Matematika Universitas — Tahun 2 · Bachelor Year 2
18Kurva
Kini geometrinya berbelok menjadi diferensial. Sebuah kurva adalah titik yang bergerak menembus ruang; kalkulus memberi kita kecepatan dan percepatannya, sedangkan geometri bertanya apa yang hakiki — yakni yang tak bergantung pada secepat apa kita menyusuri lintasannya. Jawabannya adalah panjang busur, yang mengukur lintasannya sendiri, dan kelengkungan, yang mengukur seberapa ia membengkok. Pada dimensi ada invarian kedua, yakni torsi, yang mengukur seberapa kurvanya terpuntir keluar dari bidangnya. Adapun alat tata bukunya untuk semua ini adalah kerangka Frenet yang bergerak.
18.1 Busur terparameter
Definisi 18.1 (Busur terparameter)
Sebuah busur terparameter berkelas (dengan ) adalah pemetaan berkelas pada interval . Sebuah titik disebut regular bila , dan busurnya regular bila semua titiknya demikian. Adapun garis lewat yang diarahkan disebut garis singgung di titik regularnya.
Definisi 18.2 (Penggantian parameter)
Sebuah penggantian parameter berkelas adalah difeomorfisma antar interval (dengan di mana-mana). Busur dan disebut setara; sedangkan sebuah busur geometris (atau kurva) adalah sebuah kelas kesetaraan. Adapun gagasan yang invarian terhadap penggantian parameter — yakni lintasannya, garis singgungnya, panjang busurnya, kelengkungannya — disebut geometris.
Catatan 18.3
Lintasannya sendiri tak menentukan busur geometrisnya: sebab parameterisasi pada dan pada punya peta yang sama tetapi menempuh lingkarannya sekali dan dua kali. Jadi sebuah busur geometris mengingat multiplisitas dan orientasi penempuhannya, bukan kelajuannya.
Contoh 18.4 (Kelajuan tak mengubah apa pun yang geometris)
Parameterkan lingkaran satuannya lewat
Kelajuannya tumbuh linear, namun
yakni panjang yang sama seperti pada kelajuan tetap — sebagaimana dijanjikan Teorema 18.7, lewat penggantian parameter . Garis singgungnya, kelengkungan yang dihitung dari Proposisi 18.17, dan setiap besaran geometris lainnya juga sepakat; hanya yang pantas dilirik, tempat membuat parameterisasi ini tak regular walaupun lintasannya berupa lingkaran yang sempurna. Jadi pernyataan geometris kurang toleran terhadap parameterisasi yang buruk: parameterkan ulang dulu, simpulkan kemudian.
Contoh 18.5
Busur bersifat tetapi tak regular: sebab . Lintasannya, yakni parabola semikubik , punya titik runcing di titik asalnya: jadi kemulusan parameterisasinya tak mencegah kesingularan geometris di tempat kecepatannya lenyap. Itulah sebabnya hipotesis keregularan bukan sekadar hiasan.
18.2 Panjang busur
Definisi 18.6 (Panjang busur)
Misalkan sebuah busur . Adapun panjang busurnya adalah
dengan menyatakan norma Euklides. Sedangkan fungsi panjang busur yang berpangkal di adalah .
Teorema 18.7 (Panjangnya geometris; pencirian poligonal)
- Bila merupakan penggantian parameter , maka .
Adapun merupakan supremum panjang poligon yang terlukis di dalamnya:
Bukti. 1. Lewat penggantian peubah (jilid Tahun ke-1, yang sah karena bersifat monoton),
tempat kita memakai dan, bila turun, tanda terserap oleh pembalikan batasnya.
2. Untuk sembarang subbagiannya, , jadi menurut ketaksamaan segitiga bagi integral berlaku : jadi setiap poligonnya lebih pendek daripada , sehingga .
Untuk ketaksamaan sebaliknya, misalkan . Karena kontinu pada yang kompak, ia kontinu seragam: jadi ada dengan setiap kali . Ambillah sebuah subbagian berlangkah . Pada tiap kepingnya, untuk ,
karena . Karena itu
Setelah dijumlahkan, lalu membandingkan dengan (yakni jumlah Riemann bagi fungsi kontinu , yang berselisih paling dari integralnya untuk yang cukup kecil berkat kekontinuan seragamnya lagi), kita memperoleh poligon berpanjang . Lalu melewatkan membuktikan klaimnya. ∎
Contoh 18.8 (Archimedes dan poligon yang terlukis)
Untuk lingkaran satuannya, segi- beraturan yang terlukis di dalamnya berpanjang , dan uraian memberi
jadi panjang poligonal pada Teorema 18.7 konvergen secara kuadratik. Secara numerik: (yakni segi enamnya, yang memberi yang kasar), sedangkan terhadap — dan galatnya sepakat dengan ramalan . Itulah sebabnya Archimedes, dengan melipatduakan segi enamnya lima kali menjadi sisi, dapat mengapit sampai tiga digit dengan tangan: sebab tiap pelipatduaannya membagi galatnya dengan empat. Jadi supremum pada pencirian poligonalnya bukan sekadar tercapai pada limitnya; ia tercapai secara cepat, karena kurva yang mulus memisah dari tali busurnya hanya pada orde kedua.
Teorema 18.9 (Parameterisasi panjang busur)
Misalkan busur yang regular (dengan ). Adapun fungsi panjang busurnya merupakan difeomorfisma dari ke sebuah interval , dan memenuhi di mana-mana. Hingga penggeseran parameternya dan orientasinya, parameterisasi panjang busur (atau berkelajuan satuan) ini bersifat tunggal.
Bukti. Berlaku dan bersifat (yakni komposisi pemetaan dengan normanya, yang mulus jauh dari ), jadi bersifat , naik tegas, bijeksi ke , dan balikannya bersifat menurut teorema fungsi balikan pada dimensi (jilid Tahun ke-1). Maka
yakni sebuah vektor satuan. Bila merupakan parameterisasi berkelajuan satuan yang lain, maka , jadi yang tetap (berkat kekontinuannya), yakni . ∎
Catatan 18.10
Panjang busur adalah parameter yang memisahkan geometri dari dinamika. Sebuah lintasan dapat ditempuh dengan profil kelajuan apa pun — yakni fisika geraknya — tetapi setiap pertanyaan yang invarian terhadap parameterisasi (yakni bentuknya, pembengkokannya, oskulasinya) punya jam kanonik, yaitu jarak yang ditempuh. Itulah sebabnya semua rumus kelengkungan di bawah didefinisikan pada kelajuan satuan lalu diterjemahkan ke parameterisasi sembarang lewat aturan rantai: sebab faktor terjemahannya adalah pangkat , dan melacaknya secara benar adalah seluruh isi Proposisi 18.17.
