Matematika · Glosarium

Apa itu Determinan?

Definisi 2.16 Matematika Universitas — Tahun 2 · Bab 2 — Aljabar Linear

Determinan sebuah keluarga pada suatu basis adalah detB(x1,,xn)\det_{\mathcal{B}}(x_1, \dots, x_n); determinan sebuah matriks AA adalah determinan kolomnya pada basis kanonik — yakni rumus permutasi di atas; sedangkan determinan sebuah endomorfisma uu adalah skalar detu\det u sedemikian sehingga

detB(u(x1),,u(xn))=detudetB(x1,,xn)untuk setiap xi\det{}_{\mathcal{B}}\bigl(u(x_1), \dots, u(x_n)\bigr) = \det u \cdot \det{}_{\mathcal{B}}(x_1, \dots, x_n) \quad \text{untuk setiap } x_i

(ruas kirinya nn-linear alternating, jadi merupakan kelipatan detB\det_\mathcal{B} menurut Teorema 2.14; faktornya tidak bergantung pada B\mathcal{B}).

Contoh

Contoh 2.19 (Sebuah determinan lewat aturannya)

Misalkan JMn(K)J \in \mathcal{M}_n(K) matriks yang semua unsurnya satu dan aKa \in K; kita hitung det(aIn+J)\det(aI_n + J) dengan perkakas yang baru saja dibuktikan. Setiap kolom aIn+JaI_n + J berjumlah dengan pola yang sama: tambahkan semua baris ke baris pertama (determinannya tak berubah — menambahkan kelipatan satu baris ke baris lain menambahkan suku berarah berulang, yang ditolkan sifat alternating). Baris pertama menjadi (a+n,a+n,,a+n)(a + n, a + n, \dots, a + n); keluarkan faktor a+na + n lewat kelinearan pada baris itu, lalu kurangkan kolom pertama dari setiap kolom lain: yang tersisa segitiga dengan diagonal (1,a,,a)(1, a, \dots, a). Jadi

det(aIn+J)=(a+n)an1.\det(aI_n + J) = (a + n)\,a^{\,n-1}.

Pelajaran penutupnya: akar a=0a = 0 (bermultiplisitas n1n - 1) dan a=na = -n mengatakan bahwa JJ punya nilai eigen 00 bermultiplisitas n1n - 1 dan nilai eigen nn sekali — yakni spektrum matriks JJ yang berank satu, satu bab lebih awal (Bab 3 akan menjadikannya sistematis).

Contoh 2.20 (Sebuah determinan lewat rumus permutasi)

Untuk matriks dengan banyak nol, rumus itu praktis dengan sendirinya: pada

A=(0a0000b0000cd000),A = \begin{pmatrix} 0 & a & 0 & 0\\ 0 & 0 & b & 0\\ 0 & 0 & 0 & c\\ d & 0 & 0 & 0 \end{pmatrix},

satu-satunya permutasi yang memungut unsur tak nol adalah siklus berpanjang 44, yaitu σ=(1234)\sigma = (1\,2\,3\,4), yang memetakan kolom 11 \to baris 44, dan seterusnya; ε(σ)=(1)3=1\varepsilon(\sigma) = (-1)^3 = -1, jadi detA=abcd\det A = -abcd. (Periksa lewat tiga penukaran kolom sampai tercapai matriks diagonal.)

Contoh 2.21 (Vandermonde lewat rumus hasil kali)

Untuk simpul 0,1,20, 1, 2 (yang dipakai aturan kuadratur seperti pada Latihan 2.4), determinan Vandermonde pada Latihan 2.11 terhitung dalam sekali pandang:

det(111012014)=(10)(20)(21)=2,\det\begin{pmatrix} 1 & 1 & 1\\ 0 & 1 & 2\\ 0 & 1 & 4 \end{pmatrix} = (1 - 0)(2 - 0)(2 - 1) = 2 ,

dan lewat penguraian langsung sepanjang kolom pertama: 1(42)=21\cdot(4 - 2) = 2, jadi cocok. Ketaknolan untuk simpul yang berbeda adalah seluruh teori interpolasi di dalam satu determinan: bentuk evaluasi PP(ai)P \mapsto P(a_i) merupakan basis dualnya persis ketika determinan ini tak nol, yakni selalu untuk aia_i yang berbeda — Contoh 2.2 yang dikuantifikasi.

Baca dalam konteks →