Ruang disebut terhubung lintasan jika sembarang dua titiknya dihubungkan oleh sebuah lintasan (yakni yang kontinu). Terhubung lintasan mengakibatkan terhubung: sebab dua nilai pemetaan kontinu di merupakan nilai yang konstan (Teorema 6.20(1)–(2)). Himpunan bagian konveks ruang bernorma bersifat terhubung lintasan (yaitu lewat ruas garis); demikian pula untuk (kelilingi titik asalnya), dan untuk (proyeksikan lintasan dari ).
Contoh
Contoh 6.22 (Kurva sinus topolog)
Misalkan dan (sebab setiap titik dengan merupakan limit titik : selesaikan di dekat ). Maka bersifat terhubung — sebagai penutup yang terhubung, yaitu peta kontinu (Teorema 6.20(3)) — tetapi tidak terhubung lintasan: sebab lintasan dari ke harus melintasi absis yang sementara ordinatnya berayun antara ; Latihan 6.9 membuatnya ketat. Keterhubungan dan keterhubungan lintasan memang benar-benar berbeda.