Matematika · Glosarium

Apa itu jari-jari kelengkungan?

Dikenal juga sebagai: pusat kelengkungan · lingkaran oskulasi

Definisi 18.14 Matematika Universitas — Tahun 2 · Bab 18 — Kurva

Ketika κ(s)0\kappa(s) \neq 0, jari-jari kelengkungan adalah R(s)=1/κ(s)R(s) = 1/\abs{\kappa(s)} dan pusat kelengkungan adalah γ~(s)+1κ(s)N(s)\tilde\gamma(s) + \frac{1}{\kappa(s)} N(s); sedangkan lingkaran dengan pusat itu dan berjari-jari R(s)R(s) disebut lingkaran oskulasi, yakni hampiran lingkaran terbaik bagi kurvanya di γ~(s)\tilde\gamma(s).

Parabola y = x2/2, kerangka Frenet bergeraknya (T, N), dan lingkaran oskulasi di puncaknya (yang berjari-jari 1, sebab (0) = 1). Kerangkanya berputar ketika titiknya bergerak; jadi kelengkungannya adalah laju perputaran itu per satuan panjang busur.
Gambar 18.1. Parabola y=x2/2y = x^2/2, kerangka Frenet bergeraknya (T,N)(T, N), dan lingkaran oskulasi di puncaknya (yang berjari-jari 11, sebab κ(0)=1\kappa(0) = 1). Kerangkanya berputar ketika titiknya bergerak; jadi kelengkungannya adalah laju perputaran itu per satuan panjang busur.

Contoh

Contoh 18.15 (Lingkaran oskulasi bagi eksponensialnya)

Untuk y=exy = \eu^x di titik (0,1)(0, 1): berlaku f(0)=f(0)=1f'(0) = f''(0) = 1, jadi menurut rumus grafik di bawah,

κ(0)=1(1+1)3/2=122,R=22.\kappa(0) = \frac{1}{(1 + 1)^{3/2}} = \frac1{2\sqrt2}, \qquad R = 2\sqrt2 .

Adapun singgung satuannya T=(1,1)2T = \frac{(1, 1)}{\sqrt2}, normal langsungnya N=(1,1)2N = \frac{(-1, 1)}{\sqrt2}, dan pusat kelengkungannya adalah

(0,1)+22(1,1)2=(2, 3):(0, 1) + 2\sqrt2\cdot\frac{(-1, 1)}{\sqrt2} = (-2,\ 3) :

jadi lingkaran oskulasinya berpersamaan (x+2)2+(y3)2=8(x + 2)^2 + (y - 3)^2 = 8. Sebagai pemeriksaan klaim “hampiran lingkaran terbaik” itu: menyelesaikan persamaan lingkarannya untuk yy di dekat (0,1)(0,1) lalu menguraikannya memberi y=1+x+x22+O(x3)y = 1 + x + \frac{x^2}2 + O(x^3) — persis uraian Taylor orde dua bagi ex\eu^x. Jadi lingkaran oskulasinya mencocokkan nilai, lereng dan turunan kedua; sedangkan lingkaran singgung biasa hanya akan mencocokkan dua yang pertama.

Contoh 18.16 (Evolut sebuah lingkaran adalah pusatnya)

Untuk lingkaran berjari-jari RR yang ditempuh berlawanan arah jarum jam, berlaku κ=1/R\kappa = 1/R dan NN menunjuk ke pusatnya, jadi pusat kelengkungannya γ~+1κN\tilde\gamma + \frac1\kappa N adalah pusat lingkarannya, untuk setiap ss: jadi lingkaran oskulasi sebuah lingkaran adalah lingkarannya sendiri, dan tempat kedudukan pusat kelengkungannya runtuh menjadi satu titik. Kasus merosot ini menakar Latihan 18.6: sebab di sana kecepatan evolutnya adalah κκ2N-\frac{\kappa'}{\kappa^2}N, yang lenyap secara identik persis ketika κ\kappa bersifat tetap.

Contoh 18.18 (Garis, lingkaran, parabola)

Sebuah garis punya κ=0\kappa = 0 (dan sebaliknya: sebab T=0T' = 0 berarti TT tetap, jadi γ~(s)=γ~(0)+sT\tilde\gamma(s) = \tilde\gamma(0) + sT, yakni sebuah garis). Adapun lingkaran berjari-jari RR yang ditempuh berlawanan arah jarum jam punya κ=1/R\kappa = 1/R: sebab dengan γ(t)=(Rcost,Rsint)\gamma(t) = (R\cos t, R\sin t), rumusnya memberi κ=R2/R3\kappa = R^2/R^3. Sedangkan untuk parabola y=x2/2y = x^2/2: κ(x)=1/(1+x2)3/2\kappa(x) = 1/(1 + x^2)^{3/2}, yang maksimum di puncaknya — jadi parabolanya paling tajam membengkok di tempat ia berbalik.

Baca dalam konteks →