Mathematics · Buku 4 · Bachelor Year 2

Matematika Universitas — Tahun 2

Matematika Universitas — Tahun 2 · Bachelor Year 2

18Kurva

Kini geometrinya berbelok menjadi diferensial. Sebuah kurva adalah titik yang bergerak menembus ruang; kalkulus memberi kita kecepatan dan percepatannya, sedangkan geometri bertanya apa yang hakiki — yakni yang tak bergantung pada secepat apa kita menyusuri lintasannya. Jawabannya adalah panjang busur, yang mengukur lintasannya sendiri, dan kelengkungan, yang mengukur seberapa ia membengkok. Pada dimensi 33 ada invarian kedua, yakni torsi, yang mengukur seberapa kurvanya terpuntir keluar dari bidangnya. Adapun alat tata bukunya untuk semua ini adalah kerangka Frenet yang bergerak.

18.1 Busur terparameter

Definisi 18.1 (Busur terparameter)

Sebuah busur terparameter berkelas Ck\mathcal{C}^k (dengan k1k \geq 1) adalah pemetaan γ ⁣:IRn\gamma \colon I \to \R^n berkelas Ck\mathcal{C}^k pada interval II. Sebuah titik γ(t)\gamma(t) disebut regular bila γ(t)0\gamma'(t) \neq 0, dan busurnya regular bila semua titiknya demikian. Adapun garis lewat γ(t)\gamma(t) yang diarahkan γ(t)\gamma'(t) disebut garis singgung di titik regularnya.

Definisi 18.2 (Penggantian parameter)

Sebuah penggantian parameter berkelas Ck\mathcal{C}^k adalah difeomorfisma Ck\mathcal{C}^k θ ⁣:JI\theta \colon J \to I antar interval (dengan θ0\theta' \neq 0 di mana-mana). Busur γ\gamma dan γθ\gamma \circ \theta disebut setara; sedangkan sebuah busur geometris (atau kurva) adalah sebuah kelas kesetaraan. Adapun gagasan yang invarian terhadap penggantian parameter — yakni lintasannya, garis singgungnya, panjang busurnya, kelengkungannya — disebut geometris.

Catatan 18.3

Lintasannya sendiri tak menentukan busur geometrisnya: sebab parameterisasi t(cost,sint)t \mapsto (\cos t, \sin t) pada [0,2π][0, 2\pi] dan pada [0,4π][0, 4\pi] punya peta yang sama tetapi menempuh lingkarannya sekali dan dua kali. Jadi sebuah busur geometris mengingat multiplisitas dan orientasi penempuhannya, bukan kelajuannya.

Contoh 18.4 (Kelajuan tak mengubah apa pun yang geometris)

Parameterkan lingkaran satuannya lewat

γ(t)=(cost2, sint2),t[0,2π].\gamma(t) = (\cos t^2,\ \sin t^2), \qquad t \in \intcc0{\sqrt{2\pi}} .

Kelajuannya γ(t)=2t\norm{\gamma'(t)} = 2t tumbuh linear, namun

L=02π2t ⁣dt=2π,L = \int_0^{\sqrt{2\pi}}2t\,\dd t = 2\pi ,

yakni panjang yang sama seperti pada kelajuan tetap — sebagaimana dijanjikan Teorema 18.7, lewat penggantian parameter tt2t \mapsto t^2. Garis singgungnya, kelengkungan yang dihitung dari Proposisi 18.17, dan setiap besaran geometris lainnya juga sepakat; hanya t=0t = 0 yang pantas dilirik, tempat γ(0)=0\gamma'(0) = 0 membuat parameterisasi ini tak regular walaupun lintasannya berupa lingkaran yang sempurna. Jadi pernyataan geometris kurang toleran terhadap parameterisasi yang buruk: parameterkan ulang dulu, simpulkan kemudian.

Contoh 18.5

Busur γ(t)=(t2,t3)\gamma(t) = (t^2, t^3) bersifat C\mathcal{C}^\infty tetapi tak regular: sebab γ(0)=(0,0)\gamma'(0) = (0, 0). Lintasannya, yakni parabola semikubik y2=x3y^2 = x^3, punya titik runcing di titik asalnya: jadi kemulusan parameterisasinya tak mencegah kesingularan geometris di tempat kecepatannya lenyap. Itulah sebabnya hipotesis keregularan γ0\gamma' \neq 0 bukan sekadar hiasan.

18.2 Panjang busur

Definisi 18.6 (Panjang busur)

Misalkan γ ⁣:[a,b]Rn\gamma \colon [a, b] \to \R^n sebuah busur C1\mathcal{C}^1. Adapun panjang busurnya adalah

L(γ)=abγ(t) ⁣dt,L(\gamma) = \int_a^b \norm{\gamma'(t)}\, \dd t ,

dengan \norm{\cdot} menyatakan norma Euklides. Sedangkan fungsi panjang busur yang berpangkal di t0t_0 adalah s(t)=t0tγ(u) ⁣dus(t) = \int_{t_0}^t \norm{\gamma'(u)}\,\dd u.

Teorema 18.7 (Panjangnya geometris; pencirian poligonal)

  1. Bila θ ⁣:[c,d][a,b]\theta \colon [c, d] \to [a, b] merupakan penggantian parameter C1\mathcal{C}^1, maka L(γθ)=L(γ)L(\gamma \circ \theta) = L(\gamma).
  2. Adapun L(γ)L(\gamma) merupakan supremum panjang poligon yang terlukis di dalamnya:

    L(γ)=sup{i=1mγ(ti)γ(ti1)  :  a=t0<t1<<tm=b}.L(\gamma) = \sup\Bigl\{\, \sum_{i=1}^{m} \norm{\gamma(t_i) - \gamma(t_{i-1})} \;:\; a = t_0 < t_1 < \dots < t_m = b \,\Bigr\}.

Bukti. 1. Lewat penggantian peubah t=θ(u)t = \theta(u) (jilid Tahun ke-1, yang sah karena θ\theta bersifat C1\mathcal{C}^1 monoton),

cd(γθ)(u) ⁣du=cdγ(θ(u))θ(u) ⁣du=abγ(t) ⁣dt,\int_c^d \norm{(\gamma\circ\theta)'(u)}\,\dd u = \int_c^d \norm{\gamma'(\theta(u))}\,\abs{\theta'(u)}\,\dd u = \int_a^b \norm{\gamma'(t)}\,\dd t ,

tempat kita memakai (γθ)=θ(γθ)(\gamma\circ\theta)' = \theta'\cdot (\gamma'\circ\theta) dan, bila θ\theta turun, tanda θ\theta' terserap oleh pembalikan batasnya.

2. Untuk sembarang subbagiannya, γ(ti)γ(ti1)=ti1tiγ(t) ⁣dt\gamma(t_i) - \gamma(t_{i-1}) = \int_{t_{i-1}}^{t_i}\gamma'(t)\,\dd t, jadi menurut ketaksamaan segitiga bagi integral berlaku γ(ti)γ(ti1)ti1tiγ\norm{\gamma(t_i) - \gamma(t_{i-1})} \leq \int_{t_{i-1}}^{t_i}\norm{\gamma'}: jadi setiap poligonnya lebih pendek daripada L(γ)L(\gamma), sehingga supL(γ)\sup \leq L(\gamma).

Untuk ketaksamaan sebaliknya, misalkan ε>0\varepsilon > 0. Karena γ\gamma' kontinu pada [a,b][a,b] yang kompak, ia kontinu seragam: jadi ada δ>0\delta > 0 dengan γ(t)γ(u)ε\norm{\gamma'(t) - \gamma'(u)} \leq \varepsilon setiap kali tuδ\abs{t - u} \leq \delta. Ambillah sebuah subbagian berlangkah δ\leq \delta. Pada tiap kepingnya, untuk t[ti1,ti]t \in [t_{i-1}, t_i],

γ(ti)γ(ti1)=ti1tiγ(t) ⁣dt=(titi1)γ(ti1)+Ri,Riε(titi1),\gamma(t_i) - \gamma(t_{i-1}) = \int_{t_{i-1}}^{t_i}\gamma'(t)\,\dd t = (t_i - t_{i-1})\,\gamma'(t_{i-1}) + R_i, \qquad \norm{R_i} \leq \varepsilon\,(t_i - t_{i-1}),

karena Ri=ti1ti(γ(t)γ(ti1)) ⁣dtR_i = \int_{t_{i-1}}^{t_i}(\gamma'(t) - \gamma'(t_{i-1}))\,\dd t. Karena itu

γ(ti)γ(ti1)(titi1)γ(ti1)ε(titi1).\norm{\gamma(t_i) - \gamma(t_{i-1})} \geq (t_i - t_{i-1})\norm{\gamma'(t_{i-1})} - \varepsilon (t_i - t_{i-1}) .

Setelah dijumlahkan, lalu membandingkan (titi1)γ(ti1)\sum (t_i - t_{i-1})\norm{\gamma'(t_{i-1})} dengan abγ\int_a^b\norm{\gamma'} (yakni jumlah Riemann bagi fungsi kontinu γ\norm{\gamma'}, yang berselisih paling ε(ba)\varepsilon(b - a) dari integralnya untuk δ\delta yang cukup kecil berkat kekontinuan seragamnya lagi), kita memperoleh poligon berpanjang L(γ)2ε(ba)\geq L(\gamma) - 2\varepsilon(b - a). Lalu melewatkan ε0\varepsilon \to 0 membuktikan klaimnya.

Contoh 18.8 (Archimedes dan poligon yang terlukis)

Untuk lingkaran satuannya, segi-nn beraturan yang terlukis di dalamnya berpanjang Ln=2nsinπnL_n = 2n\sin\frac\pi n, dan uraian sinx=xx36+O(x5)\sin x = x - \frac{x^3}6 + O(x^5) memberi

Ln=2ππ33n2+O(1n4):L_n = 2\pi - \frac{\pi^3}{3n^2} + O\Bigl(\frac1{n^4}\Bigr) :

jadi panjang poligonal pada Teorema 18.7 konvergen secara kuadratik. Secara numerik: L6=6L_6 = 6 (yakni segi enamnya, yang memberi π>3\pi > 3 yang kasar), sedangkan L96=192sinπ966.28206L_{96} = 192\sin\frac{\pi}{96} \approx 6.28206 terhadap 2π6.283192\pi \approx 6.28319 — dan galatnya 0.001130.00113 sepakat dengan ramalan π3/(3962)0.00112\pi^3/(3\cdot96^2) \approx 0.00112. Itulah sebabnya Archimedes, dengan melipatduakan segi enamnya lima kali menjadi 9696 sisi, dapat mengapit π\pi sampai tiga digit dengan tangan: sebab tiap pelipatduaannya membagi galatnya dengan empat. Jadi supremum pada pencirian poligonalnya bukan sekadar tercapai pada limitnya; ia tercapai secara cepat, karena kurva yang mulus memisah dari tali busurnya hanya pada orde kedua.

Teorema 18.9 (Parameterisasi panjang busur)

Misalkan γ ⁣:IRn\gamma \colon I \to \R^n busur Ck\mathcal{C}^k yang regular (dengan k1k \geq 1). Adapun fungsi panjang busurnya ss merupakan difeomorfisma Ck\mathcal{C}^k dari II ke sebuah interval JJ, dan γ~=γs1\tilde\gamma = \gamma \circ s^{-1} memenuhi γ~=1\norm{\tilde\gamma'} = 1 di mana-mana. Hingga penggeseran parameternya dan orientasinya, parameterisasi panjang busur (atau berkelajuan satuan) ini bersifat tunggal.

Bukti. Berlaku s(t)=γ(t)>0s'(t) = \norm{\gamma'(t)} > 0 dan ss' bersifat Ck1\mathcal{C}^{k-1} (yakni komposisi pemetaan Ck1\mathcal{C}^{k-1} γ\gamma' dengan normanya, yang mulus jauh dari 00), jadi ss bersifat Ck\mathcal{C}^k, naik tegas, bijeksi ke J=s(I)J = s(I), dan balikannya bersifat Ck\mathcal{C}^k menurut teorema fungsi balikan pada dimensi 11 (jilid Tahun ke-1). Maka

γ~(σ)=γ(t)s(t)=γ(t)γ(t),t=s1(σ),\tilde\gamma'(\sigma) = \frac{\gamma'(t)}{s'(t)} = \frac{\gamma'(t)}{\norm{\gamma'(t)}}, \qquad t = s^{-1}(\sigma),

yakni sebuah vektor satuan. Bila γ^=γθ\hat\gamma = \gamma\circ\theta merupakan parameterisasi berkelajuan satuan yang lain, maka θ=1\abs{\theta'} = 1, jadi θ=±1\theta' = \pm 1 yang tetap (berkat kekontinuannya), yakni θ(u)=±u+c\theta(u) = \pm u + c.

Catatan 18.10

Panjang busur adalah parameter yang memisahkan geometri dari dinamika. Sebuah lintasan dapat ditempuh dengan profil kelajuan apa pun — yakni fisika geraknya — tetapi setiap pertanyaan yang invarian terhadap parameterisasi (yakni bentuknya, pembengkokannya, oskulasinya) punya jam kanonik, yaitu jarak yang ditempuh. Itulah sebabnya semua rumus kelengkungan di bawah didefinisikan pada kelajuan satuan lalu diterjemahkan ke parameterisasi sembarang lewat aturan rantai: sebab faktor terjemahannya adalah pangkat v=sv = s', dan melacaknya secara benar adalah seluruh isi Proposisi 18.17.

Contoh 18.11 (Lingkaran dan heliks)

Untuk lingkaran γ(t)=(Rcost,Rsint)\gamma(t) = (R\cos t, R\sin t), berlaku γ=R\norm{\gamma'} = R, jadi s=Rts = Rt dan panjang satu putaran penuhnya adalah 2πR2\pi R. Sedangkan untuk heliks γ(t)=(acost, asint, bt)\gamma(t) = (a\cos t,\ a\sin t,\ bt) dengan a>0a > 0, γ(t)=a2+b2\norm{\gamma'(t)} = \sqrt{a^2 + b^2} bersifat tetap: jadi heliksnya ditempuh pada kelajuan tetap, dan s=ta2+b2s = t\sqrt{a^2 + b^2}.