Contoh 18.11 (Lingkaran dan heliks)
Untuk lingkaran , berlaku , jadi dan panjang satu putaran penuhnya adalah . Sedangkan untuk heliks dengan , bersifat tetap: jadi heliksnya ditempuh pada kelajuan tetap, dan .
Contoh 18.12 (Panjang busur dalam koordinat kutub)
Sebuah kurva kutub adalah busur , dengan
(sebab suku silangnya saling meniadakan): jadi unsur panjang kutubnya adalah . Untuk kardioid :
lalu pada kosinus setengah sudutnya bersifat taknegatif, jadi
seperti lengkung sikloid pada Latihan 18.1, sebuah kurva yang dibangun dari lingkaran punya panjang yang rasional, tanpa di mana pun. Adapun pemfaktoran setengah sudutnya adalah siasat baku bagi panjang kurva yang terbangkitkan lingkaran; sedangkan ketika ia gagal (yakni pada elipsnya), panjangnya menjadi fungsi yang sungguh baru — yakni sebuah integral eliptik, di luar bentuk tertutup yang dasar.
18.3 Kelengkungan pada bidang
Di sepanjang bagian ini, busurnya bersifat dan regular pada bidang Euklides yang berorientasi. Kita memparameterkannya lewat panjang busur lalu menulis bagi singgung satuannya, dan bagi vektor satuan yang langsung ortogonal terhadap (yakni perputaran sebesar ).
Teorema 18.13 (Rumus Frenet bidang)
Misalkan busur berkelajuan satuan pada bidang yang berorientasi. Maka ada fungsi kontinu , yakni kelengkungan (aljabarnya), sedemikian sehingga
Bukti. Karena untuk setiap , menurunkan hasil kali skalarnya memberi : jadi ortogonal terhadap , sehingga segaris dengan (berkat dimensi ); jadi tulislah dengan , yang kontinu. Demikian pula , jadi ; lalu menurunkan memberi . ∎
Definisi 18.14
Ketika , jari-jari kelengkungan adalah dan pusat kelengkungan adalah ; sedangkan lingkaran dengan pusat itu dan berjari-jari disebut lingkaran oskulasi, yakni hampiran lingkaran terbaik bagi kurvanya di .
Contoh 18.15 (Lingkaran oskulasi bagi eksponensialnya)
Untuk di titik : berlaku , jadi menurut rumus grafik di bawah,
Adapun singgung satuannya , normal langsungnya , dan pusat kelengkungannya adalah
jadi lingkaran oskulasinya berpersamaan . Sebagai pemeriksaan klaim “hampiran lingkaran terbaik” itu: menyelesaikan persamaan lingkarannya untuk di dekat lalu menguraikannya memberi — persis uraian Taylor orde dua bagi . Jadi lingkaran oskulasinya mencocokkan nilai, lereng dan turunan kedua; sedangkan lingkaran singgung biasa hanya akan mencocokkan dua yang pertama.
Contoh 18.16 (Evolut sebuah lingkaran adalah pusatnya)
Untuk lingkaran berjari-jari yang ditempuh berlawanan arah jarum jam, berlaku dan menunjuk ke pusatnya, jadi pusat kelengkungannya adalah pusat lingkarannya, untuk setiap : jadi lingkaran oskulasi sebuah lingkaran adalah lingkarannya sendiri, dan tempat kedudukan pusat kelengkungannya runtuh menjadi satu titik. Kasus merosot ini menakar Latihan 18.6: sebab di sana kecepatan evolutnya adalah , yang lenyap secara identik persis ketika bersifat tetap.
Proposisi 18.17 (Kelengkungan dalam parameterisasi sembarang)
Untuk busur bidang yang regular ,
khususnya bagi sebuah grafik .
Bukti. Tulislah , jadi (dengan mengomposisikan data berkelajuan satuannya dengan ). Setelah diturunkan,
Kini ambillah determinan (dalam basis kanonik yang berorientasi) atas : sebab dan ,
Ruas kirinya adalah , dan . Adapun kasus grafiknya adalah parameterisasi . ∎
Contoh 18.18 (Garis, lingkaran, parabola)
Sebuah garis punya (dan sebaliknya: sebab berarti tetap, jadi , yakni sebuah garis). Adapun lingkaran berjari-jari yang ditempuh berlawanan arah jarum jam punya : sebab dengan , rumusnya memberi . Sedangkan untuk parabola : , yang maksimum di puncaknya — jadi parabolanya paling tajam membengkok di tempat ia berbalik.
Catatan 18.19 (Jebakan yang sering muncul seputar kelengkungan)
(i) Kelengkungan aljabar sebuah busur bidang berganti tanda ketika orientasi busurnya atau bidangnya dibalik: jadi hanya dan yang murni geometris. Sebuah lingkaran yang ditempuh searah jarum jam punya . (ii) Adapun rumus grafiknya diam-diam memilih parameterisasi lewat ; jadi menerapkannya pada kurva yang bukan grafik di dekat titiknya (yakni bersinggung tegak) adalah kekeliruan yang klasik. (iii) Di titik tempat tak ada yang terdefinisi — baik maupun — dan lintasannya boleh jadi sungguh patah (Contoh 18.5); jadi periksalah selalu keregularannya sebelum menurunkan singgung satuannya. (iv) Di ruang, menurut konvensinya: jadi tak ada tanda yang bisa salah, tetapi juga tak ada tanda yang bisa dieksploitasi — sebab informasi bertipe belokan pindah ke torsinya. (v) Akhirnya, adalah turunan terhadap panjang busurnya: jadi untuk parameterisasi yang tak berkelajuan satuan, melupakan faktor pada Proposisi 18.17 adalah kesalahan yang paling sering dalam praktik.
Teorema 18.20 (Kelengkungan menentukan kurvanya)
Misalkan kontinu. Maka ada sebuah busur berkelajuan satuan pada bidangnya dengan kelengkungan , dan ia tunggal hingga sebuah isometri langsung (yakni perputaran yang disusul penggeseran).
Bukti. Keberadaannya. Tetapkan lalu tetapkan , kemudian
Maka merupakan vektor satuan, , dan
jadi busurnya berkelajuan satuan dengan kelengkungan .
