Determinan sebuah keluarga pada suatu basis adalah ; determinan sebuah matriks adalah determinan kolomnya pada basis kanonik — yakni rumus permutasi di atas; sedangkan determinan sebuah endomorfisma adalah skalar sedemikian sehingga
(ruas kirinya -linear alternating, jadi merupakan kelipatan menurut Teorema 2.14; faktornya tidak bergantung pada ).
Contoh
Contoh 2.19 (Sebuah determinan lewat aturannya)
Misalkan matriks yang semua unsurnya satu dan ; kita hitung dengan perkakas yang baru saja dibuktikan. Setiap kolom berjumlah dengan pola yang sama: tambahkan semua baris ke baris pertama (determinannya tak berubah — menambahkan kelipatan satu baris ke baris lain menambahkan suku berarah berulang, yang ditolkan sifat alternating). Baris pertama menjadi ; keluarkan faktor lewat kelinearan pada baris itu, lalu kurangkan kolom pertama dari setiap kolom lain: yang tersisa segitiga dengan diagonal . Jadi
Pelajaran penutupnya: akar (bermultiplisitas ) dan mengatakan bahwa punya nilai eigen bermultiplisitas dan nilai eigen sekali — yakni spektrum matriks yang berank satu, satu bab lebih awal (Bab 3 akan menjadikannya sistematis).
Contoh 2.20 (Sebuah determinan lewat rumus permutasi)
Untuk matriks dengan banyak nol, rumus itu praktis dengan sendirinya: pada
satu-satunya permutasi yang memungut unsur tak nol adalah siklus berpanjang , yaitu , yang memetakan kolom baris , dan seterusnya; , jadi . (Periksa lewat tiga penukaran kolom sampai tercapai matriks diagonal.)
Contoh 2.21 (Vandermonde lewat rumus hasil kali)
Untuk simpul (yang dipakai aturan kuadratur seperti pada Latihan 2.4), determinan Vandermonde pada Latihan 2.11 terhitung dalam sekali pandang:
dan lewat penguraian langsung sepanjang kolom pertama: , jadi cocok. Ketaknolan untuk simpul yang berbeda adalah seluruh teori interpolasi di dalam satu determinan: bentuk evaluasi merupakan basis dualnya persis ketika determinan ini tak nol, yakni selalu untuk yang berbeda — Contoh 2.2 yang dikuantifikasi.