Contoh 18.12 (Panjang busur dalam koordinat kutub)

Sebuah kurva kutub r=r(θ)r = r(\theta) adalah busur γ(θ)=(rcosθ, rsinθ)\gamma(\theta) = (r\cos\theta,\ r\sin\theta), dengan

γ(θ)=(rcosθrsinθ, rsinθ+rcosθ),γ(θ)2=r2+r2\gamma'(\theta) = (r'\cos\theta - r\sin\theta,\ r'\sin\theta + r\cos\theta), \qquad \norm{\gamma'(\theta)}^2 = r'^2 + r^2

(sebab suku silangnya saling meniadakan): jadi unsur panjang kutubnya adalah r2+r2 ⁣dθ\sqrt{r^2 + r'^2}\,\dd\theta. Untuk kardioid r=1+cosθr = 1 + \cos\theta:

r2+r2=(1+cosθ)2+sin2θ=2+2cosθ=4cos2θ2,r^2 + r'^2 = (1 + \cos\theta)^2 + \sin^2\theta = 2 + 2\cos\theta = 4\cos^2\tfrac\theta2,

lalu pada [π,π]\intcc{-\pi}{\pi} kosinus setengah sudutnya bersifat taknegatif, jadi

L=ππ2cosθ2 ⁣dθ=[4sinθ2]ππ=4(4)=8:L = \int_{-\pi}^{\pi}2\cos\tfrac\theta2\,\dd\theta = \Bigl[4\sin\tfrac\theta2\Bigr]_{-\pi}^{\pi} = 4 - (-4) = 8 :

seperti lengkung sikloid pada Latihan 18.1, sebuah kurva yang dibangun dari lingkaran punya panjang yang rasional, tanpa π\pi di mana pun. Adapun pemfaktoran setengah sudutnya adalah siasat baku bagi panjang kurva yang terbangkitkan lingkaran; sedangkan ketika ia gagal (yakni pada elipsnya), panjangnya menjadi fungsi yang sungguh baru — yakni sebuah integral eliptik, di luar bentuk tertutup yang dasar.

18.3 Kelengkungan pada bidang

Di sepanjang bagian ini, busurnya bersifat C2\mathcal{C}^2 dan regular pada bidang Euklides yang berorientasi. Kita memparameterkannya lewat panjang busur lalu menulis T(s)=γ~(s)T(s) = \tilde\gamma'(s) bagi singgung satuannya, dan N(s)N(s) bagi vektor satuan yang langsung ortogonal terhadap T(s)T(s) (yakni perputaran TT sebesar +π/2+\pi/2).

Teorema 18.13 (Rumus Frenet bidang)

Misalkan γ~\tilde\gamma busur C2\mathcal{C}^2 berkelajuan satuan pada bidang yang berorientasi. Maka ada fungsi kontinu κ\kappa, yakni kelengkungan (aljabarnya), sedemikian sehingga

T(s)=κ(s)N(s),N(s)=κ(s)T(s).T'(s) = \kappa(s)\, N(s), \qquad N'(s) = -\kappa(s)\, T(s).

Bukti. Karena T(s)2=1\norm{T(s)}^2 = 1 untuk setiap ss, menurunkan hasil kali skalarnya memberi 2T(s),T(s)=02\langle T'(s), T(s)\rangle = 0: jadi T(s)T'(s) ortogonal terhadap T(s)T(s), sehingga segaris dengan N(s)N(s) (berkat dimensi 22); jadi tulislah T(s)=κ(s)N(s)T'(s) = \kappa(s) N(s) dengan κ(s)=T(s),N(s)\kappa(s) = \langle T'(s), N(s)\rangle, yang kontinu. Demikian pula NNN' \perp N, jadi N=λTN' = \lambda T; lalu menurunkan T,N=0\langle T, N\rangle = 0 memberi T,N+T,N=κ+λ=0\langle T', N\rangle + \langle T, N'\rangle = \kappa + \lambda = 0.

Definisi 18.14

Ketika κ(s)0\kappa(s) \neq 0, jari-jari kelengkungan adalah R(s)=1/κ(s)R(s) = 1/\abs{\kappa(s)} dan pusat kelengkungan adalah γ~(s)+1κ(s)N(s)\tilde\gamma(s) + \frac{1}{\kappa(s)} N(s); sedangkan lingkaran dengan pusat itu dan berjari-jari R(s)R(s) disebut lingkaran oskulasi, yakni hampiran lingkaran terbaik bagi kurvanya di γ~(s)\tilde\gamma(s).

Contoh 18.15 (Lingkaran oskulasi bagi eksponensialnya)

Untuk y=exy = \eu^x di titik (0,1)(0, 1): berlaku f(0)=f(0)=1f'(0) = f''(0) = 1, jadi menurut rumus grafik di bawah,

κ(0)=1(1+1)3/2=122,R=22.\kappa(0) = \frac{1}{(1 + 1)^{3/2}} = \frac1{2\sqrt2}, \qquad R = 2\sqrt2 .

Adapun singgung satuannya T=(1,1)2T = \frac{(1, 1)}{\sqrt2}, normal langsungnya N=(1,1)2N = \frac{(-1, 1)}{\sqrt2}, dan pusat kelengkungannya adalah

(0,1)+22(1,1)2=(2, 3):(0, 1) + 2\sqrt2\cdot\frac{(-1, 1)}{\sqrt2} = (-2,\ 3) :

jadi lingkaran oskulasinya berpersamaan (x+2)2+(y3)2=8(x + 2)^2 + (y - 3)^2 = 8. Sebagai pemeriksaan klaim “hampiran lingkaran terbaik” itu: menyelesaikan persamaan lingkarannya untuk yy di dekat (0,1)(0,1) lalu menguraikannya memberi y=1+x+x22+O(x3)y = 1 + x + \frac{x^2}2 + O(x^3) — persis uraian Taylor orde dua bagi ex\eu^x. Jadi lingkaran oskulasinya mencocokkan nilai, lereng dan turunan kedua; sedangkan lingkaran singgung biasa hanya akan mencocokkan dua yang pertama.

Contoh 18.16 (Evolut sebuah lingkaran adalah pusatnya)

Untuk lingkaran berjari-jari RR yang ditempuh berlawanan arah jarum jam, berlaku κ=1/R\kappa = 1/R dan NN menunjuk ke pusatnya, jadi pusat kelengkungannya γ~+1κN\tilde\gamma + \frac1\kappa N adalah pusat lingkarannya, untuk setiap ss: jadi lingkaran oskulasi sebuah lingkaran adalah lingkarannya sendiri, dan tempat kedudukan pusat kelengkungannya runtuh menjadi satu titik. Kasus merosot ini menakar Latihan 18.6: sebab di sana kecepatan evolutnya adalah κκ2N-\frac{\kappa'}{\kappa^2}N, yang lenyap secara identik persis ketika κ\kappa bersifat tetap.

Proposisi 18.17 (Kelengkungan dalam parameterisasi sembarang)

Untuk busur bidang C2\mathcal{C}^2 yang regular γ(t)=(x(t),y(t))\gamma(t) = (x(t), y(t)),

κ(t)=x(t)y(t)y(t)x(t)(x(t)2+y(t)2)3/2,\kappa(t) = \frac{x'(t)\,y''(t) - y'(t)\,x''(t)} {\bigl(x'(t)^2 + y'(t)^2\bigr)^{3/2}} ,

khususnya κ=y(1+y2)3/2\kappa = \dfrac{y''}{(1 + y'^2)^{3/2}} bagi sebuah grafik y=f(x)y = f(x).

Bukti. Tulislah v(t)=γ(t)=s(t)v(t) = \norm{\gamma'(t)} = s'(t), jadi γ=vT\gamma' = vT (dengan mengomposisikan data berkelajuan satuannya dengan ss). Setelah diturunkan,

γ=vT+vTs=vT+v2κN.\gamma'' = v'T + v\,T'\cdot s' = v'T + v^2\kappa N .

Kini ambillah determinan (dalam basis kanonik yang berorientasi) atas (γ,γ)(\gamma', \gamma''): sebab det(T,T)=0\det(T, T) = 0 dan det(T,N)=1\det(T, N) = 1,

det(γ,γ)=det(vT, vT+v2κN)=v3κ.\det(\gamma', \gamma'') = \det(vT,\ v'T + v^2\kappa N) = v^3\kappa .

Ruas kirinya adalah xyyxx'y'' - y'x'', dan v3=(x2+y2)3/2v^3 = (x'^2 + y'^2)^{3/2}. Adapun kasus grafiknya adalah parameterisasi t(t,f(t))t \mapsto (t, f(t)).

Contoh 18.18 (Garis, lingkaran, parabola)

Sebuah garis punya κ=0\kappa = 0 (dan sebaliknya: sebab T=0T' = 0 berarti TT tetap, jadi γ~(s)=γ~(0)+sT\tilde\gamma(s) = \tilde\gamma(0) + sT, yakni sebuah garis). Adapun lingkaran berjari-jari RR yang ditempuh berlawanan arah jarum jam punya κ=1/R\kappa = 1/R: sebab dengan γ(t)=(Rcost,Rsint)\gamma(t) = (R\cos t, R\sin t), rumusnya memberi κ=R2/R3\kappa = R^2/R^3. Sedangkan untuk parabola y=x2/2y = x^2/2: κ(x)=1/(1+x2)3/2\kappa(x) = 1/(1 + x^2)^{3/2}, yang maksimum di puncaknya — jadi parabolanya paling tajam membengkok di tempat ia berbalik.

Catatan 18.19 (Jebakan yang sering muncul seputar kelengkungan)

(i) Kelengkungan aljabar sebuah busur bidang berganti tanda ketika orientasi busurnya atau bidangnya dibalik: jadi hanya κ\abs\kappa dan R=1/κR = 1/\abs\kappa yang murni geometris. Sebuah lingkaran yang ditempuh searah jarum jam punya κ=1/R\kappa = -1/R. (ii) Adapun rumus grafiknya κ=f/(1+f2)3/2\kappa = f''/(1 + f'^2)^{3/2} diam-diam memilih parameterisasi lewat xx; jadi menerapkannya pada kurva yang bukan grafik di dekat titiknya (yakni bersinggung tegak) adalah kekeliruan yang klasik. (iii) Di titik tempat γ=0\gamma' = 0 tak ada yang terdefinisi — baik TT maupun κ\kappa — dan lintasannya boleh jadi sungguh patah (Contoh 18.5); jadi periksalah selalu keregularannya sebelum menurunkan singgung satuannya. (iv) Di ruang, κ=T0\kappa = \norm{T'} \geq 0 menurut konvensinya: jadi tak ada tanda yang bisa salah, tetapi juga tak ada tanda yang bisa dieksploitasi — sebab informasi bertipe belokan pindah ke torsinya. (v) Akhirnya, κ\kappa adalah turunan terhadap panjang busurnya: jadi untuk parameterisasi yang tak berkelajuan satuan, melupakan faktor v3v^3 pada Proposisi 18.17 adalah kesalahan yang paling sering dalam praktik.

Parabola y = x2/2, kerangka Frenet bergeraknya (T, N), dan lingkaran oskulasi di puncaknya (yang berjari-jari 1, sebab (0) = 1). Kerangkanya berputar ketika titiknya bergerak; jadi kelengkungannya adalah laju perputaran itu per satuan panjang busur.
Gambar 18.1. Parabola y=x2/2y = x^2/2, kerangka Frenet bergeraknya (T,N)(T, N), dan lingkaran oskulasi di puncaknya (yang berjari-jari 11, sebab κ(0)=1\kappa(0) = 1). Kerangkanya berputar ketika titiknya bergerak; jadi kelengkungannya adalah laju perputaran itu per satuan panjang busur.

Teorema 18.20 (Kelengkungan menentukan kurvanya)

Misalkan κ ⁣:JR\kappa \colon J \to \R kontinu. Maka ada sebuah busur C2\mathcal{C}^2 berkelajuan satuan pada bidangnya dengan kelengkungan κ\kappa, dan ia tunggal hingga sebuah isometri langsung (yakni perputaran yang disusul penggeseran).

Bukti. Keberadaannya. Tetapkan s0Js_0 \in J lalu tetapkan φ(s)=s0sκ(u) ⁣du\varphi(s) = \int_{s_0}^s \kappa(u)\,\dd u, kemudian

γ~(s)=(s0scosφ(u) ⁣du, s0ssinφ(u) ⁣du).\tilde\gamma(s) = \Bigl(\int_{s_0}^s \cos\varphi(u)\,\dd u,\ \int_{s_0}^s \sin\varphi(u)\,\dd u\Bigr).

Maka T(s)=(cosφ(s),sinφ(s))T(s) = (\cos\varphi(s), \sin\varphi(s)) merupakan vektor satuan, N(s)=(sinφ,cosφ)N(s) = (-\sin\varphi, \cos\varphi), dan

T(s)=φ(s)(sinφ,cosφ)=κ(s)N(s):T'(s) = \varphi'(s)\,(-\sin\varphi, \cos\varphi) = \kappa(s)\,N(s) :

jadi busurnya berkelajuan satuan dengan kelengkungan κ\kappa.

Ketunggalannya. Misalkan γ1,γ2\gamma_1, \gamma_2 busur berkelajuan satuan dengan kelengkungan yang sama. Tiap singgung satuannya terangkat menjadi sebuah fungsi sudut, lewat konstruksi yang gamblang: pandanglah TjT_j sebagai bilangan kompleks zj=aj+ibjz_j = a_j + \iu b_j bermodulus 11, pilihlah φj(0)\varphi_j(0) dengan zj(0)=eiφj(0)z_j(0) = \eu^{\iu\varphi_j(0)}, lalu tetapkan

φj(s)=φj(0)+0sdet(Tj,Tj)(u) ⁣du.\varphi_j(s) = \varphi_j(0) + \int_0^s\det\bigl(T_j, T_j'\bigr)(u)\,\dd u .

Dari zj=1\abs{z_j} = 1: berlaku Re(zjzj)=0\operatorname{Re}(\conj{z_j}\,z_j') = 0, jadi zjzj=idet(Tj,Tj)=iφj\conj{z_j}\,z_j' = \iu\det(T_j, T_j') = \iu\,\varphi_j', yakni zj=iφjzjz_j' = \iu\varphi_j'z_j; lalu

(zjeiφj)=eiφj(zjiφjzj)=0,\bigl(z_j\,\eu^{-\iu\varphi_j}\bigr)' = \eu^{-\iu\varphi_j}\bigl(z_j' - \iu\varphi_j'z_j\bigr) = 0,

jadi zj=eiφjz_j = \eu^{\iu\varphi_j} di seluruhnya: sehingga Tj=(cosφj,sinφj)T_j = (\cos\varphi_j, \sin\varphi_j) dengan φj\varphi_j berkelas C1\mathcal C^1. Lebih jauh det(Tj,Tj)=det(Tj,κNj)=κ\det(T_j, T_j') = \det(T_j, \kappa N_j) = \kappa, jadi φj=κ\varphi_j' = \kappa. Karena itu φ2=φ1+c\varphi_2 = \varphi_1 + c untuk sebuah konstanta cc: jadi T2T_2 adalah T1T_1 yang diputar sebesar sudut tetap cc, sehingga setelah diintegralkan, γ2=ρ(γ1)+w\gamma_2 = \rho(\gamma_1) + w dengan ρ\rho menyatakan perputaran bersudut cc dan ww sebuah vektor tetap.

