Matematika Universitas — Tahun 3 · Bachelor Year 3
4Perluasan Lapangan dan Teori Galois
Dapatkah setiap persamaan diselesaikan dengan radikal, sebagaimana disarankan rumus kuadrat dan rumus kubik Cardano? Dapatkah sebuah sudut dibagi tiga dengan penggaris dan jangka? Kedua pertanyaan itu, yang terbuka berabad-abad, dijawab — secara negatif — oleh satu gagasan Évariste Galois: kaitkan pada setiap polinomial sebuah grup berhingga berisi simetri akarnya, lalu bacalah jawabannya pada grup itu. Bab ini membangun kamusnya: perluasan lapangan beserta derajatnya, lapangan pemecah dan penutup aljabar, lapangan berhingga (sebuah teori yang lengkap — beserta kesiklikan yang telah dijanjikan), separabilitas, lalu korespondensi Galois itu sendiri, dengan bukti penuh. Panennya: kemustahilan konstruksi klasik, struktur lapangan siklotomik, dan ketakterselesaian persamaan berderajat lima dengan radikal — kesederhanaan pada Bab 1 yang akhirnya mengenai sasarannya.
4.1 Perluasan, derajat, dan kealjabaran
Definisi 4.1
Sebuah perluasan lapangan adalah lapangan yang memuat sebagai sublapangan; lalu menjadi ruang vektor-, dan derajat adalah dimensinya. Perluasan itu disebut berhingga jika . Karakteristik sebuah lapangan adalah pembangun dari kernel , : nilainya atau sebuah bilangan prima ; sejalan dengan itu memuat sublapangan terkecil (lapangan prima) yang isomorfik dengan atau dengan .
Teorema 4.2 (Hukum menara)
Jika , maka : jika basis atas dan basis atas , maka merupakan basis atas .
Bukti. Membangun: ditulis (), dan setiap (): sehingga . Bebas: ditulis ulang menjadi ; jumlah di dalamnya terletak di , sehingga lenyap (sebab bebas atas ); lalu semua (sebab bebas atas ). ∎
Definisi 4.3
Misalkan dan . Jika ada tak nol dengan , maka disebut aljabar atas ; pembangun monik dari ideal di disebut polinomial minimalnya, yaitu polinomial tak tereduksi (sebab dengan memaksa konstan menurut keminimalan derajatnya). Jika tidak, disebut transenden. Kita tulis untuk sublapangan terkecil yang memuat dan , serta untuk subring terkecilnya.
Teorema 4.4
Jika bersifat aljabar atas dengan , maka
dengan basis . Sebaliknya, jika , maka setiap bersifat aljabar dengan derajat yang membagi .
Bukti. Pemasukan nilai , , berpeta dan berkernel ; karena tak tereduksi, merupakan lapangan (Proposisi 2.4: di dalam DIU , unsur tak tereduksi membangun ideal maksimal), sehingga menjadi lapangan yang memuat dan : jadi ia sama dengan . Kelas membentuk basis kuosiennya (lewat pembagian Euclid), dan dari sinilah basis dan derajatnya. Sebaliknya jika : maka bergantung, sehingga memberikan polinomial penghapus; lalu membagi menurut hukum menara. ∎
Akibat 4.5
Jika bersifat aljabar atas , maka demikian pula , , (dengan ): jadi unsur yang aljabar atas membentuk sublapangan . Lebih lanjut kealjabaran bersifat transitif: aljabar atas yang aljabar tetaplah aljabar.
Bukti. berhingga atas (sebab aljabar atas ) dan berhingga: menurut hukum menara , sehingga setiap unsur — termasuk keempat unsur yang disebut — bersifat aljabar (Teorema 4.4). Ketransitifannya: jika aljabar atas dan bersifat aljabar, maka koefisien dari membangun perluasan berhingga atas (lewat hukum menara berulang), dan berhingga: jadi , sehingga aljabar atas . ∎
Contoh 4.6
, (sebab tak tereduksi menurut Eisenstein), untuk (sebab tak tereduksi, Contoh 2.26). Hukum menara sudah menjadi senjata: , sebab .
4.2 Lapangan pemecah; penutup aljabar
Teorema 4.7 (Lapangan pemecah)
Misalkan tak konstan. Terdapat sebuah lapangan pemecah bagi atas : yaitu perluasan yang dibangun oleh akar dan yang di dalamnya terpecah atas faktor linear. Lapangan itu tunggal sampai pada isomorfisma-, dan .
Bukti. Keberadaannya, lewat induksi pada : ambil sebuah faktor tak tereduksi dari ; lapangan memuat akar dari , dan karenanya dari ; tulis atas lalu terapkan induksi pada atas ; derajatnya berkalian menjadi paling banyak .
Ketunggalannya menyusul dari lema perluasan isomorfisma yang lebih kuat: misalkan sebuah isomorfisma, , polinomial yang koefisiennya terpetakan, dan lapangan pemecah ; maka dapat diperluas menjadi isomorfisma . Induksi pada : jika terpecah di , maka , dan (sebab terpecah di , sedangkan dibangun oleh akarnya). Jika tidak, pilihlah sebuah akar dari faktor tak tereduksi dari dengan ; lalu merupakan faktor tak tereduksi yang berakar ; maka
memperluas dengan . Sekarang merupakan lapangan pemecah atas , dan lapangan pemecah atas , dengan : induksinya memperluasnya lebih jauh menjadi . ∎
Definisi 4.8
Sebuah lapangan disebut tertutup secara aljabar jika setiap polinomial tak konstan di berakar di (sehingga terpecah). Sebuah penutup aljabar bagi adalah perluasan aljabar dengan tertutup secara aljabar.
Teorema 4.9 (Steinitz)
Setiap lapangan mempunyai penutup aljabar, yang tunggal sampai pada isomorfisma-.
Bukti. Keberadaan (konstruksi Artin). Misalkan ring polinomial dengan satu variabel untuk setiap monik tak konstan, dan ideal yang dibangun oleh semua . Ideal bersifat sejati: sebab relasi hanya melibatkan berhingga polinomial; di dalam lapangan pemecah persekutuan bagi pilihlah akar dari lalu masukkan (variabel lainnya ): diperoleh , mustahil. Misalkan maksimal (Teorema 2.8; lewat Zorn) dan : sebuah perluasan lapangan yang di dalamnya setiap tak konstan berakar, yakni , dan yang bersifat aljabar atas (sebab ia dibangun oleh yang masing-masing aljabar). Iterasikan: , dengan berlaku terhadap seperti terhadap , lalu misalkan , sebuah lapangan. Sembarang tak konstan mempunyai koefisien yang berhingga banyaknya di suatu ; faktor tak tereduksi atas berakar di : jadi tertutup secara aljabar, dan aljabar atas (sebab setiap demikian, lewat ketransitifan, Akibat 4.5): jadi merupakan penutup aljabar.
Ketunggalan. Misalkan dua penutup aljabar. Tinjau himpunan pasangan dengan dan berupa pembenaman-, yang diurutkan menurut perluasan; himpunan itu tak kosong (memuat ) dan induktif (gabungan sebuah rantai), sehingga lema Zorn memberikan yang maksimal. Jika , pilihlah : maka terpetakan menjadi polinomial atas yang berakar di dalam yang tertutup secara aljabar, sehingga dapat diperluas ke (dengan ), dan itu bertentangan dengan kemaksimalan. Jadi ada pembenaman- ; petanya, yang isomorfik dengan , tertutup secara aljabar, dan bersifat aljabar atasnya: sebab untuk , terpecah atas , sehingga . Dengan demikian surjektif: jadi sebuah isomorfisma. ∎
Catatan 4.10
Untuk mesin transfinit itu dapat dihindari: bilangan aljabar membentuk sebuah penutup aljabar — yaitu sublapangan menurut Akibat 4.5, yang tertutup secara aljabar karena demikian (d’Alembert–Gauss, yang dibuktikan lewat analisis kompleks pada Bab 16) dan karena akar polinomial atas bersifat aljabar atas menurut ketransitifan.
