Hellinger–Toeplitz) Misalkan linear (terdefinisi di mana-mana) dan simetris: untuk setiap , dengan . Tunjukkan bahwa terbatas. (Lewat grafik tertutup: jika dan , ujilah terhadap sembarang.) Pelajarannya: operator simetris yang tak terbatas — yakni Hamiltonian pada mekanika kuantum — tak pernah dapat didefinisikan pada seluruh ruangnya.
Solusi
Solusi Latihan 8.8.
Kita periksa hipotesis grafik tertutupnya. Misalkan dan di . Untuk setiap :
dengan memakai kekontinuan hasil kali dalam pada setiap lubangnya (lewat Cauchy–Schwarz) dan kesimetriannya dua kali. Jadi ortogonal terhadap setiap , khususnya terhadap dirinya sendiri: sehingga . Grafiknya tertutup dan bersifat Banach: jadi terbatas (Teorema 8.14). Karena itu operator simetris yang terdefinisi pada seluruh otomatis terbatas; sedangkan operator simetris yang sungguh tak terbatas (posisi, momentum, Hamiltonian) harus hidup pada subruang padat yang sejati.
Latihan 8.9 ★★★
(Teorema Polya tentang kuadratur) Untuk setiap , misalkan sebuah aturan kuadratur pada (dengan , ). Tunjukkan bahwa untuk setiap yang kontinu jika dan hanya jika: (i) untuk setiap polinomial , dan (ii) . (Hitunglah ; lalu pakai Banach–Steinhaus dan Weierstrass.) Periksalah bahwa aturan dengan bobot positif yang eksak pada konstanta memenuhi (ii) secara otomatis.
Solusi
Solusi Latihan 8.9.
Pertama, : sebab berasal dari ketaksamaan segitiga; sedangkan lewat menguji sebuah linear sepotong-sepotong dengan dan (interpolasikan secara linear di antara simpul yang berhingga banyak itu; dan bila simpulnya berimpit tandanya bersesuaian).
() Kekonvergenan titik demi titik pada setiap mengakibatkan (i), sekaligus keterbatasan titik demi titik, sehingga Banach–Steinhaus (Teorema 8.9) pada yang Banach memberikan (ii).
() Misalkan . Diberikan dan , pilihlah polinomial dengan (Akibat 7.16); maka
Untuk bobot positif yang eksak pada konstanta: bagi aturan yang eksak pada konstanta — jadi (ii) berlaku dengan konstanta .
Latihan 8.10 ★★
Tunjukkan bahwa dengan merupakan isometri linear (pakailah Akibat 8.7(2)), dan bahwa ia surjektif bila . Tunjukkan pula bahwa jika separabel maka pun separabel. (Ambil yang hampir menormakan barisan padat di lalu tunjukkan bahwa rentang tertutupnya adalah , lewat Akibat 8.7(3).)
Solusi
Solusi Latihan 8.10.
Kelinearan bersifat formal; sedangkan menurut Akibat 8.7(2). Jika : maka (sebab sebuah basis memberikan fungsional koordinatnya), sehingga , dan yang injektif (isometrik) menjadi surjektif. Keseparabelannya: misalkan padat di lalu pilihlah dengan . Misalkan ; jika , ambillah dengan yang lenyap pada (Akibat 8.7(3)); lalu pilihlah :
sehingga : kontradiksi. Karena itu , dan kombinasi rasional (atau ) atas membentuk himpunan padat yang terbilang.
Latihan 8.11 ★★
(Ruang kuosien) Misalkan sebuah ruang Banach dan sebuah subruang tertutup. Pada definisikan
(a) Tunjukkan bahwa ini merupakan norma yang terdefinisi dengan baik pada (di manakah ketertutupan masuk?), dan bahwa proyeksi mempunyai serta memetakan bola satuan terbuka pada bola satuan terbuka. (b) Tunjukkan bahwa lengkap. (Pakailah kriteria deret pada Latihan 7.1(b): diberikan kelas dengan , angkatlah masing-masing ke dengan lalu jumlahkan di .) (c) Hitunglah: untuk (barisan konvergen) dan , tunjukkan secara isometrik lewat .