Catatan 18.21

Inilah prototipe berdimensi satu bagi sebuah teorema dasar geometri: bahwa himpunan lengkap invarian lokalnya (di sini, satu fungsi) menggolongkan objeknya hingga gerak kaku. Adapun versi berdimensi tiganya di bawah menuntut dua invarian.

Contoh 18.22 (Kelengkungan tetap berarti lingkaran)

Ambillah κκ0>0\kappa \equiv \kappa_0 > 0 pada rumus keberadaannya: maka φ(s)=κ0s\varphi(s) = \kappa_0 s dan

γ~(s)=(sinκ0sκ0, 1cosκ0sκ0):\tilde\gamma(s) = \Bigl(\frac{\sin\kappa_0s}{\kappa_0},\ \frac{1 - \cos\kappa_0s}{\kappa_0}\Bigr) :

yakni lingkaran berjari-jari 1/κ01/\kappa_0 yang berpusat di (0,1/κ0)(0, 1/\kappa_0), dan ditempuh pada kelajuan satuan. Berkat paruh ketunggalan teoremanya, setiap busur berkelajuan satuan yang kelengkungannya tetap κ0\kappa_0 merupakan keping sebuah lingkaran berjari-jari 1/κ01/\kappa_0 (atau sebuah garis bila κ0=0\kappa_0 = 0) — yakni konvers perhitungan pada Contoh 18.18, sekaligus kasus bidang bagi Latihan 18.9.

Contoh 18.23 (Membangun ulang sebuah kurva dari kelengkungannya)

Kurva berkelajuan satuan manakah yang berjari-jari kelengkungan R(s)=1+s2R(s) = 1 + s^2? Dengan mengikuti bukti keberadaannya dengan κ(s)=11+s2\kappa(s) = \frac1{1+s^2} dan s0=0s_0 = 0: berlaku φ(s)=arctans\varphi(s) = \arctan s, jadi

T(s)=(cosarctans, sinarctans)=(11+s2, s1+s2),T(s) = (\cos\arctan s,\ \sin\arctan s) = \Bigl(\frac{1}{\sqrt{1+s^2}},\ \frac{s}{\sqrt{1+s^2}}\Bigr),

lalu setelah diintegralkan,

γ~(s)=(ln(s+1+s2), 1+s21).\tilde\gamma(s) = \Bigl(\ln\bigl(s + \sqrt{1 + s^2}\bigr),\ \sqrt{1 + s^2} - 1\Bigr).

Dengan menetapkan x=ln(s+1+s2)x = \ln(s + \sqrt{1+s^2}), yakni s=sinhxs = \sinh x, koordinat keduanya menjadi coshx1\cosh x - 1: jadi kurvanya adalah katenari y=coshx1y = \cosh x - 1. Ini menutup lingkarannya dengan Latihan 18.3, tempat kita menghitung R=cosh2x=1+sinh2x=1+s2R = \cosh^2 x = 1 + \sinh^2 x = 1 + s^2 secara langsung: sebab teorema dasarnya menjamin bahwa katenari adalah satu-satunya kurva dengan profil kelengkungan ini, hingga sebuah isometri langsung.

Catatan 18.24 (Di mana kelengkungan dipakai berikutnya)

Penguraian γ=vT+v2κN\gamma'' = v'T + v^2\kappa N yang diperoleh pada bukti Proposisi 18.17 adalah kinematika setiap gerak yang melengkung: yakni percepatan tangensial lawan percepatan sentripetal. Adapun kelengkungannya kembali bagi permukaan (Bab 19) lewat kelengkungan kurva yang digambar padanya, dan kalkulus selubung pada soal akhir pekan bab ini — yakni evolut dan kaustik — adalah optika geometris bagi muka gelombang. Sedangkan jilid Tahun ke-3 mengangkat kembali sudut pandang yang hakiki itu bagi submanifold Rn\R^n.

18.4 Kerangka Frenet di ruang

Kini misalkan γ~ ⁣:JR3\tilde\gamma \colon J \to \R^3 busur C3\mathcal{C}^3 berkelajuan satuan yang biregular: yakni T(s)0T'(s) \neq 0 untuk setiap ss. Maka κ(s)=T(s)>0\kappa(s) = \norm{T'(s)} > 0 mendefinisikan kelengkungannya (yang tak bertanda di ruang: sebab tak ada orientasi normal yang diistimewakan), lalu kita tetapkan:

N(s)=T(s)κ(s)(normal utama),B(s)=T(s)N(s)(binormal),N(s) = \frac{T'(s)}{\kappa(s)} \quad\text{(normal utama)}, \qquad B(s) = T(s) \wedge N(s) \quad\text{(binormal)} ,

sehingga (T,N,B)(T, N, B) merupakan kerangka ortonormal yang langsung, yakni kerangka Frenet. Adapun bidang lewat γ~(s)\tilde\gamma(s) yang direntang T,NT, N disebut bidang oskulasi.

Teorema 18.25 (Rumus Frenet di ruang)

Ada fungsi kontinu τ\tau, yakni torsi, dengan

T=κN,N=κT+τB,B=τN.T' = \kappa N, \qquad N' = -\kappa T + \tau B, \qquad B' = -\tau N .

Bukti. Rumus pertamanya adalah definisi NN. Adapun tiap vektor T,N,BT, N, B bernorma tetap 11 dan ketiganya ortogonal berpasangan; jadi menurunkan keenam hubungan X,Y=δXY\langle X, Y\rangle = \delta_{XY} menunjukkan bahwa matriks (T,N,B)(T', N', B') dalam basis (T,N,B)(T, N, B) bersifat antisimetrik: sebab memang X,Y+X,Y=0\langle X', Y\rangle + \langle X, Y'\rangle = 0 dan X,X=0\langle X', X\rangle = 0. Adapun entri (N,T)(N, T)-nya adalah N,T=N,T=κ\langle N', T\rangle = -\langle N, T'\rangle = -\kappa, sedangkan entri kolom (T,B)(T, B)-nya T,B=κN,B=0\langle T', B\rangle = \kappa\langle N, B\rangle = 0. Lalu menamai entri bebas sisanya τ=N,B\tau = \langle N', B\rangle memberi persis ketiga rumus pada displainya: sebab keantisimetrikannya mengisi B,N=τ\langle B', N\rangle = -\tau dan B,T=0\langle B', T\rangle = 0. Adapun kekontinuan τ=N,B\tau = \langle N', B\rangle sudah jelas karena NN' dan BB kontinu (sebab γ~\tilde\gamma bersifat C3\mathcal{C}^3, jadi N=T/κN = T'/\kappa bersifat C1\mathcal{C}^1).

Contoh 18.26 (Vektor Darboux)

Ketiga rumus Frenetnya memampat menjadi satu. Tetapkan ω(s)=τT+κB\omega(s) = \tau\,T + \kappa\,B (yakni vektor Darboux). Dengan memakai BT=NB \wedge T = N, TN=BT \wedge N = B, dan NB=TN \wedge B = T:

ωT=κN=T,ωN=τBκT=N,ωB=τN=B:\omega \wedge T = \kappa\,N = T', \qquad \omega \wedge N = \tau\,B - \kappa\,T = N', \qquad \omega \wedge B = -\tau\,N = B' :

jadi tiap vektor kerangkanya berevolusi lewat X=ωXX' = \omega \wedge X, yakni tanda kinematik sebuah perputaran seketika dengan vektor kecepatan sudut ω\omega. Kerangkanya berpusing berlaju ω=κ2+τ2\norm\omega = \sqrt{\kappa^2 + \tau^2} terhadap sumbu bergerak ω\omega; jadi kelengkungannya adalah komponen pusingannya terhadap binormalnya, sedangkan torsinya komponen terhadap singgungnya. Untuk heliksnya, ω\omega merupakan vektor tetap sepanjang sumbu silindernya — dan persis itulah sebabnya kerangka heliksnya berpresesi merata. Adapun keantisimetrikan matriks Frenetnya, yang dieksploitasi pada Latihan 18.7, adalah bentuk matriks bagi satu fakta geometris ini.

Proposisi 18.27 (Torsi mengukur kebidangan)

Sebuah busur biregular termuat pada sebuah bidang bila dan hanya bila τ0\tau \equiv 0; dan pada kasus itu bidangnya adalah bidang oskulasinya (yang tetap).

Bukti. Bila τ0\tau \equiv 0, maka B=0B' = 0, jadi BB merupakan vektor satuan tetap B0B_0, dan

 ⁣d ⁣dsγ~(s),B0=T(s),B0=0:\frac{\dd}{\dd s}\langle \tilde\gamma(s), B_0\rangle = \langle T(s), B_0\rangle = 0 :

jadi γ~,B0\langle \tilde\gamma, B_0\rangle bersifat tetap, sehingga busurnya terletak pada bidang yang ortogonal terhadap B0B_0. Sebaliknya, bila busurnya terletak pada bidang PP, maka TT dan TT' (sehingga NN) sejajar dengan arah PP untuk setiap ss; jadi B=TNB = T \wedge N adalah salah satu dari kedua normal satuan PP, dan karena ia kontinu maka ia tetap; lalu 0=B=τN0 = B' = -\tau N dengan N0N \neq 0 memaksa τ0\tau \equiv 0.

Contoh 18.28 (Sebuah lingkaran yang miring bertorsi nol)

Busur γ(t)=(cost, sint2, sint2)\gamma(t) = \bigl(\cos t,\ \tfrac{\sin t}{\sqrt2},\ \tfrac{\sin t}{\sqrt2}\bigr) terletak pada bidang y=zy = z, dan merupakan lingkaran satuan bidang itu (periksa: sebab γ(t)=1\norm{\gamma(t)} = 1 dan basis ortonormal bidangnya (1,0,0)(1,0,0) dan (0,12,12)(0, \tfrac1{\sqrt2}, \tfrac1{\sqrt2}) memamerkan parameterisasi bakunya). Tanpa satu perhitungan Frenet pun, Proposisi 18.27 meramalkan τ0\tau \equiv 0, dan binormal tetapnya mestilah normal satuan bidangnya ±(0,12,12)\pm(0, \tfrac1{\sqrt2}, -\tfrac1{\sqrt2}). Jadi torsi tak mengukur keadaan “miring di ruang”; ia mengukur meninggalkan sebuah bidang. Hanya bb yang tak nol pada heliks di bawah yang menghasilkan torsi yang sejati.

Contoh 18.29 (Heliksnya)

Untuk heliks γ(t)=(acost,asint,bt)\gamma(t) = (a\cos t, a\sin t, bt) dengan a>0a > 0, kita telah menghitung s=cts = ct dengan c=a2+b2c = \sqrt{a^2 + b^2}. Maka

T=1c(asint, acost, b),T ⁣dt ⁣ds=1c2(acost,asint,0),T = \frac1c(-a\sin t,\ a\cos t,\ b), \qquad T' \cdot \frac{\dd t}{\dd s} = \frac{1}{c^2}(-a\cos t, -a\sin t, 0),

jadi κ=a/c2=a/(a2+b2)\kappa = a/c^2 = a/(a^2 + b^2) dan N=(cost,sint,0)N = (-\cos t, -\sin t, 0): sehingga normal utamanya menunjuk mendatar ke arah sumbunya. Berikutnya B=TN=1c(bsint,bcost,a)B = T \wedge N = \frac1c(b\sin t, -b\cos t, a), dan B ⁣dt ⁣ds=bc2(cost,sint,0)=τNB' \frac{\dd t}{\dd s} = \frac{b}{c^2}(\cos t, \sin t, 0) = -\tau N memberi

 κ=aa2+b2,τ=ba2+b2. \boxed{\ \kappa = \frac{a}{a^2 + b^2}, \qquad \tau = \frac{b}{a^2 + b^2}. \ }

Kedua invariannya bersifat tetap — dan sebaliknya dapat ditunjukkan bahwa satu-satunya kurva biregular dengan κ>0\kappa > 0 tetap dan τ\tau yang tetap adalah heliks (yakni lingkaran ketika τ=0\tau = 0). Perhatikan tandanya: b>0b > 0 memberi heliks tangan-kanan dengan torsi yang positif.

Contoh 18.30 (Kelengkungan dan torsi tanpa panjang busur; yakni kubik terpuntir)

Memparameterkan ulang dengan panjang busur biasanya mustahil dalam bentuk tertutup, jadi invariannya harus disarikan dari turunan mentahnya. Tulislah v=γ=sv = \norm{\gamma'} = s'; maka γ=vT\gamma' = vT dan, seperti pada bukti Proposisi 18.17,

γ=vT+v2κN,γγ=v3κ(TN)=v3κB.\gamma'' = v'T + v^2\kappa N, \qquad \gamma' \wedge \gamma'' = v^3\kappa\,(T \wedge N) = v^3\kappa\,B .

Setelah normanya diambil (dengan κ0\kappa \geq 0 di ruang):

κ=γγv3.\kappa = \frac{\norm{\gamma' \wedge \gamma''}}{v^3} .

Lalu menurunkan γ\gamma'' sekali lagi dan mengubah N=v(κT+τB)N' = v(-\kappa T + \tau B) (lewat aturan rantai melalui ss), satu-satunya komponen-BB-nya datang dari suku terakhirnya:

γ=(vv3κ2)T+(vvκ+(v2κ))N+v3κτB,\gamma''' = \bigl(v'' - v^3\kappa^2\bigr)T + \bigl(v'v\kappa + (v^2\kappa)'\bigr)N + v^3\kappa\tau\,B,

sehingga, setelah dipasangkan dengan γγ=v3κB\gamma' \wedge \gamma'' = v^3\kappa B,

det(γ,γ,γ)=γγ, γ=v6κ2τ,yakniτ=det(γ,γ,γ)γγ2.\det(\gamma', \gamma'', \gamma''') = \langle\gamma' \wedge \gamma'',\ \gamma'''\rangle = v^6\kappa^2\tau, \qquad\text{yakni}\qquad \tau = \frac{\det(\gamma', \gamma'', \gamma''')}{\norm{\gamma' \wedge \gamma''}^2} .

Penerapannya pada kubik terpuntir γ(t)=(t, t2, t3)\gamma(t) = (t,\ t^2,\ t^3) di t=0t = 0: berlaku γ=(1,0,0)\gamma' = (1, 0, 0), γ=(0,2,0)\gamma'' = (0, 2, 0), γ=(0,0,6)\gamma''' = (0, 0, 6), jadi v=1v = 1,

γγ=(0,0,2),κ(0)=2,det(γ,γ,γ)=12,τ(0)=124=3.\gamma' \wedge \gamma'' = (0, 0, 2), \qquad \kappa(0) = 2, \qquad \det(\gamma', \gamma'', \gamma''') = 12, \qquad \tau(0) = \frac{12}{4} = 3 .