Ketunggalannya. Misalkan busur berkelajuan satuan dengan kelengkungan yang sama. Tiap singgung satuannya terangkat menjadi sebuah fungsi sudut, lewat konstruksi yang gamblang: pandanglah sebagai bilangan kompleks bermodulus , pilihlah dengan , lalu tetapkan
Dari : berlaku , jadi , yakni ; lalu
jadi di seluruhnya: sehingga dengan berkelas . Lebih jauh , jadi . Karena itu untuk sebuah konstanta : jadi adalah yang diputar sebesar sudut tetap , sehingga setelah diintegralkan, dengan menyatakan perputaran bersudut dan sebuah vektor tetap. ∎
Catatan 18.21
Inilah prototipe berdimensi satu bagi sebuah teorema dasar geometri: bahwa himpunan lengkap invarian lokalnya (di sini, satu fungsi) menggolongkan objeknya hingga gerak kaku. Adapun versi berdimensi tiganya di bawah menuntut dua invarian.
Contoh 18.22 (Kelengkungan tetap berarti lingkaran)
Ambillah pada rumus keberadaannya: maka dan
yakni lingkaran berjari-jari yang berpusat di , dan ditempuh pada kelajuan satuan. Berkat paruh ketunggalan teoremanya, setiap busur berkelajuan satuan yang kelengkungannya tetap merupakan keping sebuah lingkaran berjari-jari (atau sebuah garis bila ) — yakni konvers perhitungan pada Contoh 18.18, sekaligus kasus bidang bagi Latihan 18.9.
Contoh 18.23 (Membangun ulang sebuah kurva dari kelengkungannya)
Kurva berkelajuan satuan manakah yang berjari-jari kelengkungan ? Dengan mengikuti bukti keberadaannya dengan dan : berlaku , jadi
lalu setelah diintegralkan,
Dengan menetapkan , yakni , koordinat keduanya menjadi : jadi kurvanya adalah katenari . Ini menutup lingkarannya dengan Latihan 18.3, tempat kita menghitung secara langsung: sebab teorema dasarnya menjamin bahwa katenari adalah satu-satunya kurva dengan profil kelengkungan ini, hingga sebuah isometri langsung.
Catatan 18.24 (Di mana kelengkungan dipakai berikutnya)
Penguraian yang diperoleh pada bukti Proposisi 18.17 adalah kinematika setiap gerak yang melengkung: yakni percepatan tangensial lawan percepatan sentripetal. Adapun kelengkungannya kembali bagi permukaan (Bab 19) lewat kelengkungan kurva yang digambar padanya, dan kalkulus selubung pada soal akhir pekan bab ini — yakni evolut dan kaustik — adalah optika geometris bagi muka gelombang. Sedangkan jilid Tahun ke-3 mengangkat kembali sudut pandang yang hakiki itu bagi submanifold .
18.4 Kerangka Frenet di ruang
Kini misalkan busur berkelajuan satuan yang biregular: yakni untuk setiap . Maka mendefinisikan kelengkungannya (yang tak bertanda di ruang: sebab tak ada orientasi normal yang diistimewakan), lalu kita tetapkan:
sehingga merupakan kerangka ortonormal yang langsung, yakni kerangka Frenet. Adapun bidang lewat yang direntang disebut bidang oskulasi.
Teorema 18.25 (Rumus Frenet di ruang)
Ada fungsi kontinu , yakni torsi, dengan
Bukti. Rumus pertamanya adalah definisi . Adapun tiap vektor bernorma tetap dan ketiganya ortogonal berpasangan; jadi menurunkan keenam hubungan menunjukkan bahwa matriks dalam basis bersifat antisimetrik: sebab memang dan . Adapun entri -nya adalah , sedangkan entri kolom -nya . Lalu menamai entri bebas sisanya memberi persis ketiga rumus pada displainya: sebab keantisimetrikannya mengisi dan . Adapun kekontinuan sudah jelas karena dan kontinu (sebab bersifat , jadi bersifat ). ∎
Contoh 18.26 (Vektor Darboux)
Ketiga rumus Frenetnya memampat menjadi satu. Tetapkan (yakni vektor Darboux). Dengan memakai , , dan :
jadi tiap vektor kerangkanya berevolusi lewat , yakni tanda kinematik sebuah perputaran seketika dengan vektor kecepatan sudut . Kerangkanya berpusing berlaju terhadap sumbu bergerak ; jadi kelengkungannya adalah komponen pusingannya terhadap binormalnya, sedangkan torsinya komponen terhadap singgungnya. Untuk heliksnya, merupakan vektor tetap sepanjang sumbu silindernya — dan persis itulah sebabnya kerangka heliksnya berpresesi merata. Adapun keantisimetrikan matriks Frenetnya, yang dieksploitasi pada Latihan 18.7, adalah bentuk matriks bagi satu fakta geometris ini.
Proposisi 18.27 (Torsi mengukur kebidangan)
Sebuah busur biregular termuat pada sebuah bidang bila dan hanya bila ; dan pada kasus itu bidangnya adalah bidang oskulasinya (yang tetap).
Bukti. Bila , maka , jadi merupakan vektor satuan tetap , dan
jadi bersifat tetap, sehingga busurnya terletak pada bidang yang ortogonal terhadap . Sebaliknya, bila busurnya terletak pada bidang , maka dan (sehingga ) sejajar dengan arah untuk setiap ; jadi adalah salah satu dari kedua normal satuan , dan karena ia kontinu maka ia tetap; lalu dengan memaksa . ∎
Contoh 18.28 (Sebuah lingkaran yang miring bertorsi nol)
Busur terletak pada bidang , dan merupakan lingkaran satuan bidang itu (periksa: sebab dan basis ortonormal bidangnya dan memamerkan parameterisasi bakunya). Tanpa satu perhitungan Frenet pun, Proposisi 18.27 meramalkan , dan binormal tetapnya mestilah normal satuan bidangnya . Jadi torsi tak mengukur keadaan “miring di ruang”; ia mengukur meninggalkan sebuah bidang. Hanya yang tak nol pada heliks di bawah yang menghasilkan torsi yang sejati.
Contoh 18.29 (Heliksnya)
Untuk heliks dengan , kita telah menghitung dengan . Maka
jadi dan : sehingga normal utamanya menunjuk mendatar ke arah sumbunya. Berikutnya , dan memberi
Kedua invariannya bersifat tetap — dan sebaliknya dapat ditunjukkan bahwa satu-satunya kurva biregular dengan tetap dan yang tetap adalah heliks (yakni lingkaran ketika ). Perhatikan tandanya: memberi heliks tangan-kanan dengan torsi yang positif.