Solusi
Solusi Latihan 8.11.
(a) Terdefinisi dengan baik: sebab hanya bergantung pada (menggeser oleh tak mengubah jaraknya). Kehomogenan dan ketaksamaan segitiganya beralih dari melalui infimumnya. Pemisahannya memerlukan ketertutupan: sebab berarti , yakni , yakni . Lalu : sebab . Bola terbuka pada bola terbuka: jika , maka suatu wakilnya mempunyai ; sebaliknya menurut ketaksamaan normanya — jadi terbuka, yakni kasus panutan bagi teorema pemetaan terbuka.
(b) Misalkan lalu angkatlah dengan : maka , sehingga konvergen di yang Banach (Latihan 7.1(b)), dan kekontinuan memberikan : jadi setiap deret yang konvergen mutlak akan konvergen, dan itu setara dengan kelengkapannya (lihat latihan yang sama).
(c) Pemetaan bersifat linear dan lenyap tepat pada , sehingga ia menginduksikan bijeksi linear . Keisometriannya: — untuk : kurangkan dari barisan , sehingga tersisa yang bernorma ; untuk : untuk , .
Latihan 8.12 ★★
(Proyeksi terbatas dan subruang berkomplemen) Misalkan sebuah ruang Banach dan linear dengan (yakni proyeksi aljabar), , dan . (a) Andaikan terbatas. Tunjukkan bahwa dan tertutup dan dengan penguraian . (b) Sebaliknya, andaikan dengan keduanya, yakni , tertutup, lalu misalkan proyeksi pada sepanjang . Tunjukkan bahwa terbatas. (Lewat grafik tertutup: jika dan , maka , , dan ketunggalan penguraiannya mengenali .) (c) Simpulkan kesetaraannya: sebuah subruang mempunyai proyeksi terbatas jika dan hanya jika ia tertutup dan mempunyai komplemen aljabar yang tertutup — lalu catat (tanpa bukti) bahwa ada subruang tertutup tanpa sifat itu ( di dalam merupakan contoh klasiknya): jadi ruang Hilbert, tempat selalu berhasil (Bab 13), merupakan perkecualian, bukan aturannya.
Solusi
Solusi Latihan 8.12.
(a) Kernel tertutup (sebagai prapeta di bawah pemetaan kontinu); sedangkan (sebab jika dan hanya jika , dengan memakai ), yang juga tertutup. Setiap terpecah sebagai dengan dan , dan (sebab ): jadi .
(b) Argumen grafiknya: misalkan dan . Maka (sebab tertutup dan ) dan (sebab tertutup). Jadi dengan dan ; lalu menurut ketunggalan penguraiannya, . Grafik tertutup dan bersifat Banach: sehingga terbatas (Teorema 8.14).
(c) Bagian (a) dan (b) bersama-sama merupakan kesetaraannya. Di ruang Hilbert setiap yang tertutup mempunyai komplemen tertutup (Bab 13): jadi setiap subruang tertutup bersifat berkomplemen. Pada ruang Banach umum hal ini gagal — sebab tak punya komplemen tertutup di (yakni teorema Phillips, yang melampaui perkakas kita) — sehingga proyeksi terbatas merupakan hak istimewa, dan teorema grafik tertutup tepat merupakan pembukuan yang mengubah pemecahan geometri menjadi operator yang terbatas.
8.6 Soal: dualitas ruang
Soal 8.1
Soal akhir pekan — , kerefleksifan, dan keanehan
Tetapkan dan misalkan eksponen sekawannya, yakni . Pemasangannya sepanjang soal ini adalah .
Bagian I — Hölder dan Minkowski untuk barisan.
- (Ketaksamaan Young) Untuk tunjukkan , dengan memakai kekonkafan atau dengan mempelajari .