4.3 Lapangan berhingga
Teorema 4.11
Misalkan prima, , dan .
- Lapangan berhingga berkardinalitas pangkat prima, dan untuk setiap ada tepat satu lapangan dengan unsur sampai isomorfisma: yaitu lapangan pemecah atas .
- Frobenius merupakan automorfisma , dan grup automorfisma bersifat siklik berorde , dibangun oleh .
- terbenam di jika dan hanya jika .
Bukti. (1) Lapangan berhingga berkarakteristik dan merupakan ruang vektor- berdimensi berhingga: jadi . Grup multiplikatifnya berorde , sehingga setiap memenuhi : berarti terdiri atas akar , sehingga menjadi lapangan pemecahnya atas — dan ini menentukan sampai isomorfisma (Teorema 4.7). Sebaliknya, di dalam lapangan pemecah bagi , himpunan berisi akarnya merupakan sublapangan: sebab lewat pengiterasian mimpi mahasiswa baru (karena ), dan , ; unsurnya tepat sebab bersifat separabel: turunannya (sebab ), yang relatif prima dengannya, sehingga tak ada akar berulang. Jadi beranggota unsur.
(2) adalah morfisma lapangan (lewat mimpi mahasiswa baru), yang injektif (karena lapangan), sehingga bijektif pada yang berhingga. Berlaku (sebab ), dan tak ada pangkat lebih kecil yang menjadi identitas: sebab berarti seluruh unsurnya menjadi akar , yang memaksa . Jadi bersifat siklik berorde ; dan tak ada automorfisma lain, menurut batas yang dibuktikan di bawah (Proposisi 4.16 dengan , : sebab automorfisma menetapkan lapangan primanya).
(3) Jika , maka hukum menara memberikan : jadi . Sebaliknya jika , maka (lewat jumlah geometri), sehingga membagi (argumen yang sama pada eksponennya: bila ), dan akar polinomial pertama yang berada di dalam membentuk sublapangan yang diminta, berkardinalitas (dengan separabilitas seperti pada (1)). ∎
Teorema 4.12 (Kesiklikan)
Setiap subgrup berhingga dari grup multiplikatif sebuah lapangan bersifat siklik. Khususnya .
Bukti. Misalkan berhingga. Menurut teorema struktur (Akibat 3.13), dengan . Setiap lalu memenuhi ; padahal berakar paling banyak di lapangan : sehingga , dan itu memaksa : jadi siklik. ∎
Contoh 4.13
: polinomial kubik itu tak berakar di , sehingga tak tereduksi. Dengan menulis : siklik berorde , sehingga setiap unsur membangunnya. Sublapangan membentuk kisi pembagi : — contoh pertama yang lengkap bagi korespondensi Galois.
4.4 Separabilitas dan pembenaman
Definisi 4.14
Sebuah polinomial disebut separabel jika ia tak berakar berulang di sebuah lapangan pemecah — setara dengan (sebab akar berulang menjadi akar persekutuan; sebaliknya, atas lapangan pemecahnya, akar persekutuan bersifat berulang; dan FPB-nya tak berubah di bawah perluasan lapangan, lewat argumen Akibat 3.17). Unsur aljabar disebut separabel jika polinomial minimalnya separabel; dan perluasan disebut separabel jika semua unsurnya separabel.
Proposisi 4.15
Polinomial tak tereduksi bersifat separabel kecuali jika , yang memaksa dan . Akibatnya setiap perluasan aljabar dari lapangan berkarakteristik , dan dari lapangan berhingga, bersifat separabel (lapangan semacam itu disebut sempurna).
Bukti. FPB membagi ; jika nilainya bukan , maka ketaktereduksian memaksa (sampai pada sebuah konstanta), sehingga dengan : jadi . Dengan menulis : berlaku untuk setiap , sehingga pada karakteristik , menjadi konstan (yang dikecualikan); sedangkan pada karakteristik , kecuali bila : jadi . Atas lapangan berhingga, setiap unsur merupakan pangkat ke- (sebab Frobenius surjektif), sehingga tidak tak tereduksi: jadi juga tak mungkin terjadi bagi yang tak tereduksi di sana. ∎
Proposisi 4.16 (Mencacah pembenaman)
Misalkan berhingga atas , dan sebuah pembenaman ke dalam lapangan yang tertutup secara aljabar. Maka banyaknya perluasan ke paling banyak , dengan kesamaan bila separabel. Khususnya .
Bukti. Induksi pada lewat langkah sederhana. Untuk : sebuah perluasan ditentukan oleh , yang haruslah sebuah akar di dari ; sebaliknya setiap akar demikian memberikan satu perluasan (sebab ). Banyaknya perluasan sama dengan banyaknya akar berbeda di : paling banyak , dengan kesamaan jika dan hanya jika separabel (separabilitas dan bersesuaian: FPB dengan turunannya terpelihara oleh ). Secara umum, faktorkan : perluasan ke berjumlah , dan masing-masing meluas dalam cara menurut induksi; lalu kalikan (lewat hukum menara). Pada kasus separabel kedua cacahan itu menjadi kesamaan: sebab polinomial minimal atas lapangan yang lebih besar membagi polinomial minimal atas , sehingga tetap separabel. ∎
Teorema 4.17 (Unsur primitif)
Setiap perluasan separabel yang berhingga bersifat sederhana: untuk suatu .
Bukti. Jika berhingga, maka pun berhingga, dan sebuah pembangun dari grup siklik (Teorema 4.12) sudah mencukupi. Misalkan tak berhingga; lewat induksi cukup ditangani kasus . Misalkan ; menurut Proposisi 4.16 ada pembenaman- berbeda (dengan sebuah penutup aljabar). Polinomial
tidak nol secara identik: sebab sebuah faktornya lenyap secara identik hanya jika bersesuaian baik pada maupun , sehingga pada — dan itu dikecualikan untuk . Karena tak berhingga, pilihlah dengan : maka unsur berbeda berpasangan, sehingga mempunyai paling sedikit konjugat berbeda di , yakni : dan memaksa . ∎
4.5 Korespondensi Galois
Definisi 4.18
Perluasan berhingga disebut Galois jika ia merupakan lapangan pemecah sebuah polinomial separabel atas . Grup Galois adalah , yaitu grup automorfisma lapangan yang menetapkan titik demi titik.
Proposisi 4.19
Jika bersifat Galois, maka ; lebih lanjut bersifat Galois untuk setiap lapangan antara , dan setiap pembenaman- berpeta (kenormalan).
Bukti. Misalkan memecah polinomial separabel atas , dan tetapkan sebuah penutup aljabar . Perluasan bersifat separabel: sebab ia dibangun oleh akar ; separabilitas setiap unsurnya menyusul dari kasus kesamaan di bawah, tetapi mari kita berargumen langsung — Proposisi 4.16 yang diterapkan pada pembangunnya (yaitu akar polinomial separabel , yang polinomial minimalnya membagi ) melahirkan tepat perluasan dari (pada langkah induktifnya, polinomial minimal sebuah akar atas lapangan antara tetap membagi , sehingga tetap separabel). Setiap pembenaman semacam itu mempermutasikan akar (sebab menetapkan koefisiennya), dan dibangun olehnya: jadi . Karena itu pembenaman automorfisma: . Untuk lapangan antara : juga lapangan pemecah atas , dan tetap separabel: jadi bersifat Galois; argumen yang sama memberikan kenormalan atas . ∎
Lema 4.20 (Artin)
Misalkan grup berhingga berisi automorfisma sebuah lapangan dan lapangan tetapnya. Maka .