Pelajaran penutupnya: kedua rumusnya adalah nisbah yang di dalamnya kelajuan vv tercoret persis sejauh yang diperlukan — sebab κ\kappa berskala seperti turunan kedua untuk tiap satuan panjang, sedangkan τ\tau seperti volume campuran tiga turunan per luas kuadrat — dan itulah sebabnya keduanya geometris sedangkan γ\gamma'' sendiri tidak.

Catatan 18.31 (Teorema dasar bagi kurva ruang)

Seperti pada bidangnya, pasangan (κ,τ)(\kappa, \tau) dengan κ>0\kappa > 0 menentukan sebuah busur biregular hingga isometri langsung R3\R^3: sebab rumus Frenetnya membentuk sistem diferensial linear bagi kerangkanya (T,N,B)(T, N, B), yang kepadanya teori Cauchy–Lipschitz pada Bab 16 berlaku; lalu keortonormalan kerangka penyelesaiannya terpelihara karena matriks koefisiennya bersifat antisimetrik (yakni hujah matriks Gram yang sama seperti pada Latihan 18.7), dan kurvanya dipulihkan dengan mengintegralkan TT. Kami serahkan rinciannya kepada pembaca sebagai latihan yang berat tetapi mendidik.

18.5 Kajian lokal: kedudukan terhadap garis singgungnya

Proposisi 18.32 (Bentuk lokal di sebuah titik regular)

Misalkan γ\gamma busur bidang berkelas Ck\mathcal{C}^k di t0t_0, dengan pp indeks terkecil yang γ(p)(t0)0\gamma^{(p)}(t_0) \neq 0 dan qq indeks terkecil >p> p yang γ(q)(t0)\gamma^{(q)}(t_0) tak segaris dengan γ(p)(t0)\gamma^{(p)}(t_0) (dengan mengandaikan keduanya ada, qkq \leq k). Dalam basis (u,v)=(γ(p)(t0),γ(q)(t0))(u, v) = (\gamma^{(p)}(t_0), \gamma^{(q)}(t_0)) yang dipusatkan di γ(t0)\gamma(t_0), Taylor–Young memberi koordinat

X(t)(tt0)pp!,Y(t)(tt0)qq!.X(t) \sim \frac{(t - t_0)^p}{p!}, \qquad Y(t) \sim \frac{(t - t_0)^q}{q!} .

Adapun gambaran lokalnya hanya bergantung pada keparitasan pp dan qq:

pp ganjil, qq genaptitik biasatetap di satu sisi singgungnya
pp ganjil, qq ganjiltitik belokkurvanya menyeberangi singgungnya
pp genap, qq ganjiltitik runcing jenis pertamakedua cabangnya di sisi yang berlawanan
pp genap, qq genaptitik runcing jenis keduakedua cabangnya di sisi yang sama

Bukti. Taylor–Young pada orde qq (sebab fungsi γ\gamma bersifat Cq\mathcal{C}^q di dekat t0t_0):

γ(t)γ(t0)=j=pq(tt0)jj!γ(j)(t0)+o((tt0)q).\gamma(t) - \gamma(t_0) = \sum_{j=p}^{q} \frac{(t-t_0)^j}{j!}\,\gamma^{(j)}(t_0) + o\bigl((t-t_0)^q\bigr).

Berkat pemilihan pp dan qq, tiap γ(j)(t0)\gamma^{(j)}(t_0) dengan pj<qp \leq j < q segaris dengan uu; jadi setelah mengumpulkan komponennya dalam basis (u,v)(u, v): X(t)=(tt0)pp!(1+o(1))X(t) = \frac{(t-t_0)^p}{p!}(1 + o(1)) dan Y(t)=(tt0)qq!(1+o(1))Y(t) = \frac{(t-t_0)^q}{q!}(1 + o(1)). Adapun tabel tanda XX dan YY untuk tt0t \gtrless t_0 — yang persis dikendalikan keparitasannya — memberi keempat gambarannya: misalnya bila pp genap, maka X>0X > 0 pada kedua sisinya (sebab kedua cabangnya pergi ke arah +u+u: yakni titik runcing), dan sisi garis singgungnya (signY\operatorname{sign} Y) berbalik ketika qq ganjil.

Contoh 18.33

Untuk γ(t)=(t2,t3)\gamma(t) = (t^2, t^3) di t0=0t_0 = 0 (Contoh 18.5): berlaku γ(0)=(2,0)\gamma'' (0)= (2, 0) dan γ(0)=(0,6)\gamma'''(0) = (0, 6), jadi p=2p = 2 dan q=3q = 3: yakni titik runcing jenis pertama, yaitu gambaran parabola semikubik yang sudah dikenal. Sedangkan untuk γ(t)=(t,t3)\gamma(t) = (t, t^3) di 00: p=1p = 1 dan q=3q = 3: yakni titik belok — sebab kubiknya menyeberangi singgungnya.

Catatan 18.34 (Pandangan ke depan di dalam jilid ini)

Kurva menyuapi bab berikutnya lewat tiga cara. Bila digambar pada sebuah permukaan, ia mendefinisikan bidang singgung dan bentuk fundamental pertamanya (Bab 19), dan panjangnya dihitung dengan membatasi metrik ruang lingkupnya — jadi bab berikutnya sebagian besar adalah bab ini yang direlatifkan. Adapun kalkulus selubung pada soal akhir pekannya bertemu integral lipat pada Bab 20, tempat luas astroidnya dihitung ulang lewat rumus Green (Latihan 20.5) — yakni satu kurva, dua teori, dan jawaban yang cocok. Lalu sistem Frenetnya sudah memakai persamaan diferensial linear pada Bab 16 (yakni keberadaannya, ketunggalannya, dan hujah pemeliharaan keortogonalan pada Latihan 18.7): jadi teorema dasar kurva adalah teorema persamaan diferensial yang mengenakan busana geometri.

Catatan 18.35 (Metode: menjalankan kajian lokalnya)

Dalam praktik penggolongannya berupa rutin empat langkah. Satu, turunkan di t0t_0 sampai turunan tak nol pertamanya muncul: indeksnya adalah pp, nilainya vektor uu. Dua, teruskanlah menurunkan sampai sebuah turunan yang tak segaris dengan uu muncul: indeksnya qq, vektornya vv. Tiga, bacalah keparitasan (p,q)(p, q) pada tabelnya. Empat, gambarlah: kurvanya pergi sepanjang +u+u bila pp ganjil (atau sepanjang uu lalu kembali sepanjang uu bila pp genap), pada sisi vv yang didiktekan tanda YY. Ada dua peringatan. Kerangka (u,v)(u, v) umumnya tak ortonormal — sebab tabelnya memaparkan kedudukan relatif terhadap garis singgungnya, bukan sudut atau jarak, jadi janganlah membaca kelengkungan dari gambarnya. Lalu turunan antara yang segaris dengan uu memang diizinkan di antara pangkat pp dan qq (sebab ia hanya menggeser uraian XX); yang tak boleh terjadi adalah berhenti pada turunan tak nol pertamanya lalu menebak q=p+1q = p + 1: sebab untuk γ(t)=(t2,t4+t5)\gamma(t) = (t^2, t^4 + t^5) tebakan naif q=3q = 3 keliru, karena γ(3)(0)\gamma^{(3)}(0) masih segaris dengan γ(0)\gamma''(0) — dan inilah persis Latihan 18.5.

18.6 Latihan

Latihan 18.1

Hitunglah panjang satu lengkung sikloid γ(t)=(tsint, 1cost)\gamma(t) = (t - \sin t,\ 1 - \cos t) dengan t[0,2π]t \in [0, 2\pi]. (Pakailah 1cost=2sin2(t/2)1 - \cos t = 2\sin^2(t/2).)

Solusi

Solusi Latihan 18.1.

γ(t)=(1cost, sint)\gamma'(t) = (1 - \cos t,\ \sin t), jadi

γ(t)2=(1cost)2+sin2t=22cost=4sin2t2,\norm{\gamma'(t)}^2 = (1 - \cos t)^2 + \sin^2 t = 2 - 2\cos t = 4\sin^2\tfrac t2 ,

dan γ(t)=2sint2\norm{\gamma'(t)} = 2\sin\frac t2 (yang taknegatif pada [0,2π][0, 2\pi]). Karena itu

L=02π2sint2 ⁣dt=[4cost2]02π=8:L = \int_0^{2\pi} 2\sin\tfrac t2\,\dd t = \Bigl[-4\cos\tfrac t2\Bigr]_0^{2\pi} = 8 :

jadi satu lengkung sikloidnya berpanjang 88 (untuk roda berjari-jari 11) — yakni hasil terkenal milik Wren, tanpa π\pi yang terlihat.

Latihan 18.2

Hitunglah kelengkungan elips γ(t)=(acost, bsint)\gamma(t) = (a\cos t,\ b\sin t) (dengan a>b>0a > b > 0) lalu tentukan letak titik yang kelengkungannya maksimum dan minimum.

Solusi

Solusi Latihan 18.2.

Dengan x=acostx = a\cos t dan y=bsinty = b\sin t: berlaku x=asintx' = -a\sin t, y=bcosty' = b\cos t, x=acostx'' = -a\cos t, y=bsinty'' = -b\sin t, jadi menurut Proposisi 18.17

κ(t)=xyyx(x2+y2)3/2=absin2t+abcos2t(a2sin2t+b2cos2t)3/2=ab(a2sin2t+b2cos2t)3/2.\kappa(t) = \frac{x'y'' - y'x''}{(x'^2 + y'^2)^{3/2}} = \frac{ab\sin^2 t + ab\cos^2 t} {(a^2\sin^2 t + b^2\cos^2 t)^{3/2}} = \frac{ab}{(a^2\sin^2 t + b^2\cos^2 t)^{3/2}} .

Penyebutnya minimum ketika sint=0\sin t = 0 (bernilai b3b^3, yakni di titik (±a,0)(\pm a, 0)) dan maksimum ketika cost=0\cos t = 0 (bernilai a3a^3, di titik (0,±b)(0, \pm b)), karena a>ba > b. Karena itu κ\kappa maksimum di ujung sumbu mayornya, κmax=a/b2\kappa_{\max} = a/b^2, dan minimum di ujung sumbu minornya, κmin=b/a2\kappa_{\min} = b/a^2: jadi elipsnya membengkok paling tajam di ujung sumbu panjangnya.

Latihan 18.3

Tunjukkan bahwa panjang busur grafik f(x)=coshxf(x) = \cosh x pada [0,x][0, x] sama dengan sinhx\sinh x, lalu hitunglah kelengkungan kurva ini (yakni katenari). Periksalah bahwa R(x)=1/κ(x)=cosh2xR(x) = 1/\kappa(x) = \cosh^2 x.

Solusi

Solusi Latihan 18.3.

Untuk grafik γ(x)=(x,coshx)\gamma(x) = (x, \cosh x): berlaku γ(x)=1+sinh2x=coshx\norm{\gamma'(x)} = \sqrt{1 + \sinh^2 x} = \cosh x, jadi panjang busurnya dari 00 sampai xx adalah 0xcoshu ⁣du=sinhx\int_0^x \cosh u\,\dd u = \sinh x. Adapun kelengkungan sebuah grafik (Proposisi 18.17):

κ(x)=f(x)(1+f(x)2)3/2=coshxcosh3x=1cosh2x,\kappa(x) = \frac{f''(x)}{(1 + f'(x)^2)^{3/2}} = \frac{\cosh x}{\cosh^3 x} = \frac{1}{\cosh^2 x} ,

jadi R(x)=cosh2xR(x) = \cosh^2 x, seperti diumumkan. Perhatikan kebetulan yang rapi R(x)=1+s(x)2R(x) = 1 + s(x)^2 dengan s=sinhxs = \sinh x sebagai panjang busurnya: jadi jari-jari kelengkungan katenarinya tumbuh dengan kuadrat panjang busurnya dari puncaknya.

Latihan 18.4 ★★

(Spiral logaritmik) Misalkan γ(t)=et(cost, sint)\gamma(t) = e^{t}(\cos t,\ \sin t) dengan tRt \in \R. Tunjukkan bahwa sudut antara γ(t)\gamma(t) dan γ(t)\gamma'(t) bersifat tetap, lalu hitunglah panjang busur γ\gamma pada (,0](-\infty, 0] (yang berhingga!), beserta kelengkungannya.

Solusi

Solusi Latihan 18.4.

γ(t)=et(costsint, sint+cost)\gamma'(t) = e^t(\cos t - \sin t,\ \sin t + \cos t), jadi

γ(t),γ(t)=e2t(cost(costsint)+sint(sint+cost))=e2t,\langle \gamma(t), \gamma'(t)\rangle = e^{2t} \bigl(\cos t(\cos t - \sin t) + \sin t(\sin t + \cos t)\bigr) = e^{2t},

sedangkan γ(t)=et\norm{\gamma(t)} = e^t dan γ(t)=et2\norm{\gamma'(t)} = e^t\sqrt 2. Karena itu

cos(γ,γ)=e2tetet2=12:\cos\angle\bigl(\gamma, \gamma'\bigr) = \frac{e^{2t}}{e^t \cdot e^t\sqrt2} = \frac{1}{\sqrt2} :

jadi singgungnya selalu bersudut π/4\pi/4 terhadap jari-jarinya — yakni sifat sudut-sama milik spiral logaritmiknya. Adapun panjang busurnya pada (,0](-\infty, 0]:

0γ(t) ⁣dt=20et ⁣dt=2,\int_{-\infty}^0 \norm{\gamma'(t)}\,\dd t = \sqrt2\int_{-\infty}^0 e^t\,\dd t = \sqrt 2 ,

yang berhingga walaupun spiralnya melilit tak berhingga kali mengelilingi titik asalnya. Adapun kelengkungannya: dengan xyyxx'y'' - y'x'' yang dihitung dari γ=et(2sint, 2cost)\gamma'' = e^t(-2\sin t,\ 2\cos t),

xyyx=e2t(2cost(costsint)+2sint(sint+cost))=2e2t,x'y'' - y'x'' = e^{2t}\bigl(2\cos t(\cos t - \sin t) + 2\sin t(\sin t + \cos t)\bigr) = 2e^{2t},

jadi κ(t)=2e2t(et2)3=1et2\kappa(t) = \dfrac{2e^{2t}}{(e^t\sqrt2)^3} = \dfrac{1}{e^t\sqrt2}: sehingga kelengkungannya 1/(2γ)1/(\sqrt2\, \norm{\gamma}), yang meluruh ketika spiralnya tumbuh.