- (Hölder) Simpulkan: untuk , ; lalu kenali kasus kesamaannya.
- (Minkowski) Simpulkan ketaksamaan segitiga bagi . (Tulis lalu terapkan Hölder pada setiap sukunya.)
- Buktikan bahwa lengkap dan bahwa barisan berhingga padat di dalamnya.
Bagian II — Dualitas .
- Untuk , tunjukkan bahwa mendefinisikan dengan , lalu, dengan mengujinya pada (yang dipenggal dan dinormalkan secukupnya), bahwa .
- Sebaliknya, diberikan , tetapkan ; tunjukkan dengan (ujilah pada pemenggalannya seperti pada pertanyaan 5 lalu biarkan panjang pemenggalannya tumbuh), dan simpulkan : jadi pemetaan merupakan isomorfisma isometrik .
- Simpulkan bahwa bersifat refleksif untuk : sebab dengan mengomposisikan kedua dualitasnya, setiap unsur berasal dari ; lalu periksalah dengan cermat bahwa komposisinya memang yang kanonik.
Bagian III — dan adalah hewan yang berbeda.
- Tunjukkan bahwa (untuk ) dan bersifat separabel, tetapi tidak. (Sebab barisan indikator dari himpunan bagian yang tak terbilang banyaknya saling berjarak berpasangan.)
- Simpulkan dari Latihan 8.10 bahwa tetapi : jadi tidak refleksif. (Sebab jika adalah , ia akan separabel, sehingga memaksa separabel.)
- (Limit Banach, secara eksplisit) Pada , misalkan . Tunjukkan bahwa sublinear, dan bahwa pada subruang berisi barisan konvergen, memenuhi . Perluaslah lewat Hahn–Banach menjadi lalu tunjukkan: bersifat positif (yakni ), invarian terhadap pergeseran (yakni ), memperluas limitnya, serta memenuhi .
- Tunjukkan bahwa semacam itu, dipandang di , bukan berbentuk untuk mana pun; lalu simpulkan lagi . (Nilaikan pada barisan satuan , lalu pada barisan konstan .)
- Nilaikan pada , lalu tunjukkan bahwa tak ada perluasan limit yang multiplikatif dan invarian terhadap pergeseran (tinjaulah dan dengan berupa pergeserannya).
Bagian IV — Penutup: mengapa kerefleksifan penting.
- Dengan memakai Akibat 8.10 dan pertanyaan 6, tunjukkan bahwa setiap barisan terbatas di (untuk ) mempunyai subbarisan yang konvergen secara lemah: yakni konvergen untuk setiap . (Lewat ekstraksi diagonal pada koordinatnya yang terbilang; lalu kenali limit lemahnya di dengan memakai keterbatasan seragam normanya dan Hölder.) Tunjukkan lewat contoh ( di , terhadap unsur yang dipilih baik-baik) bahwa hal ini gagal di : jadi kekompakan lemah merupakan hak istimewa ruang refleksif.
Bagian V — Topologi lemah yang bekerja, dan kejutan Schur. Tulis di dalam sebuah ruang bernorma (yakni kekonvergenan lemah) bila untuk setiap .
- Lengkapilah sensusnya: tunjukkan secara isometrik, lewat skema pertanyaan 5–6 (apa yang menggantikan barisan pengujinya?). Lalu rangkailah rantai berisi dual berturutan dan tandai di mana kerefleksifannya gagal.
- Tunjukkan bahwa setiap barisan yang konvergen lemah di ruang Banach bersifat terbatas: pandanglah lewat pembenaman kanonik sebagai fungsional pada lalu terapkan Banach–Steinhaus (Teorema 8.9) — pada ruang Banach yang mana, dan mengapa kelengkapannya tersedia di sana?