Bukti. Misalkan , , dan andaikan bebas linear atas . Sistem linear homogen dengan persamaan dan variabel atas ,
mempunyai penyelesaian tak nol; pilihlah satu yang entri tak nolnya paling sedikit, katakanlah (setelah dinomori ulang), (sebab satu tunggal mustahil), yang dinormalkan . Tidak semua terletak di : sebab persamaan untuk akan bertentangan dengan kebebasannya; katakanlah , sehingga untuk suatu . Terapkan pada semua persamaannya: karena menjelajahi , vektor merupakan penyelesaian lain; setelah dikurangkan, menjadi penyelesaian dengan entri tak nol yang lebih sedikit (sebab entri ke- menjadi , sedangkan entri pertamanya tidak) dan tidak nol: kontradiksi. Jadi sembarang unsur bergantung: . ∎
Teorema 4.21 (Teorema fundamental teori Galois)
Misalkan sebuah perluasan Galois dengan grup .
- .
- Pemetaan dan saling invers, dan keduanya bijeksi yang membalik inklusi antara subgrup dan lapangan antara ; lebih lanjut dan .
- jika dan hanya jika bersifat Galois, dan lalu pembatasannya menginduksikan .
Bukti. (1) Jelas . Sebaliknya misalkan ; kita tampilkan dengan . Polinomial minimal atas berderajat dan bersifat separabel (sebab separabel, Proposisi 4.19), sehingga ia berakar lain di sebuah penutup aljabar . Perluaslah pembenaman- , , menjadi pembenaman (Proposisi 4.16); menurut kenormalan (Proposisi 4.19) , sehingga , , dan .
(2) Untuk sebuah subgrup : bersifat Galois (Proposisi 4.19), dan secara trivial, sehingga ; sedangkan lema Artin memberikan : jadi terjadi kesamaan, dan . Untuk lapangan antara : yang Galois memberikan menurut (1) yang diterapkan pada . Kedua pemetaan itu saling invers; dan jelas keduanya membalik inklusi. Derajatnya: baru saja dibuktikan, dan .
(3) Untuk dan : (lewat pemeriksaan langsung). Menurut bijeksinya, untuk setiap jika dan hanya jika . Sekarang jika , tetapkan : setiap terbatas menjadi automorfisma , sehingga memberikan morfisma dengan kernel . Jadi terbenam di , sehingga ; sedangkan ketaksamaan sebaliknya selalu berlaku (Proposisi 4.16): jadi dan surjektif. Tersisa menunjukkan bahwa bersifat Galois: separabel atas (karena berada di dalam yang separabel), dan (Teorema 4.17); polinomial (hasil kali atas peta yang berbeda, yang terletak di sebab menurut kenormalan ) mempunyai koefisien yang ditetapkan , sehingga terletak di menurut (1): jadi ia polinomial separabel di yang dipecah oleh , dan akarnya membangun : jadi bersifat Galois. Sebaliknya, jika dengan Galois, maka kenormalan (Proposisi 4.19, yang diterapkan pada pembenaman hasil pembatasan unsur ) memberikan untuk setiap , yakni . ∎
4.6 Perluasan siklotomik
Definisi 4.22
Misalkan dan . Yang disebut polinomial siklotomik ke- adalah , yang berderajat ; dengan mengelompokkan akar menurut orde eksaknya, , dan ini menunjukkan secara induktif bahwa (lewat pembagian Euclid polinomial bulat yang monik).
Teorema 4.23
Polinomial tak tereduksi atas ; karena itu dan
Dengan demikian perluasan bersifat Galois dengan grup abelian.
Bukti. Misalkan , sehingga dengan monik (lewat lema Gauss Lema 2.23: kandungannya berkalian, dan semua polinomialnya monik). Klaim: jika akar dan bilangan prima, maka juga akar . Kalau tidak, menjadi akar (sebab ia akar satuan primitif ke-), sehingga menjadi akar , dan di (lewat polinomial minimal, lalu lema Gauss lagi). Reduksikan modulo : (lewat Frobenius pada : koefisien demi koefisien , ditambah mimpi mahasiswa baru), sehingga : jadi dan berbagi faktor tak tereduksi, dan mempunyai faktor berulang. Maka demikian pula ; padahal turunannya relatif prima dengannya (sebab , dan bukan akarnya): kontradiksi.
Setiap akar primitif (dengan ) diperoleh dari lewat pangkat prima berturutan yang tak membagi (faktorkan ): jadi klaimnya merambat, sehingga setiap akar primitif menjadi akar : berarti , yang tak tereduksi. Akibatnya , dan merupakan lapangan pemecah polinomial separabel (sebab semua akarnya pangkat ): jadi Galois. Sebuah automorfisma mengirim ke akar primitif lain , dan merupakan morfisma injektif ke dalam ; kedua grup itu berorde : jadi isomorfisma. ∎
4.7 Penggaris dan jangka
Definisi 4.24
Kenalilah bidang dengan ; mulailah dari . Sebuah titik disebut dapat dilukis jika ia diperoleh lewat berhingga perpotongan garis melalui dua titik yang sudah terlukis dan lingkaran berpusat di titik terlukis dengan jari-jari berupa jarak dua titik terlukis.
Teorema 4.25 (Wantzel)
Bilangan dapat dilukis jika dan hanya jika ada menara dengan dan . Khususnya, bilangan yang dapat dilukis bersifat aljabar dengan derajat berupa pangkat atas .
Bukti. () Koordinat perpotongan dua garis melalui titik yang koordinatnya di sublapangan menyelesaikan sistem linear atas : jadi koordinatnya tetap di . Perpotongan garis–lingkaran dan lingkaran–lingkaran menghasilkan, setelah bagian linearnya dilenyapkan (mengurangkan kedua persamaan lingkaran memberikan sebuah garis), sebuah persamaan kuadrat atas : sehingga koordinat barunya terletak di atau di untuk suatu , . Lewat induksi, setiap titik terlukis berkoordinat di sebuah menara perluasan kuadrat atas ; dan juga berada di menara kuadrat (tambahkan : satu langkah kuadrat lagi). Akibat pada derajatnya: membagi (lewat hukum menara).
() Bilangan yang dapat dilukis membentuk sebuah lapangan: jumlah dan selisihnya lewat jajargenjang (garis sejajar dapat dilukis: turunkan lalu naikkan garis tegak lurus dua kali — garis tegak lurus klasik melalui sebuah titik memakai satu lingkaran dan dua busur); hasil kali dan hasil baginya lewat konfigurasi perbandingan Thales (diberikan panjang , lukislah dan dengan segitiga sebangun pada dua sinar garis). Dan lapangan itu tertutup terhadap akar kuadrat: untuk , lingkaran berdiameter beserta garis tegak lurus pada titik sambungnya berpotongan pada ketinggian (hubungan rata-rata geometri pada garis tinggi segitiga siku-siku); sedangkan untuk bilangan kompleks , lukislah lalu bagilah dua (sudut dapat dibagi dua dengan jangka). Karena itu bagian real dan imajiner unsur sebuah menara kuadrat dapat dilukis lewat induksi pada menaranya: sebab setiap langkahnya menambahkan akar sebuah polinomial kuadrat, yang dapat dinyatakan lewat operasi lapangan dan satu akar kuadrat dari bilangan yang sudah terlukis (lewat rumus kuadrat; pada karakteristik ). ∎
Akibat 4.26
Ketiga soal klasik berikut tak terselesaikan dengan penggaris dan jangka:
- Penggandaan kubus: berderajat , bukan pangkat .