Latihan 18.5 ★★

Tentukan pp, qq dan bentuk lokalnya (biasa, belok, runcing) bagi γ(t)=(t2, t4+t5)\gamma(t) = (t^2,\ t^4 + t^5) di t=0t = 0, dan bagi γ(t)=(t3, t4)\gamma(t) = (t^3,\ t^4) di t=0t = 0.

Solusi

Solusi Latihan 18.5.

Busur pertamanya: γ(t)=(t2, t4+t5)\gamma(t) = (t^2,\ t^4 + t^5). Turunannya di 00: γ=(2,0)0\gamma'' = (2, 0) \neq 0, jadi p=2p = 2. Lalu γ(3)(0)=(0,0)\gamma^{(3)}(0) = (0, 0) dan γ(4)(0)=(0,24)\gamma^{(4)}(0) = (0, 24), yang tak segaris dengan (2,0)(2, 0): jadi q=4q = 4. Keduanya genap: yakni titik runcing jenis kedua — sebab kedua cabangnya pergi ke arah +u=(1,0)+u = (1,0) lalu tinggal di sisi yang sama dari singgungnya. (Memang y=x2±x5/2y = x^2 \pm x^{5/2} pada kedua cabangnya: jadi bertanda sama untuk xx yang kecil.)

Busur keduanya: γ(t)=(t3,t4)\gamma(t) = (t^3, t^4). Berlaku γ(0)=γ(0)=0\gamma'(0) = \gamma''(0) = 0 dan γ(3)(0)=(6,0)\gamma^{(3)}(0) = (6, 0): jadi p=3p = 3, yang ganjil. Berikutnya γ(4)(0)=(0,24)\gamma^{(4)}(0) = (0, 24): jadi q=4q = 4, yang genap. Ganjil–genap: yakni titik biasa — sebab kendati kecepatannya lenyap, lintasan y=x4/3y = x^{4/3} tetap menyeberangi titik asalnya dengan mulus, sambil tinggal di atas singgungnya y=0y = 0.

Latihan 18.6 ★★

Misalkan γ\gamma busur bidang berkelajuan satuan dengan κ(s)>0\kappa(s) > 0 untuk setiap ss, lalu misalkan c(s)=γ(s)+1κ(s)N(s)c(s) = \gamma(s) + \frac{1}{\kappa(s)}N(s) pusat kelengkungannya (yakni kurva cc disebut evolut). Dengan mengandaikan κ\kappa bersifat C1\mathcal{C}^1, tunjukkanlah bahwa c(s)=κ(s)κ(s)2N(s)c'(s) = -\frac{\kappa'(s)}{\kappa(s)^2}N(s): jadi evolutnya bersinggungan dengan garis normal γ\gamma.

Solusi

Solusi Latihan 18.6.

Turunkan c(s)=γ(s)+1κ(s)N(s)c(s) = \gamma(s) + \dfrac{1}{\kappa(s)}N(s) dengan memakai rumus Frenet bidangnya (Teorema 18.13):

c(s)=T(s)κ(s)κ(s)2N(s)+1κ(s)(κ(s)T(s))=κ(s)κ(s)2N(s),c'(s) = T(s) - \frac{\kappa'(s)}{\kappa(s)^2}N(s) + \frac{1}{\kappa(s)}\,\bigl(-\kappa(s)T(s)\bigr) = -\frac{\kappa'(s)}{\kappa(s)^2}\,N(s) ,

sebab suku singgungnya saling meniadakan tepat. Jadi kecepatan evolutnya diusung N(s)N(s), yang mengarahkan garis normal γ\gamma di γ(s)\gamma(s) — dan titik c(s)c(s) terletak pada garis normal itu juga: jadi evolutnya adalah selubung normalnya. (Adapun di tempat κ=0\kappa' = 0 evolutnya punya titik singular; dan inilah yang menghasilkan titik runcing pada evolut sebuah elips.)

Latihan 18.7 ★★★

Misalkan A(s)A(s) keluarga kontinu matriks antisimetrik 3×33 \times 3 dan F=FAF' = F A sebuah penyelesaian matriks dengan F(s0)F(s_0) yang ortogonal. Tunjukkan bahwa F(s)F(s) ortogonal untuk setiap ss. (Turunkan G=FFTG = F F^{\mathsf T} lalu pakailah ketunggalan pada Cauchy–Lipschitz.) Jelaskanlah kaitannya dengan sistem Frenet.

Solusi

Solusi Latihan 18.7.

Misalkan G(s)=F(s)F(s)TG(s) = F(s)F(s)^{\mathsf T}. Maka, dengan memakai F=FAF' = FA dan (FT)=(F)T=ATFT(F^{\mathsf T})' = (F')^{\mathsf T} = A^{\mathsf T}F^{\mathsf T},

G=FFT+F(FT)=FAFT+FATFT=F(A+AT)FT=0G' = F'F^{\mathsf T} + F(F^{\mathsf T})' = FAF^{\mathsf T} + FA^{\mathsf T}F^{\mathsf T} = F(A + A^{\mathsf T})F^{\mathsf T} = 0

berkat keantisimetrikannya. Jadi GG tetap pada intervalnya, dan sama dengan G(s0)=F(s0)F(s0)T=IG(s_0) = F(s_0)F(s_0)^{\mathsf T} = I: sehingga F(s)F(s) ortogonal untuk setiap ss. (Atau, tanpa menghitung GG' menjadi nol: sebab baik GG maupun II yang tetap menyelesaikan sistem linear Y=YA+ATYY' = YA + A^{\mathsf T}Y dengan nilai awal yang sama, lalu ketunggalan Cauchy–Lipschitz bagi sistem linear, Bab 16, memaksa GIG \equiv I.)

Kaitannya: sistem Frenet (T,N,B)=(T,N,B)A(s)(T, N, B)' = (T, N, B)\,A(s) punya matriks koefisien yang antisimetrik

A=(0κ0κ0τ0τ0)A = \begin{pmatrix} 0 & -\kappa & 0\\ \kappa & 0 & -\tau\\ 0 & \tau & 0\end{pmatrix}

(dengan kolomnya menyatakan T,N,BT', N', B'). Adapun perhitungan di atas menunjukkan bahwa kerangka penyelesaian yang bermula ortonormal tetap ortonormal — yakni langkah kunci pada teorema dasar yang membangun ulang sebuah kurva dari (κ,τ)(\kappa, \tau).

Latihan 18.8 ★★★

(Kelengkungan total sebuah kurva tertutup yang cembung) Misalkan γ~\tilde\gamma busur bidang tertutup C2\mathcal{C}^2 berkelajuan satuan yang berpanjang LL (jadi γ~(s+L)=γ~(s)\tilde\gamma(s + L) = \tilde\gamma(s)), yang ditempuh sekali berlawanan arah jarum jam. Dengan memakai fungsi sudut φ\varphi yang T=(cosφ,sinφ)T = (\cos\varphi, \sin\varphi) dari Teorema 18.20, jelaskanlah mengapa φ(L)φ(0)\varphi(L) - \varphi(0) merupakan kelipatan 2π2\pi, lalu tunjukkan bahwa 0Lκ(s) ⁣ds=φ(L)φ(0)\int_0^L \kappa(s)\,\dd s = \varphi(L) - \varphi(0). (Untuk sebuah lingkaran berjari-jari RR: κ=1R2πR=2π\int \kappa = \frac1R \cdot 2\pi R = 2\pi. Adapun teorema singgung berputar menegaskan nilainya 2π2\pi bagi setiap kurva tertutup sederhana; tetapi kamu tak diminta membuktikannya.)

Solusi

Solusi Latihan 18.8.

Menurut Teorema 18.20 (yakni bagian ketunggalannya), ada fungsi sudut C1\mathcal{C}^1 φ\varphi dengan T(s)=(cosφ(s),sinφ(s))T(s) = (\cos\varphi(s), \sin\varphi(s)) dan φ=κ\varphi' = \kappa. Karena itu

0Lκ(s) ⁣ds=φ(L)φ(0).\int_0^L \kappa(s)\,\dd s = \varphi(L) - \varphi(0) .

Karena busurnya tertutup berkala LL, berlaku T(L)=T(0)T(L) = T(0): jadi (cosφ(L),sinφ(L))=(cosφ(0),sinφ(0))(\cos\varphi(L), \sin\varphi(L)) = (\cos\varphi(0), \sin\varphi(0)), sehingga φ(L)φ(0)2πZ\varphi(L) - \varphi(0) \in 2\pi\Z. Jadi kelengkungan total sebuah kurva tertutup selalu berupa kelipatan bulat 2π2\pi — dengan bilangan bulatnya berupa bilangan lilitan singgungnya (yakni banyaknya putaran penuh yang dibuat TT). Untuk lingkaran berjari-jari RR: berlaku κ=1/R\kappa = 1/R dan L=2πRL = 2\pi R, jadi kelengkungan totalnya 2π2\pi dengan bilangan lilitan 11; dan teorema singgung berputar menyatakan bahwa nilai ini berlaku bagi setiap kurva tertutup sederhana.

Latihan 18.9 ★★★

Tunjukkan bahwa kurva ruang biregular dengan κ>0\kappa > 0 yang tetap dan τ=0\tau = 0 merupakan (sebuah busur) lingkaran berjari-jari 1/κ1/\kappa. (Pakailah Proposisi 18.27, lalu tunjukkan bahwa pusatnya γ+1κN\gamma + \frac1\kappa N bersifat tetap.)

Solusi

Solusi Latihan 18.9.

Karena τ0\tau \equiv 0, kurvanya terletak pada sebuah bidang (Proposisi 18.27); jadi bekerjalah di bidang itu. Tinjaulah calon pusatnya

c(s)=γ(s)+1κN(s)(κ tetap).c(s) = \gamma(s) + \frac{1}{\kappa}N(s) \qquad (\kappa \text{ tetap}).

Menurunkannya dengan rumus Frenet (N=κT+τB=κTN' = -\kappa T + \tau B = -\kappa T di sini) memberi

c(s)=T+1κ(κT)=0,c'(s) = T + \frac1\kappa(-\kappa T) = 0 ,

jadi cc merupakan titik tetap Ω\Omega. Maka γ(s)Ω=1κN(s)=1κ\norm{\gamma(s) - \Omega} = \norm{-\frac1\kappa N(s)} = \frac1\kappa untuk setiap ss: sehingga kurvanya terletak pada lingkaran berpusat Ω\Omega dan berjari-jari 1/κ1/\kappa (di bidangnya), lalu karena ia busur yang tak tetap padanya, ia merupakan busur lingkaran itu.

Latihan 18.10

Hitunglah panjang busur parabola y=x2/2y = x^2/2 pada [0,a]\intcc0a lalu tunjukkan bahwa ia sama dengan

12(a1+a2+ln(a+1+a2)).\tfrac12\Bigl(a\sqrt{1 + a^2} + \ln\bigl(a + \sqrt{1 + a^2}\bigr)\Bigr).
Solusi

Solusi Latihan 18.10.

Untuk grafik γ(x)=(x,x2/2)\gamma(x) = (x, x^2/2), berlaku γ(x)=1+x2\norm{\gamma'(x)} = \sqrt{1 + x^2}, jadi L=0a1+x2 ⁣dxL = \int_0^a\sqrt{1+x^2}\,\dd x. Setelah menyulihkan x=sinhux = \sinh u (dengan  ⁣dx=coshu ⁣du\dd x = \cosh u\,\dd u, dan uu dari 00 ke ua=ln(a+1+a2)u_a = \ln(a + \sqrt{1+a^2})):

L=0uacosh2u ⁣du=12[u+sinhucoshu]0ua=12(ln(a+1+a2)+a1+a2),L = \int_0^{u_a}\cosh^2 u\,\dd u = \frac12\bigl[u + \sinh u\cosh u\bigr]_0^{u_a} = \frac12\Bigl(\ln\bigl(a + \sqrt{1+a^2}\bigr) + a\sqrt{1+a^2}\Bigr),

dengan memakai cosh2u=1+cosh2u2\cosh^2 u = \frac{1 + \cosh 2u}2 beserta sinhua=a\sinh u_a = a dan coshua=1+a2\cosh u_a = \sqrt{1 + a^2}.

Latihan 18.11 ★★

Misalkan γ\gamma busur C2\mathcal C^2 yang regular di Rn\R^n dan semua garis singgungnya melalui titik tetap PP. Buktikan bahwa lintasan γ\gamma termuat pada sebuah garis lurus. (Parameterkan lewat panjang busur, tulislah γ(s)+λ(s)T(s)=P\gamma(s) + \lambda(s)T(s) = P lalu turunkan.)

Solusi

Solusi Latihan 18.11.

Parameterkan lewat panjang busurnya (Teorema 18.9) lalu tetapkan λ(s)=Pγ(s),T(s)\lambda(s) = \langle P - \gamma(s), T(s)\rangle, yakni fungsi C1\mathcal C^1; lalu karena PP terletak pada garis singgung di γ(s)\gamma(s), vektor Pγ(s)P - \gamma(s) segaris dengan T(s)T(s), jadi P=γ(s)+λ(s)T(s)P = \gamma(s) + \lambda(s)T(s). Setelah diturunkan,

0=T(s)+λ(s)T(s)+λ(s)T(s)=(1+λ(s))T(s)+λ(s)T(s),0 = T(s) + \lambda'(s)T(s) + \lambda(s)T'(s) = \bigl(1 + \lambda'(s)\bigr)T(s) + \lambda(s)T'(s),

dan T(s)T(s)T'(s) \perp T(s) (turunkan T2=1\norm T^2 = 1), jadi kedua komponennya lenyap: λ=1\lambda' = -1 dan λT=0\lambda T' = 0. Lalu λ(s)=cs\lambda(s) = c - s lenyap paling banyak sekali, jadi T=0T' = 0 pada sebuah himpunan padat, sehingga di mana-mana berkat kekontinuannya: jadi TT merupakan vektor satuan yang tetap dan γ(s)=γ(s0)+(ss0)T\gamma(s) = \gamma(s_0) + (s - s_0)T: yakni sebuah garis lurus (lewat PP, sebagaimana mestinya).