- Tunjukkan bahwa di dengan : jika dan hanya jika dan untuk setiap koordinat (satu arahnya memakai Banach–Steinhaus lewat pembenaman kanoniknya; sedangkan untuk arah lainnya, hampiri dengan barisan berhingga). Lalu simpulkan di padahal : jadi limit lemah dapat kehilangan massa.
- Tunjukkan bahwa normanya semikontinu bawah secara lemah: yakni mengakibatkan (ambillah fungsional penormaan bagi , Akibat 8.7).
- (Radon–Riesz di ) Tunjukkan bahwa di , kekonvergenan lemah bersama kekonvergenan normanya mengakibatkan kekonvergenan norma (jabarkan ). Berilah contoh penyangkal bagi pernyataan yang sama tanpa hipotesis normanya.
(Schur, langkah 1) Misalkan di dan andaikan, demi kontradiksi, bahwa sepanjang sebuah subbarisan. Tunjukkan lebih dahulu bahwa untuk setiap (lewat fungsional yang mana?), lalu bangunlah secara rekursif indeks dan bilangan bulat sedemikian sehingga massa memusat pada blok :
- (Schur, langkah 2) Definisikan dengan untuk . Tunjukkan lalu turunkan kontradiksi dengan . Simpulkan teorema Schur: bahwa di , barisan yang konvergen lemah konvergen dalam norma.
- Simpulkan bahwa tak punya subbarisan yang konvergen lemah di (sebab satu-satunya calon limitnya adalah secara koordinat — lalu terapkan Schur), sehingga memperoleh kembali kegagalan kekompakan lemah pada pertanyaan 13; lalu selesaikanlah paradoks yang tampak itu: di kekonvergenan lemah dan norma bagi barisan berimpit, namun topologi lemah dan normanya berbeda dan himpunan terbatas tetap gagal kompak barisan secara lemah — jadi tak ada kontradiksi, hanya kegagalan kerefleksifan.
- (Tabel sintesis) Untuk , tabulasikan: dualnya; keseparabelannya; kerefleksifannya; apakah barisan terbatasnya mempunyai subbarisan yang konvergen lemah; dan satu sifat khas setiap ruang, yang dibenarkan dalam satu baris dari soal ini.
Bagian VI — Pelengkap: titik terdekat, kekonvergenan rata-rata, dan nilai sebuah limit Banach.
- (Titik terdekat: hasil panen kerefleksifan) Misalkan sebuah subruang tertutup (dengan ) dan . Tunjukkan bahwa tercapai: ekstraklah dari sebuah barisan peminimum sebuah subbarisan yang konvergen lemah (pertanyaan 13), tahanlah limit lemahnya tetap di dalam dengan membangun, lewat Hahn–Banach, sebuah fungsional yang lenyap pada tetapi tidak di sebuah titik di luarnya, lalu simpulkan dengan pertanyaan 17. Lalu tunjukkan bahwa hak istimewa itu tidak universal: di , untuk , buktikan bahwa tidak tercapai pada bola satuannya, tegakkan rumus jaraknya , lalu simpulkan bahwa tak ada yang mempunyai titik terdekat di hiperbidang tertutup .
(Banach–Saks di ) Misalkan di dengan . Bangunlah sebuah subbarisan dengan untuk setiap , lalu simpulkan
jadi setelah ekstraksi, rata-rata Cesàronya konvergen dalam norma. Periksalah pada , yang rata-ratanya bernorma : jadi kekonvergenan lemah, yang tak berguna bagi barisannya sendiri (pertanyaan 16), menjadi kekonvergenan norma bagi rata-ratanya.
- (Nilai sebuah limit Banach) Misalkan sembarang limit Banach (pertanyaan 10) dan . Tunjukkan dan ; lalu simpulkan bahwa semua limit Banach bersesuaian pada barisan periodik, dengan nilai berupa rata-rata atas satu periodenya — yakni pada , sejalan dengan pada pertanyaan 12. Lalu tunjukkan bahwa kesesuaiannya gagal secara umum: untuk barisan blok yang bernilai pada untuk genap dan selainnya, tunjukkan bahwa rata-rata Cesàronya berayun antara dan , lalu bangunlah dua limit Banach dengan (perluaslah dari dengan nilai ekstrem yang diperbolehkan: periksalah bahwa didominasi oleh yang sublinear pada pertanyaan 10).
