Misalkan (atau , atau sebuah ruang bernorma), dengan himpunan apa pun. Barisan konvergen ke titik demi titik apabila untuk setiap ; dan konvergen seragam apabila
Seragam mengakibatkan titik demi titik; sedangkan pada , kekonvergenan seragam persis sama dengan kekonvergenan di ruang Banach pada Bab 5.
Contoh
Contoh 10.2
Pada , konvergen titik demi titik ke limit yang tak kontinu ; kekonvergenannya tidak seragam: sebab . Namun pada dengan ia memang seragam (sebab ): jadi keseragaman adalah sifat daerahnya, sama seperti sifat barisannya.
Contoh 10.3 (Dua limit yang menolak bertukar)
Seluruh bab ini tentang menukar limit, jadi inilah kegagalan sekecil mungkin. Misalkan untuk . Maka
kedua limit beriterasinya ada dan keduanya berbeda. Setiap teorema pemindahan pada bab ini adalah izin untuk menukar dua limit — dengan (kekontinuan), dengan (pengintegralan), dengan (penurunan) — dan kekonvergenan seragam persis menjadi bayaran yang membuat penukaran itu sah. Pelajaran penutupnya: setiap kali sebuah “bukti” diam-diam menukar dua operasi limit, maka larik dua baris inilah contoh penyangkal yang perlu diacungkan; sedangkan bonggol meluncur pada Latihan 10.2 adalah gejala yang sama dengan busana tanda integral.
Contoh 10.5 (Keseragaman gagal persis di tempat limitnya patah)
Pada , misalkan . Limit titik demi titiknya adalah fungsi tiga potong:
yang tak kontinu di , jadi menurut Teorema 10.4 kekonvergenannya tak mungkin seragam pada . Namun pada potongan tertutup yang menghindari ambangnya ia seragam: untuk ,
sedangkan untuk ,
dengan kedua supremumnya terhitung lewat kemonotonan dan . Pelajaran penutupnya: kegagalan keseragamannya terpusat di ketakkontinuan limitnya — yakni geometri yang sama seperti Contoh 10.2, sekaligus alasan mengapa disiplin “seragam pada tiap ruas di dalamnya” berulang sepanjang bab ini.