Sebuah vaksin menyajikan antigen sebuah patogen, dengan sebuah ajuvan atau dalam sebuah bentuk yang memicu reseptor bawaan, sehingga penerimanya memperoleh sel ingatan dan antibodi tanpa penyakitnya (Bab 13 mendaftar jenisnya). Kemujaraban-nya adalah bagian orang tervaksinasi yang terlindungi. Perlindungannya meluas melampaui yang tervaksinasi: sebuah patogen yang menyebar di dalam sebuah populasi yang tiap kasusnya menginfeksi rata-rata orang lain ketika semuanya rentan — yakni bilangan reproduksi dasar — menginfeksi hanya kali bagian yang rentan ketika sebagian sudah kebal, lalu lenyap ketika bilangan itu jatuh di bawah satu. Inilah imunitas kelompok: di atas sebuah ambang orang yang kebal, rantai penularannya putus dan yang tidak tervaksinasi — bayi, orang yang lemah imunitasnya, orang yang vaksinnya gagal — terlindungi oleh yang lain.
Contoh
Contoh 16.12 (Campak dan cacar)
Campak punya : , dan dengan sebuah vaksin berkemujaraban sesudah dua dosis, cakupan yang diperlukan adalah — itulah sebabnya campak kembali di mana pun vaksinasinya merosot beberapa persen, dan sebabnya seorang anak yang tidak divaksinasi di sebuah negeri yang tervaksinasi baik toh aman. Cacar punya –, sebuah ambang dekat –, tanpa wadah hewan, tanpa pengusung tanpa gejala, dan sebuah vaksin yang bekerja dalam satu dosis: dapat dibasmi, dan telah dibasmi. Polio hampir sampai ke sana. Influenza dan koronavirus, yang antigennya menghanyut (Bab 13) dan imunitasnya memudar, tidak. Di dalam sebuah populasi yang tidak tervaksinasi, sebuah wabah dengan menginfeksi, menurut hubungan ukuran akhirnya, orang; dengan , .
Contoh 16.7 (Kinetika sebuah tanggapan)
Sekitar satu sel B dari mengikat sebuah epitop tertentu, sehingga sel B sebuah tubuh memuat sekitar pendahulu, yang dari antaranya mungkin seratus menjumpai antigennya di dalam kelenjar penyalirnya. Dengan membelah tiap delapan jam, seratus sel menjadi dalam sepekan. Antibodi muncul di dalam serumnya sesudah empat sampai enam hari, IgM lebih dulu, memuncak pada sekitar dua minggu lalu menurun dengan paruh hidup tiga minggu bagi IgG ketika sel plasma yang berumur pendek mati, lalu menetap pada aras yang dipertahankan sel plasma sumsum yang berumur panjang selama bertahun-tahun. Pemaparan kedua bermula dari – sel ingatan yang berafinitas tinggi dan sudah tertukar ke IgG: antibodinya naik dalam dua hari, sepuluh sampai seratus kali lebih tinggi, lalu menetralkan patogennya sebelum ia dapat mapan — dan itulah yang dibeli sebuah vaksin.