Solusi
Solusi Soal 8.1.
1. Untuk : menurut kekonkafan berlaku ; lalu eksponenkan. (Jika ketaksamaannya trivial.) Kesamaannya terjadi jika dan hanya jika .
2. Kita boleh menganggap (lewat kehomogenannya; kasus nolnya trivial). Maka
Kesamaannya menuntut untuk setiap (yakni kasus kesamaan Young) beserta kesejajaran fasa .
3. ; lalu menjumlahkannya dan menerapkan Hölder ( terhadap , dengan mencatat ):
jika (kalau nol maka trivial), bagilah dengan lalu pakai . (Keberhinggaan lebih dahulu: .)
4. Kelengkapannya: seperti untuk (Latihan 8.3), lewat limit koordinat demi koordinat ditambah batas ekor seragam , dengan membiarkan lalu menuju tak hingga. Kepadatan barisan berhingga: .
5. Hölder memberikan : jadi . Untuk mengujinya: misalkan untuk dan selebihnya (dengan berupa fasa unimodularnya, sehingga ). Maka dan (sebab ), sehingga
6. Tetapkan . Dengan vektor uji yang sama, , sehingga untuk setiap : jadi dengan . Fungsional dan bersesuaian pada barisan berhingga yang padat (pertanyaan 4): sehingga . Bersama pertanyaan 5, merupakan isomorfisma isometrik .
7. Misalkan . Dengan mengomposisikannya dengan isometri pada pertanyaan 6, mendefinisikan sebuah unsur , yang (menurut pertanyaan 6 dengan ditukar) berupa untuk yang tunggal: jadi untuk setiap , . Di pihak lain : yaitu nilai yang sama. Karena setiap unsur berupa suatu , maka : jadi surjektif — sehingga refleksif.
8. Barisan berhingga yang entrinya rasional (pada bagian real dan imajinernya) bersifat terbilang dan padat di (untuk ) dan di . Di : keluarga bersifat tak terbilang dengan untuk ; sehingga bola saling lepas berpasangan, dan himpunan padat harus memotong masing-masingnya: jadi tak ada himpunan padat yang terbilang.
9. Seandainya refleksif, maka akan separabel (sebagai peta isometrik dari yang separabel); lalu menurut Latihan 8.10, keseparabelan dual akan memaksa separabel — dan itu bertentangan dengan pertanyaan 8. Jadi tidak refleksif (dan sungguh lebih besar daripada , seperti dikonkretkan pertanyaan 11).
10. Kehomogenan jelas; sedangkan keaditifan bawahnya: rata-rata bersifat linear, dan . Pada : rata-rata Cesàro sebuah barisan konvergen konvergen ke limitnya, sehingga di sana; khususnya pada . Lalu Hahn–Banach (Teorema 8.6) memperluas ke dengan secara global. Kepositifannya: untuk , . Keinvarianan pergeserannya: rata-rata berteleskop menjadi , sehingga dan . Batasnya: (sebab rata-rata tertinggal di belakang supremumnya), lalu menerapkan hal ini pada memberikan batas bawahnya.
11. Karena , maka untuk setiap . Jika dengan , maka untuk setiap : sehingga ; padahal . Jadi : sekali lagi .
12. Untuk : , sehingga : jadi . Seandainya sebuah perluasan limit yang multiplikatif dan invarian terhadap pergeseran: maka memberikan , sehingga ; padahal memberikan : kontradiksi. Jadi perata-rataan dan perkalian tak dapat hidup berdampingan.