- Pembagian tiga sudut: membagi tiga memerlukan , yaitu akar polinomial tak tereduksi : berderajat .
- Pengkuadratan lingkaran: bersifat transenden (sebab demikian — teorema Lindemann, yang di sini diterima tanpa bukti: pembuktiannya termasuk kuliah teori transendensi).
Selain itu, segi- beraturan dapat dilukis jika dan hanya jika berupa pangkat (Gauss–Wantzel; arah “jika” memakai metode soal akhir pekan, sedangkan arah “hanya jika” adalah Teorema 4.25 yang diterapkan pada , yang berderajat ). Untuk : , sehingga segi tujuh beraturan mustahil; untuk : , sehingga dapat dilukis — dan soal akhir pekan melukisnya.
Bukti. (1) tak tereduksi (menurut Eisenstein). (2) Dari dengan : diperoleh untuk ; polinomial kubik tak berakar rasional (calonnya semuanya gagal), sehingga tak tereduksi: berderajat . Sudut umum dapat dilukis, sehingga alat pembagi tiga akan melukis . (3) Seandainya dapat dilukis, ia akan bersifat aljabar, sehingga pun demikian. Untuk pernyataan segi-: derajat adalah (Teorema 4.23); keperluannya menyusul dari Wantzel; sedangkan untuk kecukupannya, grup Galoisnya, yang abelian berorde , mempunyai rantai subgrup berindeks (dan grup- berhingga memang demikian: Latihan 1.10), yang lapangan tetapnya membentuk menara kuadrat yang berakhir di (Teorema 4.21); lalu simpulkan dengan Teorema 4.25. ∎
4.8 Keterselesaian dengan radikal
Definisi 4.27
Sebuah perluasan (dengan karakteristik sepanjang bagian ini) disebut radikal jika ada menara dengan dan : jadi setiap langkahnya menambahkan akar ke-. Sebuah polinomial disebut terselesaikan dengan radikal jika lapangan pemecahnya termuat di suatu perluasan radikal atas .
Lema 4.28
Misalkan memuat akar satuan primitif ke- bernama , yakni berorde di , dan . Maka bersifat Galois dengan grup siklik. Sebaliknya — meski tak diperlukan di bawah — setiap perluasan siklik berderajat berbentuk demikian. Lebih lanjut bersifat Galois dengan grup abelian, untuk berkarakteristik mana pun.
Bukti. Polinomial bersifat separabel (lihat dengan : sebab ) dan terpecah di dengan : akarnya adalah . Jadi bersifat Galois; pemetaan merupakan morfisma injektif (sebab , karena hasil baginya terletak di ), ke dalam sebuah grup siklik: jadi siklik. Kebalikannya adalah teori Kummer, yang tak akan kita perlukan (lihat catatan di bawah). Untuk : ia memecah polinomial separabel , dan dengan membenamkan grupnya ke dalam yang abelian seperti pada Teorema 4.23 (keinjektifannya hanya menuntut membangun akar satuan yang terlibat). ∎
Teorema 4.29 (Galois)
Misalkan berkarakteristik dan berlapangan pemecah . Jika terselesaikan dengan radikal, maka merupakan grup terselesaikan. (Kebalikannya juga benar; kita tak akan memerlukannya.)
Bukti. Langkah 1: perbesar menara radikalnya menjadi menara Galois. Misalkan dengan radikal, dengan eksponen akar dan . Pertama tambahkan : menara tetap radikal (sebab akar satuan: sebuah langkah radikal, ), dan langkahnya setelah yang pertama terjadi atas lapangan yang memuat akar satuan yang diperlukan. Berikutnya, gantilah dengan komposit dari semua , dengan menjelajahi pembenaman- dari (yang berhingga banyaknya) ke dalam sebuah penutup aljabar tetap: maka merupakan lapangan pemecah hasil kali polinomial minimal sebuah himpunan pembangun (pada karakteristik : berhingga dan separabel), sehingga bersifat Galois; dan bersifat radikal atas : sebab setiap radikal atas (terapkan pada sebuah menara radikal), dan komposit perluasan radikal juga radikal (sambungkan menaranya: jika bersifat radikal dengan menara yang menambahkan , maka langkah bertipe tetap radikal atas basis yang lebih besar mana pun).
Langkah 2: bacalah keterselesaiannya pada menara Galois itu. Jadi andaikan , dengan Galois dan radikal bermenara , dengan setiap dan . Misalkan dan : maka terbentuk rantai menurun . Setiap bersifat Galois dengan grup siklik (Lema 4.28), sehingga menurut teorema fundamental yang diterapkan pada perluasan Galois (Teorema 4.21(3), dengan grup lingkungannya ): dengan yang siklik. Demikian pula bersifat Galois dengan grup abelian (Lema 4.28). Rantai itu menampilkan sebagai grup terselesaikan (Proposisi 1.29). Akhirnya merupakan grup kuosien dari : sebab bersifat Galois ( separabel pada karakteristik ) dan pembatasan bersifat surjektif (Teorema 4.21(3) dengan ); dan grup kuosien dari grup terselesaikan juga terselesaikan. ∎
Akibat 4.30 (Ketakterselesaian persamaan berderajat lima)
Ada polinomial berderajat atas yang tidak terselesaikan dengan radikal: misalnya , yang grup Galoisnya (Latihan 4.11), sebuah grup tak terselesaikan (Akibat 1.34). Jadi tak ada rumus umum dalam radikal untuk derajat .
Catatan 4.31
Kebalikan Teorema 4.29 — bahwa grup Galois yang terselesaikan mengakibatkan keterselesaian dengan radikal — dibuktikan dengan menuruni deret komutatornya dan menunjukkan bahwa setiap perluasan siklik (dengan cukup akar satuan) bersifat radikal, lewat resolven Lagrange; hal itu menjelaskan mengapa derajat mempunyai rumus: sebab terselesaikan (Contoh 1.30). Kita terima tanpa bukti pada tingkat ini; pembahasan penuhnya termasuk kuliah magister, tetapi Latihan 4.8 membuatnya konkret untuk kasus kubik.
4.9 Latihan
Latihan 4.1 ★
Tunjukkan , bahwa , lalu hitunglah polinomial minimal atas .
Solusi
Solusi Latihan 4.1.
: sebab dari (dengan ), pengkuadratannya memberikan , sehingga ; lalu membuat rasional, sedangkan memberikan — keduanya salah (lewat argumen faktorisasi prima yang baku). Karena itu dan hukum menara memberikan derajat .
Misalkan . Maka dan : jadi menghapus . Lebih lanjut , sehingga : berarti , lalu : jadi , yang berderajat . Polinomial kuartik penghapus itu, karena berderajat sama dengan polinomial minimalnya, adalah polinomial minimalnya: (khususnya ia tak tereduksi atas ).
Latihan 4.2 ★
Misalkan . Tunjukkan bahwa tidak normal (tampilkan pembenaman yang petanya bukan ), tentukan lapangan pemecah dari beserta , lalu periksalah : jadi pada perluasan yang bukan Galois, grup automorfismanya bisa jauh lebih kecil daripada derajatnya.
Solusi
Solusi Latihan 4.2.
Ketiga akar di adalah dengan . Pemetaan mendefinisikan pembenaman- (Teorema 4.4: keduanya membangun perluasan berderajat dengan polinomial minimal yang sama), yang petanya berbeda dari : jadi tidak normal. Lapangan pemecahnya adalah , dengan (sebab memenuhi , yang tak tereduksi atas lapangan real ). Sebuah automorfisma harus mengirim ke akar yang berada di dalam : hanya yang memenuhinya, sehingga , yang berorde .