Contoh 18.30 (Kelengkungan dan torsi tanpa panjang busur; yakni kubik terpuntir)
Memparameterkan ulang dengan panjang busur biasanya mustahil dalam bentuk tertutup, jadi invariannya harus disarikan dari turunan mentahnya. Tulislah ; maka dan, seperti pada bukti Proposisi 18.17,
Setelah normanya diambil (dengan di ruang):
Lalu menurunkan sekali lagi dan mengubah (lewat aturan rantai melalui ), satu-satunya komponen--nya datang dari suku terakhirnya:
sehingga, setelah dipasangkan dengan ,
Penerapannya pada kubik terpuntir di : berlaku , , , jadi ,
Pelajaran penutupnya: kedua rumusnya adalah nisbah yang di dalamnya kelajuan tercoret persis sejauh yang diperlukan — sebab berskala seperti turunan kedua untuk tiap satuan panjang, sedangkan seperti volume campuran tiga turunan per luas kuadrat — dan itulah sebabnya keduanya geometris sedangkan sendiri tidak.
Catatan 18.31 (Teorema dasar bagi kurva ruang)
Seperti pada bidangnya, pasangan dengan menentukan sebuah busur biregular hingga isometri langsung : sebab rumus Frenetnya membentuk sistem diferensial linear bagi kerangkanya , yang kepadanya teori Cauchy–Lipschitz pada Bab 16 berlaku; lalu keortonormalan kerangka penyelesaiannya terpelihara karena matriks koefisiennya bersifat antisimetrik (yakni hujah matriks Gram yang sama seperti pada Latihan 18.7), dan kurvanya dipulihkan dengan mengintegralkan . Kami serahkan rinciannya kepada pembaca sebagai latihan yang berat tetapi mendidik.
18.5 Kajian lokal: kedudukan terhadap garis singgungnya
Proposisi 18.32 (Bentuk lokal di sebuah titik regular)
Misalkan busur bidang berkelas di , dengan indeks terkecil yang dan indeks terkecil yang tak segaris dengan (dengan mengandaikan keduanya ada, ). Dalam basis yang dipusatkan di , Taylor–Young memberi koordinat
Adapun gambaran lokalnya hanya bergantung pada keparitasan dan :
| ganjil, genap | titik biasa | tetap di satu sisi singgungnya |
| ganjil, ganjil | titik belok | kurvanya menyeberangi singgungnya |
| genap, ganjil | titik runcing jenis pertama | kedua cabangnya di sisi yang berlawanan |
| genap, genap | titik runcing jenis kedua | kedua cabangnya di sisi yang sama |
Bukti. Taylor–Young pada orde (sebab fungsi bersifat di dekat ):
Berkat pemilihan dan , tiap dengan segaris dengan ; jadi setelah mengumpulkan komponennya dalam basis : dan . Adapun tabel tanda dan untuk — yang persis dikendalikan keparitasannya — memberi keempat gambarannya: misalnya bila genap, maka pada kedua sisinya (sebab kedua cabangnya pergi ke arah : yakni titik runcing), dan sisi garis singgungnya () berbalik ketika ganjil. ∎
Contoh 18.33
Untuk di (Contoh 18.5): berlaku dan , jadi dan : yakni titik runcing jenis pertama, yaitu gambaran parabola semikubik yang sudah dikenal. Sedangkan untuk di : dan : yakni titik belok — sebab kubiknya menyeberangi singgungnya.
Catatan 18.34 (Pandangan ke depan di dalam jilid ini)
Kurva menyuapi bab berikutnya lewat tiga cara. Bila digambar pada sebuah permukaan, ia mendefinisikan bidang singgung dan bentuk fundamental pertamanya (Bab 19), dan panjangnya dihitung dengan membatasi metrik ruang lingkupnya — jadi bab berikutnya sebagian besar adalah bab ini yang direlatifkan. Adapun kalkulus selubung pada soal akhir pekannya bertemu integral lipat pada Bab 20, tempat luas astroidnya dihitung ulang lewat rumus Green (Latihan 20.5) — yakni satu kurva, dua teori, dan jawaban yang cocok. Lalu sistem Frenetnya sudah memakai persamaan diferensial linear pada Bab 16 (yakni keberadaannya, ketunggalannya, dan hujah pemeliharaan keortogonalan pada Latihan 18.7): jadi teorema dasar kurva adalah teorema persamaan diferensial yang mengenakan busana geometri.
Catatan 18.35 (Metode: menjalankan kajian lokalnya)
Dalam praktik penggolongannya berupa rutin empat langkah. Satu, turunkan di sampai turunan tak nol pertamanya muncul: indeksnya adalah , nilainya vektor . Dua, teruskanlah menurunkan sampai sebuah turunan yang tak segaris dengan muncul: indeksnya , vektornya . Tiga, bacalah keparitasan pada tabelnya. Empat, gambarlah: kurvanya pergi sepanjang bila ganjil (atau sepanjang lalu kembali sepanjang bila genap), pada sisi yang didiktekan tanda . Ada dua peringatan. Kerangka umumnya tak ortonormal — sebab tabelnya memaparkan kedudukan relatif terhadap garis singgungnya, bukan sudut atau jarak, jadi janganlah membaca kelengkungan dari gambarnya. Lalu turunan antara yang segaris dengan memang diizinkan di antara pangkat dan (sebab ia hanya menggeser uraian ); yang tak boleh terjadi adalah berhenti pada turunan tak nol pertamanya lalu menebak : sebab untuk tebakan naif keliru, karena masih segaris dengan — dan inilah persis Latihan 18.5.
18.6 Latihan
Latihan 18.1 ★
Hitunglah panjang satu lengkung sikloid dengan . (Pakailah .)
Solusi
Solusi Latihan 18.1.
, jadi
dan (yang taknegatif pada ). Karena itu
jadi satu lengkung sikloidnya berpanjang (untuk roda berjari-jari ) — yakni hasil terkenal milik Wren, tanpa yang terlihat.
Latihan 18.2 ★
Hitunglah kelengkungan elips (dengan ) lalu tentukan letak titik yang kelengkungannya maksimum dan minimum.
Solusi
Solusi Latihan 18.2.