13. Misalkan . Koordinatnya terbatas oleh : sehingga ekstraksi diagonal memberikan subbarisan (yang masih ditulis ) dengan untuk setiap . Lalu : sebab untuk setiap . Kekonvergenan lemahnya: untuk dan sembarang,
dengan suku pertamanya menuju ketika (sebab koordinatnya berhingga banyak) dan suku keduanya kecil untuk besar (lewat Hölder pada ekornya): jadi untuk setiap — yakni kekonvergenan lemah, sebab setiap fungsionalnya berupa (pertanyaan 6). Di hal ini gagal: tinjaulah yang terbatas. Setiap subbarisan konvergen koordinat demi koordinat ke , sehingga satu-satunya calon limit lemahnya adalah ; padahal menguji terhadap yang didefinisikan oleh (dan selebihnya) memberikan yang divergen. Jadi tak ada subbarisan yang konvergen lemah: sehingga kekompakan barisan secara lemah pada bolanya mencirikan dunia yang refleksif.
14. Untuk , terdefinisi pada dengan , dan mengujinya pada memberikan : jadi . Sebaliknya, untuk tetapkan ; maka uji yang sama memberikan , sehingga , dan pada barisan berhingga yang padat, jadi di mana-mana. Rantai dualnya: , (Latihan 8.10), dan (pertanyaan 9–11): jadi kerefleksifannya gagal sejak langkah pertama — sebab — dan tak pernah pulih.
15. Keluarga berisi fungsional terbatas pada ruang Banach (sebab dual selalu lengkap, Proposisi 8.2); dan untuk setiap , barisan konvergen, sehingga terbatas. Lalu Banach–Steinhaus pada memberikan , dan bersifat isometrik (Catatan 8.8): jadi .
16. () Keterbatasannya adalah pertanyaan 15; sedangkan koordinatnya berupa fungsional . () Misalkan , , dan ; pilihlah dengan . Maka
dan jumlah berhingganya menuju : sehingga untuk setiap . (Bahwa dengan menyusul dari batas penggalan berhingga bergaya Fatou: .) Untuk di : terbatas dan koordinatnya , sehingga , padahal : jadi satu satuan massanya lolos ke indeks tak berhingga, tak terlihat oleh fungsional mana pun yang tetap.
17. Ambil dengan dan (Akibat 8.7). Maka . (Dengan : , dan ketaksamaannya dapat sejati.)
18. Di , (pada kasus realnya: ). Kekonvergenan lemah yang diterapkan pada fungsional memberikan , sedangkan normanya konvergen menurut hipotesis: sehingga ruas kanannya menuju . Contoh penyangkal tanpa kekonvergenan normanya: dengan .
19. Kekonvergenan koordinatnya: terapkan fungsional (dengan ). Konstruksinya: setelah dipilih, ambillah sedemikian besar sehingga (sebab koordinatnya berhingga banyak dan masing-masing ), lalu sedemikian besar sehingga ekornya memenuhi (menurut kekonvergenan deret yang mendefinisikan ). Blok lalu membawa segalanya kecuali dari massa .
20. Dengan seperti didefinisikan (sehingga di mana-mana):
dengan ketaksamaan di tengahnya karena massa di luar bloknya paling banyak (pertanyaan 19). Padahal dan memaksa : kontradiksi. Karena itu barisan yang nol secara lemah juga nol dalam norma, dan lewat translasi barisan yang konvergen lemah akan konvergen dalam norma: itulah teorema Schur.
21. Subbarisan yang konvergen lemah akan berlimit (menurut koordinatnya), sehingga menurut Schur — padahal normanya . Jadi tak ada subbarisan yang konvergen lemah, seperti ditemukan dengan tangan pada pertanyaan 13. Tak ada paradoks: Schur mengatakan bahwa barisan tak dapat membedakan topologi lemah dari topologi norma di (sedangkan topologinya sendiri memang berbeda — persekitaran lemahnya tak pernah terbatas normanya), dan kekompakan barisan secara lemah pada bola satuannya merupakan sifat lain yang lebih kuat, yang setara dengan kerefleksifan (Eberlein–Šmulian, yang melampaui perkakas kita; kegagalannya, setidaknya, sudah kita buktikan).
