Sebuah penggantian parameter berkelas adalah difeomorfisma antar interval (dengan di mana-mana). Busur dan disebut setara; sedangkan sebuah busur geometris (atau kurva) adalah sebuah kelas kesetaraan. Adapun gagasan yang invarian terhadap penggantian parameter — yakni lintasannya, garis singgungnya, panjang busurnya, kelengkungannya — disebut geometris.
Contoh
Contoh 18.4 (Kelajuan tak mengubah apa pun yang geometris)
Parameterkan lingkaran satuannya lewat
Kelajuannya tumbuh linear, namun
yakni panjang yang sama seperti pada kelajuan tetap — sebagaimana dijanjikan Teorema 18.7, lewat penggantian parameter . Garis singgungnya, kelengkungan yang dihitung dari Proposisi 18.17, dan setiap besaran geometris lainnya juga sepakat; hanya yang pantas dilirik, tempat membuat parameterisasi ini tak regular walaupun lintasannya berupa lingkaran yang sempurna. Jadi pernyataan geometris kurang toleran terhadap parameterisasi yang buruk: parameterkan ulang dulu, simpulkan kemudian.
Contoh 18.5
Busur bersifat tetapi tak regular: sebab . Lintasannya, yakni parabola semikubik , punya titik runcing di titik asalnya: jadi kemulusan parameterisasinya tak mencegah kesingularan geometris di tempat kecepatannya lenyap. Itulah sebabnya hipotesis keregularan bukan sekadar hiasan.