Dengan dan : berlaku , , , , jadi menurut Proposisi 18.17
Penyebutnya minimum ketika (bernilai , yakni di titik ) dan maksimum ketika (bernilai , di titik ), karena . Karena itu maksimum di ujung sumbu mayornya, , dan minimum di ujung sumbu minornya, : jadi elipsnya membengkok paling tajam di ujung sumbu panjangnya.
Latihan 18.3 ★
Tunjukkan bahwa panjang busur grafik pada sama dengan , lalu hitunglah kelengkungan kurva ini (yakni katenari). Periksalah bahwa .
Solusi
Solusi Latihan 18.3.
Untuk grafik : berlaku , jadi panjang busurnya dari sampai adalah . Adapun kelengkungan sebuah grafik (Proposisi 18.17):
jadi , seperti diumumkan. Perhatikan kebetulan yang rapi dengan sebagai panjang busurnya: jadi jari-jari kelengkungan katenarinya tumbuh dengan kuadrat panjang busurnya dari puncaknya.
Latihan 18.4 ★★
(Spiral logaritmik) Misalkan dengan . Tunjukkan bahwa sudut antara dan bersifat tetap, lalu hitunglah panjang busur pada (yang berhingga!), beserta kelengkungannya.
Solusi
Solusi Latihan 18.4.
, jadi
sedangkan dan . Karena itu
jadi singgungnya selalu bersudut terhadap jari-jarinya — yakni sifat sudut-sama milik spiral logaritmiknya. Adapun panjang busurnya pada :
yang berhingga walaupun spiralnya melilit tak berhingga kali mengelilingi titik asalnya. Adapun kelengkungannya: dengan yang dihitung dari ,
jadi : sehingga kelengkungannya , yang meluruh ketika spiralnya tumbuh.
Latihan 18.5 ★★
Tentukan , dan bentuk lokalnya (biasa, belok, runcing) bagi di , dan bagi di .
Solusi
Solusi Latihan 18.5.
Busur pertamanya: . Turunannya di : , jadi . Lalu dan , yang tak segaris dengan : jadi . Keduanya genap: yakni titik runcing jenis kedua — sebab kedua cabangnya pergi ke arah lalu tinggal di sisi yang sama dari singgungnya. (Memang pada kedua cabangnya: jadi bertanda sama untuk yang kecil.)
Busur keduanya: . Berlaku dan : jadi , yang ganjil. Berikutnya : jadi , yang genap. Ganjil–genap: yakni titik biasa — sebab kendati kecepatannya lenyap, lintasan tetap menyeberangi titik asalnya dengan mulus, sambil tinggal di atas singgungnya .
Latihan 18.6 ★★
Misalkan busur bidang berkelajuan satuan dengan untuk setiap , lalu misalkan pusat kelengkungannya (yakni kurva disebut evolut). Dengan mengandaikan bersifat , tunjukkanlah bahwa : jadi evolutnya bersinggungan dengan garis normal .
Solusi
Solusi Latihan 18.6.
Turunkan dengan memakai rumus Frenet bidangnya (Teorema 18.13):
sebab suku singgungnya saling meniadakan tepat. Jadi kecepatan evolutnya diusung , yang mengarahkan garis normal di — dan titik terletak pada garis normal itu juga: jadi evolutnya adalah selubung normalnya. (Adapun di tempat evolutnya punya titik singular; dan inilah yang menghasilkan titik runcing pada evolut sebuah elips.)
Latihan 18.7 ★★★
Misalkan keluarga kontinu matriks antisimetrik dan sebuah penyelesaian matriks dengan yang ortogonal. Tunjukkan bahwa ortogonal untuk setiap . (Turunkan lalu pakailah ketunggalan pada Cauchy–Lipschitz.) Jelaskanlah kaitannya dengan sistem Frenet.
Solusi
Solusi Latihan 18.7.
Misalkan . Maka, dengan memakai dan ,
berkat keantisimetrikannya. Jadi tetap pada intervalnya, dan sama dengan : sehingga ortogonal untuk setiap . (Atau, tanpa menghitung menjadi nol: sebab baik maupun yang tetap menyelesaikan sistem linear dengan nilai awal yang sama, lalu ketunggalan Cauchy–Lipschitz bagi sistem linear, Bab 16, memaksa .)
Kaitannya: sistem Frenet punya matriks koefisien yang antisimetrik
(dengan kolomnya menyatakan ). Adapun perhitungan di atas menunjukkan bahwa kerangka penyelesaian yang bermula ortonormal tetap ortonormal — yakni langkah kunci pada teorema dasar yang membangun ulang sebuah kurva dari .
Latihan 18.8 ★★★
(Kelengkungan total sebuah kurva tertutup yang cembung) Misalkan busur bidang tertutup berkelajuan satuan yang berpanjang (jadi ), yang ditempuh sekali berlawanan arah jarum jam. Dengan memakai fungsi sudut yang dari Teorema 18.20, jelaskanlah mengapa merupakan kelipatan , lalu tunjukkan bahwa . (Untuk sebuah lingkaran berjari-jari : . Adapun teorema singgung berputar menegaskan nilainya bagi setiap kurva tertutup sederhana; tetapi kamu tak diminta membuktikannya.)
Solusi
Solusi Latihan 18.8.
Menurut Teorema 18.20 (yakni bagian ketunggalannya), ada fungsi sudut dengan dan . Karena itu
Karena busurnya tertutup berkala , berlaku : jadi , sehingga . Jadi kelengkungan total sebuah kurva tertutup selalu berupa kelipatan bulat — dengan bilangan bulatnya berupa bilangan lilitan singgungnya (yakni banyaknya putaran penuh yang dibuat ). Untuk lingkaran berjari-jari : berlaku dan , jadi kelengkungan totalnya dengan bilangan lilitan ; dan teorema singgung berputar menyatakan bahwa nilai ini berlaku bagi setiap kurva tertutup sederhana.
Latihan 18.9 ★★★
Tunjukkan bahwa kurva ruang biregular dengan yang tetap dan merupakan (sebuah busur) lingkaran berjari-jari . (Pakailah Proposisi 18.27, lalu tunjukkan bahwa pusatnya bersifat tetap.)
Solusi
Solusi Latihan 18.9.
Karena , kurvanya terletak pada sebuah bidang (Proposisi 18.27); jadi bekerjalah di bidang itu. Tinjaulah calon pusatnya
Menurunkannya dengan rumus Frenet ( di sini) memberi
jadi merupakan titik tetap . Maka untuk setiap : sehingga kurvanya terletak pada lingkaran berpusat dan berjari-jari (di bidangnya), lalu karena ia busur yang tak tetap padanya, ia merupakan busur lingkaran itu.