Latihan 18.12 ★★★

(Teorema dasar bagi kurva ruang) Misalkan κ>0\kappa > 0 dan τ\tau fungsi kontinu pada sebuah interval JJ. Kerjakanlah program pada catatan yang menyusul Contoh 18.29: (a) tunjukkan bahwa sistem linear F=FA(s)F' = FA(s), dengan A(s)A(s) matriks Frenet yang antisimetrik yang dibangun dari κ,τ\kappa, \tau dan F(s0)F(s_0) sebuah kerangka ortonormal langsung, punya satu penyelesaian global tunggal yang tetap berupa kerangka ortonormal langsung; (b) bangunlah sebuah kurva biregular berkelajuan satuan dengan kelengkungan κ\kappa dan torsi τ\tau; (c) buktikan ketunggalannya hingga sebuah isometri langsung R3\R^3.

Solusi

Solusi Latihan 18.12.

(a) Matriks Frenetnya

A(s)=(0κ0κ0τ0τ0)A(s) = \begin{pmatrix} 0 & -\kappa & 0\\ \kappa & 0 & -\tau\\ 0 & \tau & 0\end{pmatrix}

punya entri yang kontinu, jadi sistem linear F=FA(s)F' = FA(s) dengan F(s0)=F0F(s_0) = F_0 (yakni matriks ortonormal yang langsung) punya satu penyelesaian tunggal pada seluruh JJ (Teorema 16.4). Lalu menurut Latihan 18.7, F(s)F(s) ortogonal untuk setiap ss; sedangkan detF\det F kontinu bernilai di {±1}\{\pm1\} dan sama dengan 11 di s0s_0, jadi F(s)F(s) langsung untuk setiap ss.

(b) Bacalah baris T,N,BT, N, B milik FF (sehingga T=κNT' = \kappa N, N=κT+τBN' = -\kappa T + \tau B, B=τNB' = -\tau N) lalu tetapkan γ(s)=γ0+s0sT(u) ⁣du\gamma(s) = \gamma_0 + \int_{s_0}^s T(u)\,\dd u. Maka γ=T\gamma' = T merupakan vektor satuan: jadi berkelajuan satuan; lalu T=κNT' = \kappa N dengan κ>0\kappa > 0 dan NN satuan yang ortogonal terhadap TT, jadi γ\gamma bersifat biregular dengan kelengkungan T=κ\norm{T'} = \kappa dan normal utama NN; sedangkan binormalnya adalah TN=BT \wedge N = B (yakni kerangka ortonormal yang langsung), dan B=τNB' = -\tau N mengenali torsinya sebagai τ\tau.

(c) Misalkan γ1,γ2\gamma_1, \gamma_2 kurva biregular berkelajuan satuan dengan (κ,τ)(\kappa, \tau) yang sama. Maka ada satu isometri langsung Φ=ρ+w\Phi = \rho + w (dengan ρSO(3)\rho \in SO(3)) yang tunggal, yang mengirim γ1(s0)\gamma_1(s_0) ke γ2(s0)\gamma_2(s_0) dan kerangka Frenet γ1\gamma_1 di s0s_0 ke kerangka γ2\gamma_2 di s0s_0. Adapun kurva Φγ1\Phi\circ\gamma_1 berkelajuan satuan dengan invarian yang sama (sebab kerangkanya adalah ρ\rho yang diterapkan pada kerangka γ1\gamma_1, dan ρ\rho memelihara hasil kali silangnya karena ia langsung). Kini kerangka Φγ1\Phi\circ\gamma_1 dan γ2\gamma_2 sama-sama menyelesaikan F=FA(s)F' = FA(s) dengan nilai awal yang sama, jadi keduanya berimpit berkat ketunggalannya; khususnya singgungnya sepakat, lalu setelah diintegralkan dari titik bersamanya s0s_0: Φγ1=γ2\Phi\circ\gamma_1 = \gamma_2.

18.7 Soal: selubung — astroid, dua evolut, dan sebuah kaustik

Sebuah tangga berpanjang 1 yang meluncur turun di dinding (yakni kedudukan birunya) tak pernah menyeberangi astroid x2/3 + y2/3 = 1 (yang merah): jadi astroidnya adalah selubung keluarga ruas itu, yang bersinggungan dengan setiap ruasnya.
Sebuah tangga berpanjang 11 yang meluncur turun di dinding (yakni kedudukan birunya) tak pernah menyeberangi astroid x2/3+y2/3=1x^{2/3} + y^{2/3} = 1 (yang merah): jadi astroidnya adalah selubung keluarga ruas itu, yang bersinggungan dengan setiap ruasnya.

Soal 18.1

Soal akhir pekan — mesin selubung dan empat kurva klasik

Sebuah keluarga garis berparameter satu biasanya gagal meliputi bidangnya secara merata: sebab garisnya menumpuk sepanjang sebuah kurva yang bersinggungan dengan semuanya, yakni selubung keluarga itu. Adapun sinar cahaya membuat selubungnya kasatmata sebagai kaustik — yakni kurva terang beruncing di dalam cangkir kopi. Soal ini membangun mesin selubung yang umum, lalu menjalankannya empat kali: yakni pada tangga yang meluncur (astroid), pada normal parabola dan sikloid (evolut, dengan bandul Huygens di akhirnya), dan pada kaustik cangkir kopi (nefroid). Di sepanjang soal ini, DtD_t menyatakan garis berpersamaan a(t)x+b(t)y=c(t)a(t)\,x + b(t)\,y = c(t), dengan a,b,ca, b, c berupa fungsi C2\mathcal C^2 dan (a(t),b(t))(0,0)(a(t), b(t)) \neq (0,0), serta Δ(t)=a(t)b(t)a(t)b(t)\Delta(t) = a(t)b'(t) - a'(t)b(t).

Bagian I — Mesin selubungnya.

  1. Andaikan Δ(t)0\Delta(t) \neq 0. Tunjukkan bahwa sistem karakteristiknya

    {a(t)x+b(t)y=c(t)a(t)x+b(t)y=c(t)\begin{cases} a(t)\,x + b(t)\,y = c(t)\\ a'(t)\,x + b'(t)\,y = c'(t)\end{cases}

    punya satu penyelesaian tunggal E(t)=(x(t),y(t))E(t) = (x(t), y(t)), yang diberikan x=cbcbΔx = \dfrac{cb' - c'b}{\Delta} dan y=acacΔy = \dfrac{ac' - a'c}{\Delta}.

  2. Andaikan lebih jauh bahwa EE bersifat C1\mathcal C^1 di dekat tt dengan E(t)0E'(t) \neq 0. Dengan menurunkan persamaan pertama sistemnya, tunjukkanlah a(t)x(t)+b(t)y(t)=0a(t)\,x'(t) + b(t)\,y'(t) = 0, lalu simpulkan bahwa kurva EE melalui sebuah titik DtD_t dengan arah DtD_t: jadi keluarganya bersinggungan dengan EE, yang disebut selubungnya.
  3. Pemeriksaan kewarasannya: garis singgung parabola y=x2/2y = x^2/2 di titik (t,t2/2)(t, t^2/2) adalah txy=t2/2tx - y = t^2/2. Periksalah bahwa mesin selubungnya mengembalikan parabolanya sendiri.
  4. (Selubung normalnya) Misalkan γ\gamma berkelajuan satuan dengan κ(s)0\kappa(s) \neq 0. Adapun garis normal di γ(s)\gamma(s) adalah {M:Mγ(s),T(s)=0}\{M : \langle M - \gamma(s), T(s) \rangle = 0\}. Tunjukkan bahwa sistem karakteristiknya memaksa Mγ(s),N(s)=1/κ(s)\langle M - \gamma(s), N(s)\rangle = 1/\kappa(s), sehingga titik karakteristiknya adalah pusat kelengkungannya: jadi selubung normalnya adalah evolutnya, yang memulihkan Latihan 18.6. Periksalah Δ(s)=κ(s)\Delta(s) = \kappa(s).
  5. Dua kemerosotan. Untuk berkas Dθ:xcosθ+ysinθ=0D_\theta : x\cos \theta + y\sin\theta = 0, tunjukkan bahwa titik karakteristiknya adalah titik asalnya untuk setiap θ\theta (jadi “selubungnya” runtuh menjadi satu titik, dan E=0E' = 0: sehingga pertanyaan 2 tak berlaku). Sedangkan untuk keluarga garis sejajar (dengan a,ba, b yang tetap), tunjukkanlah Δ0\Delta \equiv 0 dan bahwa sistem karakteristiknya secara umum tak serasi: jadi tak ada selubung.

Bagian II — Tangga yang meluncur dan astroidnya. Sebuah ruas berpanjang 11 meluncur dengan satu ujungnya Pt=(cost,0)P_t = (\cos t, 0) di lantai dan yang lain Qt=(0,sint)Q_t = (0, \sin t) di dinding, dengan t(0,π/2)t \in \intoo0{\pi/2}.

  1. Tunjukkan bahwa garis (PtQt)(P_tQ_t) berpersamaan xsint+ycost=sintcostx\sin t + y\cos t = \sin t\cos t, dan bahwa mesin selubungnya memberi titik karakteristik

    E(t)=(cos3t, sin3t):E(t) = (\cos^3 t,\ \sin^3 t) :

    yakni astroid, yang berpersamaan implisit x2/3+y2/3=1x^{2/3} + y^{2/3} = 1 (dan diperluas ke kuadran lainnya lewat kesimetrian).

  2. Tunjukkan bahwa E(0)=0E'(0) = 0 dan, dengan memakai penggolongan lokalnya (Proposisi 18.32), bahwa astroidnya punya titik runcing jenis pertama di (1,0)(1, 0) — dan demikian pula di keempat titik sumbunya.
  3. Hitunglah E(t)=32sin2t\norm{E'(t)} = \tfrac32\abs{\sin 2t} lalu turunkan bahwa panjang total astroidnya adalah 66.
  4. Di mana tangganya menyentuh astroidnya? Tunjukkan E(t)=Pt+sin2t(QtPt)E(t) = P_t + \sin^2 t\,(Q_t - P_t): jadi titik sentuhnya membagi tangganya dengan nisbah sin2t:cos2t\sin^2 t : \cos^2 t, sambil menyapunya dari satu ujung ke ujung lain ketika tangganya meluncur.
  5. Hitunglah luas yang dilingkupi astroidnya: tunjukkan bahwa luas kuadran pertamanya adalah 30π/2sin4tcos2t ⁣dt3\int_0^{\pi/2}\sin^4 t\cos^2 t\,\dd t, nilailah integralnya lewat pelinearan (yakni sin22t=1cos4t2\sin^2 2t = \tfrac{1 - \cos 4t}2), lalu simpulkan bahwa luas totalnya adalah 3π/83\pi/8.

Bagian III — Evolut parabolanya. Misalkan γ(t)=(t,t2/2)\gamma(t) = (t, t^2/2).

  1. Tunjukkan bahwa garis normal di γ(t)\gamma(t) berpersamaan x+ty=t+t3/2x + t\,y = t + t^3/2.
  2. Jalankan mesin selubungnya: tunjukkan bahwa selubung normalnya adalah

    E(t)=(t3, 1+32t2),E(t) = \Bigl(-t^3,\ 1 + \tfrac32 t^2\Bigr),

    dengan persamaan implisit x2=827(y1)3x^2 = \tfrac8{27}(y - 1)^3: yakni sebuah parabola semikubik.

  3. Periksa silang dengan pertanyaan 4: hitunglah pusat kelengkungannya γ(t)+1κ(t)N(t)\gamma(t) + \frac1{\kappa(t)}N(t) dari κ(t)=(1+t2)3/2\kappa(t) = (1 + t^2)^{-3/2} (Contoh 18.18) lalu perolehlah titik yang sama.
  4. Tunjukkan bahwa evolutnya punya titik runcing jenis pertama di (0,1)(0, 1), yakni pusat kelengkungan di puncaknya — yaitu titik tempat κ\kappa ekstrem, sebagaimana diramalkan rumus c=κκ2Nc' = -\frac{\kappa'}{\kappa^2}N pada Latihan 18.6.
  5. Berapa banyak normal parabolanya yang melalui sebuah titik (x0,y0)(x_0, y_0)? Tunjukkan bahwa jawabannya dikendalikan kubik t32+(1y0)tx0=0\tfrac{t^3}2 + (1 - y_0)\,t - x_0 = 0; tanganilah kasus sumbunya x0=0x_0 = 0 selengkapnya (yakni satu normal bila y0<1y_0 < 1, dan tiga bila y0>1y_0 > 1), lalu tafsirkanlah evolutnya sebagai kurva peralihannya.

Bagian IV — Kaustik cangkir kopi. Sinar sejajar berarah (1,0)(1, 0) menghantam bagian dalam cermin lingkaran x2+y2=1x^2 + y^2 = 1; lalu sinar yang mengenai Pθ=(cosθ,sinθ)P_\theta = (\cos\theta, \sin\theta) terpantul menurut hukum pemantulan.

  1. Dari kesimetrian cermin pada normalnya (yakni jari-jarinya), benarkanlah bahwa arah pantulnya adalah v=u2u,nnv = u - 2\langle u, n\rangle n dengan u=(1,0)u = (1,0) dan n=(cosθ,sinθ)n = (\cos\theta, \sin\theta), lalu hitunglah v=(cos2θ,sin2θ)v = -(\cos2\theta, \sin2\theta).
  2. Tunjukkan bahwa sinar pantulnya terletak pada garis

    xsin2θycos2θ=sinθ.x\sin 2\theta - y\cos 2\theta = \sin\theta .
  3. Jalankan mesin selubungnya (dengan Δ=2\Delta = 2): tunjukkan bahwa kaustiknya adalah

    E(θ)=(3cosθcos3θ4, 3sinθsin3θ4),E(\theta) = \Bigl(\tfrac{3\cos\theta - \cos3\theta}4,\ \tfrac{3\sin\theta - \sin3\theta}4\Bigr),

    yakni nefroid.

  4. Hitunglah E(θ)=32sinθ(cos2θ,sin2θ)E'(\theta) = \tfrac32\sin\theta\, (\cos2\theta, \sin2\theta); periksalah bahwa arah singgungnya adalah arah sinar pantulnya (pertanyaan 16), tentukan letak kedua titik runcingnya (±12,0)(\pm\tfrac12, 0), lalu tunjukkan bahwa sinar pantulnya menyeberangi sumbu y=0y = 0 di x=12cosθx = \frac1{2\cos\theta} — jadi sinar yang hampir sesumbu memfokus di x=12x = \tfrac12: yakni panjang fokus R/2R/2 bagi cermin berjari-jari RR.
  5. Tunjukkan bahwa nefroidnya berpanjang total 66 dan bahwa di dekat θ=0\theta = 0,

    E(θ)(12,0)=(34θ2+o(θ2), θ3+o(θ3)):E(\theta) - \bigl(\tfrac12, 0\bigr) = \bigl(\tfrac34\theta^2 + o(\theta^2),\ \theta^3 + o(\theta^3)\bigr) :

    yakni sebuah titik runcing jenis pertama, yang menunjuk sepanjang sumbunya.