Latihan 4.3 ★
Bangunlah sebagai lalu carilah sebuah pembangun . Daftarkan polinomial monik tak tereduksi berderajat atas , lalu periksalah atas .
Solusi
Solusi Latihan 4.3.
Polinomial tak berakar di (sebab ), sehingga merupakan lapangan dengan unsur; tulis , sehingga . Grup siklik berorde ; unsur berorde , tetapi berhasil: , dan : jadi berorde .
Atas — berderajat : , ; berderajat : (sebab ketiga polinomial kuadrat lainnya berakar); berderajat : dan (tak berakar di ; keenam polinomial kubik lainnya berakar). Pemeriksaannya:
dan atas — tepat berisi unsur tak tereduksi yang derajatnya membagi , seperti diramalkan Latihan 4.6 (derajat absen sebab ).
Latihan 4.4 ★★
(a) Carilah semua akar primitif modulo dan modulo (yakni pembangun , ). (b) Tunjukkan bahwa untuk ganjil, merupakan kuadrat jika dan hanya jika (kriteria Euler), lalu peroleh kembali kriteria bagi pada Soal 2.1.
Solusi
Solusi Latihan 4.4.
(a) Modulo : pangkat adalah : berorde , jadi sebuah pembangun; akar primitifnya adalah dengan : yakni dan . Modulo : pangkat : : jadi sebuah pembangun; akar primitifnya dengan : yakni .
(b) Tulis dengan sebuah pembangun (Teorema 4.12). Maka merupakan kuadrat jika dan hanya jika genap (sebab kuadratnya adalah , dan jika dan hanya jika , yang terselesaikan jika dan hanya jika genap, karena genap). Dan jika dan hanya jika , yaitu jika dan hanya jika genap: kedua syaratnya bersesuaian. Untuk : ia kuadrat jika dan hanya jika genap, yaitu jika — Soal 2.1 sekali lagi.
Latihan 4.5 ★★
Tunjukkan bahwa dan di dalam sebuah penutup aljabar tetap , lalu uraikan untuk .
Solusi
Solusi Latihan 4.5.
Di dalam , merupakan himpunan tetap dari . Irisan ditetapkan oleh dan , sehingga oleh (sebab : pada unsur tetap, bekerja secara trivial — eksponennya boleh diambil positif menurut keperiodikannya); jadi irisan itu terletak di , yang sebaliknya termuat di keduanya (Teorema 4.11(3)). Untuk komposit : setiap lapangan yang memuat keduanya berderajat habis dibagi dan , sehingga oleh ; dan memuat keduanya: jadi itulah kompositnya. Untuk : terdiri atas pangkat yang menetapkan , yakni pangkat : jadi siklik berorde , dibangun oleh (ordenya seperti pada Teorema 4.11(2)).
Latihan 4.6 ★★
Misalkan banyaknya polinomial monik tak tereduksi berderajat atas . Buktikan
Simpulkan secara eksplisit, dan untuk setiap (sehingga perluasan ada sebagai kuosien untuk setiap ).
Solusi
Solusi Latihan 4.6.
Polinomial bersifat separabel (turunannya ) dengan himpunan akar . Misalkan monik tak tereduksi berderajat . Jika : , sehingga berakar ; lalu , dan membagi . Jika : sebuah akar membangun , sehingga (Teorema 4.11(3)). Unsur tak tereduksi yang berbeda saling relatif prima dan hasil kalinya separabel: jadi setiap muncul dengan eksponen tepat , dan setiap akar merupakan akar polinomial minimalnya: jadi faktorisasinya berlaku. Dengan membandingkan derajatnya: .
Akibatnya ; lalu memberikan ; memberikan ; dan memberikan . Keberadaannya: untuk (dan ): jadi selalu.
Latihan 4.7 ★★
Tentukan beserta kisi lengkap lapangan antaranya. Pertanyaan yang sama untuk lapangan pemecah — apa yang Anda perhatikan?
Solusi
Solusi Latihan 4.7.
adalah lapangan pemecah , yang separabel: jadi Galois berderajat (Latihan 4.1). Sebuah automorfisma mengirim dan : jadi paling banyak pilihan, dan mewujudkan semuanya: , dengan unsur . Subgrup berorde : , dengan lapangan tetap , , (perhatikan bahwa menetapkan ). Kisinya: di bawah, ketiga lapangan kuadrat di tengah, dan di atas — tak ada yang lain (Teorema 4.21). Untuk : lapangan pemecahnya sama, yaitu (sebab ), sehingga jawabannya identik: korespondensi Galois merupakan invarian perluasannya, bukan invarian polinomial yang dipilih untuk menyajikannya.
Latihan 4.8 ★★
(Persamaan kubik, diselesaikan oleh grupnya) Misalkan tak tereduksi dengan akar dan lapangan pemecah . Misalkan dan (terimalah identitas klasik ini atau periksalah dengan menjabarkan fungsi simetrinya). (a) Tunjukkan atau , menurut apakah berupa kuadrat di atau bukan. (b) Dengan , definisikan resolven Lagrange dan . Tunjukkan dan , lalu selesaikan untuk : rumus Cardano akan jatuh dengan sendirinya. Di manakah keterselesaian terpakai?
Solusi
Solusi Latihan 4.8.
(a) Grup beraksi secara setia dan transitif (karena ketaktereduksian) pada ketiga akarnya: dengan : jadi atau . Setiap mempermutasikan , dan (sebab bersifat alternasi terhadap akarnya). Jika kuadrat di : maka (perhatikan karena separabel), sehingga untuk setiap : jadi , dan karenanya . Jika bukan: , sehingga ada dengan : jadi . (Pada kedua kasus .)
(b) Dengan : . Lagi pula
dengan memakai dan . Lalu
Jadi merupakan akar (dengan hasil kali ): , dan dengan : itulah Cardano. Keterselesaian menjadi kerangkanya: menara menambahkan lebih dahulu sebuah akar kuadrat (, lapangan tetap : langkah ), lalu sebuah akar pangkat tiga (, sebab : langkah ) — deret komutator yang menjelma.
Latihan 4.9 ★★
Di : tunjukkan bahwa satu-satunya sublapangan kuadratnya adalah , lewat jumlah Gauss , : hitunglah dan , lalu simpulkan . Simpulkan bahwa segi lima beraturan dapat dilukis.
Solusi
Solusi Latihan 4.9.
(sebab jumlah semua akar satuan ke- adalah ). Lalu (indeksnya modulo ). Jadi merupakan akar : yakni . Karena : maka , sehingga , dan . Grup bersifat siklik berorde : ia mempunyai subgrup berorde yang tunggal (, yakni ), sehingga mempunyai satu sublapangan kuadrat saja (Teorema 4.21), yang memuat : jadi sublapangan itu . Keterlukisannya: terletak di menara kuadrat , dan satu langkah kuadrat di atasnya: Teorema 4.25 melukis segi lima itu.
Latihan 4.10 ★★★
Misalkan (fungsi rasional dalam dua variabel tak tentu) dan . (a) Tunjukkan dan bahwa untuk setiap . (b) Simpulkan bahwa tidak sederhana: tak ada unsur primitif yang tersedia — jadi ketakseparabelan berakibat fatal bagi Teorema 4.17.
Solusi
Solusi Latihan 4.10.
(a) Tulis , (yaitu unsur sebuah penutup aljabar terpilih dengan , ). Polinomial tak tereduksi atas pecahan : lewat Eisenstein pada unsur prima dari DFT (Teorema 2.25). Jadi ; demikian pula memenuhi Eisenstein pada atas pecahan — sebab tetap prima di — sehingga dan . Untuk : , sehingga (dengan ), dan menurut morfisma Frobenius .