Latihan 18.10 ★
Hitunglah panjang busur parabola pada lalu tunjukkan bahwa ia sama dengan
Solusi
Solusi Latihan 18.10.
Untuk grafik , berlaku , jadi . Setelah menyulihkan (dengan , dan dari ke ):
dengan memakai beserta dan .
Latihan 18.11 ★★
Misalkan busur yang regular di dan semua garis singgungnya melalui titik tetap . Buktikan bahwa lintasan termuat pada sebuah garis lurus. (Parameterkan lewat panjang busur, tulislah lalu turunkan.)
Solusi
Solusi Latihan 18.11.
Parameterkan lewat panjang busurnya (Teorema 18.9) lalu tetapkan , yakni fungsi ; lalu karena terletak pada garis singgung di , vektor segaris dengan , jadi . Setelah diturunkan,
dan (turunkan ), jadi kedua komponennya lenyap: dan . Lalu lenyap paling banyak sekali, jadi pada sebuah himpunan padat, sehingga di mana-mana berkat kekontinuannya: jadi merupakan vektor satuan yang tetap dan : yakni sebuah garis lurus (lewat , sebagaimana mestinya).
Latihan 18.12 ★★★
(Teorema dasar bagi kurva ruang) Misalkan dan fungsi kontinu pada sebuah interval . Kerjakanlah program pada catatan yang menyusul Contoh 18.29: (a) tunjukkan bahwa sistem linear , dengan matriks Frenet yang antisimetrik yang dibangun dari dan sebuah kerangka ortonormal langsung, punya satu penyelesaian global tunggal yang tetap berupa kerangka ortonormal langsung; (b) bangunlah sebuah kurva biregular berkelajuan satuan dengan kelengkungan dan torsi ; (c) buktikan ketunggalannya hingga sebuah isometri langsung .
Solusi
Solusi Latihan 18.12.
(a) Matriks Frenetnya
punya entri yang kontinu, jadi sistem linear dengan (yakni matriks ortonormal yang langsung) punya satu penyelesaian tunggal pada seluruh (Teorema 16.4). Lalu menurut Latihan 18.7, ortogonal untuk setiap ; sedangkan kontinu bernilai di dan sama dengan di , jadi langsung untuk setiap .
(b) Bacalah baris milik (sehingga , , ) lalu tetapkan . Maka merupakan vektor satuan: jadi berkelajuan satuan; lalu dengan dan satuan yang ortogonal terhadap , jadi bersifat biregular dengan kelengkungan dan normal utama ; sedangkan binormalnya adalah (yakni kerangka ortonormal yang langsung), dan mengenali torsinya sebagai .
(c) Misalkan kurva biregular berkelajuan satuan dengan yang sama. Maka ada satu isometri langsung (dengan ) yang tunggal, yang mengirim ke dan kerangka Frenet di ke kerangka di . Adapun kurva berkelajuan satuan dengan invarian yang sama (sebab kerangkanya adalah yang diterapkan pada kerangka , dan memelihara hasil kali silangnya karena ia langsung). Kini kerangka dan sama-sama menyelesaikan dengan nilai awal yang sama, jadi keduanya berimpit berkat ketunggalannya; khususnya singgungnya sepakat, lalu setelah diintegralkan dari titik bersamanya : .
18.7 Soal: selubung — astroid, dua evolut, dan sebuah kaustik
Soal 18.1
Soal akhir pekan — mesin selubung dan empat kurva klasik
Sebuah keluarga garis berparameter satu biasanya gagal meliputi bidangnya secara merata: sebab garisnya menumpuk sepanjang sebuah kurva yang bersinggungan dengan semuanya, yakni selubung keluarga itu. Adapun sinar cahaya membuat selubungnya kasatmata sebagai kaustik — yakni kurva terang beruncing di dalam cangkir kopi. Soal ini membangun mesin selubung yang umum, lalu menjalankannya empat kali: yakni pada tangga yang meluncur (astroid), pada normal parabola dan sikloid (evolut, dengan bandul Huygens di akhirnya), dan pada kaustik cangkir kopi (nefroid). Di sepanjang soal ini, menyatakan garis berpersamaan , dengan berupa fungsi dan , serta .
Bagian I — Mesin selubungnya.
Andaikan . Tunjukkan bahwa sistem karakteristiknya
punya satu penyelesaian tunggal , yang diberikan dan .
- Andaikan lebih jauh bahwa bersifat di dekat dengan . Dengan menurunkan persamaan pertama sistemnya, tunjukkanlah , lalu simpulkan bahwa kurva melalui sebuah titik dengan arah : jadi keluarganya bersinggungan dengan , yang disebut selubungnya.
- Pemeriksaan kewarasannya: garis singgung parabola di titik adalah . Periksalah bahwa mesin selubungnya mengembalikan parabolanya sendiri.
- (Selubung normalnya) Misalkan berkelajuan satuan dengan . Adapun garis normal di adalah . Tunjukkan bahwa sistem karakteristiknya memaksa , sehingga titik karakteristiknya adalah pusat kelengkungannya: jadi selubung normalnya adalah evolutnya, yang memulihkan Latihan 18.6. Periksalah .
- Dua kemerosotan. Untuk berkas , tunjukkan bahwa titik karakteristiknya adalah titik asalnya untuk setiap (jadi “selubungnya” runtuh menjadi satu titik, dan : sehingga pertanyaan 2 tak berlaku). Sedangkan untuk keluarga garis sejajar (dengan yang tetap), tunjukkanlah dan bahwa sistem karakteristiknya secara umum tak serasi: jadi tak ada selubung.
Bagian II — Tangga yang meluncur dan astroidnya. Sebuah ruas berpanjang meluncur dengan satu ujungnya di lantai dan yang lain di dinding, dengan .
Tunjukkan bahwa garis berpersamaan , dan bahwa mesin selubungnya memberi titik karakteristik
yakni astroid, yang berpersamaan implisit (dan diperluas ke kuadran lainnya lewat kesimetrian).
- Tunjukkan bahwa dan, dengan memakai penggolongan lokalnya (Proposisi 18.32), bahwa astroidnya punya titik runcing jenis pertama di — dan demikian pula di keempat titik sumbunya.
- Hitunglah lalu turunkan bahwa panjang total astroidnya adalah .