  6. Jelaskanlah dalam satu paragraf mengapa kaustiknya terang: sebab lewat setiap titik tepat di luar kaustiknya melintas dua sinar pantul, sedangkan lewat setiap titik padanya sinarnya “terpusat tanpa batas” (karena pemetaan (θ,jarak sepanjang sinar)R2(\theta, \text{jarak sepanjang sinar}) \mapsto \R^2 punya titik kritis persis pada selubungnya).

Bagian V — Huygens: sikloid adalah evolutnya sendiri. Misalkan γ(t)=(tsint, 1cost)\gamma(t) = (t - \sin t,\ 1 - \cos t) dengan t(0,2π)t \in \intoo0{2\pi}, yakni satu lengkung sikloid.

  1. Hitunglah κ(t)=14sin(t/2)\kappa(t) = -\dfrac1{4\sin(t/2)} beserta pusat kelengkungannya; lalu tunjukkan bahwa evolutnya adalah

    c(t)=(t+sint, cost1),c(t) = (t + \sin t,\ \cos t - 1),

    dan bahwa penyulihan t=u+πt = u + \pi memamerkannya sebagai sikloid semula yang digeser sebesar (π,2)(\pi, -2): jadi evolut sebuah sikloid adalah sikloid yang kongruen (yakni Huygens).

  2. Periksalah bahwa jari-jari kelengkungan di puncaknya t=πt = \pi sama dengan 44, yakni separuh panjang 88 satu lengkungnya (Latihan 18.1); lalu tentukan letak titik runcing evolutnya tepat di bawah puncaknya, pada jarak 44.
  3. (Sifat talinya) Misalkan γ\gamma berkelajuan satuan dengan κ>0\kappa > 0, dengan κ\kappa berkelas C1\mathcal C^1 dan R=1/κR = 1/\kappa monoton tegas. Dengan memakai c=RNc' = R'N, tunjukkanlah bahwa panjang busur evolutnya antara c(s0)c(s_0) dan c(s1)c(s_1) adalah R(s1)R(s0)\abs{R(s_1) - R(s_0)}. Tafsirkanlah: sebuah tali tegang yang terurai dari evolutnya, yang berpanjang R(s0)R(s_0) pada awalnya, membuat ujung bebasnya melacak kurva semula — jadi sebuah bandul yang berayun di antara dua pipi sikloid pada jam Huygens menggambarkan sebuah sikloid.
  4. Rangkuman. Mesin pada Bagian I menghasilkan astroid, sebuah parabola semikubik, sebuah nefroid dan sebuah sikloid. Untuk masing-masing keempat keluarganya, nyatakanlah dalam satu kalimat di mana hipotesis Δ0\Delta \neq 0 dan E0E' \neq 0 berlaku atau gagal, dan peristiwa geometris apa (titik runcing, fokus, kemerosotan) yang ditandai tiap kegagalan E0E' \neq 0 itu. Lalu di mana ekstremum kelengkungannya mesti muncul pada selubung normalnya, dan mengapa?
Solusi

Solusi Soal 18.1.

1. Sistemnya linear dalam (x,y)(x, y) dengan determinan Δ(t)=abab0\Delta(t) = a b' - a'b \neq 0: jadi aturan Cramer memberi penyelesaian tunggalnya

x=cbcbΔ,y=acacΔ.x = \frac{c b' - c' b}{\Delta}, \qquad y = \frac{a c' - a' c}{\Delta}.

2. Karena a(t)x(t)+b(t)y(t)=c(t)a(t)x(t) + b(t)y(t) = c(t) secara identik, menurunkannya memberi ax+by+ax+by=ca'x + b'y + ax' + by' = c'; lalu persamaan karakteristik keduanya membunuh ax+byca'x + b'y - c', jadi a(t)x(t)+b(t)y(t)=0a(t)x'(t) + b(t)y'(t) = 0: sehingga E(t)E'(t) ortogonal terhadap (a,b)(a, b), jadi sejajar dengan (b,a)(-b, a), yakni arah DtD_t. Lalu karena E(t)DtE(t) \in D_t (menurut persamaan pertamanya) dan E(t)0E'(t) \neq 0, garis DtD_t persis merupakan garis singgung kurva EE di E(t)E(t).

3. Di sini (a,b,c)=(t,1,t2/2)(a, b, c) = (t, -1, t^2/2), jadi Δ=t01(1)=1\Delta = t\cdot0 - 1\cdot(-1) = 1 dan

x=cbcbΔ=t220+t=t,y=acacΔ=ttt22=t22:x = \frac{c b' - c' b}{\Delta} = \tfrac{t^2}2\cdot 0 + t = t, \qquad y = \frac{a c' - a' c}{\Delta} = t\cdot t - \tfrac{t^2}2 = \tfrac{t^2}2 :

jadi selubung garis singgung parabolanya adalah parabolanya sendiri, sebagaimana mestinya.

4. Garis normalnya adalah M,T(s)=γ(s),T(s)\langle M, T(s)\rangle = \langle\gamma(s), T(s)\rangle: dengan koefisien a=T1a = T_1, b=T2b = T_2, c=γ,Tc = \langle\gamma, T\rangle. Menurunkannya dengan Frenet (T=κNT' = \kappa N): a=κN1a' = \kappa N_1, b=κN2b' = \kappa N_2, dan c=T,T+γ,κN=1+κγ,Nc' = \langle T, T\rangle + \langle\gamma, \kappa N\rangle = 1 + \kappa\langle\gamma, N\rangle. Lalu persamaan karakteristik keduanya κM,N=1+κγ,N\kappa\langle M, N\rangle = 1 + \kappa\langle\gamma, N\rangle berbunyi κMγ,N=1\kappa\langle M - \gamma, N\rangle = 1. Sedangkan yang pertama mengatakan MγTM - \gamma \perp T, jadi Mγ=μNM - \gamma = \mu N dengan μ=1/κ\mu = 1/\kappa: sehingga titik karakteristiknya adalah γ+1κN\gamma + \frac1\kappa N, yakni pusat kelengkungannya, dan selubung normalnya adalah evolut pada Latihan 18.6. Akhirnya Δ=T1κN2κN1T2=κdet(T,N)=κ0\Delta = T_1\kappa N_2 - \kappa N_1 T_2 = \kappa\det(T, N) = \kappa \neq 0.

5. Berkasnya: sistem xcosθ+ysinθ=0x\cos\theta + y\sin\theta = 0 dan xsinθ+ycosθ=0-x\sin\theta + y\cos\theta = 0 berdeterminan 11 dengan penyelesaian (0,0)(0,0) untuk setiap θ\theta: jadi E(0,0)E \equiv (0,0), E0E' \equiv 0, dan tak ada kurva — melainkan sekadar titik bersama semua garisnya. Adapun keluarga sejajarnya: a=b=0a' = b' = 0 memberi Δ0\Delta \equiv 0 dan persamaan keduanya 0=c(t)0 = c'(t), yang gagal begitu keluarganya sungguh bergerak: jadi tak ada titik karakteristiknya, dan memang keluarga garis sejajar tak menyentuh sebuah kurva sepanjang semua anggotanya.

6. Garis lewat (cost,0)(\cos t, 0) dan (0,sint)(0, \sin t) adalah xcost+ysint=1\frac x{\cos t} + \frac y{\sin t} = 1, yakni xsint+ycost=sintcostx\sin t + y\cos t = \sin t\cos t. Dengan (a,b,c)=(sint,cost,sintcost)(a, b, c) = (\sin t, \cos t, \sin t\cos t): berlaku a=costa' = \cos t, b=sintb' = -\sin t, c=cos2tc' = \cos 2t, dan Δ=sin2tcos2t=1\Delta = -\sin^2 t - \cos^2 t = -1. Lalu Cramer:

x=cbcb1=sin2tcost+cos2tcost=cost(sin2t+cos2tsin2t)=cos3t,y=acac1=sintcos2tsintcos2t=sint(cos2tcos2t+sin2t)=sin3t.\begin{align*} x &= \frac{cb' - c'b}{-1} = \sin^2 t\cos t + \cos 2t\cos t = \cos t\,(\sin^2 t + \cos^2 t - \sin^2 t) = \cos^3 t,\\ y &= \frac{ac' - a'c}{-1} = \sin t\cos^2 t - \sin t\cos 2t = \sin t\,(\cos^2 t - \cos^2 t + \sin^2 t) = \sin^3 t . \end{align*}

Dan (cos3t)2/3+(sin3t)2/3=1(\cos^3t)^{2/3} + (\sin^3t)^{2/3} = 1: yakni astroidnya.

7. Turunan E(t)=3(cos2tsint, sin2tcost)E'(t) = 3(-\cos^2 t\sin t,\ \sin^2 t\cos t) lenyap di t=0t = 0. Di sana, E(0)=(3,0)0E''(0) = (-3, 0) \neq 0 memberi p=2p = 2; lalu komponen-xx milik EE bersifat genap dalam tt, jadi E(0)=(0,6)E'''(0) = (0, 6) yang tak segaris: q=3q = 3. Genap–ganjil: jadi titik runcing jenis pertama di (1,0)(1, 0) (Proposisi 18.32), yang bersinggung sepanjang sumbu-xx. Adapun kesimetrian xxx \mapsto -x, yyy \mapsto -y, dan (x,y)(y,x)(x, y) \mapsto (y, x) milik astroidnya mengangkut titik runcingnya ke (1,0)(-1, 0) dan (0,±1)(0, \pm1).

8. Berlaku E(t)=3sintcost(cost,sint)E'(t) = 3\sin t\cos t\,(-\cos t, \sin t), jadi E(t)=3sintcost=32sin2t\norm{E'(t)} = 3\abs{\sin t\cos t} = \tfrac32\abs{\sin 2t}. Satu kuadrannya: 0π/232sin2t ⁣dt=32\int_0^{\pi/2}\tfrac32\sin 2t\,\dd t = \tfrac32, jadi berkat kesimetriannya panjang totalnya adalah 432=64 \cdot \tfrac32 = 6.

9. Berlaku E(t)Pt=(cos3tcost, sin3t)=sin2t(cost, sint)=sin2t(QtPt)E(t) - P_t = (\cos^3 t - \cos t,\ \sin^3 t) = \sin^2 t\,(-\cos t,\ \sin t) = \sin^2 t\,(Q_t - P_t). Jadi titik sentuhnya adalah barisentrum (Pt,cos2t)(P_t, \cos^2 t) dan (Qt,sin2t)(Q_t, \sin^2 t): sehingga ketika tt berjalan dari 00 ke π/2\pi/2 ia meluncur dari ujung lantai ke ujung dinding tangganya.

10. Pada kuadran pertamanya, daerah di bawah astroidnya berluas 01y ⁣dx\int_0^1 y\,\dd x dengan x=cos3tx = \cos^3 t yang turun dari 11 ke 00 ketika tt berjalan dari 00 ke π/2\pi/2:

01y ⁣dx=π/20sin3t(3cos2tsint) ⁣dt=30π/2sin4tcos2t ⁣dt.\int_0^1 y\,\dd x = \int_{\pi/2}^{0}\sin^3 t\,(-3\cos^2 t\sin t)\,\dd t = 3\int_0^{\pi/2}\sin^4 t\cos^2 t\,\dd t .

Linearkan: sin4tcos2t=(sintcost)2sin2t=18(sin22tsin22tcos2t)\sin^4 t\cos^2 t = (\sin t\cos t)^2\sin^2 t = \tfrac18\bigl(\sin^2 2t - \sin^2 2t\cos 2t\bigr), lalu 0π/2sin22t ⁣dt=π4\int_0^{\pi/2}\sin^2 2t\,\dd t = \tfrac\pi4 sedangkan 0π/2sin22tcos2t ⁣dt=[sin32t6]0π/2=0\int_0^{\pi/2}\sin^2 2t\cos 2t\,\dd t = \bigl[\tfrac{\sin^3 2t}6\bigr]_0^{\pi/2} = 0. Jadi integralnya π32\tfrac\pi{32}, luas kuadrannya 3π32\tfrac{3\pi}{32}, dan luas yang dilingkupinya 43π32=3π84 \cdot \tfrac{3\pi}{32} = \tfrac{3\pi}8.

11. Singgung di γ(t)=(t,t2/2)\gamma(t) = (t, t^2/2) diarahkan (1,t)(1, t), jadi garis normalnya adalah {(x,y):(xt)+t(yt2/2)=0}\{(x, y) : (x - t) + t\,(y - t^2/2) = 0\}, yakni x+ty=t+t32x + t\,y = t + \tfrac{t^3}2.

12. Berlaku (a,b,c)=(1,t,t+t3/2)(a, b, c) = (1, t, t + t^3/2): a=0a' = 0, b=1b' = 1, c=1+32t2c' = 1 + \tfrac32 t^2, dan Δ=1\Delta = 1. Maka y=acac=1+32t2y = ac' - a'c = 1 + \tfrac32t^2 dan

x=cbcb=t+t32t(1+32t2)=t3.x = cb' - c'b = t + \tfrac{t^3}2 - t\Bigl(1 + \tfrac32t^2\Bigr) = -t^3 .

Setelah tt dihilangkan: t2=23(y1)t^2 = \tfrac23(y - 1) dan x2=t6=827(y1)3x^2 = t^6 = \tfrac8{27}(y - 1)^3: yakni sebuah parabola semikubik bertitik puncak (0,1)(0, 1).

13. Berlaku T=(1,t)/1+t2T = (1, t)/\sqrt{1+t^2}, N=(t,1)/1+t2N = (-t, 1)/\sqrt{1+t^2}, dan κ=(1+t2)3/2\kappa = (1+t^2)^{-3/2}, jadi

γ+1κN=(t,t22)+(1+t2)(t,1)=(t3, 1+32t2),\gamma + \frac1\kappa N = (t, \tfrac{t^2}2) + (1+t^2)\,(-t, 1) = \Bigl(-t^3,\ 1 + \tfrac32t^2\Bigr),

yakni kurva yang sama: jadi selubung normalnya adalah tempat kedudukan pusat kelengkungannya, sebagaimana dijanjikan pertanyaan 4.

14. Turunan E(t)=(3t2,3t)E'(t) = (-3t^2, 3t) lenyap di t=0t = 0; lalu E(0)=(0,3)0E''(0) = (0, 3) \neq 0 memberi p=2p = 2 dan E(0)=(6,0)E'''(0) = (-6, 0) memberi q=3q = 3: jadi titik runcing jenis pertama di (0,1)(0, 1). Adapun puncaknya adalah tempat κ=(1+t2)3/2\kappa = (1+t^2)^{-3/2} maksimum, jadi κ(0)=0\kappa'(0) = 0 sehingga kecepatan evolutnya κκ2N-\frac{\kappa'}{\kappa^2}N lenyap persis di sana: jadi titik runcing evolutnya duduk pada ekstremum kelengkungannya.