22. Sensusnya.
| sep. | refl. | bola kompak barisan lemah | ||
|---|---|---|---|---|
| ya | tidak | tidak () | ||
| ya | tidak | tidak (, p. 21) | ||
| ya | ya | ya (p. 13) | ||
| tidak | tidak | tidak |
Ciri khasnya: — bidualnya , yakni langkah tak refleksif yang pertama (pertanyaan 14); — sifat Schur (pertanyaan 20); — kerefleksifan dan kekompakan lemah (pertanyaan 7 dan 13); — ketakseparabelan dan limit Banach: yakni fungsional yang tak dapat diwakili barisan mana pun (pertanyaan 8 dan 10–11). Satu keluarga ruang, empat dunia yang berbeda.
23. Misalkan dengan . Maka : jadi terbatas, sehingga menurut pertanyaan 13 ada subbarisan . Jika , maka (sebab tertutup); lalu pada bentuk linear memenuhi (sebab ), dan Hahn–Banach memperluasnya menjadi dengan dan ; tetapi lalu : kontradiksi. Jadi , dan memberikan, menurut pertanyaan 17,
jadi jaraknya tercapai di . Di : untuk setiap (sebab barisan nol yang tak nol tak mungkin memenuhi untuk setiap ), sedangkan pemenggalan memberikan : jadi , yang tak pernah tercapai. Rumus jaraknya: untuk , , sehingga ; sebaliknya, untuk di bola satuannya dengan , vektor terletak di dengan : jadi kesamaan. Seandainya suatu mencapainya, maka akan memenuhi , sehingga akan mencapai normanya di : mustahil. Jadi ada hiperbidang tertutup yang tak punya titik terdekat di mana pun — sehingga kerefleksifan bukanlah hiasan.
24. Tetapkan . Diberikan , setiap pemetaan menuju (sebab ), sehingga ada melewati indeks sebelumnya dengan untuk ; sebutlah pilihan itu . Maka
lalu dengan membaginya dengan : . (Untuk limit lemah , terapkan hal ini pada .) Pada yang ortonormal bahkan tak perlu ekstraksi: . Jadi rata-ratanya mengubah kekonvergenan lemah menjadi kekonvergenan norma: itulah sifat Banach–Saks pada .
25. Karena , maka kelinearan dan keinvarianan pergeserannya memberikan . Untuk sembarang yang terbatas dan , pilihlah dengan untuk ; lalu kepositifan yang diterapkan pada beserta memberikan , dan secara simetris : sehingga untuk setiap . Jika berperiode , maka berupa barisan konstan yang sama dengan rata-rata periodenya : jadi untuk setiap limit Banach — yakni pada dan pada seperti pada pertanyaan 12. Untuk barisan bloknya: di dengan genap blok terakhirnya seluruhnya satu, sehingga rata-rata Cesàronya ; sedangkan di dengan ganjil semua angka satunya duduk di , sehingga rata-ratanya . Karena itu dan . Pada definisikan . Dominasinya oleh : untuk , kesublinearannya memberikan , yakni (perhatikan untuk : sebab rata-rata Cesàro barisan konvergen konvergen ke limitnya); untuk , memberikan ; sedangkan untuk terjadi kesamaan. Jadi pada , dan Hahn–Banach memperluasnya menjadi pada , yang merupakan limit Banach persis seperti pada pertanyaan 10 (sebab dominasi oleh melahirkan kepositifan, keinvarianan pergeseran, dan nilai pada ), dengan . Perhitungan yang sama dengan (memakai untuk kasus ) melahirkan limit Banach dengan . Dua limit Banach, satu barisan, dua nilai: jadi di luar dunia periodik (dan, lebih umum, dunia yang hampir konvergen), sebuah limit Banach merupakan pilihan yang sesungguhnya.