- Di mana tangganya menyentuh astroidnya? Tunjukkan : jadi titik sentuhnya membagi tangganya dengan nisbah , sambil menyapunya dari satu ujung ke ujung lain ketika tangganya meluncur.
- Hitunglah luas yang dilingkupi astroidnya: tunjukkan bahwa luas kuadran pertamanya adalah , nilailah integralnya lewat pelinearan (yakni ), lalu simpulkan bahwa luas totalnya adalah .
Bagian III — Evolut parabolanya. Misalkan .
- Tunjukkan bahwa garis normal di berpersamaan .
Jalankan mesin selubungnya: tunjukkan bahwa selubung normalnya adalah
dengan persamaan implisit : yakni sebuah parabola semikubik.
- Periksa silang dengan pertanyaan 4: hitunglah pusat kelengkungannya dari (Contoh 18.18) lalu perolehlah titik yang sama.
- Tunjukkan bahwa evolutnya punya titik runcing jenis pertama di , yakni pusat kelengkungan di puncaknya — yaitu titik tempat ekstrem, sebagaimana diramalkan rumus pada Latihan 18.6.
- Berapa banyak normal parabolanya yang melalui sebuah titik ? Tunjukkan bahwa jawabannya dikendalikan kubik ; tanganilah kasus sumbunya selengkapnya (yakni satu normal bila , dan tiga bila ), lalu tafsirkanlah evolutnya sebagai kurva peralihannya.
Bagian IV — Kaustik cangkir kopi. Sinar sejajar berarah menghantam bagian dalam cermin lingkaran ; lalu sinar yang mengenai terpantul menurut hukum pemantulan.
- Dari kesimetrian cermin pada normalnya (yakni jari-jarinya), benarkanlah bahwa arah pantulnya adalah dengan dan , lalu hitunglah .
Tunjukkan bahwa sinar pantulnya terletak pada garis
Jalankan mesin selubungnya (dengan ): tunjukkan bahwa kaustiknya adalah
yakni nefroid.
- Hitunglah ; periksalah bahwa arah singgungnya adalah arah sinar pantulnya (pertanyaan 16), tentukan letak kedua titik runcingnya , lalu tunjukkan bahwa sinar pantulnya menyeberangi sumbu di — jadi sinar yang hampir sesumbu memfokus di : yakni panjang fokus bagi cermin berjari-jari .
Tunjukkan bahwa nefroidnya berpanjang total dan bahwa di dekat ,
yakni sebuah titik runcing jenis pertama, yang menunjuk sepanjang sumbunya.
- Jelaskanlah dalam satu paragraf mengapa kaustiknya terang: sebab lewat setiap titik tepat di luar kaustiknya melintas dua sinar pantul, sedangkan lewat setiap titik padanya sinarnya “terpusat tanpa batas” (karena pemetaan punya titik kritis persis pada selubungnya).
Bagian V — Huygens: sikloid adalah evolutnya sendiri. Misalkan dengan , yakni satu lengkung sikloid.
Hitunglah beserta pusat kelengkungannya; lalu tunjukkan bahwa evolutnya adalah
dan bahwa penyulihan memamerkannya sebagai sikloid semula yang digeser sebesar : jadi evolut sebuah sikloid adalah sikloid yang kongruen (yakni Huygens).
- Periksalah bahwa jari-jari kelengkungan di puncaknya sama dengan , yakni separuh panjang satu lengkungnya (Latihan 18.1); lalu tentukan letak titik runcing evolutnya tepat di bawah puncaknya, pada jarak .
- (Sifat talinya) Misalkan berkelajuan satuan dengan , dengan berkelas dan monoton tegas. Dengan memakai , tunjukkanlah bahwa panjang busur evolutnya antara dan adalah . Tafsirkanlah: sebuah tali tegang yang terurai dari evolutnya, yang berpanjang pada awalnya, membuat ujung bebasnya melacak kurva semula — jadi sebuah bandul yang berayun di antara dua pipi sikloid pada jam Huygens menggambarkan sebuah sikloid.
- Rangkuman. Mesin pada Bagian I menghasilkan astroid, sebuah parabola semikubik, sebuah nefroid dan sebuah sikloid. Untuk masing-masing keempat keluarganya, nyatakanlah dalam satu kalimat di mana hipotesis dan berlaku atau gagal, dan peristiwa geometris apa (titik runcing, fokus, kemerosotan) yang ditandai tiap kegagalan itu. Lalu di mana ekstremum kelengkungannya mesti muncul pada selubung normalnya, dan mengapa?
Solusi
Solusi Soal 18.1.
1. Sistemnya linear dalam dengan determinan : jadi aturan Cramer memberi penyelesaian tunggalnya
2. Karena secara identik, menurunkannya memberi ; lalu persamaan karakteristik keduanya membunuh , jadi : sehingga ortogonal terhadap , jadi sejajar dengan , yakni arah . Lalu karena (menurut persamaan pertamanya) dan , garis persis merupakan garis singgung kurva di .
3. Di sini , jadi dan
jadi selubung garis singgung parabolanya adalah parabolanya sendiri, sebagaimana mestinya.
4. Garis normalnya adalah : dengan koefisien , , . Menurunkannya dengan Frenet (): , , dan . Lalu persamaan karakteristik keduanya berbunyi . Sedangkan yang pertama mengatakan , jadi dengan : sehingga titik karakteristiknya adalah , yakni pusat kelengkungannya, dan selubung normalnya adalah evolut pada Latihan 18.6. Akhirnya .
5. Berkasnya: sistem dan berdeterminan dengan penyelesaian untuk setiap : jadi , , dan tak ada kurva — melainkan sekadar titik bersama semua garisnya. Adapun keluarga sejajarnya: memberi dan persamaan keduanya , yang gagal begitu keluarganya sungguh bergerak: jadi tak ada titik karakteristiknya, dan memang keluarga garis sejajar tak menyentuh sebuah kurva sepanjang semua anggotanya.
6. Garis lewat dan adalah , yakni . Dengan : berlaku , , , dan . Lalu Cramer:
Dan : yakni astroidnya.
7. Turunan lenyap di . Di sana, memberi ; lalu komponen- milik bersifat genap dalam , jadi yang tak segaris: . Genap–ganjil: jadi titik runcing jenis pertama di (Proposisi 18.32), yang bersinggung sepanjang sumbu-. Adapun kesimetrian , , dan milik astroidnya mengangkut titik runcingnya ke dan .