(b) Jika , maka ; padahal berarti menghapus , sehingga : kontradiksi. Jadi tak ada unsur primitif: Teorema 4.17 sungguh memerlukan separabilitas (di sini setiap membagi suatu : yaitu tak separabel murni).
Latihan 4.11 ★★★
Misalkan dan grup Galoisnya atas , yang beraksi pada akarnya. (a) Tunjukkan bahwa tak tereduksi, lalu simpulkan ; simpulkan bahwa memuat siklus- (lewat Cauchy, Teorema 1.13). (b) Tunjukkan, dengan mempelajari variasi , bahwa mempunyai tepat akar real; lalu simpulkan bahwa konjugasi kompleks terbatas menjadi sebuah transposisi di . (c) Tunjukkan bahwa subgrup yang memuat sebuah transposisi dan sebuah siklus- pastilah (konjugasikan transposisinya dengan pangkat siklus itu). Simpulkan dan, bersama Teorema 4.29, bahwa tidak terselesaikan dengan radikal.
Solusi
Solusi Latihan 4.11.
(a) Eisenstein pada (; ): jadi tak tereduksi. Jika sebuah akarnya, maka membagi (dengan lapangan pemecahnya): lalu Cauchy (Teorema 1.13) memberikan unsur berorde di ; dan di , hanya siklus- yang berorde (sebab ordenya berupa KPK panjang siklusnya).
(b) Turunan lenyap di : jadi satu maksimum lokal lalu satu minimum lokal. Nilainya: , , , : tiga pergantian tanda, dan paling banyak tiga akar real (karena dua titik kritis): jadi tepat akar real, sehingga ada sepasang akar sekawan kompleks. Ambil lapangan pemecah di dalam : konjugasi kompleks memetakan pada dirinya sendiri (sebab ia mempermutasikan akarnya, yang membangun ) dan menetapkan , sehingga ia mendefinisikan unsur ; ia menetapkan ketiga akar realnya dan menukar dua sisanya: yaitu sebuah transposisi.
(c) Misalkan dan sebuah siklus- di . Suatu pangkat mengirim ke (dengan ), dan tetap siklus-: setelah dinamai ulang, andaikan dan . Dengan mengonjugasikannya, : jadi transposisi bersebelahan semuanya terletak di ; sedangkan transposisi bersebelahan membangun (sebab setiap transposisi merupakan hasil kali transposisi bersebelahan, dan transposisi membangun seluruhnya). Jadi , yang tak terselesaikan (Akibat 1.34), dan Teorema 4.29 menyimpulkannya: tidak terselesaikan dengan radikal.
Latihan 4.12 ★★★
(Kuartik dihedral) Misalkan dan , yaitu lapangan pemecah atas . (a) Tunjukkan dan bahwa dibangun oleh dan oleh konjugasi kompleks , dengan dan : jadi . (b) Daftarkan kisi subgrup (sepuluh subgrup) lalu padankan masing-masing dengan lapangan tetapnya; periksalah khususnya bahwa , , merupakan ketiga sublapangan kuadratnya, lalu letakkan , , . (c) Lapangan antara mana yang bersifat Galois atas ? Cocokkan jawaban Anda dengan subgrup normal , lalu jelaskan mengapa gagal sedangkan berhasil.
Solusi
Solusi Latihan 4.12.
(a) Polinomial tak tereduksi (Eisenstein pada ): jadi ; dan , sehingga dan . Perluasannya bersifat Galois (lapangan pemecah polinomial separabel: akarnya adalah ), jadi . Sebuah automorfisma mengirim ke salah satu dari keempat akarnya dan ke : jadi paling banyak pemetaan, dan semuanya terwujud. Automorfisma (berorde : sebab , ) dan (berorde ) memenuhi
atau lebih cermat: . Jadi : itulah penyajian .
(b) Kesepuluh subgrup adalah: ; lima subgrup berorde , yakni , , , , ; tiga subgrup berorde , yakni , , ; dan sendiri. Lapangan tetapnya (derajat = indeks): ; subgrup berorde kelima lapangan kuartiknya
Pemeriksaannya: menetapkan yang real; mengirim dan , sehingga menetapkan ; dan karena , :
jadi setiap pencerminan menetapkan pembangunnya, dan lapangan tetapnya, yang berderajat indeksnya, tepat berupa lapangan yang dibangunnya (pembangunnya akar , yang tak tereduksi). Subgrup berorde ketiga lapangan kuadratnya: (sebab menetapkan ); (keempatnya menetapkan setelah tandanya diperiksa: , ); dan (sebab ).
(c) Yang Galois atas subgrup normal : yakni , (pusatnya), ketiga subgrup berorde , dan — sehingga lapangan antara yang Galois adalah , , ketiga lapangan kuadratnya, dan . Kelima lapangan kuartik yang ditetapkan oleh pencerminan tak normal tidaklah Galois: memuat satu akar tetapi tidak memuat (sebab ia real) — konjugasi dengan memindahkan ke , persis seperti ia memindahkan ke : jadi ketaknormalan subgrupnya adalah keberadaan lapangan sekawannya.
4.10 Soal: Gauss dan segi 17 beraturan
Soal 4.1
Soal akhir pekan — keterlukisan segi 17
Pada 30 Maret 1796, Gauss yang berusia sembilan belas tahun menunjukkan bahwa segi- beraturan dapat dilukis — kemajuan pertama atas pertanyaan itu sejak zaman kuno. Kita susun ulang perhitungannya dengan perkakas bab ini. Tetapkan , , .
Bagian I — Grup dan filtrasinya.
- Berilah alasan: , , yang siklik berorde . Periksalah bahwa merupakan pembangun (hitunglah pangkat modulo : ).
- Misalkan dengan , dan untuk . Tunjukkan bahwa dengan setiap indeks , dan bahwa lapangan tetapnya membentuk menara perluasan kuadrat.
- Simpulkan secara a priori, dengan memakai Teorema 4.25, bahwa — dan karenanya segi- — dapat dilukis. Sisa soal ini membuat menaranya eksplisit.
Bagian II — Periode berpanjang 8. Definisikan periode Gauss
- Tunjukkan bahwa ditetapkan oleh dan ditukar oleh ; lalu simpulkan dan bahwa keduanya merupakan dua akar sebuah polinomial kuadrat atas .
- Hitunglah . Tunjukkan (setiap hasil kali berupa suatu dengan ; cacahlah berapa kali setiap muncul, atau berargumenlah bahwa hasil kalinya bilangan bulat rasional yang ditetapkan , sama dengan jumlah atas seluruh hasil kali, lalu pakailah kenyataan bahwa setiap sisa tak nol muncul sama seringnya).
- Simpulkan , (kenali mana yang mana secara numerik: ), dan .
Bagian III — Periode berpanjang 4 dan 2. Definisikan
- Tunjukkan , , dan bahwa ditetapkan oleh serta ditukar oleh .
- Hitunglah dan (jabarkan: keenam belas eksponen yang diperoleh mencakup tepat satu kali).
- Simpulkan (periksalah tandanya secara numerik: ) beserta rumus serupa bagi ; sehingga , yang kuadrat atas .
- Misalkan dan . Tunjukkan dan , sehingga .
- Susunlah rantai rumus yang menyatakan lewat akar kuadrat bersarang, lalu berilah pemeriksaan desimalnya ().
Bagian IV — Penutup.
- Di manakah tepatnya argumen itu memakai bahwa merupakan prima Fermat ()? Tunjukkan bahwa untuk bilangan prima , segi- beraturan dapat dilukis jika dan hanya jika untuk suatu (jika , tunjukkan bahwa sendiri haruslah pangkat ).