15. Normal di parameter tt melalui (x0,y0)(x_0, y_0) bila dan hanya bila x0+ty0=t+t32x_0 + t\,y_0 = t + \tfrac{t^3}2, yakni

t32+(1y0)tx0=0,\frac{t^3}2 + (1 - y_0)\,t - x_0 = 0 ,

yakni sebuah kubik dalam tt: jadi satu atau tiga akar real (yang dicacah tanpa multiplisitas, bagi titik yang generik). Pada sumbunya x0=0x_0 = 0 ia terfaktorkan sebagai t(t22+1y0)=0t\bigl(\tfrac{t^2}2 + 1 - y_0\bigr) = 0: yakni akar t=0t = 0 (sebab sumbunya adalah normal di puncaknya), ditambah t=±2(y01)t = \pm\sqrt{2(y_0 - 1)} ketika y0>1y_0 > 1. Jadi: satu normal bila y0<1y_0 < 1, tiga bila y0>1y_0 > 1, dan di y0=1y_0 = 1 akar rangkap tiganya menandai titik runcing evolutnya. Secara umum sebuah akar ganda kubiknya berarti titiknya memenuhi baik persamaan garisnya maupun turunan-tt-nya — jadi ia terletak pada selubungnya: sehingga evolutnya persis merupakan perbatasan antara daerah satu-normal dan daerah tiga-normalnya.

16. Pemantulan pada cerminnya membalik komponen normal arahnya dan mempertahankan yang tangensialnya: dengan menulis u=u,nn+utanu = \langle u, n\rangle n + u_{\mathrm{tan}}, arah pantulnya adalah utanu,nn=u2u,nnu_{\mathrm{tan}} - \langle u, n\rangle n = u - 2\langle u, n\rangle n. Di sini u,n=cosθ\langle u, n\rangle = \cos\theta, jadi

v=(1,0)2cosθ(cosθ,sinθ)=(12cos2θ, 2sinθcosθ)=(cos2θ, sin2θ).v = (1, 0) - 2\cos\theta\,(\cos\theta, \sin\theta) = (1 - 2\cos^2\theta,\ -2\sin\theta\cos\theta) = -(\cos2\theta,\ \sin2\theta).

17. Sinar pantulnya melalui Pθ=(cosθ,sinθ)P_\theta = (\cos\theta, \sin\theta) dengan arah (cos2θ,sin2θ)(\cos2\theta, \sin2\theta); jadi sebuah vektor normalnya adalah (sin2θ,cos2θ)(-\sin2\theta, \cos2\theta), sehingga garisnya adalah

sin2θ(xcosθ)+cos2θ(ysinθ)=0,-\sin2\theta\,(x - \cos\theta) + \cos2\theta\,(y - \sin\theta) = 0,

dan konstantanya adalah sin2θcosθ+cos2θsinθ=sinθ-\sin2\theta\cos\theta + \cos2\theta\sin\theta = -\sin\theta: jadi setelah dikalikan 1-1, xsin2θycos2θ=sinθx\sin2\theta - y\cos2\theta = \sin\theta.

18. Berlaku (a,b,c)=(sin2θ,cos2θ,sinθ)(a, b, c) = (\sin2\theta, -\cos2\theta, \sin\theta): a=2cos2θa' = 2\cos2\theta, b=2sin2θb' = 2\sin2\theta, c=cosθc' = \cos\theta, dan Δ=2sin22θ+2cos22θ=2\Delta = 2\sin^22\theta + 2\cos^22\theta = 2. Lalu Cramer, kemudian rumus hasil-kali-ke-jumlah:

x=2sinθsin2θ+cosθcos2θ2=(cosθcos3θ)+12(cosθ+cos3θ)2=3cosθcos3θ4,y=sin2θcosθ2cos2θsinθ2=12(sin3θ+sinθ)(sin3θsinθ)2=3sinθsin3θ4:\begin{align*} x &= \frac{2\sin\theta\sin2\theta + \cos\theta\cos2\theta}{2} = \frac{(\cos\theta - \cos3\theta) + \frac12(\cos\theta + \cos3\theta)}{2} = \frac{3\cos\theta - \cos3\theta}4,\\ y &= \frac{\sin2\theta\cos\theta - 2\cos2\theta\sin\theta}2 = \frac{\frac12(\sin3\theta + \sin\theta) - (\sin3\theta - \sin\theta)}2 = \frac{3\sin\theta - \sin3\theta}4 : \end{align*}

yakni nefroidnya, sebuah kurva tertutup dengan dua titik runcing.

19. Menurunkannya lalu memfaktorkan dengan sin3θsinθ=2cos2θsinθ\sin3\theta - \sin\theta = 2\cos2\theta\sin\theta dan cosθcos3θ=2sin2θsinθ\cos\theta - \cos3\theta = 2\sin2\theta\sin\theta:

E(θ)=34(sin3θsinθ, cosθcos3θ)=32sinθ(cos2θ,sin2θ),E'(\theta) = \tfrac34\bigl(\sin3\theta - \sin\theta,\ \cos\theta - \cos3\theta\bigr) = \tfrac32\sin\theta\,(\cos2\theta, \sin2\theta),

yang sejajar dengan arah pantul pada pertanyaan 16: jadi tiap sinar pantulnya bersinggungan dengan kaustiknya, sebagaimana dituntut sifat selubungnya. Adapun E=0E' = 0 persis di sinθ=0\sin\theta = 0: yakni E(0)=(12,0)E(0) = (\tfrac12, 0) dan E(π)=(12,0)E(\pi) = (-\tfrac12, 0), yaitu kedua titik runcingnya. Lalu menetapkan y=0y = 0 pada persamaan garisnya: xsin2θ=sinθx\sin2\theta = \sin\theta, jadi x=12cosθ12x = \frac1{2\cos\theta} \to \frac12 ketika θ0\theta \to 0: sehingga sinar paraksialnya memfokus pada jarak R/2R/2 dari pusatnya — yakni panjang fokus cermin sferisnya.

20. Berlaku E(θ)=32sinθ\norm{E'(\theta)} = \tfrac32\abs{\sin\theta}, jadi panjangnya 3202πsinθ ⁣dθ=324=6\tfrac32\int_0^{2\pi}\abs{\sin\theta}\, \dd\theta = \tfrac32\cdot4 = 6. Di dekat θ=0\theta = 0, dengan coskθ=1k2θ22+O(θ4)\cos k\theta = 1 - \tfrac{k^2\theta^2}2 + O(\theta^4) dan sinkθ=kθk3θ36+O(θ5)\sin k\theta = k\theta - \tfrac{k^3\theta^3}6 + O(\theta^5):

x12=3θ2+O(θ4)4=34θ2+O(θ4),y=4θ3+O(θ5)4=θ3+O(θ5):x - \tfrac12 = \frac{3\theta^2 + O(\theta^4)}{4} = \tfrac34\theta^2 + O(\theta^4), \qquad y = \frac{4\theta^3 + O(\theta^5)}{4} = \theta^3 + O(\theta^5) :

jadi p=2p = 2, q=3q = 3, yakni titik runcing jenis pertama yang menunjuk sepanjang sumbunya — yaitu titik terang kaustik cangkir kopinya.

21. Parameterkan titik yang tersinari lewat Φ(θ,r)=Pθ+rvθ\Phi(\theta, r) = P_\theta + r\,v_\theta (yakni kedudukan sepanjang tiap sinar pantulnya). Adapun determinan Jacobinya det(θΦ,rΦ)=det(Pθ+rvθ,vθ)\det(\partial_\theta\Phi, \partial_r\Phi) = \det(P_\theta' + rv_\theta', v_\theta) bersifat afin dalam rr dan lenyap tepat untuk satu r=r(θ)r = r_*(\theta) — lalu Φ(θ,r(θ))\Phi(\theta, r_*(\theta)) adalah titik karakteristiknya, sebab di sana arah sinarnya dan variasi keluarganya menjadi bergantungan. Di luar selubungnya pemetaannya berupa difeomorfisma lokal, dan titik tepat di dalam kaustiknya dikenai dua sinar berdekatan (yakni dua penyelesaian θ\theta), sedangkan titik di luarnya tak dikenai satu pun dari bagian keluarganya itu; sementara pada kaustiknya keduanya melebur. Adapun intensitas cahayanya berbanding terbalik dengan nilai mutlak Jacobinya, jadi ia meledak sepanjang selubungnya: sehingga kaustiknya adalah kurva yang terang, dan paling terang di titik runcingnya, tempat kemerosotannya paling parah.

22. Berlaku x=1costx' = 1 - \cos t, y=sinty' = \sin t, x=sintx'' = \sin t, y=costy'' = \cos t, jadi xyyx=cost1x'y'' - y'x'' = \cos t - 1 dan γ2=2(1cost)=4sin2t2\norm{\gamma'}^2 = 2(1 - \cos t) = 4\sin^2\tfrac t2; sehingga menurut Proposisi 18.17,

κ(t)=(1cost)8sin3t2=2sin2t28sin3t2=14sint2(0<t<2π).\kappa(t) = \frac{-(1 - \cos t)}{8\sin^3\tfrac t2} = \frac{-2\sin^2\tfrac t2}{8\sin^3\tfrac t2} = -\frac1{4\sin\tfrac t2} \qquad (0 < t < 2\pi).

Dengan T=(sint2,cost2)T = (\sin\tfrac t2, \cos\tfrac t2) (yakni bagilah γ\gamma' dengan 2sint22\sin\tfrac t2) dan N=(cost2,sint2)N = (-\cos\tfrac t2, \sin\tfrac t2):

γ+1κN=γ4sint2(cost2, sint2)=(tsint+2sint, 1cost2(1cost)),\gamma + \frac1\kappa N = \gamma - 4\sin\tfrac t2\,\Bigl(-\cos\tfrac t2,\ \sin\tfrac t2\Bigr) = \bigl(t - \sin t + 2\sin t,\ 1 - \cos t - 2(1 - \cos t)\bigr),

yakni c(t)=(t+sint, cost1)c(t) = (t + \sin t,\ \cos t - 1). Setelah menyulihkan t=u+πt = u + \pi:

c=(u+πsinu, cosu1)=((usinu)+π, (1cosu)2):c = \bigl(u + \pi - \sin u,\ -\cos u - 1\bigr) = \bigl((u - \sin u) + \pi,\ (1 - \cos u) - 2\bigr) :

yakni sikloid γ(u)\gamma(u) yang digeser sebesar (π,2)(\pi, -2). Jadi evolut sebuah sikloid adalah sikloid yang kongruen, yang tergantung satu aras di bawahnya.

23. Berlaku R(t)=1/κ(t)=4sint2R(t) = 1/\abs{\kappa(t)} = 4\sin\tfrac t2, jadi R(π)=4R(\pi) = 4: yakni separuh panjang lengkungnya 88 yang dihitung pada Latihan 18.1. Adapun kecepatan evolutnya c(t)=(1+cost,sint)c'(t) = (1 + \cos t, -\sin t) lenyap di t=πt = \pi: jadi titik runcingnya adalah c(π)=(π,2)c(\pi) = (\pi, -2), tepat di bawah puncaknya γ(π)=(π,2)\gamma(\pi) = (\pi, 2), pada jarak 4=R(π)4 = R(\pi), yakni persis panjang jari-jari oskulasinya di sana.

24. Dari Latihan 18.6, berlaku c(s)=κ(s)κ(s)2N(s)=R(s)N(s)c'(s) = -\frac{\kappa'(s)}{\kappa(s)^2}N(s) = R'(s)\,N(s), jadi c(s)=R(s)\norm{c'(s)} = \abs{R'(s)} dan, untuk RR yang monoton,

s0s1c(s) ⁣ds=s0s1R(s) ⁣ds=R(s1)R(s0).\int_{s_0}^{s_1}\norm{c'(s)}\,\dd s = \Bigl|\int_{s_0}^{s_1}R'(s)\,\dd s\Bigr| = \abs{R(s_1) - R(s_0)} .

Katakanlah RR turun. Sebuah tali yang dibentangkan sepanjang evolutnya melewati c(s0)c(s_0) lalu diperpanjang oleh ruas dari c(s0)c(s_0) ke γ(s0)\gamma(s_0) (yang bersinggungan dengan evolutnya, menurut pertanyaan 4) punya, ketika dikupas sampai c(s)c(s) lalu ditegangkan, bagian lurus berpanjang R(s0)(R(s0)R(s))=R(s)R(s_0) - \bigl(R(s_0) - R(s)\bigr) = R(s) yang menunjuk dari c(s)c(s) sepanjang normalnya — lalu mendarat tepat pada γ(s)\gamma(s): jadi ujung bebasnya melacak kurva semula (yakni “involut”). Huygens menggantungkan sebuah bandul di antara dua pipi sikloid: sehingga talinya membelit evolutnya, jadi bandulnya menggambarkan sebuah sikloid — yakni tautokron, yang kala ayunannya tak bergantung pada amplitudonya.

25. Singgung parabolanya: Δ=1\Delta = 1 dan E=(1,t)0E' = (1, t) \neq 0 di mana-mana — jadi selubung yang mulus (yakni parabolanya sendiri). Tangga yang meluncur: Δ=1\Delta = -1, tetapi E=32sin2t(cost,sint)E' = \tfrac32\sin 2t\,(-\cos t, \sin t) lenyap di ujung kuadrannya — yakni keempat titik runcing astroidnya. Normal parabola dan sikloidnya: Δ=κ0\Delta = \kappa \neq 0, dan E=RNE' = R'N lenyap persis di tempat kelengkungannya ekstrem — yakni titik runcing evolutnya di (0,1)(0,1) dan (π,2)(\pi, -2). Kaustiknya: Δ=2\Delta = 2, dan E=32sinθ(cos2θ,sin2θ)E' = \tfrac32\sin\theta\,(\cos2\theta, \sin2\theta) lenyap di θ=0,π\theta = 0, \pi — yakni kedua titik runcing nefroidnya, yaitu titik fokus cerminnya. Adapun ekstremum kelengkungan mesti menghasilkan titik runcing pada selubung normalnya, karena kecepatan evolutnya adalah RNR'N: dan itulah sebabnya evolut sebuah elips punya empat titik runcing (yakni empat puncak), sedangkan keluarga yang merosot (berkas, garis sejajar) adalah kasus tempat mesinnya mengeluarkan sebuah titik atau tak ada apa pun.

Istilah yang didefinisikan dalam bab ini

Lihat semua 395 istilah di glosarium