8. Berlaku , jadi . Satu kuadrannya: , jadi berkat kesimetriannya panjang totalnya adalah .
9. Berlaku . Jadi titik sentuhnya adalah barisentrum dan : sehingga ketika berjalan dari ke ia meluncur dari ujung lantai ke ujung dinding tangganya.
10. Pada kuadran pertamanya, daerah di bawah astroidnya berluas dengan yang turun dari ke ketika berjalan dari ke :
Linearkan: , lalu sedangkan . Jadi integralnya , luas kuadrannya , dan luas yang dilingkupinya .
11. Singgung di diarahkan , jadi garis normalnya adalah , yakni .
12. Berlaku : , , , dan . Maka dan
Setelah dihilangkan: dan : yakni sebuah parabola semikubik bertitik puncak .
13. Berlaku , , dan , jadi
yakni kurva yang sama: jadi selubung normalnya adalah tempat kedudukan pusat kelengkungannya, sebagaimana dijanjikan pertanyaan 4.
14. Turunan lenyap di ; lalu memberi dan memberi : jadi titik runcing jenis pertama di . Adapun puncaknya adalah tempat maksimum, jadi sehingga kecepatan evolutnya lenyap persis di sana: jadi titik runcing evolutnya duduk pada ekstremum kelengkungannya.
15. Normal di parameter melalui bila dan hanya bila , yakni
yakni sebuah kubik dalam : jadi satu atau tiga akar real (yang dicacah tanpa multiplisitas, bagi titik yang generik). Pada sumbunya ia terfaktorkan sebagai : yakni akar (sebab sumbunya adalah normal di puncaknya), ditambah ketika . Jadi: satu normal bila , tiga bila , dan di akar rangkap tiganya menandai titik runcing evolutnya. Secara umum sebuah akar ganda kubiknya berarti titiknya memenuhi baik persamaan garisnya maupun turunan--nya — jadi ia terletak pada selubungnya: sehingga evolutnya persis merupakan perbatasan antara daerah satu-normal dan daerah tiga-normalnya.
16. Pemantulan pada cerminnya membalik komponen normal arahnya dan mempertahankan yang tangensialnya: dengan menulis , arah pantulnya adalah . Di sini , jadi
17. Sinar pantulnya melalui dengan arah ; jadi sebuah vektor normalnya adalah , sehingga garisnya adalah
dan konstantanya adalah : jadi setelah dikalikan , .
18. Berlaku : , , , dan . Lalu Cramer, kemudian rumus hasil-kali-ke-jumlah:
yakni nefroidnya, sebuah kurva tertutup dengan dua titik runcing.
19. Menurunkannya lalu memfaktorkan dengan dan :
yang sejajar dengan arah pantul pada pertanyaan 16: jadi tiap sinar pantulnya bersinggungan dengan kaustiknya, sebagaimana dituntut sifat selubungnya. Adapun persis di : yakni dan , yaitu kedua titik runcingnya. Lalu menetapkan pada persamaan garisnya: , jadi ketika : sehingga sinar paraksialnya memfokus pada jarak dari pusatnya — yakni panjang fokus cermin sferisnya.
20. Berlaku , jadi panjangnya . Di dekat , dengan dan :
jadi , , yakni titik runcing jenis pertama yang menunjuk sepanjang sumbunya — yaitu titik terang kaustik cangkir kopinya.
21. Parameterkan titik yang tersinari lewat (yakni kedudukan sepanjang tiap sinar pantulnya). Adapun determinan Jacobinya bersifat afin dalam dan lenyap tepat untuk satu — lalu adalah titik karakteristiknya, sebab di sana arah sinarnya dan variasi keluarganya menjadi bergantungan. Di luar selubungnya pemetaannya berupa difeomorfisma lokal, dan titik tepat di dalam kaustiknya dikenai dua sinar berdekatan (yakni dua penyelesaian ), sedangkan titik di luarnya tak dikenai satu pun dari bagian keluarganya itu; sementara pada kaustiknya keduanya melebur. Adapun intensitas cahayanya berbanding terbalik dengan nilai mutlak Jacobinya, jadi ia meledak sepanjang selubungnya: sehingga kaustiknya adalah kurva yang terang, dan paling terang di titik runcingnya, tempat kemerosotannya paling parah.
22. Berlaku , , , , jadi dan ; sehingga menurut Proposisi 18.17,
Dengan (yakni bagilah dengan ) dan :
yakni . Setelah menyulihkan :
yakni sikloid yang digeser sebesar . Jadi evolut sebuah sikloid adalah sikloid yang kongruen, yang tergantung satu aras di bawahnya.
23. Berlaku , jadi : yakni separuh panjang lengkungnya yang dihitung pada Latihan 18.1. Adapun kecepatan evolutnya lenyap di : jadi titik runcingnya adalah , tepat di bawah puncaknya , pada jarak , yakni persis panjang jari-jari oskulasinya di sana.
24. Dari Latihan 18.6, berlaku , jadi dan, untuk yang monoton,
Katakanlah turun. Sebuah tali yang dibentangkan sepanjang evolutnya melewati lalu diperpanjang oleh ruas dari ke (yang bersinggungan dengan evolutnya, menurut pertanyaan 4) punya, ketika dikupas sampai lalu ditegangkan, bagian lurus berpanjang yang menunjuk dari sepanjang normalnya — lalu mendarat tepat pada : jadi ujung bebasnya melacak kurva semula (yakni “involut”). Huygens menggantungkan sebuah bandul di antara dua pipi sikloid: sehingga talinya membelit evolutnya, jadi bandulnya menggambarkan sebuah sikloid — yakni tautokron, yang kala ayunannya tak bergantung pada amplitudonya.
25. Singgung parabolanya: dan di mana-mana — jadi selubung yang mulus (yakni parabolanya sendiri). Tangga yang meluncur: , tetapi lenyap di ujung kuadrannya — yakni keempat titik runcing astroidnya. Normal parabola dan sikloidnya: , dan lenyap persis di tempat kelengkungannya ekstrem — yakni titik runcing evolutnya di dan . Kaustiknya: , dan lenyap di — yakni kedua titik runcing nefroidnya, yaitu titik fokus cerminnya. Adapun ekstremum kelengkungan mesti menghasilkan titik runcing pada selubung normalnya, karena kecepatan evolutnya adalah : dan itulah sebabnya evolut sebuah elips punya empat titik runcing (yakni empat puncak), sedangkan keluarga yang merosot (berkas, garis sejajar) adalah kasus tempat mesinnya mengeluarkan sebuah titik atau tak ada apa pun.