- Simpulkan daftar lengkap segi- beraturan yang dapat dilukis untuk , dengan memakai kriteria Gauss–Wantzel pada Akibat 4.26.
Bagian V — Jumlah Gauss dan resiprositas kuadrat. Periode pada Bagian II menyimpan sebuah harta. Untuk bilangan prima ganjil , simbol Legendre bernilai jika kuadrat tak nol modulo , jika bukan, dan jika ; Latihan 4.4(b) (kriteria Euler) memberikan , dan dari sini kemultiplikatifannya. Tulis , , lalu definisikan jumlah Gauss
- Tunjukkan (sebanyak kuadratnya, sebanyak itu pula yang bukan kuadrat), lalu buktikan bentuk alternatifnya (setiap kuadrat tak nol tercapai dua kali, dan ). Untuk : kaitkan dengan periode pada Bagian II — tunjukkan (sebab kuadrat modulo tepat berupa pangkat genap dari pembangun ).
Buktikan : jabarkan
(dengan menetapkan ), substitusikan untuk menilai jumlah di dalamnya sebagai bila dan bila tidak, lalu simpulkan dengan pertanyaan 14. Periksalah secara numerik: untuk , (Bagian II).
- Simpulkan , lalu simpulkan bahwa sublapangan kuadrat tunggal dari adalah — tunggal sebab bersifat siklik (Teorema 4.23) dan grup siklik mempunyai tepat satu subgrup berindeks . (Setiap lapangan kuadrat terbenam di suatu lapangan siklotomik — inilah kasus pertama teorema Kronecker–Weber, yang bentuk umumnya masih jauh di depan.)
Sekarang misalkan bilangan prima ganjil lain. Dengan bekerja di dalam ring modulo , buktikan
(mimpi mahasiswa baru: modulo di ring komutatif mana pun; lalu , indeks ulang dan keluarkan ).
Di pihak lain, ; dengan memakai kriteria Euler modulo , simpulkan , lalu — dengan mengalikan kedua ungkapan itu dengan dan memakai , yang terbalikkan modulo — simpulkan
(Mengapa kekongruenan antara bilangan bulat modulo mengakibatkan kesamaannya? Iriskan dengan .)
Uraikan dan untuk memperoleh hukum resiprositas kuadrat:
Periksalah pada dengan mendaftarkan kuadrat modulo dan modulo , lalu pakailah untuk memutuskan dalam tiga baris apakah terselesaikan ( prima, ).
Bagian VI — Mencacah polinomial tak tereduksi: teorema bilangan prima untuk . Tetapkan sebuah pangkat prima lalu misalkan banyaknya polinomial monik tak tereduksi berderajat atas ; ingat kembali dari Latihan 4.6 faktorisasi dan identitas , yang kini kita balik, tafsirkan ulang, dan manfaatkan.
- (Kata) Sebutlah sebuah kata primitif jika ia bukan pangkat dari kata yang lebih pendek secara sejati, lalu misalkan banyaknya kata primitif berpanjang . Tunjukkan bahwa setiap kata berpanjang secara tunggal merupakan pangkat sebuah kata primitif berpanjang , sehingga ; lalu, dengan membandingkannya dengan Latihan 4.6, simpulkan untuk setiap , dan jelaskan kebetulan itu lewat sebuah bijeksi eksplisit: unsur berderajat mempunyai orbit Frobenius yang berisi tepat unsur berbeda, dan unsur berderajat berkorespondensi -ke-satu dengan polinomial tak tereduksi berderajat .
Buktikan rumus inversi Möbius: jika untuk setiap , maka , dengan berupa fungsi Möbius ( bila bebas kuadrat, dan bila tidak) (lema kuncinya: untuk — pasangkan pembagi yang memuat dan yang tidak memuat sebuah faktor prima tetap). Simpulkan
- Tunjukkan untuk setiap : sebuah bukti baru bahwa ada untuk setiap . Tafsirkan suku utamanya: polinomial monik acak berderajat bersifat tak tereduksi dengan peluang — padanan sempurna bagi teorema bilangan prima, dengan ditukar oleh ; periksalah secara numerik untuk , (Latihan 4.6 mendaftarkan cacahannya).
Buktikan pendamping multiplikatif pertanyaan 21:
(inversi Möbius di dalam grup abelian berisi fungsi rasional tak nol); periksalah dengan tangan untuk , : .
Bagian VII — Dua penutup.
(Pelengkap kedua) Metode Bagian V juga menghitung . Misalkan dan . Tunjukkan (sebab ); lalu, untuk bilangan prima ganjil , buktikan di modulo bahwa
dan bahwa ruas kanannya sama dengan bila dan bila . Dengan membandingkannya dengan seperti pada pertanyaan 18, simpulkan
sambil memeriksa bahwa genap tepat ketika . Periksalah: merupakan kuadrat modulo dan modulo (yakni dan ), tetapi bukan modulo maupun modulo .
(Fungsi zeta dari ) Buktikan identitas deret pangkat formal dalam berikut:
(lewat ketunggalan faktorisasi atas semua polinomial monik tak tereduksi: jabarkan setiap faktornya sebagai deret geometri lalu cacahlah polinomial monik berderajat ). Perolehlah kembali identitas pada Latihan 4.6 dengan mengambil logaritmanya. Periksalah koefisien dengan tangan untuk , lalu pakailah rumus pertanyaan 21 untuk menghitung , sambil memeriksa .
Solusi
Solusi Soal 4.1.
1. Polinomial tak tereduksi (Teorema 4.23, atau Contoh 2.26 untuk indeks prima): jadi dan , yang siklik berorde (Teorema 4.12). Pangkat modulo :
— enam belas nilai berbeda: jadi membangunnya.
2. siklik berorde ; berorde , dan . Menurut teorema fundamental (Teorema 4.21), memenuhi : jadi setiap .
3. Unsur duduk di puncak menara perluasan kuadrat atas : menurut Teorema 4.25, dapat dilukis; dan segi- bertitik sudut .
4. Automorfisma mengalikan eksponennya dengan ; sedangkan eksponen adalah pangkat genap dari ,
yaitu himpunan yang stabil terhadap perkalian dengan ; jadi (dan demikian pula ) ditetapkan oleh : berarti , sebuah lapangan kuadrat. Automorfisma memetakan pangkat genap ke ganjil: ia menukar . Karena itu dan ditetapkan oleh seluruh : jadi rasional; sehingga merupakan akar sebuah polinomial kuadrat rasional.
5. . Hasil kalinya terjabar menjadi suku , dengan di himpunan genap dan di himpunan ganjil. Tak ada suku yang sama dengan : sebab mustahil, karena merupakan pangkat genap, sehingga tetap berada di himpunan genap. Dengan demikian dengan ; menerapkan menetapkan (sebab ia menukar kedua faktornya) dan mempermutasikan secara transitif atas semua , sehingga semua sama: yakni dan .
6. Bilangan menyelesaikan : yakni . Secara numerik, dengan memasangkan eksponen sekawannya, : jadi , , dan .
7. Himpunan eksponennya: untuk : = pangkat ; untuk : = himpunan itu. Gabungannya: himpunan genap, sehingga ; demikian pula . Perkalian dengan menstabilkan himpunan eksponen setiap : jadi ditetapkan oleh ; sedangkan (yaitu ) mengirim ke : jadi ia menukar .
8. Dengan menjabarkan , keenam belas jumlah eksponennya
mencakup tepat satu kali: sehingga . Menerapkan (yang memetakan , : sebab eksponennya ): .
9. Bilangan menyelesaikan , sehingga (secara numerik , jadi tanda ). Demikian pula (pemeriksaan numerik kembali menetapkan tandanya). Lalu , yang kuadrat atas .
10. . Dan
Jadi menyelesaikan ; secara numerik : sehingga .
11. Dengan merantainya:
Secara numerik: , , , , , , dan — berbanding : selisih kecilnya berasal dari pembulatan pada tampilan antaranya; dengan lebih banyak angka diperoleh kembali .
12. Konstruksinya memerlukan berupa pangkat , agar rantai penuh subgrup berindeks tersedia. Jika prima dan dengan ganjil : maka pada menunjukkan bahwa membagi secara sejati — mustahil. Jadi berupa pangkat : , sebuah prima Fermat (, …). Sebaliknya untuk semacam itu, dan argumen pertanyaan 1–3 (atau Akibat 4.26) berlaku: jadi segi- beraturan dapat dilukis jika dan hanya jika merupakan prima Fermat.
13. Nilai berupa pangkat tepat ketika dengan berupa prima Fermat yang berbeda (lewat kemultiplikatifan ; sedangkan pangkat prima ganjil dengan menyumbang faktor ). Untuk , segi- beraturan yang dapat dilukis adalah
dengan nilai berturut-turut
Yang mustahil adalah , dengan yang berfaktor prima ganjil.
14. Kuadratnya membentuk peta morfisma pengkuadratan pada yang siklik, dengan indeks : jadi ada kuadrat dan bukan-kuadrat, sehingga jumlah simbolnya . Lalu
dengan memakai dan . Untuk : kuadrat modulo adalah pangkat genap dari pembangun , yakni eksponen yang muncul di (Bagian II), sehingga .
15. Dengan ( menjelajahi sisa tak nol, sedangkan menjelajahi semua sisa):
Untuk : , yang dijumlahkan atas nilai. Untuk : substitusikan , yakni ; ketika menjelajahi sisa tak nol, menjelajahi secara bijektif sisa (baliklah: ). Sukunya menjadi , dan
(sebab jumlah penuhnya lenyap menurut pertanyaan 14). Karena itu
dengan memakai dan kriteria Euler . Untuk : , cocok dengan Bagian II.
16. Kesamaan menampilkan , sehingga menjadi sublapangan kuadrat. Ketunggalannya: sublapangan berderajat bersesuaian, lewat korespondensi Galois, dengan subgrup berindeks dari yang siklik, dan grup siklik berorde genap mempunyai tepat satu subgrup semacam itu (yaitu kuadratnya). Setiap lapangan kuadrat berbentuk dengan bebas kuadrat, dan menggabungkan lapangan , dan di dalam satu menangkap setiap : itulah kasus kuadrat dari Kronecker–Weber.
17. Di ring komutatif mana pun, : sebab koefisien binomial dengan habis dibagi bilangan prima . Dengan mengiterasikannya pada suku :
( ganjil: simbolnya tak berubah). Indeks ulang : maka dan (lewat kemultiplikatifan; sebab karena simbol sebuah invers sama dengan simbolnya): jadi .
18. Kesamaan berlaku persis (pertanyaan 15), dan kriteria Euler di memberikan , sehingga juga modulo : . Dengan membandingkannya dengan pertanyaan 17 lalu mengalikannya dengan :
Kedua ruasnya bilangan bulat rasional; selisihnya, yang atau , terletak di (sebab bilangan bulat mempunyai , dan yang terakhir itu karena merupakan basis- yang koordinat rasionalnya menunjukkan kebulatannya). Karena ( ganjil dan ), selisihnya : jadi .
19. Lewat kemultiplikatifan, , sehingga pertanyaan 18 terbaca : itulah resiprositasnya. Periksa : eksponennya bernilai genap, sehingga kedua simbolnya harus bersesuaian; kuadrat modulo adalah sedangkan : jadi ; sementara kuadrat modulo adalah dan tak ada di sana: jadi . Hasil kalinya , seperti diramalkan. Untuk : . Pertama: dan : resiprositas memberikan . Kedua: : sehingga (sebab ), dan membuat menjadi kuadrat modulo (lewat hukum pelengkapnya, yang dapat dibuktikan dengan di lewat metode yang sama): jadi . Totalnya : sehingga kekongruenannya terselesaikan.
20. Keberadaan dan ketunggalan akar primitifnya: jika berhimpunan periode , maka terkecil di antaranya membagi setiap periode lainnya (sebab jika sekaligus pangkat- dan pangkat-, maka ia pangkat-: bandingkan hurufnya pada indeks yang bersesuaian modulo FPB-nya, lewat Bézout), dan blok berpanjang itu primitif. Dengan memilah kata menurut panjang akar primitifnya: . Karena dan memenuhi rekursi yang sama dengan nilai yang sama pada (keduanya saling menentukan secara induktif dari ), keduanya sama: jadi . Bijeksinya: unsur berderajat melahirkan kata berisi koefisien… lebih baik secara langsung: unsur berderajat di adalah akar dari polinomial tak tereduksi berderajat , yang masing-masing menyumbang akar berbeda (karena separabel): jadi ada unsur berderajat , cocok dengan cacahan — ayakan yang sama, sekali pada kata, sekali pada unsur lapangan.
21. Lemanya: . Untuk tetapkan sebuah bilangan prima : pembagi yang bebas kuadrat berpasangan sebagai dengan , dan : sehingga jumlahnya saling meniadakan. Lalu, untuk :
Dengan dan (Latihan 4.6): diperoleh .
22. Suku bernilai ; sedangkan setiap suku lain mempunyai , dan secara kasar (deret geometri, dengan ). Jadi untuk : sehingga unsur tak tereduksi dengan derajat apa pun memang ada, dan dibangun kembali — keberadaan yang disertai sensus. Proporsi polinomial tak tereduksi di antara polinomial monik berderajat adalah : itulah teorema bilangan prima untuk , dengan berperan sebagai . Untuk , cacahan pada Latihan 4.6 cocok dengan rumus itu: misalnya .
23. Di dalam grup abelian multiplikatif berisi fungsi rasional tak nol atas , tetapkan dan ; lalu Latihan 4.6 mengatakan . Argumen Möbius pada pertanyaan 21, yang ditulis secara multiplikatif (di sini eksponennya menjumlah persis seperti jumlah tadi), memberikan . Untuk , : , yakni satu-satunya polinomial kuadrat tak tereduksi atas , sebagaimana seharusnya.
24. Karena dan , maka . Mimpi mahasiswa baru di ring komutatif : . Nilai hanya bergantung pada : untuk , ; sedangkan untuk , dengan memakai , dan , sehingga . Di pihak lain menurut kriteria Euler modulo . Dengan membandingkan lalu mengalikannya dengan : ; seandainya tandanya berbeda, akan membagi di , sehingga juga di (sebab : lihat koordinatnya pada basis ), dan itu mustahil untuk ganjil. Jadi jika dan hanya jika . Pemeriksaan keparitasan: memberikan , yang genap; sedangkan memberikan , yang ganjil: jadi rumus mengemas kedua kasus itu. Secara numerik: (sebab ), (sebab ); sedangkan kuadrat modulo adalah dan modulo adalah , dan tak satu pun memuat (sebab , ).
25. Setiap yang monik terfaktorkan secara tunggal sebagai atas polinomial monik tak tereduksi: dengan memilahnya menurut derajat,
dan semua hasil kali itu sah secara t-adik (sebab hanya derajat yang menyentuh koefisien , dan polinomial tak tereduksi pada setiap derajat berhingga banyaknya). Ruas kirinya sama dengan : itulah identitasnya. Logaritmanya: , sedangkan ; koefisien memberikan , yakni . Pemeriksaan dengan tangan, , untuk koefisien : , , dan berkoefisien sebesar . Akhirnya, rumus pertanyaan 21 dengan pembagi :
dan memang .